EVENT PENDIDIKAN

Festival Kebhinekaan ke 2 Dorong Masyarakat Memahami Toleransi Beragama

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Kebhinekaan 2 akan dilaksanakan kembali pada 21- 24 Februari 2019 dengan lokasi utama di Wahid Institute/ Griya GusDur,Jakarta Pusat dengan skala lebih besar dan melibatkan beragam komunitas yang mempunyai kepedulian yang sama.

“ Kali ini penyelenggaraan secara khusus menargetkan audiens Generasi Muda dan para millineals. Di tahun 2019 ini, semua rangkaian acara Festival Kebhinekaan 2 akan terbuka untuk umum dan gratis,” kata Ira Lathief, Festival Director sekaligus pendiri Khairiyah of Indonesia, penggagas Festival Kebhinekaan, hari ini.

Menurut Ira, berdasarkan sebuah survey yang dirilis Setara Institute di tahun 2017 dan 2018 mengungkapkan bahwa Jakarta termasuk dalam 10 kota yang paling rendah tingkat  toleransinya, termasuk dalam hal toleransi beragama dan berkeyakinan.

“Sebagai penduduk Jakarta hal ini tentu membuat kita resah sekaligus prihatin. Selain itu kita juga tak bisa menutup mata dengan kecenderungan meningkatnya ekslusivitas dan intoleransi atas nama agama,” ungkapnya.

Masih banyak pula stigma negatif terkait ras, agama, etnis tertentu, dikarenakan kurangnya dialog dan interaksi untuk membuat satu sama lain saling mengenal lebih baik. Beranjak dari keprihatinan itulah , dirasa perlu adanya suatu gerakan atau tindakan yang bertujuan untuk saling mengenal dan memahami lebih baik penganut agama dan keyakinan yang berbeda, tambahnya.

“Pepatah mengatakan bahwa Tak kenal tanda tak sayang. Karena itulah di awal tahun 2018 digagas sebuah kegiatan bertajuk “Festival Kebhinekaan” atas inisiatif Khairiyah of Indonesia yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran toleransi lintas agama,” kata Ira

Festival Kebhinekaan pertama yang telah dilaksanaan pada bulan April 2018 diisi dengan kegiatan Wisata Bhineka/ Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama, Dialog tentang Toleransi , Pemutaran Film dan Pameran Foto. Festival ini memperoleh respon positif di masyarakat terutama generasi muda/ millenial.

Untuk penyelenggaraan yang kedua kali ini dipilih bulan Februari 2019 dengan pertimbangan di bulan ini identik dengan bulan cinta kasih, dan penyelenggara ingin mengambil momentum tersebut untuk merayakan cinta kasih yang universal.

Di bulan Februari ini juga ada momentum perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang erat kaitannya dengan Gus Dur, dimana di era Presiden Gus Dur dihapuskan kebijakan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa Indonesia.

“Selain itu target pelaksanaan bulan Februari juga  karena masih ada jeda waktu dua bulan sebelum pelaksanaan ajang Pilpres 2019. Dan kami ingin mengambil momentum pelaksanaan Festival Kebhinekaan ini menjadi medium yang mempersatukan berbagai golongan lintas agama,” kata Ira Lathief.

Inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari kolektif individu dan juga kolaborasi beberapa komunitas yang bersedia terlibat dengan kerelaan hati dan mempunyai kepedulian yang sama lewat penggalangan dana.

Dana yang diperlukan untuk penyelenggaran festival ini sekitar Rp 50 juta yang akan digunakan untuk keperluan biaya persiapan, logistik persiapan selama 4 hari acara, biaya konsumsi dan transport para pengisi acara dan relawan yang bertugas selama Event berlangsung serta materi promosi (desain dan print backdrop, banner, spanduk ).

“Kami mengajak masyarakat umum menjadi bagian dari Festival Kebhinekaan yang mempromosikan Toleransi dan Kebhinekaan Indonesia, dengan cara ikut berdonasi melalui penggalangan donasi online di Kitabisa.com. Dengan berdonasi minimal Rp 50.000, donatur bisa menjadi bagian dari gerakan untuk memperkuat Keberagaman dan Kebhinekaan Indonesia,” jelasnya.

Ragam kegiatan yang akan dilaksanakan di Festival Kebhinekaan 2 di antaranya adalah
Wisata Bhineka – Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama, Wisata Napak Tilas Gus Dur Bapak Pluralisme dan Dialog & Sharing tentang isu Keberagaman.

Ada juga pemutaran Film + Diskusi dengan Filmmakers, kegiatan bersih -bersih rumah ibadah lintas agama, belajar menggambar komik tentang keberagaman (untuk anak anak PAUD),
meditasi Cinta Kasih, Seni instalasi mural yang menampilkan pesan Keberagaman serta doa lintas agama.

Khairiyah of Indonesia sebagai inisiator Festival Kebhinekaan 1 & 2, adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan keberagaman dan toleransi melalui ragam medium kreatif. Selain program tahunan Festival Kebhinekaan , program rutin Khairiyah of Indonesia diantaranya adalah Wisata Bhineka/ Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama.

Di bulan Januari 2019, dengan dukungan Indonesia Untuk Kemanusiaan (IKA), Khairiyah of Indonesia berhasil mengadakan Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama yang diikuti ratusan Siswa/Pelajar dan Pendidik di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)