Keluarga Alumni Universitas Pancasila ( KAUP) Terus Bina Komunitasnya  

this formate

Dikki Akhmar, Ketua KAUP ( ke dua dari kanan) dan penyelenggara reuni memotong tumpeng Milad UP ke 53 tahun.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 25 komunitas dibawah naungan Keluarga Alumni Universitas Pancasila ( KAUP) menghadiri reuni antar angkatan dan Fakultas di kampus Pasca Sarjana Universitas Pancasila, Jl Borobudur, Jakarta, Minggu pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 6.00 pagi hingga 18.00 itu sedikitnya dikunjungi 250 orang alumni sambil bernostalgia dengan kampus lama. Mereka kulineran masakan dari berbagai daerah dan menikmati penampilan band serta berfoto bersama.

Larry, panitia dan kordinator reuni  KAUP mengatakan ada 25 komunitas di bawah organisasi alumni seperti riders commnity, fun bike, fun walk, billiar, hockey, komunitas lari, golf, bowling, mancing, basket, bola kaki hingga keluarga alumni paduan suara Universitas Pancasila.

” Kami sering mengadakan acara, kali ini menyambut ulang tahun ke 53 Universitas Pancasila ada bazaar, kuliner, senam bersama dan beragam hiburan,” kata Larry.

Alumni Fakultas Tekhnik Sipil UP angkatan 1981 ini mengatakan dari kegiatan ini pihaknya juga dapat meningkatkan data base alumni serta sosialisasi kartu anggota alumni Universitas Pancasila yang juga berfungsi sebagai kartu debet bekerjasama dengan BNI.

“Selain itu kami memfasilitasi 25 komunitas di bawah KAUP untuk membuat berbagai macam kegiatan yang dapat mendekatkan para alumni dan mahasiswa di kampus baru di Srengseng Sawah,” 

Sementara itu Dikki Akhmar, Ketua KAUP yang baru sebulan menjabat mengatakan selain ajang silaturahim, kegiatan ini juga untuk mengajak para alumni berkontribusi pada almamaternya dalam menularkan virus entrepreneurship dan best practise.

” Kami mengundang alumni berbagi ilmu praktis, memberikan pelatihan atau kursus pada mahasiswa untuk bekal hidup mandirinya di masyarakat,” kata Dikki Akhmar yang juga Ketua Asososiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia.

Dia ingin para alumni yang sudah sukses sebagai pengusaha, anggota parlemen bangga dengan almamaternya dan berbagi pengalaman serta ilmunya di Universitas Pancasila.

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor III, Agus Purwanggana yang membina mahasiswa dan alumni juga berharap kegiatan reuni alumni bisa lebih mendekatkan diri dengan almamaternya.

” Banyak alumni yang punya nama besar dan duduk sebagai anggota dewan yang terhormat kita harapkan berkontribusi pada almamaternya. Untuk kegiatan reuni seperti ini semoga bisa diselenggarakan lebih besar dan gaungkan kemana-mana,” kata Agus.

Ketua panitia Larry ( kiri) dan keseruan reuni lintas angkatan dan Fakultas dan kehadiran Indro Warkop

IGAB. Komang Wijaya Adhi, SH. MH, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah yang juga alumni Fakultas Hukum mengatakan hal senada agar acara milad bisa dipersiapkan lebih besar dengan alumni yang lebih banyak.

Pria yang berdomisili di Palu ini meringankan langkah untuk datang meski harus menyediakan waktu, biaya yang cukup tinggi demi berjumpa dengan rekan-rekannya seangkatan saat berkuliah dulu di Jakarta.

” Saya beruntung datang karena masih berjumpa teman-teman semasa muda. Banyak juga yang sudah pensiun tapi kita punya keluarga dan anak-anak yang bisa meneruskan silaturahmi bahkan mungkin bisa bersinergi dalam bisnis dan menambah networking,” kata pria yang akrab dipanggil Agung.

Hal yang sama diungkapkan pula oleh komedian Indro (Indrodjojo Kusumonegoro) atau disapa Joy yang sejak dibangku kuliah namanya tersohor dalam grup Warkop Prambors atau Warkop bersama Dono (Wahjoe Sardono) dan Kasino (Kasino Hadiwibowo).

“Saya aktif kegiatan kampus karena sebagai akademisi juga. Sekarang setelah jadi alumni puluhan tahun juga tetap aktif dengan kegiatan yang diprogram KAUP. Kita membutuhkan komunitas seperti ini dan menikmati kebersamaan di masa tua,” kata Indro yang langsung spontan mengisi acara di panggung dengan melawak dan bernyanyi lagu-lagu memory.

Indro dan almarhumah istrinya, Nita sama-sama kuliah di Universitas Pancasila jl Borobudur yang berdekatan dengan rumah mantan Gubernur DKI Jakarta alm Ali Sadikin dan Radio Prambors.

Mantan atlit sprinter, M. Harianto yang juga alumni UP merasa senang dengan kegiatan reuni dan bazaar sambut milad ke 53 almamaternya. ” Reuni dalam Islam bukan hanya menjaga silaturahim tapi juga memperpanjang umur dan membuka rejeki. Oleh karena itu saya datang paling awal,” kata Harianto.

Adik dari M. Sarengat yang dijuluki manusia tercepat di Asia ini mengaku masa kuliah hingga menjadi sarjana hukum di Universitas Pancasila banyak dibantu teman-temannya belajar karena banyak absen dan harus bertanding membawa nama bangsa dan negara.

Lahir dari keluarga atlit, Harianto mengaku sangat menikmati acara temu alumni lintas angkatan ini dan berharap eventnya bisa lebih besar dan promosinya juga nasional karena alumni sudah tersebar ke mancanegara.

“Kita harus bangga sebagai bagian dari KAUP dan mendukung program-programnya yang terus mendekatkan alumni dengan almamaternya termasuk juga adik-adik mahasiswa di kampus UP sekarang di Srengseng Sawah sehingga ada hubungan batin dan networking yang kuat,”. kata Harianto.

Linda Rheins, alumni Fakultas Farmasi UP angkatan 1987 juga hadir dengan penuh semangat sekaligus untuk menularkan cara hidup sehat dan bugar yang menjadi passionnya. Wanita yang tetap cantik dan awet muda ini sekarang menjabat sebagai Wakil Sekjen KAUP.

“Saya terus mendukung program-program almamater dari sejak  kuliah hingga lulus. Oleh karena itu kami mengundang para alumni dimanapun berada berbagi best practise dalam menjalanjan bisnis, organisasi pemerintahan dan ilmu lain yang dimiliki,” kara Linda Rheins.

Dengan 25 komunitas di dalamnya, KAUP banyak melakukan kegiatan amal dan kepedulian dan kini saatnya juga untuk membuat event-event besar untuk memiliki kemanpuan finansial guna berbagi terutama dengan keluarga besar dan masyarakat di sekitarnya.

” Tahun 1990 an Universitas Pancasila juga bertabur atlit, artis, alumni sudah banyak yang jadi anggota DPR/ MPR beserta jabatan terhormat lainnya. Jadi mari kita kumpulkan data base alumni per angkatan yang baik sehingga bisa lebih banyak berbuat untuk keoentingan umat,” tegasnya seraya mengakhiri obrolan.

2020, G-Land Dipilih Jadi Lokasi World Surf League

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Pantai Plengkung atau dikenal G-Land Banyuwanfi terpilih sebagai lokasi Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) Championship Tour seri ketiga, yang akan digelar pada 4 hingga 14 Juni 2020.

Kabar gembira mengenai dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah selancar dunia itu disampaikan Manajer World Surf League (WSL) Asia Steven Roberston dan WSL yang merupakan badan pengelola ajang selancar dunia. WSL Championship Tour merupakan liga selancar paling bergengsi di dunia, terdiri atas 11 ajang selancar yang biasanya dimulai sejak April hingga Desember setiap tahunnya di berbagai pantai di dunia.

Tahun ini, WSL Championship Tour digelar di Australia, Amerika Serikat, Brazil, Hawaii, Tahiti, Afrika Selatan, Portugal hingga Prancis. Dan tahun 2020, G-Land mendapat kesempatan emas sebagai tuan rumah yang pastinya akan dibanjiri wisatawan mancanegara serta para peselancar dunia.

“Kami sudah bertemu tim WSL Asia, Rapat WSL di AS memutuskan satu dari 11 seri kompetisi selancar terbaik dunia 2020 akan digelar di Banyuwangi. Ini kalau di tenis ya semacam grand slam-nya yang hanya empat ajang dalam setahun. Jadi ini sangat membanggakan bagi Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, seperti diunduh laman Republika, Sabtu (02/11/2019).

Dilanjutkan, banyak daerah di belahan dunia lain yang sangat berminat menjadi tuan rumah. Dan tahun 2020 Banyuwangi dipilih oleh WSL. “Saya akan sampaikan kabar baik ini ke Gubernur Jatim Ibu Khofifah dan pemerintah pusat agar bisa dimanfaatkan sebagai momen menggaungkan pariwisata Banyuwangi, Jatim, dan Indonesia,” lontar Bupati Banyuwangi.

Menurutnya, momen WSL Championship Tour ini, sangat sayang untuk dilewatkan karena event ini menduduki peringkat atas liga olahraga yang digemari penduduk dunia setelah sepak bola dan basket. Bahkan keterikatan sosial dalam ajang ini sangat tinggi, bahkan WSL Championship Tour di dunia maya selalu mampu mengalahkan MotoGP yang hanya menduduki peringkat 9.

“Penyelenggaraan WSL akan diliput belasan TV asing yang cakupannya bisa mencapai 643 juta penonton,” kata Anas mengutip data WSL. “Ajang ini secara ekonomi bakal sangat menggerakkan ekonomi lokal karena setelah ajang tersebut para penggemar selancar seluruh dunia pasti akan semakin tertarik ke Banyuwangi,” tambahnya.

Manajer WSL Asia Steven Robertson menilai Banyuwangi dipilih karena perhatian pemerintah daerahnya yang cukup besar pada pengembangan olahraga wisata.
“Saat pertemuan di Amerika Serikat, kami memilih G-Land sebagai satu dari 11 seri yang akan kami gelar pada 2020. Kami siapkan dana USD 2,5 juta setara sekitar Rp35 miliar. Saya pikir Banyuwangi adalah daerah yang tepat karena pemerintahnya sudah terbiasa menggelar kegiatan olahraga wisata,” kata Steven sebagaimana ditirukan Azwar Anas.

Steven menjelaskan, G-Land dipilih karena tidak hanya punya ombak bagus, namun lokasinya yang berada di kawasan taman nasional yang memiliki keelokan tersendiri. “Ini akan menjadi cerita menarik bagi peselancar dunia. Mereka bakal berselancar di pantai yang berada di tengah hutan elok. pengalam semacam ini akan menjadi cerita positif di kalangan peselancar seluruh dunia,” tuturnya

Surga tersembunyi ini berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dan hutan ini telah ditetapkan sebagai geopark nasional dan Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO. G-Land dikenal salah satu lokasi selancar terbaik di dunia karena ombaknya yang khas, besar dan membentuk terowongan.

Pantai Plengkung tak pernah sepi dengan turis mancanegara. Selain menyimpan keindahan dan tantangan bagi wisatawan yang menyukai wisata adventure ini juga menjadi tujuan utama untuk melakukan selancar. Pantai Plengkung berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan berada di timur Teluk Grajagan.

Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi, menjadikan Pantai Plengkung sebagai salah satu destinasi tersembunyi yang masih terjaga keutuhannya.

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus membelah hutan di Taman Nasional Alas Purwo. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang memiliki ketinggian ombak mencapai 6 hingga 8 meter dan panjang dua kilometer.

Kondisi tersebut yang menjadikan pantai ini sebagai tujuan wajib bagi para peselancar. Bahkan disebut Plengkung masuk ke dalam tujuh ombak terbaik dunia dan menempati posisi kedua setelah Hawaii.

Jenis ombak yang ada di Plengkung, terdiri atas tiga. Antara lain Kong Waves dengan tinggi ombak mencapai 6-8 meter; Speedis Waves dengan ketinggian 5-6 m dan Many Track Waves yang memiliki ketinggian 3-4 m. Juga ada ombak tingkat terakhir yakni Many Track yang biasa digunakan peselancar pemula untuk mengasah skill peselancar.

Dengan jenis ombak yang dimiliki Pantai Plengkung, tak heran jika pantai tersebut pernah menjadi lokasi utama lomba surfing tingkat Internasional seperti Banyuwangi G-Land International Team Challenge. Beberapa negara seperti Australia, Prancis, Inggris, Amerika, Selandia Baru, dan Indonesia turut mengirim delegasi negaranya masing-masing untuk mengikuti ajang tersebut.

Disebut G-Land karena lengkunga pantainya berbentuk huruf G yang melekat pada G-Land juga mengarah pada Teluk Grajagan, tempat di mana Pantai Plengkung berada. Di sisi lain huruf G diambil dari kata Green, yang mengarah pada letak Pantai Plengkung sebagai sebuah green forest. Selain itu huruf G juga berasal dari kata Great, berkat ombak Pantai Plengkung yang besar, panjang, dan penuh.

Selain Pantai Plengkung, pengunjung juga bisa menikmati panorama alam Taman Nasional Alas Purwo lainnya seperti padang stepa dan segala habitat yang hidup bebas di dalamnya, yang juga menakjubkan dan tak kalah menarik untuk disaksikan. (ndy/republika)

Panggung Pertunjukkan, Makanan Jiwa bagi Maudy Koesnadi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tidak hanya pandai berakting di depan kamera, Maudy Koesnaedi juga seorang aktris yang mengagumkan saat berada di atas panggung teater. Bahkan, perempuan berusia 44 tahun ini mengaku lebih menyukai panggung pertunjukan ketimbang layar kaca maupun perak.

”Saya suka sekali berada di atas panggung pertunjukan. Buat saya, itu merupakan ‘makanan’ buat jiwa saya. Ada kepuasan tersendiri bisa main di atas panggung, dan itu perlu buat saya,” kata pemeran Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan seperti dilansir laman Beritasatu, Jumat (01/11/2019).

Menurut ibu satu anak ini, terselip kepuasan tersendiri ketika beradu peran di atas panggung bila dibandingkan di depan kamera, atau duduk di bangku produser. Terlebih lagi, saat dirinya mendapat sederet tantangan baru di setiap lakon yang ia mainkan.

Pada pertunjukan wayang orang Sang Sukrasana yang akan digelar pada 17 November 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Maudy tak menampik bahwa dirinya memiliki kendala ketika harus menyanyikan tembang Jawa tradisional (nembang) secara langsung.

“Tantangan terbesar kalau disuruh nembang karena nada musik gamelan itu sepertinya terbatas, enggak seluas piano atau alat musik modern. Jadi saya harus menyesuaikan dengan nada gamelan dan itu biasanya sangat tinggi dan sulit untuk digapai. Apalagi saya bukan penyanyi,” tambah peraih Penghargaan: Piala Vidia untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik 2011 (Si Doel Anak Sekolahan)

Selain karena kepuasan dan pengalaman yang ia dapatkan, None Jakarta 1993 itu selalu terdorong untuk terus mendukung segala kegiatan tentang budaya. Hal ini ia lakukan demi melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

”Saya pribadi selalu ingin mendukung dan ikut terlibat dengan kegiatan yang bernapaskan budaya, melalui bentuk apapun. Memperkenalkan budaya ke generasi muda juga bisa menyampaikan rasa cinta budaya ini dalam bentuk dan media apapun,” ungkap pemain film Ave Maryam ini.

Selain tampil di panggung Wayang Orang, juga tampil di Teaterikal persembahan Komunitas Panggung Bercerita yang di prakarsai Maudy Koesnaedi ini mengangkat kisah kehidupan dan budaya Orang Rimba, masyarakat adat yang masih tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi.

Selain itu, Maudy Koesnaedi ikut terlibat dalam pertunjukan wayang orang bertajuk, “Aryo Penangsang” yang akan digelar pada Minggu, 5 November 2017. Dalam pertunjukan yang diadakan oleh Yayasan Alumni SMA 6 Jakarta itu, dirinya akan berperan sebagai Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat adalah seorang ratu yang memiliki dendam kesumat karena suaminya dibunuh oleh Aryo Penangsang. (ndy/beritasatu)

September 2019, Kunjungan Turis Asing Turun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah kunjungan turis asing yang datang ke Indonesia sepanjang September 2019 tercatat hanya 1,40 juta kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 10,10 persen dibandingkan Agustus 2019 yang mencapai 1,56 juta kunjungan

“Penurunan ini karena selesainya peak season Juni, Juli, Agustus. Sementara pada bulan September liburan sudah selesai dan mereka harus kembali bekerja. Juga bulan September dilanda bencana alama serta aksi unjuk rasa di Jakarta dan beberapa daerah sehingga mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),” papar Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers di gedung BPS Jakarta, Jumat (1/11/2019)

Namun, lanjut dia, bila dibandingkan dengan September 2018 yang mencatat kunjungan wisman sebanyak 1,37 juta, jumlah kunjungan wisman pada September 2019 mengalami peningkatan sebesar 2,15%.

Secara kumulatif dari periode Januari 2019 – September 2019, kunjungan wisman naik 2,63% menjadi 12,27 kunjungan. Sementara dari periode yang sama pada tahun lalu hanya mencatat 11,96 juta kunjungan.

Untuk ke depannya, Suhariyanto juga melihat ada tantangan tentang bagaimana menarik wisman dalam jumlah besar. Apalagi dengan pemerintah dan kabinet baru yang sudah membuat kebijakan dengan menciptakan destinasi wisata utama dari sekian banyak tempat wisata menarik. “Tidak hanya dari pemandangan saja, tetapi juga dari sisi budaya,” tambah Suhariyanto.

Suhariyanto berharap terobosan yang dilakukan oleh pemerintah ini bisa mengundang wisman untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan kunjungan wisman yang meningkat, tentu menguntungkan karena juga bisa menghasilkan cadangan devisa.

Sedangkan berdasarkan pintu masuk datangnya wisman tidak ada perubahan. Melalui pintu udara masih mendominasi sebanyak 902,19 ribu, pintu masuk laut sebanyak 332,32 ribu kunjungan dan pintu masuk darat sebanyak 165,86 ribu kunjungan.

Secara kumulatif, Januari-September 2019, jumlah kunjungan wisman telah mencapai 12,27 juta kunjungan. Jumlah ini naik 2,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 11,96 juta kunjungan. Jumlah kunjungan ini terdiri dari pintu masuk udara sebanyak 7,4 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 3,14 juta dan pintu masuk darat sebanyak 1,74 juta kunjungan.

Dari golongan negara wisman, Suhariyanto memerinci wisman paling banyak berasal dari Malaysia, dengan persentase 17% atau 233.800. Disusul wisman asal China sebesar 173.100 atau setara 12%, dan wisma asal Singapura sebanyak 159.500 atau persentase 11%. (end)

23 November – 1 Desember 2019, Rumah Sakit Apung Hadir di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Terbatasnya fasilitas kesehatan dan kurangnya jumlah tenaga medis membuat akses kesehatan masyarakat di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T) terhambat. Terkadang fasilitas kesehatan cukup memadai, namun tenaga medisnya tidak tersedia. Tidak jarang kondisi sebaliknya pun kerap terjadi.

Berdasarkan data National Research of Health Facilities 2017 di Papua dan Maluku dengan jumlah penduduk 7.3juta, satu orang dokter harus menangani 4.000 pasien, sedangkan satu orang dokter di Jakarta yang berpenduduk mencapai 10.5juta menangani 350 pasien. Ditambah lagi, buruknya akses transportasi menjadi kendala berlapis saat masyarakat hendak menjangkau bantuan kesehatan.

Kesehatan menjadi modal utama sebagian besar masyarakat di daerah terpencil untuk melanjutkan hidup. Bertani, berkebun, beternak, dan mencari ikan menjadi jenis pekerjaan masyarakat di daerah terpencil yang menuntut kondisi kesehatan prima. “Masalah kesehatan menjadi kendala besar karena jika tidak bisa bekerja maka tidak ada penghasilan pada hari itu. Seluruh anggota keluarga jadi taruhannya,” ucap Pendiri Yayasan Dokter Peduli, dr. Lie Dharmawan dalam keterangan resminya diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (01/11/2019).

Atas latar belakang tersebut dr. Lie dan tim Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE akhirnya memutuskan untuk fokus memberikan pelayanan di bidang kesehatan secara gratis bagi masyarakat di wilayah terpencil Indonesia. Pelayanan medis yang dilakukan doctorSHARE dengan sistem “jemput bola” yakni tim medis datang langsung ke lokasi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Selama perjalanan 10 tahun sejak berdiri pada 19 November 2009, doctorSHARE telah melakukan 3.291 operasi mayor, 5.538 operasi minor, 2.464 perawatan gigi, 58.859 pelayanan rawat jalan dan konsultasi, penyuluhan kesehatan kepada 11.856 warga, serta 2.227 USG pemeriksaan kandungan.

“Layanan kesehatan tersebut diberikan melalui beberapa program diantaranya Rumah Sakit Apung (RSA), Dokter Terbang, Klinik Tuberkulosis, dan Panti Rawat Gizi (PRG). Khusus RSA sejauh ini telah berkembang menjadi tiga unit,” tutur dr. Lie.

RSA Nusa Waluya II menjadi program layanan kesehatan terbaru dari doctorSHARE. Rumah sakit yang berdiri di atas sebuah tongkang (barge) ini dirilis pada November 2018. Pelayanan yang diberikan setara rumah sakit tipe C di darat dan memiliki jangka waktu pelayanan yang lebih lama di wilayah kepulauan.

Sebelum berlayar ke Jakarta, RSA Nusa Waluya II berlabuh di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu pada 16 November 2018 hingga 15 Februari 2019. Tim relawan bersama RSA Nusa Waluya II membantu pemulihan pasca-bencana yang melanda Sulawesi Tengah. Rusaknya sejumlah fasilitas kesehatan akibat bencana membuat masyarakat kesulitan saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Selama di Palu, kami memberikan layanan pengobatan umum, bedah mayor, bedah minor, poli gigi, poli kandungan, trauma healing, dan pemberdayaan tenaga kesehatan lokal dengan total pasien mencapai 9.938 jiwa,” ujar Koordinator RSA Nusa Waluya II, dr. Stephanie.

Menginjak usia sepuluh tahun, doctorSHARE memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung berbagai fasilitas di RSA Nusa Waluya II dalam Hospital Barge Tour. Masyarakat akan diajak berkeliling dan merasakan bagaimana melayani masyarakat di RSA. Hospital Barge Tour bertempat di Baywalk Mall @ Green Bay Pluit dan dibuka untuk umum pada 23 November – 1 Desember 2019. Masyarakat yang berminat mengikuti acara ini bisa registrasi melalui link https://ds2019hospitaltour.eventbrite.com.

“Saya berterima kasih kepada seluruh relawan, donatur, dan masyarakat yang mendukung hingga program kemanusiaan ini terus berjalan. Selama sepuluh tahun pelayanan, doctorSHARE belum sepenuhnya bisa menjangkau pelosok-pelosok negeri. Saya berharap dukungan demi dukungan terus berdatangan agar doctorSHARE bisa terus melayani masyarakat di Indonesia,” kata dr. Lie.

Dukungan masyarakat yang dapat diberikan pada doctorSHARE adalah melalui donasi baik berupa pendanaan maupun keperluan medis, menjadi relawan, hingga membentuk jaringan kemitraan. Dukungan yang diberikan sepenuhnya akan digunakan untuk melayani masyarakat yang kesulitan dalam mengakses kesehatan. (end)

BPS: September 2019, Penumpang Udara Turun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada September 2019 sebanyak 6,2 juta orang. Jumlah ini turun 8,24 persen dibandingkan Agustus 2019. Penurunan ini terjadi di seluruh bandara utama meliputi Bandara Ngurah Rai Denpasar 11,63 persen, Soekarno Hatta Jakarta 4,92 persen, Kualanamu Medan 4,88 persen, Juanda Surabaya 4,80 persen dan Hasanuddin-Makassar sebesar 0,65 persen.

“Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno Hatta, Jakarta yakni mencapai sebanyak 1,6 juta orang atau 26,45 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda, Surabaya 515,3 ribu orang atau 8,36 persen,” Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Sementara itu secara kumulatif angkutan udara domestik Januari-September 2019 tercatat sebanyak 56,5 juta orang. Angka ini turun sebesar 19,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 70,5 juta orang. “Jumlah terbesar tercatat di Soekarno Hatta mencapai 13,9 juta orang atau 24,56 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Juanda, Surabaya 4,6 juta orang atau 8,18 persen,” tambahnya.

Suhariyanto melanjutkan Sedangkan untuk penumpang angkutan udara ke luar negeri atau internasional pada September 2019 mencapai 1,6 juta penumpang. Angka tersebut mengalami penurunan 5,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Ngurah Rai, Denpasar 7,52 persen, Kualanamu, Medan 5,48 persen, dan Soekarno Hatta, Jakarta 1,47 persen. Sementara kenaikan terjadi di Bandara Hasanudin, Makassar 38,71 persen dan Juanda, Surabaya 0,22 persen.

Selama Januari-September 2019, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 13,8 juta orang atau naik 3,22 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Soekarno Hatta, Jakarta mencapai 5,7 juta orang atau 41,18 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri diikuti Ngurah Rai, Denpasar 5,2 juta orang atau 37,53 persen. (end)

September 2019, Tingkat Hunian Hotel di Indonesia Turun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2019 mencapai rata-rata 53,52 persen atau mengalami grafik penurunan 5,43 poin dibandingkan TPK September 2018 yang tercatat mencapai 58,95 persen.

“Begitu pula, jika dibanding TPK Agustus 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada September 2019 mengalami penurunan sebesar 0,62 poin,” kata Kepala BPS, Suhariyanto dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor BPS Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Menurutnya, penurunan tingkat hunian kamar hotel pada September diantaranya terjadinya gempa bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Indonesia menghadapi 924 kali gempa bumi sepanjang September 2019. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Kondisi ini menyebabkan wisatawan mancanegara (wisman) maupun Indonesia mengurangi minat untuk menginap di hotel,” katanya.

Selain itu, maraknya aksi unjuk rasa dan demo yang dilakukan mahasiswa, maupun elemen masyarakat terkait dengan RUU KPK. Aksi unjuk rasa itu tersentral di gedung DPR RI serta gedung KPK. Kejadian itu diperparah dengan Kebakaran Hutan dan Lahan yang melanda Sumatera dan kalimantan yang berdampak pada tingkat hunian kamar hotel, tambahnya.

Dilanjutkan, TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bengkulu sebesar 65,76 persen. Dan TPK terendah tercatat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 32,76 persen. “TPK tertinggi menurut klasifikasi hotel pada September 2019 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 59,11 persen, dan TPK terendah tercatat pada hotel bintang 1 sebesar 40,04 persen,” jelasnya.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia tercatat 1,84 hari selama September 2019. Terjadi penurunan sebesar 0,13 poin jika dibanding September 2018. “Sementara jika dibandingkan dengan bulan lalu, Agustus 2019 rata-rata menginap pada September 2019 tidak mengalami perubahan. Secara umum, rata-rata menginap tamu asing September 2019 lebih tinggi dibanding dengan tamu Indonesia, yaitu 2,92 hari dan 1,66 hari,” lontarnya.

Jika dirinci menurut provinsi, rata-rata tamu menginap yang terlama pada September 2019 tercatat di Provinsi Bali, yaitu 2,97 hari. Sedangkan untuk rata-rata tamu menginap terpendek tercatat di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu 1,13 hari.

“Untuk tamu asing rata-rata menginap paling lama tercatat di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu 4,28 hari dan terpendek tercatat di Provinsi Sulawesi Barat, yaitu 1,00 hari. Tamu Indonesia tercatat rata-rata menginap lama di Provinsi Papua, yaitu 2,24 hari dan terpendek tercatat di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu 1,14 hari,” ungkapnya. (end)

UNESCO Tetapkan Ambon Kota Musik

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: ORGANISASI Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB UNESCO menetapkan Ambon sebagai kota musik dalam daftar 66 kota kreatif di dunia. Pengumuman itu disiarkan melalui laman resmi UNESCO, Rabu (30/10) oleh Director-General of UNESCO Audrey Azoulay. Pemilihan kota-kota itu berdasarkan kontribusi nyata untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pemikiran dan tindakan inovatif di tingkat perkotaan.

Sejak tiga tahun lalu, Kota Ambon telah dipersiapkan sebagai kota musik dunia oleh pemerintah pusat pada 29 Oktober 2016. Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), Pemprov Maluku, dan Pemkot Ambon membuat pernyataan bersama di muka publik Ambon, di Lapangan Merdeka, berkomitmen menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia melalui UNESCO.

Glenn Fredly, bagian dari Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) merancang Konferensi Musik Indonesia perdana tahun lalu di Ambon. Konferensi tiga hari itu berbuah 12 poin pemikiran tentang masalah industri musik yang telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Ambisi Ambon menjadi kota musik juga sudah didengungkan sejak tahun lalu. Saat itu, Anthony Gustav, Sektretaris Kota Ambon menilai Ambon memiliki semua aspek dalam budaya musik. Contohnya, musisi asal Ambon yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Suling bambu akan menjadi ciri khas Kota Ambon.

Upaya menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia juga dilakukan Glenn Fredly bersama Ridho Hafiedz (Slank). Mereka mengawal proses ini sejak tiga tahun belakangan serta menggalang dukungan melalui petisi online Change.org. Petisi itu ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan judul “Dukung Ambon Menjadi Kota Musik Dunia oleh UNESCO” pada 14 Mei 2019.

Saat itu, Glenn dan Ridho melalui Ambon Music Office menyerahkan formulir aplikasi kota musik kepada UNESCO dan mengklaim telah mendapat dukungan dari Australia dan Korea Selatan, negara jaringan kota musik dunia. Glenn dan Ridho ikut menjadi saksi bagaimana musik mampu menciptakan perdamaian di Ambon pada 2005 saat melewati konflik panjang.

Perlu diingat, Maluku masih mempunyai persoalan sosial yang harus dibenahi seperti pendidikan, kesejahteraan hiduo, dan lingkungan hidup. Data BPS Februari 2019 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Maluku menempati posisi ketiga secara nasional.

Selain Kota Ambon, kota yang terpilih sebagai kota musik yaitu Essaouira (Maroko), Havana (Kuba), Kazan (Federasi Rusia), Kirsehir (Turki), Leiria (Portugal), Lliria (Spanyol), Metz (Prancis), Port of Spain (Trinidad dan Tobago), Ramallah (Palestina), Sanandaj (Iran – Republik Islam Iran), Santo Domingo (Republik Dominika), Valledupar (Kolumbia), Valparaiso (Chili), Veszprem (Hungaria), dan Vranje (Serbia).

Sejak diumumkan 66 kota kreatif baru, total UNESCO Creative Citis Network mencapai 246 kota. Mereka berasal dari benua dan daerah dengan tingkat pendapatan dan populasi berbeda. Misi mereka yaitu menempatkan kreativitas dan ekonomi kreatif sebagai inti ari rencana pembangunan perkotaan mereka agar kota-kota lebih aman, tekun, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. (ndy)

3 November 2019, Senggigi Sunset Jazz 2019

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: KONSER musik jazz tak harus di sebuah ruang tertutup, namun bisa dinikmati di kawasan wisata tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam sore hari. Suasana seperti itulah yang diusung konser musik jazz bertajuk “Senggigi Sunset Jazz 2019”. Konser ini bisa dinikmati pecinta musik jazz di tepi pantai Kerandangan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 3 November 2019.

Menikmati musik sambil berwisata ini, difasilitasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang menggandeng PT. Nusa Ragam Komunikasi. Sederet musisi jazz Indonesia dan para musisi lokal. Antara lain penyanyi Raisa, juga Ruth Sahanaya, Tompi, Tami Aulia, Suradipa, hingga Betelu.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengajak masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke kawasan wisata Senggigi, untuk menyaksikan indahnya Senggigi sambil menikmati musik Jazz. “Mari penggiat seni dan budaya, penggemar musik di NTB, di Indonesia bahkan di seluruh dunia untuk tidak melewatkan acara ini,” kata gubernur saat menerima audiensi panitia Senggigi Sunset Jazz 2019 di ruang kerjanya, seperti dilansir Antara.

Gubernur menyambut baik dengan agenda Senggigi Sunset Jazz yang akan dilaksanakan kembali di Lombok. Pasalnya, acara musik dipadu wisata ini sangat luar biasa karena musisi jazz yang akan hadir memiliki talenta terbaik. “Event ini adalah ketiga kalinya dilaksanakan di Lombok dan mendapatkan animo yang sangat tinggi dari masyarakat Lombok,” sambungnya,

Diakui Senggigi Sunset Jazz 2019 merupakan salah satu atraksi yang dapat menarik wisatawan, tidak hanya mancanegara tetapi juga pergerakan wisatawan nusantara untuk berkunjung ke Lombok pada umumnya dan Lombok Barat. Setelah dua tahun diselenggarakan bersama Pemkab Lombok Barat dan Nuraga, SSJ terbukti sebagai salah satu atraksi wisata yang ditunggu. Setiap kali penyelenggaraan, SSJ dihadiri ribuan penonton.

Project Director Senggigi Sunset Jazz, Nety Rusi, meyakini event tahun ini akan mampu menarik lebih banyak penonton dibanding tahun sebelumnya. Optimisme itu didasari kehadiran musisi berkualitas sebagai penampil, serta lokasi Pantai Kerandangan yang dapat menampung puluhan ribu orang.

“Setiap tahun penonton Senggigi Sunset Jazz selalu naik. Tahun ini saya optimis akan lebih membludak. Karena itu kita cari lokasi yang lebih luas. Disamping juga memaksimalkan suasana untuk menikmati sunset,” ungkapnya.

Seperti tahun sebelumnya, penonton akan menikmati suguhan musik jazz secara gratis di Senggigi Sunset Jazz. Rencananya panitia baru akan melakukan ticketing pada tahun depan. Hal ini dikarenakan Lombok masih dalam rangka pemulihan pasca bencana gempa bumi.

“Lombok masih pemulihan, Kita inginnya orang berbondong-bondong dulu ke Lombok. Pariwisata bisa bangkit. Meski sebenarnya sudah banyak yang tanya tiket, tapi kita rencanakan tahun depan,” kata Nety. Senggigi Sunset Jazz tahun ini akan diadakan pada Minggu, 3 November 2019, mulai pukul 16.00. (ndy)

Komunitas Sepeda Gelar Tour de Borobudur, Mengenjot sambil Berwisata

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Komunitas sepeda Samba Bikers Semarang kembali menggelar “Samba Tour de Borobudur”. Pesta bersepeda terbesar di Jawa Tengah (Jateng) ini, memasuki tahun ke-19 dan menjadi salah satu agenda paling dinanti para cyclist. Tahun ini, sebanyak 1.700 pesepeda baik lokal maupun mancanegara mencatatkan diri untuk menggenjot sepeda dengan menjelajahi enam objek wisata di Jateng, yang digelar selama 2 hari (2 – 3 November 2019).

“Selain berolahraga sepeda, Samba Tour de Borobudur ini, juga mendukung upaya pemerintah mendongkrak pariwisata di Indonesia. Selain jelajah rute baru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, juga mengusung konsep go green dengan menghilangkan berbagai materi plastik untuk minum maupun makanan peserta,”
papar koordinator kegiatan Samba Tour de Borobudur 2019 Hendra Dharmanto dalam keterangan resminya, Jumat (01/11/2019).

Guna menggantikan kemasan plastik, panitia akan menyediakan spot pengambilan minum (water station) di setiap titik pemberhentian. “Snack juga kita bebas kemasan plastik. Kita nanti banyak membuat water station. Jadi konsep go green-nya kena. Bebas sampah sembari menikmati alam Jawa Tengah,” ujar Hendra.

Dijelaskan rute TDB 100 persen baru. Berbagai tempat eksotis dan pengalaman bersepeda sekaligus berwisata. Hari pertama, peserta start dari Kota Semarang menuju Demak. Kemudian ke Api Abadi Mrapen, lanjut ke Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, dan berakhir di de Tjolomadue. “Di Api Abadi nanti digelar King of Mountain (KOM), dan di finish hari pertama, peserta diajak menyantap soto khas Tjolomadue sembari menikmati museum,” lontarnya

Hari kedua, rute yang dilintasi peserta dimulai dari Tjolomadue menuju Klaten, Candi Sewu berakhir di Candi Borobudur, Magelang. Rute yang dipilih panitia merupakan rute pedesaan yang membelah alam Jawa Tengah. “Rute ini amat panjang. Total 250 kilometer. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk turut membantu mengamankan rute selama tour. Mengingat kami tidak menutup seluruh akses bagi pengguna jalan yang lain,” tambahnya.

Diakui, peserta Samba Tour de Borobudur selalu bertambah dari tahun ke tahun, karena selalu menawarkan pengalaman rute-rute baru dan tantangan di setiap etapenya. Sport tourism ini merupakan salah satu event olahraga sepeda paling konsisten yang diselenggarakan di Indonesia. “Pada awalnya penyelenggaraan event ini hanya digelar sehari. Peserta bersepeda dari Semarang menuju Candi Borobudur di Magelang. Format event diubah sejak 2016, dilaksanakan dua hari dengan rute yang selalu berbeda-beda,” tandasnya. (ndy)