Asyik, Belajar Batik di Desa Wisata Gemawang

this formate

SEMARANG, bisniswisata. co.id: Desa wisata Gemawang semakin berkembang. Perkembangannya bukan hanya meningkatnya kunjungan wisatawan, namun juga minat untuk belajar membatik grafiknya naik. Bukan hanya itu, Desa wisata di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini juga memiliki obyek wisata unik yakni Gunung Watu merupakan tumpukan batu vulkanik raksasa yang membentuk lorong gua.

Belajar membatik di desa wisata ini, memang mengasyikkan. Karena metode belanjarnya menmggunakan peralatan tradisional plus pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai.

Ada dua jenis pewarnaan batik antara lain warna sintetis dan alam. “Kalau warna alam lebih lama proses pencelupannya yaitu satu bulan sedangkan warna sintetis bisa 1 hari,” kata Alfiah, perajin batik gemawang sambil menambahkan pilihan batik warna alam yakni mahoni, jalawe, brambang, teger, dan masih banyak lagi.

Motif batik gemawang pun berbeda dari batik pada umumnya. Ada motif biji kopi, klinting, bambu, lintang, trenggono, gedong songo, dan lain-lain. “Tapi yang paling khas (biji) kopi karena itu kan seperti masyarakat Desa Gemawang yang sebagian besar petani kopi,” katanya.

Proses pembuatan batik memakan waktu sekitar satu minggu, mulai menggambar, mencanting, mewarna, menjemur, watergrass, hingga melorot kain. Satu kain batik dibanderol harga Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta. Untuk batik tulis harga terendah berkisar Rp 600 ribu. Dan, proses pewarnaan batik berlangsung paling lama setengah hari bergantung dengan tingkat kerumitan motif batik.

Pemilik batik gemawang Ahmad Kholiq Fauzi menjelaskan mulanya usaha ini dipasarkan di Magelang. “Awalnya saya memasarkan di Kota Magelang. Saya tidak berani masuk Kabupaten Semarang karena ada batik yang lebih dulu dibina oleh dinas Tapi akhirnya ketika mereka tidak bisa memenuhi permintaan, tahun 2009 saya baru masuk Kabupaten Semarang,” tutur Ahmad.

Berdiri sejak 2006, kini permintaan Batik Gemawang terus meningkat 10-20 persen per tahun. Kesuksesan Batik Gemawang hingga saat ini tak luput dari tantangan yang dilewati oleh Ahmad.

Ia menjelaskan tantangan terberat adalah membuat batik gemawang dikenal dan tidak mati oleh kota-kota lain yang dikenal sebagai kota batik. “Tantangannya bagaimana kita bersaing, bukan untuk menyaingi tapi tidak mati begitu saja dengan kota yang dikenal sebagai sentra batik,” tutur Ahmad dikutip laman Kompas.

Karena itu, inovasi dan kreasi terus dikembangkan dengan cara pemilihan motif yang berbeda. Pewarna alam murni juga dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi konsumen. Warna-warna yang digunakan untuk kain batik menggunakan pewarna indigofera, tarum atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan Tom. Tom adalah jenis tumbuhan polong yang tumbuh sebagai gulma bagi tanaman kopi.

Desa wisata Gemawang memang paling dicari wisatawan, saat berada di Semarang. Desa wisata ini boleh dikatakan desa wisata yang paling lengkap. Selain industri batik yang keren, juga pariwisatanya menjanjikan juga perkebunan, pertanian, hingga industri. Karenanya, nggak heran kalau desa ini kerap memenangkan kejuaraan desa terbaik sampai tinggkat nasional.

Dari segi pariwisata Desa Gemawang dikenal sebagai labsite pemberdayaan masyarakat dan lokawisata budaya. Keberadaan Gunung Watu dan Batik Gemawang menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk datang ke desa tersebut. Gunung Watu merupakan tumpukan batu vulkanik raksasa yang membentuk lorong gua. Pada 8 Agustus 2017, wisata alam tersebut dibuka untuk umum usai diresmikan Bupati Semarang Mundjiri.

Karenanya tidak heran Belakangan, Gemawang memang banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk sekadar one day travel atau live in selama beberapa hari. Sejumlah paket wisata juga mulai dibuat di tempat yang masih asri dan sejuk tersebut. Mau Coba? (*)

Es Dawet Mbah Hari, Kuliner Legendaris Tetap Lestari

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Es dawet Mbah Hari, salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta. Es dawet bercita rasa legit dan manis ini sudah ada sejak 1965 di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, tepatnya di los pertama sebelah utara yang hingga sekarang ini masih tetap lestari.

“Mbah masih muda sekali waktu pertama berjualan dawet. Saat itu belum banyak minuman yang aneh-aneh seperti sekarang,” kata Mbah Hari di Pasar Beringharjo, Kamis 5 September 2019. Mbah Hari berusaha mempertahankan cita rasa es dawet buatannya selama lebih dari setengah abad.

Seluruh menu dan variasi dawet Mbah Hari dibuat sendiri dari bahan alami dan tidak menggunakan mesin. Dengan dibantu suami, sejak malam hingga dini hari Mbah Hari menyiapkan menu es dawet buatannya untuk pembeli.

Es Dawet Mbah Hari berisi cendol warna-warni, cincau, santan dan juruh atau gula jawa beserta potongan buah nangka. Dalam menyajikannya, Mbah Hari menggabungkan seluruh varian dan menambahkan es batu agar minuman tambah segar.

Mbah Hari mengatakan resep es dawet buatannya ini berasal dari ibunya yang juga berjualan es dawet. Dia tertarik untuk meneruskan usaha ibunya dan bertahan hingga kini. “Saya tidak pernah menambahi apapun dari resep es dawet yang sudah turun-temurun ini supaya rasanya sama seperti yang ibu saya buat dulu,” ucap dia seperti dilansir laman KRJOGJA. Sabtu .

Mbah Hari berjualan mulai pukul 09.00 sampai 15.00. Saban hari dia berangkat dari Bantul menuju Pasar Beringharjo dengan mengayuh sepeda onthel. Mbah Hari tak tertarik untuk pindah ke tempat yang lebih dekat karena dia sudah punya banyak pelanggan di Pasar Beringharjo.

Pembeli es dawet Mbah Hari bukan saja orang yang sehari-hari berjualan di pasar itu. Wisatawan domestik dan mancanegara juga penasaran dengan cita rasa minuman legendaris yang dibanderol hanya Rp 5.000. “Saya akan terus berjualan es dawet ini sampai nanti sudah tidak kuat lagi,” ucap Mbah Hari. (*)

Waspadai, Potensi Gelombang Ekstrim di Wisata Bahari Jatim

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi di wisata bahari perairan Jawa Timur.

Hal itu berlaku pada 12 Januari 2020 pukul 07.00 WIB hingga 13 Januari 2020 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan keterangan tertulis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya menyebutkan, ada sirkulasi eddy di Perairan Barat Aceh. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan 4-25 knot.

Wilayah selatan Indonesia dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan 4-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar, Perairan P.Sawu, Perairan Kupang-P.Rotte, Selat Sape bagian utara, Laut Sumbawa dan Laut Flores. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang

Selain itu tinggi gelombang 1,25-2,5 meter (sedang) dapat terjadi di Perairan Kalimantan Tengah bagian timur, Laut Jawa utara Bawean, Laut Jawa selatan Bawean, Laut Jawa barat Masalembo, Laut Jawa timur Masalembo.

Di Perairan Tuban-Lamongan, Perairan Gresik-Surabaya, Perairan Utara Madura, Perairan Kep.Sapudi, Perairan Kep.Kangean, Selat Madura bagian barat dan timur. Sementara itu, tinggi gelombang 2,5-4 meter (tinggi) dapat terjadi di Perairan selatan Jawa Timur dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya, Rizal menuturkan, berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir terjadi gelombang tinggi pada Januari. Hal ini karena angin barat dari Asia ke Australia semakin dominan.

Potensi gelombang tinggi tersebut juga dipicu daerah tekanan rendah di Australia tepatnya utara Australia. Pada peringatan dini yang dikeluarkan Sabtu pekan ini, Rizal mengatakan potensi gelombang tinggi turun. “Massa udara dari Indonesia semakin cepat. Gelombang akan tinggi. Ini hal biasa terjadi pada Januari,” ujar Rizal dilansir laman Liputan6.Sabtu (11/1/2020).

Rizal menuturkan, peringatan dini ini dikeluarkan agar masyarakat lebih hati-hati terutama kepada nelayan yang ingin melaut. “Kapal nelayan di bawah 5 GT untuk berhati-hati. Kalau ke tengah perairan Jawa untuk ditunda kegiatan (melaut-red). Di selatan Jawa Timur bisa ketinggian (gelombang-red) tiga meter. Lima hari ke depan bisa tiga meter,” tutur dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau nelayan dan wisatawan yang ingin ke laut terutama di selatan Jawa Timur untuk menunda kegiatannya. “Perairan di selatan Jawa Timur itu mulai dari pesisir pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Jember dan Banyuwangi berpotensi gelombang tinggi,” ia menambahkan.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya mengimbau untuk memperhatikan risiko terhadap keselamatan pelayaran:

1.Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter).
2.Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

3. Kapal Fiber (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2 meter).
4. Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter). (*)

Biskuat Academy Jadi Moment Regenerasi Sepakbola Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Biskuat berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga juga didukung pemain Timnas Indonesia Evan Dimas, menggelar Biskuat Academy 2019, kompetisi sepakbola U-10 dan U-12 serta coaching clinic untuk lahirkan anak Indonesia berkarakter kuat, tangguh, positif dan pantang menyerah.

Biskuat Academy yang menggusung tema “Kekuatan yang Baik dari Dalam”, diselenggarakan di 8 kota yaitu Jakarta, Medan, Palembang, Malang, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Bali. Puncaknya, babak final Biskuat Academy 2019 berlangsung pada 11-12 Januari 2020 di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, yang diikuti 16 tim perwakilan dari setiap kota, masing-masing 8 tim untuk U-10 dan U-12.

“Biskuat, salah satu produk biskuit dari Mondelez International, yang telah menjadi favorit anak-anak Indonesia sejak 20 tahun lalu, memiliki kepedulian terhadap dunia sepekabola bagi anak-anak. Ternyata sambutanya sangat luar biasa, sebanyak 384 tim ambil bagian dalam Biskuat Academy ini,” papar Head of Biscuit Mondelez Indonesia Maggie Effendy saat Coaching Clinic Biskuat Academy 2019 di Jakarta, Sabtu (11/01/2020).

Selain itu, lanjut Maggie, Biskuat Academy 2019 merupakan bagian dari serangkaian kegiatan untuk mendorong anak Indonesia memiliki karakter yang baik dari dalam diri guna membentuk generasi muda Indonesia yang kuat.

“Event ini juga menjadi moment dalam mencari bibit atau generasi baru sepekabola Indonesia. Tujuan digelarnya turnamen antar SSB ini adalah untuk mencari bibit-bibit potensial dari cabang olahraga sepakbola yang akan dibina lebih lanjut yang mampu menjadi pesepakbola profesional dan berprestasi di masa mendatang,” sambungnya.

Dilanjutkan, selain kompetisi sepakbola, Biskuat Academy 2019 juga mengadakan coaching clinic yang dipandu pemain bola professional di setiap kota, dan untuk memberikan pengarahan terkait pembentukan karakter yang dibutuhkan untuk menjadi pemain bola yang handal, seperti sportifitas, kerja sama tim, dan pantang menyerah.”

Selain itu, Biskuat Academy 2019 pun menyelenggarakan workshop khusus yang akan dipandu pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri. Workshop ini diadakan untuk para pelatih dan peserta sebelum pertandingan final, dan bertujuan untuk membahas lebih dalam cara pembangunan karakter bagi anak serta strategi dalam sepak bola.

Sementara selebriti Mona Ratuliu sebagai Penggiat Parenting dan Penulis Buku Digital ParenThink menyatakan dukungannya. “Sebagai seorang ibu, saya melihat program Biskuat Academy 2019 sangat positif untuk anak Indonesia. T

Bukan hanya berfokus pada kompetisi, Biskuat Academy 2019 juga sangat memperhatikan aspek pembinaan karakter dan mendorong anak Indonesia menjadi generasi kuat di masa depan. Dengan membangun karakter diri yang baik sejak dini, saya yakin dapat membantu menentukan kesuksesan anak di masa depan, sambungnya.

Sementara Evan Dimas, salah satu pemain Timnas kebanggaan Indonesia, mengungkapkan bahwa pertandingan sepak bola untuk anak-anak memberikan manfaat yang sangat besar termasuk untuk perkembangan karakter.

“Melalui Biskuat Academy 2019, anak Indonesia belajar menjadi pemain yang suportif, bekerja sama dengan tim, dan masih banyak lagi. Program ini juga bisa menciptakan bibit dari generasi muda yang unggul dalam olah raga sepak bola.” lontarnya

Biskuat merupakan makanan ringan berbahan gandum dan susu yang mengandung 9 vitamin, yaitu Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, D, dan E; dan dilengkapi 6 mineral yaitu kalsium, magnesium, besi, fosfor, seng, dan yodium, yang hadir dalam 2 varian yaitu original dan cokelat.

Dengan menyediakan camilan bernutrisi dan beragam kegiatan positif, Biskuat ingin menginspirasi anak Indonesia untuk memiliki karakter yang baik dari dalam diri guna membentuk generasi muda Indonesia yang kuat.

16 tim dari setiap kategori usia bersaing jadi kampiun pada kategori usia masing-masing. Selain mendapatkan piala, GAN dan Biskuat juga menyediakan hadiah untuk pemain terbaik, top skor, tim favorit, berupa uang pembinaan. Bahkan Para finalis mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga yang dapat digunakan untuk pendaftaran jalur pretasi.

Ada 16 Tim yang lolos dari zona masing-masing dan berlaga di partai puncak di Jakarta:

Jakarta: Kemayoran Prima 17 (U-10) dan Tajimalela (U-12).
Medan: Muda Sebaya Rambong Sialang (U-10), dan Sporting Klumpang Putra (U-12).

Palembang: Putra Koga Lampung (U-10) dan Medco (U-12).
Malang: Garuda Wisnu Bali (U-10), dan Agi Malang (U-12).

Surabaya: Juanda Merah (U-10), dan Isa Sidoarjo (U-12).
Bandung: Uni B Bandung (U-10), dan Setia Bandung (U-12).

Semarang: Remedial Wirosari Purwodadi (U-10), dan Bangunkerto Yogya (U-12).
Bali: Badak Putra Buduk (U-10), dan Anker Kediri Tabanan (U-12). (ens)

Komunitas Pencinta Dunia Astronomi Amati Gerhana Bulan

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas pecinta dunia astronomi Jogja Astro Club (JAC) akan menggelar pengamatan bersama fenomena gerhana bulan penumbra di markas komunitas itu di Jalan Gejayan, Yogyakarta pada Jumat (10/1) malam.

Pendiri JAC Mutoha Arkanuddin mengatakan pengamatan bersama yang akan dimulai pada pukul 21.00 WIB hingga Sabtu (11/1) pukul 06.00 WIB itu akan menggunakan 5 hingga 7 buah teleskop.”Gerhana penumbra hanya bisa terlihat jelas dengan teleskop karena secara kasat mata seolah tidak sedang gerhana,” kata Mutoha.

Fenomena gerhana bulan penumbra, kata dia, terjadi akibat posisi bumi menghalangi cahaya matahari ke bulan. Sementara bulan berada di titik bayangan bumi yang cenderung gelap samar (penumbra) sehingga piringan bulan purnama seolah masih terlihat utuh namun cahayanya meredup.

“Cahaya bulan akan terlihat seperti purnama walaupun samar. Ada gradasi kecerahan muka bulan dan sisi selatan terlihat lebih gelap,” kata dia seperti diunduh dari Antara, Sabtu (11/01/2020).

Karena diperkirakan tidak bisa disaksikan secara jelas dengan mata telanjang, Mutoha mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan pengamatan bersama di Markas JAC yang terbuka untuk umum. Pengamatan itu, menurut dia, akan menambah wawasan masyarakat mengenai fenomena astronomi itu.

“Masyarakat bisa tahu bahwa gerhana itu adalah peristiwa alam biasa yang tidak berkaitan dengan hal-hal yang mistis. Mereka juga bisa tahu bahwa gerhana banyak macamnya dan manusia sekarang sudah dengan teliti dapat memperkirakan kapan terjadinya,” kata dia.

Menurut Mutoha, gerhana bulan penumbra akan mencapai fase puncaknya pada Sabtu (11/1) pukul 02.10 WIB. “Hasil pengamatan nanti akan kami dokumentasikan dan kami sampaikan ke Kemenag,” sambungnya. (*)

Target 400.000 Turis, Chechnya Tawarkan Wisata Bertema Militer

this formate

GROZNY, bisniswisata.co.id: Negara bagian Federasi Rusia, Republik Chechnya menawarkan liburan bertema militer. Negara berpenduduk mayoritas Muslim ini memasarkan tempat-tempat wisata sejarah perang untuk menarik kunjungan wisatawan asing pada tahun 2020 sekitar 400 ribu turis.

Dilansir dari Eurasia Times, Sabtu (11/01/2020) Menteri Pariwisata Republik Chechnya, Muslim Baytazev, menawarkan kunjungan ke detasemen pasukan khusus Chechnya. Tidak ada negara yang lebih baik dari Chechnya untuk belajar cara menggunakan senjata dan peralatan militer lainnya.

Dalam sejarahnya, Chechnya memiliki seorang pahlawan Muslim yang tewas dalam serangan bom pada 2004, Akhmat Kadyrov. Ia adalah ayah dari Presiden Chechnya sekarang, Ramzan Kadyrov yang dikenal sangat mencintai Nabi Muhammad.

Menurut juru bicara Kremlin, Presiden Vladimir Putin mengatakan Akhmat Kadyrov hidup dalam bahaya yang konstan dan ia secara teratur mengambil bagian dalam operasi tempur. Karena itu, Putin menyebut Kadyrov sebagai pahlawan Rusia.

“Dia membuat pilihannya sendiri. Dan Anda yang tahu apa yang terjadi, dia terbunuh oleh teroris. Untuk apa dia mati? Untuk Chechnya, rakyat Chechnya dan Rusia,” kata Putin.

Untuk mendongkrak jumlah wisatawan, Chechnya juga membuka lereng ski buatan terpanjang di dunia pada 2018. Pada 2019, tempat wisata berseluncur di atas es itu pun mampu menarik 160 ribu pengunjung.

Kantor pariwisata Chechnya juga telah dibuka di seluruh Rusia dan di Estonia dan Jerman. Bahkan, visa elektronik atau E-visa dipermudah meskipun warga negara dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan AS tidak memenuhi syarat. (*)

Kesadaran Warga Cirebon terhadap Desa Wisata Sangat Minim

this formate

CIREBON, bisniswisata.co.id: Sedikitnya sepuluh desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon awa Barat diproyeksikan menjadi desa wisata. Pasalnya, kesepuluh desa itu memiliki keunggulan, keunikan dan kelayakan untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

“Kabupaten Cirebon terdiri dari 412 desa. Dari jumlah itu, sekitar 10 persen di antaranya bisa digali sebagai desa wisata,” ungkap Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Hartono dilansir laman Ayocirebon, Sabtu (11/01/2020).

Kesepuluh desa itu masing-masing Cupang di Kecamatan Gempol, Cipanas di Kecamatan Dukupuntang, Palir di Kecamatan Tengahtani, Kamarang di Kecamatan Greged, Tonjong di Kecamatan Pasaleman, Sedong di Kecamatan Sedong, Belawa di Kecamatan Lemahabang, Ambulu di Kecamatan Losari, Kubang di Kecamatan Talun, dan Gebangmekar di Kecamatan Gebang.

Dijelaskan, keunggulan Desa Cupang misalnya, terletak pada keberadaan tebing yang kini menjadi objek wisata Batu Lawang serta petilasan (situs) Sunan Bonang. Desa Cipanas, jelasnya, memiliki sumber air panas dan bumi perkemahan.

Desa Palir potensial sebagai desa wisata karena dialiri Sungai Cipager yang tak pernah kering sekalipun di musim kemarau, sehingga membuat desa ini tergolong sebagai kawasan pertanian dan perkebunan.

“Desa Palir juga dikenal karena adanya selokan yang dibuat sebagai kolam ikan. Secara keseluruhan, desa ini cocok sebagai destinasi wisata nomadic yang alami di mana di antaranya pelancong bisa makan di pematang sawah atau mancing dan berkebun,” paparnya.

Kondisi serupa dimiliki Desa Kamarang dan Desa Tonjong yang dikenal memiliki areal persawahan yang subur. Kedua desa ini pun cocok dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

Desa Sedong di sisi lain memiliki keunggulan dari keberadaan sebuah situ (danau) bernama sama, Situ Sedong, serta hasil perkebunan mangga gedong gincu yang populer. Lain halnya dengan Desa Belawa yang dikenal sebagai kawasan penangkaran kura-kura Belawa yang populasinya di ambang kepunahan.

Desa Ambulu sendiri dikenal karena memiliki hutan mangrove. Sementara Desa Kubang memiliki wisata air yang kerap dijadikan tujuan wisata keluarga. “Keunggulan Desa Gebangmekar adalah wisata pantainya. Ini sedang kami rintis,” cetusnya.

Di luar sepuluh desa itu, sambungnya, Kabupaten Cirebon sebenarnya sudah memiliki desa-desa yang lebih dulu populer karena keunggulannya. Desa-desa itu yakni Desa Tegalwangi di Kecamatan Weru dengan keunggulan rotannya, Desa Trusmi dengan batiknya, juga Desa Ciwaringin di Kecamatan Ciwaringin yang terkenal sebagai sentra batik pewarna alami.

Menurutnya, setiap potensi desa akan dihidupkan dan dikembangkan, sebelum kemudian dipasarkan sebagai desa wisata. Pihaknya melihat kemungkinan seluruh desa wisata dijadikan sebagai paket wisata, khususnya yang ditawarkan bagi pelancong saat berkunjung ke Kabupaten Cirebon.

“Hanya, mewujudkan desa wisata ini butuh kerjasama dengan instansi lain, misalnya akses yang memadai menuju desa wisata tentu butuh penanganan infrastruktur. Ini menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, termasuk instansi lain yang berwenang dalam mewujudkannya,” tegasnya.

Perwujudan desa wisata, juga berpotensi terhambat pula akibat minimnya kesadaran wisata masyarakat setempat di masing-masing desa. Secara umum masyarakat Kabupaten Cirebon belum sadar wisata. Karena itu, pihaknya rutin menggelar pelatihan bagi kader wisata dan kelompok-kelompok sadar wisata.

“Padahal mereka punya tugas membantu mengeksplorasi potensi sesuai bidang masing-masing. Memajukan desa, sesungguhnya bisa dilakukan setiap warga. Kami berharap, minimal setiap warga menjaga lingkungan desanya masing-masing,” lontarnya. (*)

Jalur Wisata Pendakian Gunung Lawu Dibuka Lagi

this formate

MAGETAN, bisniswisata.co.id: Perum Perhutani KPH Lawu kembali membuka jalur pendakian Gunung Lawu dari pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah sekitar sepekan ditutup karena kondisi cuaca buruk dan badai angin di puncak gunung setempat.

“Pembukaan jalur pendakian di Gunung Lawu dilakukan mulai hari Jumat tanggal 10 Januari 2020,” ujar Asper BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds, Marwoto dalam keterangan resminya diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (11/01/2020).

Menurut dia, pembukaan dilakukan karena berdasarkan hasil survei tim Perhutani dan BPBD setempat. Jalur pendakian telah aman menyusul kondisi badai di puncak Gunung Lawu telah berlalu. Tidak hanya jalur pendakian Cemoro Sewu, jalur Cemoro Kandang dan Candi Ceto di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Singolangu di
Plaosan Magetan, juga telah dibuka.

Marwoto menambahkan, meski jalur telah dibuka, pembukaannya hanya dibatasi pada pagi hingga sore hari. Untuk pendakian malam hari masih dilarang karena alasan keamanan.

Sebelumnya petugas Magetan menutup jalur pendakian Gunung Lawu dari pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan Magetan karena kondisi cuaca buruk dan badai angin di puncak gunung setempat. Penutupan dilakukan pada 3 Januari lalu untuk menghindari dampak bencana yang dapat merugikan dan membahayakan keselamatan para pendaki.

Gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu merupakan tujuan favorit wisata pendakian. Bagi wisatawan tidak berminat dengan wisata pendakian, banyak obyek wisata yang ada di sekitar Gunung Lawu.

Tercatat ada lima obyek wisata sekitar Gunung Lawu antara lain:

Air Terjun Grojogan Sewu

Wisata alam merupakan salah satu keunggulan dari destinasi wisata Gunung Lawu. Dari spot panorama hingga air terjun, semua ada di gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu. Wisata air terjun adalah Grojogan Sewu berarti Air Terjun Seribu itu memang sudah lama menjadi tempat wisata favorit di lereng Gunung Lawu. Air terjun ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang memang merupakan obyek wisata yang terkenal. Air terjun ini tidak pernah kering sepanjang tahun sehingga tetap pas dikunjungi pada musim kemarau. Untuk menuju titik air terjun, wisatawan melewati banyak anak tangga ditemani banyak monyet sepanjang perjalanan.

Air Terjun Jumog

Selain Grojogan Sewu, juga ada Air Terjun Jumog di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Sama seperti Grojogan Sewu, air terjun ini juga tidak pernah kering sepanjang tahun. Air mengalir langsung dari Gunung Lawu terasa sangat sejuk dan segar. Seolah belum cukup, hawa sejuk pegunungan juga sangat terasa di Air Terjun Jumog ini. Obyek wisata ini sangat pas untuk dikunjungi bersama keluarga. Telah tersedia pula kolam renang dan taman bermain anak.

Kebun Teh Kemuning

Selain air terjun, juga bisa menikmati keindahan hamparan teh, salah satunya adalah di Kebun Teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Saat musim kemarau, Kebun Teh Kemuning paling pas menjadi tempat untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam. Itu karena pemandangan ke sisi barat yang cukup terbuka. Berfoto di tengah hamparan kebun teh pun merupakan aktivitas menyenangkan di sana karena hasil jepretan akan keren.Selain itu, banyak pula obyek wisata yang telah tersebar di Kebun Teh Kemuning, salah satunya adalah Ndoro Dongker. Dan bisa menikmati kelezatan teh segar yang dipetik langsung dari kebunnya.

Candi Cetho

Candi Peninggalan masa lalu di lereng Gunung Lawu ini memang kerap dikunjungi masyarakat Hindu dari Pulau Dewata yang hendak beribadah. Candi Cetho yang ada di ketinggian sekitar 1.496 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga merupakan salah satu candi tertinggi di Pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Pengunjung akan disuguhkan dengan panorama menawan di sisi barat dari ketinggian.

Srambang Park, Ngawi

Srambang Park. Sebenarnya, tempat ini dulunya hanyalah air terjun saja. Namun, sekarang Srambang Park sudah dibangun dengan sedemikian indah. Taman dan sungai yang mengalir di sepanjang Srambang Park benar-benar Instagramable. Pengunjung juga akan disuguhkan dengan sejuknya udara gunung dan asrinya hutan pinus yang benar-benar mendamaikan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Agenda Akhir Pekan Kedua Januari di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Meski diselimuti mendung serta gerimis yang jatuh di Ibukota menjelang akhir pekan Minggu kedua Januari 2020. Namun sederet agenda acara seru tetap digelar untuk menghibur warga Jakarta maupun wisatawan nusantara maupun mancanegara yang tengah berada di Kota Betawi ini.

Sederet agenda ada pertunjukan musik, Jakarta wedding expo, International Education Expo 2020, arena bermain anak-anak, peluncuran buku,pameran lukisan dan Kesenian Rakyat Barong Caplok di Taman Mini Indonesia Indah mewarnai agenda akhir pekan, antara lain:

Axel Boman

Zodiac, kelab malam di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, akan menghadirkan Axel Boman pada 10 Januari 2020. Ia akan tampil bersama Bergas, Tara, dan Adi.

Beat Please

Restoran dan bar The Safehouse di Jakarta Selatan mengadakan acara seru pada 10 Januari 2020 bersama Bima G, DJ Tango, dan Dhito. Acara tepat dimulai pada 22.00.

Shitty Feels

Keesokan harinya, The Safehouse, masih punya acara yang tidak kalah seru bersama Bing Luther, Gasta, Gilang, Verdy, ØH dan NDNR.

Kilo Lounge 1st Anniversary

Restoran dan bar Kilo Lounge di Senopati, Jakarta Selatan, berulangtahun yang pertama pada hari ini. Rossi, Jacatra, Ridwan, Heru, Hogi, dan Downey akan memeriahkan acara yang berlangsung pada 10 Januari 2020.

M Bloc

Ada beragam acara yang berlangsung di M Bloc, Blok M, Jakarta Selatan pada akhir pekan ini. Mulai dari peluncuran buku Endah n Resa sampai Diskusi Lingkungan Hidup. M Bloc juga menggelar konser Didi Kempot pada 14 Februari 2020. Jangan lupa beli tiketnya dari sekarang.

Filippo Sciascia

Seniman asal Italia, Filippo Sciascia, yang berpameran di RUBANAH – Underground Hub, Menteng, Jakarta Pusat, bisa ditemui dalam acara diskusi yang digelar pada 11 Januari 2020 pukul 15.30.

Super Junior

Boyband Kpop siap menggelar konser di ICE BSD, Tangerang, pada 11 Januari 2020. Pastikan datang lebih awal agar tak terjebak kemacetan.

Mega Wedding Festival

Acara pameran Weedding berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta pada Jumat (10/1) – Minggu (12/1), harga tiket masuk: Online Rp20.000 (3 hari). Menghadirkan pameran pernikahan dan jewellery terlengkap dan terbesar.

International Education Expo

Pameran pendidikan ini berlangsung di Swissotel PIK Avenue Mall (Ballroom), Jakarta Utara, Pukul: 13.00-18.00 WIB, International Education Expo 2020 ini, sukses memberangkatkan ratusan pelajar Indonesia untuk kuliah ke luar negeri di setiap tahunnya, kini hadir kembali di awal tahun 2020 dengan menghadirkan puluhan universitas ternama yang lebih bervariasi dari berbagai negara, serta ratusan jurusan kuliah terlengkap yang beraneka ragam seperti, Business and Marketing, Culinary, Hospitality, Game Design, Fashion Design, Computer Programming, Animation, Science, Communication, Engineering, Medicine, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kesenian Rakyat Barong Caplok

Kota Kediri memiliki Tari Barong, yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai caplokan, dikenal sebagai Tari Seribu Barong (Tari Sewu Caplokan). Caplokan memiliki arti membuka dan menutup mulut. Tarian ini memiliki keunikan yang berbeda dengan tarian lain, yaitu gerakan bersifat lebih bebas dan cenderung cepat dengan aura tarian magis dan sakral. Acara digelar Minggu, 12 Januari di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Pukul 14.00 – Selesai. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Danau Tambing, Surga Tersembunyi dengan Sejuta Pesona

this formate

POSO, bisniswisata.co.id: Danau Tambing, surga yang tersembunyi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kini semakin diminati wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Danau Tambing adalah titik awal untuk mendaki Gunung Rorekantimbu sekaligus melihat surga dengan sejuta pesona.

Kepala Balai besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman, mengatakan Danau Tambing berada di dalam kawasan konservasi dan cagar biosfer. Danau yang terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut ini dapat dijangkau dengan sepeda motor atau mobil dalam waktu tiga jam dari Kota Palu.

Wisatawan yang datang, kata Jusman, senang menikmati udara sejuk di sini. Ditambah dengan merdunya cuitan burung yang berhabitat di sekitarnya. Di kawasan wisata tersebut, para wisatawan dapat mengamati suara sekitar 200 jenis burung yang sekitar 30 persennya merupakan satwa endemik. “Tak sedikit wisatawan menjuluki objek wisata itu sebagai surga burung,”.

Danau Tambing yang berair jernih boleh dijadikan area memancing, namun terlarang untuk direnangi untuk menjaga kelestariannya. Selain danau, pesona lainnya wisatawan juga bisa mengunjungi juga ada taman anggrek serta lokasi pengamatan burung dan kupu-kupu di sini.

Wisatawan juga diperbolehkan berkemah di sekitarnya. “Kami optimis kunjungan wisatawan tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” papar Jusman dilansir Antara, Jumat (10/01/2020).

Saat musim libur atau libur pekan, sambung dia, biasanya pengunjung sampai 1.000 orang per harinya dan masih didominasi wisawatan domestik. Sementara wisatawan mancanegara kebanyakan merupakan pengamat dan peneliti burung

Kawasan TNLL yang seluas 2.180 km persegi terbagi dalam dua wilayah, sebagian masuk wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Poso dan sebagian lainnya masuk wilayah Kabupaten Sigi.

Danau Tambing, bersama dengan Taman Nasional Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kawasan Wisata Tanjung Karang di Kabupaten Donggala, merupakan tiga objek wisata yang sangat vital di Sulawesi Tengah.

Selain menyaksikan pesona kabut, 260 jenis aneka burung dan kupu-kupu, aneka taman anggrek, Danau Tambing juga salah satu spot petualangan yang keberadaannya sudah terkenal. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan berbagai macam latarbelakang para petualang, baik yang datang dari dalam negeri sendiri, dan mancanegara. (*)