Saatnya Alihkan Tujuan Wisatawan dari Kawasan Nordik ke Indonesia

this formate

Wisatawan Eropa terutama dari kawasan Nordik memilih cuaca panas, bentuk wisata yang mencakup kegiatan untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu juga pengalaman kuliner, seperti memasak makanan lokal. ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar menjaring wisman dari negara-negara Nordik seperti Swedia, Denmark, Skandinavia ke Indonesia mengingat tujuan wisata mereka yang utama , Thailand,  terjangkiti corona virus dengan korban 35 orang.

” Bagi wisatawan Swedia, misalnya, Thailand itu tujuan wisata nomor dua. Data 2019 tujuan wisata mereka ke Gran Canaria, Bangkok, Mallorca, Paris, Amsterdam, London, Kreta, Antalya, Malaga, Rhodos,” kata Nina Mussolini Hansson, hari ini melalui chat WA.

PR & circle leader Swedish-Indonesia Bagus Organization / Svensk-Indonesiska Bagusföreningen berkedudukan di kota Malmö, Swedia ini aktif mempromosikan pariwisata Indonesia di kawasan Nordik melalui pertunjukan seni dan budaya.

Wisatawan Swedia seperti wisatawan negara-negara Nordik lainnya secara umum memilih tujuan liburan yang dibanjiri sinar matahari, suka akan  budaya dan keunikan masyarakat setempat, kebersihan, liburan aktif dan belanja. 

 Wisatawan Nordik juga akan lebih bersikap climate conscious yang umumnya memilih cuaca panas, bentuk wisata yang mencakup kegiatan untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu juga pengalaman kuliner, seperti memasak makanan lokal. Tujuan terpencil juga menjadi lebih populer seperti bertemu orang-orang lokal di lingkungan lokal mereka.

“Di Eropa, tujuan wisata mereka lebih ke pulau di Spayol, Yunani, Turki. Gran Canaria merupakan sebuah pulau dari kelompok Kepulauan Canary, Spanyol. Pulau ini letaknya di Samudera Atlantik tepatnya di 210 km dari pantai barat laut Afrika dan Spanyol,” kata Nina.

 Di luar Eropa, Thailand adalah tujuan wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan Nordik. Hal ini disebabkan adanya penerbangan langsung,  harga murah untuk penerbangan dan hotel.

Saat ini seperti dilansir The Sun, Sabtu (22/2/2020) menyebutkan Thailand adalah salah satu negara yang dilaporkan terjangkiti corona virus dengan korban 35 orang. Tak seperti China, asal munculnya virus corona, negeri Gajah Putih ini  tidak mengeluarkan larangan bepergian atau pun masuknya para wisatawan.

Pariwisata Thailand bersikeras bahwa negara itu masih terbuka dan menyambut turis, meskipun resor populer di tujuan wisata seperti Phuket telah sepi.Thailand pertama mengkonfirmasi kasus virus corona pada 12 Januari lalu.

“Selama ini turis Nordik suka Thailand karena iklim, makanan dan budayanya. Waktu terjadi tsunami, 600 orang warga Swedia tewas di Thailand,” kata Nina.

 Jadi dengan adanya kejadian Thailand terjangkiti Corona maka Indonesia yang memiliki semua yang diidamkan wisatawan Nordik harusnya aktif menjaring inbound dari kawasan Nordik agar beralih dari Thailand ke Indonesia,” kata Nina.

Dia berharap upaya untuk menjaring wisatawan mancanegara terutama dari kawasan Nordik dapat dilakukan pemerintah dan industri pariwisata Indonesia dengan tawaran-tawaran paket wisata yang menarik sehingga industri wisata Indonesia tetap tumbuh di tengah melemahnya perekonomian akibat wabah virus yang mengglobal.

 

 

 

Upaya Optimalkan Milenial Kaltim Berperan Promosikan Parekraf

this formate

Aktivitas wisata milenial dengan menanam padi. Saatnya mereka berperan promosikan wisata nusantara. ( Foto: Indonesia Travel)

BALIKPAPAN, Kaltim, bisniswisata.co.id: Generasi milenial di Kalimantan Timur terutama di wilayah calon ibukota negara mendapat perhatian khusus dari pemerintah untuk berperan aktif dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

” Generasi milenial di Kalimantan Timur bisa mengambil peran. Apalagi Presiden Joko Widodo telah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru Indonesia,” kata  Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Berbicara di sela-sela kegiatan “Gathering Milenials 2020” yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo yang dihadiri lebih dari 300 peserta, Hetifah berharap generasi milenial bisa menggali ide sebanyak-banyaknya untuk mengembangankan pariwisata dan ekonomi kreatif. 

“Saat ini Kalimantan Timur telah memiliki 56 _calender of event_ dan ke depan akan banyak potensi kegiatan, baik dari pariwisata, maupun kegiatan pemerintah dan kenegaraan seperti MICE akan banyak digelar di Kalimantan Timur,” ujar Hetifah.

Sementara Wamen Angela mengatakan bahwa di ekonomi kreatif, pemerintah akan menciptakan ekosistem yang dapat mendukung pemain lokal, termasuk mendukung bibit-bibit unggul generasi milenial. 

Hak Ini penting sekali, karena kita ingin menciptakan keseimbangan antara pemain lokal dan pemain asing. Oleh karena itu yang tak kalah penting adalah peningkatan SDM dari sisi teknikal, soft skill sehingga bisa berkembang menjadi seorang entrepreneur.

” Kita juga akan siapkan _training_ dimana nantinya calon pekerja akan dipertemukan dengan industri sehingga dapat langsung terserap dengan baik,” ujar Angela. 

Dia berharap generasi milenial benar-benar bisa mengambil peran dalam pengembangan tersebut dan memperbaiki citra Indonesia serta mempromosikan Indonesia lebih baik lagi.

“Riset di revolusi industri 4.0 menunjukkan bahwa 51 persen wisatawan saat ini adalah milenial, dan 70 persen wisatawan dalam pencarian dan berbagi pengalamannya dalam berwisata selalu dilakukan melalui online. Disinilah milenial melalui platform digital bisa berperan untuk mempromosikan wilayah Indonesia,” kata Angela Tanoesoedibjo. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai devisa yang diraih sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setiap tahunnya selalu meningkat. Di tahun 2018, pariwisata menyumbang devisa sebesar 19,29 miliar dolar AS dan lebih dari 20 miliar dolar AS pada tahun 2019.

Begitu juga di ekonomi kreatif yang nilai ekspornya di tahun 2018 mencapai 21,2 miliar dolar AS dan di 2019 diperkirakan mencapai 22,06 miliar dolar AS. “Serapan kerjanya juga sangat besar. Kita lihat di tahun 2018 pariwisata mampu menyerap 12,8 juta orang dan ekonomi kreatif mampu menyerap 18,2 juta orang,” kata Angela dalam siaran pers Kemenparekraf.

Lebih lanjut Angela mengatakan, Kemenparekraf dalam upaya meningkatkan kualitas wisatawan, dalam hal ini lama kunjungan dan tingkat pengeluaran, memiliki target jangka pendek dan menengah. Pertama adalah meningkatkan _safety and security_ sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. 

Selanjutnya adalah meningkatkan konektivitas, yakni dengan menambah jumlah seat capacity ke Indonesia, termasuk  interconnectivity di Indonesia. “Ketiga adalah peningkatkan SDM, karena pariwisata erat kaitannya dengan services,” kata Angela. 

Pengamat pariwisata Tedjo Iskandar, pendiri TTC Travel Mart, bursa wisata independent mengatakan upaya mengedukasi kalangan milenial untuk berperan serta mempromosikan pariwisata Indonesia memang diperlukan.

“Saat ini untuk biro perjalanan konvensional penjualan tiket dan produk wisatanya menurun terutama untuk destinasi jiran seperti Singapura dan Malaysia karena kalangan milenial dan gen Z yang hidup sepenuhnya di era internet sudah bisa mengatur perjalanan wisata sendiri,” ungkapnya.

Permintaan paket-paket wisata  Family Trip melalui biro perjalanan wisata ( BPW) juga turun karena anak -anak generasi milenial dan gen Z dalam sebuah keluarga yang sudah mampu memilih tujuan wisatanya, pesan tiket pesawat, reservasi hotel hingga kebutuhan lainnya secara online, kata Tedjo.

” Jadi kemampuannya dalam dunia digital memang baik dan tujuannya supaya lebih hemat dan wisatanya bisa lebih lama. Oleh karena itu kehadiran milenial dan Gen Z ini harus dioptimalkan untuk berpaling ke wisata nusantara ( domestik), jangan ke luar negri melulu apalagi dengan merebaknya kasus virus Corona Covid-19,” tambahnya.

Dia optimistis kalangan Milenial dan Gen Z ini dapat ditingkatkan dalam mempromosikan pariwisata nusantara karena mereka umumnya juga aktif dan memiliki sejumlah media sosial sehingga Tedjo berharap mereka menjadi duta wisata negerinya sendiri.

ICCA Indonesia Forum 2020 Promosikan RI Tujuan MICE Aman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia aman, mampu dan siap menyelenggarakan mega event di tengah mewabahnya virus Corona Covid-19 yang melanda dunia, kata Raty Ning, Ketua ICCA chapter Indonesia, hari ini.

“Kami menyelenggarakan ICCA Indonesia Forum 2020 untuk meyakinkan para pelaku bisnis Meeting, Incentive, Conference and Exhibition ( MICE) bahwa Indonesia jadi negara yang aman, mampu dan siap dengan kegiatan MICE bahkan skala mega event,” katanya.

Acara yang akan berlangsung di JIExpo Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta, melibatkan pembicara internasional dan pembicara kuncinya adalah Jason Yeh, Vice President and Chair of Asia-Pacific  Chapter of ICCA, Taiwan.

“Jason membahas The Outlook of MICE Industry in the Next Five Years and Potency of Association Meetings. Pertemuan dari berbagai asosiasi akan sangat menggerakkan bisnis MICE di tengah wabah virus Corona lima tahun ke depan,” kata Raty.

Oleh karena itu ICCA Indonesia Forum 2020 yang melibatkan pembicara internasional dari berbagai negara dengan target 200 peserta diharapkan dapat sekaligus membuktikan sikap pro-aktif dan realitas dinamisnya bisnis MICE di tanah air.

“Adanya forum internasional maka peserta asing akan melihat sendiri infrastruktur, fasilitas dan prasarana lainnya yang kita miliki sehingga para pembicara dan peserta asing juga mengarahkan mega event mereka untuk dilakukan di Indonesia,” kata Raty.

Memang untuk menjadi tuan rumah mega event tidak mudah dan butuh proses 3-5 tahun ke depan. Namun berbagai upaya harus dilakukan termasuk menggalakkan bidding ( penawaran) untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional yang melibatkan 3000, 5000 bahkan hingga 10.000 peserta.

“Jadi Indonesia Forum 2020 untuk meyakinkan anggota ICCA dari berbagai belahan dunia bahwa kita memang aman, mampu dan tetap siap menyelenggarakan mega event sekalipun  dengan 10.000 peserta,” tambah Raty Ning.

 Untuk pertama kalinya, ICCA Indonesia Committee yang merupakan komunitas anggota Asosiasi Kongres dan Konvensi Internasional atau disebut International Congress and Convention Association (ICCA) menggelar event ini pada 25 Februari 2020 di JIExpo Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta, jelasnya. 

Acara ini akan dihadiri peserta yang terdiri dari pelaku industri MICE dan industri pendukungnya serta stakeholder terkait lainnya, seperti ketua asosiasi dalam berbagai bidang termasuk kedokteran, direktur bidang hubungan luar negeri di berbagai kementerian dan lembaga, akademisi, dan media. 

“Soalnya dengan merebaknya virus Corona maka kita akan mengandalkan asosiasi profesi,perusahaan-perusahaan seperti asuransi, multi level marketing ( MLM), industri otomotif yang biasanya mengadakan kegiatan meeting dan incentive di luar negri agar dialihkan di dalam negri saja agar bisnis MICE tanah air terus tumbuh,” kata Raty.

Dia juga berharap instansi pemerintah juga aktif menyelenggarakan pertemuan-pertemuan dengan melibatkan jasa profesional Confrence organizer ( PCO) bukan dengan swa kelola sehingga perusahaan yang menjadi anggita ICCA chapter Indonesia bisa tetap survive dengan melemahnya bisnis ini secara global akibat virus Corona.

Saat ini ada 10 anggota ICCA dari Indonesia, dan semuanya adalah pemain besar di Indonesia. “Kami berharap perusahaan PCO ini jumlahnya bertambah sejalan dengan keinginan kami untuk menggabungkan kekuatan yang kami miliki dan tampil sebagai satu kesatuan, Indonesia, di berbagai forum internasional untuk memenangkan pertemuan asosiasi internasional,” kata Raty.

Program lainnya dari ICCA Indonesia Committee diantaranya edukasi. Pihaknya dalam setahun berencana untuk mengadakan dua forum edukasi atau training untuk meningkatkan kapasitas stakeholder industri MICE di destinasi MICE yang berbeda di Indonesia. ” Untuk kegiatan ini kami terbuka untuk bekerjasama dengan asosiasi industri terkait,” tutup Raty. 

 

Di Jeddah, Silaturahmi dan Solidaritas Lewat Sepak Bola

this formate

MADINAH, bisniswisata.co.id: TUGAS Kedutaan dan konsulat Indonesia di luar negeri tidak sekadar menjaga hubungan baik dengan negara dimana seorang Duta Besar, Konsul atau staf kedutaan dan konsulat ditugaskan. Seperti di Jeddah misalnya, KJRI yang wilayah kerjanya membawahi  wilayah barat Arab Saudi, mencakup 7 provinsi: Mekkah, Madinah, Asir, Albaha, Jizan (berbatasan dengan Yaman), Najran (berbatasan dengan Yaman) dan Tabuk (berbatasan dengan Yordania).

KJRI dan jajarannya berkewajiban menjaga  hubungan Indonesia-Arab Saudi di bidang perekonomian, pendidikan, kesenian dan kebudayaan, perlindungan WNI, jamaah umroh dan haji. Khusus perihal  perlindungan WNI, KJRI berkewajiban melakukan sosialisasi tentang aturan hukum di Arab Saudi, edukasi, dan pencegahan terjadinya pelanggaran oleh warga negara Indonesia. KJRI juga melakukan pelayan WNI ke daerah-daerah wilayah kerja KJRI Jeddah. Menangani permasalahan WNI baik pekerja migran, jamaah haji dan umroh yang mengalami musibah (hilang, penipuan, meninggal dunia, sosialisasi).  

Memupuk silaturrahmi dan solidaritas warga negara Indonesia di luar negeri, KJRI bekerjasama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) menggelar kejuaraan sepak bola. Kejuaraan Liga PPMI Cabang Madinah yang berlangsung hampir setahun, berakhir Sabtu, 22 Februari 2020 dengan kemenangan Tim Kesebelasan Tahwil FC.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Faisal Abdan Syakuro, kepada Bisniswisata.co.id, gelaran Liga PPMI tahun ini sempat menemui kendala, sehingga tidak berhasil dituntaskan sesuai jadwal. Liga PPMI 2019- 2020 di ikuti 10 tim kesebelasan.

 Silahturahmi

” Tujuan dari pertandingan ini adalah untuk memupuk silaturrahmi,  solidaritas dan sportivitas,” ujar Faisal.

Berlaga di lapangan hijau Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Islam Madinah (UIM), Tahwil FC berhasil menyingkirkan Tim Kesebelasan Istiqbal-3 di final dengan skor kemenangan 2-1.

Selain disaksikan oleh pendukung kedua tim, laga final Liga PPMI 2019-2020 ini dihadiri oleh Pelaksana Fungsi Pensosbud-1 KJRI Jeddah, Agus Muktamar, dan perwakilan dari Dekan Kemahasiswaan UIM divisi olahraga, Anas Almisri.

Istiqbal-3 tampak lebih agresif di babak pertama melakukan tekanan terhadap kubu lawan sehingga berbuah gol di menit-menit awal pertandingan. Keadaan tidak berubah hingga jedah turun minum.

Di babak kedua, Tahwil FC mencoba membalikkan keadaan dengan tampil agresif. Alhasil, tak lama babak kedua berselang, pemain Tahwil FC berhasil menyarangkan bola di gawang lawan dan berhasil menyamakan raihan poi menjadi 1-1.

 Kedua kubu terus saling melakukan tekanan di menit-menit menjelang babak kedua berakhir. Situasi kurang menguntungkan dialami oleh Istiqbal-3. Akibat beberapa pelanggaran, salah seorang pemainnya diganjar wasit dengan kartu kuning. Momen ini dimanfaatkan oleh Tahwil dengan meningkatkan serangan ke kubu lawan.

Skor kemenangan berhasil dicuri Tahwil FC melalui tendangan penalti. Tim berkostum kuning ini berhasil mengunci kemenangan 2-1 hingga pluit babak terakhir dibunyikan wasit.

Mewakilan pihak kampus, Anas Almisri mengapresiasi penyelenggaraan Liga PPMI, dia menilai mahasiswa asal Indonesia cukup tertib dan rapih dalam menyelenggarakan acara, termasuk laporan jadwal kegiatan dan penggunaan dananya.

Sementara, Agus Muktamar dalam sambutannya menyampaikan KJRI Jeddah mendukung kejuaraan liga PPMI dan menyarankan agar kegiatan tersebut diagendakan secara rutin dengan format piala bergilir.

Saat ini, Tim Kesebelasan PPMI tengah berlaga di Kejuaraan Liga Dunia yang digelar oleh UIM dan masuk 16 belas besar. Liga ini diikuti oleh tim kesebelasan mahasiswa dari 64 negara yang tengah belajar di kampus tersebut.

Ke Seberang, Merasakan Libur Musim Dingin

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: DI bulan Juni- Agustus, kegiatan sekolah, kuliah masuk masa libur. Yang bekerja, masih boleh minta cuti? Pasalnya tahun ini, di  Indonesia memasuki masa liburan panjang mulai dari perayaan Idul Fitri di bulan Mei, hingga jadwal liburan sekolah di bulan Juni. Yuk mencoba menikmati liburan musim dingin di negeri tetangga Australia yang sedikit berbeda dengan negara- negara empat musim lainnya.

Australia menyambut musim dingin pada bulan Juni hingga Agustus dan  Australia Barat dapat dikatakan sangat beruntung karena memiliki cuaca yang bersahabat sepanjang tahun. Temperatur ketika musim dingin di Australia Barat tidak mengganggu wisatawan beraktivitas, tidak harus memakai pakaian super tebal. Udara sejuk dan segar di Australia Barat ketika musim dingin justru memudahkan para wisatawan untuk menjelajahi negara bagian tersebut.

Periode liburan panjang ini menjadi waktu yang tepat untuk mengeksplorasi destinasi wisata di Australia Barat. Mulai dari berjalan-jalan mengelilingi ibu kota Perth dan sekitarnya, menyaksikan secara langsung keindahan alam Coral Coast, hingga menikmati produk olahan lokal seperti wine, cokelat, dan keju dengan latar pemandangan area South West. Berpergian ke Perth bisa menjadi sangat terjangkau dan ringkas apabila Anda memilih transportasi, akomodasi, serta agenda yang tepat.

Ketika sampai di bandara, Anda dapat naik taksi atau transPerth Bus untuk mencapai pusat kota. Untuk mengelilingi daerah lain dan mendapatkan pengalaman musim dingin yang maksimal, lakukan perjalanan darat dengan keluarga atau teman-teman dengan menyewa mobil atau campervan. Musim dingin yang cerah di Perth membuat jalan-jalan terasa lebih nyaman bagi wisatawan Indonesia yang tidak terbiasa dengan suhu dingin.

Ketika mengunjungi Perth dan sekitarnya, pastikan untuk mencoba kue terkenal, honeycake. Honeycake merupakan kombinasi yang unik dari biskuit madu dan krim karamel manis yang halus dilengkapi dengan kacang walnut gurih dan crumble renyah yang hanya dapat ditemukan di tempat ini. Honeycake menjadi dessert favorit penduduk setempat, penggemar makanan, dan para wisatawan. Toko kudapan di Perth,  menyediakan pilihan menu halal untuk pengunjung muslim.

Sepanjang musim dingin, Perth juga mengadakan berbagai kegiatan dan pop-up yang bertema musim dingin seperti instalasi seni, hujan salju di area mal, dan arena ice skating. Sementara itu, Swan Valley, tempat favorit para pecinta kuliner yang berlokasi hanya 25 menit dari pusat kota Perth, menawarkan beragam pilihan cokelat, kopi, keju, dan berbagai pilihan kuliner premium lainnya di satu tempat dengan latar pemandangan perbukitan yang sangat indah.

Perth Hills salah satu destinasi yang direkomendasikan di Perth, khususnya pada musim dingin. Hanya dengan perjalanan darat selama 45 menit dari pusat kota, pengunjung disuguhkan pilihan destinasi outdoor menarik seperti Vineyard Kitchen yang menyediakan hidangan terbaik di Perth Hills dengan pemandangan indah Brookside Vineyeard.

Selain itu, tempat lain yang bisa dikunjungi adalah CORE Cider House. Bistro ini berlokasi di kebun lemon dan jeruk seluas 40 hektar yang dapat pengunjung panen ketika musim dingin. Sementara itu Araluen Botanic Park memberikan ketenangan dari hamparan pemandangan bunga kamelia, mawar, tulip, dan lainnya.

Dikenal sebagai kota pelabuhan, Freemantle memiliki produk andalan seperti seafood segar yang dihidangkan di berbagai restoran terkenal. Selain seafood, para pengunjung juga dapat mengikuti tur untuk mengunjungi butik bir di Fremantle untuk merasakan bir unik yang hanya diproduksi di berbagai wilayah di Australia Barat dan beberapa pilihan lain asal Australia secara umum. Anda dapat melakukan wisata kuliner tiada akhir di Freemantle dengan sajian yang beragam.

Menyebrang ke Rottnest Island

Hanya dengan naik kapal feri selama 25 menit dari Freemantle atau 50 menit dari Elizabeth Quay, Anda tiba di Rottnest Island dan dapat menghirup udara segar musim dingin di daerah pantai yang jauh dari keramaian. Dikelilingi dengan air laut jenih dan pasir putih, Rottnest Island melarang penggunaan kendaraan mobil dan motor pribadi. Pengunjung dapat mengelilingi pulau  dengan berjalan,bersepeda atau menaiki Explorer Bus Services. Rekomendasi destinasi di Rottnest Island ketika musim dingin di antaranya adalah Pinky Beach, yang berlokasi dekat dengan Bathurst Lighthouse, khususnya ketika matahari terbit atau terbenam untuk melihat langit cantik dengan semburat warna pink. Untuk area yang lebih natural dan terpencil, Anda dapat mengunjungi Cathedral Rocks Viewing Platform, melihat sekelompok anjing laut berbulu asli Rottnest Island sembari menikmati hempasan ombak.

Lanjutkan perjalanan Anda ke area Coral Coast, di mana petualangan menyenangkan dan satwa liar menakjubkan menunggu. Di Coral Coastbisa mengunjungi The Pinnacles di Nambung National Park. Waktu terbaik untuk menikmati The Pinnacles adalah pada malam hari ketika langit berbintang menemani formasi limestones yang luar biasa. Hanya dengan menempuh 30 menit perjalanan darat dari The Pinnacles, Anda bisa mengunjungi Lobster Shack untuk menyantap lobster segar dan terbaik di Australia Barat.

Jika Anda masih mencari pemandangan berwarna pink setelah mengunjungi Pinky Beach di Rottnest Island, Anda bisa pergi ke keajaiban alam yang langka yaitu Pink Lake di Hutt Lagoon. Pink Lake di Hutt Lagoon paling cocok dinikmati dari atas dengan menaiki helicopter atau pesawat baling -baling yang terbang dari bandara Kalbarri pada pukul 10 pagi hingga 2 siang. Ketika mengunjungi area tersebut, jangan lupa untuk datang ke atraksi ikonik lainnya seperti lengkungan batu alami di Nature’s Window dan Kalbarri Skywalk di area Kalbarri National Park yang sangat memesona dan gratis. Catat!

Petualangan di Selatan

Hanya dengan menempuh dua jam perjalanan dari Perth, Anda dapat sampai di South West untuk menikmati keragaman destinasi ini, mulai dari satwa liar, pemandangan yang luar biasa, hingga kuliner gourmet. Di South West terdapat Kota Margaret River yang terkenal sebagai satu-satunya destinasi ideal di mana pengunjung bisa mengelilingi area wineries peraih berbagai penghargaan, hutan dengan pepohonan tinggi, serta berbagai gua kuno.

Humpback Whale breaching off Dunsborough Coast (dok.ist)

 Di ujung selatan wilayah Augusta, pengunjung dapat menyaksikan Humpback Whales dan Southern Right Wales . Apabila beruntung, Anda dapat melihat Blue Whale yang langka dengan anjing laut, lumba-lumba, dan berbagai jenis burung dari berbagai belahan dunia.

Lebih lanjut ke Selatan di sekitar wilayah Great Southern, para pengunjung dapat mengeksplor Valley of the Giants Tree Top Walk, jalan setapak setinggi 40 meter dari atas permukaan tanah dan sepanjang 600 meter di dalam hutan. Di sini pengunjung dapat melihat berbagai macam burung dari pepohonan megah khas Australia Barat.

Untuk mengakhiri perjalanan di Southwest, wisatawan dapat mengunjungi Natural Bridge dan The Gap di sekitar wilayah Albany untuk melihat pemandangan laut yang luar biasa Southeast Ocean dari atas tebing-tebing. Apabila beruntung, Anda akan dilewati oleh paus yang berdatangan ketika musim dingin.

Hal menarik dari Australia Barat ketika musim dingin tidak hanya sampai di sini, karena Australia Barat juga mengadakan berbagai festival tiap tahunnya termasuk ketika musim dingin.

Festival yang wajib untuk didatangi adalah Truffle Kerfuffle dan Cabin Fever Festival. Truffle Kerfuffle digelar pada 19-21 Juni 2020 sebagai perayaan ke-10, di mana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman mencari Black Truffle yang musiman di Manjimup, pusat dari truffle Australia. Pengunjung juga dapat menikmati hidangan lezat yang disajikan penduduk lokal setempat mau pun chefs berkelas dunia.

Sementara itu, Cabin Fever Festival diselenggarakan pada 17-26 Juli 2020 di daerah Margaret River, pusat kuliner gourmet Australia Barat. Hawa musim dingin, api unggun, makanan dan wine yang lezat, ditengah pesta dan musik yang meriah, membuat liburan musim dingin lebih terasa berkesan. Yuuk!

Wartawan Senior www.bisniswisata.co.id Endy Poerwanto Meninggal Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka kembali hadir pada dunia pers Tanah Air. Wartawan senior, Endy Poerwanto menghembuskan nafas terakhirnya, hari ini, Sabtu (22/2/2020) pukul 04.20 WIB.

Redaktur dan kordinator liputan di portal berita wisata www.bisniswisata.co.id ini sudah bergabung di media online ini sejak peluncuran resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata Dr. H. Sapta Nirwandar, SE,  Kabinet Indonesia Bersatu II pada 28 Juni 2013 di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar.

Bersama 15 orang tim redaksi lainnya,  Endy yang malang melintang di dunia pers dan pernah bergabung di beberapa media seperti Bali Post, Berita Batavia dan media lainnya selalu aktif mempromosikan pariwisata Indonesia selain melalui website juga lewat berbagai media sosial dengan nama Endy Marcapada.

Informasi berpulangnya Wartawan yang kerap disapa “Cak Endy” tersebut pertama kali disampaikan dari istrinya, Ni Luh Emmy Dharmaningsih atau Emi melalui grup WA Forum Wartawan Polri (FWP) dan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekraf ( Forwaparekraf)

“Telah meninggal dunia sahabat dan saudara kita ENDY PURWANTO di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada hari ini, Sabtu, 22 Febuari 2020, jam 04.20 jelang azan subuh. Almarhum disemayamkan di rumah anak keduanya, Bagus, di Komplek Jatibening AL, Pondok Gede, Bekasi, ” demikian berita melalui media sosial itu kemudian menyebar. 

Awal kejadian tiga minggu lalu, Minggu 2 Febuari 2020,  Endy tengah liputan di hotel Century, Senayan Jakarta dan saat mengajukan pertanyaan tiba-tiba terjatuh. Oleh manajemen Hotel Century langsung dengan cepat di bawa dengan mobil pribadi salah satu manajer hotel ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

Alm Endy Poerwanto bersama istri, anak, menantu dan tiga orang cucu.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih pada Manajemen Hotel Century, Jakarta dan Manajemen RSPP yang telah memberikan pertolongan pertama dan perawatan rumah sakit  hingga akhirnya Endy menghembuskan nafasnya yang terakhir,” ungkap Emi yang mendampinginya terus saat kejadian hingga wafat.

 Cak Endy, merupakan sosok wartawan yang rajin dan militan. Selain itu, mudah akrab dan bergaul dengan rekan sesama profesi. Dia juga selalu bersahaja, dan tak pernah marah. 

“Saya kenal beliau Tahun 2000, ketika hijrah dari Surabaya ke Jakarta sebagai Wartawan Bali Post. Malang melintang di Wartawan Polri, Pariwisata, dan aktif di banyak kegiatan orangnya rajin,” kata Sadono, wartawan Suarakarya.id

Cak Endi memang dikenal aktif di wartawan Kementerian Pariwisata. Laki laki kelahiran 13 Oktober 1960 ini pernah menjabat koordinator wartawan di sana. Dia juga beberapa kali menjadi tim formatur pembentukan Koordinator Forum Wartawan Polri (FWP). 

Jurnalis tamatan AWS (Akademi Wartawan Surabaya) itu juga rajin beribadah saat tengah bertugas dan kerap memposting kutipan Alquran dan hadist maupun memberikan kata-kata motivasi di media sosialnya.

Junior Almarhum saat menempuh studi di AWS, Ganefo, menyampaikan Cak Endy ketika wartawan muda, kerap dipercaya untuk membuat siaran pers oleh beberapa tokoh ternama di Kota Surabaya dan selalu senang membantu pekerjaan yunior maupun rekan media lainnya.

“Iya, dia kakak kelas saya di AWS, pernah satu media di FAKTA, sering ngasih saya rilis Sinshe Soesanto, dan saya juga kenal keluarganya. Dia orangnya baik. Semoga amal ibadah kebaikannya diterima Allah SWT, dan diampuni dosa-dosanya” ujar Ganefo.

Diketahui, tubuh tak berdaya Cak Endy sudah dirasakannya kurang lebih sejak tiga minggu yang lalu. Adapun, diagnosa dari Tim Medis Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta terhadap Cak Endy ialah serangan Stroke.

Sebelumnya, kiprah terakhir Cak Endy dalam dunia Wartawan Polri, kala ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Futsal Kapolda Cup.Almarhum yang putra asli Keputran Panjunan Surabaya, meninggalkan seorang Istri Emmy, dan tiga orang anak Anis, Bagus, dan Elisa. 

Kini, ketidakberdayaan sahabat kita telah berubah menjadi kebahagiaan abadi di sisi Sang Khalik. Orang baik akan selalu bertemu tempat yang baik. Selamat jalan Cak Endy. Semoga Husnul Khotimah. 

“Goes” di Gianyar, Dapat Sehatnya, Berhadiah Pula

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: MASIH menikmati libur Galungan dan Kuningan di Bali dan punya hobi bersepeda? Atau sekadar menonton pesepeda berlomba? Undangan dari Rumah Luwih yang menjadi tuan rumah para pesepeda peserta Gran Fondo New York (GFNY) Bali, boleh menjadi panduan mengisi hobi.

GFNY adalah maraton bersepeda terbesar di Indonesia, dan seri pembuka GFNY World Series. Mereka balap di Gianyar, Bali pada Minggu (23/2), mulai jam 06.30 wita menusuri jalan Prof. Dr. IB Mantra dan kemudian masuk kelintasan- lintasan berpemandangan indah sesuai klas yang diikuti.

Peserta terbagi menjadi dua rute, yaitu Medio Fondo (jarak menengah) dengan jarak 105 km dan Gran Fondo (jarak jauh) dengan jarak 135 km dengan mengusung tema Be a Pro for a Day. Dengan suasana pagi yang sejuk, pesepeda dapat menikmati keindahan alam Bali dengan rute yang menantang.

Mereka  juga akan melewati sejumlah pantai keren dan lokasi wisata lainnya di Pulau Dewata, seperti Pura Goa Lawah, Candidasa, Amlapura, Sidemen, Pura Besakih, Susut, Bangli, lalu kembali ke Gianyar. Mengikuti acara ini, sehatnya dapat, pasti dapat hadiah, paling tidak dari sponsor.

“Kami berharap acara ini akan menjadi annual event dan branding untuk destinasi Gianyar pesisir, “  ungkap Agus Suananda, CHA, General Manager di Rumah Luwih.

Tahun ini ada 1.758  pengendara sepeda dari 36 negara berkumpul untuk mengayuh sepedanya di rute kabupaten seni, Gianyar yang menantang. Resort Rumah Luwih menyediakan ruang khusus ribuan pesepeda GFNY berkumpul dan berbagi kiat “balap” lintas alam yang aman, nyaman, sembari menikmati uniknya resort Rumah Luwih. Peserta juga mendapat sajian makan malam menu khusus pengendara sepeda, menu carbohydrate loading (carbo-loading) atau pemuatan karbohidrat sehari sebelum acara besar, balap lintas alam.

Taman Ujung

Bukan tanpa alasan jika penyelenggara GFNY memilih Gianyar dengan Rumah Luwihnya menjadi tempat penyelenggaraan lomba. Resort yang dirancang arsitek Hadiprana, menggabungkan gaya kolonial Belanda dengan keindahan Istana Taman Ujung di Karangasem. Capel Rumah Luwih adalah duplikat Bale Kapal di Taman Ujung Karangasem, berdiri anggun menghadap Pulau Nusa Penida menantang pesisir Sanur, berlatar belakang Gunung Agung. Dilengkapi 75 kamar suite mewah dengan luas tanah 3,4 hektar, dengan landscape hijau subur Dengan fasilitas bintang lima, meski pun pantai berpasir hitam berkilau, tamu dapat melihat keindahan alam Bali dengan pemandangan yang menakjubkan sejak matahari terbit sampai terbenam.

Dibawah kepemimpinan Agus Suananda, CHA sebagai general manager sejak tahun 2019, Rumah Luwih tidak hanya rumah bagi honey mooner usai penyelenggaraan pesta pernikahan. Juga tempat diselenggarakannya pertemuan baik official meeting, social event, arisan, gathering, reuni bahkan outbond activity.

Resort ini, peraih Indonesia Leading Luxury Wedding Resort dalam acara the 10th INDONESIA TRAVEL TOURISM AWARD 2019, Gold Medal,Tri Hita Karana Award, Traveller Review Awards 2020 (9 out of 10) dari Booking.com dan excellent score 8.9 Agoda, Guest Review Awards 2019, meraih Certificate of Excellence di Trip Advisor dan Winner of Luxury Architecture Design Hotel di World Luxury Hotel Award.

Wakil Gubernur pun “Ngayah Masolah” Topeng Sidakarya

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: PERAYAAN Galungan di Bali saat ini. Beruntung lah wisatawan yang sedang berlibur dalam 10 hari ke depan, pasalnya usai Galungan umat Hindu menutup rangkaiannya dengan penyelenggaraan upacara Kuningan. Eksplore lah keunikan tradisi Hindu dengan banyak bertanya kepada pelaku- pelakunya. Bali dikenali pariwisata dari keunikan tradisi beribadahnya, spirit yang memberi “taksu” pada pulau  Bali dengan segala isinya.

Ingin mengujinya? Mintalah pemilik hotel, restoran membangun fasilitasnya di tempat lain di luar Bali dan coba Anda berlibur di sana, Anda akan merasakan bedanya. Meski pun fasilitas tersebut “mencontek” Bali habis- habisan.

Karena pariwisata bukan “keseragaman”, tetapi keberagaman yang harmonis, berwarna- warni dengan kekhasannya masing- masing. Kuncinya adalah respek pada nilai- nilai kelokalan, bukan mengintrodusir nilai pada komunitas tujuan wisata. Dan Nusantara itu kaya raya dengan saujana tak ternilai.

Sepanjang ritme tersebut, sejumlah pura menyelenggarakan upacara khusus, seperti pelaksanaan Puncak Karya Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Umanis Galungan – sehari setelah Hari Raya Galungan/Kamis, 20/2). Dalam upacara seperti ini, umat berlomba- lomba menunjukkan rasa terimakasihnya atas karunia, berkat yang dilimpahkan Hyang Widhi, Tuhan Yang Esa dalam kehidupannya.

Upacapan syukur berupa doa, “sesajen”, tenaga dan waktu yang diluangkan untuk ikut serta mempersiapkan upacara tersebut. Ada juga dengan menghaturkan keahliannya sebagai ungkapan terimakasih. Seperti bergabung dengan “sekehe” (kelompok) “penabuh gamelan, mekidung” (menyanyi melantunkan ayat- ayat suci Wedha), menari tarian sakral khusus untuk upacara tersebut. Atau membantu mempersiapkan konsumsi sepanjang rangkaian upacara berlangsung.

Topeng Sidakarya

Pada Umanis Galungan 2020, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, arsitek yang piawai menari ini, juga berbagi rasa syukur dengan “mesolah”/menari topeng Sidakarya. Tarian yang berkaitan erat dengan pelaksanaan Dewa Yadnya, sebagai simbol “sidanya karya (puput lan mapikolih)”, dilancarkan dan diberkatiNya upacara tersebut.

Topeng Sidhakarya ditampilkan melengkapi rangkaian upakara “Nyenuk”,  tiga hari setelah puncak acara. Upacara “Nyenuk”, dimaknai sebagai simbol kehadiran para Dewa yang berstana di pura tersebut dengan segala berkat sehingga upacara berjalan lancar.Pementasan Topeng Sidhakarya, tari sakral (Wali dan Bebali), dengan maksud mengusir “bhutakala” agar tidak mengganggu pelaksanaan “yadnya” atau “nyomya bhutakala”, agar dapat membantu pelaksanaan” yadnya” dari” bhuta, kasupat” menjadi dewa. 

Wagub yang akrab disapa Cok Ace, juga berharap generasi muda iklas mempelajari dan melestarikan seni budaya terkait ibadah. “ Upaya menjaga keseimbangan nyata secara “skala” dan juga” niskala”,” tegas Cok Ace.

Menurut ajaran sastra agama Hindu, Panca Yadnya yang wajib dilaksanakan, yakni : Dewa Yadnya, Bhuta Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Dilatarbelakangi oleh unsur keyakinan adanya tiga hutang, Tri Rna yang wajib “dilunasi”  yaitu : Dewa Rna, Resi Rna dan Pitra Rna.

Unik dan membangkitkan rasa penasaran bukan? Nuansa spiritual dan peluang mengeksplore keunikan itulah yang menjadi nilai unggulan kepariwisataan di Bali. Bagi wisatawan asing terutama penggiat spiritual, berlibur di Bali adalah ruang “mengisi” rohani.

Oh ya, jangan lupa etika ya, jika berwisata ke ruang ibadah/pura umat Hindu. Lengkapi diri dengan kain panjang dan selendang alias “senteng” yang dililitkan di pinggang dengan bloues atasan yang sopan.

PWI Tolak Pasal-pasal Halangi Kemerdekaan Pers

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PERSATUAN  Wartawan Indonesia (PWI) menolak hadirnya pasal-pasal yang berpotensi menghalangi kemerdekaan pers dalam RUU Omnibus Law Cipta  Kerja. Selain itu, PWI juga menolak pasal-pasal yang memberi kewenangan pemerintah memberi sanksi kepada pers.

Meski demikian, ada pasal-pasal dalam draft RUU itu yang akan mendukung pers agar makin profesional yang perlu didukung. Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, menegaskan hal itu, Kamis (20/2/2020)di Jakarta, usai melakukan diskusi terbatas mengenai RUU Cipta Kerja yang bersentuhan dengan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Kami menolak adanya Pasal 18 ayat (4) yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk membuat peraturan pemerintah untuk mengatur sanksi administrasi terkait pelanggaran Pasal 9 ayat (2) dan Pasal 12 UU Pers,” tegas Atal Depari.

UU Pers tidak boleh membuka pintu belakang dengan memberikan kewenangan melalui PP. Silakan sanksi diatur pada Pasal 18 ayat (3) UU Pers saja seperti sekarang ini. Namun bila nominalnya mau dinaikkan silakan, PWI setuju, asal tidak membunuh kemerdekaan pers.

Mengenai naiknya sanksi sebagaimana diatur Pasal 18 ayat (1) dan Pasal 18 ayat (2), sikap PWI setuju. Inikan bentuk kesetaraan dihadapan hukum, baik untuk orang yang menghalangi kerja jurnalistik maupun perusahaan pers pelanggar Pasal 5 ayat (1) UU Pers.

Naiknya sanksi ini diharapkan bisa menjadi pengingat baik kepada masyarakat atau pers itu sendiri. Sanksi pidana pers yang semula pidana dendanya Rp 500 juta naik menjadi Rp 2 miliar.

Terkait Pasal 18 ayat (1) khususnya yang merujuk kepada Pasal 4 ayat (3), Atal meminta narasinya diubah. Legal standing pasal ini tidak semata perusahaan pers tetapi juga wartawan. “Setidaknya ada dalam penjelasan yang dimaksud pers nasional adalah perusahaan pers dan atau wartawan,” ujarnya.

UKW dan Verifikasi

Dalam hal UKW dan verifikasi, Ketum PWI Pusat mendukung uji kompetensi wartawan dan verifikasi perusahaan pers hadir dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja. “PWI akan usulkan agar UKW dan Verifikasi Perusahaan Pers diatur langsung dalam UU, tidak seperti sekarang ini,” jelasnya.

Pasal 7 UU Pers yang selama ini hanya dua ayat, perlu ditambah. PWI usulkan Pasal 7 ayat (1) wartawan Indonesia wajib mengikuti pelatihan khusus dan uji kompetensi wartawan.

Pasal 7 ayat (2) Wartawan Indonesia wajib masuk dalam organisasi profesi kewartawanan.

Pasal 7 ayat (3) Wartawan Indonesia wajib memiliki dan mentaati Kode Etik Jurnalistik.

Atal Depari juga meminta verifikasi perusahaan pers masuk menjadi syarat yang diatur pada Pasal 9 UU Pers. Jadi selain berbadan hukum wajib terverifikasi namun verifikasinya tidak mengarah kepada pers industri. Verifikasinya lebih untuk melihat apakah badan hukumnya sudah sesuai.

Hal lain yang menjadi konsentrasi PWI adalah sistem pertanggungjawaban sebagaimana diatur Pasal 12 UU Pers yang sekarang ini masih membuka celah, masuknya pidana lain.

” Kami usulkan pada Pasal 12 ini dikunci, bila terjadi sengketa pemberitaan hanya ditangani sesuai UU Pers. Bisa hak jawab, hak koreksi dan mediasi di Dewan Pers. Paling berat adalah pidana pers sebagaimana diatur Pasal 18 ayat (1) atau Pasal 18 ayat (2),” jelasnya.

Cara Santai Berlibur ke Thailand

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: BERLIBUR, sudah jadi kebutuhan hidup buat kaum milenial. Meski COVID-19 masih tren dalam pemberitaan, piknik tetap jalan terus. “Sepanjang mengikuti SOP kesehatan berwisata,” kata teman yang  sedang menyusun itinerary dan mencari tiket pesawat ke Thailand?

Berlibur ke Thailand bisa menjadi short getaway trip yang menyenangkan di tengah jenuhnya pekerjaan dan tebaran berita COVID-19. Di bawah ini akan dibahas beberapa cara mendapatkan tiket pesawat murah ke Thailand dan tips berlibur ke negara tetangga ini. Selamat membaca!

Cara Mendapatkan Tiket Pesawat Murah ke Thailand

Karena banyaknya permintaan penerbangan ke Thailand, harga tiket pesawat ke negara ini kadang mahal. Namun, tidak mustahil mendapatkan tiket dengan harga miring. Anda bisa mencoba beberapa cara berikut.

  • Gunakan mode incognito

Semakin tinggi traffic ke sebuah situs pencarian tiket, maka harga tiket yang tersedia semakin tinggi. Sistem juga bisa melacak history pencarian Anda sehingga tiket yang sering Anda lihat akan meningkat harganya.

Namun, ada cara untuk mengakali hal ini. Caranya adalah dengan menggunakan mode incognito browser saat mencari tiket pesawat lewat situs web. Dengan mode incognito, history pencarian Anda tidak bisa dilacak dan kunjungan Anda ke situs tidak menaikkan traffic. Maka, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

  • Mencari promo

Maskapai penerbangan sering memberikan promo. Ada baiknya Anda memanfaatkan promo yang ada sehingga bisa mendapatkan tiket pesawat ke Thailand dengan harga yang murah. Umumnya info promo muncul pada hari Senin atau setelah hari libur nasional. Tetap pantau harga untuk mengantisipasi adanya promo. 

  • Manfaatkan fitur Price Alerts

Tahukan Anda bahwa Traveloka memiliki fitur Price Alerts? Fitur ini dapat membantu Anda melacak dan mencari harga tiket yang sesuai dengan budget yang sudah Anda tetapkan. Ketika harga tiket turun dan sudah mencapai budget Anda, Traveloka akan mengirimkan notifikasi supaya Anda bisa membeli tiket dengan harga murah.

  • Cari tiket low cost carrier

Sekarang banyak pesawat low cost carrier (LCC) yang melayani rute penerbangan ke Thailand dengan harga miring. Harga maskapai budget seperti Air Asia atau Scoot jauh lebih murah dibandingkan dengan maskapai reguler.

  • Hindari peak season

Jika Anda berkunjung ke Thailand pada saat peak season, banyak orang yang berlibur ke negara ini. Jadi, harga tiket naik sesuai dengan jumlah permintaan. Selain itu, harga akomodasi pun akan lebih mahal.

Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Thailand adalah saat low season yaitu bulan Juli sampai Oktober. Lebih sedikit pengunjung yang berlibur pada masa ini. Ditambah lagi, saat itu Thailand sedang musim sejuk sehingga temperatur udara tidak terlalu panas.

  • Menentukan hari keberangkatan dan kepulangan

Seperti yang kita ketahui, harga tiket lebih mahal pada akhir pekan dan long weekend. Maka, sebaiknya Anda menghindari memilih tiket keberangkatan dan kepulangan pada hari-hari sibuk seperti Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin. Akan lebih murah jika Anda memilih hari Selasa, Rabu, atau Kamis.

Tiket harga kantung sudah dapat, bagaimana mengisi liburan di negeri Gajah Putih ini? Teman bisniswisata.co.id menyarankan:

  • Akomodasi

Untuk urusan akomodasi, lebih murah dan praktis jika Anda mencari secara online. Selain itu lebih baik jika sudah mempunyai akomodasi dari jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kemungkinan bahwa Anda tidak mendapatkan tempat menginap.

Jika Anda memiliki budget terbatas, Anda bisa memilih untuk menginap di backpacker dormitory yang harganya bisa di bawah Rp 100 ribu per malam. Anda yang berlibur dalam kelompok juga bisa mempertimbangkan untuk menyewa apartemen atau rumah. Selain lebih memiliki privasi, Anda juga bisa membagi biaya sewa sehingga lebih murah.

  • Dokumen imigrasi

Untuk berlibur di Thailand dalam jangka waktu yang pendek, tidak memerlukan visa. Anda bisa langsung berangkat saja. Saat tiba di bandara Thailand, Anda harus mengisi form imigrasi dan menunjukkannya kepada pihak imigrasi di bandara.

Kartu ini harus dijaga baik-baik selama perjalanan Anda. Jangan sampai hilang, bisa-bisa Anda tidak bisa pulang!

  • Makanan

Urusan makanan di Thailand cukup terjangkau. Bahkan di tempat wisata yang ramai seperti food court di daerah Asiatique, Anda bisa mendapatkan makanan mulai dari harga sekitar Rp 15 ribu rupiah. Selain itu, urusan rasa, makanan Thailand cukup sesuai untuk lidah orang Indonesia dan yang paling penting standar higienisnya. Food street Thailand standarnya sama dengan di hotel berbintang, kemasannya yang disesuaikan.

Untuk Anda yang beragama Islam, tidak perlu khawatir kesulitan mencari makanan halal. Di kota besar di Thailand cukup mudah untuk mendapatkan makanan berlogo halal. Harganya pun masih terjangkau.

  • Transportasi

Nah, untuk berkeliling ke tujuan wisata yang hemat biaya, Anda bisa menggunakan transportasi umum selama di Thailand. Di Bangkok terdapat banyak alternatif transportasi seperti MRT, BTS, bus, tuk-tuk, bahkan ojek. Jangan lupa antisipasi macet karena Bangkok juga cukup macet seperti Jakarta pada jam- jam tertentu. Berlibur dulu!