Disney Conservation Fund Bantu Hibitat Orangutan di Borneo

this formate

CALIFORNIA, bisniswisata.co.id: Disney Conservation Fund (DCF) telah memberikan pendanaan sebesar US$ 6 Juta kepada 80 organisasi non-profit yang berfokus pada perlindungan satwa liar, serta kegiatan-kegiatan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan. Sejak inisiatif ini dimulai pada tahun 1995, Disney memberikan dana dengan total sebesar US$ 86 juta untuk menjaga kelestarian lingkungan bersama berbagai komunitas di seluruh dunia.

“Para penerima penghargaan dari Disney mewakili komunitas global yang mendedikasikan waktunya untuk memastikan masyarakat dapat hidup berdampingan dengan alam,” papar Senior Vice President, Enterprise Social Responsibility, The Walt Disney Company, Elissa Margolis seperti dilansir laman Disney, Kamis (31/10/2019).

Disney Conservation Fund, lanjut Elissa, tidak hanya memberikan kesempatan untuk mendukung upaya ini, tetapi juga merayakannya sebagai sebuah bentuk harapan yang dapat menjadi inspirasi bagi para penggemar Disney di seluruh dunia.

Selain itu, The Disney Conservation Fund mendukung upaya konservasi dan insiatif organisasi secara komprehensif untuk melindungi satwa liar dan habitatnya, serta mengajak anak-anak serta keluarga untuk berpartisipasi dalam melindungi alam dan satwa liar di lingkungannya.

Inisiatif ini juga mempertemukan dana filantropi dengan para pakar dari Disney’s Animals, Science and Environment dan para karyawan Disney lainnya yang bekerja sama untuk membuat dampak positif untuk sesama, satwa liar, dan alam liar, tambahnya.

Salah satu penerima pendanaan Disney tahun ini adalah oraganisasi Health in Harmony dari Indonesia. Health in Harmony merupakan organisasi yang berfokus pada perluasan area konservasi habitat Orangutan di Borneo. Program utama mereka diantaranya pembangunan klinik kesehatan, program reboisasi, pendidikan konservasi bagi pemuda, dan pelatihan penghidupan berkelanjutan.

Proyek ini adalah salah satu dari 2.000 lebih organisasi yang telah didukung oleh Disney Conservation Fund. Penerima pendanaan lainnya termasuk Rhino Foundation, Wildlife Conservation Society, Frankfurt Zoological Society, Little Fireface Project (Cleveland Zoological Society).

Sebagian besar dana untuk Disney Conservation Fund diberikan oleh perusahaan The Walt Disney dan ditambah dari kontribusi yang besar dari para pengunjung taman hiburan Disney’s Animal Kingdom, pengunjung Resort Walt Disney World di beberapa lokasi dan dari Disney Cruise Line serta para tamu yang menginap di Disney Vacation Resort. (ndy/Disney)

Gaya Aurel Saat Liburan di Labuan Bajo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Setelah melancong ke Afrika Selatan, Aurel Hermansyah kembali berlibur dan kali ini memilih salah satu destinasi wisata populer Indonesia, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Momen-momen seru ia abadikan dalam deretan potret. Keseruan saat liburan di Labuan Bajo juga dibagikan Titania Aurelie Nurhermansyah, nama aslinya melalui akun Instagram pribadi.

Salah satunya, ketika gadis kelahiran Jakarta 10 Juli 1998, asyik bersantai di pinggir pantai yang menampilkan panorama yang cantik. Selain jalan-jalan, putri sulung hasil pernikahan musisi Anang Hermansyah dan penyanyi pop Kris Dayanti ini, juga tampil dalam balutan outfit yang simpel. Hal tersebut tampak saat ia mengenakan gaun pendek v-neck warna kuning.

Gaun dengan aksen kancing di bagian tengah itu berlengan pendek dan dihiasi oleh beragam motif di seluruh bagian gaun. Pada pergelangan tangan kanan, ia mengikat scarf yang didominasi warna ungu. Rambut Aurel atau Lolly, panggilan akrabnya terlihat dikepang satu. Sambil duduk di batang kayu di pinggir pantai, ia juga mengenakan aksesori seperti kalung dan kacamata hitam untuk menghalau teriknya matahari.

Mahasiswi Universitas Bina Nusantara melengkapi penampilan santainya dengan sandal biru. “Next trip kemana ya guyssss?” tulisnya di kolom keterangan potret yang dilansir laman Liputan6, Kamis (31/10/2019).

Pada momen lain, Aurel Hermansyah tampak berpose di pinggir yacht mewah. Menampilkan hamparan laut, ia mengenakan tank top merah dipadu celana jeans pendek. Aurel memilih untuk mengikat rambut panjangnya. Ia pun tidak dapat menutupi kekaguman pada keindahan Labuan Bajo dan menuliskan keterangan, “just another day in paradise,”.

Masih dalam balutan penampilan simpel, pemain film Romantini (2013) ini tampak sedang duduk di pinggir Pink Beach. Kala itu, ia mengenakan halter tank top hitam masih dipakai dengan celana jeans pendek.

Kali ini, rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah. Sembari mengenakan headband, pelantun lagu Tanpa Bintang dirilis tahun 2010, tak lupa kembali memakai kacamata hitam di tengah hari yang super terik. (ndy/Liputan6)

Jatim Tawarkan Wisata Kebun Teh

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co,id: Berwisata ke alam terbuka dapat menghilangkan penat dan memberi kesegaran pikiran. Sehingga banyak wisatawan yang memilih untuk menghabiskan liburannya dengan berwisata di alam. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menyimpan begitu banyak destinasi wisata alam yang memesona. Salah satunya adalah destinasi agrowisata berupa perkebunan teh.

Berwisata di kebun teh dapat menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu libur. Selain pemandangannya yang indah, udara di wisata kebun teh juga terkenal sejuk. Jika berkunjung ke Jawa Timur, tidak ada salahnya untuk mencoba berwisata di beberapa perkebunan teh yang ada di sana. Hamparan hijau pohon teh sepanjang mata memandang ditemani udara yang segar akan membuatmu betah berlama-lama berada di sana.

Wisata kebun teh tidak hanya memberi kesegaran pada pikiran tetapi juga menyejukkan mata. Selain itu, kamu juga dapat mengambil foto yangg Instagramable di kebun teh tersebut. Berikut beberapa wisata kebun teh di Jawa Timur yang ditawarkan ke wisatawan seperti dirangkum laman Liputan6., Kamis (31/10/2019).

Kebun Teh Gambir, Jember

Kebun Teh Gambir terletak di Desa Gelang, Kecamatan Sumber Baru, Kabupaten Jember. Berlokasi di lereng Gunung Argopuro di ketinggian 900 Mdpl membuat udara di kebun teh ini terasa sejuk. Bagi kamu yang suka camping, di wisata kebun teh ini tersedia area camping ground yang bisa kamu gunakan untuk bermalam. Namun bagi kamu yang tidak berminat untuk camping, kamu juga bisa bermalam di penginapan yang ada di sekitar area perkebunan teh. Bahkan di sini juga disediakan fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan tennis.

Kebun Teh Sirah Kencong, Blitar

Kebun Teh Sirah Kencong terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Kebun teh seluas 219 hektar ini menawarkan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Kamu dapat mengambil foto Instagramable di tempat ini. Setelah puas berkeliling kebun teh kamu juga dapat berkunjung ke air terjun Sirah Kencong yang lokasinya tidak jauh dari perkebunan teh. Selain itu, kebun teh yang terletak di kaki Gunung Kawi ini memiliki fasilitas yang cukup menarik, seperti camping ground, gazebo, dan outbond.

Kebun Teh Jamus, Ngawi

Kebun Teh Jamus terletak di kaki Gunung Lawu tepatnya di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Karena berada pada kawasan pegunungan, membuat suasana di Kebun Teh Jamus terasa sejuk. Ditambah dengan pepohonan yang tumbuh rindang di sekitar kebun membuat suasana semakin asri dan segar. Bagian yang paling favorit dari kebun teh ini adalah Bukit Borobudur. Disebut demikian karena bentuknya yang berundak-undak menyerupai candi Borobudur. Setelah puas berkeliling, kamu juga dapat menikmati fasilitas kolam renang yang tersedia di kawasan wisata Kebun Teh Jamus.

Kebun Teh Andung Biru, Probolinggo

Kebun Teh Gambir terletak di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Kebun teh seluas 300 hektar ini ditanami dengan berbagai macam jenis pohon teh seperti teh hijau, teh rengganis, dan teh kolas. Jadi kamu dapat berkeliling sambil mengenal berbagai jenis pohon teh. Karena masih tergolong wisata baru, fasilitas yang tersedia masih minim. Namun pengelola sudah menyediakan toilet dan mushola.

Kebun Teh Kertowono, Lumajang

Kebun Teh Kertowono terletak di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Berada pada ketinggian 500-4000 mdpl membuat udara di sana sangat sejuk. Kamu bisa menikmati kebun teh seluas 2.267 hektar ini dengan cara menggunakan sepeda atau motor trail. Selain itu pengunjung juga diizinkan untuk melihat proses pembuatan teh dipabriknya. Bagi kamu yang suka berburu foto, kamu juga dapat mengambil foto Instagramable dengan latar Gunung Semeru, Lemongan, daan Raung.

Kebun Teh Wonosari, Singosari Malang

Kebun Teh Wonosari terletak di kaki Gunung Arjuna, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Di kebun teh ini kamu dapat berjalan-jalan dan mengambil foto selfie di jembatan yang baru dibangun beberapa waktu lalu. Fasilitas di wisata kebun teh ini juga tergolong lengkap, seperti kereta mini yang digunakan untuk berkeliling kebun teh, kebun binatang mini dan pemandian air hangat yang cocok sekali buat kamu yang ingin berendam di tengah udara sejuk pegunungan. Selain itu juga masih terdapat berbagai wahana seru lainnya. (ndy/Liputan6)

Menu Serba Kampung di Warung Lintas Medan-Banda Aceh

this formate

ACEH BESAR, bisniswisata.co.id: Mahfud, terlihat sibuk di dapur Makanan Spesifik Khas Aceh Rayeuk di Desa Lam Panah, Kecamatan Indra Puri, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (23/10/2019). Jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Dia sedang memasak reubong (kecubung) bambu. Rebung bambu dimasak dengan santan.

Asap mengepul di dapur seluas 20 meter persegi itu. Ya, warung itu berada di sisi jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh. Warung dengan konsep penganan kampung itu berdiri sejak tahun 2008. Warung ini buka sejak pukul 09.00 WIB dan tutup selepas shalat Ashar. “Kami tidak buka sampai malam. Tidak sanggup kita sampai malam. Jangan sampai tak ada waktu istirahat kawan-kawan,” kata Mahfud, pengelola warung itu.

Ucapannya benar. Puluhan mobil saban hari parkir menikmati penganan serba kampung itu. Ayam kampung, kari kambing, hingga rebung bambu. “Kami siapkan serba kampung. Itu menjadi pembeda daerah ini dengan yang lain,” katanya.

Sedangkan untuk ayam kampung, sambungnya dalam sehari bisa habis 60 ekor. Itu dimasak dengan cara digoreng. Dipastikan masih panas ketika disajikan ke meja makan. Warung itu baru menggoreng ayam ketika pesanan datang. “Agar panas-panas. Kami hidangkan sesaat setelah diangkat dari tungku,” sebut Mahfud.

Bukan hanya itu, kari kambingnya pun sangat gurih. Seluruhnya diracik oleh Mahfud. Tidak ada koki lain. Yang lain hanya diberi arahan oleh pria paruh baya itu untuk membersihkan ayam dan sayuran.

Saat ini, 13 pekerja melayani tamu saban hari. Jumlah itu pun terbilang sedikit melihat padatnya pengunjung ke warung itu. Mereka terlihat sibuk melayani pembeli. Untuk ayam kampung, Mahfud memilih ayam yang masih muda. Agar empuk ketika digigit pembeli. “Ayamnya itu hanya bisa dibelah empat. Memang sengaja memilih yang agak kecil. Karena dagingnya lebih lembut,” terangnya.

Halaman parkir nan luas kelebihan rumah makan ini. Selain itu tersedia pula mushalla dan toilet yang bersih. Sehingga pengunjung bisa sekaligus beribadah sesaat setelah makan. Ditambah lagi letaknya berada di perbukitan dengan tumbuhan menjulang menghasilkan udara nan sejuk.

Salah seorang pembeli, Muhammad Hamzah, warga Banda Aceh, menyebutkan sangat menyukai ayam goreng kampung di warung itu. “Ayamnya masih panas. Itu kelebihan di sini,” katanya seperti dilansir laman Kompas, Kamis (31/10/2019).

Soal harga, kata Hamzah tak menjadi masalah. Sangat terjangkau. “Setiap kali melintas pasti saya pilih makan siang di sini,” sebutnya lagi. Nah, jika Anda melintas di jalan nasional Medan-Banda Aceh, tampaknya menu serba kampung ini bisa dicoba. Dipastikan gurih dan nikmat. (ndy/Kompas)

Shopping & Traveling Akhir Tahun Ramai di Cuitan Twitter

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Keunggulan utama Twitter dibandingkan platform yang lain adalah kemampuan membuat percakapan di antara pengguna. Interaksi menjadi kata kunci bagi merek yang ingin masuk ke dalam Twitter. Terlebih memasuki akhir tahun, terjadi banyak interaksi yang berhubungan dengan kebutuhan merek. Jelang akhir tahun, merek berlomba meluncurkan kampanye dan memberikan beragam penawaran menarik untuk meningkatkan penjualan.

Berdasarkan pengalaman tahun 2018, data internal Twitter di Indonesia menemukan bahwa 94% pengguna Twitter di Indonesia membeli produk secara online dalam jangka waktu satu bulan terakhir. Terkait dengan belanja akhir tahun, interaksi di Twitter terkait belanja mulai ramai dipergunjingkan sejak September.

Masyarakat Indonesia yang menggunakan Twitter mulai membicarakan tentang belanja dan wisata sejak September. “Ini tanda merek harus bisa memulai dari awal. Karena dari Desember orang sudah ada rencana mau belanja,” papar Country Industry Head Twitter Indonesia, Dwi Adriansah dalam keterangan resminya, Kamis (31/10/2019).

Dilanjutkan, jumlah cuitan di Twitter tentang berbelanja meningkat dua kali lipat pada momen hari berbelanja nasional seperti 9/9, 10/10, 11/11, dan 12/12; dibandingkan periode biasanya. Sementara itu, percakapan bermuatan travelling mengalami peningkatan hingga tiga kali lipar di periode yang sama.

“Percakapan tentang belanja dan travelling berbanding lurus di Twitter. Di setiap percakapan tentang travelling, akan tersisip percakapan terkait belanja – begitu pula sebaliknya. Ini menunjukkan kedua sektor ini saling berkaitan,” ungkapnya.

Hal ini ditambah dengan 61% pengguna Twitter di Indonesia berencana menggunakan smartphone mereka untuk melakukan transaksi pembelanjaan pada momentum belanja akhir tahun. “Pengguna Twitter ini memiliki daya beli yang bagus,” tambahntya

Menurutnya, sebanyak 87% pengguna Twitter mengikuti akun-akun merek. Tentunya, ini momentum yang bagus buat merek jika ingin memenangkan “pertarungan,” selama kampanye akhir tahun. Terlebih bila kampanye tersebut difokuskan untuk menarik perhatian para mobile shopper.

Terkait produk yang direncanakan untuk dibeli, pengguna Twitter di Indonesia memilih produk fesyen dan aksesoris sebagai kategori paling populer yang akan dibeli melalui smartphone. Dari hasil analisis Twitter, terdapat setidaknya 9 kategori produk yang banyak dibeli melalui smartphone. “Audiens di Twitter sangatlah reseptif terhadap perubahan dan hal baru. Audiens yang reseptif ini dapat membawa hasil untuk bisnis atau kampanye yang sedang dilakukan,” tambahnya. (ndy)

Perkuat Amenitas, Homepod Lengkapi Danau Toba

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Danau Toba, salah satu destinasi wisata super prioritas terus dibenahi. Bahkan untuk memperkuat amenitas, kini berdiri satu unit t homepod di The Kaldera Nomadic Escape di Toba Samosir. Kehadiran homepod ini, bukti keseriusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggarap destinasi serta mengembangkan nomadic tourism.

Homepod ini dibangun untuk menambah pilihan akomodasi bagi wisatawan. Bahkan Homepod merupakan salah satu Pilot Project Amenitas di Kawasan Danau Toba, yang pembangunannya selesai pada pertengahan September 2019. Homepod ini dilengkapi instalasi fasilitas ruangan seperti AC dan TV.

“Pengelolaan Homepod akan diserahkan kepada Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT). Karena itu, Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) diharapkan bisa memanfaatkan secara maksimal dan dikelola sesuai dengan aturan yang berlaku,” papar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Homepod ini, lanjut Dadang, dapat diangkat sebagai salah satu Icon Amenitas. Serta pelengkap dari homestay yang telah ada di sekitar The Kaldera Danau Toba Resort dan Desa Sigapiton. Sedangkan desain homepod yang dibangun dirancang menunjang kearifan lokal.

“Desain homepod sesuai desain Sayembara Arsitektur Nusantara yang terbuat dari bambu semoga dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara dimana angka per-Agustus 2019 sebesar 163.989 wisatawan,” sambung Dadang sambil menambahkan, keberadaan Homepod disinergikan dengan paket wisata dan atraksi wisata yang ada di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata Toba Samosir.

Diharapkan keberadaan homepod ini semakin menambah alternatif amenitas pariwisata di lahan otorita berbarengan dengan pembangunan yang dilakukan oleh PT. Crystal Land Development yang sedang membangun glamorous camping (glamping) berbintang lima di salah satu lokasi di dalam Toba Caldera Resort.

Sebagai destinasi super prioritas, Danau Toba membutuhkan 3A yang kuat di mana atraksi, akses, dan amenitas harus bagus. Dengan hadirnya homepod, wisatawan pun memiliki pilihan amenitas dan atraksi. “Homepod adalah bagian dari nomadic tourism. Kemampuan kreativitas kita harus lebih baik. Daya tarik itu kita ciptakan. Merawat pemberian Tuhan, mengolah destinasi menjadi penopang kreativitas wisata,” tambahnya.

Menurut dia, homepod memenuhi kebutuhan amenitas secara cepat. Sebab, membangun hotel berbintang akan memakan waktu yang relatif lama. “Untuk menyiasatinya dengan membangun nomadic amenities. Selain homepod, ada glamcamp, caravan, dan lainnya,” lontarnya. (ndy)

Pangandaran Jadi Primadona Lokasi Wisata Olahraga

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pangandaran Jawa Barat merupakan daerah primadona yang sangat tepat untuk pengembangan pariwisata. Bahkan, Pangandaran dinilai lokasi paling strategis untuk mengembangkan wisata olahraga, wisata belanja, wisata alam dan wisata bahari.

“Pariwisata merupakan bisnis kegembiraan. Pangandaran ini bisa jadi primadona. Pangandaran yang luar biasa harus diekspos untuk mengenalkan potensi daerah dan mempromosikan Pangandaran,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate Bandung, Rabu (30/10).

Dilanjutkan, untuk menggenjot pariwisata di Jabar, Pemprov Jabar memutuskan Pangandaran menjadi salah satu tempat acara strategis untuk sport tourism. “Pemprov punya dua acara strategis untuk sport tourism ini. Tiap bulan Juli, digelar di Bandung. Nah tiap akhir tahun di Pangandaran setiap 1 Desember digelar Jabar international marathon sport jadi dapat dua-duanya,” ujarnya.

Gubernur Emil sangat dukung penuh event sport tourism ini, agar bisa terus digelar sampai bisa puluhan tahun seperti di Amerika bahkan bisa menjadi tradisi. Dan kegiatan Jabar Internasional Marathon bisa menggeliatkan ekonomi. Sehingga terjadi proses branding dalam mencitrakan Pangandaran.

“Kalau bisa rutenya yang Instagramable. Pangandaran kan diasosiasikan dengan kegiatan piknik. Jadi, harus diperhatikan juga soal hotel, kuliner, dan shopping. Ini faktor ekonomi yang luar biasa,” paparnya seperti dilansir laman Republika.

Emil optimistis, para pelari memiliki suasana baru saat berlari di Pangandaran yang pemandangannya indah. Pelari, bisa menjelajahi pantai. Bahkan, pelari bisa menikmati wisata air di Citumang yang unik dan menyenangkan. “Potensi yang ada sayang kalau kurang tereksplor. Makanya, Pangandaran ini promosinya tak bisa konvensional harus inovatif,” katanya.

Emil memprediksi sekitar 5.000 atau 7.000 orang akan datang ke Pangandaran. Hal itu dinilai akan membawa pertumbuhan ekonomi. Saat ini saja, kata dia, tingkat kunjungan wisatawan ke Pangandaran 4 juta. Ia optimistis, dengan menggelar berbagai event tingkat kunjungan ke Pangandaran akan semakin meningkat. Apalagi, kalau berbagai fasilitas diperbaiki maka pangandaran akan naik kelas.

Tahun ini, kata dia, yang paling diminati adalah lari dengan jarak 5 K. Jumlah pendaftaran, hingga saat ini mencapai 420 orang. Marathon ini pun, akan diikuti oleh pelari dari berbagai negara seperti Ethopia, Australia, Kenya, dan lain-lain. “Hadiah, totalnya mencapai Rp 600 juta,” katanya.

Di tempat yang sama menurut Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, Pangandaran terus ditata. Walaupun, untuk memindahkan 1.600 kaki lima sebenarnya memang tak mudah. Ia, harus berdialog hingga 1 tahun. “Alhamdulillah, gubernur masuk menata Pangandaran dulu sekarang wisatawannya sudah ada 4 juta masuk Pangandaran. Bahkan, nilai ekonominya mencapai Rp 4 miliar ini ekonomi luar biasa,” paparnya. (ndy)

Keren, 4 Desa Wisata Indonesia Masuk Top 100 Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Empat Desa wisata di Indonesia yakni Desa wisata Pemuteran (Bali), Desa wisata Penglipuran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), dan Desa wisata Pentingsari (Yogyakarta) masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD). Keempat desa wisata itu, masuk dalam kategori Konservasi Lingkungan, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, dan Sosial-Budaya.

Penghargaan Sustainable Destinations Top 100 merupakan program tahunan Green Destinations Foundation yang bertujuan memamerkan cerita sukses dan praktik pariwisata berkelanjutan dari destinasi pariwisata di seluruh dunia.

“Nantinya, destinasi yang berada di peringkat teratas pada daftar Sustainable Destinations Top 100 akan diundang untuk menerima ‘Best of Top 100’ di ITB Berlin 2020,” papar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dadang Rizki Ratman dalam keterangan resminya, Rabu (30/10/2019).

Dilanjutkan, keempat desa wisata itu mampu bersaing di level internasional karena memakai pedoman yang sudah berstandar internasional. “Konsep Desa Penglipuran misalnya yang masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan dunia, salah satunya karena desa itu dianggap bisa mempertahankan sisi tradisional dan kelestarian lingkungannya,” lontarnya.

Penataan desa dan bangunan tradisional di Desa Penglipuran masih terjaga utuh. Begitu juga dengan 75 hektare hutan bambu dan 10 hektare vegetasi yang masih terawat. Inilah yang menjadi ciri khas Penglipuran selama ini. “Meski mayoritas penduduk sudah menganut hidup modern tapi nuansa tradisional khas Bali tidak hilang begitu saja. Kini, Desa Penglipuran jadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia,” jelasnya.

Demikian juga ketiga desa wisata lainnya yang menjaga keseimbangan dalam mengelola desa wisata dengan mendapatkan manfaat ekonomi dari melestarikan budaya dan alam sekitar desa.

Ketua Dewan Pariwisata Berkelanjutan I Gede Ardika menggaris bawahi peranan stakeholder terutama para pelaku pariwisata di daerah yang berkomitmen dalam penerapan standar destinasi pariwisata berkelanjutan. Sehingga lebih banyak lagi destinasi pariwisata di Indonesia yang berjalan dengan prinsip berkelanjutan. “Kita perlu kolaborasi dengan pemda dan pelaku pariwisata dan para juara di desa wisata atau destinasi pariwisata tersebut,” kata Ardika. (ndy)

15 Yacht Peserta Wonderful Sail to Indonesia Merapat di Lingga

this formate

LINGGA KEPRI, bisniswisata.co.id: Wonderful Sail to Indonesia 2019 kembali digelar. Gelaran wisata bahari tahun ini diikuti sekitar 20 negara. Dan Selasa (29/10/2019) sedikitnya, 15 yacht sudah merapat Pulau Benam kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri). Di Lingga peserta Yacht istirahat dan menghabiskan liburan hingga 31 Oktober 2019.

Selain mengisi bahan bakar serta persediaan makanan di Lingga, peserta Wonderful Sail to Indonesia juga menikmati berbagai destinasi wisata Lingga serta menikmati kuliner serta hiburan kesenian tradisional setempat. “Kedatangan peserta Wonderful Sail to Indonesia membawa berkah buat Kabupaten Lingga,” papar Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Lingga, Raja Fahrurrazi, dalam keterangan resminya, Rabu (30/10/2019).

Dilanjutkan, uUntuk kesekian kalinnya, Wonderful Sail to Indonesia singgah di Kabupaten Lingga. “Buat kita hal ini jelas sangat menguntungkan. Karena, wilayah Lingga yang didatangi berbeda-beda. Tahun lalu di peserta datang ke Pulau Batu Berlubang. Dan sekarang ke Pulau Benan,” lontarnya.

Raja Fahrurrazi mengatakan, karakter Pulau Benan dan Pulau Batu Berlubang berbeda. Dijelaskannya, Batu Berlubang istimewa karena berstatus sebagai pulau ekuator. “Batu Berlubang adalah pulau yang dilewati garis khatulistiwa. Sedangkan Pulau Benan lebih siap secara infrastruktur dan memiliki banyak spot foto. Jadi peserta Wonderful Sail To Indonesia 2019 yang datang kesini bisa mengeksplorasi Pulau Benan,” paparnya.

Ditambahkannya, Lingga memiliki deretan pulau lain yang selalu siap untuk dieksplorasi. Raja juga mengaku siap jika tahun depan Wonderful Sail To Indonesia memilih pulau lain di Lingga.

“Kita tidak masalah jika Wonderful Sail To Indonesia tahun depan mengunjungi tempat lain. Karena Lingga punya 604 pulau yang selalu siap menyambut wisatawan. Kita juga punya budaya dan tradisi yang bisa disajikan sebagai atraksi. Lingga selalu siap menyambut wisatawan dan peserta Wonderful Sail To Indonesia,” tegasnya.

Lingga menjadi destinasi favorit wisatawan Singapura, Malaysia, Thailand, Inggris, Australia, Jerman, Prancis, juga Brazil. Secara keseluruhan, pergerakan wisman di Kepri sangat kompetitif di sepanjang 2019. Arus wismannya sekitar 1,62 Juta orang di rentang Januari-Juli 2019. Jumlah tersebut naik 13,85% dari periode sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari-Juli 2017, arus wismannya 1,42 Juta orang, sambungnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menilai Wonderful Sail to Indonesia di Lingga bakal semarak. Apalagi Lingga dan Kepulauan Riau adalah wilayah crossborder yang diharapkan bisa menarik banyak wisatawan. “Tahun ini pelaksanaannya bakal ramai. Karena, peserta dari 20 negara akan ambil bagian. Selain itu yacht-yacht peserta mancanegara juga sudah merapat ke Pualau Benan. Jadi bisa dipastikan event ini akan menarik,” tutur Boeralimar.

20 negara yang akan ambil bagian antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Brazil, Chile, Canada, Australia, dan Selandia Baru. Ditambah lagi 12 negara asal Eropa. Yaitu Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Belgia, dan Spanyol. Ada juga Swedia, Norwegia, Luksemburg, Denmark, Finlandia, hingga Italia.

“Beragam budaya yang ditampilkan dalam Sail to Indonesia menjadi experience terbaik para peserta. Bukan hanya itu, kekayaan budaya tersebut juga jadi hiburan luar biasa bagi para wisatawan lainnya. Budaya ini memang disukai para wisman, diantaranya dari Eropa. Lebih menarik lagi, event juga akan mengajak peserta menikmati destinasi alam di Lingga,” sambungnya.

Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 juga diajak mengeksplorasi keindahan alam di Lingga. Spot yang dapat dituju adalah wisata alam Batu Gajah dan Bukit Jepang. Selain keindahan alam dan udara segarnya, Bukit Jepang juga menyimpan nilai history. Sebab, kawasan ini memiliki goa dengan beberapa ruangan khas. Ruangan ini dipakai untuk menyimpan amunisi hingga tempat interogasi.

“Dengan beragam keunikan yang ditawarkan, Sail to Indonesia 2019 akan menarik kunjungan banyak wisman. Semua kontennya menarik, termasuk trekking di destinasi alam Batu Gajah dan Bukit Jepang itu. Kami optimistis, Sail to Indonesia 2019 akan memberikan impact positif bagi pariwisata Lingga dan Kepri secara umum,” ucapnya. (ndy)

Surfing Malam Andalan Baru Wisata di Malang

this formate

MALANG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur akan mengenalkan wisata surfing atau selancar pada malam hari di Pantai Wedi Awu yang dikemas dalam Malang Nigth Surfing sebagai rangkaian kegiatan Malang Beach Festival (MBF) 3.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara di Malang, Rabu (30/10/2019), mengemukakan Pantai Wedi Awu yang berlokasi di Kecamatan Tirtoyudo, memiliki ombak yang relatif bersahabat, yakni antara 2-4 meter.

“Malang Night Surfing kami selenggarakan 2 November mendatang dan dihelat pada malam hari. Kami ingin mengenalkan pada masyarakat luas dan para surfer bahwa di Kabupaten Malang ada pantai yang eksotik dan tidak kalah ‘cantik’ dengan pantai lain untuk menyalurkan hobi olahraga surfing, bahkan bisa dilakukan pada malam hari,” katanya.

Menurut Made, menyalurkan hobi surfing sekaligus prestasi di cabang olahraga ini pada malam hari memiliki tantangan tersendiri bagi peserta, karena harus menaklukkan ombak dengan minimnya penerangan dan udara yang sangat dingin.

Ia mengakui kegiatan Malang Night Surving ini diharapkan dapat menarik wisatawan sebanyak-banyaknya untuk datang. “Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus sebagai upaya kami untuk melakukan promosi pariwisata berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Malang kepada masyarakat luas. Harapannya melalui kegiatan ini, tingkat kunjungan wisata di daerah setempat dapat terus meningkat,” tuturnya.

Made mengatakan selama ini Pantai Wedi Awu juga dinilai sebagai surganya para peselancar karena ombaknya tidak terlalu tinggi dan relatif bersahabat dengan ketinggian 2-4 meter. Beberapa atlet surfing profesional kelas dunia pun telah menjajal ombak di Pantai Wedi Awu, seperti surfer dari Tanah Air, Bali, bahkan Jepang, Spanyol, dan Australia.

“Segala persiapan telah dilakukan dengan sebaik mungkin agar kegiatan tersebut berjalan lancar, khususnya penataan lampu penerangan. Selain itu, juga antisipasi pengamanan terhadap para surfer yang mungkin saja harus menghindari hewan-hewan yang ada di sekitar lokasi, seperti ular dan lainnya.” paparnya seperti diunduh laman Bisnis.

Malang Night Surfing yang dihelat pada 2 November mendatang di Pantai Wedi Awu di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo itu, juga sebagai rangkaian hari jadi ke-1259 Kabupaten Malang. Untuk memeriahkan HUT ke-1259 kabupaten yang dikenal dengan Seribu Pantai-nya itu, Disparbud juga telah menggelar pawai budaya dan Malang Beach Run. (ndy/bisnis)