Meregenerasi Industri Petualangan di Konferensi PATA Hybrid dan Mart 2021

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Hybrid PATA Adventure Travel Conference dan Mart 2021 berlangsung sukses disekenggarakan melalui format on-ground, Clark, Filipina, dan online. 

Acara khusus dua hari pada 26-27 Mei 2021 menarik 582 delegasi dari 53 tujuan yang hadir termasuk delegasi internasional yang terdiri dari 56% dari total. Dengan elemen travel mart dan konferensi, trade mart B2B menyambut 67 organisasi penjual dari 13 tujuan dan 65 organisasi pembeli dari 28 pasar sumber.

Acara yang diselenggarakan oleh Pacific Asia Travel Association (PATA) bekerja sama dengan Platinum Sponsor, Departemen Pariwisata Filipina, mempertemukan para ahli internasional di garis depan industri perjalanan petualangan untuk mengeksplorasi nuansa, tren, dan dinamika salah satu dari sektor pariwisata yang tumbuh paling cepat.

Selama dua hari, para delegasi mendengarkan berbagai pembicara dengan tema ‘Re-Generation for the Adventure Industry’. Para inovator dan pionir, yang membentuk lanskap industri perjalanan petualangan yang sedang berkembang, meneliti berbagai topik yang mencakup ‘Peluang Regenerasi”, 

Konferensi dibuka oleh Soon Hwa Wong, Ketua PATA, dan Sekretaris Bernadette Romulo-Puyat dari Departemen Pariwisata Filipina.

Berikut hasil-hasil dari konferensi PATA ini :

1.Wisata petualangan semakin diakui sebagai tren pariwisata global dan wisatawan akan mengalihkan perhatian mereka ke destinasi dan pengalaman baru.

2.Filipina belajar banyak dari 6 bulan penutupan Boracay pada tahun 2018. Salah satu pelajarannya adalah industri pariwisata harus lebih memperhatikan manajemen destinasi daripada promosi destinasi.  Misalnya, tujuan tertentu harus menyetel daya dukung.

3.Filipina telah mulai membuat sirkuit di berbagai provinsi, yang akan menghubungkan atraksi berbasis kuliner lokal dan warisan kuliner.

4.Generasi muda akan memimpin pemulihan perjalanan petualangan karena meskipun tidak memprioritaskan vaksin, peluncuran ini masih berlangsung secara bertahap dan permintaan untuk eksplorasi global telah begitu terpendam.

Tren pertumbuhan pendapatan yang dapat dibelanjakan dan generasi muda di China akan dikhususkan untuk wisata petualangan karena ini adalah cara baru untuk memamerkan kekayaan dan status mereka.

5.Sejak pandemi, destinasi telah melihat pertumbuhan produk petualangan yang tidak diminati di dalam negeri, yang menyiratkan bahwa akan ada keinginan yang signifikan untuk pengalaman ini secara internasional

6.Khususnya di Malaysia, segmen umum petualang akan mencari petualangan yang ringan, seperti berkemah dan hiking.  Namun, perusahaan perjalanan harus mengingat bahwa harga akan menjadi penghalang yang signifikan karena nilai tukar global.

7.Pelancong India mungkin lebih ragu untuk berpartisipasi dalam perjalanan petualangan karena kekhawatiran dari anggota keluarga, tetapi faktor-faktor seperti pendapatan yang lebih tinggi dan efek Bollywood, di mana para pelancong muda India menjadi terinspirasi oleh Bollywood, telah membantu melonggarkan penghalang ini.

8.Daripada membuat panduan dan direktori makanan untuk membantu menarik wisatawan kuliner, akan lebih efektif untuk fokus pada proposisi penjualan unik Anda serta mencari mitra yang berkelanjutan, menjual kenangan dan cerita lokal  makanan, dan tetap berhubungan dengan pelanggan lama Anda.

9. Sebantak 65% wisatawan ingin melihat perubahan fisik yang membuat mereka merasa lebih aman sebelum memulai perjalanan lagi;  oleh karena itu, destinasi dan industri wisata harus membagikan upaya ini secara transparan kepada pelanggan.

10.Untuk memastikan pemulihan yang lebih setara untuk semua, kita harus selalu mengutamakan wanita.  Ini berarti melibatkan wanita dalam pariwisata, seperti melalui pelatihan ulang, peningkatan keterampilan, peningkatan interaksi digital, dan pemberian peluang kepemimpinan.

11.Segmen yang dianggap sebagai turis berkualitas datang dengan biaya tertinggi bagi masyarakat lokal karena kebocoran ekonomi.  Hasilnya, destinasi dan komunitas lokal akan melihat lebih banyak manfaat melalui penyediaan pariwisata berkualitas, bukan hanya menargetkan pasar tersebut.

12.Dari sudut pandang ekonomi, destinasi pulau-pulau kecil terkena dampak COVID-19 secara tidak proporsional.  Banyak yang telah melakukannya dengan baik dari sudut pandang kesehatan karena penutupan perbatasan.

Tetapi hal ini mengakibatkan penutupan pariwisata sepenuhnya, karena kebanyakan dari mereka memiliki pasar pariwisata domestik yang kecil. Salah satu hal tersulit untuk mencapai keberlanjutan dan ketahanan adalah perubahan sikap.

Misalnya, kita harus beralih dari berpikir dalam jangka pendek, seperti dari musim ke musim, ke perencanaan untuk jangka panjang. Konservasi harus kita pertahankan sebagai kompas destinasi, karena ini akan memengaruhi jenis rencana, keputusan, dan pengembangan yang kita buat.

13. Salah satu hal tersulit untuk mencapai keberlanjutan dan ketahanan adalah perubahan sikap. Misalnya, kita harus beralih dari berpikir dalam jangka pendek, seperti dari musim ke musim, ke perencanaan untuk jangka panjang.

14. Konservasi harus kita pertahankan sebagai kompas destinasi, karena ini akan memengaruhi jenis rencana, keputusan, dan pengembangan yang kita buat. Jika kita dapat mengadopsi pandangan ini bersama dengan kreativitas, kita dapat melihat beberapa hasil yang luar biasa.

Bernadette Romulo-Puyat, Seketaris Departemen Pariwisata Filipina memberikan sambutan pada pembukaan PATA Adventure

 

Larangan Penerbangan Filipina-UEA Diperpanjang Hingga 15 Juni

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Larangan travel dari UEA ke Filipina telah diperpanjang hingga Selasa 15 Juni, otoritas Filipina telah mengkonfirmasi.

Dilansir dari Time out Dubai, UEA ada dalam daftar tujuh negara yang saat ini dikecualikan dari pendaratan di negara Asia Tenggara itu, bersama India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, dan Oman.

Perjalanan dari tujuan-tujuan ini awalnya akan dilanjutkan pada 31 Mei, setelah ditangguhkan sementara mulai akhir April.

Penumpang yang telah transit melalui UEA atau negara lain mana pun dalam 14 hari sebelum kedatangan mereka di Filipina juga akan ditolak masuk.

UEA sendiri telah memberlakukan tindakan serupa di India, dengan penerbangan ke dan dari anak benua itu dihentikan hingga setidaknya akhir Juni.

Namun, pilihan perjalanan di seluruh dunia terus terbuka, terutama bagi mereka yang telah menerima kedua dosis vaksin mereka.

Untuk sepuluh tujuan liburan musim panas yang luar biasa yang dapat Anda kunjungi dari Dubai tanpa harus dikarantina. Operator dan layanan terus beradaptasi dengan lanskap perjalanan saat ini.

Karena batasan berubah setiap detik, kami mendapati diri kami semua berpakaian tanpa tujuan setelah penerbangan kami dibatalkan beberapa kali, ungkap pernyataan

Tetapi aplikasi baru Colibra, yang tersedia di Android dan iOS, memungkinkan Anda memesan penerbangan tanpa biaya di muka, dan Anda hanya akan membayar jika penerbangan Anda selesai dan terlambat kurang dari tiga jam.

Kolaborasi Kemenparekraf – IDI Hasilkan ‘Wellness Tourism ‘

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kolaborasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan IDI akan hasilkannpaket wisata kesehatan atau kebugaran yang disebut wellness tourism di Indonesia.

Berbicara saat menerima audiensi  PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kolaborasi kedepan rencananya akan diperkuat dengan nota kesepahaman dalam mendorong destinasi wisata kesehatan Indonesia yang terdiri dari beberapa kluster.

” Klusternya yakni Wisata Medis Indonesia, Wisata Kebugaran, Estetika, Anti Penuaan dan Herbal Indonesia, Wisata Ilmiah Kedokteran Indonesia (MICE), serta Wisata Olahraga Kesehatan Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Dia  mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah dalam mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. Bukan hanya medical tourism tapi juga health tourism yang mendorong kebugaran, anti penuaan, juga mendorong MICE ilmiah kedokteran untuk dilakukan di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Rabu (2/6/2021) di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani; Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Iman Santosa; Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih; dan sejumlah jajaran pengurus PB IDI.

Wisata medis saat ini menjadi salah satu yang dijadikan unggulan dalam menarik minat wisatawan di sejumlah negara. Data researchandmarket bulan Maret 2020 menyebutkan, potensi pasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai US$179,6 juta atau sekitar Rp 2580,4 triliun.

Namun potensi ini belum dimaksimalkan dengan baik oleh Indonesia. Bahkan Indonesia belum masuk top destinations di ASIA dalam medical tourism berdasarkan data Global Healthcare Respurces & International Helathcare Resource Center.

“Kita harapkan ini jadi satu langkah pembenahan secara struktural karena pertahun ada hampir Rp100 triliun lebih yang dibelanjakan di luar negeri oleh terkait layanan kesehatan yang sebetulnya bisa dilakukan di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga.

“Kita harus bergandengan tangan untuk menangani isu-isu strategis dalam pengembangan wisata kesehatan di Indonesia,” kata Sandiaga.

Menparekraf juga menyambut baik dan akan mendorong terbentuknya Konsil Wisata Kesehatan Indonesia (Indonesia Health Tourism Board) yang dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kita akan tandatangani kesepakatannya.

Konsil Wisata Kesehatan Indonesia ini nantinya akan memiliki banyak fungsi dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat daya tarik wisata kesehatan dunia.

Diantaranya melakukan pengembangan inovasi produk dan kolaborasi layanan unggulan wisata kesehatan Indonesia dan membangun komitmen agen perjalanan dan event organizer sebagai penyelenggara lima kluster konsep wisata kesehatan Indonesia.Termasuk meningkatkan packaging branding, promoting, dan marketing layanan unggulan wisata kesehatan Indonesia.

Ketua Umum PB IDI, Daeng M. Faqih, menyambut baik dukungan pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf/Baparekraf yang akan mendorong dunia kesehatan Indonesia untuk menjadi target wisata.

Langkah-langkah kolaborasi ke depan akan berdampak baik terhadap perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, termasuk meningkatkan daya saing.

“Kami sangat bersyukur seluruh komponen di pemerintah mendorong dan membantu dan kami siap menjadi bagian dari pengembangan wisata kesehatan,” kata Daeng M. Faqih.

 

Iswandi Said: HIN Pentingkan Meraih kembali ‘Gain The Trust’

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Program Work from Bali yang digaungkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan didukung penuh Menparekraf Sandiaga Uno merupakan upaya meraih  gain the trust yang tepat, kata Iswandi Said, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour ( HIN).

” Dalam pergaulan sehari-hari maupun hubungan internasional, gain the trust itu sangat penting. Oleh karena itu untuk pembukaan perbatasan yang dijadwalkan Juli mendatang guna membangkitkan pariwisata Bali, semua stakesholder perlu mendukungnya,” tambah Iswandi.

Menurut dia langkah pemerintah untuk melaksanakan program Working from Bali sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kegiatan pariwisata dan kegiatan perekonomian Bali perlu mendapat dukungan seluruh unsur masyarakat agar program tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan.

Apalagi perekonomian Bali tergantung pada industri pariwisata. Trust atau percaya pada sesuatu atau seseorang, maka kita memiliki keyakinan pada mereka, ujarnya.

“Untuk mendapatkan kepercayaan, kita harus dapat dipercaya sehingga orang lain akan percaya pada kemampuan kita untuk menepati janji, melakukan bagian kita, dan menindaklanjuti harapan yang ditetapkan.  Ini adalah tentang keaslian – konsistensi karakter melalui semua tindakan dan kata-kata,” jelas Iswandi.

Oleh karena itu ketika akhir pekan lalu ditambah adanya libur Hari Lahirnya Pancasila, kunjungan wisatawan nusantara mulai menggeliat di Bali, Iswandi yang lima property utamanya berada di pulau Dewata seperti Inna Grand Bali Beach Sanur mengaku senang.

“kegiatan Working from Bali  menumbuhkan kepercayaan dan persepsi positif bahwa kegiatan industri kepariwisataan Bali secara bertahap telah mulai hidup kembali,” kata pria yang dijajaran direksinya kini dibantu Direktur Keuangan & SDM, Indomora Harahap, Direktur Pengembangan Bisnis, Christine Hutabarat  dan Direktur Operasi, Seno Andhikawanto.

Upaya pemulihan kegiatan bisnis dan perekonomian  perlu dilakukan dengan  dukungan dan partiisipasi dari seluruh pihak dan unsur industri, termasuk masyarakat luas pada umumnya.

Di samping itu program vaksinasi yang saat ini telah dilaksanakan oleh pemerintah dan sektor industri melalui program vaksinasi Gotong Royong akan sangat mempengaruhi pembentukan gain the trust pada wisatawan internasional yang mencintai Bali

“Salah satu aspek yang menjadi concern dan perhatian utama dalam melakukan kegiatan traveling atau perjalanan saat ini adalah hal terkait higienitas dan kesehatan,” kata Iswandi.

Dari pengalamannya sendiri yang terap harus melakukan perjalanan dinas selama masa pandemi global COVID-19, mematuhi protokol dan prosedur kesehatan yang baku harus dijalankan setiap orang termasuk wisatawan nusantara yang sudah bisa berwisata ke Bali.

“Sejauh ini kami melakukan perjalanan, termasuk penerbangan ke beberapa kota tujuan dengan aman. Turun naik pesawat dengan aman dan nyaman karena punya gain the trust tadi,” tegasnya.

Dalam era “Tatanan Kehidupan Baru” atau era New Normal ditandai dengan berbagai perubahan yang besar dan mendasar harus mampu bertahan dan tetap kompetitif apalagi dalam persaingan bisnis dan industri.

” Tidak ada pilihan lain setiap perusahaan harus mengembangkan dan menerapkan cara, pola, sikap, perilaku, dan kultur kerja baru disamping mengimplementasikan prosedur dan protokol kesehatan secara disiplin,” 

Terlebih lagi bagi PT Hotel Indonesia Natour atau HIN yang bergerak di bidang perhotelan dan hospitality, dimana karyawan banyak berhubungan dengan tamu dan pelanggan melalui berbagai touch points.

Setiap hal yang dilakukan karyawan akan berpengaruh terhadap “brand” dan kualitas pelayanan HIN secara keseluruhan. Oleh karena itu Iswandi sangat memperhatikan AKHLAK yang mengandung nilai-nilai : amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif dalam diri karyawan.

” Akhlak itu sangat penting sebagai bagian dari upaya untuk terus mengembangkan nilai-nilai pelayanan yang dikaitkan dengan core values/budaya kerja BUMN, ” tambahnya.

Pandemi COVID -19 telah membawa dampak yang sangat besar dan signifikan terhadap hampir seluruh bidang industri; terlebih lagi terhadap industri hospitality. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu memupuk gain the trust.

 

 

Jalan Menuju Pemulihan: Panduan 2021 untuk Rapat Aman di Hotel & Venue

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Saat industri pertemuan dan acara menunggu bisnis kembali ke tingkat sebelum pandemi, tidak ada yang hidup di masa lalu. Para profesional acara telah menemukan peluang baru, didukung oleh kemunculan teknologi virtual – semuanya dengan fokus yang selalu ada pada keselamatan.

Dilansir dari Skift.com, acara virtual dan pertemuan hybrid akan tetap ada, mengingat kesempatan yang mereka berikan untuk berkumpul bersama secara aman dan efektif dalam kelompok besar.

Cvent baru-baru ini menerbitkan eBook terperinci untuk membantu hotel dan tempat membangun kembali kepercayaan dan memastikan bahwa perencana dan pemasok merasa aman dan terjamin.

Di sini, kami memberikan ikhtisar tentang lima cara yang dapat disampaikan oleh pemasar hotel dan profesional perhotelan bahwa mereka mengambil langkah yang diperlukan untuk menjadikan rapat yang lebih aman sebagai prioritas utama bagi semua orang yang terlibat – mulai dari calon perencana dan peserta, hingga vendor dan staf.

  1. Refokuskan Pemasaran

Tidaklah cukup hanya mengikuti pedoman resmi Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) dan menerapkan protokol rapat yang lebih aman jika tidak ada yang tahu hotel atau tempat Anda mengambil tindakan ini. 

Menggunakan pemasaran digital untuk mengomunikasikan tindakan yang diambil seputar kebijakan keselamatan dapat memberikan tempat Anda keunggulan kompetitif dibandingkan yang mungkin tidak menunjukkan dengan jelas bagaimana mereka berkomitmen untuk mengadakan acara yang lebih aman.

“Jika suatu tempat tidak menyampaikan kepada saya semua tugas dan komitmen keselamatan yang unik dan sangat spesifik ini, maka hal itu mungkin tidak dianggap aman,” kata Trevor Lynn, direktur senior, Pemasaran Produk untuk Cvent. 

“Jika satu hotel memberi saya 50 protokol dan tindakan keselamatan… dan yang lainnya menunjukkan 10, itu merugikan.” tegasnya.

Pesan pemasaran hotel harus menyampaikan kepada perencana event bahwa semua peraturan COVID -19 saat ini dipatuhi. Selain itu, harus mencakup perincian tentang tindakan spesifik yang diambil untuk membuat acara aman, seperti kebijakan jarak dan pemakaisn masker, layanan tanpa sentuhan yang ditawarkan, dan kebersihan ruangan.

Tempat dapat menutupi kebijakan keselamatan mereka dalam posting blog, pemasaran email, atau bahkan mengembangkan situs mikro untuk berbagi testimonial dari para profesional acara dan tamu yang puas tentang pengalaman mereka.

Berbagi foto acara hybrid yang sukses di media sosial juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk menunjukkan bahwa hotel atau tempat Anda menganggap serius keselamatan.

  1. Konfigurasi  Ruang Acara

Meskipun tata letak ruang acara selalu penting, mengetahui apakah suatu tempat dapat menampung kelompok dengan banyak ruang hingga jarak sosial sekarang menjadi pertimbangan utama bagi perencana acara.

Tempat adalah ahli di ruang mereka sendiri dan paling tahu cara mengkonfigurasi ulang jika perlu, sementara pemasok dapat membantu mengoptimalkan tata letak dengan sukses untuk acara yang aman.

Alat online dapat meningkatkan kepercayaan diri jika kunjungan langsung tidak memungkinkan. Menurut Survei Sentimen Perencana Kuartal 1 Cvent 2021, 60 % perencana akan mempertimbangkan untuk memesan tempat acara hibrida meskipun mereka hanya dapat melihat ruang secara online.

Pembuatan diagram waktu nyata dapat membantu perencana merasa yakin bahwa suatu acara memenuhi peraturan keselamatan dan pengaturan jarak. Visual 3D foto-realistis membantu menggambarkan bagaimana segala sesuatunya diberi jarak dan penyesuaian apa yang perlu dilakukan.

Alat khusus, seperti perangkat lunak Pembuatan Diagram Peristiwa Cvent, dapat efektif dalam membuat visual dan tiruan semacam itu. “Beberapa di antaranya adalah optik dari keharusan untuk mengetahui ke mana stasiun pembersih tangan akan pergi, dan rambu-rambunya,” kata Paulina Giusti, manajer senior, Meeting and Events for Cvent.

 “Tapi yang terpenting, saya suka memanfaatkan teknologi 3D untuk melihat ruang sebelum saya sampai di sana, karena itu menginformasikan begitu banyak tentang kunjungan situs saya.”

  1. Merangkap  Acara Tekhnologi & Hibrida 

“Kami tahu kami ingin menjadi hybrid karena kami harus dapat terhubung dengan konstituen kami dan dapat bergerak maju,” kata Melinda Burdette, direktur acara untuk Meeting Professionals International (MPI). 

“Kami berani dalam komitmen kami untuk bergerak maju dengan acara digital secara langsung dan sepenuhnya langsung.”

Acara hybrid telah diadopsi secara massal selama setahun terakhir untuk mengakomodasi preferensi keselamatan peserta dan perencana. Namun, acara hybrid yang sukses membutuhkan infrastruktur dan teknologi yang tepat untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

Setahun yang lalu, kecepatan internet dan pembatasan bandwidth mungkin bukan kompetensi inti bagi para perencana. Saat ini, para profesional acara telah dipaksa untuk memanfaatkan teknologi secara lebih luas  dan mereka mengharapkan hal yang sama dari tempat acara.

Tempat harus memastikan bahwa mereka mampu memenuhi kebutuhan virtual profesional acara seperti kemampuan AV, dukungan teknis, dan bandwidth internet yang memadai. Teknologi sekarang sama pentingnya dengan standar keamanan tempat, dan juga harus seragam.

  1. Pikirkan Ulang Soal F & B

Hidangan prasmanan yang mewah belum tentu ketinggalan zaman, tetapi standar telah berubah selama setahun terakhir karena keamanan menjadi yang terpenting.

Untuk saat ini, praktik terbaik memerlukan penempatan stasiun layanan komunal di bagian belakang dan memunculkan ide makanan dan minuman baru.

Alternatif dapat mencakup menggunakan menu digital, menyajikan makanan yang dibungkus secara individual seperti makan siang dalam kantong atau kotak bento.

Pastikan meja dan tamu diberi jarak yang cukup, dengan tempat duduk di luar ruangan menjadi nilai tambah. Beberapa perencana juga menggunakan restoran milik tuan rumah untuk mencari makanan dan minuman minimum di suatu tempat.

“Kami menjadi sangat kreatif, dan saya pikir kebanyakan orang ada di lingkungan ini,” kata Kathy Masterson, Direktur penjualan di Hard Rock Hotel Daytona Beach. 

Sesuatu yang sederhana seperti sarapan kontinental: Biasanya, ada pajangan buah dan muffin dan danishes dan semua hal ini ditinggalkan dengan penjepit untuk menyajikannya. “Kami sebenarnya masing-masing mengemas barang-barang itu sekarang ke dalam wadah plastik. ” tambahnya.

  1. Tingkatkan  DMO atau  CVB Anda

Biro konvensi dan pengunjung (CVB) dan organisasi pemasaran tujuan (DMO) mempromosikan perjalanan bisnis dan rekreasi di wilayah mereka sendiri, yang dapat membantu menarik acara dan orang-orang ke hotel atau tempat Anda.

“CVB seperti milik kami harus difokuskan untuk memperkenalkan kembali orang-orang pada banyak hal hebat tentang area tersebut, dan bekerja untuk menghidupkan kembali acara,” kata Andrea Timbes, Administrator CRM dan Cvent Community Advocate di Visit Fort Worth.

Memperkuat hubungan dengan organisasi-organisasi ini dapat menjadi kunci untuk membangun kembali bisnis grup. Mereka dapat menghubungkan perencana dengan orang yang tepat di hotel dan venue.

Mereka dapat membantu menciptakan kunjungan yang lebih aman ke tempat Anda – dari bandara, ke lobi, hingga acara. Mereka juga bisa menjadi sumber informasi terkini yang baik tentang peraturan Covid-19 yang terus berubah.

Langkah  Untuk Rapat & Acara Aman

Komunikasikan protokol keamanan hotel atau tempat Anda di mana pun Anda mempromosikan hotel – terutama di saluran sumber perencana. Memanfaatkan diagram ruang acara untuk mengakomodasi pertemuan yang lebih aman dan konfigurasi jarak sosial.

Bangun kemitraan berdasarkan kolaborasi, fleksibilitas, dan keahlian dalam hal ruang, teknologi, dan keramahan. Ciptakan pilihan makanan dan minuman yang mengutamakan keamanan di properti Anda. 

Jika Anda memiliki restoran di tempat, pertimbangkan voucher untuk minimum F&B. Selain itu manfaatkan CVB dan DMO untuk memberikan panduan ahli dan menyelaraskan pesan untuk mendorong bisnis grup ke wilayah tersebut.

 

Itaewon, Myeong-dong Masih Berjuang Karena COVID-19

this formate

SEOUL, bisniswisata.co.id: Itaewon, yang dulunya merupakan lingkungan yang ramai di Seoul yang dipenuhi oleh penduduk lokal dan asing, telah kehilangan begitu banyak pengunjung sehingga lebih dari sepertiga tokonya harus menutup pintunya.

Daerah itu, yang lama dikenal dengan kehidupan malam yang semarak dan bakat internasional, telah menjadi lebih tenang sejak militer Amerika Serikat mulai pindah ke Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, tetapi situasinya menjadi jauh lebih buruk dengan dimulainya pandemi COVID-19.

Distrik tersebut kehilangan sebagian besar daya tariknya sebagai objek wisata pada Mei 2020, ketika lebih dari 250 kasus dilacak ke sejumlah tempat di sana. Kekhawatiran tentang tertular virus dan berada di bawah pengawasan pihak berwenang mencegah banyak orang mendekat.

Dilansir dari The Korea Herald, Saat mengunjungi daerah itu  masih terlihat sepi. Hampir tidak ada restoran di daerah itu yang memiliki cukup pengunjung untuk dijadikan daftar tunggu.

Beberapa karyawan restoran berdiri di luar sambil melambai pada orang-orang yang lewat, mendesak mereka untuk masuk dan mengambil sesuatu untuk dimakan. Beberapa bar dipenuhi pelanggan, tetapi mereka benar-benar minoritas.

“Kami buka kalau-kalau terjadi keajaiban dan banjir pelanggan masuk untuk makan malam,” kata pemilik kedai burger yang berbasis di distrik itu dan meminta agar nama restoran tidak dipublikasikan karena takut akan perhatian yang tidak diinginkan. .

“Sebelum COVID-19 selalu ada orang asing yang datang ke restoran saya untuk membeli burger, dan saya harus memasukkan orang ke dalam daftar tunggu, tetapi itu tidak terjadi lagi ketika saya merasa beruntung dapat melayani 20 pelanggan sepanjang hari.”

Kisah serupa terjadi di lingkungan Myeong-dong di Jung-gu, pusat kota Seoul. Tujuan wisata paling terkenal di Seoul untuk berbelanja, bersantap, dan pertunjukan telah kehilangan sebagian besar pedagang kaki lima, dan pengunjung berjuang untuk mengisi lebih dari beberapa meja setiap waktu makan.

Daerah tersebut – yang biasanya ramai dengan orang-orang dari semua latar belakang kebangsaan dan etnis – hanya memiliki beberapa kelompok pekerja dari gedung perkantoran terdekat yang berjalan-jalan.

Situasinya tidak jauh berbeda di lingkungan lain yang sangat bergantung pada turis asing. Toko-toko di distrik wisata telah mengalami kehilangan pendapatan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena wabah virus membatasi perjalanan internasional selama berbulan-bulan dan menghentikan banyak orang untuk meninggalkan rumah mereka.

Data resmi belum dikumpulkan, tetapi Pemerintah Metropolitan Seoul memproyeksikan jumlah turis asing turun 86 persen menjadi hanya 1,92 juta orang tahun lalu, dari 13,9 juta pengunjung pada 2019.

“Dapat dikatakan bahwa semua orang di daerah padat turis asing ini terkena pandemi,” kata seorang pejabat pemerintah kota dengan divisi kebijakan pariwisata kepada The Korea Herald.

“Kami telah menerima banyak panggilan telepon dan permintaan dukungan dari mereka yang berada di area ini karena bisnis ingin melanjutkan pekerjaan mereka dengan sekelompok pelanggan baru jika memungkinkan.”

Karena pandemi berlanjut selama lebih dari setahun, tingkat kekosongan untuk real estat komersial melonjak dan daerah-daerah ini kehilangan bisnis serta pengunjung.

Menurut Dewan Real Estat Korea, tingkat kekosongan untuk real estat komersial menengah hingga besar mencapai 38,4 persen untuk Myeong-dong, yang berarti lebih dari sepertiga dari semua toko di daerah tersebut kosong.

Angka itu mencapai 22,6 persen untuk Itaewon dan 13,1 persen untuk Hongdae, daerah dekat Universitas Hongik, dibandingkan dengan 8,9 persen untuk Seoul secara keseluruhan.

Para ahli mengatakan bahwa kecuali pandemi COVID-19 berakhir, tren tersebut pasti akan terus berlanjut. Banyak yang menyarankan bahwa daerah berorientasi turis sekarang mengalihkan perhatian mereka ke penduduk setempat dengan bantuan dari pemerintah.

Mereka meminta pemerintah meluncurkan kampanye yang didukung anggaran bekerja sama dengan sektor pariwisata untuk mendorong orang bepergian secara lokal. Daerah yang biasanya bergantung pada orang asing berada dalam bahaya yang lebih besar, tambah mereka.

Menurut laporan dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa ( UNWTO) , jumlah kedatangan turis internasional pada paruh pertama tahun 2020 turun 65 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Organisasi memproyeksikan bahwa dibutuhkan 2,5 hingga empat tahun agar angka tersebut pulih ke level 2019.

“Untuk meminimalkan kerusakan pada sektor pariwisata, terdapat kebutuhan untuk vitalisasi kegiatan pariwisata di kalangan pengunjung lokal dengan menciptakan permintaan akan pariwisata domestik,” kata sebuah laporan dari Institut Kebudayaan & Pariwisata Korea pada bulan Januari.

“Terutama pada tahap ini, diperlukan strategi untuk memperluas inisiatif pariwisata domestik yang sudah ada, mengingat kebutuhan mendesak akan dukungan kebijakan sebagai solusi sementara.”

Mulai bulan ini, pemerintah kota Seoul memberikan kupon diskon dan kartu hadiah untuk barang dan jasa di kawasan wisata khususnya, termasuk Itaewon dan Myeong-dong, dalam upaya merevitalisasi daerah tersebut.

Seorang pejabat pemerintah kota dengan divisi kebijakan pariwisata mengatakan Seoul sedang mempersiapkan lebih banyak tindakan dukungan yang didukung anggaran untuk menarik lebih banyak pengunjung lokal ke daerah-daerah ini. Langkah-langkah ini akan diluncurkan secara resmi tahun depan, katanya.

“Kami tidak mempertimbangkan langkah-langkah yang menargetkan jenis bisnis individu, tetapi kami ingin meningkatkan lalu lintas ke daerah-daerah yang bergantung pada pelancong asing sebagai cara untuk membantu mereka pulih dari kerugian yang dibuat sejak pandemi dimulai,” kata pejabat itu.

“Dan kami juga meninjau kembali kebijakan kami tentang pengunjung asing untuk memastikan daerah-daerah ini direvitalisasi lebih jauh ketika perjalanan internasional ditingkatkan lagi setelah pandemi.”

Syukurlah, tanda-tanda perubahan sudah terlihat, setidaknya di Itaewon, menurut pedagang di sana. Meskipun bisnis masih belum sebaik sebelumnya, jumlah pengunjung tampaknya telah meningkat, kata mereka, karena semakin banyak bisnis yang melayani penduduk setempat.

“Kami pasti pulih jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Maeng Ki-hoon, ketua asosiasi pedagang untuk kawasan wisata khusus Itaewon.

“Tahun lalu benar-benar menyedihkan, tetapi kami berhasil melakukan transisi untuk melayani pengunjung lokal dengan lebih baik. Permintaan ini akan menjadi dasar bagi Itaewon untuk pulih kembali ke tahun-tahun gemilangnya. ”

Sementara Maeng memperkirakan bahwa penjualan hanya sekitar 10 persen dari apa yang mereka lakukan sebelum militer AS meninggalkan daerah tersebut, dia mengatakan bisnis di distrik memahami bahwa basis konsumen sasaran mereka telah berubah dan telah mengubah pendekatan mereka.

Tingkat kekosongan saat ini tinggi, tetapi itu juga sedang menuju pemulihan dengan program-program seperti dukungan pinjaman berbunga rendah dari pemerintah daerah, tambahnya.

“Kunjungan orang asing akan menjadi nilai tambah di atas model penjualan yang kami bangun dari melayani pelanggan lokal dan wisatawan domestik.”

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Bepergian di Kondisi ‘New Normal’

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Sebelum pandemi, kita hidup di dunia di mana Anda tidak perlu terlalu memikirkan perjalanan antarnegara. Anda dapat melarikan diri ke Broome untuk petualangan keluarga atau mampir ke Brisbane untuk perjalanan kerja di menit-menit terakhir.

Tapi sekarang, dengan sebagian besar perjalanan internasional tidak mungkin dilakukan untuk waktu yang lama, dan bahkan liburan antar negara bagian atas belas kasihan politisi yang siap menutup perbatasan, merencanakan perjalanan apa pun telah menjadi urusan yang memicu kecemasan. 

Dilansir dari Traveldailynews.asia, para ahli mengatakan lebih bingung dengan prospek melintasi perbatasan daripada sebelumnya dan bahwa sebagian besar pelancong lebih khawatir tentang penutupan perbatasan daripada COVID-19 itu sendiri.

Faktor yang mempengaruhi kesehatan mental saat bepergian

“Saat kami berbicara dengan klien yang telah melakukan perjalanan selama setahun terakhir, ada tiga faktor yang kami lihat berkali-kali berdampak besar pada kesejahteraan mental mereka,” kata Rodger Cook, 

Global Security Services for World Travel Protection (WTP), asuransi risiko perjalanan dan manajemen darurat.

Faktor-faktor tersebut adalah risiko tertular COVID-19 saat berada di tujuan yang dituju, ketidakpastian seputar penerbangan pulang dan kembali ke Australia, serta potensi biaya dan pengalaman karantina hotel.

Jika Anda berada dalam industri di mana Anda dianggap staf penting dan Anda bergilir masuk dan keluar Australia, Anda mungkin telah dikarantina antara empat hingga delapan kali dalam 14 bulan terakhir. 

“Kami melihat beberapa orang yang menangani proses ini dengan baik dan melihatnya sebagai kesempatan untuk menghilangkan stres, sementara yang lain melihatnya sebagai perpanjangan dari rotasi panjang mereka dan lebih jauh dari orang yang mereka cintai. ”kata Rodger Cook,

Selain warga Australia yang melakukan perjalanan domestik, karena perjalanan internasional berlanjut ke Selandia Baru pada tahun 2021 ini dan ke bagian lain dunia untuk alasan seperti perjalanan bisnis yang penting dan alasan rasa kasihan,  wisatawan perlu belajar cara beradaptasi dengan “New Normal” dan penampilan. setelah kesehatan mental mereka.

Upaya  lindungi kesehatan mental sebelum kita bepergian.

Pimpinan Tim Medis dan Perawat Terdaftar WTP, Emma-Louise Robertson, mengatakan ada beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk melindungi kesehatan mental kita sebelum kita melakukan perjalanan lagi.

“Langkah mudah adalah dengan selalu memeriksa update COVID harian di situs web ternama, seperti Smartraveller atau situs pemerintah dan otoritas kesehatan lainnya, terkait dengan negara tempat Anda berada dan juga negara asal Anda. 

Selain itu juga harus memeriksa pembaruan maskapai Anda sampai saat akan menuju ke bandara, ”jelas Ms Robertson.

“Sayangnya, seperti yang telah kita lihat, kasus COVID dengan risiko penularan komunitas dapat terjadi secara tidak terduga, sehingga otoritas kesehatan setempat memutuskan untuk melakukan penguncian pada hari yang sama. 

Hal Ini dapat menyisakan waktu terbatas untuk mengubah rencana perjalanan, itulah mengapa penting untuk merasa siap dengan selalu menyisihkan sejumlah uang jika hal ini terjadi, tambahnya.

Bagi mereka yang mengandalkan pengobatan, Robertson mengatakan penting juga untuk memastikan wisatawan membawa cukup barang bawaan jika mereka perlu pergi untuk waktu yang lama tanpa isi ulang atau penggantian.

“Pertimbangkan apakah dokter umum, psikolog, atau psikiater Anda menyediakan layanan dukungan telemedicine, jika tidak, mungkin perusahaan asuransi perjalanan Anda.”

Stres di kalangan pelancong bisnis

Menurut Ms Robertson, tingkat stres dan kecemasan dapat meningkat terutama di kalangan pelancong bisnis, yang juga harus mengatasi beban mental dari tuntutan tambahan seperti rapat dan presentasi. 

Jika kecemasan perjalanan itu tidak ditangani, ini dapat menyebabkan kelelahan atau penurunan kinerja tempat kerja.

“Kunci untuk mengurangi stres ini adalah membuat rencana ke depan sebelum dan sesudah perjalanan Anda. Selesaikan pekerjaan sebanyak mungkin sebelum bepergian, jadi Anda tidak perlu menunggu saat tiba di rumah,”

Kurangi beban Anda dengan menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang dapat dilakukan saat transit – misalnya duduk di ruang bisnis atau dalam pesawat. 

Cara lain untuk mengurangi kecemasan adalah bagi wisatawan dengan membawa pengingat rumah bersama mereka, yang mungkin membantu menjaga rasa tenang jika rencana perjalanan menjadi tidak pasti.

“Rumah adalah tempat hati berada. Pikirkan hal-hal yang Anda sukai dan dapat dibawa bersama Anda, seperti mengunduh acara TV favorit, daftar putar musik yang menenangkan, atau foto keluarga,” saran Ms Robertson.

Kapan pun Anda merasa tidak nyaman atau memiliki waktu luang, gunakan barang-barang kenyamanan ini untuk membantu mengurangi stres atau kecemasan Anda, 

Empat cara lain untuk mengurangi kecemasan perjalanan

Sebelum Anda bepergian, cari tahu persyaratan pengujian apa yang dilibatkan, seperti sebelum atau sesudah perjalanan, persyaratan karantina apa yang mungkin berlaku, dan di mana Anda dapat mengakses fasilitas pengujian dan medis COVID.

Atur pengaturan transfer Anda sebelum bepergian: pesan taksi atau kendaraan pribadi untuk meminimalkan kemungkinan kontak dengan orang lain.

Pastikan detail kontak utama disimpan di ponsel Anda dan pastikan roaming internasional aktif sehingga jika terjadi keadaan darurat, Anda dapat dengan mudah menghubungi penyedia bantuan perjalanan Anda.

Unduh aplikasi meditasi terpadu ke ponsel Anda dan dengarkan pada saat Anda merasa tingkat stres Anda mungkin meningkat, seperti sebelum penerbangan lepas landas.

“Kuncinya adalah bahwa bersiap-siap dapat meminimalkan kecemasan Anda saat bepergian,” Ms Robertson menyimpulkan.

Tommy Wong: Jadikan Pulau Bali, Pulau Free Wi-Fi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tommy Wong, CEO Victorindo Group yang juga Ketua Billionaire Mindset Indonesia , wadah komunitas pengusaha sukses berharap Kemenparekraf dan Pemprov Bali menjadikan Pulau Dewata sebagai pulau Free Wi- Fi.

” Ini penting karena dinyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali satu-satunya yang minus diantara seluruh provinsi di tanah air. Untuk mendongkraknya populerkan Bali sebagai destinasi wisata yang free Wi-Fi di seluruh pulau,”  ujarnya.

Intinya pemerintah harus berani buat terobosan agar wisatawan nusantara maupun asing yang masuk ke Bali sejak tiba di bandara internasional langsung mendapat notifikasi di handphone akses password untuk mendapatkan internet gratis di seluruh pulau termasuk remote area.

“Di dunia ini setahu saya belum ada destinasi wisata dengan julukan free Wi-Fi Island. Pulau Hawaii di AS, Maldive dan pulau resort dunia lainnya belum ada yang dijuluki seperti itu. Di era digital terlebih di masa pandemi global, internet sudah menjadi kebutuhan jadi kasih internet gratis ke wisatawan saja,” jelasnya.

Akses internet adalah kebutuhan tak kasat mata yang dicari semua orang mulai dari anak-anak , tua-muda, laki perempuan, bahkan pengemis sampai pejabat disemua pelosok bumi. Oleh karena itu memenuhi satu kebutuhan umat di zaman ini bisa menjadi daya tarik wisata.

“COVID-19 telah memporak-porandakan semua teori marketing oleh karena itu usulan menjadikan pulau dewata sebagai Free Wi-Fi Island patut dicoba apalagi jadwal untuk membuka perbatasan dan menerima wisatawan mancanegara atau internasional masih on the track Juli mendatang,” jelasnya.

Menurut Tommy Wong, tidak ada teori yang bisa membenarkan maka perlu melakukan terobosan diusahakan bekerjasama dengan operator seperti Telkomsel sehingga ke pelosok Bali tersedia Wi-Fi gratis.

Pandemi global telah mengajarkan umat manusia penduduk bumi untuk kembali memanusiakan manusia sehingga dengan memperhatikan salah satu kebutuhan yaitu sinyal internet yang baik maka wisatawan sudah senang.

“Kita harus punya pandangan positif dan lakukan usaha bersama  yang orientasinya adalah hasil terbaik  ( best on result ) dan kalau dampaknya besar lanjutkan. Kalau dampaknya kecil hentikan,” kata Tommy Wong.

Bali memang sudah terkenal dan kerap dianggap sudah tidak perlu dipromosikan padahal banyak hal yang harus terus dijaga seperti keamanan, kenyamanan, kebersihan apalagi terkait pandemi COVID-19 layaknya citra kota Singapura.

“Saya optimistis dengan penerapan protokol kesehatan melalui program CHSE singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) pariwisata Bali segera bangkit,” katanya.

Tommy Wong juga berharap selain akses internet, kendaraan umum diperbanyak yang mencakup remote area ( daerah pelosok atau terpencil) hingga ke desa-desa wisata karena peluang untuk dikunjungi oleh para digital nomad besar.

Seperti diketahui  digital nomad mengincar Bali sebagai tempat tujuan mereka. Mereka pun berusaha mewujudkannya dengan membuat sebuah petisi ke Presiden Jokowi untuk dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia seperti visa khusus untuk digital nomad.

Digital nomad adalah gaya hidup yang dilakukan para freelancers. Pengusaha digital dan pekerja remote yang  melakukannya karena kerap berpindah-pindah termasuk bekerja dari desa wisata.

 

Digital Bisnis AirAsia Jadi Super App Terkemuka di Asean

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Platform gaya hidup dan perjalanan digital non-maskapai AIRASIA Group Bhd sekarang dianggap sebagai salah satu dari tiga agen perjalanan online (OTA) teratas di kawasan ini, sementara e-wallet BigPay AirAsia ditetapkan untuk menjadi bank virtual pertama dan layanan pengirimannya Teleport semakin kuat.

Dilansir dari Retail News, selama kuartal pertama tahun 2021,  grup ini mengumumkan kinerja keuangannya pada 27 Mei, super app AirAsia membukukan peningkatan pendapatan sebesar 45% year-on-year (YoY) menjadi RM10 juta, didukung oleh pertumbuhan yang solid dari produk dan layanan yang tersedia di platform.

Pendapatan Teleport tiga kali lipat dibandingkan dengan kinerjanya di kuartsl pertama tahun 2020 lalu.

CEO grup AirAsia Tan Sri Dr Tony Fernandes menyatakan bahwa sama seperti maskapai penerbangan yang merevolusi perjalanan udara 20 tahun yang lalu di kawasan ini dengan model berbiaya rendah.

AirAsia sekarang bertujuan untuk ‘mengganggu’ dan mendemokratisasi industri gaya hidup melalui pengembangan aplikasi supernya, dengan lebih dari 17 produk perjalanan dan gaya hidup yang saling memanfaatkan.

“Hanya dalam waktu setahun, kami kini menjadi salah satu dari tiga OTA teratas di Asean berdasarkan lalu lintas situs web, dengan lebih dari 100 juta tampilan laman rata-rata setiap bulan di airasia.com.

“Ke depan, saat perjalanan dilanjutkan di pasar utama, kami dapat menjamin harga terbaik untuk paket penerbangan dan hotel karena kami memiliki maskapai penerbangan,” jelasnya dalam siaran pers terbarunya.

Perluasan produk dan layanan populernya di pasar Asean untuk aplikasi supernya sedang dalam proses.

“Kami sedang mengembangkan layanan kesehatan kami di Thailand, Indonesia dan Filipina, sambil menawarkan penawaran hotel dan akomodasi SNAP di Vietnam dan Singapura dalam waktu dekat,” kata Fernandes.

Dia menambahkan bahwa Teleport sekarang mengirimkan vaksin ke seluruh Malaysia dan kawasan Asean, dan telah menciptakan lebih dari 4.000 pekerjaan sebagai pengantar pengiriman di 17 pasar utama.

“Kami juga berharap dapat mengubah pesawat penumpang menjadi kargo dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi permintaan kargo yang belum pernah terjadi sebelumnya,” informasinya.

Fernandes menambahkan bahwa grup tersebut memiliki rencana untuk meningkatkan layanan e-wallet BigPay menjadi bank virtual terbaik di Asean.

“Kami memanfaatkan potensi penuh dari platform loyalitas kami, BIG Rewards, untuk memberikan rangkaian terbaik untuk penghargaan dan penebusan di Asean dan sekitarnya.

“Melalui ekosistem digital, kami telah menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendukung lebih dari 3.500 usaha kecil dan menengah (UKM) di Malaysia,” 

“Pusat pelatihan kami, Akademi AirAsia (saat ini dikenal sebagai Redbeat Academy), menawarkan kursus pelatihan digital dan teknologi yang terjangkau untuk membekali tidak hanya karyawan kami sendiri, tetapi juga UKM dan anggota masyarakat ” jelasnya.

Mereka dibekali  dengan keterampilan untuk menjembatani kesenjangan teknologi di Malaysia dan sekitarnya di dunia digital yang terus berubah ini,  Bisnis non-maskapai grup lainnya seperti AirAsia Food, AirAsia Fresh, Toko AirAsia dan restoran waralaba Santan juga memasuki pasar baru.

“Kami melihat krisis sebagai kesempatan untuk menggunakan waktu henti penerbangan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 untuk memanfaatkan kekuatan basis data kami, ”komentar Fernandes.

Basis data itu terdiri lebih dari 60 juta pelanggan dan untuk fokus pada pengembangan aliran pendapatan non-maskapai baru di bidang utama e -commerce, fintech dan logistik, 

Di dalam pipeline terdapat inovasi seperti ride-hailing “AirAsia Ride”, yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang, serta potensi pengiriman menggunakan drone. Grup ini juga merencanakan pesawat listrik atau hidronik untuk memenuhi kebutuhan keberlanjutan konsumen.

Dalam ruang bisnis penerbangan, Asia Digital Engineering Sdn Bhd (ADE) bertujuan untuk menjadi salah satu penyedia perawatan dan perombakan pesawat dengan nilai terbaik di kawasan ini untuk pemeliharaan jalur jangka pendek.

Begitu pula dengan layanan pemeliharaan pangkalan jangka panjang, ruang yang sebelumnya didominasi oleh Singapura- perusahaan perawatan, perbaikan dan overhaul (MRO) berbasis.

“Saya sangat yakin ADE akan menjadi perusahaan MRO pesawat terkemuka di kawasan ini dalam waktu dekat, dengan potensi peluang pertumbuhan yang signifikan di Asean dan sekitarnya dengan keunggulan layanan dan basis biaya terendah,” tambahnya.

AirAsia juga bekerja untuk meluncurkan lebih banyak teknologi tanpa kontak untuk membuat penerbangan menjadi pengalaman yang mulus dan higienis saat penerbangan kembali.

Ini termasuk paspor digital yang disebut Scan2Fly di mana penumpang dapat mengunggah dokumentasi medis yang diperlukan dan memverifikasinya secara online real time sebelum menuju ke bandara.

AirAsia akan memperkenalkan FACES, teknologi pengenalan wajah biometriknya, di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 yang kemudian akan diluncurkan di semua tujuan utamanya.

“Ada lapisan perak untuk setiap krisis dan hal terbaik untuk keluar dari pandemi ini adalah pemulihan kita sebagai platform perjalanan dan gaya hidup yang lebih kuat dan lebih tangguh – tidak hanya bergantung pada tiket pesawat saja,” kata Fernandes.

AirAsia “tampilan baru”, katanya, akan memulai fase pertumbuhan baru yang menarik dengan fokus dan fondasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan revolusi digital dengan lebih baik.

Fernandes menekankan bahwa grup tersebut akan tetap setia pada janjinya untuk memberikan layanan berkualitas tinggi dan membuatnya terjangkau untuk terbang, menginap, berbelanja, makan, dan meningkatkan keterampilan.

Grup AirAsia membukukan kerugian bersih sebesar RM767,42 juta untuk kuarral oertama tahun 2021, karena grup tersebut terus mengalami pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh pemerintah di banyak negara selama periode tersebut.

Pendapatan turun menjadi RM298,22 juta pada periode tersebut karena faktor beban penumpang merosot 90% menjadi 976.968 penumpang dibandingkan dengan 9,8 juta penumpang yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu di seluruh pasar utamanya di Malaysia, Indonesia dan Filipina.

 

Jangan lupa Nikmati Keempat Aktivitas Ini Saat Berwisata

this formate

CYPRUS, bisniswisata.co.id: Bepergian adalah pengejaran spiritual untuk mengalami keragaman dan keindahan yang ditawarkan dunia. Kita semua bepergian untuk alasan berbeda yang memuaskan kerinduan rahasia kita yang terkait dengan setiap tujuan.

Beberapa bepergian untuk kemewahan dan relaksasi, sementara yang lain melakukan perjalanan untuk petualangan menderu-deru dan kemegahan alam.

Dilansir dari Traveldailynews.com, generasi milenial memberikan makna baru pada traveling karena sebagian besar bahkan menganggapnya sebagai hobi. 

Sebaliknya, yang lain menganggapnya sebagai sumber kelegaan dari kehidupan yang sibuk. Mereka telah mengadopsi praktik spiritual kaum hippies yang membentuk sirkuit perjalanan di tahun 60-an dan 70-an.

Wisatawan zaman modern menghargai pengalaman dan memprioritaskan pertumbuhan dan pembelajaran dengan segala cara yang memungkinkan.

Artikel ini akan memandu Anda melalui beberapa aktivitas luar biasa yang akan mengubah pandangan Anda tentang berlibur. Teruskan membaca untuk merangkul perspektif baru sebelum Anda memulai perjalanan berikutnya.

  1. Rangkullah kemewahan tanpa rasa bersalah

Dalam beberapa tahun terakhir, liburan hemat, couchsurfing, dan backpacking telah mendapatkan popularitas eksponensial. Wisatawan zaman modern, terutama kaum milenial, menginginkan pengalaman yang terjangkau dan merasa bersalah saat menghabiskan uang.

Meskipun berpegang pada anggaran Anda itu penting, tidak ada salahnya sesekali menghabiskan uang.

Merangkul kemewahan tanpa rasa bersalah adalah pola pikir yang akan membuka dunia fasilitas yang menarik dan gaya hidup jet-setting.

Tidak ada salahnya memesan resor bintang lima di tempat-tempat paling eksotis seperti ‘Bahama’, terutama jika Anda berbagi biayanya dengan teman. Resor dan hotel mewah di Bahama dilengkapi dengan lapangan golf yang subur, spa di tempat, dan tempat peristirahatan yang sangat bermanfaat.

Orang yang berencana bepergian ke Tennessee harus menjelajahi wilayah Pegunungan Great Smoky yang luas. Anda dapat memesan penginapan Anda di hotel mewah untuk membenamkan diri dalam pemandangan yang menakjubkan. 

Begitu pula jika Anda berwisata bersama keluarga, maka menginap di hotel Gatlinburg dengan kolam renang dalam ruangan bisa menjadi pilihan terbaik untuk Anda. Tidak ada yang lebih memuaskan daripada menikmati sarapan lezat di lokasi yang indah.

Kemewahan tidak selalu datang dengan label harga yang lumayan yang tidak mampu Anda beli. Pada tahun 2021, industri perjalanan global menyesuaikan dengan permintaan wisatawan yang terus berubah, dan Anda dapat menikmati kemewahan tanpa perlu menyesalinya.

  1. Rangkullah budaya lokal

Merangkul dan merayakan budaya lokal adalah strategi yang ampuh untuk memperluas wawasan Anda dan belajar tentang masyarakat adat. Baik Anda merencanakan perjalanan ke Prancis, Meksiko, atau Afrika, pastikan untuk merasakan budaya lokalnya. Sekarang, bagaimana cara melakukannya?

Sederhana: teliti secara menyeluruh semua acara budaya, situs warisan, dan festival lokal yang dapat Anda nikmati dalam perjalanan Anda. 

Berteman dengan penduduk setempat adalah strategi yang bagus untuk menghadiri pernikahan tradisional, festival, dan acara yang diselenggarakan oleh keluarga setempat.

Kami menyarankan Anda untuk membuat daftar semua festival ikonik dan menyesuaikan perjalanan Anda dengan jadwal mereka. 

Pastikan juga untuk mengunjungi semua galeri seni lokal, teater, pusat budaya, pameran seni, dan pasar lokal untuk merasakan keragaman.

  1. Mencicipi masakan lokal

Makanan adalah salah satu hadiah paling signifikan namun berkesan yang datang dengan menjelajahi tujuan dan budaya baru. Setiap komunitas dan negara memiliki masakan dan resep tradisionalnya sendiri, yang diturunkan dari generasi ke generasi. Menariknya, banyak bahan, bumbu, dan jamu juga asli dari berbagai daerah.

Misalnya, Asia Selatan identik dengan rempah-rempah yang berani dan kaya, seperti kunyit, cabai merah, fenugreek, dan kapulaga. Masakan Italia terkenal di dunia karena campuran kejunya yang eksotis, anggur, dan saus tomatnya yang kaya. 

Sebaliknya, pulau-pulau Yunani menawarkan masakan Mediterania tradisional dengan variasi resep, sementara makanan Prancis adalah tentang kreativitas dan bereksperimen dengan bahan-bahannya.

Menikmati masakan lokal adalah kesempatan untuk menikmati cita rasa lokal dan regional serta mengetahui lebih banyak tentang resep tradisional. Ini adalah pengalaman yang akan memikat selera Anda dan mengubah Anda menjadi ahli makanan.

  1. Pesta seperti ini adalah akhir dunia

Bahkan jika Anda bukan seseorang yang menikmati petualangan mengunjungi klub, Anda masih pantas mendapatkan satu malam pesta gila. Jangan ragu untuk berhati-hati dan berdansa semalaman dengan teman perjalanan Anda. Ketika datang ke pesta, kita semua harus menemukan pengalaman yang benar-benar kita nikmati.

Beberapa orang menikmati musik elektronik dan rave tepi pantai, sementara yang lain lebih suka malam Karaoke dan festival musik lokal. Oleh karena itu, pastikan untuk meluangkan waktu untuk berpesta pora dengan sahabat Anda untuk membuat kenangan indah seumur hidup.

Kesimpulan

Pengekangan diri adalah keterampilan hidup yang kuat, tetapi dapat membuat kita kehilangan kesenangan dalam situasi tertentu, terutama saat bepergian.

 Apakah Anda memiliki kebiasaan menahan diri dari pengalaman yang menantang Anda di luar zona nyaman? Jika jawaban Anda adalah ‘Ya’, maka tentunya Anda belum menikmati kegiatan tersebut.

Buka pikiran Anda terhadap keindahan dan pesona pengalaman baru tanpa bersikap menghakimi atau berhati-hati. Biarkan pengalaman ini membebaskan diri Anda dari segala macam ketakutan, pemicu stres, dan kecemasan.

Anda mungkin merasa diremajakan segera setelah Anda melepaskan ketakutan Anda dan menjalani setiap petualangan dengan penuh semangat.