Wisata Nagari Api-Api Raih Rp320 Juta dari Kemendes-PDT

this formate

PAINAN, bisniswisata.co.id: Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDT) mengalokasikan anggaran Rp 320 juta untuk pengembangan objek wisata Nagari Api-Api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) pada 2018. Di Nagari Api-Api terdapat objek wisata Pantai Batu Puti Indah.

“Di lokasi ini juga terdapat pantai berpasir putih yang landai serta dipercantik dengan pemandangan pulau karang yang kira-kira hanya berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai,” kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, seperti dilansir laman Antara, Kamis (27/09/2018).

Dilanjutkan, alokasi anggaran dari pemerintah pusat ini untuk membangun jalan lingkar. Hal ini untuk memperlancar akses masuk wisatawan ke lokasi serta pembangunan toilet umum. Khusus jalan lingkar dianggarkan Rp 190 juta. Sementara untuk pembangunan toilet umum Rp 130 juta. Pembangunannya sudah berlangsung sejak Agustus 2018.

Wali Nagari Api-Api, Aziyul Nafri, menyebutkan sesuai informasi yang diterima dari kontraktor, proyek tersebut diperkirakan selesai pada Oktober 2018. “Mudah-mudahan dengan selesainya pembangunan sarana dan prasarana objek wisata Pantai Batu Puti Indah semakin banyak dikunjungi wisatawan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan setelah semuanya terlaksana sesuai rencana pengelolaan objek wisata Pantai Batu Puti akan diserahkan ke Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) setempat. Objek wisata Pantai Batu Puti secara resmi dibuka oleh Bupati Hendrajoni pada Ahad (5/6/2016).

Sejak saat itu objek wisata tersebut ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun nasional. Terutama pada libur akhir pekan dan libur nasional. Di objek wisata Pantai Batu Puti Indah selain bisa menikmati keindahan pantai berpasir putih yang landai, wisatawan juga bisa menikmati sejuknya udara di bawah pohon cemara laut.

Wisatawan juga bisa langsung ke pulau karang Batu Puti dengan menyewa perahu milik nelayan setempat, selain indah wisatawan juga bisa leluasa memancing ikan di lokasi.

Tercatat ada beberapa objek wisata menarik di Kabupaten Pesisir Selatan, Painan antara lain:

#. Bukit Langkisau

Bukit ini menawarkan pemandangan eksotis juga biasa dipakai untuk menguji adrenalin dengan kegiatan paralayang. Pengunjung bisa memilih titik pendaratannya seperti di Pantai Salido atau pendaratan langsung di Kota Painan. Sensasi terbang dengan menggunakan parasut dari aktivitas paralayang di Bukit Langkisau menjadi trend sendiri bagi pecinta paralayang. Dengan menaiki beberapa anak tangga langsung mengarahkan pengunjung tiba di puncak, dan disuguhkan pemandangan di dominasi laut lepas dan beberapa pulau yang berbaris sebagai pelengkap.

#. Puncak Mandeh

Presiden Joko Widodo sempat terpukau ketika pertama kali mendatangi Puncak Mandeh. Memang memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan ada yang meng-klaim jika Mandeh adalah saudara kembar-nya Raja Ampat yang terpisah. Perjalanan menuju ke Puncak Mandeh cenderung berkelok – kelok, itu sebabnya beberapa pengendara sengaja memacu kendaraan mereka dengan kecepatan lamban ketika menuju kesini. Jalan yang curam dengan jurang yang menjadi lautan, serta badan jalan yang juga tidak terlalu lebar menjadi alasan selanjutnya mengapa pengendara yang lalu – lalang tak berani memacu laju kendaraan dengan kencang.

#. Bukit Bendera

Dulu bukit ini tempat meninjau penjajah yang hendak masuk ke wilayah Bayang. Menurut cerita warga sekitar, jika ada kawanan penjajah yang terlihat, bendera yang ada di sini akan perlahan diturunkan. Dari situlah diambil nama Bukit Bendera Bayang ini diambil.
Bukit Bendera Bayang merupakan tempat berbentuk seperti taman wisata alam yang unik, karena di sini kamu bisa bersantai di atas pohon yang tinggi, atau berpose atas bukit dan melihat hamparan hijau yang terpampang luas di depan mata. Jadi tak melulu soal taman yang ada benderanya.

#. Pulau Cubadak

Nama Pulau ini sempat meroket, jauh sebelum Pasumpahan terkenal bahkan. Pulau Cubadak terletak di tengah Samudera Hindia, yang mana gerbang masuk pulau ini adalah Pantai Carocok. Dengan konsep resort, diharapkan mereka yang ingin bermalam di pulau ini bisa beristirahat dengan nyaman. Ada banyak aktifitas selain snorkeling, juga bisa diving, bahkan juga kita bisa kayak. Sangat seru bukan, mendayung diatas laut sambil menikmati ketenangan wilayah sekitar Pulau Cubadak. Atau apabila kamu yang ingin menikmati sunset dari ketinggian, tak ada salahnya trekking menuju ke puncak bukit ini.

#. Air Terjun Bayang Sani

Ke Pesisir Selatan tak melulu berbicara wisata laut saja, cobalah kamu berkunjung ke Air Terjun Bayang Sani. Letak air terjun tidak jauh dari Jembatan Akar Bayang. Air terjun di Desa Koto Baru ini cukup ramai dikunjungi wisatawan apabila hari libur. Air terjun ini juga memiliki lima tingkatan, namun meskipun begitu, hingga saat ini hanya bisa dinaiki para wisatawan hingga tingkatan ketiga saja dan itu pun tidak begitu ramai.

#. Wisata Pantai

Selain Pantai Carocok, juga ada wisata Pantai Batu Kalang di Nagari Ampang Pulai, Kec. XI Tarusan yang sekilas mirip seperti gugusan batu yang terdapat di provinsi Bangka Belitung. Juga ada Pantai Salido di Kecamatan IV Jurai. Pantai Muaro Bayang, dan Pantai Sungai Nyalo.

#. Benteng Portugis

Berlokasi di pulau Cingkuak, Benteng Portugis ini bisa di capai dengan menggunakan perahu motor sekitar 15 menit dari pantai carocok.

#. Pulau Pamutusan

Pulau Pamutusan (Pulau Pemutusan) terletak di Nagari Sungai Pinang Kecamatan koto XI tarusan, Pesisir Selatan. Akses menuju lokasi menaiki perahu motor dengan jarak tempuh sekitar 1 jam kurang. Di Pulau Pamutusan ini anda dapat melakukakn aktifitas berenang, memancing serta snorkling dan tersedia juga gazebo dan penginapan bagi anda yang ingin menginap disini.

#. Jembatan Akar Bayang

Jembatan akar bayang ini berlokasi 24 Km dari kota Painan, berada di kampung Pulut-Pulut Kecamatan Bayang Utara. Jembatan ini juga terbilang unik karena proses terjadinya jembatan akibat dari bertemunya dua akar pohon secara alami. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Ghea Jadi Bintang Tamu Utama Sofia Fashion Week 2018

this formate

SOFIA, BULGARIA, bisniswisata.co.id: Designer Indonesia, Ghea Panggabean menjadi bintang tamu utama dalam malam khusus untuk designer asing di Sofia Fashion Week (SFW) Autumn / Winter 2018. Acara fashion terbesar di Bulgaria yang berlangsung dari tanggal 17-21 September 2018 di kota Sofia menampilkan berbagai designer dari Bulgaria dan internasional.

Karya – karya rancangan Ghea yang ditampilkan bertema Keajaiban Indonesia : dengan inspirasi kebudayan Jawa. Koleksi yang diperagakan di SFW adalah motif wayang dan batik di berbagai busana ready to wear yang ekslusif dan elegan, aksen khusus ditonjolkan dengan sulaman dan teknik blockprint emas, serta beludru dengan hiasan khusus.

Ghea juga menampilkan koleksi yang terispirasi dari Pulau Sumba dengan menerjemahkan Sumba Ikat Tribal Motif ke dunia modern. Karya-karya Ghea mendapat sambutan yang sangat hangat dari para penonton yang sangat mengapresiasi keunikan dan keindahan koleksi yang ditampilkan.

“Karena bagi publik setempat merupakan kesempatan yang sangat langka untuk dapat melihat koleksi designer dari belahan dunia timur ke Bulgaria,” papar desainer senior Ghea dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (27/09/2018).

Dilanjutkan, merupakan hal yang tidak mudah untuk menciptakan pasar di Komunitas Mode Eropa karena perbedaan musim dan perbedaan preferensi warna serta gaya. “Ini merupakan tantangan yang selalu membakar semangat untuk menerjemahkan tradisi keindahan Warisan Budaya, Tekstil, dan Budaya Kaya Indonesia ke dalam fashion masa kini,” paparnya.

Bagi Ghea tidak ada yang lebih memuaskan daripada menciptakan Koleksi yang menciptakan kesadaran akan keindahan Warisan Budaya, Tekstil, Budaya Kaya Indonesia dan seperti menceritakan Kisah di belakang mereka kepada Dunia.

Melalui karya bertajuk Keajaiban Indonesia: The Mystic of Java, Ghea Panggabean membuktikan ada The Spirit of Javanese culture, yang diterjemahkan ke dalam berbagai Wayang Prints dan Wayang Colourfull dan Batik Batik Jawa Klasik pada sutra sifon jersey dan organza.

Gaya bervariasi dari Siap-ke -wear de Luxe untuk Evening Wear yang elegan dengan bordir tangan dalam teknik blockprint emas. Juga dia menggunakan beludru dengan hiasan khusus.

Selain Koleksi unik ini, Ghea juga menghadirkan Koleksi yang terinspirasi dari pulau Sumba yang merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia yang masih mempraktekkan penguburan megalitik sebagai tradisi hidup bagi individu-individu terkemuka ketika mereka meninggal. Koleksi ini adalah Interpretasi unik dari Sumba Ikat Tribal Motifs yang terkenal diterjemahkan ke dalam mode modern.

Dengan Identitas Bahasa Indonesia, Ghea menggabungkan Koleksi penuh Warisan Indonesia yang indah dengan bentuk Modern masa kini. Koleksi Ghea telah ditampilkan di banyak bagian dunia yang ditampilkan selama berbagai Acara Mode.

Ghea sadar untuk menciptakan ceruk pasar untuk Komunitas Mode Eropa tidak begitu mudah karena Musim yang berbeda di Eropa dan juga preferensi yang berbeda untuk Warna dan Gaya. Jadi dia selalu mencoba memperbarui dirinya dengan Tren Internasional terbaru. Ini adalah tantangan dan selalu menjadi Passion baginya untuk Menerjemahkan “Heritage into Fashion”.

Untuk Ghea tidak ada yang lebih memuaskan daripada menciptakan Koleksi yang menciptakan kesadaran akan keindahan Warisan Budaya, Tekstil, dan Budaya Kaya Indonesia dan seperti menceritakan Kisah di belakang mereka kepada Dunia.

Duta Besar RI untuk Bulgaria, Sri Astari Rasjid, yang merintis menghadirkan Ghea di SFW, menyatakan tahun ini merupakan pertama kalinya designer indonesia tampil di SFW. Hal ini merupakan upaya untuk mendukung industri kreatif Indonesia dan juga untuk semakin memperkenalkan perancang indonesia di tingkat internasional.

“Dengan melihat respon yang positif dari publik bukan tidak mungkin perancang Indonesia juga dapat hadir di sesi SFW di tahun berikutnya,” ungkapnya didampingi Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

28 – 29 September 2018, Nusa Dua Fiesta 2018

this formate

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola kawasan The Nusa Dua, Bali, menggelar Nusa Dua Fiesta di Pulau Peninsula kawasan wisata The Nusa Dusa Bali, pada 28-29 September 2018. Nusa Dua Fiesta, acara tahunan yang memadukan musik, budaya, seni dan olahraga untuk menciptakan pengalaman luar biasa bagi semua pengunjung, termasuk wisatawan.

Memasuki tahun ke-22 ini, kini mengangkat Tema “Quintessentially Indonesia”. Tema ini diambil untuk menunjukkan keaslian Indonesia, dengan menampilkan berbagai atraksi wisata dengan target kunjungan sebanyak 30.000 orang.

Kegiatan festival yang didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memang bertujuan menambah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara dan pemulihan pariwisata serta memperkuat brand image Badung sebagai destinasi sport tourism.

Nusa Dua Fiesta menampilkan tiga kegiatan utama yakni “Exotic Bali” yang memperlihatkan ragam seni budaya Bali, “This is Indonesia” yang menyajikan kekayaan budaya Nusantara, dan “Mandiri Badung International Night Run”.

Sejumlah gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta aneka kuliner bisa dikunjungi oleh pengunjung, sambil menikmati hiburan musik dari Adera, Gigi, dan Ginda Bestari di panggung utama yang berlokasi di Pulau Peninsula.

Tahun ini juga direncanakan mengikutkan wisata bahari di wilayah Badung sebulan penuh dengan mengangkat berbagai potensi bahari yang terbentang dari Tanjung Benoa, Ungasan, Pecatu, Jimbaran, Kedonganan, Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga Batubelig. Selain itu, tahun ini Nusa Dua Fiesta dikolaborasikan dengan event Badung Night Run 2018.

Festival ini, sekaligus sebagai pemanasan menjelang IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 yang bakal digelar pada 8-14 Oktober 2018. Saat ini, sebagian delegasi telah berdatangan dan melakukan berbagai aktivitas persiapan menjelang pertemuan yang akan dihadiri peserta dari 189 negara itu.

Sejarah festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1996 dan kini menjadi salah satu festival terbesar di Bali. Masyarakat didorong untuk menghadiri acara yang menyenangkan ini. Diadakan selama tiga hari, pesta dibuka dengan sebuah upacara di semenanjung Nusa Dua dan diikuti oleh pertunjukan musik, tarian budaya serta kios pasar, warung makan dan parade di malam hari dengan pelampung.

Selain itu, Event Nusa Dua Fiesta 2018 juga menampilkan berbagai informasi potensi daerah, pemasaran produk dan jasa unggulan nasional, pariwisata dan industri, perdagangan, kerajinan dan UKM yang ramah lingkungan.

Entertainment live adalah bagian besar dari festival ini dengan aksi lokal dan internasional yang dimainkan sepanjang hari festival. Anda juga akan menemukan fashion show dan kompetisi termasuk kompetisi latte art dan seni melukis tubuh.

Acara ini juga mempromosikan kesadaran lingkungan, jadi Anda juga akan memperhatikan orang-orang lokal yang membersihkan daerah jalan dan pantai untuk menghormati acara ini.

Festival ini diakhiri dengan berkumpulnya ribuan orang yang melakukan Mentari Pulau Dewata. Setelah pertunjukan ini, live band dan DJ akan memutar musik sampai larut malam. Jadi datanglah ke Nusa Dua Fiesta dan ambil bagian dalam acara budaya yang menyenangkan ini. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Usai Diverifikasi, Apron Bandara Ngurah Rai Beroperasi

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai mengoperasikan dua apron baru setelah menjalani verifikasi dari Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi lalu lintas penerbangan menjelang pertemuan IMF dan Bank Dunia, Oktober 2018. Verifikasi dan evaluasi final meliputi proses verifikasi di apron barat dan apron timur dengan pengukuran kekuatan apron.

“Setelah dievaluasi tahap akhir maka apron sudah layak digunakan,” kata Co-General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Sigit Herdiyanto di Denpasar seperti dilansir Antara, Kamis (27/9).

Petugas verifikasi itu berasal dari sejumlah tim dari beberapa instansi yakni Inspektorat Navigasi Penerbangan, Subdirektorat Standardisasi Bandar Udara, Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara serta perwakilan dari Direktorat Keamanan Penerbangan.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2622 rute Pudong Shanghai-Denpasar menjadi maskapai pertama yang menggunakan apron barat Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (26/9). Pesawat itu berhenti parkir pada lajur nomor 57 sekitar pukul 09.20 Wita dengan membawa 98 penumpang.

Di apron timur seluas 4,1 hektare itu, pesawat Garuda Indonesia perdana parkir pada lajur nomor 61 pukul 11.41 Wita. Maskapai nasional dengan nomor penerbangan GA-727 rute Perth-Denpasar itu membawa penumpang 160 orang.

Untuk jangka pendek yakni memenuhi kebutuhan pertemuan IMF dan Bank Dunia, apron barat dikerjakan dengan cara mengurug lahan perairan seluas 8 hektare karena terbatasnya lahan. Jangka panjangnya, pengelola bandara itu juga tengah mengurug lahan perairan apron barat seluas 35,75 hektare.

Perluasan dua apron tersebut membuat konsekuensi di antaranya pemindahan gedung VVIP di sebelah barat ke sebelah timur, pemidahan gedung Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai dan pengelolaan limbah. Total anggaran untuk investasi pengembangan fasilitas itu mencapai sekitar Rp 2,2 triliun. (EP)

Tiga Destinasi Asia Tenggara Raup Pengeluaran Tertinggi Turis

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia, Asia Tenggara berhasil menarik wisatawan dengan pengeluaran tertinggi. Singapura, Bangkok dan Phuket menjadi tiga destinasi Asia Tenggara teratas yang masuk dalam 10 Besar Kota dengan Tingkat Pengeluaran Tertinggi Secara Global menurut riset Mastercard.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (27/09/2018), total pengeluaran di tiga kota itu tembus US$ 43,85 miliar. Singapura mempertahankan posisinya urutan 4 secara global sebagai kota tertinggi dalam hal pengeluaran wisatawan mencapai US$ 286 per hari. Jumlah wisman yang menginap sepanjang 2017 menghasilkan 17.02 miliar dolar AS dengan proyeksi pertumbuhan tahun 2018 sebesar 7,4 persen.

Di bawah Singapura, diduduki Bangkok dengan mempertahankan posisinya urutan 5 secara global sebagai kota tertinggi dalam hal pengeluaran wisatawan mencapai US$ 173 per hari. Jumlah wisman yang menginap sepanjang 2017 menghasilkan 16.36 miliar dolar AS dengan proyeksi pertumbuhan tahun 2018 sebesar 13,8 persen.

Sementara Tokyo menempati posisi kesembilan dalam secara global sebagai kota tertinggi dalam hal pengeluaran wisatawan mencapai US$ 154 per hari. Jumlah wisman yang menginap sepanjang 2017 menghasilkan 11.91 miliar dolar AS dengan proyeksi pertumbuhan tahun 2018 sebesar 7,76 persen.

Sebagai pendatang baru dalam Indeks ini, Phuket, Thailand berhasil masuk dalam daftar 10 besar destinasi dengan tingkat pengeluaran tertinggi, dengan jumlah rata-rata transaksi harian sebesar US$ 239, kota tertinggi kedua dalam kategori subwilayah. Sementara Jumlah wisman yang menginap sepanjang 2017 menghasilkan 10.46 miliar dolar AS dengan proyeksi pertumbuhan tahun 2018 sebesar 12.6 persen

Riset yang merupakan bagian dari Mastercard Global Destination Cities Index ini juga mengidentifikasi kategori-kategori pengeluaran wisatawan ketika sedang mengunjungi kota-kota terfavorit di Asia. Di seluruh kawasan Asia Pasifik, wisatawan yang berkunjung ke Bali memiliki pengeluaran terbesar untuk akomodasi (44,6%) dan terkecil untuk berbelanja (13,4%).

Sementara, pengeluaran terbesar wisatawan yang berkunjung ke Hong Kong (22,2%) dan Osaka (22,4%) adalah untuk makanan. Sedangkan wisatawan yang berkunjung ke Singapura melakukan pengeluaran terkecil untuk makanan (12,9%). Wisatawan melakukan pengeluaran tertinggi untuk berbelanja ketika mengunjungi Osaka (43,4%), Tokyo (43,1%), dan Seoul (47,4%).

Selain itu, Mastercard Global Destination Cities Index memberikan analisis penting menyangkut perjalanan di kota-kota di dunia. Destinasi di wilayah Asia Pasifik kembali menduduki posisi teratas dalam Indeks tahun ini dengan lima kota, yaitu Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Tokyo dan Seoul, masuk dalam peringkat sepuluh besar.

Indeks Mastercard, yang tahun ini diperluas dan mencakup 162 kota secara global, tidak hanya membahas destinasi-destinasi perjalanan terfavorit. Berdasarkan jumlah pengunjung dan nilai transaksi selama tahun 2017, analisis ini juga menyediakan proyeksi pertumbuhan pada tahun 2018. Riset ini untuk kali pertama juga mencakup rata-rata durasi menginap dan biaya yang dikeluarkan per hari.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi global, pertumbuhan tahunan wisatawan mancanegara yang menginap di 10 kota destinasi terfavorit juga meningkat pada tahun 2017. Terkecuali Seoul di mana kota ini mengalami penurunan dari posisi ketujuh menjadi posisi kesepuluh.

Proyeksi untuk tahun 2018 mengindikasikan bahwa pertumbuhan akan terjadi di semua kota dalam daftar tersebut. Khususnya, Bangkok (9,6%) yang diproyeksikan tetap menjadi kota dengan jumlah pengunjung terbesar di Asia.

Dengan total sekitar 20 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung dan menginap, tahun ini Bangkok kembali menduduki posisi teratas. Secara rata-rata, para pengunjung di Bangkok menginap selama 4,7 malam dan mengeluarkan US $ 173 per hari.

Wisatawan yang berkunjung ke wilayah Asia Pasifik mayoritas berasal dari China. Kota-kota di wilayah Asia Tenggara, seperti Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Phuket, Pattaya, dan Bali menjadi destinasi-destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan Tiongkok.

Phuket merupakan destinasi terpopuler di antara wisatawan Tiongkok dengan tingkat pertumbuhan mencapai 56,1% dalam delapan tahun terakhir (2009-2017, CAGR basis). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Alumni Al-Azhar Mesir di Indonesia Bentuk Komunitas ATP

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Alumni Universitas Al – Azhar Kairo Mesir di Indonesia, ternyata bukan hanya berkecimpung di dunia pendidikan saja, namun banyak yang berkiprah di dunia jasa travel haji dan umroh. Untuk itu, para jebolan perguruan tinggi tertua di dunia membentuk komunitas Azhary Travel Partner (ATP)
.
“ATP merupakan komunitas atau perkumpulan Travel wisata umrah haji yang dimiliki lulusan Univeritas Al Azhar Mesir. Para almuni ini tersebar di penjuru nusantara yang punya kepedulian tinggi di sektor pariwisata syariah,” papar Edy Fr, presidium ATP dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (27/09/2018).

Dilanjutkan, kehadiran komunitas hasil Musyawarah Besar (Mubes) AzharyTravel Partner di Ciwiday, Bandung, Jawa Barat, kemarin ini, merupakan implementasi dari bentuk silaturahim dalam mengangkat potensi alumni Mesir dalam di dunia bisnis Umroh Haji.

“Platform Al Azhar sebagai kawah canderadimuka dalam bidang dakwah dan pendidikan keummatan telah menginsipari semua potensi alumninya untuk ikut berkiprah di masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab keummatan yang diimplementasikan melalui cara wasthiyyah, moderat, namun tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Motto sinergi, dakwah dan profesional telah mengarahkan ATP memiliki program kerja yang berkonsep amanah spiritual, memiliki sinergi yang professional serta dakwah wasathiyyah, sambungnya.

Faisal Patria, presidium ATP lainnya menambahkan kebersamaan yang ada dalam ATP menambah nilai lebih dari sisi bisnis dan peningkatan perusahaan masing-masing anggota. Diantaranya dengan mengadakan pelatihan marketing dan pengelolaan keuangan travel bagi karyawan-karyawan anggota ATP.

“Melakukan bimbingan pembuatan perusahaan travel haji dan umroh bagi khirrij azhar yang berminat dan menjadi anggota ATP. Serta membantu prosesi pembuatan BPW (Biro Perjalanan wisata), PPIU (Penyelengara perjalanan Ibadah Umroh) dan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Kusus), dan beberapa yang lainnya,” papar Faisal.

Hal senada juga disampaikan lanjut Zainur Rofiq dan Firdaus juga bagian dari presidium ATP mengemukakan selain sisi bisnis yang professional dan sinergi amal jama’I, ATP memiliki komitmen dakwah azhary yang terpola dalam manhaj wasathiyyah sebagaimana yang dilakukan Al-Azhar.

“Untuk itu kami bersepakat bersinergi dengan banyak kalangan, terutama pekerja dakwah dan penghafal al-quran untuk dakwah ummat. Meski kami tetap berkomitmen membantu menjembatani para anggota ATP dalam beberapa sisi pelayanan dan bimbingan terkait dengan wisata, umrah dan haji,” pungkasnya.

Ada 3 poin tujuan terbentuknya komunitas Azhary Travels Partner. Pertama: sinergi dalam penguatan terkait dengan usaha travel masing-masing, dari semua sisi dan semua lini baik tiketnya maupun paketnya, bimbingan dan pelayanannya.

Kedua: terkait dengan dakwahnya karena melekat dari travel haji dan umroh adalah manasik maupun bimbingan, sehingga kita harus turut juga bertanggung jawab bimbingan dapat diserap dengan optimal.

Ketiga: Profesionalitas, kita dorong seluruh anggota dari anggota ATP untuk berlaku menjadi pebisnis yang profesional, kita akan dorong sertifikasi yang diwajibkan oleh peraturan dan seluruh komponen yang menuntut adanya profesionalitas dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan dan bimbingan umroh dan haji.

Azhary Travels Partner melihat dengan jumlah orang Indonesia yang melakukan ibadah umroh dan haji mencapai 1,2 Juta orang melakukan ibadah ke Tanah Suci. “Kami alumni Al-Azhar harus memaksimalkan fungsi dan perannya. Diharapkan dengan adanya perkumpulan ini akan tumbuh konsumen Indonesia, yang terkait dengan umroh ini harus menjadikan Khirrijil Azhar berbenah dan melakukan perbaikan agar dinikmati umat,” ucap Zainuddin Rofiq.

Adapun pasar Azhary Travels Partner akan menjajaki wisata berbagai negara muslim. Seperti diantaranya Azerbaijan, Turki, Yerusalem, Mesir, Maroko, Uzbekistan dan berbagai wisata halal travel lainnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kongres PWI ke 24 Ingatkan Fungsi Strategis Wartawan Profesional

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Panitia Kongres Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) ke 24 yang berlangsung di Solo 27-30 September 2018 memilih tema “Menegakkan Pers Kebangsaan yang lndependen, Profesional, dan Berintegritas”.

Berbicara pada jumpa pers, Ketua Pelaksana Kongres XXIV PWI  Rita Sri Hastuti mengatakan, Solo dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Kongres XXIV karena perjalanan pers di Indonesia tidak lepas dari Solo. PWI lahir di Solo pada 9 Februari 1946, ujarnya hari ini.

Tema itu juga untuk mengingatkan semua insan pers dan masyarakat luas akan tantangan menghadapi tahun politik dimana RI menghadapi dinamika demokratisasi menyongsong pemilihan Legislatif/Pileg dan Pilihan Presiden/Pilpres 2019.

Karena itu PWI  yang menggelar kongres mulai 27 hingga 30 September 2018, di dahului dua seminar nasional di Universitas Muhammadyah Surakarta dan dilanjutkan sarasehan di Monumen Pers.

“Ini memang niat PWI untuk membentuk wartawan yang independen, profesional dan berintegritas ditengah banyaknya berita palsu beredar di media sosialsaat ini,” jelas Rita yang sehari-hari menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum bisniswisata.co.id

Tema ini menurutnya begitu relevan dengan tantangan Indonesia ke depan. Di antaranya dalam menghadapi dinamika demokrasi, kedaulatan NKRI dan kemandirian bangsa di tengah globalisme.

“Kami ingin kongres ini menghasilkan sesuatu yang bisa menghabisi hukum yang tak berkeadilan, tsunami informasi yang menjurus ke hoax dan lain-lain,” terang dia.

Rita menjelaskan, Kongres XXIV PWI memiliki rangkaian acara antara lain, pada Kamis (27/9) digelar seminar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dilanjutkan sarasehan di Monumen Pers. Kemudian Kamis malam digelar welcome dinner di Balai Kota Solo dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Jumat tanggal 28 September, Alhamdulillah Presiden RI Joko Widodo sudah konfirmasi untuk hadir dan membuka kongres ini pada pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Kongres akan dimulai Jumat malam hingga Sabtu (29/9). Kemudian kongres ditutup pada Ahad (30/9). Kongres ini  diikuti oleh perwakilan PWI dari 34 provinsi, ditambah PWI Solo sebagai cabang khusus.

“Peserta terdiri dari ketua PWI masing-masing provinsi serta sekretaris dan ketua harian. Selain pemilihan Ketua Umum PWI, dalam kongres tersebut juga akan dilakukan pemilihan Ketua Dewan Kehormatan,” ungkap Rita.

Ketua Panitia Pengarah, Ilham Bintang mengatakan, tema kongres tersebut sangat relevan dengan tantangan Indonesia ke depan. Antara lain, dalam menghadapi dinamika demokratisasi menyongsong pemilihan Legislatif/Pileg dan Pilihan Presiden/Pilpres 2019.

“Kedaulatan NKRI, dan kemandirian bangsa di tengah globalisme, dan perang dagang AS dan China yang berdampak pada gejolak ekonomi, memudarnya jati diri dan budaya bangsa akibat mental korup, hukum yang dianggap tidak berkeadilan, dan lain-lain menjadi perhatian serius kami,” kata Ilham Bintang.

Oleh karena itu, lanjutnya, pilihan Solo sebagai lokasi kongres mengisyaratkan PWI kembali ke khittah. Dalam arti saat PWI didirikan 72 tahun lalu menyatakan setiap wartawan Indonesia berkewajiban bekerja bagi kepentingan Tanah Air dan Bangsa serta selalu mengingat Persatuan Bangsa dan Kedaulatan Negara.

Kongres XXIV PWI akan memilih Ketua Umum pengganti Margiono yang telah memimpin PWI dua periode berturut-turut. Ilham menyatakan, masing-masing kandidat, harus menandatangani pakta integritas. Di antaranya berjanji tidak terlibat dalam politik uang, guna memenangkan sebagai ketua umum.

“Nah yang terpnting setelah terpilih, tidak akan terlibat dan membawa-bawa PWI dalam politik praktis.
Pakta integritas itu memang tidak ada sanksi hukum karena itu adalah komitmen moral. Tapi yang tertinggi dari profesi wartawan adalah komitmen moral. Yang mengawasi nanti seluruh masyarakat,” kata Ilham.

Dalam proses pemilihan Ketua Umum PWI, jika tidak bisa musyawarah dan mufakat, disepakati Iewat pemilihan suara. Pemungutan suara dilakukan sepenuhnya mengacu pada AD/ART dan kaidah Kode Etik Jurnalistik.

Kongres kali ini akan diikuti sekitar 150 peserta dan peninjau. Selain para pengurus Harian PWI Pusat, PWI Provinsi dan se-Indonesia, plus PWI Solo sebagi peserta serta unsur-unsur PWI lainnya sebagai peserta.

Hadir pula para peninjau dari unsur PWI dan organisasi lainnya antara lain dari  Dewan Pers, Serikat Penerbit Surat Kabar, organisasi perusahaan periklanan, radio, televisi, aliansi jumalis, dan organisasi pers nasional Malaysia.

Selama menjabat Ketua Umum PWI, Margiono menitik beratkan pada pendidikan, kompetensi, dan profesionalisme wartawan. Program lokomotif untuk itu berupa Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), Sekolah Jurnalisme Kebudayaan (SJK), dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Terkait dengan peringatan Hari Pers Nasional, meluncurkan Piagam Palembang, memberikan berbagai penghargaan kepada para wartawan berprestasi dalam bentuk Press Card Number One (PCNO), Medali Emas Spirit Jurnalisme, penerbitan Ensiklopedi Pers Indonesia dan buku-buku jumalistik, biografi hingga seni budaya.

Margiono juga berhasil mengajak para pemangku kepentingan Pers Tanah Air, merayakan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari yang hingga ini konsisten dirayakan bersama.




Event Gondhal Gandhul Sukunan, Upaya Dimas & Diajeng Sleman Peduli Lingkungan

this formate

SLEMAN, Jogjakarta, bisniswisata.co.id; Bertajuk Gondhal Gandhul Sukunan, sebuah kegiatan workshop pengolahan limbah diselenggarakan komunitas Dimas Diajeng Sleman di Desa Wisata berbasis lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung sejak tengah hari hingga sore, Rabu 26 September, di Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman Yogyakarta ini mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Pengelola bisniswisata.co.id, Hilda Sabri Sulistyo, Pemimpin Umum yang kerap diundang menjadi juri Desa Wisata Tingkat Nasional dari Kementrian Pariwisata juga menyempatkan hadir di desa wisata ini mendukung program yang dilakukan oleh para finalis Dimas dan Diajeng Jogjakarta 2018.

Acara dihadiri pula oleh Muhari, perwakilan Dinas Pariwisata Sleman, Ima Ismara, Dosen Universitas Negeri Jogjakarta ( UNJ) sekaligus menjadi instruktur pengolahan limbah, Suharto, tokoh kebersihan lingkungan Sukunan serta jajaran muspida setempat.

Pemimpin Umum bisniswisata.co.id, Hilda Sabri Sulistyo bersama Ima Ismara, dosen UNJ  ( kanan) mendampingi Dimas dan Diajeng Sleman dan produk suvenir. ( Foto-foto: Anton Bayu Samudra)

Merupakan field Program Finalis Dimas Diajeng Jogja 2018 yang tengah berlangsung tahap penyeleksian, program ini bentuk para calon duta wisata daerah istimewa ini pada kebersihan lingkungan dan pengolahan limbah.

Peduli limbah elektronik yang tidak mengandung 3B menjadi perhatian utama. Oleh karena itu para finalis dibimbing seniornya Nindya mempersembahkan workshop gratis bagi masyarakat untuk mengubah limbah menjadi suvenir sebagai buah tangan wisatawan yang berkunjung ke Sukunan.

Pembukaan kegiatan yang sekaligus memperingati Hari Pariwisata Internasional 2018 yang jatuh pada 27 September didahului dengan prosesi gunungan berisi suvenir berasal dari limbah elektronik. Prosesi dilakukan pemuda/pemudi desa dengan barisan prajurit berkostum ala prajurit Keraton Jogjakarta.

Di atas panggung juga ada grup kesenian gamelan dari penduduk setempat. Acara berlangsung di lapangan milik desa dengan dihiasi gapura besar berbentuk Gunungan dari botol bekas air mineral yang menjadi pintu gerbang dari kegiatan ini dan menambah semarak suasana.

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, namun kita meminjamnya dari anak cucu kita”. Semboyan inilah yang menginspirasi warga Kampung Sukunan untuk tetap menjaga lingkungan” kata Suharto yang menjadi tokoh Sukunan.

Sedangkan Ima Ismari yang juga konsuItan sejumlah instansi pemerintah a.l Direktotarat Pembinaan SMK Kemendikbud mengatakan mereka yang peduli lingkungan dan punya mindset bahwa sampah adalah berkah akan sukses menjaga lingkungannya menjadi asri.

“Kata kuncinya sampah adalah berkah sehingga bersedia mengolah limbah dan menjadi kaya. Kalau limbah tidak berharga menjadi suvenir meski seharga Rp 5.000 an bisa menambah penghasilan,” kata Ima Ismara yang banyak menularkan technopreneurship pada masyarakat pedesaan dan para mahasiswanya.

Suharto menambahkan , Dusun Sukunan telah merintis untuk menjadi sebuah desa wisata berbasis lingkungan atau disebut ecotourism sejak tahun 2003. Tingginya kesadaran masyarakat Desa Sukunan akan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta usaha mereka untuk mengubah nilai sampah yang menganggu lingkungan akhirnya tidak sia-sia.

Pada 19 Januari 2009 Desa Sukunan resmi menjadi kampung wisata. Masyarakat Sukunan telah menjalankan proses pengolahan sampah secara mandiri baik di tingkat rumah tangga hingga di tingkat kelompok.

Kegiatan ini pun menghasilkan berbagai produk olahan sampah yang memiliki nilai lebih seperti aneka produk kerajinan dari sampah plastik, kerajinan dari kain perca serta pupuk kompos dari sampah organik.

Prosesi dan beragam produk daur ulang sampah di rumah Iswanto, tokoh masyarakat Sukunan

“Pelopornya adalah Iswanto, dosen lingkungan sebuah perguruan tinggi di Jogja dan tokoh masyarakat di sini yang menginspirasi banyak pihak,” ujar Suharto.

Dikesempatan ini dia membukakan pintu rumah Iswanto untuk tamu-tamu yang ingin melihat hasil kerajinan masyarakat dari daur ulang sampah mulai dari bangku taman dari botol air mineral, dompet, tas dari bekas bungkus dan produk unik lainnya bernilai jual tinggi.

Dusun Sukunan kini dikenal menjadi Desa Wisata Pengolah Limbah yang banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negri. Wisatawan dari negri jiran Malaysia bahkan Jepang rutin datang dengan rombongan untuk melihat masyarakat mengolah limbah, mengelola bank sampah, membuat lubang biopori.

“Istri mantan Bupati Raja Ampat pernah mengirim 400 warganya untuk belajar pengelolaan kebersihan lingkungan, belajar masak hingga membuat beragam suvenir di Desa Wisata Sukunan,” kata Suharto yang akrab dipamggil Harto ini.

Paket wisata edukatif dan rekreasi berbasis lingkungan akhurnya menjadi salah satu produk wisata desanya yang kini dilengkapi 30 kamar homestay dan membuat warganya makmur karena kunjungan wisatawan menjadi penggerak ekonomi desa.

“Alhamdulilah kami sekarang juga rajin bertanam dengan cara organik sehingga wisatawan yang berkunjung dan membutuhkan beragam pelayanan dapat kami tawarkan produk yang sehat,” tambah Suharto bangga

2019-2024, Pariwisata Butuh Investasi Rp500 Triliun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan dalam lima tahun ke depan (2019-2024) sektor pariwisata butuh investasi sebesar Rp 500 triliun untuk pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) lainnya, juga untuk pariwisata secara keseluruhan.

“Hingga hari ini sudah diperoleh 30 persen dari Rp 500 triliun. Angka 30 persen itu termasuk investasi asing yang sudah masuk tiga besar yakni Singapura, China dan Korea Selatan. Yang mengejutkan selama ini investasi dari China tidak masuk dalam urutan tiga besar. Namun kini menyodok urutan kedua,” papar Menpar saat jumpa pers Rakornas Pariwisata III di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Investasi asing itu di bidang perhotelan, akomodasi dan restoran yang tersebar di tiga kota besar yakni Bali, Jakarta, dan Kepri. “Kami optimis investasi asing untuk sektor pariwisata ke depan lebih bagus lagi, karena seperti Mandalika NTB sudah ada investor dari Negara Timur Tengah yang masuk,” jelasnya.

Menpar Arief kembali menjelaskan investasi pariwisata Rp500 Triliun periode 2019 – 2024, untuk membangun 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 Marina, dan 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan melibatkan peran serta dunia usaha, serta program pembangunan 100.000 homestay dengan melibatkan UKM pariwisata.

Kebutuhan investasi sebesar itu, lanjut menteri, terdiri pembiayaan pariwisata Rp 295 triliun dari pemerintah Rp10 triliun dan swasta diharapkan Rp 285 triliun. Sedangkan investasi pariwisata senilai Rp205 triliun dari pemerintah Rp170 triliun dan swasta Rp35 triliun.

Sementara Investasi pariwisata dari pemerintah dengan rincian Kementerian PUPR Rp 32,5 triliun, Kementerian Perhubungan Rp77,3 triliun, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II Rp 56 triliun, Kementerian Kominfo Rp 0,05 triliun, DAK Pariwisata Rp1 triliun; dan Kementerian Pariwisata Rp 3 triliun.

Rakornas yang mengusung tema Investasi dan Pembiayaan, sambung Menpar, ada tiga isu kebutuhan pembiayaan yang diperlukan dalam mendukung sektor pariwisata, yakni, kebutuhan pembiayaan untuk membangun 10 destinasi pariwisata prioritas, kebutuhan pembiayaan Usaha Homestay 2018-2019, serta kebutuhan pembiayaan Usaha UMK Pariwisata.

“Untuk homestay membutuhkan investasi Rp 2 triliun dan Usaha UMK Pariwisata Rp 25 triliun. Tahun ini jumlah pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pariwisata sebanyak 6,7 juta pelaku usaha,” lontarnya.

Menteri Arief ingin agar investasi pariwisata yang masuk ini bisa menetes dan dinikmati langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini juga sebagai bukti bahwa Pemerintah hadir untuk rakyat. “Kementerian Pariwisata ini akan lebih ada gunanya, kalau semua skema investasi ini bermanfaat ke rakyat,” tegasnya serius.

Menteri juga menyayangkan kecepatan pemerintah dalam berinvestasi sektor pariwisata belum diimbangi pelaku bisnis pariwisata dari dunia usaha swasta nasional. “Triliunan rupiah sudah digelontorkan pemerintah untuk membangun 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) lainnya. Sayangnya, investasi ini kurang diikuti swasta. Saya heran pemerintah sudah bergerak cepat, tapi swasta merespon lamban,” tandasnya.

Diungkapkan, untuk mendukung target 20 juta wisman pada 2019 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan 10 DPP sebagai Bali Baru yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger- Semeru, Mandalika, Labuhan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. “Dari 10 DPP yang ditetapkan 4 destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo. Di sini pemerintah telah melakukan banyak investasi yang diharapkan diikuti swasta,” ucapnya.

Menurut Menpar Arief Yahya sebagai destinasi pariwisata super prioritas, semua kebutuhan infrastruktur (jalan, listrik, air, dan unitilitas) dan sarana pendukung lain berkelas dunia sudah dibangun, termasuk bandara internasional dan pelabuhan/marina.

Dicontohkan, untuk mendukung destinasi prioritas di Tanjung Lesung, Banten telah dibangun jalan tol dari Serang ke Panimbang sepanjang 84 km sehingga mempersingkat perjalanan wisatawan dari Jakarta hanya sekitar 2 jam. “Tapi herannya, swasta tidak agresif dalam mengansipasi kecepatan pemerintah. Seharusnya investasi di sana jangan ditunggu ketika sudah jadi,” katanya mengulang

Menpar menambahkan, industri pariwisata ditetapkan sebagai sektor andalan dalam menghasilkan devisa, serta dapat menstabilkan defisit pada neraca perdagangan Indonesia. “Mulai tahun 2015, pariwisata masuk ke dalam sektor unggulan dan tahun 2019 kembali menjadi sektor unggulan dalan Rencana Kerja Pemerintah (RKM),” ungkapnya.

Menpar menjanjikan kepada pemerintah di tahun 2019, sektor pariwisata dapat menghasilkan devisa terbesar dari seluruh sektor yaitu mencapai USD 20 miliar dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) sebanyak 20 juta. Juga pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) sebagai pilihan dalam menstabilkan defisit pada neraca perdagangan Indonesia.

Target itu optimis tercapai, mengingat berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata periode Januari-Juli 2018, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar USD 9 juta, khusus Juli 2018 berhasil menyumbang devisa sebesar USD 1,5 juta.

“Kalau kita bisa mempertahankan USD 1,5 juta sampai enam bulan kedepan, totalnya menjadi USD 16,5 juta. Target kita di 2018 sebesar USD 17 juta, artinya masih kurang USD 500 ribu. Karena itu, kita harus kerja keras untuk menggapainya, jangan sampai ngantuk untuk mengejar kekurangan agar tahun 2018 pariwisata menjadi sektor terbesar yang menghasilkan devisa dan menjadi yang terbaik,” paparnya.

Menurutnya, selama empat tahun terakhir pariwisata menghasilkan balance payment yang positif atau selalu surplus antara devisa yang diperoleh dari kunjungan wisman dengan uang yang dibelanjakan oleh wisatawan nasional (wisnas) yang berwisata ke luar negeri. (EP)

Dikira Toilet, Penumpang GoAir Mau Buka Pintu Darurat

this formate

NEW DELHI, bisniswisata.co.id: Seorang penumpang pesawat India memicu kepanikan ketika ia mencoba membuka pintu darurat pesawat saat terbang karena mengira pintu toilet. Penumpang pria tersebut melakukan perjalanan dengan GoAir dari New Delhi ke Patna pada Sabtu 22 September ketika dia berusaha membuka pintu belakang pesawat Airbus A-320.

“Seorang penumpang pesawat lain menekan alarm dan dia dicegat oleh kru,” kata pihak GoAir, seperti dilansir dari Dailymail.co.uk, Rabu (26/09/2018).

Laporan media India mengatakan dia baru pertama kalinya naik pesawat dan diperkirakan berusia 20-an akhir. The Telegraph, sebuah surat kabar yang berbasis di Kolkata, melaporkan bahwa ketika sesama penumpang pesawat bertanya pada pria tersebut apa yang sedang dilakukannya, dia mengatakan kepada mereka bahwa dia perlu menggunakan kamar kecil dan terus menarik pintu darurat.

GoAir mengatakan penumpang pesawat yang identitasnya dirahasiakan itu, diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut setelah pesawat tiba selamat di tempat tujuan.

Juru bicara maskapai menambahkan orang itu tidak akan berhasil membuka pintu karena tekanan udara di kabin. “Seorang penumpang di penerbangan G8 149 Del-Pat mencoba membuka pintu darurat belakang saat mengudara. Seorang penumpang pesawat lain langsung membunyikan alarm, sementara para kru mencegah pria tersebut. Setelah mendarat, penumpang pesawat tersebut diserahkan ke pihak keamanan bandara untuk penyelidikan,” kata juru bicara GoAir, dilansir dari Times of India.

Penumpang pesawat tersebut ditahan pihak keamanan bandara setelah mendarat pukul 7.30 malam waktu setempat. Pihak keamanan bandara mengatakan pria tersebut baru pertama kalinya naik pesawat dan tidak tahu pintu tersebut adalah pintu darurat. “Tidak ada motif yang disengaja dibalik aksinya,” kata Sanowar Khan, petugas polisi bandara.

Kepolisian Patna kemudian membebaskan pria yang berasal dari kankarbagh setelah dia menandatangani pernyataan. Pasar penerbangan India telah menyaksikan peningkatan enam kali lipat jumlah penumpang selama sepuluh tahun terakhir untuk kelas menengah yang sedang tumbuh dan mencoba menggunakan penerbangan murah untuk perjalanan jauh, dan karenanya banyak warga India yang menggunakan pesawat untuk pertama kali. (EP)