Siang Bolong, Sensasi Nikmati Nasi Goreng Bistik Mozzarella

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Nasi goreng, kuliner yang sudah melegenda dan salah satu kuliner populer yang digemari orang Indonesia. Biasanya kehadiranya ketika malam hari tiba, banyak yang “memburu” nasi goreng. Namun, dibeberapa tempat ada yang menyediakannya di siang bolong. Salah satunya adalah Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung, di Jl. Sawah Kurung Raya No.11 B Bandung.

Nasi goreng yang sudah ada sejak tahun 2015 ini buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam. Dari beberapa menu, nasi goreng bistik bakar mozzarella merupakan yang paling disukai. Kelebihan nasi goreng ini, dimasukkan bumbu khas yang gurih ditambah Bistik juga lelehan mozzarella yang pastinya bikin tambah sensasi tersendiri. Juga ada pendampingnya kerupuk, wortel dan buncis atau string bean.

Sensasi lainnya, pecinta kuliner bisa memilih sesuai level kepedasannya. Ada 5 level yang dipatok, tentunya bagi yang tak suka pedes bisa dilevel 1 atau 2 dan pedas sedang cukup pilih level 3 begtu seterusnya yang suka dengan pedas banget ya level paling tinggi, tentunya

Lokasi nasi goreng ini juga nyaman, aman dan enak. Meski aksesnya masuk ke dalam namun gampang banget dijangkau. Juga menu variannya cukup banyak pilihannya. Kini, nasi Goreng Bistik Sawah Kurung menjadi salah satu kuliner ternama di Bandung.

Walau sudah tenar, sepak terjang Nasi Goreng Bistik Sawah kurung tak bisa dibilang berjalan mulus. Widya, sang pemilik rumah makan, bercerita kalau bisnisnya sempat mengalami jatuh bangun sebelum bergabung ke layanan pesan antar makanan Grab, GrabFood, dua tahun lalu.

“Awal bikin Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung itu di tahun 2015, karena Nasi Goreng Bistik saat itu mulai menjadi tren di kota Bandung. Alasannya, nasi goreng juga telah menjadi makanan yang paling mudah dicari orang. Nah, kenapa tidak kita modifikasi resepnya dengan bahan-bahan yang tidak biasa dimasak, tetapi rasanya tetap lezat?” kata Widya seperti dilansir laman galamedianews.

Semangat Widya untuk mendirikan Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung pun dibuktikan dengan konsistensinya mempertahankan cita rasa dari menu nasi goreng yang dimasak. Namun, cita rasa ternyata bukan satu-satunya hal yang harus dipertahankan. Meski banyak yang mengakui kalau rasa Nasi Goreng Bistik Sawah kurung nikmat, nyatanya laju bisnis nasi goreng milik Widya ini malah berjalan serat di masa-masa awal berdiri.

“Saya tahu, agar pelanggan mau datang kembali ya kita harus mempertahankan cita rasa dari makanan. Namun, hal ini ternyata belum bisa menghasilkan keuntungan. Padahal, kita juga telah menyediakan pesan antar khusus bagi pelanggan, tetapi setiap harinya cuma ada 4-5 pesanan dari pelanggan. Promo-promo yang kami buat dan dipasang di media sosial, juga tidak mampu menaikkan pendapatan usaha,” kenangnya.

Nyaris putus asa, Widya terus memutar otak agar bagaimana tetap bertahan dengan Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung demi mendapatkan untung dari penjualan. Tak butuh waktu lama, Widya pun mendaftarkan bisnisnya ke GrabFood yang saat itu baru hadir di Bandung. Hanya berselang beberapa bulan, Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung mengalami kenaikan omzet yang sangat drastis.

Diakui Widya, setiap harinya ada sekitar 100 pelanggan yang akhirnya membeli menu-menu unik Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung lewat aplikasi Grab. Padahal, sebelum bergabung dengan GrabFood, cuma ada sekitar 25 pelanggan yang makan di tempat atau membawa pulang makanan setiap harinya.

“75 persen omzet dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung itu sekarang berasal dari pembelian lewat GrabFood. Harus diakui, GrabFood menjadi salah satu penunjang bisnis saya karena membuat Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung lebih dikenal. Selain itu, promo-promo yang ditawarkan oleh Grab juga sangat menaikan jumlah omzet. Banyak juga pelanggan yang datang makan ke sini dan bilang ‘biasanya saya pesan di Grab’,” lontarnya.

Kini, Warung Nasi Goreng Sawah Kurung menawarkan banyak varian menu nasi goreng bistik dengan berbagai rasa unik. Menu terlarisnya adalah Nasi Goreng Bistik Original. Sementara menu-menu lain yang tak kalah diburu pelanggan seperti Nasi Goreng Bistik Mozarella, Nasi Goreng Bistik Sambal Goang, dan Nasi Goreng Bistik Ningrat Cumi Asin. Semua menu dibanderol di kisaran harga yang sangat ramah kantong, yakni sekitar Rp 30 ribuan hingga Rp50 ribuan.

Ke depannya, Widya berharap Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung bisa memperluas usahanya ke banyak cabang dan semakin diminati pelanggan, khususnya lewat yang membeli GrabFood. Terlebih, dirinya ingin Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung bisa menjadi lebih baik lagi dalam taraf memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung dimasak dengan cara yang kreatif. Bumbu yang sudah dihaluskan mulai dimasukan ke dalam wajan. Setelah aroma tercium harum mulailah dimasukan telor kemudian diaduk. Semangkuk nasi putih mulai ditambahkan bersamaan potongan bawang daun. Juga ditambahkan keju mozzarella diatas nasi lalu dibakar menggunakan blow torch. Pembakaran keju dihentikan jika pada tekstur keju sudah ada bercak warna hitam. Tak lupa, ada tambahan sayuran segar menghiasi nasi goreng bistik untuk membuat sepiring porsi semakin lebih lengkap. Tertarik? (*)

Presiden Jokowi Bangga Pencak Silat Jadi Warisan Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) bangga UNESCO menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda melalui sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Pengakuan dari UNESCO ini merupakan sebuah penghormatan dunia bagi seni bela diri tradisional dan kebudayaan Indonesia.

“Karena itulah, penetapan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda oleh PBB ini adalah sebuah penghormatan dunia bagi tradisi dan kebudayaan kita,” ujar Kepala Negara melalui akun media sosial Twitter miliknya, Ahad (15/12/2019). Dalam akun @Jokowi yang pengikutnya sebanyak 12,5 juta, postingan Jokowi mendapat like sebanyak 10,4 ribu, yang membalas twitt 222 dan retweet 1,7 ribu.

Penetapan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya takbenda untuk kemanusiaan ini dilakukan saat sidang UNESCO di Bogota, Kolombia, Kamis (12/12) lalu. Jokowi mengatakan, pencak silat bukan hanya sekadar beladiri khas Indonesia yang juga populer di seluruh Nusantara.

Menurut Jokowi, pencak silat merupakan warisan budaya luhur yang mengandung falsafah, spiritualitas, dan kesenian. Sebelumnya, menurut Direktur Jenderal Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, tradisi pencak silat dinilai memenuhi kualifikasi berkontribusi terhadap peradaban manusia.

Tradisi pencak silat ini sudah diusulkan oleh komunitas perguruan pencak silat dari sejumlah daerah beberapa tahun yang lalu. Kemudian pemerintah melalui Kemendikbud mengajukan secara resmi naskah pencak silat kepada UNESCO pada 2017 lalu.

Sebelumnya Direktur Jenderal Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hilmar Farid menjelaskan Pemerintah sudah mengusulkan pencak silat sejak 2017. “Tentu karena kontribusi dari pencak silat terhadap kemanusiaan dan peradaban manusia. Dari situ saya kira cukup jelas kualifikasinya kenapa pencak silat dimasukkan ke dalam daftar representatif,” kata Hilmar.

Hilmar menjelaskan, pencak silat juga dipilih karena terbukti regenerasinya sejak awal abad ke-7. “Jadi paling enggak sekarang sudah ada 1200-1300 tahun ya masyarakat lekat dengan tradisi Pencak Silat,” katanya.

Dilanjutkan, UNESCO juga menilai seberapa jauh masyarakat masih menghidupi praktek kebudayaan itu. Hal ini juga berkaitan dengan upaya pelestarian dan tindak lanjut tanggung jawab masyarakat di masa mendatang. “Karena kalau masyarakatnya enggak bergerak, itu akan dinilai UNESCO apakah warisan budaya tak benda itu masih dilestarikan atau tidak,” ujarnya.

Hilmar menuturkan penetapan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda ini bisa membuka jalan bagi berbagai upaya pelestarian yang lebih luas. Tak hanya soal pengakuan, namun penetapan itu juga menyangkut tanggung jawab pelestarian. “Sekarang kembali lagi ke kita. Maka segera kita buat pertemuan di antara komunitas, pemerintah, Kemdikbud, Menpora, bagaimana strategi pelestarian sehingga amanat bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.(end)

Komunitas Pecinta PCX Susuri Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Penghujung tahun 2019, Komunitas pecinta Honda PCX dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua mengikuti Honda PCX Luxurious Trip Bali. Event tahunan ini, selalu mendapat apresiasi para komunitas PCX. Kali ini, peserta menjelajahi Pulau Dewata, Bali, selama dua hari perjalanan. Tahun lalu, event serupa menjelajahi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Total jarak yang akan ditempuh sekitar 393 kilometer. Pada hari pertama, Sabtu (14/12/2019) hingga Ahad (15/12/2019), peserta diberangkatkan dari dealer Astra Honda di Denpansar, menuju Buleleng dan berakhir di Menjangan, utara Bali yang berjarak sekitar 150 km.

“Tahun ini PCX Luxurious Trip mengusung tema baru yakni Inspiring The Nation yang mengangkat sisi positif dari keberadaan komunitas sepeda motor Honda yang tidak hanya menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan persaudaraan (brotherhood) tetapi juga dapat memberikan inspirasi dengan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia,” ujar GM Corporate Communication Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin dalam keterangan resminya, Ahad (15/12/2019).

Misi lain PCX Luxurious Trip adalah kampanye eco green untuk menjadi generasi hijau yang peduli terhadap lingkungan. “Kami mendukung gerakan mengurangi sampah plastik, mulai di setiap titik pemberhentian turing hingga aktivitas sosial yang dijalankan. Semoga rekan-rekan komunitas, jurnalis dan blogger dapat menikmati rute menyenangkan yang disuguhkan pada turing kali ini dengan kenyamanan Honda PCX.” sambungnya. (*)

Tips Wisata Bahari Tanpa Merusak Kulit

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Musim libur Natal dan Tahun Baru sebentar lagi. Berbagai destinasi wisata jadi sasaran kunjungan, termasuk wisata bahari dengan mengunjungi pantai, berjemur, berlari, berenang, diving, snorkling, fishing serta aktifitas lainnya. Namun, jangan lupa untuk menjaga kulit tetap sehat. Tanpa disadari, musim liburan bisa menjadi badai hebat untuk kesehatan kulit Anda.

Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan kulit. Kualitas tidur yang buruk hingga tingkat stres yang tinggi bersama-sama membuat kulit jadi tak sehat. Faktor-faktor yang mengganggu kesehatan kulit ini akan semakin kentara terasa saat momen libur panjang.

Untuk mengatasinya, barangkali Anda perlu mengenali beberapa kesalahan yang kerap dilakukan saat momen libur panjang dan berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Berikut melansir Huffington Post, Sabtu (14/12/2014):

#. Kurang tidur
Libur panjang dikenal sebagai momen di mana seseorang banyak kehilangan waktu tidur. Beberapa faktor turut memengaruhinya. Konsumsi alkohol dalam sebuah pesta hingga perasaan stres saat berlibur membuat Anda melek lebih lama di malam hari. Tidur dengan waktu yang cukup adalah kunci kulit tetap sehat. “Kurang tidur membuat kulit terlihat lelah,” ujar ahli dermatologi, Sandra Lee. Kurang tidur juga akan membuat kantung mata terlihat dengan jelas. Tak hanya itu, kulit juga akan terlihat lebih pucat. Tidur lah dalam waktu cukup. Orang dewasa direkomendasikan untuk tidur selama delapan jam setiap harinya.

#. Konsumsi makanan yang salah
Jangan salah. Bukan cuma makanan berminyak yang bisa membuat kulit jadi tak sehat. Konsumsi makanan yang mengandung gula berlebih juga membuat kesehatan kulit kian menurun. Pada musim liburan, umumnya berbagai toples di rumah akan dipenuhi oleh kue-kue kering favorit dengan kandungan gula yang tinggi. Belum lagi jika kue kering dibeli dari toko dan dikemas dengan lemak trans yang berdampak negatif untuk kesehatan kulit. Salah satu resep kulit sehat adalah konsumsi bukan makanan olahan. Menghindari kelebihan junk food dan makanan olahan lain selama musim liburan dapat membantu menjaga kulit tetap sehat.

#. Tak konsisten pada perawatan kulit

Musim liburan kerap membuat seseorang lupa pada ‘kewajiban-kewajiban’ yang harus dilakoninya. Salah satunya adalah perawatan kulit rutin. “Sangat mudah untuk terjebak pada euforia liburan dan melewatkan rutinitas normal,” ujar ahli dermatologi, Amanda Doyle.

#. Tidak mengelola stres
Tak dapat disangkal, liburan adalah waktu yang penuh dengan tekanan. Stres dapat memperburuk kondisi kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menurunkan kemampuan tubuh melawan peradangan yang berujung pada menurunnya kesehatan kulit. Untuk mencegah stres, waktu tidur memainkan peranan besar. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen untuk kulit yang mengandung ekstrak tomat alami yang mencakup nutrisi seperti likopen. Senyawa ini juga telah terbukti melindungi kulit dari efek merusak paparan sinar matahari.(*)

Yogyakarta Targetkan Kunjungan Turis Naik 2 Kali, Kok Bisa?

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menargetkan satu juta wisatawan asing yang berkunjung selama 2020. Target itu bukan merujuk pada rencana pembangunan Yogyakarta, melainkan tantangan dari Menteri Pariwisata periode sebelumnya. Musababnya, kini Yogyakarta punya bandara internasional baru, Yogyakarta International Airport, di samping bandara yang lama yakni Bandara Adi Sutjipto.

“Kami mempunyai target wisatawan mancanegara untuk tahun ini sebanyak 500 ribu orang, dan tahun 2020 targetnya satu juta wisatawan asing, langsung melonjak dua kali lipat,” kata Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Singgih Raharjo di Kabupaten Bantul.

Dengan bermodal bandara baru YIA, sambung dia seperti diunduh laman Tempo, Sabtu (14/12/201), optimistis target tersebut bakal tercapai. Dengan catatan ada tambahan rute penerbangan langsung atau direct flight ke bandara Yogyakarta dari luar negeri. “Mereka akan berhitung kalau masih transit karena pasti membutuhkan banyak waktu dan uang. Kalau bisa, ditambah direct flight, maka kami optimis satu juta wisman bisa tercapai,” katanya.

Dalam lingkup Asia, dia menambahakn, jika ada tambahan penerbangan langsung dari Bangkok, Thailand ke Yogyakarta, secara otomatis wisatawan asing juga merencanakan berkunjung ke Yogyakarta. Terlebih dua kota ini sudah kian dikenal memiliki destinasi wisata kelas internasional.

“Jadi, ketika wisatawan sudah sampai di Bangkok, kenapa tidak sekalian ke Yogyakarta. Tentunya promosi wisata juga harus kuat,” ucap dia. Penambahan slot penerbangan langsung, menurut Singgih Rajarjo, rencananya dimulai pada April 2020.

Saat ini baru ada dua penerbangan langsung ke Yogyakarta, yakni dari Malaysia dan Singapura. Dia barharap direct flight ini dapat bertambah dari negara-negara Timur Tengah, ASEAN, hingga Australia. “Itu bagian dari upaya agar para wisatawan memiliki akses yang lebih cepat dan murah,” katanya. (*)

Okupansi Kamar Hotel Ambles, Pariwisata Kena Imbasnya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bulan Desember tersisa kurang dari 17 hari lagi dan musim liburan segera tiba. Biasanya di akhir tahun, jumlah wisatawan membludak dan sektor pariwisata terdongkrak. Sayangnya, kenaikan okupansi tingkat hunian kamar hotel akhir tahun nampaknya tak bisa mengatrol akibat merosotnya hunian hotel sepanjang 2019. Dampaknya, diperkirakan akan sulit untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam setahun setidaknya ada tiga kali lonjakan kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing ke Indonesia. Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terjadi biasanya di bulan Maret, periode Juli atau Agustus dan akhir tahun. Tahun 2019, pemerintah menargetkan dapat mendatangkan 18 juta wisman. Namun sejak 2016, target kunjungan wisman tak pernah tercapai. Rata-rata capaian kunjungan wisman sejak 2016-2018 hanya 94%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Oktober 2019, total kunjungan wisman mencapai 13,7 juta pengunjung atau baru 76% dari target. Rasanya susah untuk mengejar target di sisa dua bulan terakhir tahun ini.

Dilansir laman CNBC Indonesia, Sabtu (14/12/2019) mengestimasi kunjungan wisman bulan November dan Desember berdasarkan median kunjungan bulan tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir serta mempertimbangkan aspek musiman. Diestimasi kemungkinan akan ada tambahan wisman sebanyak 2,81 juta pengunjung atau naik 9,8% dibanding 2018. Dengan jumlah ini, capaian untuk tahun ini hanya bisa mencapai 93%.

Namun jika ditinjau dari pemasukan atau devisa negara pada tahun 2014 capaiannya hanya 89%. Tahun 2015 dan 2016 capaiannya melampaui target. Yang unik tahun 2016, ketika kunjungan wisman hanya 64% tetapi kontribusi devisanya mencapai US$ 13,5 miliar atau melampaui target sebesar 104%

Jika dilihat dari tingkat okupansi kamar di hotel berbintang tahun ini selalu lebih rendah dibanding tahun lalu kecuali pada bulan Juni. Padahal Secara rata-rata kunjungan tiap bulan untuk tahun 2019 masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Kenapa Pariwisata Indonesia Lesu? Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan tren sudah terlihat dari menurunnya angka okupansi hotel di Indonesia. “Tahun lalu 54-55%, sekarang 52-53%,” katanya pada konferensi pers outlook perekonomian Apindo di Jakarta, Selasa (10/12).

Ada beberapa kota yang terguncang akibat menurunnya okupansi hotel ini. Di antaranya Jayapura, Ambon, Makassar sedang mengalami penurunan. Hariyadi mengatakan banyak kota di luar Jawa juga yang okupansi hotelnya mengalami penurunan, terkecuali Sumbar. “Jawa yang masih stabil, Jakarta. Jogja turun juga. Overall yang stabil hanya Jakarta dan Sumbar. Bali juga turun,” katanya.

Menurunnya angka okupansi hotel disebabkan karena menurunnya jumlah wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. Jika dirunut lebih panjang, mahalnya harga tiket pesawat juga dinilai sebagai penyebab turunnya okupansi.

Selain itu, maraknya model bisnis baru di industri hospitality yang menekankan pada sharing economy dan pemanfaatan teknologi digital telah mengubah perilaku wisatawan. Merebaknya hotel-hotel budget yang menawarkan berbagai pengalaman menginap bisa jadi salah satu penyebab kenapa tingkat okupansi kamar di hotel berbintang turun.

Namun untuk masalah target wisatawan terutama wisman yang terus gagal tercapai sejak 2016 benar-benar dicari tahu penyebabnya. Ada berbagai kemungkinan penyebab. Bisa saja target yang memang tidak realistis.

Kedua bisa juga karena kondisi ekonomi global yang melambat seperti sekarang ini sehingga berdampak pada sektor pariwisata. Namun untuk memastikan hal ini, perlu adanya tinjauan komprehensif terhadap sektor pariwisata global. Apakah memang trennya turun atau tidak.

Apabila trennya secara global menurun bisa jadi akibat perlambatan ekonomi. Namun apabila tidak maka ada alasan lain yang harus diidentifikasi seperti apakah ada destinasi lain yang lebih menarik daripada Indonesia bagi wisatawan domestik maupun wisatawan lokal.

Jika hal itu yang terjadi maka jelas harus segera diatasi. Pasalnya sumbangsih sektor pariwisata untuk devisa tak kecil. Tercatat tahun lalu saja sumbangsihnya mencapai US$ 16.1 miliar atau setara dengan Rp 224,4 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000/US$. (*)

Keren, Konsep Wisata Kapal Pesiar bakal Bisa Menyelam

this formate

ROMA. bisniswisata.co.id: Mobil bisa berubah menjadi kapal selam, muncul dalam film James Bond dengan judul film “The Spy Who Loved Me” yang dirilis tahun 1977. Mobil yang bisa menyelam, kini dikembangkan beberapa perusahaan teknologi. Tapi bagaimana dengan kapal pesiar yang bisa menyelam?

Masa depan superyachts diprediksi bakal dilengkapi kemampuan sub-akuatik. Kebisaan kapal pesiar menyelam ini sangat dimimpikan arsitek galangan kapal perang Fincantier berbasis di Italia, Elena Nappi. Mereka mengangankan kapal hibrida yang dapat melakukan perjalanan di permukaan laut dan di bawah air.

Dinukil laman CNN Travel, Sabtu (14/12/2019) Carapace (Karapas), mampu menyelam hingga kedalaman 985 kaki selama 10 hari dalam satu waktu. Kapal pesiar ini dalam mode sub-akuatik ingin menawarkan pemandangan wisata bawah laut yang menakjubkan bagi penumpangnya.

Nappi, yang datang dengan konsep inovatif setelah bertahun-tahun melakukan penelitian eksperimen bahari, mengatakan konsep ini mewakili “kelas baru kapal pesiar besar,” menyatukan kenyamanan kapal pesiar mewah dan “privasi” navigasi penyelaman. “Dunia kapal selam mewah adalah salah satu perbatasan terakhir di bidang eksperimen, dan mungkin hibrida akan menjadi bahasa masa depan,” kata Nappi dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, ia sudah sering mendengar para pemilik kapal pesiar mencari solusi, agar dapat menawarkan kepada para kolega dan keluarga mereka sesuatu yang istimewa, “Dan tentunya pelayaran selam jenis ini, adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasar superyacht,” ujarnya.

Carapace, didukung diesel-listrik dan sistem sel bahan bakar, dirancang dengan superstruktur aluminium ringan yang berukuran panjang 256 kaki. Kapal pesiar ini direncanakan menampung tiga tingkat dek, dengan kabin VIP, lounge, spa, bar, dan klub kebugaran serta masih banyak lagi fasilitas untuk bersenang-senang.

Fasilitas lainnya juga bisa digunakan terutama untuk rapat sangat rahasia. Nappi membayangkan itu disewa untuk perjalanan pribadi, serta pertemuan bisnis yang membutuhkan “kerahasiaan mutlak.” Meskipun belum ada indikasi harga, diperkirakan kapal ini berharga ratusan juta dolar, namun peluang bisnis dari kapal ini mampu mengembalikan berlipat-lipat.

Para peminat harus terus memantau informasi. Pasalnya, Carapace masih sebuah konsep, dan Nappi diperkiarakan masih butuh waktu lama hingga menyentuh perairan. Sekaligus menjadi kenyataan untuk berwisata kapal pesiar bukan hanya menikmati pemandangan di luar yang bebas namun juga bisa menikmati menikmati pemandangan bawah laut. (*)

Komunitas Pelestari Keris Canangkan Year of Keris Legacy 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata. co.id: Menjelang Hari Pengakuan Keris Dunia 2020, Komunitas pelestari keris, Astajaya (Ajang Silaturahmi Tosan Aji Jakarta Raya) menggandeng Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Pameran Pesona Keris Ganan di TMII, Jakarta. Selain pameran keris juga dilakukan pencanangan “Year of Keris Legacy 2020”.

Sebanyak 75 keris koleksi dari 41 kolektor keris se-Indonesia menghiasi pameran Pesona Keris Ganan yang digelar sejak 13 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Pameran terbuka untuk umum ini, merupakan penghargaan kepada para tokoh pelestari Keris di Indonesia, yakni Haryono Haryo Guritno tokoh yang berhasil mengangkat proposal keris untuk diakui Unesco sebagai warisan dunia pada tahun 2005 diangkat menjadi tokoh utama dalam event penghargaan ini.

“Sebagai komunitas pelestari Keris merasa wajib untuk mengambil tongkat estafet dan meneruskan warisan ini untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Sebelumnya Museum Pusaka ini dulu dibuat oleh Ibu Tien Suharto (alm) karena menerima koleksi keris haji mas Agung, sehingga museum Pusaka adalah tempat yang tepat untuk menggelar acara ini” ujar Ketua Umum Komunitas Pelestari Keris Cakra Wiyata dalam keterangan resminya, Sabtu (14/12/2019).

Dilanjutkan, mMenuju acara puncak di bulan November 2020, dunia mengakui Keris sebagai Warisan Dunia melalui Unesco, sepanjang tahun kedepan dengan menggelar berbagai acara pameran keris, talk show, lomba membuat keris, lomba fotografi, lomba video 1 menit untuk sosialisasi di media sosial

“juga ada lomba desain keris dengan tema yang sebelumnya disampaikan presiden Jokowi dengan filosofi ‘SDM Unggul Indonesia Maju’ dan pemenang utama akan dijadikan keris asli, yang akan kami tampilkan pada penghujung acara Year of Keris Legacy 2020,” tandasnya.

Astajaya memiliki keinginan menyebarluaskan keris sebagai warisan budaya dunia, dengan mengadakan pameran ini diharapkan dapat menciptakan momentum agar semua insan perkerisan dan Generasi Mileniall maupun Gen Z agar mengenal keris lebih dekat.

“Tidak mungkin Museum atau Komunitas bekerja sendiri membudayakan keris yang masih dianggap memiliki sesuatu hal negatif didalamnya. Kami ingin menyebarkan pengenalan akan Keris yang sesungguhnya kepada generasi penerus. Diharapkan kegiatan ini dapat memicu berbagai inisiatif lain dari berbagai komunitas maupun individu di sepanjang tahun ke depan” lontarnya.

Kepala Museum Pusaka TMII, Rian Mandar menambahkan istilah keris ganan bermula dipopulerkan oleh seorang mendiang pakar keris yang sepanjang hidupnya dihabiskan untuk menelusuri seluk beluk dunia keris, yaitu Ir. Haryono Haryo Guritno (1932-2017).

“Ganan itu penyebutan untuk keris yang pada bagian gandhik-nya atau bagian bawah keris secara terukir. Ada relief hewan mitologi, ada bentuk sosok penjelmaan raksasa, naga, singa, barong, dan lainnya,” lontar Rian

Dijelaskan, secara etimologis keris ganan memang semula berasal dari kata gana dan kata lain dari ganesha, yang di dunia arkelogi sebagai satu makhluk khas pengikut Hindu aliran syiwa. Wujud Ganesha adalah perwujudan dewa dalam bentuk makhluk kerdil berbelalai gajah yang dilambangkan sebagai penopang dunia (zaetmulder). Adapun Syiwa disebut dalam nama lain sebagai Bethara Gana.

Pada perkembangannya, ganan diletakkan pada kategori keris yang di bagian gandhik-nya ada relief stilisasi makhluk hewan atau pun manusia serta makhluk mitos. Tafsir lain menyebutkan kata Ganan berasal dari kata gana dalam pengertian dari kitab Cendrasangkala Bratakesawa (1928). Yang bisa berarti mega, awang-awang, dewa gatra, piyambak, tawon, calon, ungker, kawasa, saged dan lengkung.

Berdasarkan beberapa definisi atau tafsir tersebut, ganan lebih merujuk kepada kata gatra yang berarti bentuk. “Maka keris ganan bisa dimaknai sebagai keris yang memiliki bentuk makhluk pada gandhik-nya,” ujarnya.

Saat ini baru terdata delapan varian keris ganan. Yaitu, ganan naga, ganan singa, ganan kikik, ganan peksi atau burung, ganan liman, ganan jalma, ganan yaksa dan ganan wahana. “Tujuan pameran ini, kita ingin mendekatkan komunitas keris kepada masyarakat,” imbuhnya.

Karena menurutnya, meskipun selama ini pameran keris sering diadakan, tapi informasinya hanya untuk orang pecinta keris saja. “Jadi selama ini teman perkerisan membuat kegiatan hanya membahas luk keris seperti apa. Nah, pameran ini ingin memberikan informasi nggak yang cuma dipahami oleh pecinta keris saja yang tahu anatomi keris, tapi kita ingin mengajak masyarakat tahu sejarah dan filosofinya,” ungkap Rian.

Dia berharap pameran ini bisa menambah wawasan bagi masyarakat tentang keris sebagai benda pusaka. “Setelah melihat pameran ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengenal keris itu sebagai benda mistik. Tapi sebagai benda seni warisan leluhur,” tandasnya. (end)

14 Desember 2019, Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara

this formate

CIREBON, bisniswisata.co.id: Sebanyak 1.865 pelajar serta seniman Cirebon, Jawa Barat (Jabar) manggung bersama dalam Konser bertajuk Kebhinekaan Suluh Nusantara, yang akan berlangsung di kawasan Pelabuhan Muara Jati Cirebon, Sabtu (14/12/2019), Konser ini hasil kerja kolektif Yayasan Santo Dominikus Cabang Cirebon mengandeng Seniman Nusantara.

Konser yang disutradarai Dedi Kampleng menyajikan kolaborasi seni kolosal tradisional dan modern, yang disajikan dalam satu panggung megah, yang mengangkat masalah pluralisme indahnya kebersamaan, kedamaian, dan keutuhan umat manusia, dalam hidup bernegara tanpa ada satu celah pemisah. Kesejukan dan kebahagiaan suasana dalam Suluh Nusantara, diharapkan dapat memberikan energi positif bagi semua elemen bangsa Indonesia.

Harapan pergelaran ini menjadi wahana ekspresi dan apresiasi kebudayaan, kebhinekaan dan kebangsaan. Juga pesan yang tersirat dari pertunjukan drama musikal bertema pluralisme itu bisa menginspirasi masyarakat untuk hidup rukun.

Penulis naskah Konser Kebhinekaan Suster Albertine, O.P mengatakan, konser ini merefleksikan keagungan bangsa Indonesia yang tertuang dalam pertunjukan seni yang kaya akan pesan historis keberagaman. “Dengan sebuah totalitas penampilan, yang tergerak dalam Konser Kebhinekaan ini juga menampilkan konfigurasi musikal, memadukan seluruh olah gerak dan bahasa, bunyi benda-benda, serta simbol-simbol sosial lainya,” lontarnya.

Dipilihnya lokasi konser di Pelabuhan Muara Jati karena merupakan pendaratan pertama berbagai peradaban, kebudayaan, yang merekah di masyarakat sejak tahun pertama pelabuhan ini berdiri, dengan ornamen keagamaan, kesukuan dan lainnya yang membuka peradaban baru bagi masyarakat Cirebon menjadi simbol masyarakat yang tampil dengan keterbukaan. Uniknya lagi, panggung konser ini menggunakan kapal tongkang.

Sehingga diharapkan, dari suguhan Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara dapat menghasilkan citra bahwa masyarakat Indonesia betul-betul menjadi teladan kebudayaan yang humanity, independent, dan siap menjadi inspirasi kedamaian dan keharmonisan dunia. (*)

Diinisiasi, Pengembangan Destinasi Wisata Heritage Salatiga

this formate

SALATIGA, bisniswisata.co.id: Gagasan mewujudkan Kota Salatiga sebagai salah satu destinasi pariwisata heritage yang menarik untuk dikunjungi diinisiasi Perguruan Tinggi swasta di Salatiga yakni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Insiasi ini lahir setelah UKSW merintis jalan melalui dimensi penelitian guna mendukung Salatiga sebagai destinasi pariwisata heritage.

“Salatiga, baik dari segi benda cagar budaya dan warisan budaya bukan benda–perlu terus dikawal hingga mampu mewujudkan tujuan tersebut,” ungkap Rektor UKSW Neil Semuel Rupidar di Salatiga seperti dilansir laman Republika, Jumat (13/12/2019).

Itikad ini diterjemahkan oleh Biro Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya, Jurusan Pendidikan Sejarah, Jurusan Destinasi Pariwisata, Jurusan Seni Musik dan Perpustakaan UKSW. “Budaya yang plural adalah kekayaan yang harus jadi dasar untuk melakukan transformasi budaya. Gagasan ini mendapat sambutan positif dari Pemkot Salatiga,” sambungnya,

Neil menambahkan, salah satu langkah awal yang dilakukan UKSW guna menggali lebih jauh potensi wisata heritage ini dimulai dari pengukuhan ‘Forum Heritage Kota Salatiga’ yang bakal diresmikan oleh Wali Kota Salatiga di Recital Hall Fakultas Bahasa dan Seni UKSW, Sabtu (14/12) besok.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menerima ajakan UKSW. Hal ini disampaikan wali kota saat menerima utusan Biro Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya UKSW, Esthi Susanti Hudiono dan Kepala Jurusan Destinasi Pariwisata UKSW, Lasti Nur Satiani.

Pemkot Salatiga akan mendukung melalui penerbitkan kebijakan dan anggaran yang mendukung. “Penggerak proyek ini dilakukan oleh UKSW, Pemkot Salatiga dan masyarakat bakal bertindak sebagai fasilitator dan konsolidator,” jelasnya.

Forum Heritage Kota Salatiga secara periodik akan aktif dalam pembahasan oleh para pakar heritage maupun peneliti yang turut meriset Kota Salatiga. Termasuk pembahasan tentang aspirasi pemerintah (legislatif dan eksekutif) hingga tokoh masyarakat terhadap kota Salatiga sekarang dan yang akan datang. Hasil diskusi forum ini bakal menjadi bahan dasar prospektus untuk pembuatan buku sejarah Kota Salatiga dulu, kini dan yang akan datang.

“Forum Heritage Kota Salatiga akan mengawali kiprah pertamanya dengan mengadakan Bincang Buku Geger Pacinan 1740-1743, Persekutuan Tionghoa- Jawa Melawan VOC bersama penulisnya, KRMH Daradjadi Gondodiprodjo,” jelas Neil.

Beberapa destinasi wisata heritage di Salatiga antara lain:

#. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum ini letaknya di Kota Ambarawa, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Semarang atau Jogjakarta, letaknya yang mudah dijangkau. Museum Kereta Api Ambarawa menjadi obyek wisata andalan kota tersebut dan sebagai wisata edukasi, heritage dan sebagai wisata liburan. Banyak hal yang menarik dari museum ini mulai dari sejarah serta isi dari museum itu bisa dipelajari. Di tempat ini kita bisa mengetahui dan belajar tentang banyak hal tentang isi dari Museum Kereta Api Ambarawa yang banyak kereta api yang dioperasikan pada jaman Belanda dan sekarang disimpan di museum kereta api. Di obyek wisata ini anda dapat berkeliling obyek wisata menaiki kereta api kuno yang dijalankan dengan tenaga uap. Juga dapat melihat lokomotif uap jaman Belanda yang disimpan dengan baik di stasiun obyek wisata museum kereta api ini.

#. Prasasti Plumpungan
Prasasti Plumpungan adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Prasasti ini sudah berumur kurang lebih 1264 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi. Isi prasasti sendiri adalah perihal tentang keterangan bebas pajak berupa tanah perdikan. Cara seperti ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh raja-raja di era Mataram Kuno. Biasannya diberikan kepada desa-desa yang memiliki jasa kepada kerajaan. Daerah ini dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti oleh Raja Bhanu meliputi Salatiga dan sekitarnya.

#. Candi Klero
Candi Klero adalah candi Hindu yang sekarang terletak di Desa Ngentak, Klero, Tengaran, Semarang, Jawa Tengah. Ketika pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1995 candi ini dalam kondisi runtuh. Kini, reruntuhan tersebut berhasil dipugar menjadi sebuah bangunan candi oleh BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) daerah Provinsi Jawa Tengah yang sekarang berubah menjadi BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Tengah.