Paket Wisata Jogja Heboh, Belum Mampu Hebohkan Okupansi Hotel

0
462
Sebuah hotel di Yogyakarta dengan pemandangan Gunung Merapi (Foto: Booking.com)

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIYogyakarta menilai paket wisata murah “Jogja Heboh” yang diluncurkan 27 Januari 2018, ternyata hingga saat ini belum mampu menghebohkan bisnis perhotelan di Kota Yogya. Dengan kata lain, Paket wisata itu belum mampu secara signifikan menaikkan okupansi hotel.

“Jadi belum banyak peminatnya. Kami perkirakan baru mampu meningkatkan 5 persen tingkat hunian kamar hotel,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Senin (12/2/2018)

Seperti dilansir laman Antaranews, sejak awal Januari 2017 hingga saat ini rata-rata okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Yogyakarta, baik berbintang maupun nonbintang (melati) di DIY masih berkisar 30-50 persen.

Karena paket itu hanya diberlakukan selama Februari, menurut dia, PHRI DIY terus menggencarkan dan mempromosikan selebaran paket itu melalui pusat-pusat informasi pariwisata dan sejumlah maskapi penerbangan. “Kami belum bisa memastikan angkanya karena biasanya pemesanan melalui masing-masing hotel dan agen travel kami yakin pemesanan masih bisa meningkat,” kata dia.

Dilanjutkan, terobosan paket-paket wisata murah seperti “Jogja Heboh” memang penting dilakukan, mengingat masing-masing hotel harus saling bersaing mengingat jumlah kamar hotel di DIY yang dinilainya sudah over supply. Juga sekarang ini tengah musim low season, sehingga perlu terobosan dengan Jogja heboh ini.

Sebanyak 40 hotel berbintang yang berpartisipasi dalam program “Jogja Heboh” menawarkan diskon tarif menginap hingga 60 persen. Bahkan, biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan paket perjalanan murah serta menawarkan destinasi-destinasi wisata baru dan menarik di Yogyakarta.

Sedangkan maskapai penerbangan nasional yang dilibatkan dalam program wisata murah Jogja Heboh antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Nam Air, serta Batik Air. (NDHYK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here