Tips Agar Tak Tertular Penyakit Saat dalam Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Natal dan tahun baru akan tiba. Pastinya, jalan-jalan dengan keluarga, kerabat, atau teman menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Nah, saat melakukan perjalanan, kita seringkali berada di tempat umum yang penuh kuman penyakit. Baik itu di terminal bus, stasiun kereta, atau pun di bandara.

Tak bisa dipungkiri, bersentuhan dengan banyak orang di bandara atau di dalam pesawat, bisa membuat kita terpapar berbagai penyakit. Maka dari itu, kita sebaiknta tahu bagaimana menghindarkan diri dari kuman penyakit saat naik pesawat atau angkutan lainnya. Anggaplah tempat-tempat seperti bandara, stasiun bus atau kereta, sebagai “ruang gawat darurat”, dengan banyak orang di dalamnya, yang “membawa” virus serta penyakit.

Seorang peneliti mikrobiologi bernama Jason Tetro mengatakan bahwa virus, bakteri, hingga jamur, datang dari manusia. Sebuah peneitian bahkan menemukan, penumpang pesawat yang berada di dekat penderita penyakit pernapasan (seperti flu), memiliki risiko 80% tertular penyakitnya. Bagaimana cara menghindari penyakit seperti itu, saat sedang bepergian dengan pesawat? Antara lain:

#. Bawa perlengkapan “tempur” demi kesehatan
Tetro menjelaskan, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit menular seperti flu itu, adalah dengan tidak melakukan kontak langsung, dengan penderitanya. Namun, benda atau tempat yang sudah terkontaminasi, juga bisa menularkan penyakitnya. Maka dari itu, beberapa hal di bawah ini, bisa kita lakukan:

Gunakan tisu disinfektan untuk permukaan seperti meja atau sandaran kepala. Gunakan pembersih tangan yang mengandung 62-70% etanol, dan biarkan di tangan selama 15 detik. Jangan masukkan makanan apapun ke dalam saku kursi penumpang, kecuali jika makanan terbungkus rapat. Dan Gunakan syal untuk mencegah virus masuk ke dalam saluran pernapasan

Jangan sepelekan keempat cara di atas. Sebab, menurut studi yang dirilis di Journal of Enviromental Health Research, seseorang 100 kali lebih mudah terkena flu di dalam pesawat, dibandingkan pada hari-hari biasa.

#. Ganti pakaian dan cuci tangan setelah bepergian

Jika tangan baru saja memegang permukaan-permukaan yang terkontaminasi virus, dan selanjutnya mengusap muka, kita bisa langsung terinfeksi penyakit. Umumnya, seseorang bisa menyentuh muka, hidung, mata dan mulut, sampai 16 kali dalam waktu sejam. Hal ini bisa terjadi, tanpa disadari.

Cara terbaik untuk menghindari paparan kuman adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air. Saat melakukannya, cucilah bagian-bagian tangan seperti bawah kuku, atau di antara jari-jari tangan. Lakukan selama 30 detik, sampai benar-benar bersih. Sebab, kuman sangat senang bersembunyi di tempat-tempat yang jarang diraih oleh tangan manusia.

Sesaat setelah sampai di tujuan, langsung ganti pakaian. Sebab, pakaian bisa menjadi tempat persembunyian kuman. Selain itu, kuman-kuman tersebut juga bisa bertahan lama, di dalam pakaian. Maka dari itu, mengganti pakaian adalah ide yang baik, agar badan bisa bebas dari kuman sumber penyakit.

#. Atur pola makan, olahraga, dan istirahat dengan cukup

Mengubah pola makan, berolahraga secara teratur, dan beristirahat dengan cukup adalah cara pencegahan yang bisa menyelamatkan kita dari berbagai macam penyakit di bandara atau pesawat. Ketiga hal itu bisa menjadi “penyelamat” saat bepergian.

#. Makan sehat

Mengonsumsi makanan sehat, yang kaya akan serat dan nutrisi, bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Langkah ini bisa menyelamatkan kita dari berbagai macam penyakit. Sayur-sayuran, buah, hingga smoothies adalah makanan yang dianjurkan.

#. Berolahraga secara teratur

Hanya mengonsumsi makanan sehat, dirasa tidak akan maksimal untuk menutup “celah” masuknya kuman ke badan. Berolahraga secara teratur juga menjadi hal yang dianjurkan oleh Sexton. Sebab, berolahraga tidak hanya memberikan energi, tapi juga membantu tubuh untuk melawan penyakit. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah di pagi hari. Jadi, aktivitas sehari-hari selanjutnya tidak akan terganggu.

#. Tidur dengan cukup

Pada saat liburan, mendapatkan tidur yang baik memang sulit. Sebab, kita cenderung beraktivitas lebih dan malah menggunakan waktu tidur untuk bersenang-senang. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas, bisa mencegah dari penyakit saat liburan. Jangan anggap remeh berbagai penyakit yang bisa dialami ketika bepergian dengan transportasi publik. Sebab, banyak kuman dan bakteri yang mengintai kesehatan tubuh. Tentunya, Anda tidak ingin berlibur dengan merasakan sakit. Apalagi membawa “oleh-oleh” penyakit, seusai liburan.

Dongkrak Lesunya Liburan, Garuda Beri Diskon Hingga 40 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Natal dan Tahun Baru diprediksi kurang gairah alias lesu. Kelesuan terutama melanda angkutan udara. Melihat situasi itu, Maskapai Garuda Indonesia memberikan potongan harga hingga 40% untuk rute-rute tertentu. Langkah ini sebagai upaya mendukung mobilitas para pengguna jasa udara, mendongkrak pendapatan sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan akses transportasi udara yang terjangkau bagi masyarakat.

“Potongan harga berlaku untuk pembelian tiket Garuda Indonesia baik melalui Online Travel Agent (OTA), Mobile Apps, Website maupun Ticketing Office Garuda Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. Potongan harga ini berlaku untuk periode perjalanan tanggal 10 Desember 2019-31 Januari 2020. Potongan harga berlaku pada hari-hari tertentu di rute-rute domestik tertentu,” papar Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah melalui keterangan resmi, Jumat (13/12/2019).

Dijelaskan, rute-rute domestik di antaranya Balikpapan-Yogyakarta, Biak-Makassar, Denpasar-Ambon, Denpasar-Kupang, Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Palangkaraya, Jakarta-Nias, Jayapura-Nabire, Mamuju-Makassar, Palu-Makassar, Timika-Nabire, Yogyakarta-Makassar. Potongan harga berlaku setiap Selasa dan Kamis.

Dan untuk rute Jakarta-Jayapura, potongan harga berlaku pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, sementara rute Jakarta-Silangit potongan harga berlaku pada hari Jumat dan Minggu. “Langkah Garuda Indonesia ini merupakan upaya perusahaan dalam memberikan kesempatan bagi para pengguna jasa untuk dapat merayakan momen khusus ini bersama dengan keluarga dan kerabat yang jauh,” jelasnya.

Garuda juga menyiapkan 30.630 kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan internasional sebagai antisipasi menghadapi kenaikan jumlah penumpang selama periode peak season Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Periode peak season diperkirakan mulai tanggal 20 Desember hingga 6 Januari 2020 dengan rincian kursi 17.496 untuk frekuensi penerbangan tambahan dan 13.134 kursi dengan pengoperasian armada yang lebih besar.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebutuhan pasar selama periode peak season ini berlangsung. Jika diperlukan, ada penyesuaian kapasitas penerbangan lebih lanjut,” sambungnya. (end)

5 Langkah Konkret Dongkrak Devisa Pariwisata

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) akan menggalakkan lima langkah konkret guna mendongkrak sumbangan devisa dari sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Sektor pariwisata ditunjuk Pak Presiden sebagai leading sector. Ada 5 langkah konkret yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia, meningkatkan jumlah spending dan lama mereka stay di Indonesia,” ujar Wakil Menteri Parekraf Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo.

Seperti dilansir laman Inilah, Jumat (13/12/2019), berdasarkan data statistik United Nation World Tourism Organization (UNWTO), terdapat 1,4 miliar jiwa yang bepergian ke seluruh penjuru dunia sepanjang 2018. Sebanyak 129,2 juta jiwa di antaranya bepergian ke negara-negara ASEAN. Namun, hanya 15,8 juta jiwa yang ke Indonesia. Ini menempatkan Indonesia di posisi keempat, di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura.

“Jadi, potensi pariwisata kita masih sangat besar. Apalagi, aset kita jauh lebih besar lagi yang belum dieksplorasi,” tutur penyandang gelar Master of Commerce dari The University of New South Wales, Australia itu.

Targetnya, bukan hanya mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Indonesia, tetapi juga meningkatkan waktu stay dan pengeluaran wisatawan selama di Indonesia. “Tidak hanya kuantitas, tapi kualitas wisatawan. Jadi, yang kita utamakan, devisa yang kita dapatkan dari wisatawan tersebut,” kata Angela.

Wamenparekraf merinci lima langkah konkret yang harus dilakukan Kementerian Parekraf bersama stakeholder untuk mewujudkan target tersebut. Pertama, mendukung pembangunan akses amenitas dan atraksi dari destinasi wisata baru.

Seperti diketahui, saat ini Kementerian Parekraf tengah mengebut pembangunan lima destinasi super prioritas agar siap menyambut wisatawan dari berbagai belahan dunia pada 2020 mendatang.

Kelima destinasi itu adalah Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Likupang (Sulawesi Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat).

Dijelaskan, Semakin banyak produk pariwisata, berarti kita memiliki peluang untuk menargetkan semakin banyak lagi wisatawan asing, karena ke depan wisatawan itu minatnya semakin spesifik. Pertama, pengembangan destinasi baru juga sangat penting, karena dapat menciptakan lapangan kerja yang baru dan meningkatkan juga ekonomi di berbagai daerah.

Kedua, meningkatkan kualitas SDM pariwisata lewat jalur pendidikan formal maupun vocational training, sertifikasi berskala internasional dan diakui oleh industri. “Ini penting, reskilling atau upskilling namanya,” tutur putri pasangan Hary dan Liliana Tanoesoedibjo itu.

Ketiga, membangun sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Banyak elemennya, di antaranya waste management dan energy development. “Tanggung jawab kita bersama untuk mewariskan budaya, alam, aset yang kita miliki saat ini ke generasi kita berikutnya dan berikutnya,” kata Angela seraya menambahkan bahwa tren ke depan, sustainable tourism menjadi salah satu atau pendorong wisatawan untuk mengunjungi sebuah destinasi.

Keempat, adalah melakukan promosi untuk membangun citra positif. Mulai dari micro targeting lewat media digital hingga menjadikan destinasi wisata sebagai lokasi syuting film. “Contohnya New Zealand, menjadi lokasi syuting Lord of The Rings dan sampai sekarang orang datang ke sana untuk melihat lokasinya,” ungkapnya.

Kelima, mengolaborasikan pariwisata dengan ekonomi kreatif. Contohnya, di negara-negara Eropa, pertunjukan seni dan budaya bisa menjadi atraksi utama wisatawan mancanegara. ” Dua sektor ini saling mendukung satu sama lainnya,” pungkas Angela.

Era Digital, Peluang Besar Kembangkan Pariwisata Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Era digital menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. “Dengan teknologi, konsumen dapat dengan mudah mencari informasi dan feeding mengenai produk-produk wisata dan destinasi di Indonesia dengan detail,” lontar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo.

Digital, lanjut Angela seperti dilansir laman Inilah, Jumat (13/12/2019), bila dimanfaatkan dengan baik hasilnya akan sangat luar biasa. Misalnya, dalam mempromosikan digital bisa dilakukan micro targeting, sehingga promosi bisa tepat sasaran. Dengan begitu, orang yang memiliki ketertarikan menyelam bisa mendapatkan promo menyelam. Adapun, yang suka gunung, bisa mendapatkan informasi mengenai gunung dan lain sebagainya.

Di dunia digital, lanjut Angela, platform, target, waktu, frekuensi dan kontennya harus tepat. Bahkan, manfaat digital dalam dunia perhotelan saat ini. Belum lama ini, dia bertemu pengusaha yang melakukan inovasi di bidang perhotelan.

“Mereka menggabungkan hotel-hotel kecil yang tadinya cuma sendiri-sendiri, dengan brand mereka sendiri, digabung dikasih brand yang sudah jadi. Brand sama semua dan akhirnya mereka juga meningkatkan standarisasi di semua hotel itu. Ada peningkatan SDM, terus ada standarisasi teknologi juga,” ungkapnya.

Hasilnya, bisa meningkatkan efisiensi dari hotel tersebut. Brand tersebut juga meningkatkan kepercayaan wisatawan asing untuk datang dan tinggal di hotel tersebut. Hasil akhirnya, okupansi hotel yang tadinya sekitar 40 persen naik menjadi 70 persen -80 persen.

Dengan digital, perubahan harga juga bisa menyesuaikan low season dan high season dengan cepat. Contoh untuk ekonomi kreatif, ada aplikasi fotografer yang bisa digunakan bagi yang membutuhkan jasa profesional. Menurutnya, di Bali banyak acara pernikahan yang membutuhkan jasa fotografer, desain baju, videografer dan fotografer.

“Karena konektivitas yang semakin tinggi, yang tadinya berjualan individu bisa jadi merge together. Punya satu payung branding dan standar yang dipercaya oleh wisatawan. Contohnya ada salah satu aplikasi besar di Indonesia itu bergerak di bidang photography service,” kata Angela.

Di Bali pun hal tersebut sudah terjadi, sehingga wisatawan asing maupun domestik yang membutuhkan jasa fotografer bisa menggunakan fotografer profesional lokal dari Bali melalui aplikasi tersebut. “Ini betul-betul luar biasa sekali, yang tadinya individu, cari pelanggan susah, ini jadi kolektif karena teknologi,” tuturnya.

Di sisi lain, dunia digital juga memiliki tantangan. Dengan kemudahan digital ini, para wisatawan dapat dengan mudahnya membandingkan Indonesia dengan negara lain. Selain itu, ada info yang bisa langsung dilihat, baik dari feedback atau komentar negatif.

Angela mengajak seluruh pihak, termasuk mahasiswa, pengajar IBI Kesatuan untuk ikut membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. “Mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi yang melibatkan semua pihak, masyarakat, lembaga, hingga pemerintah. Semua yang hadir di sini juga harus turut berperan,” katanya.

Dia merasa bangga dan mendukung IBI Kesatuan untuk turut mengambil peran untuk pembangunan SDM. “Khususnya dengan membangun prodi baru, prodi kepariwisataan, kewirausahaan, teknologi informasi sertasistem informasi. Saya berharap dan mendoakan agar kita semua bisa mengambil peran penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Dilarang, Tapi Masih Bisa “Ngebul” kok!

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id,- TIDAK hanya merokok yang diatur pemerintah Singapura baik bagi masyarakat mau pun pengunjung alias wisatawan. Ternyata, Singapura melarang Vape, — dikenalsebagai alternatif yang lebih sehat dari pada rokok. Tahukah Anda, memiliki, membeli, bahkan menggunakan Vape di Singapura adalah perbuatan melanggar hukum?

Menurut pasal 16 (2A) Undang-Undang Tembakau (Kontrol Iklan dan Penjualan) (TCASA), adalah ilegal untuk memiliki, membeli, dan menggunakan vaporiser di Singapura pada 1 Februari 2018. Ini termasuk e-cigarettes, e-pipes dan e-cigars.

Seseorang yang dinyatakan bersalah atas pelanggaran ini dapat didenda hingga $ 2.000! Selain itu, berdasarkan bagian 16 (1) TCASA, mengimpor vaporiser sejak 1 Agustus 2016 dan seterusnya adalah ilegal. Ini berarti membeli vaporiser secara online dan mengirimkannya ke Singapura untuk penggunaan pribadi adalah ilegal. Mereka yang bersalah atas pelanggaran tersebut dapat dikenakan denda hingga $ 10.000 dan / atau penjara 6 bulan. Pelanggar berulang, dikenakan denda hingga $ 20.000 dan / atau penjara 12 bulan.

Terlepas dari apakah Anda suka mengisap rokok atau cerutu, usia legal untuk merokok di Singapura saat ini adalah 18. Namun, usia minimum ini ditingkatkan menjadi 21 tahun dalam 3 tahun ke depan.

Merokok di Singapura

Meski melarang, pemerintah Singapura tetap menghargai hak para perokok. Merokok, pada lokasi-lokasi tertentu, dilarang di Singapura seperti di bioskop, pusat perbelanjaan, perkantoran, persimpangan bus dan tempat berteduh, kolam renang, stadion olahraga, dll.  Merokok juga dilarangdi dalam kendaraan umum, bus pribadi, bus sekolah, taksi, dan mobil pribadi dengan layanan sopir.

Negara ini menjadi tempat yang bersih dan sehat karena peraturan ini. Aturannya mengatakan, dilarang merokok di area bangunan dan jarak 5 meter setelahnya. Seseorang yang tertangkap merokok di tempat yang dilarang dapat dikenai denda $ 200. Jika dihukum di pengadilan, pelaku mungkin akan dikenakan denda hingga $ 1.000!

Area tempat merokok yang umumnya diperbolehkan antaralain:

  • Pantai
  • Rumah Tinggal
  • Kendaraan pribadi (mis. mobil), selama tidak ada asap tembakau bekas dihembuskan (mis. jendela sepenuhnya tertutup) di tempat-tempat yang dilarang merokok
  • Ruang terbuka di perumahan
  • Ruang terbuka publik
  • Ruang terbuka di pusat kota
  • Pinggiran parkir mobil
  • Parkir mobil area terbuka di dek atas gedung bertingkat
  • Jalan setapak terbuka
  • Tanah kosong
  • Area merokok khusus
  • Ruang merokok yang disetujui di outlet hiburan, kantor dan Bandara Changi
  • Sudut merokok yang disetujui di area terbuka di tempat makan.

Area, fasilitas, atau bangunan khusus yang terletak di lokasi di atas (mis. Restoran dan jarak lima meter dari pintu masuk ke bangunan) masih merupakan area dilarang merokok.  Selain dari undang-undang larangan merokok nasional, masyarakat harus memperhatikan peraturan rumah sewa atau peraturan tambahan yang dibuat oleh pemilik / pengelola tempat terhadap kebiasaan merokok di tempat mereka.

Zona Merokok di Orchard Road

Jika Anda perokok, siap-siap untuk berusaha lebih keras menahan keinginan untuk merokok atau harus berjalan lebih jauh untuk memenuhi asupan nikotin saat berwisata di Orchard Road. Pasalnya, mulai Juli 2018, kawasan belanja diubah menjadi area bebas asap rokok. Jika sebelumnya merokok diperbolehkan di sepanjang trotoar Orchard Road, kini pengunjung hanya diperbolehkan untuk mengisap rokoknya di lima zona khusus merokok yaitu di belakang Stasiun MRT Somerset, Cuppage Terrace, Orchard Towers, Far East Plaza, dan The Heeren. Selain melarang merokok di ruang terbuka, restoran dan bar yang berada di Orchard Road juga akan diminta untuk menutup area merokoknya. *

2019, 10 Film Paling Banyak Dicari di Google

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dunia perfilman lokal dan internasional kian berkembang setiap harinya. Dalam tahun 2019 ini, terdapat banyak film baru hadir di bioskop, yang tidak hanya semakin matang dari segi tampilan maupun ceritanya. Namun juga dari segi ‘ekonomi’-nya.

Sebut saja ‘Avengers: Endgame’. Film asal Amerika Serikat (AS) ini masuk dalam salah satu film dengan pendapatan tertinggi tahun ini. Bahkan, film yang dibintangi Robert Downey Jr. dan kawan-kawan ini berhasil meraup US$ 1,2 miliar atau Rp 17,04 triliun dalam waktu tercepat sepanjang sejarah.

Dalam waktu 11 hari tayang, Avengers: Endgame telah berhasil mengantongi US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$). Tidak hanya itu, menurut Google, film ini telah menjadi film yang paling banyak dicari penonton tahun ini di mesin pencarian itu, sebagaimana dilaporkan Business Insider.

Berikut adalah 10 film di tahun 2019 ini yang paling banyak dicari di Google, yang mencakup berbagai genre.

10. Scary Stories to Tell in the Dark

Film yang ditulis dan diproduksi oleh Guillermo del Toro ini merupakan film adaptasi dari buku cerita anak-anak dengan judul yang sama. Film bergenre horor ini menceritakan kisah sekelompok anak-anak yang mengalami petualangan seram setelah memasuki rumah berhantu dan menemukan buku harian yang membuat mereka menerima terror.

9. Midsommar

Banyak disebut sebagai salah satu film paling mengerikan yang pernah ada, Midsommar menceritakan kisah horor dari petualangan seorang wanita yang menghadiri sebuah festival yang hanya diadakan 90 tahun sekali di Swedia. Film ini disutradarai oleh Ari Aster.

8. Once Upon a Time di Hollywood

Dibintangi oleh aktor kawakan Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt, film ini menjadi salah satu yang paling banyak dicari di Google. Namun bukan hanya karena pemerannya, cerita dari film yang mengambil setting di Los Angeles ini memang sangat menarik. Menceritakan tentang kehidupan tokoh utamanya yang bernama Rick Dalton, yang diperankan DiCaprio.

7. Frozen 2

Layaknya film Frozen pertama yang menceritakan tentang ratu es bernama Elsa dan saudara perempuannya bernama Anna, film Frozen 2 juga banyak diminati penonton. Film sekuel Disney ini wajar menjadi salah satu film yang paling banyak dicari karena memiliki cerita yang menarik dan juga memiliki soundtrack (lagu pengiring) film yang mudah melekat di hati pendengarnya.

6. It Chapter Two

Disutradarai oleh Andres Muschietti, film ini menceritakan tentang badut seram bernama Pennywise atau Pennywise the Clown. Kehadirannya kembali ke kota Derry, Maine, menjadi cerita menarik untuk ditonton oleh pecinta film horor. Film ini sukses mencetak rekor sebagai film horor terlaris kedua sepanjang masa di pekan pertama penayangannya. Pada 3 hari tayang, Pennywise sudah bisa meraup US$ 91 juta atau setara Rp 1,2 triliun.

5. Lion King

Film yang dibuat menggunakan teknik campuran realitas virtual, CGI, dan citra fotoreal ini disutradarai oleh Jon Favreau. Ia adalah orang yang juga menyutradarai film Iron Man dan Jungle Book. Di pekan pertama penayangan, film ini meraup box office sebanyak US$ 531 juta atau setara Rp 7,4 triliun. Dikutip dari CNBC Internasional, secara domestik (pasar AS) Simba Cs sukses mengantongi US$ 185 juta atau setara Rp 2,5 triliun.

4. Toy Story 4

Film anak-anak ini bercerita tentang mainan-mainan yang bisa bergerak layaknya manusia. Berbagai bintang top Hollywood mulai dari Tom Hanks, Tim Allen hingga Keanu Reeves menjadi pengisi suara tokoh dalam film. Mengutip CNBC International, Disney melaporkan bahwa Toy Story 4 telah berhasil mencapai penjualan tiket lebih dari US$ 1 miliar pada Agustus lalu setelah dirilis pertama kali pada Juni. Pada saat debut pada bulan Juni, film ini meraup penjualan tiket senilai US$ 118 juta, debut tertinggi dari semua seri film Toy Story.

3. Joker
Penampilan tokoh utama ‘Joker’ yang diperankan Joaquin Phoenix, banyak menuai pujian dan bahkan disebut-sebut patut mendapat piala Oscar. Ini merupakan salah satu faktor yang membuat film ini banyak dicari. Film buatan rumah produksi Warner Bros ini berhasil meraih US$ 93,5 juta atau Rp 1,3 triliun pada akhir pekan pembukaannya, yang merupakan debut tertinggi untuk sebuah film sinematik yang dirilis pada Oktober lalu. Pada debutnya, Joker mencatatkan penjualan tiket senilai US$ 39 juta (Rp 552 miliar) antara preview Kamis malam dan pertunjukan Jumat. Menurut Warner Bros Film ini mengumpulkan US$ 140,5 juta secara internasional. Joker menjadi film berperingkat-R (R-rated) pertama yang berhasil mencatatkan pencapaian itu.

2. Captain Marvel

Dibintangi aktris Brie Larson, Captain Marvel merupakan film pertama superhero wanita yang ada di Marvel Cinematic Universe (MCU). Film ini berhasil meraup lebih dari US$ 1 miliar di box office. Film ini juga merupakan film terlaris keempat di tahun 2019.

1. Avengers: Endgame

Avengers: Endgame merupakan film Marvel Cinematic Universe pertama yang paling populer. Film ini juga berhasil menjadi film terlaris melampaui Avatar, meraup lebih dari US$ 2 miliar di box office di seluruh dunia.

Seville, Lebel Busana Junita Liesar Terinspirasi Kota di Spanyol

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Inspirasi datang dari mana saja. Bagi Junita Liesar, inspirasi untuk koleksi busana perdana hadir dari pesona kecantikan kota Sevilla di Spanyol. Ibu kota Andalusia yang mendapat kehormatan sebagai kota yang wajib dikunjungi. Berdasarkan daftar rekomendasi Lonely Planet ini memancarkan pesona romantisme klasik dengan kegiatan sederhana seperti bersepeda dan padat dengan keindahan budaya lokal.

“Koleksi perdana ini merupakan koleksi yang sangat penting bagi saya karena ini merupakan palet aspirasi, impian, dan memori indah yang tercurah dalam koleksi elegan penuh kesederhanaan yang memukau,” ungkap Junita Liesar, Founder & Designer, JL by Junita Liesar di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Koleksi perdana ini diberikan nama ‘Seville’ sesuai dengan namanya, Junita lebih mengedepankan garis rancang tegas dengan siluet gemulai yang menyuarakan keberanian selera dari pemakai busana. Mulai dari busana siang hari hingga gaun pesta cocktail yang memandu perhatian orang-orang, koleksi ini terdiri dari 20 busana siap pakai yang telah lulus sensor dari mata tajam Junita Liesar.

Lebel busana teman Sosialita penyanyi Syahrini ini, terlihat dari kesederhanaan warna tak bercorak tetapi memiliki potongan yang memeluk tubuh dengan sempurna. “Saya berharap semoga koleksi ini dapat menjawab kebutuhan fashionista akan koleksi elegan yang menonjolkan pribadi pemakai yang bercitarasa tinggi,” lontar Junita.

Ditambahkan JL by Junita Liesar ini dijual dengan harga yang bersahabat dengan kantong, dibanderol dengan harga mulai dari Rp 900.000 hingga Rp 1,5 juta, JL by Junita Liesar dapat dibeli di akun media sosial Instagram, bernama @JLFashion.id.

Desainer dan presenter Ivan Gunawan menilai Junita Leisar merupakan salah satu role model dalam dunia fesyen. Juga seebagai fashion icon di Indonesia. “Selera saya dan Junita sangat cocok. Kami berdua mengerti pentingnya busana yang melambungkan rasa percaya diri wanita yang mengenakannya. Mulai dari detail kecil hingga statement element yang menjadi produk unggulan di koleksi kali ini,” ungkap Ivan.

Ivan pun merencanakan tahun 2020 akan mempersiapkan kolaborasi bersama Junita. “Jadi satu koleksi terbaru akan keluar di season kedua dari ibu Junita. Saya sungguh menantikan peluncuran koleksi berikutnya dimana kami akan memadupadankan citarasa kami dan melahirkan sebuah koleksi akbar yang pastinya menjadi koleksi must-have bagi fashionista Indonesia.” sambungnya.

Meski telah membocorkan kolaborasi terbarunya, Ivan Gunawan belum bisa memberikan bocoran mengenai kolaborasi seperti apa yang akan ia dan Junita keluarkan pada tahun 2020. Tetapi, ia sangat meyakini jika koleksi yang akan dikeluarkannya bisa menjadi tren fesyen pada tahun 2020 yang akan datang. Ivan mengaku tidak pernah ragu untuk berkolaborasi dengan siapapun untuk menghasilkan karya-karya yang berbeda dan menarik.

Masih rahasia tapi yang jelas koleksi ini akan mewarnai tren fesyen 2020 gitu. Saya tidak pernah takut dan tidak pernah ragu dengan berkolaborasi dengan siapapun apalagi saat ini saya berkolaborasi dengan fashion icon di Indonesia yang saya kagumi yang saya cintai. Jadi, buat saya ini kebanggaan yang sangat luar biasa,” ujarnya. (end)

Jakarta Halal Things, Hijabers Mom Community Pamer Fesyen Muslim

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mengusung tema bertajuk Beautiful World, perancang mode yang tergabung dalam komunitas Hijabers Mom Community (HMC) memamerkan koleksinya di panggung Jakarta Halal Things (JHT) 2019. Najua Yanti, Alba Riezqi, Fenny Saptalia, Henny Irniawan, Karina, Sri Kumala Dewi, Eva Hazna, Rika Dachi, dan Salty Jofimar menjadi sembilan desainer yang turut unjuk karya.

Najua dengan Najua Modest Syari menghadirkan koleksi busana dengan warna basic cerah, seperti merah dan padanan hitam, broken white, orange salem, terracotta, dan mustard. Untuk koleksinya yang mengandalkan potongan long basic serta berdetail layer ini, Najua mengaku sebisa mungkin mengolah bahan berdaya tahan tinggi, berdesain lintas zaman, hingga menerapkan pengolahan produksi yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga bumi.

“Koleksi ini juga menghadirkan spirit modern nan klasik, seperti gambaran English lady, menjadikan koleksi ini fashionable untuk dikenakan mom hijaber,” ungkap Najua pada acara Jakarta Halal Things di Senayan City, seperti dilansir laman Republika, Kamis (12/12/2019).

Fenny Saptalina menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari keindahan kupu-kupu. Sebanyak 10 outfit yang dipamerkan terdiri dari hijab long dress, outer, layering, pashmina, dan scarf dengan tampilan warna-warna yang soft.

Sementara itu, Karina dengan jenama Althafunnisa menampilkan delapan tampilan dengan nominasi warna-warna Bumi, seperti dusty pink, coklat, magenta, dan abu-abu. Seperti koleksi sebelumnya, Althafunnisa tetap setia dengan bahan-bahan yang ringan dipakai sehingga nyaman dikenakan.

“Kami selalu mencoba menghadirkan konsep busana yang simpel, syar’i, dan elegan agar para Muslimah bisa memakai busana yang sesuai dengan aturan agama dan terlihat semakin anggun,” ungkap Karina.

Public Relation HMC Sri Wahyuningsih mengatakan, peragaan busana ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang digelar untuk mengembangkan potensi dari setiap anggota. Sebenarnya, menurut Sri, masih banyak anggota yang memiliki jenama busana Muslim, namun kali ini pihaknya melakukan kurasi dan terpilihlah sembilan perancang mode tersebut. “Kurasi yang kami lakukan mengacu pada koleksi-koleksi mereka sebelumnya,” ungkap Sri.

Hijabers Mom Community merupakan wadah bagi Muslimah untuk saling bertukar wawasan baik mengenai sosial kemasyarakatan (hablumminannas) maupun meningkatkan ketakwaan (hablumminallah). Saat ini, HMC sudah memiliki 35 cabang di Indonesia dengan total anggota mencapai puluhan ribu Muslimah.

Desa Wisata di Yogyakarta Kian Sukses, Mau Tahu Resepnya?

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Desa wisata merupakan salah satu studi kasus yang menarik dalam penerapan ekowisata. Di antara desa wisata yang berhasil, adapula desa wisata yang bertumbangan. Di sisi lain, desa wisata juga menjadi produk alternatif bagi destinasi mapan seperti Yogyakarta.

Desa wisata bertumbuhan di Yogyakarta sejak 2014. Ratusan desa wisata dengan aneka ragam atraksi budaya dan panorama alam bermunculan. Tapi, belum pernah terdengar ada desa wisata di Yogyakarta itu yang mati dan tak berlanjut. Resepnya, warga bekerja keras menonjolkan keunikan alam yang dikemas ulang dengan penataan yang menggoda mata wisatawan untuk menyambanginya.

Seperti di Sleman ada Kampung Flory yang mengandalkan wahana air tepi Kali Bedog Puri Mataram. Mulanya, Kampung Flory adalah lahan kas desa yang disulap menjadi miniatur taman bunga, atau Sambirejo dengan Tebing Breksinya yang amat populer. Di Gunungkidul, wisatawan seolah dibelokkan dari wisata pantai menjadi aktivitas susur gua di Pindul atau Bantul. Jadi, tak melulu ke Parangtritis dan Hutan Pinus Mangunan.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY yang kini menjabat Asisten Sekretaris DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Tavip Agus Rayan mengatakan keberhasilan desa wisata di Yogyakarta tergantung pada paradigma pengembangannya. “Pengembangan desa wisata merupakan perubahan terencana yang di dalamnya melibatkan partisipasi warga lokal secara holistik,” ujar Tavip, pada 11 Desember 2019.

Tavip mengatakan pengembangan desa wisata dari bawah yang melibatkan komunitas lokal sangat penting. Warga adalah bagian mendasar untuk merumuskan model bagaimana desa wisata akan dibuat. Pelibatan warga di desa wisata yang dibuat, untuk membangkitan semangat memiliki dan berkelanjutan atau kelestariannya bisa menjadi sumber yang menghidupi desa itu.

Pengrajin topeng batik mulanya membuat topeng untuk keperluan ritual desa. Kini berkembang menjadi kerajinan desa. Foto: @desawisata_bobung

Juga pelibatan komunitas lokal menjadi hal paling utama yang ditempatkan dalam kerangka rencana pengembangan desa wisata, “Komunitas lokal tak bisa dipungkiri sudah menjadi bagian ekosistem ekologi, saling kait mengkait dengan sumber daya budaya yang ada,” ujarnya.

Tavip menuturkan program desa wisata pun tak bisa diseragamkan satu sama lain. Melainkan harus responsif dan sensitif melihat keberadaan dan kebutuhan komunitas lokal. “Masyarakat desa menjadi subyek dan obyek atas desa wisata. Mereka menjadi pelaku yang memiliki pengalaman turun temurun dalam pengelolaan sumber daya alam dan aktivitas ekonomi sehingga punya komitmen kuat mengelola desa wisata berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sambirejo yang mengelola kawasan wisata Tebing Breksi Desa Sambirejo Sleman, Mujimin membenarkan jika desa wisata menjadi medium efektif memberdayakan masyarakat. “Dari total 6.500 warga yang ada di Desa Sambirejo, masih hidup di bawah garis kemiskinan sudah sangat berkurang, tersisa 900 warga dari sebelumnya lebih dari sepertiga hidup miskin,” ujar Mujimin.

Sejak kawasan Tebing Breksi beroperasi 2016 silam, sampai kini sudah menyerap 400 lebih tenaga kerja dari warga desa Sambirejo. Tenaga kerja itu di luar warga yang ikut menikmati panen rejeki, berkah dari kunjungan Breksi seperti jasa penyewaan jip wisata, dokumentasi sampai warung-warung di luar lokasi Breksi.

“Pemberdayaan itu bisa dilihat sederhana misalnya dulu hampir tak ada warga yang bisa kuliahkan anaknya, sekarang sudah ada beberapa yang bisa menguliahkan,” ujar Mujimin seperti diunduh laman Tempo, Kamis (12/12/2019).

Selain itu, warga yang sebelumnya tak memiliki rumah bisa membangun rumah setelah membuka usaha pelayanan wisata di Breksi, “Ya lambat laun kami tentu akan terus mengurangi angka kemiskinan yang masih tersisa, dengan jalan pariwisata ini,” ujarnya.

14 – 15 Desember 2019, Open House Wedding Outdoor

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seiring meningkatnya tren pernikahan outdoor di kalangan milenial, Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum menggandeng Paula Meliana Wedding menggelar Open House Wedding Outdoor di area Pool Terrace Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan, pada Sabtu dan Minggu, tanggal 14 dan 15 Desember 2019 .

Acara dibuka untuk umum pada pukul 11:00 WIB hingga selesai, dimana area Pool Terrace didekor sedemikian rupa seperti layaknya suasana pernikahan outdoor. Pengunjung juga dapat melihat secara keseluruhan area pelaminan, photo booth dan atribut dekorasi lainnya. Food testing juga tersedia selama acara bagi pengunjung yang ingin mencicipi kualitas makanan yang disajikan oleh Chef hotel.

Setiap pengunjung yang datang tidak dipungut biaya, bahkan bagi pasangan yang melakukan pemesanan resepsi pernikahan outdoor di Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum selama acara berlangsung akan mendapatkan hadiah istimewa. Pengunjung juga dapat berfoto bersama pasangan, teman, maupun keluarga di beberapa spot yang tersedia dan sangat instagrammable berhadapan langsung dengan kolam renang dan pemandangan kota Jakarta yang epik.

“Acara Open House referensi pernikahan outdoor ini kami selenggarakan karena semakin tingginya minat di kalangan milenial. Selain karena pernikahan di gedung yang telah dianggap telalu mainstream, foto-foto yang akan didapatkan pada hari pernikahan akan terlihat lebih epik,” lontar General Manager Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum, Nurhayati Basir di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Diharapkan, bagi calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dengan konsep seperti ini tidak perlu jauh sampai keluar kota, karena Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum memiliki venue yang patut dijadikan rekomendasi.

Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum merupakan hotel berbintang 4 yang resmi beroperasional sejak 29 Maret 2019 lalu dan tergabung dalam jaringan manajemen hotel global Swiss-Belhotel International. Memiliki 323 kamar mulai dari tipe kamar Deluxe hingga Suite, fasilitas hotel pun dilengkapi dengan pusat kebugaran, kolam renang dan layanan spa.

Sebagai hotel di area bisnis, tersedia 18 ruangan pertemuan dan serba guna yang dilengkapi dengan fasilitas modern untuk menyelenggarakan berbagai pertemuan bisnis maupun jamuan sosial, sambungnya. (end)