Hindari Ruang Udara Iran, Garuda Geser Rute Penerbangan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Akibat kecelakaan pesawat Ukraina yang menewaskan 176 orang usai lepas landas di Bandara internasional Khomeini Teheran Iran, Rabu (8/1) kemarin, sejumlah maskapai sepekat merubah rute penerbangan.

Dilansir dari Associated Press, Kamis (9/1) sejumlah maskapai sipil internasional lainnya turut mengambil langkah pergeseran rute penerbangan seperti Maskapai Qantas asal Australia menyatakan akan mengubah rute penerbangan London ke Perth hingga waktu yang belum bisa dipastikan.

Maskapai Malaysia Airlines turut mempertimbangkan rencana untuk menghindari wilayah udara Iran. Juga Singapore Airlines juga memastikan rute penerbangan ke Eropa akan dialihkan dari wilayah udara Iran. Sedangkan maskapai penerbangan Kazakhstan, Air Astana dan SCAT sedang mempertimbangkan imbauan untuk mengalihkan rutenya.

SEmentara PT Garuda Indonesia Tbk memastikan rute penerbangan dari dan menuju Eropa tidak melewati wilayah Iran dan sekitarnya. Kebijakan ini menyusul larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengingat konflik yang terjadi di kawasan Iran tengah berkecamuk.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan hal ini dilakukan untuk menghindari terbang di atas wilayah sengketa. “Kami (Garuda Indonesia) hanya menghindari wilayah, tidak mengalihkan rute,” jelas Pikri, Kamis, (9/1).

Selanjutnya, Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M. Hutapea mengatakan penyesuaian jalur penerbangan dari dan menuju Eropa yang sebelumnya melewati wilayah udara Bukares kini dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani.

Ia juga memastikan seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal.
“Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek safety & security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga,” kata Tumpal seperti dilansir laman CNNIndonesia. (*)

Sebulan, Gunung Bromo Terapkan Car Free Month

this formate

PROBOLINGGO, bisniswisata.co.id: Kawasan Kaldera Tengger, savana dan lautan pasir Gunung Bromo akan diterapkan Bulan Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Month (CFM) selama sebulan penuh yang dimulai pada tanggal 24 Januari hingga 24 Februari 2020. Pelaksanaan Car Free Month dilakukan untuk menghormati Wulan Kepitu yang diperingati masyarakat Tengger.

“Wulan Kepitu adalah bulan ketujuh dalam kalender Masyarakat Tengger dan merupakan bulan yang oleh sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan atau megengan wulan kepitu,” papar staf humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ponco, Kamis (9/1/2020).

Dilanjutkan, Car Free Month untuk menghormati kalender masyarakat Tengger, sehingga aktivitas kawasan Kaldera Tengger dan sekitarnya tidak boleh ada kendaraan bermotor.

Wulan Kepitu digunakan oleh sesepuh masyarakat Tengger melakukan laku puasa mutih yang bertujuan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.

Car Free Month juga merupakan salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu penghormatan terhadap adat budaya atau kearifan lokal masyarakat Tengger. “Car Free Month juga jadi momentum untuk memulihkan atau pemulihan ekosistem kawasan Bromo dan sekitarnya,” tambahnya.

Meskipun kendaraan bermotor tidak diperbolehkan, aktivitas di lokasi tetap dapat dilakukan dengan menggunakan kuda (wajib menggunakan kantong kotoran kuda), sepeda, tandu, dan jalan kaki. Wisatawan masih dapat berkunjung ke Bromo.

Wisatawan yang membawa kendaraan bermotor akan dibatasi hingga pintu masuk Coban Trisula Kabupaten Malang dan pintu masuk Senduro Kabupaten Lumajang di Jemplang, Pintu Tengger Laut Pasir Kabupaten Probolinggo di Cemorolawang dan Pintu masuk Resort Gunung Penanjakan Wonokitri Kabupaten Pasuruan di Pakis Bincil.

Selama berlakunya CFM, Ponco seperti dilansir laman Kompas melanjutkan, akan dilakukan pengamanan di pintu-pintu masuk dengan dukungan personil dari Balai Besar TNBTS, perwakilan adat masyarakat Tengger, TNI, Polri, dan mitra Balai Besar TNBTS.

Dengan diberlakukannya CFM untuk menghormati Wulan Kepitu, Ponco berharap dukungan dari semua pihak terkait yaitu pelaku pariwisata, hingga wisatawan. “Ini keputusan yang sudah disepakati bersama, rapatnya kemarin di Cemorolawang, Probolinggo,” ujarnya. (*)

Paspor Terkuat & Terlemah di Dunia, Indonesia?

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Henley & Partners, Konsultan kewarganegaraan yang berbasis di London, merilis Henley Passport Index yang merinci daftar paspor terkuat di tahun 2020.Pemeringkatan disusun berdasarkan data eksklusif dari International Air Transport Association (IATA) yang mengelola basis data informasi perjalanan terbesar dan paling akurat di dunia.

Selain itu, peringkat ini ditingkatkan dengan penelitian yang tengah digarap Departemen Penelitian Henley & Partners.
Dalam daftar tersebut, Indonesia berada di peringkat 72 bersama China dan Kenya.

Indeks Paspor Henley merupakan pemeringkat paspor negara. Daftar ini dibuat oleh perusahaan keuangan. Bahkan, Indeks Paspor Henley didasarkan pada data yang disediakan IATA yang mencakup 199 paspor dan 227 tujuan perjalanan. Data tersebut diperbarui secara real time atau terus menerus sepanjang tahun ketika perubahan kebijakan visa mulai berlaku.

Dikutip laman Henley Passport Index, Kamis (09/01/2020) menyebutkan Paspor Jepang dinobatkan sebagai paspor terkuat di tahun ini. Menurut pemeringkat paspor negara, Henley Passport Index (Indeks Paspor Henley), pemegang paspor Jepang memiliki bebas visa atau visa on arrival (visa pada kedatangan) ke 191 negara lain.

Pada daftar paspor terkuat di dunia awal 2020, negara-negara di Asia mendominasi daftar teratas. Singapura berada pada peringkat ke dua dengan bebas visa dan visa pada kedatangan ke 190 negara dan Korea Selatan beserta Jerman di tempat ketiga dengan bebas visa dan visa pada kedatangan ke 189 negara.

Disusul negara-negara Eropa yang masuk kedalam sepuluh besar. Finlandia dan Spanyol di urutan keempat, Spanyol, Luksemburg, dan Denmark berada di urutan kelima. Lalu disusul dengan Swedia dan Prancis di urutan ke enam.

Sempat menjadi terkuat pada 2015, Amerika Serikat (AS) dan Inggris kini turun ke peringkat delapan. AS dan Inggris berada di posisi ke delapan bersama Belgia, Norwegia dan Yunani dengan paspor yang dapat mengakses 184 negara.

Kanada dan Australia sama-sama berada di urutan ke sembilan. Sedangkan negeri tetangga Malaysia berada di peringkat 13 mendapat akses bebas visa ke 178 negara.

China dan India masing-masing berada di posisi 72 dan 84. Pemegang paspor China memiliki akses ke 71 negara, sementara India hanya memiliki akses ke 58 negara. Posisi terbawah ada Irak di urutan 106 dan Afganistan 107. Pasport Irak mendapat bebas visa ke 28 negara dan Afganistan hanya 26 negara.

Berikut daftar 10 paspor negara terkuat pada 2020, berserta jumlah negara bebas visa dan visa pada kedatangan:

1. Jepang dengan 191 negara
2. Singapura dengan 190 negara
3. Korea Selatan, Jerman dengan 189 negara
4. Italia, Finlandia dengan 188 negara
5. Spanyol, Luksemburg, Denmark dengan 187 negara
6. Swedia, Prancis dengan 186 negara
7. Swiss, Portugal, Belanda, Irlandia, Austria dengan 185 negara
8. Amerika Serikat, Britania Raya, Norwegia, Yunani, Belgia dengan 184 negara
9. Selandia Baru, Malta, Republik Ceko, Kanada, Australia dengan 183 negara
10. Slovakia, Lithuania, Hongaria dengan 181 negara

Berikut daftar negara di dunia memiliki akses visa-on-arrival atau bebas visa ke kurang dari 40 negara:

100. Korea Utara, Sudan dengan 39 negara
101. Nepal, Wilayah Palestina dengan 38 negara
102. Libya dengan 37 negara
103. Yemen dengan 33 negara
104. Somalia, Pakistan dengan 32 negara
105. Suriah dengan 29 negara
106. Irak dengan 28 negara
107. Afghanistan dengan 26 negara

Bagaimana dengan Indonesia?. Dalam daftar tersebut, Indonesia berada di peringkat 72 bersama China dan Kenya. Khusus tahun 2020, pemilik paspor Indonesia dapat akses bebas visa dan visa on arrival ke 71 negara di dunia. Jumlah tersebut mengalami kenaikan di mana tahun 2019 hanya ke 70 negara.

Perlu dicatat, akses bebas visa dan visa on arrival memiliki perbedaan. Untuk bebas visa, pemegang paspor diberi akses masuk tanpa visa. Sementara visa on arrival, pemilik paspor bisa mengurus visa di tempat yang dituju.

Untuk lebih lengkap, berikut daftar 71 negara bebas visa dan visa on arrival untuk paspor Indonesia 2020:

Bebas Visa :

1. Barbados
2. Belarus
3. Bermuda
4. Brazil
5. Brunei
6. Chili
7. Colombia
8. Dominica
9. Ekuador
10. Filipina
11. Federasi Mikronesia
12. Guyana
13. Haiti
14. Hong Kong
15. Kamboja
16. Kazakhstan
17. Kepulauan Cook
18. Laos
19. Macao
20. Malaysia
21. Maroko
22. Myanmar
23. Namibia
24. Niue
25. Peru
26. Qatar
27. Republik Gambia
28. Republik Kepulauan Fiji
29. Republik Mali
30. Rwanda
31. Serbia
32. Singapura
33. St. Vincent dan the Grenadines
34. Thailand
35. Uzbekistan
36. Vietnam

Visa on Arrival :
1. Armenia
2. Guinea-Bissau
3. Iran
4. Kenya
5. Kepulauan Komor
6. Kepulauan Marshall
7. Kirgyzstan
8. Madagaskar
9. Maladewa
10. Mauritania
11. Mauritius
12. Mozambik
13. Nepal
14. Nikaragua
15. Pulau Palau
16. Papua New Guinea
17. Republik Azerbaijan
18. Republik Gabon
19. Republik Malawi
20. Republika Sierra Leone
21. Republik Tajikistan
22. Samoa
23. Senegal
24. Seychelles
25. Somalia
26. Tanjung Verde
27. Tanzania
28. Timor Leste
29. Togo
30. Tuvalu
31. Uganda
32. Yordania
33. Zimbabwe

eTA (electronic travel authorization) :
1. Pakistan
2. Sri Lanka

Singkirkan “Flyskam”, Berwisatalah dengan Bahagia

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: BUKAN tanpa alasan jika Director General dan CEO International Air Transport Association (IATA) Alexandre de Juniac  menegaskan kembali bahwa, “ carbon is the enemy, not flying”, dalam pertemuan Intergovernmental Panel on Climate Change di Genewa pekan lalu. Flyskam yang mengatakan angkutan udara kontributor emisi tertinggi dalam perjalanan wisata, cukup menganggu kinerja kepariwisataan dunia. Penegasan Juniac diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar wisata dan mengubah kebijakan pemerintah yang merugikan perkembangan jasa angkutan udara, backbone pergerakan pasar wisata dunia.

Wisatawan, papar Dirjen IATA tersebut tidak perlu merasa berdosa jika bepergian menggunakan angkutan udara. Pasalnya, emisi merupakan bagian konsekuensi suatu kegiatan dan perkembangan teknologi kedirgantaraan telah mampu menekan laju kontribusi emisi tersebut meski pun tidak mencapai angka nol persen.

Anggota  IATA, ungkap Juniac lebih lanjut,  telah berkomitmen mengurangi kontribusi emisi karbon, sebelum istilah flyskam popular dikalangan masyarakat pemerhati lingkungan. Dengan tehnologi saat ini,  IATA berkeyakinan industri penerbangan mampu menekan laju jejak karbonnya lebih dari 80 persen. Seperti diketahui angkutan udara berkontribusi emisi karbon 2 persen dari total emisi dunia yang mengakibatkan perubahan iklim.

Lembaga kepariwisataan dunia pun menyarankan kepada kalangan traveller untuk menjadi wisatawan yang cerdas, ramah lingkungan dan respek kelokalan. Salah dua contoh adalah memilih penerbangan yang menggunakan pesawat yang “lebih” ramah lingkungan. Pesawat berteknologi yang mampu mengurangi emisi, penggunaan avtur, polusi suara tanpa mengurangi kenyamanan dan keamanan penerbangan. Memilih paket- paket wisata yang lebih memberi manfaat kepada masyarakat ditempat tujuan.

Pertanyaannya, adakah pesawat dengan spec termaktub dan operator yang mengoperasikannya?

Ada dan per 26 Januari pesawat dengan perspektus ramah lingkungan itu, dijadualkan mengudara dari Bali ke Saigon alias Ho Chi Minh dan  Hanoi pergi- pulang. Menurut keterangan resmi manajemen VietJet Air, pesawat A321neo ACF (Airbus Cabin Flex) Vietjet memiliki struktur kabin inovatif yang dapat memuat 240 kursi kulit dan interior yang premium . Kelebihan lainnya dari pesawat ini adalah area duduk yang nyaman, pengurangan penggunaan bensin minimum 16%, pengurangan polusi suara hingga 75% dan pengurangan emisi hingga 50%.

VietJet Air mengoperasi tiga pesawat serupa dari 80 buah pesawat untuk melayani angkutan udara di 130 rute. Tercatat lebih 100 juta penumpang yang dilayani mencakup tujuan-tujuan di seluruh Vietnam dan tujuan internasional seperti Jepang, Hong Kong, Singapura,Korea Selatan, Taiwan, daratan Cina, Thailand, Myanmar, Malaysia, Indonesia dan Kamboja. Sebagai maskapai yang mementingkan penumpangnya, Vietjet memberikan peluang untuk terbang di pesawat ramah lingkungan dengan pesawat barunya, lengkap dengan layanan baru, kenyamanan dan harga terjangkau.

Vietnam bagi wisatawan Indonesia, menawarkan wisata tak terlupakan dengan arsitektur kolonial Prancis yang indah dan peninggalan sejarah perang Vietnam yang kaya.  Di Kota Ho Chi Minh, wisatawan  akan menemukan surga makanan eksotis Vietnam. Wisata budaya nya pun menarik, mirip dengan budaya Nusantara. Jadi berbahagialah berwisata dengan penerbangan berteknologi ramah lingkungan, tanpa terbeban sebagai kontributor emisi karbon.*

Komunitas Durian Traveler Indonesia Lahir dari Kekecewaan

this formate

BANJAR KALSEL, bisniswisata.co.id: Sulitnya mencari durian berkualitas di Indonesia, malah melahirkan Komunitas Durian Traveler Indonesia. Fokus utama komunitas ini adalah mengeksplorasi durian-durian enak Nusantara dan Asia Tenggara. Juga mempromosikan durian asli Indonesia Sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang durian.

Komunitas yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang ini terus aktif mempromosikan keragaman dan eksotika durian yang ada di Nusantara. “Kegiatan yang kami lakukan adalah kopi darat di beberapa sentral durian seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Palu dan Kalimantan,” papar Budi Karya, anggota Komunitas Durian Traveler Indonesia.

Selain itu tur tahunan ke berbagai pusat penghasil durian terbaik, lokal (Bangka, Pontianak, Banyuwangi) serta wilayah Asia Tenggara, sambung ungkap Budi ditemui usai menjadi juri Kontes Durian Kabupaten Banjar.

Karena itu, lanjut dia, komunitas Durian Traveler Indonesia sangat mendukung kontes durian Kabupaten Banja, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang digelar Pemkab Banjar di Desa Wisata Mandi Kapau, Kecamatan Karang Intan, Rabu (8/1/2020).

Dukungan itu dengan ikut mempromosikan durian nusantara. Bahkan anggota komunitas Durian Traveler Indonesia Budi Karya didaulat menjadi juri dalam kontes durian ini.

Kegiatan lainnya adalah seminar mengenai pertanian durian. “Komunitas kami juga peduli tentang perkembangan durian di Indonesia. Kami membuat video edukasi berkebun durian yang ditayangan di kanal youtube Durian Traveler, termasuk semua dokumentasi kegiatan kami,” tutur Budi.

Komunitas Durian Traveler Indonesia juga membangun jaringan pengikut melalui social media Facebook (Komunitas Durian Traveler) dan Instagram @duriantraveler. Dalam waktu dekat komunitas ini akan menggelar kegiatan berupa penyuluhan cara perawatan pohon durian serta penyerahan 10.000 bibit durian untuk masyarakat di Baduy Luar, Jawa Barat.

Bupati Banjar, KH Khalilul Rahman mengatakan kegiatan festival durian ini merupakan upaya memotivasi para petani dan melestarikan buah-buahan lokal yang ada di Kabupaten Banjar. “Selain kontes buah juga dipamerkan aneka produk olahan dari buah durian dan buah-buahan lokal,” papar Bupati Banjar dilansir laman MediaIndonesia, Rabu (8/1).

Festival durian yang dihadiri Dirjen Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Fahri Lukman ini ditandai dengan penyerahan buku Buah Hutan Kalimantan Selatan yang ditulis Hanif Wicaksono, pegiat lingkungan peraih Kalpataru. (*)

BPS: Lama Tinggal Wisatawan di Jabar Merosot

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Durasi waktu wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) yang berwisata wilayah Jawa Barat (Jabar) kini semakin singkat, terindikasi dari lama wisatawan menginap di hotel grafiknya semakin merosot.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, secara total, rata-rata lama menginap tamu (asing dan Indonesia) di jasa akomodasi di Jabar pada November 2019 tercatat selama 1,51 hari, lebih singkat dibandingkan Oktober 2019 yang tercatat 1,56 hari. Begitupun bila dibanding periode yang sama 2018 yang mencapai 1,62 hari.

Kendati begitu, secara angka, lama tamu asing menginap di Jabar masih lebih lama dibanding tamu lokal. Secara rata-rata lama menginap tamu asing di jasa akomodasi adalah 2,88 hari.

Mereka menginap lebih lama di hotel bintang daripada di hotel non bintang, yaitu selama 2,92 hari menginap di hotel bintang dan 1,77 hari menginap di hotel non bintang.

“Pada november 2019 lalu, lama menginap mereka lebih sebentar dibanding Oktober 2019 yang mencapai 3,30 hari. Begitupun jika dibandingkan November 2018 yang tercatat mencapai 3,45 hari,” kata Kepala BPS Jabar Dody Herlando di Bandung, Rabu (8/1/2020).

Begitupun dengan wisnus. Rata-rata lama menginap tamu Indonesia November 2019 tercatat 1,48 hari, lebih sebentar dibanding Oktober 2019 dan November 2018 yang tercatat 1,51 hari dan 1,55 hari. “Tamu Indonesia menginap di hotel bintang rata-rata selama 1,55 hari dan di hotel non bintang selama 1,26 hari,” urainya seperti diunduh laman Sindonews, Rabu (8/1).

November 2019, kedatangan tamu mancanegara alias wisman melalui Bandara Husein Sastranegara sebanyak 14.591 orang mengalami peningkatan 8,58% dibanding Oktober 2019 yang tercatat 13.438 orang.

Sedangkan Wisman yang datang melalui Pelabuhan Muarajati Cirebon seluruhnya adalah kru kapal sebanyak 124 orang, turun 5,34% dibanding Oktober 2019 yang tercatat sebanyak 131 orang.

Wisman terbanyak yang datang ke Jawa Barat berkebangsaan Malaysia dan Singapura. Pada November 2019, wisman berkebangsaan Malaysia yang datang melalui Bandara Husein Sastranegara sebanyak 9.594 orang. Jumlahnya naik 4,40% dibandingkan Oktober 2019 yang mencapai 9.190 orang. Sementara jumlah wisman asal Singapura naik 43,28% dari 1.906 orang pada Oktober 2019 menjadi 2.731 orang pada November 2019.

Selain wisman yang berasal dari Malaysia dan Singapura, wisman yang berasal dari Philipina, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat juga mengalami peningkatan dibanding Oktober 2019. Sedangkan wisman yang berasal dari China, India, Australia, Inggris, Jerman, Perancis dan Saudi Arabia mengalami penurunan. (*)

Ukraine Airlines Jatuh di Iran, Seluruh Penumpang Tewas

this formate

TEHERAN, bisniswisata.co.id: Pesawat penumpang Ukraine International Airlines jatuh di Parand, wilayah barat daya Teheran Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Pesawat Boeing 737-800 yang mengangkut 180 penumpang dan awak pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini di Teheran, Iran, dan dilaporkan seluruh penumpang serta awak pesawat tewas.

Dikutip dari AFP, Rabu (8/1) melaporkan sulit kemungkinan bahwa seluruh penumpang serta awak pesawat dalam penerbangan PS-752 selamat,” kata kepala Bulan Sabit Merah Iran kepada kantor berita ISNA.

Mengacu pada informasi yang didapat dari pelacak penerbangan Flighradar24, penerbangan itu dijadwalkan lepas landas pukul 5:15 pagi waktu Teheran menuju ke Bandara Internasional Boryspil di ibukota Ukraina, Kiev. Namun, pesawat baru diberangkatkan hampir satu jam kemudian yakni pada pukul 06.12.

Sebuah video yang diunggah oleh kantor berita ISNA Iran menunjukkan adanya cahaya redup yang terlihat samar, sesaat sebelum terlihat ledakan besar dari pesawat yang jatuh.

Gulf News mengacu pada laporan ISNA, menyebut kecelakaan ini dilatarbelakangi masalah teknis. Informasi mengenai korban yang jatuh dari insiden ini masih akan terus diperbaharui.

Pernyataan ini juga disampaikan oleh akun The Boeing Company @Boeing. “We are aware of the media reports out of Iran and we are gathering more information.” The Boeing Company (@Boeing) January 8, 2020

Sedikitnya sepuluh ambulans juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Kepala Layanan Medis Darurat Iran Pirhossein Koulivand mengatakan petugas darurat telah dikerahkan ke tempat kejadian, akan tetapi tindakan penyelamatan belum dapat dilakukan karena api masih terus berkobar.

Belum diketahui penyebab kecelakaan itu. Dugaan sementara pesawat itu jatuh karena masalah teknis. Layanan pelacakan penerbangan FlightRadar 24 mengatakan dalam sebuah tweet bahwa jet tersebut telah beroperasi selama sekitar tiga setengah tahun.

Namun Kantor berita Associated Press melaporkan pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Khomeini itu kemungkinan mengalami kerusakan mesin.

Reza Jafarzadeh, juru bicara badan penerbangan sipil Iran, mengatakan tim penyelidik sudah berada di lokasi kecelakaan di arah barat daya pinggiran Ibu Kota Iran. “Setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, pesawat jatuh di antara Parand dan Shahriar,” kata Jafarzadeh.

Menurut data penerbangan dari bandara itu, pesawat Boeing seri 737-800 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Ukraine International Airlines itu lepas landas dan hampir seketika berhenti mengirim data.

Kecelakaan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan di Irak yang menjadi tempat bagi pasukan AS. Serangan itu adalah pembalasan atas serangan AS yang menewaskan pejabat Garda Revolusioner Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Sebelumnya, Badan Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) mengeluarkan larangan bagi maskapai penerbangan AS untuk melintasi wilayah udara Iran, Irak, dan Teluk Persia, menyusul serangan rudal Iran. (*)

KKP Gandeng Samudranesia Berikan Bantuan Ikan Untuk Asupan Gizi Korban Banjir.

this formate

Lurah Bidara Cina Yudi Hartanto menerima secara simbolis bantuan Ikan 1 ton dari PT Samudra Team Lautan Abadi mewakili Samudranesia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Banjir yang melanda Jabodetabek Rabu 1 Januari 2020 kemarin menyebabkan banyak masyakarat mengalami penderitaan, kerugian secara materil maupun psikologis.

Dikhawatirkan berbagai penyakit pun terjangkit dari dampak banjir tersebut. Maka dari itu para korban banjir yang saat ini belum kembali ke tempat tinggalnya memerlukan asupan gizi dan protein yang baik.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menggandeng Majalah Samudranesia dan PT Samudera Team Lautan Abadi,  memberikan bantuan ikan kepada para korban banjir di beberapa titik. Diantaranya ke Kota Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor dan Jakarta.

Direktur Utama PT Samudera Team Lautan Abad, penerbit Samudranesia, Andi Sukarta memberikan sekitar 3,5 ton ikan kepada korban banjir di Jabodetabek. PDSKP KKP menyediakan transportasi 3 unit mobil pendingin untuk mendistribusikan ikan tersebut.

“Ikan yang digelontorkan sekitar 3.5 ton. Ikan itu akan didistribusikan ke posko dapur umum yang ada di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi,” kata Andi di Muara Baru Jakarta, Selasa 7 Januari 2020.

Hal ini menjadi bentuk kepedulian Majalah Samudranesia selaku media yang fokus di bidang kemaritiman untuk meringankan beban para korban banjir. Mengingat kebutuhan protein sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

’’Yaitu untuk menjaga kesehatan masyarakat yang terkena banjir agar mendapatkan asupan protein segar lewat ikan berkualitas,” tambah Andi, seraya manambahkan kali ini menjadi hari kedua mendistribusikan ikan setelah sebelumnya dilakukan sehari sebelumnya ke 4 titik lain yang berbeda di Tangerang dan Bekasi. 

Sebelumnya Samudranesia juga telah memberikan bantuan berupa makanan ringan. Namun melihat makanan yang didistribusikan sangat jarang mengandung protein yang tepat, maka inisiasi ini dilakukan dengan menggandeng PDSPKP KKP.

Ditempat terpisah, Nelly Marinda Situmorang Komisaris Utama PT Samudera Team Lautan Abadi mengatakan momentum ini juga dimanfaatkan untuk memasyarakatkan konsumsi ikan. Pemerintah menargetkan tingkap konsumsi ikan nasional 56 kg perkapita tahun 2020. 

“Hasil laut kita sangat melimpah. Target pemerintah itu mudah saja terealisasi karena hasil laut kita sangat melimpah. Peran industri perikanan mendukung pemerintah lewat momentum seperti ini,” tegasnya.

Pihaknya berharap ikan yang didistribusikan bisa memberikan varian lain kudapan ditengah curah hujan yang masih terus mengguyur ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

“Tak jarang melihat nasi bungkus isinya telor dan mie instan saja. Hampir tiap melihat makanan korban banjir selama 4 hari pertama banjir ini cukup memprihatinkan. Makanya kami berfikir bahwa korban banjir pun perlu mendapatkan asupan gizi yang bagus lewat ikan berkualitas,” bebernya.

KKP sendiri sangat mendukung program ini dengan menurunkan tiga unit mobil pendinginnya untuk mendistribusikan ikan ke Jabodetabek. Hari ke 2 menitik beratkan pada korban di Kelurahan Bidara Cina Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. 

Distribusi ikan untuk korban banjir diterima langsung oleh Lurah Bidara Cina, Yudi hartono. Dia mengatakan sangat senang menerima bantuan kali ini karena berbeda dengan bantuan pada umumnya. 

“Terus terang kami sangat senang dengan bantuan berupa ikan berkualitas. Karen Selama ini orang kalau kasih bantuan itu sebatas mi instan, air minum dan kebutuhan bayi. Jarang yang memikirkan asupan gizi seperti ikan begini,” aku Yudi yang dengan bersemangat menggenggam kakap merah saat penyerahan simbolis, di kelurahan Bidara Cina.

Lebih lanjut dia mengatakan jenis ikan yang diterima juga sangat jarang dikonsumsi oleh masyarakat apalagi korban banjir. “Jenis ikan yang dikasih juga mahal mahal ini, bukan ikan yang umum terlihat di pasar,” katanya seraya paham harga ikan mahal apalagi seperti ikan kakap dan  jenis ikan karang lainnya yang digelontorkan PT Samudera Team Lautan Abadi.

 

 

Dongkrak Wisata, Festival Unta Saudi Dipuji Jerman & Swiss

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Dua delegasi dari Kedutaan Jerman dan Swiss melakukan kunjungan pada Sabtu (4/1) ke Festival Unta Raja Abdul Aziz. Kantor Berita Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Selasa (07/01/2020) mengatakan acara ini diadakan di Al-Sayahid Selatan (Al-Sayahid Al-Janoubiyah).

Kedua delegasi menyaksikan beberapa kategori kompetisi “Unta 30” (Jamal 30). Dilansir di Saudi Gazette, mereka merasa senang menghadiri festival.

Kedua pihak juga menekankan bahwa balapan unta adalah karnaval yang luar biasa dan unik. Festival semacam ini tidak dapat ditemukan di Eropa atau tempat lainnya.

Delegasi dari Jerman dan Swiss ini menegaskan jika kegiatan tersebut merupakan daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Acara festival yang digelar pada hari Sabtu (4/1) ini dihadiri beragam orang. Tercatat lebih dari 8.000 orang ikut berpartisipasi termasuk warga Saudi dan wisatawan asing.

Festival Unta Putra Mahkota di Arab Saudi masuk dalam buku Guinness World Records untuk ketiga kalinya. Rekor baru tersebut dicatatkan pada edisi kedua dari festival unta itu.

Dilansir di SPA, perwakilan dari Guinness World Records, Ahmed Gamal El Din menyampaikan sertifikat Guinness World Record kepada Pangeran Fahd bin Jalawi bin Abdulaziz bin Musaed, yang merupakan Presiden Federasi Unta Saudi dan Wakil Presiden Federasi Unta Internasional, sebagai pengakuan atas kesempatan tersebut.

The Guinness World Records mencatat Festival Unta Putra Mahkota sebagai festival olahraga unta terbesar di dunia. Tahun lalu, Festival Unta Putra Mahkota juga masuk dalam catatan The Guinness World Records sebagai festival olahraga unta terbesar di dunia.

Pada 2018, edisi pertama festival itu menampilkan keikutsertaan dari 11.186 unta yang berkompetisi dalam 787 putaran dari kompetisi selama lebih dari 40 hari dari 11 Agustus hingga 22 September 2018.

Sementara sebelumnya pada Agustus 2019 lalu, Saudi juga telah mencatatkan rekor baru dalam Guinness Book of Records dengan peluncuran model unta terbesar di dunia, di desa unta di King Faisal Park di Taif.

Ketinggian model unta itu diperkirakan setinggi 10 meter dan lebar 5 meter. Patung unta itu berisi lebih dari 51 ribu lampu yang menyala dalam struktur yang dirancang dalam bentuk geometris. Rekor itu adalah rekor Guinness kedua yang diumumkan selama Festival Unta Putra Mahkota 2019. (*)

Cuaca Ekstrem, 20 Penerbangan di Bandara Juanda Delay

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Akibat cuaca buruk, 20 penerbangan di Bandara Juanda Surabaya mengalami penundaan jam terbang atau delay. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk akan terjadi hingga sepekan ke depan, khususnya pada siang hingga malam.

Tercatat dalam 2 hari terakhir ini ada sekitar 20 penerbangan yang delay setiap hari pada wakti berbeda, khususnya siang dan malam. Sejumlah penerbangan pada siang hingga malam hari mengalami delay atau penundaan jam terbang. “Ada 20 penerbangan yang delay,” kata Senior Manager Airport Operation and Services Bandara Juanda Trubus Suharsono, Selasa (7/1/2020).

Untuk durasi waktu delay jam terbang sekitar 35 hingga 45 menit, bergantung pada kondisi cuaca di sekitar Bandara Juanda. Terkait kondisi ini, pengelola bandara menyerahkan kebijakan delay ke maskapai penerbangan masing-masing yang mengetahui kondisi penerbangan saat cuaca buruk.

Akibat delay ini, ratusan calon penumpang tampak menumpuk di ruang tunggu bandara. Pengelola bandara menjanjikan akan menambah ruang tunggu untuk menampung sejumlah calon penumpang pesawat yang mengalami delay akibat cuaca buruk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Juanda memprediksi kondisi cuaca buruk dan hujan deras di bandara juanda surabaya berpeluang masih akan terjadi sepekan ke depan. “Sepekan ke depan masih akan terjadi hujan. Dengan prediksi waktu akan terjadi siang hingga malam hari,” kata Kepala BMKG Juanda, Bambang Hargiyono. (*)