DinarStandard dan SalaamGateway telah merilis peringkat terbaru mereka, yang menampilkan sekolah bisnis terkemuka yang menawarkan pendidikan bisnis dan keuangan Islam terbaik.
Peringkat 30 Sekolah Bisnis Terbaik dalam Ekonomi Islam mengevaluasi sekolah bisnis berdasarkan tiga kriteria utama: Kurikulum (45%) – menilai kedalaman program bisnis dan keuangan Islam; Kredibilitas Institusional (35%) – mencerminkan reputasi dan akreditasi akademis global; dan Ekosistem (20%) – mengukur kekuatan lingkungan ekonomi Islam dan kemitraan institusional di sekitarnya.
Malaysia Menjadi Pusat Lanskap Pendidikan Ekonomi Islam Global
Malaysia mendominasi peringkat ini, dengan sembilan dari 30 institusi yang terdaftar. Pusat Internasional untuk Pendidikan Keuangan Islam (INCEIF) yang berbasis di Kuala Lumpur memimpin dengan 86 poin, mencerminkan spesialisasi dalam pendidikan keuangan Islam, dukungan ekosistem yang kuat, dan integrasi industri yang mendalam.
Sekolah Bisnis Universitas Durham yang berbasis di Inggris menempati peringkat kedua dengan skor 84,75, mempertahankan reputasinya sebagai lembaga akademik Barat terkemuka dalam penelitian dan pendidikan keuangan Islam.
Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Malaya di Malaysia menempati peringkat ketiga dengan skor 78,75, semakin memperkuat program bisnis komprehensif dan kuat negara tersebut yang terkait dengan ekonomi Islam.
Investasi Teluk dalam Pendidikan Bisnis
Dalam hal representasi negara, Uni Emirat Arab menempati peringkat kedua dengan empat institusi, sementara tiga institusi yang berbasis di Arab Saudi masuk dalam peringkat tersebut.
Meskipun kurikulum keuangan Islam di seluruh negara Teluk mungkin tidak seluas di negara-negara seperti Malaysia, UEA memiliki beberapa sekolah bisnis bergengsi dan mendapat manfaat dari posisinya sebagai pusat global untuk talenta dan bisnis, membantu menghasilkan pemimpin berpengaruh dalam ekonomi Islam.
Arab Saudi juga telah berinvestasi dalam memperkuat ekosistem pendidikannya, dengan institusi-institusi utama seperti Universitas King Abdulaziz dan Universitas King Fahd untuk Perminyakan dan Mineral (KFUPM) yang terwakili dalam peringkat tersebut.
Pendidikan bisnis menjadi pilar yang semakin penting dalam Visi Saudi 2030, mendukung ambisi diversifikasi ekonomi kerajaan yang lebih luas.
Kebutuhan untuk mendiversifikasi kurikulum Ekonomi Islam dan kemitraan industri
Pendidikan keuangan Islam menonjol sebagai konten kurikulum teratas mengingat hubungan yang kuat antara dunia akademis dan industri yang mendasarinya.
Sementara itu, kesenjangan yang signifikan di sektor lain seperti makanan halal, perjalanan, media, farmasi, kosmetik, dan mode, masih ada.
Oleh karena itu, kemitraan industri yang kuat diperlukan untuk mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dan berorientasi pada tindakan untuk semua aspek ekonomi Islam dan memberikan paparan bisnis praktis.
Sekolah bisnis terkemuka
Di luar 30 sekolah teratas, studi ini juga mengidentifikasi sekolah bisnis terkemuka dengan kekuatan yang muncul dalam program dan penelitian terkait ekonomi Islam.
Institusi-institusi tersebut meliputi Sekolah Ekonomi dan Manajemen Universitas Hamad Bin Khalifa (Qatar), yang meluncurkan sekolah bisnisnya pada tahun 2025, Sekolah Bisnis Rabat (Maroko), Universitas Istanbul Sabahattin Zaim – Fakultas Ilmu Bisnis dan Manajemen (Turki).
Sekain itu Perguruan Tinggi Bisnis dan Kewirausahaan Pangeran Mohammed Bin Salman (Arab Saudi), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tazkia (Indonesia), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional Kazakh Al-Farabi (Kazakhstan).









