KULINER

Omah Kopi Cokrowijayan, Garden, Resto dan Musik Usung Silaturahim dan Jelajah Rasa.

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagaimana rasanya bertamu dan mendapat sambutan hangat dan ramah dari pemilik rumah kebun yang kita datangi ?. Tak tanggung-tanggung Santo Budikusuma, sang pemilik bersama istri yang langsung menyambut berbagai komunitas di kota gudeg ini.

Namanya Omah Kopi Cokrowijayan  di jalan Titi Bumi Barat Sleman DIY. Oleh Santo dia menyediakan tempat yang memiliki tiga keunggulan yaitu sebagai taman (garden), restoran dan tempat menikmati musik bersama komunitas maupun keluarga besar tercinta.

Tempat kuliner yang lagi hits di Yogyakarta ini saat dikunjungi malam Kamis lalu memang banyak dikunjungi keluarga. Hari baru menunjukkan jam 20.00 WIB, tak heran banyak anggota keluarga yang masih menikmati suasana kebun beratap langit.

Rumah kebun yang  disulap  menjadi Taman, Resto dan Hiburan Musik untuk keluarga, komunitas group dan masyarakat lainnya.

“Makin malam memang banyak anak muda yang datang karena pilihannya beragan, mau makan berat, makan ringan atau cukup minum kopi ” kata Santo dengan wajah sumringah yang open house dari jam 10.00 pagi hingga 23.00 WIB.

Tempat yang luas, harga yang terjangkau dan protokol kesehatan yang diterapkan begitu masuk ke dalam area Omah kopi Cokrowijayan menjadi pilihan tepat apalagi di era New Normal ini.

Kulineran di udara terbuka di bawah meja kayu dan payung-payung besar berwarna merah bukan hanya terlihat cantik di waktu siang maupun malam tapi juga membuat anak-anak betah dengan fasilitas bermain di satu area.

Santo lalu bercerita rumah kebun seluas 5000 meter itu disulapnya menjadi Garden, Resto dan tempat menikmati musik tanpa ada keraguan dan rencana yang berbelit-belit. Idenya boleh dibilang mengendap hanya seminggu langsung action mewujudkannya.

Pilihan menunya baik makanan dan minuman hampir seratusan item, namun pengunjung bisa memberikan pilihan dengan cepat karena Santo sudah membagi menjadi minuman non kopi,  Mocktail dan Milk Shake dengan harga mulai Rp 6000 – Rp 25.000

Untuk menu kopi juga dibagi lagi menjadi Kopi Nusantara, dengan pilihan jenis Arabica terdiri dari  Bali Kintamani, Toraja dan Bali. Dalam sekejab pengunjung bisa menikmati komoditi ekspor dari tiga pulau yang berjauhan dari Aceh, Sulawesi dan Pulau Dewata Bali. 

Ada lagi pilihan Spesal Kopi Omah Cokrowijayan     ( OK COK) Original, Mami, Darling, Medium, Strong. Jangan Khawatir karena harganya juga masih ramah kantong berkisar Rp 14.000 – Rp 23.000. Meski tampilan penyajian minuman maupun makanannya kelas hotel berbintang loh.

Untuk makanan utama alias maincourse adalah menu-menu street food seperti Gago-gado, Sate, Mie goreng, Soto. Sedangkan makanan lainnya terdiri dari jenis Ayam, Iga dan  bebek yang bisa dinikmati sebagai iga bakar, iga goreng, iga bumbu madu begitu pula untuk ayam dan bebeknya hingga sop buntut. Untuk yang ini harga mulai Rp 20.000 hingga Rp 44.000/ porsi.

Buat yang perutnya masih kenyang, bisa pesan menu yang terbagi dalam kategori snack dan dessert dengan nama-nama yang bikin penasaran seperti manggat pisang, tahu susur, sangga buana. Ada lagi pisang kayu manis, bubur ketan hitam dan singkong mawut dengan variasi harga Rp 9.000 – Rp 23.000.

Tak heran kan mengapa kalangan komunitas menjadikan tempat ini untuk kumpul dengan aman dan nyaman. ” Mereka ada komunitas pecinta bonsai, komunitas burung sampai reptil dan binatang berbisa tapi hewan peliharaannya nggak ikut ke sini,” katanya tergelak.

Live Musuc tiap hari pererat silaturahmi

Santo dan keluarganya tergolong tidak akrab dunia medsos seperti facebook, Instagram dan lainnya. Namun Omah Kopi Cokrowijayan memiliki spot-spot untuk eksis di dunia maya mulai dari tempat hingga makanannya.

” Makanya kalau punya acara sampai wedding kecil-kecilan di bahas saja dulu di sini. Begigu juga kalangan pemerintah dan perbankan kakau punya acara silaturahmi. Begitu pula komunitas dunia fashion juga kerap datang dengan model-model cantiknya,” kata Santo sambil menambahkan kapasitas bisa sampai 400 orang dengan pengaturan tempat yang lebih cermat.

Selain pengunjung sering upload di medsos, dari awal Santo memang menerapkan konsep tradisional getok tular alias dari mulut ke mulut. Dimana tim dapur dan staff akan diuji dalam hal rasa maupun pelayanan.

” Kalau pelayanannya lama, makanannya tidak enak juga pasti jadi omongan dari mulut ke mulut. Oleh karena itu harus prima di semua aspek terutama tim work. Mau punya pengalaman kerja di hotel bintang lima atau jadi chef populer kalau tidak memiliki etos kerja dan manajemen tim yang baik akan sulit berkembang,” kata Santo.

Oleh karena itu layaknya orangtua dengan anak, pasangan Santo dan istri terlibat langsung di operasional dan mengayomi ‘ anak-anak’ nya dengan baik dengan menanamkan tali silaturahmi.

Pengunjung dan pengelola tidak bisa mengabaikan unsur silaturahmi, membangun hubungan yang baik sehingga mereka selalu ingin kembali ke Omah Kopi Cokrowijayan.

“Kerja tim itu bukan cuma kompetensi tapi kami benar-bebar berlatih trial & error sehingga kerja tim bisa stabil baik dalam pelayanan maupun rasa. Target-target setiap hari juga didiskusikan bersama misalnya target pengunjung,”

Malah kata Santo, tingginya kunjungan bukan hanya dari Jumat malam hingga Minggu tetapi juga hingga ke hari Senin. Live Music yang jadi andalan juga setiap hari menemani tamu-tamu yang datang sehingga Bismillah, ujarnya, target bisa terlampaui.

Santo agaknya memiliki keyakinan kuat, niat menjamu tamu dengan baik,  menjaga silaturahim, mengolah rasa serta dilengkapi hiburan bisa membuat pengunjung merasa tercerahkan, tenang dan damai menikmati sajiannya. Nah kalau urusan yang satu ini solusinya hanya Coming is believing  bro !. alias datang dan nikmati.

 

Hadi Rahman