Maret 2020, Malioboro Jadi Kawasan Bebas Rokok

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata belanja Malioboro Yogyakarta, pada Maret 2020 ditetapkan kawasan bebas rokok. Aturan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Yogyakarta ingin menjadikan udara Malioboro fresh. Sebelumnya, membatasi pergerakan kendaraan bermotor melintas di Malioboro.

Larangan merokok itu sesuai amanat Perda nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang berlaku mulai Maret 2020. Sebelum diterapkan, Pemkot Yogyakarta aktif melakukan persiapan yang dibutuhkan untuk pelaksanaannya. Seperti sosialisasi, koordinasi hingga menyediakan tempat khusus merokok.

“Tujuannya agar wisatawan tidak merokok sembarangan karena asapnya dapat mengganggu pengunjung lain. Dan tempat khusus merokok tidak diperbolehkan dibangun di sepanjang jalur pejalan kaki di Malioboro,” papar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Eny Dwiniarsih dalam keterangan resminya, Ahad (12/01/2020).

Karena dikhawatirkan, lanjut Eny, akan mengganggu akses wisatawan dan keberadaan fasilitas tersebut tidak sesuai dengan aturan keistimewaan DIY. Dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berupaya melakukan pendekatan ke pihak ketiga yaitu pelaku usaha di sepanjang Jalan Malioboro untuk menambah fasilitas berupa tempat khusus merokok di persil yang mereka miliki.

“Kami harus melakukan pendekatan dan pendataan terkait tempat usaha yang masih memungkinkan untuk dibangun tempat khusus merokok. Misalnya, masih ada halaman hotel atau toko yang luas dan dekat dengan pedestrian. Maka bisa ditambah fasilitas tempat khusus merokok yang juga bisa diakses pengunjung Malioboro,” kata Eny.

Dilanjutkan, tidak ada desain khusus yang harus dipenuhi untuk membangun tempat khusus merokok di Malioboro. Namun, tempat khusus merokok tersebut harus berada di luar ruangan dan dilengkapi dengan asbak sehingga puntung rokok tidak dibuang sembarangan karena bisa merusak fasilitas untuk pejalan kaki.

Bahkan, asap rokok juga cukup mengganggu lalu lalang warga yang berada pada jalur pedestrian. Pemkot akan bekerja sama dengan para pelaku usaha seperti toko, mal, dan hotel untuk bisa menyediakan tempat merokok.

Salah satu tempat usaha yang sudah memiliki tempat khusus merokok, Malioboro Mall. Tempat itu berada di halaman depan pusat perbelanjaan dan bisa diakses secara mudah oleh pengunjung Malioboro.

“Saat kawasan tanpa rokok di Malioboro ini berlaku, yang dilarang aktivitas merokok sembarangan dan promosi rokok di jalur pedestrian. Merokok harus dilakukan di tempat khusus merokok. Sedangkan untuk aktivitas jual beli rokok masih diperbolehkan,” ucap Eny. (*)

Komunitas Supercar Jelajah Nusa Penida

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Komunitas pecinta supercar jelajah pulau Nusa Penida, Bali. Pulau yang posisinya sebelah tenggara Pulau Dewata dipisahkan Selat Badung. Nusa Penida memiliki infrastruktur jalan raya yang baik, memacu semangat para komunitas supercar Bali untuk menjejalahinya. Dan ini pertama kali dilakukan.

Beberapa mobil kencang itu seperti Lamborghini, Hummer dan Porsche, menyicipi karakter jalanan Nusa Penida yang lebar, lurus serta berkelok. Dan trek jalanannya dianggap sangat menarik bahkan menantang. Kondisi ini membuat mobil-mobil super tersebut bisa memaksimalkan seluruh performanya.

Selain itu dipilihnya melancong ke Pulau Nusa Penida karena terpesona dengan keindahan alamnya yang khas. Bahkan panorama pantai serta lautan dari bukit dan tebing menjadi ikon Nusa Penida. Juga Nusa Penida menjadi salah satu destinasi hits belakangan ini. Dikarenakan spot-spot foto di pulau ini begitu memanjakan mata.

Untuk menuju pulau ini, para komunitas menyebrang dari Sanur atau Pelabuhan Padang Bay menggunakan kapal dengan estimasi perjalanan kurang lebih 45 menit. Apalagi fasilitas penyebarangan untuk membawa Supercar tidak ada masalah berarti, malah di pelabuhan Padang Bay bisa memfasilitasi jalur penyeberangan laut bagi komunitas otomotif yang jumlahnya banyak.

“Memang trek jalanan di Nusa Penida ini layak dijajal dan sangat cocok dijadikan destinasi wisata bagi pecinta otomotif. Kami bisa merasakan kekuatan akselerasi mobil karena kondisi aspal yang baik,” papar Kasman teknisi dari salah satu pemilik supercar dilansir laman rockomotif, Ahad (12/1/2019).

Dijelaskan, komunitas supercar menembus bukit tinggi Pantai Atuh. Pesona Pantai Atuh memang mampu menarik perhatian bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pantai berpasir putih ini memiliki lanskap yang indah dengan gugusan pulau-pulau karang yang memukau.

“Jalanan tepi laut merupakan pengalaman driving yang enjoyable. Menuju tebing sisi Pantai Atuh ternyata bisa dengan Lamborghini. Saya kira bakal sulit, ternyata aksesnya mudah dilalui,” sambungnya.

Kusman menilai infrastruktur jalan Nusa Penida sangat oke. Sehingga selama perjalanan tidak menghadapi kendala pada akses pengangkutan supercar ke wilayah telur emas Bali.”Awalnya kami semua ragu jelajah Pulau Nusa Penida, ternyata fasilitasnya cukup memadai, komunitas otomotif bisa membuat kegiatan touring di Nusa Penida, pasti tak mengecewakan” ajaknya.

Deretan supercar yang meluncur dengan suara khas menduru, ternyata menarik perhatian warga dan wisatawan yang berwisata di Nusa Penida karena sebelumnya jarang ada komunitas otomotif yang membuat acara touring di kawasan tersebut, terlebih mobil-mobil mewah.

Wisatawan asing pun terkejut dengan kehadiran rombongan touring Supercar ini. Pasalnya, sebelumnya ada keraguan mengenai infrastruktur jalan di Nusa Penida yang dinilai kurang memadai. Dengan kehadiran mobil-mobil nan mewah tersebut, membuktikan bahwa jalan di kawasan Nusa Penida tidak lagi identik dengan jalanan rusak atau sulit dilalui bagi wisatawan.

“Memamg belum ada touring otomotif apalagi mobil mewah datang rombongan ke sini. Dengan hadirnya mobil mewah kesini, kawasan Nusa Penida pasti akan ramai jadi wisata buat komunitas otomotif,” ungkao Ketut Suare, salah seorang warga lokal Nusa Penida. (*)

Puluhan Ribu Warga Tumplek Di Alun-alun Depok

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id: Puluhan ribu warga Depok tumplek memenuhi area alun-alun seluas 3,9 hektare yang dibangun sebagai sarana olahraga. Alun-Alun Kota Depok tersebut baru saja dibuka secara resmi oleh Walikota Depok Mohammad Idris.

Masyarakat tampak bersukaria dan berjalan mengelilingi ruang-ruang yang di dalamnya. Konsep alun-alun ini dibagi dalam tiga zona. Yaitu zona interaksi sosial untuk mewadahi seluruh kegiatan masyarakat.

Kedua, zona budaya dan pendidikan yang akan menampilkan nuansa budaya, kesenian, serta sebagai upaya dalam mencerdaskan masyarakat.

Ketiga, zona ekonomi yang nantinya dibangun tempat griya pameran makanan dan konsultasi kemasan produk, serta area food court UMKM.

Sarana dan prasarana yang dibangun di alun-alun diantaranya track sepeda BMX/skateboard, jogging track, lapangan basket, lapangan futsal, serta tempat pertunjukan seni dan budaya, termasuk pojok literasi.

Selain itu juga akan dilengkapi dengan pembangunan pojok ramah anak, ruang menyusui, serta disediakan area khusus untuk difabel, ibu hamil dan lansia, toilet, dan area parkir.

“Kami berharap masyarakat Depok bisa memanfaatkan sarana yang ada dalam alun-alun ini dengan sebaik mungkin, untuk berolahraga, dan juga sebagai sarana pendidikan dan budaya,” ujar Idrin saat peresmian Minggu (12/01/2020).

Prosesi peresmian dilakukan dengan menabuh gendang secara bersama-sama yang dilakukan oleh Walikota dan Wakil Walikota Depok, serta sejumlah pejabat lainnya. Warga Depok baik yang muda, tua, laki-laki dan perempuan memanfaatkan kegiatan ini dengan gembira.

Mereka tampak ada yang main basket, futsal, panjat tebing, mengitari jembatan yang dibuat di atas danau di areal alun-alun. Ada juga mencicipi makanan sekaligus sarapan yang dijual oleh UMKM Depok, di tenda-tenda yang tertata rapi di dalam alun-alun.

Untuk areal parkir, salah satu sisi jalan di Boulevard Grand Depok City, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, ini ditutup. Lokasi itu dipenuhi oleh motor dan mobil warga yang datang ke alun-alun. (bundayoely@gmail.com)

Banjir Rendam Mal, Wisata Belanja Jakarta Terdampak

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bertahun-tahun, Pusat Perbelanjaan atau Mal di Jakarta bebas banjir. Sayangnya, awal tahun 2020, petaka bagi mal di Jakarta. Air hujan masuk area mal, tempat parkir bahkan meluber ke pedagang di dalam mal. Lebih parah lagi hingga kini atau memasuki minggu kedua sejumlah mal bahkan toko di pusat perbelanjaan Jakarta masih belum bisa dibuka. Wisata belanja Jakarta pun kena dampaknya.

Mal Taman Anggrek, pusat perbelajaan paling wah bahkan mewah di Jakarta Barat mengalami kerusakan mesin pembangkit listrik akibat terendam banjir. Demi menghindari banjir susulan, Mall Taman Anggrek membuat tanggul dengan karung sak pasir dan terpal untuk menghindari air masuk ruang pembangkit listrik di lantai paling dasar gedung.

Juga Mal Cipinang Indah di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur serta Lippo Puri Mall Jakarta Barat terpaksa tutup lebih dari sepekan akibat tempat parkir bawah tanah terendam air bahkan depan lobby kebanjiran.

“Hingga kini masih belum bisa buka normal karena masih ada beberapa perbaikan, juga demi keselamatan pengunjung agar nyaman dan aman saat berbelanja jadi ya ditutup sementara dulu,” Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah di Jakarta, Ahad (12/01/2020).

Dari hitungan kasar, Hippindo melaporkan kerugian yang diderita para penyewa atau tenant pusat perbelanjaan mencapai ssampai Rp 15 miliar. “Jadi bukan kerugian fisik karena banjir, tapi kerugian omzet yang hilang karena mal masih tutup. Katakanlah biaya sewa paling murah di mal Jakarta per meternya Rp 1 juta sampau Rp 2 juta dalam sebulan,” lontarnya.

“Kita ngomong omzet ya, artinya tidak berjualan. Sementara kita tetap bayar sewa, hitung saja ada berapa yang tutup. Kita memang belum dapat data pastinya, tinggal kalikan saja itu Rp 2 juta misalnya toko baju, toko lain-lain, besar ruginya,” tambah Budihardjo.

Budiharjo merinci, kalau tenant mal rugi besar karena tutup di hari pertama tahun 2020 akibat banjir besar. Kerugian yang diderita tenant-tenant di pusat perbelanjaan cukup besar. Mengingat, tanggal 1 Januari merupakan puncak keramaian pengunjung.

Selain aktivitas yang terganggu, banyak kerugian materil langsung akibat sejumlah toko ritel dan gudang yang terendam air. Pasokan barang ke pusat perbelanjaan pun juga tersendat. “Kalau kami inventaris, kerugiannya pada ritel ini sangat besar. Kan banyak kantor, gudang, dan toko pada terendam,” kata Budiharjo.

“Kita target permeter persegi Rp1 juta sampai Rp2 juta perbulan, ini mereka tutup setengah bulan. Misal Rp500.000, kali saja kalau luas mall ada 30.000 meter persegi, bisa rugi capai Rp15 miliar selama tutup,” jelasnya.

Untuk mengurangi kerugian sebesar itu, pihaknya berharap ada kompensasi kerugian pasca banjir dari Pemprov DKI Jakarta.
“Kita sudah kirim laporan ke Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies. Ada kejadian banjir ini, semoga beliau bisa mendengarkan (keluhan) kami, dan kemudian harapannya bisa ambil hasil keputusan yang bisa meringankan beban kami pelaku usaha,” ucapnya

Dilanjutkan, kompensasi yang diminta para penyewa pusat perbelanjaan bukan mengganti kerugian materil imbas banjir. Melainkan keringanan yang kaitannya dengan penerimaan pajak DKI Jakarta. “Jadi ada beberapa peraturan yang memang kami rasakan cukup memberatkan di lapangan. Seperti apa? Contohnya seperti pajak dalam ruangan,” ujar Budiharjo.

Pajak reklame dalam ruangan yang dikenakan Pemprov DKI Jakarta, selama ini cukup memberatkan. Dengan omzet yang hilang karena tutupnya toko, jelas menambah beban para tenant mal. “Itu kompensasi yang kita harapkan. Pajak (reklame) di luar toko selama ini kita tetap bayar, di dalam toko kan abu-abu sifatnya, ini kan buat kita keperluan tampilkan gambar produk dan promosi,” terangnya.

Ditegaskan, permintaan kompensasi keringanan pajak bukan Hippindo menuntut, tapi diharapkan ada keringan. “Kita masukan itu di laporan yang kita kirim ke Pemprov. Jadi kami tidak meminta penggantian kerugian, tapi diberikan keringanan seperti pajak-pajak misalnya,” ungkapnya.

Apalagi selama ini klasifikasi reklame di dalam tempat usaha yang dikenai pajak tidak jelas. Bahkan, ada petugas Pemprov DKI yang menagih pajak menu makanan dan promosi yang dipasang di dalam tempat usaha. “Misal di dalam toko, di rak atau di kasir, naruh promosi beli satu dapat satu, ada logonya kami, sudah di-charge. Jangan dipajakin yang begitu-begitu. Kalau di luar ruangan, enggak apa-apa (dikenai pajak),” kata dia.

Hippindo juga mendesak agar perda-perda yang tidak produktif, yang tidak membuat situasi ekonomi membaik, itu dihapus atau dikurangi, karena sangat membebani toko, tenant juga pengelola mal. Karena itu, Hippindo telah mengirimkan surat demi bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melaporkan kerugian dan meminta kompensasi itu. (end)

2020, 20 Maskapai Paling Aman di Dunia

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2020, situs Airlinerating.com merilis peringkat maskapai paling aman di dunia. Dalam pemeringkatan tersebut, poisi pertama ditempati oleh maskapai Australia, Qantas Airways.

Mengutip CNN, Ahad (12/1/2020) Qantas baru saja dinobatkan sebagai maskapai teraman di dunia untuk tahun ketujuh secara berturut-turut berdasarkan 405 maskapai di seluruh dunia yang dipantau. Qantas sejak tahun 2014 sudah memegang gelar maskapai teraman di dunia, tahun ini Qantas kembali mempertahankan eksistensinya sebagai maskapai teraman di dunia.

Penobatan ini mengambil tolak ukur atau pertimbangan dari faktor-faktor termasuk audit dari badan penerbangan dan pemerintah, catatan kecelakaan dan insiden serius, usia armada, posisi keuangan, pelatihan pilot dan budaya.

“Penilaian dilakukan berdasarkan cara awak pesawat menangani insiden. Qantas telah menjadi maskapai yang memiliki kemajuan keselamatan operasional utama selama 60 tahun terakhir dan belum memiliki kejadian fatal,” kata Geoffrey Thomas, pemimpin redaksi Airlinerating.com.

Sementara itu, Air New Zealand berada di urutan kedua, sedangkan EVA Air dari Taiwan berada di urutan ketiga. Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi berada di peringkat keempat.

Posisi lima ditempati oleh Qatar Airways, dilanjutkan Singapore Airlines, kemudian Emirates, Alaska Airlines, Cathay Pacific dan Virgin Australia.

Posisi 11 ada Hawaiian Airlines, dilanjutkan Virgin Atlantic, TAP Air Portugal, SAS, Royal Jordanian, Swiss, Finnair, Lufthansa, Aer Lingus dan KLM.

Di sisi lain, maskapai British Airways, ANA, American Airlines Japan Airlines, Delta dan United yang masuk 20 besar tahun lalu juga gagal meraih posisi 20 besar untuk tahun 2020.

Thomas mengatakan British Airways turun peringkat karena, kombinasi usia armada yang rata-rata terbang lebih dari 13,8 tahun. Sementara itu, masalah jumlah insiden, meskipun tidak mengancam jiwa tetapi ada banyak maskapai dengan ukuran sama yang tingkat insidennya lebih rendah.

Maskapai lainnya yang tak masuk 20 besar sebagai maskapai teraman di dunia adalah akibat insiden pilot yang diduga mabuk yang terjadi pada pilot United, American, Delta, JAL dan ANA.

Thomas juga memuji inovasi Qantas, termasuk atas keberhasilan luar biasa dari Perth ke London dengan layanan nonstop Boeing 787 dan penerbangan uji coba London-Sydney dan New York-Sydney baru-baru ini.

Sementara untuk keamanan maskapai berbiaya rendah yang teraman di dunia mencakup Air Arabia, Flybe, Frontier, HK Express, IndiGo, Jetblue, Volaris, Vueling, Westjet dan Wizz Air. (*)

34 Tahun Mangkrak, Bandara Ngloram Digelontor Rp 72 Miliar

this formate

BLORA, bisniswisata.co.id: Selama 34 tahun Bandara Ngloram, Blora, Jawa Tengah (Jateng) mangkrak. Padahal keberadaan bandara ini sangat dibutuhkan masyarakat juga wisatawan untuk mempermudah sekaligus mempercepat perjalanan.

Karenannya pemerintah Jokowi menyiapkan anggaran sebesar Rp 72 miliar. Anggaran tersebut disiapkan untuk pengerjaan dua hal, yaitu perpanjangan runway atau landasan pacu dan pembangunan terminal Bandara Ngloram. Target pembangunannya sendiri diharapkan sudah selesai dan beroperasi secara komersil pada Tahun 2021.

“Ngloram itu lebih progresif, karena untuk tanahnya sudah selesai semuanya. Oleh karenanya kita menyediakan anggaran kurang lebih 72 miliar rupiah untuk pembangunan,” papar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2020).

Direncanakan Menhub akan berkunjung ke Bandara Ngloram bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bulan depan. “Jadi penerbangan perdana oleh saya itu baru boleh dilakukan kalau ada test flight terlebih dahulu. Sekarang sedang dilakukan oleh Bu Dirjen dan Pak Direktur Bandara, kalau bagus mungkin bulan depan saya ke saya mau ajak Pak Gubernur nanti,” ujarnya dilansir laman kontan, Ahad (12/1).

Saat ini, Bandara Ngloram memiliki runway sepanjang 1.200 meter x 30 meter dan belum memiliki terminal penumpang. Ke depannya, akan dilakukan 4 tahap pengembangan Bandara Ngloram.

Tahap pertama runway akan diperluas menjadi 1.400 meter x 30 meter, apron 84 meter x 60 meter, serta pembangunan terminal penumpang seluas 240 meter persegi dengan kapasitas lebih dari 50.000 penumpang per tahun.

Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020, agar dapat segera dioperasikan menjadi bandara komersil. Pada tahap kedua dilakukan pengembangan runway menjadi 1.600 meter x 30 meter, apron menjadi 127 meter x 90 meter, terminal penumpang menjadi 2.013 meter persegi dengan kapasitas 138.562 penumpang per tahun.

Tahap ketiga, runway diperluas menjadi 1.850 meter x 45 meter, apron menjadi 168 meter x 90 meter, dan terminal penumpang menjadi 3.726 meter persegi dengan kapasitas 237.390 penumpang per tahun.

Tahap terakhir direncanakan runway akan memiliki panjang 2.000 meter x 45 meter, apron seluas 168 meter x 90 meter akan difasilitasi untuk dapat menampung 4 pesawat ATR 72-600 serta dua pesawat Boeing 737-600, serta terminal penumpang yang luasnya 5.216 meter persegi dengan kapasitas 420.551 penumpang per tahun. (*)

Sambut HUT ke-31, Shafira Luncurkan Tree of Life

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Merayakan ulang tahunnya yang ke-31, Shafira, butik busana muslim, meluncurkan inovasi produk bertajuk Tree of Life bersinergi dengan Pemerintah Jawa Barat.

Gebrakan baru tersebut untuk menginisiasi sebuah program yang berkaitan dengan isu lingkungan. Koleksi produk bertema Tree of Life itu menggunakan material berserat alam seperti organic silk dan tencel, yang berasal dari kayu bersertifikat ramah lingkungan. Sehingga memiliki sifat biodegredable atau dapat sepenuhnya kembali ke alam.

Shafira yang menjadi pionir dalam brand busana muslim di negeri ini, dan berdiri di Bandung sejak Januari 1989, terus menggali dan menampilkan karya inovasi terdepan di industri mode. Selain itu juga memperhatikan masalah marketing hingga operasionalnya.

Feny Mustafa, Founder Shafira, mengatakan gebrakan sustainable fashion tersebut, sudah dipikirkan dari jauh-jauh hari, bahkan sebelum bencana banjir yang melanda Jabodetabek di awal 2020 ini.

Dia ingin busana muslim disukai oleh masyarakat dunia.”Mengenai gebrakan sustainable fashion tersebut, tujuan antara lain agar para pecinta busana muslim tidak hanya memakai busana, tapi juga lebih aware dengan lingkungan dan kehidupan,” ujar Feny dalam di Bandung, Sabtu (11/1/2020).

Tree of Life, lanjutnya, menyiratkan nafas yang baru dalam industri fashion, dengan mengusung palet warna bernuansa cream, tan, beige, hijau hingga biru yang terinspirasi dari komposisi warna tanah dan juga bumi, sebagai representasi unsur alam.

Semua dituangkan dalam berbagai material berserat natural, polesan warna-warna cantik ini juga ditampilkan dalam motif yang indah yang dibuat melalui teknik organic printing, untuk menyajikan sebuah suguhan koleksi busana pret-a-porter yang berasal dari material organik, baik dari penggunaan bahan maupun pada proses produksinya.

Melalui kampanye terbarunya ini, Shafira secara maksimal mendukung gaya hidup yang sadar dan berkelanjutan (sustainable) pada proses operasional maupun non-operasionalnya.

Kini secara keseluruhan, baik dalam kegiatan transaksi maupun manajemen dan sistematika kerja, dari mulai proses pembuatan desain hingga komunikasi produk, kata Feny, di Shafira telah terintegrasi secara digital sehingga hampir 100% dikategorikan paperless.

“Pada operasional di seluruh store, seluruh bukti transaksi pun kini dikirim secara digital melalui surat elektronik (e-mail), untuk mengurangi penggunaan kertas,” lanjutnya.

Selaras dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyampaikan rasa terima kasihnya atas usaha Shafira untuk ikut membantu menyuarakan kampanye gaya hidup yang ramahol lingkungan.

“Hal ini sangat bersinergi dengan program-program daerah, khususnya di Jawa Barat, yang kini tengah disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Ridwan.

Bentuk dukungannya terhadap program yang diusung Shafira ini, ia wujudkan melalui peresmian kampanye Shafira Conscious & Sustainable Lifestyle, dalam bentuk kolaborasi serta penandatanganan MoU, untuk terus bersinergi demi masyarakat yang lebih bertanggungjawab terhadap lingkungan.

Dia berharap langkah yang dilakukan Shafira ini, akan ada lebih banyak pihak yang bisa turut berkontribusi untuk menjaga lingkungan dan mulai beralih menggunakan barang-barang yang berlangsung lebih lama (sustainable).

Atalia Ridwan Kamil sebagai Ketua Dekranasda Jawa Barat, menambahkan inisiasi yang dilakukan oleh Shafira ini, patut ditiru oleh industri lainnya, sehingga apabila ini dapat dilakukan serentak, semakin banyak masyarakat yang sadar dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitarnya. Hari ini, hal tersebut akan dimulai oleh Shafira beserta ribuan membernya. (bundayoely@gmail.com)

39 Tahun ASEAN Tourism Forum

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: ASEAN Tourism Forum (Forum Pariwisata Asean/ATF) 2020 berlangsung di Brunei Darussalam, 12-16 Januari 2020. ATF adalah salah satu acara perdagangan wisata tahunan paling penting di Asia Tenggara. Tema untuk ATF ke-39 adalah, “ASEAN – Together To a Next Generation of Travel”.  Forum tahunan ini diselenggarakan secara bergilir oleh 10 negara anggota ASEAN –  Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, the Philippines, Singapore, Thailand and Viet Nam- .

ATF 2020, diselenggara di Pusat Konferensi Internasional BRIDEX, Brunei Darussalam.   Selain menggelar perdagangan produk wisata dan pameran (“travel exchange”), juga digelar pertemuan tingkat menteri pariwisata se ASEAN dan mitra, organisasi kepariwisataan se ASEAN seperti pertemuan asosiasi travel agen se ASEAN, perhotelan nasional se ASEAN dan penerbangan nasional se ASEAN. Dalam pertemuan asosiasi travel agen ASEAN hadir perwakilan  dari ASITA, ASTINDO, ATAB, ATTA, BATA, CATA, LATA, MATTA, NATAS, PHILTOA,  PTAA, UMTA and VITA. Asosiasi perhotelan hadir perwakilan dari BAH, CHA, HRAP, IHRA, LHRA, MAH, MHA, PHRI, SHA, THA and VHA.

Misi ASEAN

Dalam tahun ke-53 mempertahankan perdamaian dan persatuan di antara 10 negara anggotanya, ASEAN meningkatkan sinergitas antar anggota  dalam upaya memperkuat keharmonisan dan kerja sama antar pemerintah di kawasan terpadu dengan target menjadi tujuan  wisata tunggal di mata dunia.

Penyelenggaraan ATF, ungkap pihak Kementerian Pariwisata Brunei selaku tuan rumah tahun 2020 adalah memperkuat misi dan tujuan ASEAN yang ditetapkan pada tahun 1967, yaitu kesejateraan di kawasan ASEAN. Salah satu kekuatan utama dan telah berdampak signifikan dalam mewujudkan misi tersebut adalah pariwisata, dengan kontribusi positif untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan.

Mencapai ASEAN yang lebih makmur dan relevan, negara-negara anggota dituntut berinovasi secara kolektif dan mencari inisiatif untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata dan pararel dengan upaya mempertahankan warisan, tradisi dan identitas yang membuat ASEAN unik bagi generasi mendatang. 

Pada pertemuan The 50th ASEAN NTOs Juli 2019, ASEAN NTOs menyepakati 6 strategi pemasaran pariwisata bersama dalam rangka ASEAN single destination (ASEAN Tourism Marketing Strategy/ATMS- 2017-2020). Implementasi dari ATMS Projects in 2019, empat negara ASEAN: Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Thailand telah menggelar event pariwisata. Malaysia dengan ASEAN Lifestyle Week pada 13-15 September 2019, Myanmar menggelar ASEAN Food Festival 2019 (17-18 Agustus 2019) dan ASEAN FamTrip (3-9 Desember 2019), Kamboja menggelar Cambodia Travel Mart (11-13 Oktober 2019), sedangkan Thailand menggelar dua event yakni ASEAN Pop Culture (Mei-Juni 2019) dan ASEAN Together Run 2018-2019 (18 September 2018 – 8 Agustus 2019).

Pertemuan NTOs di ATF 2020, akan membahas lebih detail program kerjasama mitra ASEAN baik ASEAN Plus3 (yaitu dengan Jepang, Korea Selatan, China), ASEAN dengan  India, dan Rusia. Semoga*

Sampah Numpuk di Pantai Padang Mengusik Kenyamanan Wisatawan

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Wisata bahari pantai di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) belakangan ini disorot. Sorotan itu terkait dengan tumpukan sampah yang di antaranya bersumber dari hulu sungai. Selain mengganggu keindahan, tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma busuk sehingga mengusik kenyamanan wisatawan.

Salah satu titik yang dibanjiri sampah adalah Pantai Muaro Lasak, Kelurahan Rimbo Kaluang, Padang Barat. Lokasi ini merupakan muara dari Banjir Kanal atau Banda Bakali yang berhulu di kawasan timur Kota Padang.

Berbagai jenis sampah, mulai plastik, stereofoam, kayu, hingga bangkai ikan, menumpuk sepanjang sekitar 100 meter di pantai yang terkenal dengan Monumen Merpati Perdamaian itu. Tinggi tumpukan sekitar satu meter. Sampah juga mengapung di perairan tepi pantai.

Ita (48), pedagang di Pantai Muaro Lasak, mengatakan, sampah-sampah yang hanyut itu mulai menumpuk sejak Kamis (9/1) setelah hujan mengguyur deras. Pada Sabtu pagi, tumpukannya semakin banyak karena hujan deras kembali turun Jumat kemarin.

“Setiap hujan deras kondisinya selalu begini. Sampah dari hulu hanyut ke muara. Akhirnya, yang terdampak kami. Padahal, pedagang di pantai sudah berupaya menjaga kebersihan,” kata Ita.

Dilanjutkan, sejak sampah menumpuk di pantai, jumlah wisatawan berkurang drastis. Mereka tidak nyaman menikmati jajanan di tepi pantai. Selain mengganggu keindahan, sampah-sampah itu juga mengeluarkan aroma busuk.

Dampak kurangnya pengunjung akibat tumpukan sampah juga dirasakan Gusmaniar (52), pedagang lain. Sebagian pengunjung memilih pergi ketika tahu pantai di hadapan mereka penuh dengan tumpukan sampah. “Mereka terkejut pantai dipenuhi sampah,” kata dia.

Direktur Walhi Sumbar Uslaini mengatakan, selain dari hulu sungai, sebagian sampah juga berasal dari warga sekitar pantai, pengunjung, ataupun pedagang. Selain itu, ada pula sampah yang selama ini dibuang ke laut lalu pada musim pasang, terbawa arus ke pantai.

Dikubur

Sabtu pagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membersihkan pantai. Satu ekskavator milik Dinas PUPR dikerahkan.

Awalnya, sampah-sampah itu dikumpulkan dan dimuat ke truk kontainer untuk dibuang ke TPA Air Dingin, Koto Tangah, Padang. Namun, karena keterbatasan armada, tenaga, dan waktu, sampah akhirnya dikuburkan di tepi pantai.

“Tadi ada dua kontainer sampah yang kami angkut ke TPA Air Dingin. Selebihnya, kami kuburkan di tepi pantai karena tumpukannya terlalu banyak,” kata Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Kebersihan DLH Padang Syafrizal.

Syafrizal memperkirakan, jumlah tumpukan sampah itu mencapai 20 kontainer. Setiap kontainer rata-rata dapat mengangkut 4 ton sampah. Artinya, jumlah tumpukan sampah di Pantai Muaro Lasak diperkirakan sekitar 80 ton.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian mengatakan, selain Pantai Muaro Lasak, obyek wisata pantai lain juga mengalami hal serupa, seperti Pantai Air Manis dan Pantai Pasir Jambak. “Hampir semua pantai yang ada muaranya mengalami ini. Sampah bukan bersumber dari pedagang atau pengunjung di pantai, tetapi kiriman dari hulu,” kata dia.

Menurut Arfian, menumpuknya sampah di pantai rutin terjadi setiap hujan deras. Hal ini tidak terlepas dari minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke bantaran sungai. Hal ini, diakuinya dapat berdampak pada berkurangnya jumlah wisatawan ke obyek wisata pantai.

Berdasarkan catatan dilansir laman Kompas, Sabtu (11/01/2020), kondisi serupa pernah terjadi di obyek wisata Pantai Padang pada 12 Oktober 2017. Kala itu, DLH Padang memperkirakan jumlah tumpukan sampah di Pantai Muaro Lasak mencapai 90 ton.

Di Pantai Muaro Padang, muara dari Sungai Batang Arau, jumlahnya sekitar 60 ton. Kini, di Pantai Muaro Padang, juga terdapat tumpukan sampah, tetapi tidak terlalu banyak.

Syafrizal mengatakan, kejadian ini terus berulang karena masyarakat sudah terbiasa membuang sampah ke sungai ataupun selokan. Butuh waktu untuk mengubah kebiasaan itu. Menurut Syafrizal, yang juga berdomisili di kawasan hulu, anak-anak sedari kecil diajarkan orangtua membuang sampah ke selokan.

“Jadi sejak kecil sudah tertanam di alam bawah sadar membuang sampah ke bandar (selokan). Ibu-ibu juga, habis menyapu, sampah dibuang ke bandar,” ujar Syafrizal.

Mengubah perilaku

Syafrizal menambahkan, butuh peran semua pihak untuk mengubah perilaku masyarakat. Ketua RT, RW, Lurah, hingga pihak sekolah perlu menyosialisasikan dampak buruk membuang sampah ke sungai serta cara pengelolaan sampah yang baik.

Uslaini berpendapat, permasalahan sampah di Padang sulit terselesaikan jika hanya mengandalkan pemerintah dalam menyediakan tenaga kebersihan dan tempat sampah. Perubahan perilaku masyarakat mengurangi produksi serta mengelola sampah sangat dibutuhkan.

“Aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan pada waktu tertentu hanya akan jadi solusi sesaat jika tata kelola sampah dan perilaku masyarakat tidak diperbaiki,” kata Uslaini.

Ia juga mendorong Pemkot Padang untuk tegas dan konsisten menegakkan Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Aturan itu jika ditegakkan secara baik bisa memberikan efek jera kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Peraturan yang diterapkan sejak 1 Oktober 2015 itu salah satunya mengatur tentang hukuman tindak pidana ringan (tipiring). Siapa pun yang kedapatan membuang sampah sembarangan dikenakan hukuman tipiring berupa 3 bulan kurungan atau denda Rp 5 juta. Namun, sampai kini upaya penegakan hampir tidak terlihat. (*)

Asyik, Belajar Batik di Desa Wisata Gemawang

this formate

SEMARANG, bisniswisata. co.id: Desa wisata Gemawang semakin berkembang. Perkembangannya bukan hanya meningkatnya kunjungan wisatawan, namun juga minat untuk belajar membatik grafiknya naik. Bukan hanya itu, Desa wisata di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini juga memiliki obyek wisata unik yakni Gunung Watu merupakan tumpukan batu vulkanik raksasa yang membentuk lorong gua.

Belajar membatik di desa wisata ini, memang mengasyikkan. Karena metode belanjarnya menmggunakan peralatan tradisional plus pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai.

Ada dua jenis pewarnaan batik antara lain warna sintetis dan alam. “Kalau warna alam lebih lama proses pencelupannya yaitu satu bulan sedangkan warna sintetis bisa 1 hari,” kata Alfiah, perajin batik gemawang sambil menambahkan pilihan batik warna alam yakni mahoni, jalawe, brambang, teger, dan masih banyak lagi.

Motif batik gemawang pun berbeda dari batik pada umumnya. Ada motif biji kopi, klinting, bambu, lintang, trenggono, gedong songo, dan lain-lain. “Tapi yang paling khas (biji) kopi karena itu kan seperti masyarakat Desa Gemawang yang sebagian besar petani kopi,” katanya.

Proses pembuatan batik memakan waktu sekitar satu minggu, mulai menggambar, mencanting, mewarna, menjemur, watergrass, hingga melorot kain. Satu kain batik dibanderol harga Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta. Untuk batik tulis harga terendah berkisar Rp 600 ribu. Dan, proses pewarnaan batik berlangsung paling lama setengah hari bergantung dengan tingkat kerumitan motif batik.

Pemilik batik gemawang Ahmad Kholiq Fauzi menjelaskan mulanya usaha ini dipasarkan di Magelang. “Awalnya saya memasarkan di Kota Magelang. Saya tidak berani masuk Kabupaten Semarang karena ada batik yang lebih dulu dibina oleh dinas Tapi akhirnya ketika mereka tidak bisa memenuhi permintaan, tahun 2009 saya baru masuk Kabupaten Semarang,” tutur Ahmad.

Berdiri sejak 2006, kini permintaan Batik Gemawang terus meningkat 10-20 persen per tahun. Kesuksesan Batik Gemawang hingga saat ini tak luput dari tantangan yang dilewati oleh Ahmad.

Ia menjelaskan tantangan terberat adalah membuat batik gemawang dikenal dan tidak mati oleh kota-kota lain yang dikenal sebagai kota batik. “Tantangannya bagaimana kita bersaing, bukan untuk menyaingi tapi tidak mati begitu saja dengan kota yang dikenal sebagai sentra batik,” tutur Ahmad dikutip laman Kompas.

Karena itu, inovasi dan kreasi terus dikembangkan dengan cara pemilihan motif yang berbeda. Pewarna alam murni juga dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi konsumen. Warna-warna yang digunakan untuk kain batik menggunakan pewarna indigofera, tarum atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan Tom. Tom adalah jenis tumbuhan polong yang tumbuh sebagai gulma bagi tanaman kopi.

Desa wisata Gemawang memang paling dicari wisatawan, saat berada di Semarang. Desa wisata ini boleh dikatakan desa wisata yang paling lengkap. Selain industri batik yang keren, juga pariwisatanya menjanjikan juga perkebunan, pertanian, hingga industri. Karenanya, nggak heran kalau desa ini kerap memenangkan kejuaraan desa terbaik sampai tinggkat nasional.

Dari segi pariwisata Desa Gemawang dikenal sebagai labsite pemberdayaan masyarakat dan lokawisata budaya. Keberadaan Gunung Watu dan Batik Gemawang menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk datang ke desa tersebut. Gunung Watu merupakan tumpukan batu vulkanik raksasa yang membentuk lorong gua. Pada 8 Agustus 2017, wisata alam tersebut dibuka untuk umum usai diresmikan Bupati Semarang Mundjiri.

Karenanya tidak heran Belakangan, Gemawang memang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk sekadar one day travel atau live in selama beberapa hari. Sejumlah paket wisata juga mulai dibuat di tempat yang masih asri dan sejuk tersebut. Mau Coba? (*)