TECHNO

Tiket Elektronik bakal Diterapkan 8 Destinasi Wisata di Badung

BADUNG BALI, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berencana menerapkan sistem tiket eletronik atau e-tiket di 8 daerah tujuan wisata. Tujuannya untuk transparansi dan pemanfaatan big data atau mengumpulkan informasi dari wisatawan yang berkunjung.

“Delapan daerah tujuan wisata tersebut yakni Pantai Pandawa, Uluwatu dan Labuan Sait. Kemudian, Sangeh, Taman Ayun, Punggul, Nungnung dan Pangsan,” papar Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra di Badung, Kamis (09/01/2020).

Dilanjutkan, para wisatawan bisa beli tiket di manapun dan dibayar menggunakan metode apapun. Setelah pembayaran, wisatawan akan mendapatkan barcode untuk di-scan di pintu masuk tempat wisata.Sistem pembayaran elektronik ini dirancang oleh Bank Indonesia. “Ini akan dipandu oleh BI dalam rangka mengintegrasikannya,” kata Badra

Sistem ini masih dalam tahap persiapan. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan mendapatkan alat pembayarannya dan perangkat lainnya. “Kami belum memastikan kapan e-tiket ini bisa diterapkan 100 persen,” lontarnya seperti diunduh laman Kompas, Kamis (9/1).

Sementara ini akan dilakukan percobaan e-tiket dan secara manual secara bersamaan. Namun, ia berharap e-tiket ini siap dalam waktu dua bulan. “Kami masih menunggu perantinya, teknisnya dan lain-lain bagaimana. Sementara akan dilakukan offline dan online, hingga sistemnya jalan 100 persen. Mungkin perlu waktu. Mudah-mudahan dua bulan,” kata Badra.

Badra menjelaskan, tujuan menggunakan e-tiket ini untuk transparansi pendapatan dari retribusi tempat wisata. Di Badung, 8 daerah tujuan wisata tersebut menyumbang sekitar Rp 126 miliar tiap tahunnya. “Dari retribusi, pengelola mendapat 75 persen dan pemerintah 25 persen,” kata Badra.

Selain itu, e-tiket akan dijadikan acuan untuk mendapatkan data valid dari wisatwan yang berkunjung ke Badung. Nantinya, akan diketahui berapa usia pengunjung, lokasi mana saja yang dikunjungi dan berapa banyak wisatawan tersebut menghabiskan uang dan lain sebagainya.

“Kita bisa kembangkan untuk mendapatkan big data. Nanti akan mendapatkan data lebih valid sehingga transparan dan bisa diakses semua sitem pembayaran. Ini akan dijadikan role model di Bali,” kata Badra sambil menambahkan hal ini juga dinilai untuk meningkatkan kualitas pariwisata Badung. Artinya, destinasi, industri, dan pemasaran pariwisata berjalan dan berkualitas. (*)

Endy Poerwanto