Kesadaran Warga Cirebon terhadap Desa Wisata Sangat Minim

this formate

CIREBON, bisniswisata.co.id: Sedikitnya sepuluh desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon awa Barat diproyeksikan menjadi desa wisata. Pasalnya, kesepuluh desa itu memiliki keunggulan, keunikan dan kelayakan untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

“Kabupaten Cirebon terdiri dari 412 desa. Dari jumlah itu, sekitar 10 persen di antaranya bisa digali sebagai desa wisata,” ungkap Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Hartono dilansir laman Ayocirebon, Sabtu (11/01/2020).

Kesepuluh desa itu masing-masing Cupang di Kecamatan Gempol, Cipanas di Kecamatan Dukupuntang, Palir di Kecamatan Tengahtani, Kamarang di Kecamatan Greged, Tonjong di Kecamatan Pasaleman, Sedong di Kecamatan Sedong, Belawa di Kecamatan Lemahabang, Ambulu di Kecamatan Losari, Kubang di Kecamatan Talun, dan Gebangmekar di Kecamatan Gebang.

Dijelaskan, keunggulan Desa Cupang misalnya, terletak pada keberadaan tebing yang kini menjadi objek wisata Batu Lawang serta petilasan (situs) Sunan Bonang. Desa Cipanas, jelasnya, memiliki sumber air panas dan bumi perkemahan.

Desa Palir potensial sebagai desa wisata karena dialiri Sungai Cipager yang tak pernah kering sekalipun di musim kemarau, sehingga membuat desa ini tergolong sebagai kawasan pertanian dan perkebunan.

“Desa Palir juga dikenal karena adanya selokan yang dibuat sebagai kolam ikan. Secara keseluruhan, desa ini cocok sebagai destinasi wisata nomadic yang alami di mana di antaranya pelancong bisa makan di pematang sawah atau mancing dan berkebun,” paparnya.

Kondisi serupa dimiliki Desa Kamarang dan Desa Tonjong yang dikenal memiliki areal persawahan yang subur. Kedua desa ini pun cocok dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

Desa Sedong di sisi lain memiliki keunggulan dari keberadaan sebuah situ (danau) bernama sama, Situ Sedong, serta hasil perkebunan mangga gedong gincu yang populer. Lain halnya dengan Desa Belawa yang dikenal sebagai kawasan penangkaran kura-kura Belawa yang populasinya di ambang kepunahan.

Desa Ambulu sendiri dikenal karena memiliki hutan mangrove. Sementara Desa Kubang memiliki wisata air yang kerap dijadikan tujuan wisata keluarga. “Keunggulan Desa Gebangmekar adalah wisata pantainya. Ini sedang kami rintis,” cetusnya.

Di luar sepuluh desa itu, sambungnya, Kabupaten Cirebon sebenarnya sudah memiliki desa-desa yang lebih dulu populer karena keunggulannya. Desa-desa itu yakni Desa Tegalwangi di Kecamatan Weru dengan keunggulan rotannya, Desa Trusmi dengan batiknya, juga Desa Ciwaringin di Kecamatan Ciwaringin yang terkenal sebagai sentra batik pewarna alami.

Menurutnya, setiap potensi desa akan dihidupkan dan dikembangkan, sebelum kemudian dipasarkan sebagai desa wisata. Pihaknya melihat kemungkinan seluruh desa wisata dijadikan sebagai paket wisata, khususnya yang ditawarkan bagi pelancong saat berkunjung ke Kabupaten Cirebon.

“Hanya, mewujudkan desa wisata ini butuh kerjasama dengan instansi lain, misalnya akses yang memadai menuju desa wisata tentu butuh penanganan infrastruktur. Ini menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, termasuk instansi lain yang berwenang dalam mewujudkannya,” tegasnya.

Perwujudan desa wisata, juga berpotensi terhambat pula akibat minimnya kesadaran wisata masyarakat setempat di masing-masing desa. Secara umum masyarakat Kabupaten Cirebon belum sadar wisata. Karena itu, pihaknya rutin menggelar pelatihan bagi kader wisata dan kelompok-kelompok sadar wisata.

“Padahal mereka punya tugas membantu mengeksplorasi potensi sesuai bidang masing-masing. Memajukan desa, sesungguhnya bisa dilakukan setiap warga. Kami berharap, minimal setiap warga menjaga lingkungan desanya masing-masing,” lontarnya. (*)

Jalur Wisata Pendakian Gunung Lawu Dibuka Lagi

this formate

MAGETAN, bisniswisata.co.id: Perum Perhutani KPH Lawu kembali membuka jalur pendakian Gunung Lawu dari pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah sekitar sepekan ditutup karena kondisi cuaca buruk dan badai angin di puncak gunung setempat.

“Pembukaan jalur pendakian di Gunung Lawu dilakukan mulai hari Jumat tanggal 10 Januari 2020,” ujar Asper BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds, Marwoto dalam keterangan resminya diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (11/01/2020).

Menurut dia, pembukaan dilakukan karena berdasarkan hasil survei tim Perhutani dan BPBD setempat. Jalur pendakian telah aman menyusul kondisi badai di puncak Gunung Lawu telah berlalu. Tidak hanya jalur pendakian Cemoro Sewu, jalur Cemoro Kandang dan Candi Ceto di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Singolangu di
Plaosan Magetan, juga telah dibuka.

Marwoto menambahkan, meski jalur telah dibuka, pembukaannya hanya dibatasi pada pagi hingga sore hari. Untuk pendakian malam hari masih dilarang karena alasan keamanan.

Sebelumnya petugas Magetan menutup jalur pendakian Gunung Lawu dari pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan Magetan karena kondisi cuaca buruk dan badai angin di puncak gunung setempat. Penutupan dilakukan pada 3 Januari lalu untuk menghindari dampak bencana yang dapat merugikan dan membahayakan keselamatan para pendaki.

Gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu merupakan tujuan favorit wisata pendakian. Bagi wisatawan tidak berminat dengan wisata pendakian, banyak obyek wisata yang ada di sekitar Gunung Lawu.

Tercatat ada lima obyek wisata sekitar Gunung Lawu antara lain:

Air Terjun Grojogan Sewu

Wisata alam merupakan salah satu keunggulan dari destinasi wisata Gunung Lawu. Dari spot panorama hingga air terjun, semua ada di gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu. Wisata air terjun adalah Grojogan Sewu berarti Air Terjun Seribu itu memang sudah lama menjadi tempat wisata favorit di lereng Gunung Lawu. Air terjun ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang memang merupakan obyek wisata yang terkenal. Air terjun ini tidak pernah kering sepanjang tahun sehingga tetap pas dikunjungi pada musim kemarau. Untuk menuju titik air terjun, wisatawan melewati banyak anak tangga ditemani banyak monyet sepanjang perjalanan.

Air Terjun Jumog

Selain Grojogan Sewu, juga ada Air Terjun Jumog di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Sama seperti Grojogan Sewu, air terjun ini juga tidak pernah kering sepanjang tahun. Air mengalir langsung dari Gunung Lawu terasa sangat sejuk dan segar. Seolah belum cukup, hawa sejuk pegunungan juga sangat terasa di Air Terjun Jumog ini. Obyek wisata ini sangat pas untuk dikunjungi bersama keluarga. Telah tersedia pula kolam renang dan taman bermain anak.

Kebun Teh Kemuning

Selain air terjun, juga bisa menikmati keindahan hamparan teh, salah satunya adalah di Kebun Teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Saat musim kemarau, Kebun Teh Kemuning paling pas menjadi tempat untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam. Itu karena pemandangan ke sisi barat yang cukup terbuka. Berfoto di tengah hamparan kebun teh pun merupakan aktivitas menyenangkan di sana karena hasil jepretan akan keren.Selain itu, banyak pula obyek wisata yang telah tersebar di Kebun Teh Kemuning, salah satunya adalah Ndoro Dongker. Dan bisa menikmati kelezatan teh segar yang dipetik langsung dari kebunnya.

Candi Cetho

Candi Peninggalan masa lalu di lereng Gunung Lawu ini memang kerap dikunjungi masyarakat Hindu dari Pulau Dewata yang hendak beribadah. Candi Cetho yang ada di ketinggian sekitar 1.496 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga merupakan salah satu candi tertinggi di Pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Pengunjung akan disuguhkan dengan panorama menawan di sisi barat dari ketinggian.

Srambang Park, Ngawi

Srambang Park. Sebenarnya, tempat ini dulunya hanyalah air terjun saja. Namun, sekarang Srambang Park sudah dibangun dengan sedemikian indah. Taman dan sungai yang mengalir di sepanjang Srambang Park benar-benar Instagramable. Pengunjung juga akan disuguhkan dengan sejuknya udara gunung dan asrinya hutan pinus yang benar-benar mendamaikan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Agenda Akhir Pekan Kedua Januari di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Meski diselimuti mendung serta gerimis yang jatuh di Ibukota menjelang akhir pekan Minggu kedua Januari 2020. Namun sederet agenda acara seru tetap digelar untuk menghibur warga Jakarta maupun wisatawan nusantara maupun mancanegara yang tengah berada di Kota Betawi ini.

Sederet agenda ada pertunjukan musik, Jakarta wedding expo, International Education Expo 2020, arena bermain anak-anak, peluncuran buku,pameran lukisan dan Kesenian Rakyat Barong Caplok di Taman Mini Indonesia Indah mewarnai agenda akhir pekan, antara lain:

Axel Boman

Zodiac, kelab malam di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, akan menghadirkan Axel Boman pada 10 Januari 2020. Ia akan tampil bersama Bergas, Tara, dan Adi.

Beat Please

Restoran dan bar The Safehouse di Jakarta Selatan mengadakan acara seru pada 10 Januari 2020 bersama Bima G, DJ Tango, dan Dhito. Acara tepat dimulai pada 22.00.

Shitty Feels

Keesokan harinya, The Safehouse, masih punya acara yang tidak kalah seru bersama Bing Luther, Gasta, Gilang, Verdy, ØH dan NDNR.

Kilo Lounge 1st Anniversary

Restoran dan bar Kilo Lounge di Senopati, Jakarta Selatan, berulangtahun yang pertama pada hari ini. Rossi, Jacatra, Ridwan, Heru, Hogi, dan Downey akan memeriahkan acara yang berlangsung pada 10 Januari 2020.

M Bloc

Ada beragam acara yang berlangsung di M Bloc, Blok M, Jakarta Selatan pada akhir pekan ini. Mulai dari peluncuran buku Endah n Resa sampai Diskusi Lingkungan Hidup. M Bloc juga menggelar konser Didi Kempot pada 14 Februari 2020. Jangan lupa beli tiketnya dari sekarang.

Filippo Sciascia

Seniman asal Italia, Filippo Sciascia, yang berpameran di RUBANAH – Underground Hub, Menteng, Jakarta Pusat, bisa ditemui dalam acara diskusi yang digelar pada 11 Januari 2020 pukul 15.30.

Super Junior

Boyband Kpop siap menggelar konser di ICE BSD, Tangerang, pada 11 Januari 2020. Pastikan datang lebih awal agar tak terjebak kemacetan.

Mega Wedding Festival

Acara pameran Weedding berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta pada Jumat (10/1) – Minggu (12/1), harga tiket masuk: Online Rp20.000 (3 hari). Menghadirkan pameran pernikahan dan jewellery terlengkap dan terbesar.

International Education Expo

Pameran pendidikan ini berlangsung di Swissotel PIK Avenue Mall (Ballroom), Jakarta Utara, Pukul: 13.00-18.00 WIB, International Education Expo 2020 ini, sukses memberangkatkan ratusan pelajar Indonesia untuk kuliah ke luar negeri di setiap tahunnya, kini hadir kembali di awal tahun 2020 dengan menghadirkan puluhan universitas ternama yang lebih bervariasi dari berbagai negara, serta ratusan jurusan kuliah terlengkap yang beraneka ragam seperti, Business and Marketing, Culinary, Hospitality, Game Design, Fashion Design, Computer Programming, Animation, Science, Communication, Engineering, Medicine, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kesenian Rakyat Barong Caplok

Kota Kediri memiliki Tari Barong, yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai caplokan, dikenal sebagai Tari Seribu Barong (Tari Sewu Caplokan). Caplokan memiliki arti membuka dan menutup mulut. Tarian ini memiliki keunikan yang berbeda dengan tarian lain, yaitu gerakan bersifat lebih bebas dan cenderung cepat dengan aura tarian magis dan sakral. Acara digelar Minggu, 12 Januari di Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Pukul 14.00 – Selesai. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Danau Tambing, Surga Tersembunyi dengan Sejuta Pesona

this formate

POSO, bisniswisata.co.id: Danau Tambing, surga yang tersembunyi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kini semakin diminati wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Danau Tambing adalah titik awal untuk mendaki Gunung Rorekantimbu sekaligus melihat surga dengan sejuta pesona.

Kepala Balai besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman, mengatakan Danau Tambing berada di dalam kawasan konservasi dan cagar biosfer. Danau yang terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut ini dapat dijangkau dengan sepeda motor atau mobil dalam waktu tiga jam dari Kota Palu.

Wisatawan yang datang, kata Jusman, senang menikmati udara sejuk di sini. Ditambah dengan merdunya cuitan burung yang berhabitat di sekitarnya. Di kawasan wisata tersebut, para wisatawan dapat mengamati suara sekitar 200 jenis burung yang sekitar 30 persennya merupakan satwa endemik. “Tak sedikit wisatawan menjuluki objek wisata itu sebagai surga burung,”.

Danau Tambing yang berair jernih boleh dijadikan area memancing, namun terlarang untuk direnangi untuk menjaga kelestariannya. Selain danau, pesona lainnya wisatawan juga bisa mengunjungi juga ada taman anggrek serta lokasi pengamatan burung dan kupu-kupu di sini.

Wisatawan juga diperbolehkan berkemah di sekitarnya. “Kami optimis kunjungan wisatawan tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” papar Jusman dilansir Antara, Jumat (10/01/2020).

Saat musim libur atau libur pekan, sambung dia, biasanya pengunjung sampai 1.000 orang per harinya dan masih didominasi wisawatan domestik. Sementara wisatawan mancanegara kebanyakan merupakan pengamat dan peneliti burung

Kawasan TNLL yang seluas 2.180 km persegi terbagi dalam dua wilayah, sebagian masuk wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Poso dan sebagian lainnya masuk wilayah Kabupaten Sigi.

Danau Tambing, bersama dengan Taman Nasional Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kawasan Wisata Tanjung Karang di Kabupaten Donggala, merupakan tiga objek wisata yang sangat vital di Sulawesi Tengah.

Selain menyaksikan pesona kabut, 260 jenis aneka burung dan kupu-kupu, aneka taman anggrek, Danau Tambing juga salah satu spot petualangan yang keberadaannya sudah terkenal. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan berbagai macam latarbelakang para petualang, baik yang datang dari dalam negeri sendiri, dan mancanegara. (*)

Hotel Bertema Keju Segera Dibuka di London

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Hotel bertemakan keju segera dibuka akhir Januari 2020 di Camden London, Inggris. Mulai 29 Januari, para tamu sudah bisa berkunjung ke hotel yang akan menampilkan furniture bertema keju, mulai dari wallpaper, bantal, dan sabun beraroma keju di kamar mandi.

Cafe Rouge mengiformasikan kamar yang diberi nama Cheese Suite atau kamar keju tersebut akan memiliki beberapa instalasi keju raksasa, buku masak tema keju, papan permainan tema keju, daftar lagu-lagu norak (cheesy), dan juga sebuah bar kecil yang dipenuhi dengan keju dan anggur.

Para tamu juga dapat berfoto ria di berbagi sudut hotel yang dipenuhi instalasi keju raksasa, sebelum bermalam di tempat tidur yang juga bertema keju. Menariknya, hotel ini juga mengadopsi sistem akomodasi mandiri.

Pengunjung di dalamnya akan disuguhi banyak buku yang memuat resep berbahan baku keju. Bagi mereka yang tidak suka memasak dapat menghubungi layanan pengiriman keju, untuk mendapatkan berbagai macam makanan ringan yang diantarkan langsung ke depan pintu.

Setiap ruangan hotel keju ini juga diisi dengan papan catur klasik untuk membantu tamu menghabiskan waktu. Sayangnya hotel yang dirancang Café Rouge ini hanya dibuka untuk merayakan ‘menu keju’ yang baru hingga 6 Februari mendatang.

Masa inap terbatas untuk satu malam dan gratis, dengan syarat tamu menyumbang ke badan amal restoran yang dikelola the Prince’s Trust. “Kami selalu ingin memenuhi selera pelanggan kami dan kami tahu ada kelaparan nyata untuk hidangan berbasis keju setelah melayani lebih dari 20ribu teh keju sejak diluncurkan pada 2018,” papar Kepala Pemasaran Café Rouge, Jacqueline Fletcher dilansir laman Cafe Rouge, Jumat (10/01/2020).

Dilanjutkan, pihaknya ingin memberi pelanggan tempat yang baru dan menarik untuk benar-benar tenggelam dalam salah satu makanan favorit mereka, yang tidak lain dari hotel bertema keju. “Mereka juga dapat mencoba beberapa hidangan musim dingin di atas kenyamanan sofa yang kami tawarkan,” sambung Jacqueline Fletcher.

Pelanggan yang ingin menghabiskan malam di The Cheese Suite Hotel ini dapat mendaftar melalui alamat surel thecheesesuite@caferouge.co.uk. Mereka yang namanya sudah masuk ke dalam daftar penginap selanjutnya akan dipilih melalui pemungutan suara, sementara jadwal menginapnya akan dialokasikan secara acak.

Jika menginap di kamar keju tersebut, tamu akan mendapatkan sebuah hadiah voucher sebesar 50 poundsterling, setara dengan Rp 908.122, bagi dua orang tamu untuk menikmati santapan di Cafe Rouge.

Di restoran akan mendapatkan banyak sekali kesempatan untuk menyantap makanan serba keju. Salah satunya adalah menu musim salju terbarunya yang memiliki teh keju. Tentunya dengan konsep dan penawaran yang menarik, kamar hotel bertemakan keju akan membuat banyak wisatawan jadi ingin mencobanya. Akan tetapi, tamu hanya bisa menginap satu malam saja.

Meski kamar hotel keju Cafe Rouge sangat unik, ternyata kamar hotel di Inggris dengan tema aneh bukanlah yang pertama kalinya. Pada Januari 2019, hotel Hilton London Bankside meluncurkan kamar hotel vegan pertama di London.

Kamar hotel vegan tersebut dilengkapi dengan tirai yang terbuat dari sutra kedelai, bantal pinatex (bahan pengganti kulit yang terbuat dari daun nanas), dan karpet yang terbuat dari kapas organik.

Kamar hotel tersebut juga memiliki bar kecil yang dipenuhi dengan minuman dan makanan vegan, perlengkapan kamar mandi vegan yang dibalut dengan bahan-bahan daur ulang, dan menu yang memiliki pilihan makanan vegan. Beberapa di antaranya adalah pilihan makanan yang terbuat dari gandum kuda dan milet.

Kamar hotel vegan tersebut berbeda dengan kamar hotel keju. Kamar hotel keju hanya bisa dipesan untuk satu malam saja, sedangkan kamar hotel vegan bisa dipesan sepanjang tahun. (*)

Darurat Kebakaran, Malindo Keluarkan Imbauan Perjalanan

this formate

PETALING JAYA, bisniswisata.co.id: KEBAKARAN hutan di Australia tidak hanya berdampak buruk pada plora, fauna dikawasan tersebut. Juga berdampak pada tingkat mobilitas warga, termasuk wisatawan. Menghadapi kondisi darurat tersebut operator penerbangan Malindo Air secara resmi mengumumkan himbuan perjalanan udara kepada pelanggan termasuk calon tamu atau penumpang (“travelers”) yang akan berpergian dari dan menuju Australia.

Setiap pelanggan Malindo Air yang sudah mempunyai tiket dari dan menuju Australia serta telah melakukan pembayaran tiket sebelum 7 Januari 2020 dengan periode bepergian antara 7 Januari sampai 31 Januari 2020, memiliki pilihan dapat mengubah tanggal keberangkatan (“reschedule”), dengan ketentuan :

Perubahan berlaku pada tujuan yang sama pada pemesanan asli/ pertama atau sesuai kota keberangkatan awal. Ketersediaan kursi terbatas. Tidak dikenakan biaya perubahan dan jika terdapat selisih atau perbedaan tarif akan dihapuskan. Semua perubahan harus dilakukan sebelum tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket pertama. Validasi pada tanggal perjalanan baru tidak lebih dari enam bulan dari tiket keberangkatan awal. Semua perincian tiket yang dibeli pertama harus ditunjukkan/ dilampirkan pada tiket baru termasuk di dalamnya tarif dasar dan penghitungan tariff. Seluruh pelanggan dan calon penumpang dapat mengikuti perkembangan cuaca terkini di semua negara bagian Australia, termasuk peringatan kebakaran melalui laman resmi Australia Bureau of Meteorology  https://www.bom.gov.au/. Untuk alternatif dalam penyesuaian jadwal keberangkatan, pelanggan dapat menghubungi Call Center Malindo Air.

Tujuan Australia meliputi    Sydney – Bandar Udara Internasional Sydney, Mascot, New South Wales (SYD).     Perth – Bandar Udara Internasional Perth di sebelah selatan Guildford, Australia Barat (PER).  Melbourne – Bandar Udara Internasional Melbourne (MEL).  Adelaide – Bandar Udara Internasional Adelaide, Australia Selatan (ADL). Brisbane – Bandar Udara Internasional Brisbane, Queensland (BNE).

Malindo Air  saat ini mengoperasikan armada terdiri dari 13 ATR 72-600 dan 29 Boeing 737 generasi modern, lebih dari 1.300 penerbangan setiap minggu di seluruh 55 rute yang terus berkembang. Bekerja sama (“code share”)Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra “interlining”ke Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air. *

Mahasiswa Indonesia Raih Yudisium Mumtaz Derajat Pertama

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: MEMPERTAHANKAN hasil disertasinya tentang “Metode Pendidikan yang diambil dari kisah-kisah dalam Al-Quran dan Tingkat Pengamalannya oleh para Guru di Pesantren-Pesantren Al-Quran di Indonesia dan Rekomendasi Penguatannya”. Mahasiswa Indonesia, Hakimuddin Salim, Lc, MA. Berhasil meraih gelar doktor di Ruang Sidang Fakultas Da’wah Universitas Islam Madinah (UIM) dengan yudisium Mumtaz Derajat Pertama.

Di sidang yang dihadiri oleh sekitar 50  mahasiswa UIM, dipimpin oleh dua orang  penguji, Dr. Muhammad Umar Falatah dan Dr. Adel A’ed Al Maghdzawi dan pembimbing disertasi, Dr. Saeed Faleh Al Maghamisi.

Disertasi ini menggambarkan tentang pentingnya kisah-kisah Al Qur’an sebagai teladan dan nilai yang baik  dalam metode pendidikan, baik untuk guru, murid mau pun untuk konten pendidikan. Mencakup kajian mengenai cara mengembangkan nilai-nilai dalam kisah Al Qur’an dalam pendidikan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pondok-pondok pesantren Al Qur’an untuk diaplikasikan khususnya kepada para guru.

Rekomendasi ini berbentuk ragam usulan, di antaranya, kerja sama dengan ikatan pondok-pondok pesantren Tahfidzul Qur’an dalam mengimplementasikan nilai-nilai kisah dalam Al Qur’an, kemudian mendirikan satu lembaga khusus guna memudahkan pengaplikasian metode pendidikan yang diambil sari kisah Al Qur’an.

Dr. Muhammad Umar Fallatah sebagai penguji memberikan apresiasi atas originalitas dan keotentikan disertasi yang diambil dari beberapa referensi yang digunakan dalam penulisan Dr. Hakimuddin Salim. Selama 2,5 jam sidang disertasi berjalan penuh dialektika. Masin-masing penguji memberikan saran, arahan dan koreksi kepada kandidat doktor, Hakimuddin Salim, baik dikoreksi untuk pemilihan istilah kosa kata hingga beberapa bagian esensi penelitian.

Kedua penguji menitikberatkan pada saran dan koreksi metode penelitian, pemahaman definisi beberapa istilah dan koreksi mengenai rekomendasi yang ditawarkan peneliti dalam disertasinya. Penelitian dalam bidang pendidikan Islam (At Tarbiyah Al Islamiyah) ini memberikan paradigma baru bagi sekolah-sekolah atau pun pesantren yang ingin mengimplementasikan secara konkret nilai-nilai kisah yang terbentang dalam Al Quran ke dalam bentuk aplikasi metode pendidikan.

“Kita patut berbangga bahwa pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang kajian yang diangkat oleh kampus-kampus di luar negeri”, kata  Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah, Agus Muktamar. *

KemenkumHAM: Moment HPN 2020 Tandai MOU Pembangun Lapas Baru di Kalsel

this formate

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia           ( PWI) Pusat Atal Depari menjelaskan kegiatan   HPN 2020 pada KemenkumHAM Yasonna Laoly.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Yasonna Laoly menyambut baik masukan dari panitia Hari Pers Nasional ( HPN) 2020 bersama Pemprov Kalsel terkait MOU bersama atas usulan pembangunan Lembaga Permasyarakatan baru di Kalsel.

“MOU untuk pembangunan Lapas di Kalimantan Selatan akan ditanda tangani bersama dalam acara HPN.  Saya minta Kolaborasi Panitia HPN dan Pemprov Kalsel agar mempersiapkan dengan baik puncak Acara HPN 2020 pada 9 Februari mendatang,” ujar MenkumHAM bersemangat ketika menerima Panitia HPN 2020 di ruang kerjanya, hari ini.

Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Kalimantan Selatan hampir seluruhnya melebihi kapasitas dan sudah tidak layak huni karena padatnya penghuni. Oleh karena itu moment HPN 2020 akan ditandatangani MOU pembangunan lapas baru yang sudah disepakati Pemprov Kalsel dan legislatif.

November tahun lalu Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Agus Toyib telah beraudiensi dengan Ketua DPRD Provinsi, Supian HK yang prihatin dengan kelebihan kapasitas saat ini di lapas dan rutan yang ada. 

Menurut Supian, tak hanya lahan untuk dihibahkan, pihaknya juga siap mengupayakan pembangunan fisik lapas atau rutan baru. Legislatif akan melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan Komisi I dan pihak eksekutif untuk membahas jika anggarannya masuk dalam APBD Murni 2020 

Ketum PWI Pusat Atal Depari mengatakan PWI sangat mendukung kebutuhan lapas baru apalagi MOU  ditandai pada momentum HPN Banjarmasin mendatang yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Panitia HPN 2020, Auri Jaya ( ketiga dari kiri) bersama KemenkumHAM, Yasonna Laoly dan pengurus PWI lainnya

Panitia Pusat Hari Pers Nasional (HPN) 2020 juga juga meminta  MenkumHAM Yasonna Laoly untuk menjadi salah satu pembicara dalam Konvensi Media Massa di puncak acara HPN 2020 yang akan dilaksanakan pada dari tanggal 7 – 9 Februari 2020 di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor Kemenkumham di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Menteri Yasonna di dampingi Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerjasama Sekretariat Jenderal  Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Wiyono.

Panitia HPN 2020 yang dipimpin langsung Ketua PWI Pusat Atal S Depari yang juga Penanggung Jawab HPN, Sekjen PWI Pusat Mirza Zuhaldi, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Wasekjen PWI Pusat Suprapto, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mochtar, Bendahara HPN Dar Edi Yoga dan Humas HPN Mercys Charles Loho.  

“Kita memang sering meminta masukan dari wartawan. Saya pasti akan hadir. Saya pasti siapkan waktu,” kata Menteri Hukum dan HAM dua periode ini.

Ketua HPN 2020 Auri Jaya pada kesempatan yang sama mengatakan secepatnya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Kalsel untuk mengkonkretkan kegiatan-kegiatan MOU, konvensi, seminar, bakti sosial kesehatan, dan kegiatan lain-lainnya.

“Dalam waktu dekat, tim panitia akan melakukan koordinasi ke Kalsel,” tegas Auri Jaya mengingat pelaksanaan kegiatan tinggal kurang dari satu bulan mendatang.

 

Tiket Elektronik bakal Diterapkan 8 Destinasi Wisata di Badung

this formate

BADUNG BALI, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berencana menerapkan sistem tiket eletronik atau e-tiket di 8 daerah tujuan wisata. Tujuannya untuk transparansi dan pemanfaatan big data atau mengumpulkan informasi dari wisatawan yang berkunjung.

“Delapan daerah tujuan wisata tersebut yakni Pantai Pandawa, Uluwatu dan Labuan Sait. Kemudian, Sangeh, Taman Ayun, Punggul, Nungnung dan Pangsan,” papar Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra di Badung, Kamis (09/01/2020).

Dilanjutkan, para wisatawan bisa beli tiket di manapun dan dibayar menggunakan metode apapun. Setelah pembayaran, wisatawan akan mendapatkan barcode untuk di-scan di pintu masuk tempat wisata.Sistem pembayaran elektronik ini dirancang oleh Bank Indonesia. “Ini akan dipandu oleh BI dalam rangka mengintegrasikannya,” kata Badra

Sistem ini masih dalam tahap persiapan. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan mendapatkan alat pembayarannya dan perangkat lainnya. “Kami belum memastikan kapan e-tiket ini bisa diterapkan 100 persen,” lontarnya seperti diunduh laman Kompas, Kamis (9/1).

Sementara ini akan dilakukan percobaan e-tiket dan secara manual secara bersamaan. Namun, ia berharap e-tiket ini siap dalam waktu dua bulan. “Kami masih menunggu perantinya, teknisnya dan lain-lain bagaimana. Sementara akan dilakukan offline dan online, hingga sistemnya jalan 100 persen. Mungkin perlu waktu. Mudah-mudahan dua bulan,” kata Badra.

Badra menjelaskan, tujuan menggunakan e-tiket ini untuk transparansi pendapatan dari retribusi tempat wisata. Di Badung, 8 daerah tujuan wisata tersebut menyumbang sekitar Rp 126 miliar tiap tahunnya. “Dari retribusi, pengelola mendapat 75 persen dan pemerintah 25 persen,” kata Badra.

Selain itu, e-tiket akan dijadikan acuan untuk mendapatkan data valid dari wisatwan yang berkunjung ke Badung. Nantinya, akan diketahui berapa usia pengunjung, lokasi mana saja yang dikunjungi dan berapa banyak wisatawan tersebut menghabiskan uang dan lain sebagainya.

“Kita bisa kembangkan untuk mendapatkan big data. Nanti akan mendapatkan data lebih valid sehingga transparan dan bisa diakses semua sitem pembayaran. Ini akan dijadikan role model di Bali,” kata Badra sambil menambahkan hal ini juga dinilai untuk meningkatkan kualitas pariwisata Badung. Artinya, destinasi, industri, dan pemasaran pariwisata berjalan dan berkualitas. (*)

19 Januari 2020, Kirab Budaya Grebeg Sudiro

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Kirab budaya Grebeg Sudiro menyambut Tahun Baru Imlek 2571/2020 di Solo, Jawa Tengah, kembali digelar. Acara tahunan sebagai wujud akulturasi antara kebudayaan Jawa dan Tionghoa ini, dipusatkan di kawasan Pecinan sekitar Pasar Gede Solo, Jateng, Ahad (19/1/2020) siang, sekitar pukul 13.00 WIB.

Grebeg Sudiro merupakan wahana pelestarian budaya melalui interaksi budaya secara langsung dan bersifat multikulturalisme di kota Solo. Acara yang sudah berlangsung 13 tahun dan memberikan warna bagi Solo sebagai kota budaya, bahkan menjadi calender of event agenda pariwisata. Bahkan, Greebeg Sudiro dilatarbelakangi pertalian kebudayaan Jawa dan Cina kemudian melahirkan budaya di wilayah Solo dan sekitarnya.

“Perayaan kali ini memasuki tahun ke-13 merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan warga Kelurahan Sudiroprajan dan Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede sejak 2008. Mengingat, Kelurahan Sudiroprajan ini dikenal sebagai permukiman etnis Tionghoa di Solo sejak ratusan tahun lalu,” papar Ketua pelaksana kirab budaya Grebeg Sudiro Arga Dwi Setiawan dalam keterangan resminya, Kamis (09/01/2020).

Kirab budaya Grebeg Sudiro mengambil tema “Bersinergi Merawat Kebhinekaan” diikuti sekitar 60 kelompok kesenian dari Solo dan sekitarnya. Dalam kirab ini, 4.000 kue keranjang. Kue berbahan tepung ketan yang menjadi kue khas Imlek ini, diarak keliling wilayah Kelurahan Sudiroprajan sepanjang 3 kilometer, dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat

Selain itu, Kirab mengawali perayaan Tahun Baru Imlek 2571 ini menampilkan gunungan berisi hasil bumi dan kue keranjang. Dua gunungan di antaranya berbentuk miniatur keris dan Balai Kota Solo.

Juga masing-masing warga di RW yang ada di Kelurahan Sudiroprajan juga membawa jodang berisi makanan khas Sudiroprajan.Kirab dimulai dari depan Pasar Gede – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Mayor Kusmanto – pertigaan Loji Wetan – Jalan Kapten Mulyadi – perempatan Ketandan – Jalan RE Martadinata – Jalan Cut Nyak Dien – Jalan Juanda-perempatan Warung Pelem – Jalan Urip Sumoharjo – Pasar Gede. “Makanan khas Sudiroprajan dan kue keranjang ini kita bagikan pada saat kirab,” ujar dia.

Kirab budaya Garebek Sudiro 2020 berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo yang biasa hanya membuka acara, pada kirab ini akan ikut dalam rombongan kirab. Bahkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah diundang untuk ikut memeriahkan kirab budaya.

Beragam kegiatan lain juga dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan Imlek di Kampung Sudiroprajan. Seperti wisata Perahu Hias, Umbul Mantram, Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2020. (redaksibisniswisata@gmail.com)