Siang Bolong, Sensasi Nikmati Nasi Goreng Bistik Mozzarella

0
103
Nasi goreng bistik Bandung (Foto: pergikuliner.com/)

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Nasi goreng, kuliner yang sudah melegenda dan salah satu kuliner populer yang digemari orang Indonesia. Biasanya kehadiranya ketika malam hari tiba, banyak yang “memburu” nasi goreng. Namun, dibeberapa tempat ada yang menyediakannya di siang bolong. Salah satunya adalah Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung, di Jl. Sawah Kurung Raya No.11 B Bandung.

Nasi goreng yang sudah ada sejak tahun 2015 ini buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam. Dari beberapa menu, nasi goreng bistik bakar mozzarella merupakan yang paling disukai. Kelebihan nasi goreng ini, dimasukkan bumbu khas yang gurih ditambah Bistik juga lelehan mozzarella yang pastinya bikin tambah sensasi tersendiri. Juga ada pendampingnya kerupuk, wortel dan buncis atau string bean.

Sensasi lainnya, pecinta kuliner bisa memilih sesuai level kepedasannya. Ada 5 level yang dipatok, tentunya bagi yang tak suka pedes bisa dilevel 1 atau 2 dan pedas sedang cukup pilih level 3 begtu seterusnya yang suka dengan pedas banget ya level paling tinggi, tentunya

Lokasi nasi goreng ini juga nyaman, aman dan enak. Meski aksesnya masuk ke dalam namun gampang banget dijangkau. Juga menu variannya cukup banyak pilihannya. Kini, nasi Goreng Bistik Sawah Kurung menjadi salah satu kuliner ternama di Bandung.

Walau sudah tenar, sepak terjang Nasi Goreng Bistik Sawah kurung tak bisa dibilang berjalan mulus. Widya, sang pemilik rumah makan, bercerita kalau bisnisnya sempat mengalami jatuh bangun sebelum bergabung ke layanan pesan antar makanan Grab, GrabFood, dua tahun lalu.

“Awal bikin Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung itu di tahun 2015, karena Nasi Goreng Bistik saat itu mulai menjadi tren di kota Bandung. Alasannya, nasi goreng juga telah menjadi makanan yang paling mudah dicari orang. Nah, kenapa tidak kita modifikasi resepnya dengan bahan-bahan yang tidak biasa dimasak, tetapi rasanya tetap lezat?” kata Widya seperti dilansir laman galamedianews.

Semangat Widya untuk mendirikan Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung pun dibuktikan dengan konsistensinya mempertahankan cita rasa dari menu nasi goreng yang dimasak. Namun, cita rasa ternyata bukan satu-satunya hal yang harus dipertahankan. Meski banyak yang mengakui kalau rasa Nasi Goreng Bistik Sawah kurung nikmat, nyatanya laju bisnis nasi goreng milik Widya ini malah berjalan serat di masa-masa awal berdiri.

“Saya tahu, agar pelanggan mau datang kembali ya kita harus mempertahankan cita rasa dari makanan. Namun, hal ini ternyata belum bisa menghasilkan keuntungan. Padahal, kita juga telah menyediakan pesan antar khusus bagi pelanggan, tetapi setiap harinya cuma ada 4-5 pesanan dari pelanggan. Promo-promo yang kami buat dan dipasang di media sosial, juga tidak mampu menaikkan pendapatan usaha,” kenangnya.

Nyaris putus asa, Widya terus memutar otak agar bagaimana tetap bertahan dengan Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung demi mendapatkan untung dari penjualan. Tak butuh waktu lama, Widya pun mendaftarkan bisnisnya ke GrabFood yang saat itu baru hadir di Bandung. Hanya berselang beberapa bulan, Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung mengalami kenaikan omzet yang sangat drastis.

Diakui Widya, setiap harinya ada sekitar 100 pelanggan yang akhirnya membeli menu-menu unik Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung lewat aplikasi Grab. Padahal, sebelum bergabung dengan GrabFood, cuma ada sekitar 25 pelanggan yang makan di tempat atau membawa pulang makanan setiap harinya.

“75 persen omzet dari Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung itu sekarang berasal dari pembelian lewat GrabFood. Harus diakui, GrabFood menjadi salah satu penunjang bisnis saya karena membuat Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung lebih dikenal. Selain itu, promo-promo yang ditawarkan oleh Grab juga sangat menaikan jumlah omzet. Banyak juga pelanggan yang datang makan ke sini dan bilang ‘biasanya saya pesan di Grab’,” lontarnya.

Kini, Warung Nasi Goreng Sawah Kurung menawarkan banyak varian menu nasi goreng bistik dengan berbagai rasa unik. Menu terlarisnya adalah Nasi Goreng Bistik Original. Sementara menu-menu lain yang tak kalah diburu pelanggan seperti Nasi Goreng Bistik Mozarella, Nasi Goreng Bistik Sambal Goang, dan Nasi Goreng Bistik Ningrat Cumi Asin. Semua menu dibanderol di kisaran harga yang sangat ramah kantong, yakni sekitar Rp 30 ribuan hingga Rp50 ribuan.

Ke depannya, Widya berharap Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung bisa memperluas usahanya ke banyak cabang dan semakin diminati pelanggan, khususnya lewat yang membeli GrabFood. Terlebih, dirinya ingin Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung bisa menjadi lebih baik lagi dalam taraf memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Nasi Goreng Bistik Sawah Kurung dimasak dengan cara yang kreatif. Bumbu yang sudah dihaluskan mulai dimasukan ke dalam wajan. Setelah aroma tercium harum mulailah dimasukan telor kemudian diaduk. Semangkuk nasi putih mulai ditambahkan bersamaan potongan bawang daun. Juga ditambahkan keju mozzarella diatas nasi lalu dibakar menggunakan blow torch. Pembakaran keju dihentikan jika pada tekstur keju sudah ada bercak warna hitam. Tak lupa, ada tambahan sayuran segar menghiasi nasi goreng bistik untuk membuat sepiring porsi semakin lebih lengkap. Tertarik? (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.