Mahasiswa Indonesia Raih Yudisium Mumtaz Derajat Pertama

0
74

JEDDAH, bisniswisata.co.id: MEMPERTAHANKAN hasil disertasinya tentang “Metode Pendidikan yang diambil dari kisah-kisah dalam Al-Quran dan Tingkat Pengamalannya oleh para Guru di Pesantren-Pesantren Al-Quran di Indonesia dan Rekomendasi Penguatannya”. Mahasiswa Indonesia, Hakimuddin Salim, Lc, MA. Berhasil meraih gelar doktor di Ruang Sidang Fakultas Da’wah Universitas Islam Madinah (UIM) dengan yudisium Mumtaz Derajat Pertama.

Di sidang yang dihadiri oleh sekitar 50  mahasiswa UIM, dipimpin oleh dua orang  penguji, Dr. Muhammad Umar Falatah dan Dr. Adel A’ed Al Maghdzawi dan pembimbing disertasi, Dr. Saeed Faleh Al Maghamisi.

Disertasi ini menggambarkan tentang pentingnya kisah-kisah Al Qur’an sebagai teladan dan nilai yang baik  dalam metode pendidikan, baik untuk guru, murid mau pun untuk konten pendidikan. Mencakup kajian mengenai cara mengembangkan nilai-nilai dalam kisah Al Qur’an dalam pendidikan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pondok-pondok pesantren Al Qur’an untuk diaplikasikan khususnya kepada para guru.

Rekomendasi ini berbentuk ragam usulan, di antaranya, kerja sama dengan ikatan pondok-pondok pesantren Tahfidzul Qur’an dalam mengimplementasikan nilai-nilai kisah dalam Al Qur’an, kemudian mendirikan satu lembaga khusus guna memudahkan pengaplikasian metode pendidikan yang diambil sari kisah Al Qur’an.

Dr. Muhammad Umar Fallatah sebagai penguji memberikan apresiasi atas originalitas dan keotentikan disertasi yang diambil dari beberapa referensi yang digunakan dalam penulisan Dr. Hakimuddin Salim. Selama 2,5 jam sidang disertasi berjalan penuh dialektika. Masin-masing penguji memberikan saran, arahan dan koreksi kepada kandidat doktor, Hakimuddin Salim, baik dikoreksi untuk pemilihan istilah kosa kata hingga beberapa bagian esensi penelitian.

Kedua penguji menitikberatkan pada saran dan koreksi metode penelitian, pemahaman definisi beberapa istilah dan koreksi mengenai rekomendasi yang ditawarkan peneliti dalam disertasinya. Penelitian dalam bidang pendidikan Islam (At Tarbiyah Al Islamiyah) ini memberikan paradigma baru bagi sekolah-sekolah atau pun pesantren yang ingin mengimplementasikan secara konkret nilai-nilai kisah yang terbentang dalam Al Quran ke dalam bentuk aplikasi metode pendidikan.

“Kita patut berbangga bahwa pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang kajian yang diangkat oleh kampus-kampus di luar negeri”, kata  Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah, Agus Muktamar. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.