Passpod: Minat Asuransi Perjalanan semakin Meningkat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Passpod, platform perjalanan wisata menilai minat masyarakat membeli asuransi perjalanan makin meningkat. Hal ini tak lepas dari inovasi perusahaan asuransi yang menerbitkan asuransi perjalanan dengan jangkauan komprehensif. Juga menanggung risiko meninggal, cacat, dan biaya pengobatan akibat kecelakaan, asuransi perjalanan kini juga menanggung risiko keterlambatan jadwal penerbangan, kehilangan bagasi, kegagalan penerbangan, dan sebagainya.

“Produk dan kesiapan teknologi dari Asuransi Simas Insurtech tentunya akan memudahkan para pelanggan kami untuk membeli asuransi perjalanan, terutama dari generasi milenial yang diprediksi akan menjadi pasar utama industri pariwisata pada tahun 2019,” ujar CEO PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod, Hiro Whardana dalam keterangan resminya, Rabu (13/02/2019).

Karena itu, Passpod bermitra dengan Asuransi Simas Insurtech. “Melalui kerjasama inovatif ini, pelanggan Passpod yang didominasi oleh kalangan millenial tak perlu repot mencari produk asuransi perjalanan ke platform lain, karena sudah bisa membelinya langsung melalui aplikasi maupun situs web Passpod yang dapat dilakukan berbarengan dengan penyewaan modem untuk keperluan perjalanan liburannya,”.

Memang, sambung dia, perjalanan liburan seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan karena itu Passpod ingin menambah kenyamanan para pelanggan dengan menambah fitur pembelian asuransi.

“Produk dan kesiapan teknologi dari Asuransi Simas Insurtech tentunya akan memudahkan para pelanggan kami untuk membeli asuransi perjalanan, terutama dari generasi millennial yang diprediksi akan menjadi pasar utama industri pariwisata pada 2019,” kata Hiro.

CEO Asuransi Simas Insurtech, Teguh Aria Djana menyambut baik kerja sama dengan Passpod. Mengingat, kemitraan ini cara efektif untuk menawarkan produk asuransi perjalanan ke pasar yang tepat, mengingat transaksi sewa modem untuk kebutuhan internet luar negeri di platform Passpod mencapai ribuan orang setiap bulannya.

“Pasar yang dibidik Passpod kurang lebih sama seperti target pasar kami, untuk produk asuransi perjalanan. Kemitraan ini menguntungkan kedua belah pihak. Produk asuransi perjalanan dari Asuransi Simas Insurtech akan mendapatkan lebih banyak exposure dengan hadir di platform Passpod, sementara Passpod bisa menawarkan lebih banyak produk yang relevan bagi pelanggan mereka,” tambahnya

Saat ini, asuransi perjalanan dari Simas Insurtech menawarkan perlindungan yang berlaku untuk perjalanan domestik maupun internasional.

Tahun ini, PT Yeloo Integra Datanet Tbk membidik pertumbuhan pendapatan 100% atau sebesar Rp 54 miliar dari tahun 2018 kemarin sebesar Rp 27 miliar. Juga mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 30 miliar untuk mendanai ekspansi bisnisnya ke lima negara di Asia yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Korea Selatan.

Nantinya dengan ekspansi tersebut, Passpod Passpod memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 165 miliar di tahun 2022 dengan laba bersih Rp 15,3 miliar serta proyeksi rata-rata pertumbuhan tahunan atau compund annual growth rate ( CAGR ) sebesar 109,99% dari laba bersih. (redaksibisniswisata@gmail.com)

PHRI: Tiket Mahal, Kerugian Hotel dan Restoran Tembus 40 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyoroti kenaikan harga tiket pesawat yang dilakukan maskapai Indonesia, memberi dampak panjang. Selain terjadinya penurunan jumlah penumpang, merosotnya kunjungan wisatawan nusantara juga berdampak pada berkurangnya omzet hotel dan restoran.

“Ada pengurangan antara 20 sampai 40 persen turunnya potensi. Itu sudah pengaruh terhadap bisnis perhotelan,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani seperti dikutip Republika.co.id, Rabu (13/2/2019).

Dilanjutkan, angka penurunan 40 persen tersebut berada di wilayah Indonesia timur. Secara kebetulan, tiket menuju kawasan tersebut cukup mahal sehingga memberi dampak signifikan.

Harga tiket ini membuat banyak jadwal pertemuan nasional yang tadinya diselenggarakan di wilayah Indonesia timur terpaksa ditunda atau dipindahkan ke Pulau Jawa atau Indonesia bagian barat. Sementara untuk jadwal pertemuan daerah, turut melakukan penundaan atau pembatalan. “Jadi mereka (hotel restoran) dirugikan,” kata dia.

Kendati dilakukan pemindahan acara ke Pulau Jawa, lanjut Haryadi, nyatanya tetap memberatkan mereka yang berasal dari daerah untuk terbang menuju Jakarta.

Menyadari besarnya efek domino yang dihasilkan, Pertamina dan berbagai pihak terkait akan melakukan pembahasan dengan Presiden. Pihaknya pun hanya bisa menunggu bagaimana hasil dari pertemuan tersebut dan berharap penyelesaian terbaik.

Menurutnya, alternatif yang bisa dilakukan untuk jangka panjang adalah membuka monopoli Pertamina terkait avtur. Seperti yang terjadi pada penjualan Pertamax yang dibuka juga untuk asing seperti Total, Shell dan lainnya. Cara tersebut seharusnya diterapkan pula pada penyediaan avtur. “Kalau serius, buka! Buka yang benar untuk penyediaan avtur,” tegasnya. (NDY)

April 2019, Singapore Airlines Tambah Layanan Jelajahi Osaka

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Singapore Airlines (SIA) rencana menambah layanan menjadi tiga kali dalam sehari menuju Bandar Udara Internasional Kansai, Osaka mulai April 2019. Hal ini dilakukan demi memenuhi permintaan yang terus meningkat pada rute penerbangan Singapura dan Jepang.

Saat ini, seperti dalam keterangan resminya Rabu (13/02/2019), SIA telah mengoperasikan dua penerbangan harian pada rute populer Singapura-Osaka. Sementara layanan penerbangan ketiga akan dimulai pada 27 April 2019. Pesawat Airbus A330-300 akan dioperasikan untuk melayani rute ini. Penambahan layanan ini akan meningkatkan kapasitas hingga 2.000 tempat duduk setiap minggunya pada masing-masing jalur penerbangan tersebut.

Penerbangan SQ620 akan berangkat dari Singapura pada pukul 08.30 dan tiba di Osaka pada pukul 16.10. Sementara itu, penerbangan kembali akan beroperasi sebagai SQ621, berangkat dari Osaka pada pukul 17.25 dan tiba di Singapura pada pukul 23.05.

Selain Osaka, Singapore Airlines juga mengoperasikan enam penerbangan harian menuju Tokyo melalui Bandar Udara Haneda dan Narita, serta layanan harian menuju Fukuoka dan Nagoya.

Selain itu, anak perusahaan regional SIA, yakni SilkAir mengoperasikan tiga penerbangan mingguan menuju Osaka dan anak perusahaan berbiaya rendah Scoot juga mengoperasikan 11 penerbangan mingguan menuju Osaka, empat penerbangan mingguan menuju Sapporo, serta 19 penerbangan mingguan menuju Narita, Tokyo.

Dengan adanya penambahan layanan penerbangan ketiga menuju Osaka tersebut, secara keseluruhan SIA Group akan mengoperasikan 114 penerbangan per minggu antara Singapura dan Jepang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Satu Nada Satu Cinta, Konser Nostalgia Persembahan Ari Lasso

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyanyi Ari Lasso bakal menggelar konser bertajuk “Satu Nada Satu Cinta” di Live Space Lot 8 SCBD Jakarta, pada 14 Februari 2019. Konser ini, merupakan wujud dari nostalgia cinta era-90an, yang akan dipersembahkan untuk para penggemar. Konser ini dapat ditonton bersama pasangan, orang terdekat, dan keluarga.

Dengan demikian, para penonton bisa mengenang masa-masa indah bersama pasangan masing-masing maupun orang terdekat agar cinta terasa abadi sampai akhir hayat. Karena nada adalah cinta. Apalagi untuk menyemarakkan suasana, Penyanyi kelahiran Madiun Jawa Timur ini mengundang band asal Bandung, Java Jive.

Konser ini dibagi menjadi beberapa segmen. Java Jive akan tampil pertama dan acara puncaknya adalah penampilan sang legend Ari Lasso. Untuk menyelenggarakan konser Satu Nada Satu Cinta diperlukan perjalanan panjang yang tidak mudah. Nada Visual Kreasi bersama tim mencoba membuat terobosan baru dengan mengemas dan menghadirkan mereka yang karyanya melegenda di 14 Februari nanti.

Di dunia entertainment khususnya dunia musik Indonesia era 90-an, nama Ari Bernardus Lasso dikenal sebagai mantan vokalis grup band Dewa 19 ((1991-1999). Penyanyi bergenre Pop dan Pop Rock ini akhirnya keluar dari Dewa dan menjalani karier sebagai penyanyi solo.

Karakter suaranya yang lembut dan khas membuat semua orang selalu merindukan karya-karyanya. Bapak lima anak Aura Rivanya Maharani, Michael Bernard Lasso, Audra Anandira Lasso, Abraham Bernard Lasso dan Alessandra Lasso ini, juga menjadi salah satu dewan juri dari ajang pencarian bakat Indonesia Idol.

Pelantun lagu “Arti Cinta ini”, selain asyik dengan single-single solonya, yang menelurkan enam album solo yakni Sendiri Dulu (2001), Keseimbangan (2003), Kulihat, Kudengar, Kurasa (2004), Selalu Ada (2006), The Best of Ari Lasso (2007) dan Yang Terbaik (2012) ini, juga beberapa kali mempersembahkan karyanya berkolaborasi dengan beberapa artis Indonesia. Di antaranya Melly Goeslow, Bunga Cintra Lestari dan Arie Tatum.

Sementara Java Jive, adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat dengan digawangi Capung, Noey, Tony, Edwin, Fatur, dan Danny. Grup band ini dibentuk pada tahun 1993. Selama berkarier menghasilkan album Studio: Java Jive 1 (1994), Java Jive 2 (1995), Java Jive 3 (1997), Java Jive 4 (1999), The Best of Java Jive (2003), 1993-2006 (2006), Stay Gold (2008) dan Java Jive 20 Teman Sehati (2013).

Sedangkan Single Lagu tercatat ada tiga yakni Single Teman Sehati (Februari 2012), Single “Hidup Ini Indah” (Agustus 2012) dan Single “Jujur” (April 2013). Salah satunya yang sangat populer hingga sangat ini adalah “Gerangan Cinta”.

Tiket konser Satu Nada Satu Cinta dijual Rp 400 ribu bila pengunjung membeli tiketnya on the spot untuk kategori festival. Open gate akan dibuka pada pukul 17.00 WIB. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Warga Inggris pun Tolak Kebijakan Bagasi Berbayar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai penerapan bagasi berbayar itu sudah sesuai aturan. Dia menjelaskan terkait masalah bagasi berbayar jangan hanya dilihat dari aturan di Indonesia saja, namun coba dilihat juga dari aturan internasional.

Sebab, lanjut dia, sebagai bagian dari anggota penerbangan internasional tepatnya dalam resolusi International Air Transport Association (IATA) nomor 302 tahun 2011 yang ditegaskan bahwa maskapai diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri kebijakan bagasi.

“Di aturan tersebut disebutkan mulai dari membebaskan biaya bagasi seluruhnya, sebagian ataupun mengenakan biaya pada bagasi yang dibawa oleh penumpang. Tidak hanya itu, kewenangan pengenaan biaya tersebut juga boleh dengan penentuan tarif berdasarkan biaya per kilogram, biaya berdasarkan sektor, biaya sama rata dan sebagainya,” kata Alvin dalam rilisnya, Rabu (13/2/2019).

Dilanjutkan, jika dilihat di dalam negeri sejak dulu tidak diatur, maskapai bebas menentukan sendiri. Bahkan di Peraturan Menteri (Permenhub) nomor 185 tahun 2015 ditegaskan maskapai berbiaya rendah atau “no frill” boleh menerapkan bagasi berbayar.

Sedangkan, untuk maskapai dengan kategori layanan medium (medium service) dapat memberikan bagasi gratis hingga 15 kilogram, lalu untuk ‘full service” maksimal 20 kilogram. “Jadi, terkait penerapan bagasi berbayar oleh maskapai LCC jika dilihat dari aturan yang ada, baik internasional atau Indonesia tidak menyalahi aturan yang ada,” lanjut mantan anggota DPR RI.

Diakui, memang di Indonesia pemberlakukan bagasi berbayar ini menimbulkan polemik dan sempat terjadi penolakan, hal tersebut karena konsumen penerbangan di Indonesia telah lama dimanjakan dengan pemberian bagasi cuma-cuma dan ini merupakan perubahan yang pahit.

“Tidak hanya di Indonesia, di Inggris perubahan yang terjadi juga menimbulkan resistensi. Seperti belum lama ini, maskapai LCC bernama Flybe menerapkan aturan bahwa bagasi yang dibawa ke kabin harus diukur volumenya dan besarnya. Dan yang melebihi aturan yang ada akan dikenakan biaya tambahan, maka ramailah publik di Inggris,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tiket Mahal, Target Kunjungan Wisatawan ke Sumbar bisa Gagal

this formate

PADANG. bisniswisata.co.id: Kenaikan tiket pesawat dapat memicu anjloknya sektor pariwisata di daerah Sumatera Barat (Sumbar). Sehingga, perlu kebijaksanaan dari pemangku kepentingan terkait untuk menurunkan kembali melambungnya harga tiket pesawat. Jika tidak segera diatasi target kunjungan wisatawan ke Sumbar bisa gagal.

“Saya sudah ketemu Menteri Perhubungan dan pihak Garuda Indonesia menyampaikan serta berharap harga tiket pesawat serta avtur diturunkan sehingga harga tiket kembali normal, sehingga pariwisata bisa kembali normal,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
di Padang, Selasa (12/2), pada pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Tidak hanya sektor pariwisata, lanjut dia, ada banyak sektor turunan yang ikut terdampak dengan kenaikan harga tiket pesawat. “Usaha mikro kecil dan menengah terdampak, hotel-hotel akan sepi, rugi kita semua karena dampak ikutannya banyak,” ujar Gubernur Sumbar.

Sebelumnya, sejumlah pemilik usaha makanan dan minuman di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatra Barat mulai merasakan imbas kenaikan harga tiket pesawat ditandai dengan sepinya jumlah pembeli.

Salah seorang pengelola Rumah Makan Padang di Bandara Minangkabau Risa mengaku sebelumnya ia bisa mengantongi omzet hingga Rp 7 juta per hari. Namun, sejak Januari bisa mengantongi Rp 3 juta per hari saja sudah syukur.

Akibatnya, restoran Padang yang berada di area pintu keberangkatan penumpangan tersebut mulai mengurangi makanan yang disediakan mengantisipasi tidak terlalu banyak sisa. Kami khawatir juga kalau ini terus berlangsung bisa ditutup karena tidak seimbang pemasukan dengan sewa tempat,” kata dia seperti dilansir Antara.

Tidak hanya rumah makan Padang, Suci karyawan gerai Soto di Bandara Minangkabau juga mengaku pengunjungnya berkurang hingga 30 persen. Jika satu hari bisa mencapai 100 orang yang makan, sekarang 70 orang sudah banyak.

Beranjak ke lantai tiga area keberangkatan salah satu lounge yang ada di sana juga mengalami imbas. Menurut Ana pengelola lounge biasanya dalam sehari mereka bisa melayani 50 penumpang namun sekarang turun jadi 30 penumpang

Mesik lounge kerap disinggahi kalangan berduit untuk bersantap sebelum berangkat sejak tiket pesawat naik ikut terimbas. Demikian juga dengan gerai bakso yang ada di ruang tunggu keberangkatan juga terkena imbas dengan penurunan jumlah konsumen hingga 30 persen sehari.
Semua pengelola usaha tersebut berharap harga tiket kembali normal. Sehingga penumpang jadi ramai di bandara.

Di tempat terpisah, kenaikan harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar tidak saja memukul pariwisata, tetapi juga berdampak terhadap hunian hotel. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya banyak wisatawan lokal terpaksa mengatur ulang jadwal kunjungan mereka sampai harga tiket turun.

“Terutama wisatawan lokal, ada yang mengatur ulang jadwal kunjungan karena kenaikan harga tiket pesawat,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) NTT Abed Frans kepada Media Indonesia di Kupang, Selasa (12/2).

Wisatawan berharap penaikan harga tiket tidak berlangsung lama. Pasalnya, dunia usaha seperti pedagang suvenir dan penyedia bahan makanan di hotel-hotel, dan perusahaan tour and travel juga ikut terpukul.

Walaupun di sisi lain, menurut Abed, kondisi tersebut belum memengaruhi wisatawan asal luar negeri. “Sampai saat ini arus wisatawan dari luar negeri belum terganggu. Hanya saja, mereka mempertanyakan tentang wacana penutupan Komodo,” ujarnya.

Para wisatawan juga sudah diberi penjelasan tentang wacana pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hanya akan menutup Pulau Komodo saja. “Saya berikan penjelasan ke wisatawan hal itu masih wacana. Itupun kalau ditutup hanya Pulau Komodo saja, bukan Taman Nasional Komodo. Mereka masih bisa melihat komodo di pulau lain seperti Rinca dan Padar dan juga mengunjungi obyek wisata lainnya,” ujarnya.

Abed juga minta maskapai meninjau lagi kebijakan bagasi berbayar tersebut karena dikhawatirkan berdampak terhadap wisatawan asing. “Tidak mungkin wisatawan asing itu hanya membawa bagasi tujuh kilogram saja,” katanya sambil menambahkan pengelola wisata ingin wisatawan tinggal lama di salah satu destinasi wisata. (NDY)

Presiden Jokowi Cabut Larangan Rapat di Hotel

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Polemik larangan rapat di hotel mendapat perhatian serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Polemik semakin menggema saat ulang tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ke-50 di Jakarta, Senin (11/2/2019) malam. Karen itu Presiden Jokowi secara resmi mencabut larangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengenai rapat di hotel.

Pencabutan larangan itu merupakan respons kilat Jokowi atas keluhan dari PHRI, yang menganggap larangan rapat di hotel itu bisa memberi tekanan bagi pertumbuhan sektor perhotelan dan restoran di Tanah Air. Meski begitu, kepala negara mengaku baru mengetahui larangan tersebut.

“Soal statement Mendagri, tadi baru saja saya diberitahu. Itu tidak akan ditindaklanjuti. Baru saja tadi saya dikasih tahu, coba langsung ke Mendagri dan katanya tidak ditindaklanjuti, ya dicabut” lontar kepalanegara yang sontak disambut para pengusaha hotel dan restoran yang hadir dalam acara tersebut. “Hore…” teriak para pengusaha kompak.

Mantan Walikota Solo dan Gubenur DKI Jakarta melanjutkan akan terus berupaya menciptakan kebijakan-kebijakan yang mampu membangun sektor kepariwisataan, termasuk industri hotel dan restoran. Begitu pula dalam membuat kebijakan yang dikeluarkan melalui masing-masing kementerian. “Walau ada menteri yang sampaikan masalah rapat di hotel, tapi yang jelas itu bukan presidennya,” lanjutnya.

Sementara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklarifikasi kabar Mendagri Tjahjo Kumolo sempat melarang pegawai negeri sipil (PNS) rapat di hotel. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar Baharuddin menegaskan Menteri Tjahjo tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

“Informasi yang menyatakan Mendagri hendak atau ingin melakukan larangan rapat rapat di hotel adalah informasi yang menyesatkan. Dan pihak yang menginformasikan hal tersebut tidak pernah melakukan konfirmasi kepada Kemendagri,” kata Bahtiar lewat keterangan tertulis, Selasa (12/2).

Bahtiar menerangkan Tjahjo hanya meminta Kemendagri untuk menyusun prosedur operasional standar (SOP). Ia menginginkan PNS dari daerah yang sedang konsultasi anggaran dengan Kemendagri melakukannya di kantor Kemendagri.

Hal itu dilakukan karena pembahasan anggaran merupakan hal rumit dan sensitif. Sementara jika para PNS tersebut butuh menginap, Kemendagri mempersilakan untuk bermalam di hotel. “Arahan untuk susun SOP semata-mata untuk mencegah staf Kemendagri terhindar dari hal-hal yang dapat bermasalah hukum. Jadi sama sekali tidak ada larangan rapat-rapat di hotel,” ujar Bahtiar.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani sempat mengungkapkan beberapa curahan hati (curhat) dari para pengusaha sektor hotel dan restoran kepada kepala negara. Salah satunya mengenai larangan rapat di hotel dari Mendagri. “Itu akan memukul pariwisata, termasuk perhotelan dan restoran. Kalau alasannya efisiensi, maka seharusnya ada pengelolaan anggaran yang lebih baik di masing-masing kementerian, bukan larang rapat di hotel,” katanya pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, para pengusaha wajar khawatir dengan larangan ini karena kebijakan serupa pernah diterapkan pula oleh Yuddy Chrisnandi yang pernah menjabat sebagai menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi pada awal pembentukan Kabinet Kerja.

Kala itu, Yuddy menilai rapat di hotel hanya membuat penggunaan anggaran tidak efisien. Namun belakangan, larangan itu dicabut karena didesak oleh industri. “Tapi kalau diingat, kebijakan KemenPAN-RB dulu itu diikuti kementerian lain dan BUMN, itu sempat membuat keuntungan industri ini turun sekitar 20 persen dan pemulihan dari kebijakan itu membutuhkan waktu sekitar satu tahun,” jelasnya sambil menambahkan tak ingin hal itu kembali terulang, Hariyadi meminta Jokowi agar segera mencabut larangan dari Mendagri. (NDY)

Dubai Bangun Kolam Renang Ikonik Tertinggi di Dunia Untuk Jaring Wisman

this formate

Proyek kolam renang tertinggi di dunia tengahdi garap pengembang Nakheel Grup di Dubai

DUBAI, bisniswisata.co.id: The Palm Tower, Dubai, proyek bernilai hampir Rp 4.6 triliun, berlantai 52 yang terdiri dari hotel dan perumahan ikonik di Palm Jumeirah akan dilengkapi salah satu kolam renang tertinggi di dunia

Nobel Afiansyah dari Zeno Group  Indonesia mewakili Dubai Tourism mengatakan proyek infinity pool tertinggi di dunia ini tinggi 210 meter dan luas sebesar 775 meter persegi dan menjadi salah satu kolam renang tertinggi di dunia.

Kolam dibangun berbatasan langsung dengan keempat sisi bangunan The Palm Tower sehingga akan menawarkan panorama pemandangan Palm Jumeirah, Teluk Arab, dan gedung pencakar langit Dubai yang tak tertandingi.

Kolam renang yang dapat menampung 930.000 liter air tersebut berada di lantai 50 The Palm Tower. Di atas kolam renang tersebut akan dibangun podium yang dapat menaungi restoran spesial sebagai lantai 51 dan balkon publik untuk melihat pemandangan atau viewing deck dari ketinggian 240 meter di lantai 52.

Terletak di jantung Palm Jumeirah yang terkenal di dunia, The Palm Tower terdiri dari St. Regis hotel yang memiliki 289 kamar, 432 tempat tinggal mewah serta menyediakan berbagai fasilitas mulai dari makanan sampai fasilitas bersantai.

Hotel ini menempati 18 lantai pertama dari The Palm Tower, sementara studio berfurnitur lengkap, apartemen berkamar satu, berkamar dua dan yang berkamar tiga menempati lantai di atasnya.

Kehadiran proyek kolam renang tertinggi di dunia ini bagi Dubai Tourism akan menjaring kunjungan wisatawan mancanegara ke Uni Emirate sebagai tujuan wisata terkemuka di dunia dan pusat komersial serta menarik investasi pula.

Proyek ini dibangun oleh Nakheel, perusahaan property terkemuka di dunia  yang berkontribusi pula untuk mewujudkan visi Dubai abad 21 yaitu menciptakan  destinasi tempat tinggal kelas dunia, bisnis, dan pariwisata.

Nakheel  terus meningkatkan portfolio yang terdiri dari proyek ikonik Dubai di sektor perumahan, ritel, perhotelan, dan rekreasi. Proyek yang dikerjakannya meliputi Palm Jumeirah, The World, Deira Islands Jumeirah Islands, Jumeirah Village, Jumeirah Park, Jumeirah  Heights, The Gardens, Discovery Gardens, Al Furjan, Warsan Village, Dragon City, International City, Jebel Ali Gardens and Nad Al Sheba.

Seluruh konstruksi tersebut membentang lebih dari 15.000 hektar dan saat ini menyediakan tempat tinggal bagi lebih dari 270.000 orang. Nakheel memiliki sekitar 25.000 unit rumah yang sedang atau akan dibangun.

Unit ritel Nakheel, Nakheel Malls, adalah pengembang ritel terbesar di Timur Tengah dengan ruang yang siap disewa seluas 17,5  juta kaki persegi di 19 proyek, termasuk mall dan souks (pasar Arab) berskala besar, destinasi F&B, dan pusat perbelanjaan komunitas.

Tekan Harga Tiket, Menkeu Kaji PPN Avtur

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kesediaannya untuk mengkaji besaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas avtur agar setara dengan negara-negara lain mengingat masalah tersebut dituding sebagai penyebab tingginya harga tiket pesawat terbang, industri perhotelan dan pariwisata tanah air.

“Kalau penerapan PPN itu adalah sama, kita akan berlakukan sama. Jadi kita lihat supaya tidak ada kompetisi tidak sehat antara Indonesia dengan yang lainnya,” kata Sri Mulyani merespon pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku menerima banyak keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan di dalam negeri.

Syaratnya, lanjutnya, asalkan PPN terbukti menjadi komponen yang memberatkan harga avtur dan berimplikasi pada kenaikan tarif penerbangan. Sesuai Undang-undang Nomor 42 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, avtur termasuk dalam objek yang terkena PPN sebesar 10 persen.

Sementara itu, formulasi harga avtur telah direvisi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019 bahwa Harga Jual Eceran = (MOPS) + Rp3.581 per liter + margin (10 persen dari harga dasar). “Jadi nanti kami akan lihat saja kalau memang (PPN) ada implikasinya (ke harga avtur),” lontarnya.

Karena itu pemerintah akan membandingkan PPN avtur di Indonesia dengan tarif di negara-negara lain. Tarif PPN ini sebelumnya telah dikeluhkan oleh dunia usaha karena menjadi beban yang dikonversikan oleh maskapai penerbangan ke harga tiket pesawat.

“Kalau itu sifatnya level of playing field, kita bersedia membandingkan dengan negara-negara lain, Singapura, Malaysia. Kalau treatment PPN itu adalah sama, kita akan berlakukan sama. Jadi, kita lihat supaya kita enggak ada kompetisi tidak sehat antara Indonesia dengan yang lainnya,” kata Menkeu di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Tarif PPN atas transaksi avtur untuk keperluan angkutan udara di Indonesia mencapai sebesar 10 persen. Tarif tersebut sudah dibebankan sejak 2003. Sementara, tarif PPN atas penyerahan avtur di negara-negara tetangga di Asia Tenggara, masih berkisar satu digit, jelasnya.

“Jadi saya masih menunggu hasil pembicaraan antara Presiden Joko Widodo dengan PT Pertamina (Persero). Namun, jika memang pajaklah yang membuat harga avtur tinggi, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk mengkaji ulang pajak avtur,” sambungnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menilai , tingginya harga tiket pesawat ini karena harga bahan bakar pesawat yaitu avtur di Indonesia ternyata sangat mahal.

“Saya terus terang juga kaget, dan malam hari ini juga saya baru tahu tadi dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur. Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/2) malam.

Kepala negara akan mengundang Dirut Pertamina terkait tingginya harga avtur di dalam negeri itu. Ia menegaskan, pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga internasional. Kalau tidak bisa, berarti pemerintah akan masukkan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi. “Ya pilihan-pilihannya kan hanya itu, sudah enggak ada yang lain. Karena memang, ini sangat-sangat mengganggu sekali,” tegas Presiden. (NDY)

Festival Kebhinekaan ke 2 Dorong Masyarakat Memahami Toleransi Beragama

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Kebhinekaan 2 akan dilaksanakan kembali pada 21- 24 Februari 2019 dengan lokasi utama di Wahid Institute/ Griya GusDur,Jakarta Pusat dengan skala lebih besar dan melibatkan beragam komunitas yang mempunyai kepedulian yang sama.

“ Kali ini penyelenggaraan secara khusus menargetkan audiens Generasi Muda dan para millineals. Di tahun 2019 ini, semua rangkaian acara Festival Kebhinekaan 2 akan terbuka untuk umum dan gratis,” kata Ira Lathief, Festival Director sekaligus pendiri Khairiyah of Indonesia, penggagas Festival Kebhinekaan, hari ini.

Menurut Ira, berdasarkan sebuah survey yang dirilis Setara Institute di tahun 2017 dan 2018 mengungkapkan bahwa Jakarta termasuk dalam 10 kota yang paling rendah tingkat  toleransinya, termasuk dalam hal toleransi beragama dan berkeyakinan.

“Sebagai penduduk Jakarta hal ini tentu membuat kita resah sekaligus prihatin. Selain itu kita juga tak bisa menutup mata dengan kecenderungan meningkatnya ekslusivitas dan intoleransi atas nama agama,” ungkapnya.

Masih banyak pula stigma negatif terkait ras, agama, etnis tertentu, dikarenakan kurangnya dialog dan interaksi untuk membuat satu sama lain saling mengenal lebih baik. Beranjak dari keprihatinan itulah , dirasa perlu adanya suatu gerakan atau tindakan yang bertujuan untuk saling mengenal dan memahami lebih baik penganut agama dan keyakinan yang berbeda, tambahnya.

“Pepatah mengatakan bahwa Tak kenal tanda tak sayang. Karena itulah di awal tahun 2018 digagas sebuah kegiatan bertajuk “Festival Kebhinekaan” atas inisiatif Khairiyah of Indonesia yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran toleransi lintas agama,” kata Ira

Festival Kebhinekaan pertama yang telah dilaksanaan pada bulan April 2018 diisi dengan kegiatan Wisata Bhineka/ Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama, Dialog tentang Toleransi , Pemutaran Film dan Pameran Foto. Festival ini memperoleh respon positif di masyarakat terutama generasi muda/ millenial.

Untuk penyelenggaraan yang kedua kali ini dipilih bulan Februari 2019 dengan pertimbangan di bulan ini identik dengan bulan cinta kasih, dan penyelenggara ingin mengambil momentum tersebut untuk merayakan cinta kasih yang universal.

Di bulan Februari ini juga ada momentum perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang erat kaitannya dengan Gus Dur, dimana di era Presiden Gus Dur dihapuskan kebijakan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa Indonesia.

“Selain itu target pelaksanaan bulan Februari juga  karena masih ada jeda waktu dua bulan sebelum pelaksanaan ajang Pilpres 2019. Dan kami ingin mengambil momentum pelaksanaan Festival Kebhinekaan ini menjadi medium yang mempersatukan berbagai golongan lintas agama,” kata Ira Lathief.

Inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari kolektif individu dan juga kolaborasi beberapa komunitas yang bersedia terlibat dengan kerelaan hati dan mempunyai kepedulian yang sama lewat penggalangan dana.

Dana yang diperlukan untuk penyelenggaran festival ini sekitar Rp 50 juta yang akan digunakan untuk keperluan biaya persiapan, logistik persiapan selama 4 hari acara, biaya konsumsi dan transport para pengisi acara dan relawan yang bertugas selama Event berlangsung serta materi promosi (desain dan print backdrop, banner, spanduk ).

“Kami mengajak masyarakat umum menjadi bagian dari Festival Kebhinekaan yang mempromosikan Toleransi dan Kebhinekaan Indonesia, dengan cara ikut berdonasi melalui penggalangan donasi online di Kitabisa.com. Dengan berdonasi minimal Rp 50.000, donatur bisa menjadi bagian dari gerakan untuk memperkuat Keberagaman dan Kebhinekaan Indonesia,” jelasnya.

Ragam kegiatan yang akan dilaksanakan di Festival Kebhinekaan 2 di antaranya adalah
Wisata Bhineka – Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama, Wisata Napak Tilas Gus Dur Bapak Pluralisme dan Dialog & Sharing tentang isu Keberagaman.

Ada juga pemutaran Film + Diskusi dengan Filmmakers, kegiatan bersih -bersih rumah ibadah lintas agama, belajar menggambar komik tentang keberagaman (untuk anak anak PAUD),
meditasi Cinta Kasih, Seni instalasi mural yang menampilkan pesan Keberagaman serta doa lintas agama.

Khairiyah of Indonesia sebagai inisiator Festival Kebhinekaan 1 & 2, adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan keberagaman dan toleransi melalui ragam medium kreatif. Selain program tahunan Festival Kebhinekaan , program rutin Khairiyah of Indonesia diantaranya adalah Wisata Bhineka/ Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama.

Di bulan Januari 2019, dengan dukungan Indonesia Untuk Kemanusiaan (IKA), Khairiyah of Indonesia berhasil mengadakan Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama yang diikuti ratusan Siswa/Pelajar dan Pendidik di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.