Komunitas Mampu Gerakkan Aktivitas Wisata ke Berbagai Daerah

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Siapakah yang mampu menggerakkan perekonomian rakyat di tengah ketakutan masyarakat dunia atas merebaknya virus Corona, Covid – 19 ?. Komunitas alumni adalah salah satunya yang tetap berwisata ke obyek wisata di tanah air, ungkap Tjipta Purwita, hari ini.

Tjipta Purwita, mantan Dirut PT Inhutani II ini mengatakan, pemerintah dan industri pariwisata Indonesia jangan hanya terfokus pada menjaring kunjungan wisatawan mancanegara tapi juga wisatawan nusantara atau wisnus.

” Orang yang berwisata itu butuh transportasi, akomodasi, kuliner, oleh-oleh dan jasa-jasa lainnya sehingga saat virus Corona mendunia maka sektor pariwisata yang menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat karena memiliki multiplier effect yang luas, ujarnya.

Bersama teman-teman alumni Fakultas Kehutanan IPB angkatan 17, ujarnya, Tjipta bersama rombongan berwisata ke sejumlah obyek wisata di kota Semarang. Kehadiran komunitas alumninya di ibukota provinsi Jawa Tengah ini berdampak ekonomi yang positif.

“Kesan saya,  Kota Semarang semakin bersih dan rapi. Saya salut dengan Bapak Walikota beserta jajarannya yang kreatif membangun kota Semarang,  sehingga terasa asri dan enak dinikmati. 

Di masa yang sulit seperti sekarang ini karena orang takut jalan jauh akibat “ancaman” Covid-19,  memang lebih baik nikmati berwisata di rumah sendiri alias di tanah air sendiri, menjadi wisnus atau kerap di sebut wisatawan domestik yang lebih hemat tetapi tetap menyenangkan. Salah-satunya berwisata di Kota Semarang ini.  

Tjipta Purwita mengaku sangat menikmati keindahan Kota Tua Semarang yang tak kalah dari kota tua Jakarta,  Bandung bahkan Surabaya. Saat berwisata, dia dan komunitasnya tidak lagi hanya berkutat dengan persoalan banjir,  tetapi banyak sudut-sudut asri dari sebuah kota yang enak untuk dinikmati dengan energi yang tak boros. 

“Ayo kita jalan-jalan berwisata di negeri sendiri.  Kalau perputaran ekonomi domestik tetap jalan, tak usah takut dengan ancaman resesi ekonomi karena fundamen ekonomi domestik kita kuat,” ungkapnya.

Masalahnya,  mampukah kita menolong diri kita sendiri dengan memperkuat ekonomi domestik melalui aktivitas wisata, menikmati wisata kuliner,  mengkonsumsi produk sendiri, dan masih banyak aktivitas lain yang menggunakan produk buatan anak bangsa sendiri ?

” Jawabannya pasti mampu, Insya Allah. Jadi beragam komunitas alumni, komunitas profesi, komunitas asosiasi rencanakan perjalanan wisata dalam waktu dekat untuk menyelamatkan perekonomian bangsa ini,” kata Tjipta Purwita.

Semarang sendiri memiliki berbagai jenis objek wisata yang wajib di explore jika sedang berlibur atau sedang berada di Semarang. Wisata itu antara lain berupa air terjun atau curug, danau atau waduk, situs peninggalan sejarah atau museum, spot- spot tempat hunting foto kekinian yang sangat instagramable, hingga wisata kuliner yang sangat memanjakan lidah.

Berwisata ke Semarang bukan lagi hanya menikmati kota lama, Lawang Sewu, Klenteng Sam Po Kong, Mesjid Agung Semarang saja.  Untuk obyek wisata semua umur terutama warga senior bisa ke Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah.

Tempat ini berawal dari Pekan Raya Semarang (PRS) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang pada tahun 1970. Lokasinya di Tegal Wareng di mana sekarang menyajikan hiburan  masyarakat melihat taman mini Jawa Tengah, sekaligus menjadi ajang pameran produk-produk pembangunan daerah maupun swasta.

Di PPRP beragam komunitas di ibukota provinsi itu maupun kota-kota lain disekitarnya bisa menyelenggarakan event dan acara temu kangen lainnya karena tersedia beragam fasikitas gedung, spot-spot menarik seperti Grand Maerakaca yang dikelilingi oleh perairan danau buatan “Miniatur Laut Jawa” yang ditanami tanaman mangrove dan tersusun rapi dan indah bisa jadi spot foto favorit.

Bisa juga hadir Malam Minggon Maerakaca (M2M) merupakan sarana baru untuk warga Semarang menghabiskan waktu malam minggunya. Keindahannya terutama menjelang pergantian malam sudah tersohor dan banyak di posting di berbagai media sosial sehingga Tjipta mengajak seluruh masyarakat galakkan kegiatan wisata.

 

Di Bali Belum Ada yang Positip COVID-19

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: SAMPAI saat ini (3 Maret 2020), belum ada yang positif terjangkit COVID-19,  dari 25 orang dalam pengawasan semuanya terbukti negative. Ada 2 WN Jepang (salah satunya sudah menunjukkan gejala kesembuhan),  masih harus menunggu hasil lab. Demikian dipaparkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), saat memimpin rapat koordinasi kesiap-siagaan menghadapi virus Corona di ruang rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/3).

Pemrov Bali, juga menyiapkan skenario untuk mem-blok satu rumah sakit bilamana terjadi kejadian luar biasa kasus COVID_19.  RS Universitas Udayana di Jimbaran, siap dengan kapasitas 100 pasien, lalu ada RS Bali Mandara berkapasitas 200 pasien. Rumah sakit  di masing-masing kabupaten pun sudah memiliki  fasilitas untuk isolasi pasien, lanjutnya.

Tempat tidur diruang isolasi yang disiapkan sampai saat ini, di RS Sanglah ada 18  tempat tidur (dengan 4 tempat tidur isolasi dilengkapi ruang bertekanan negatif standar WHO), di RS Sanjiwani Gianyar ada 3 ruang isolasi plus  9 tempat tidur dan RSUD Tabanan ada 7 tempat tidur (2 ruang isolasi).

Menurut Kadis Kesehatan  dr I Ketut Suarjaya pasien dalam pengawasan (menunjukkan gejala, namun masih menunggu hasil lab,— red) di RS Sanglah ada 2 orang, di RS Tabanan 1 orang, di RS Mangusada ada 1, di RS Sanjiwani Gianyar ada 3 orang. Orang dalam pemantauan,  jumlahnya 13 orang dominan karena  sempat bepergian ke luar negeri namun tidak menunjukkan gejala seperti dimaksud.  Jumlah kasus keseluruhan s/d tanggal 3 Maret 2020, pasien dalam pengawasan : 29 orang, 22 orang hasil lab nya negative, 7 orang menunggu hasil laboratorium.

Jumlah kasus dalam pengawasan hari ini (3 Maret 2020) di  RSUP Sanglah  3 orang ( bayi 11 bulan warga jepang, seorang perempuan Indonesia seorang laki- laki  dewasa  warga Jepang. Di RSUD Sanjiwani Gianyar tercatat seorang perempuan warga rusia usia 34 tahun, seorang perempuan dan laki- laki  warga Denmark. Di RSUD Wangaya tercatat seorang pasien laki- laki warga negara Indonesia.

“Kita tetap atensi resiko-resiko, terutama jika ada notifikasi dari negara-negara sahabat terkait warganya yang berkunjung ke Bali”, jelas dr I Ketut Suarjaya .

Demikian pula dengan kebersihan dan mekanisme alur penumbang di Bandara untuk mengantisipasi orang yang masuk ke Bali, juga sudah dilakukan dengan SOP benar dan maksimal, jadi tidak perlu kekhawatiran berlebih.  Persiapan di Bandara Ngurah Rai : terpasang 3 thermo scanner, di Pelabuhan Benoa 1 thermo scanner, imbuhnya.

There is Light at the End of the Tunnel

this formate

DALAM ke simpang siuran informasi wabah COVID-19, — jika diikuti “beritanya”,– dunia semakin tidak masuk akal. Kemudian kita diarahkan oleh segala macam media elektronik  ke beragam cara dan tempat untuk menghindarinya. Dalam hitungan detik!

Permasalahannya,  ini adalah jerat hoax yang tersebar, tanpa henti dan begitu intens. Kemudian masuk merasuk mencekik ke dalam kesadaran kita yang walhasil merengkuh rasa ketakutan dan kehilangan.

Ketidak-pastian ini memenjarakan kita dalam kecemasan. Tetapi,  kita bisa membebaskan diri dari segala ke-putus-asa- an yang disebabkan oleh sumber yang tidak jelas itu. Dengan menjaga stamina kesehatan diri sendiri, afirmasi positif, percaya diri, juga menebar kasih terhadap sesama dan makhluk hidup lainnya.

Wabah COVID-19 ini bukanlah akhir segalanya.

Saya sendiri percaya ini adalah awal dari semua harapan baru. Mari kita lalui saja. Sepertinya jalannya berliku-liku banyak tikungan, melalui tanjakan dan turunan.

Tulisan saya kali ini akan sedikit lebih panjang, karena dipembukaan,  saya sudah sedikit filosofis. Kemudian saya akan masuk ke ide menjalankan bisnis selama wabah COVID-19 ini masih berlangsung dan sampai tuntasnya. Kita semua belum tahu batas waktunya.

Saya masuk pada bahasan tentang shifting dan transforming, pergeseran dan perubahan dalam perilaku bisnis yang berhubungan dengan customer service.

Sistem pembayaran elektronik dalam tiga tahun terakhir ini telah memberi kita cara baru untuk membayar. Belum sampai pada tahap keharusan menggantikan pembayaran tunai. Seiring waktu, dalam menghadapi wabah covid-19 kali ini, transaksi menggunakan sistem pembayaran elektronik virtual yang sudah masuk keseharian kita menggunakan Ovo, Gopay, Sakuku, Linkaja bisa menjadi kebiasaan yang mengurangi kepercayaan publik terhadap penggunaan uang fisik yang dicetak menggunakan kertas dan logam.

Mengapa?

Karena salah satu antisipasi tertular virus adalah tidak memegang permukaan-permukaan yang dicurigai sebagai media tempat bersemayamnya sang virus.

Satu acungan jempol terhadap pemerintah Cina PRC untuk aksi mereka yang cepat dan akurat dalam menghadapi wabah ini. Salah satunya adalah sikap terhadap peredaran uang tradisional. Bank Sentral China mengumumkan akan menghancurkan uang kertas yang terinfeksi virus Corona sebagai tindakan pencegahan meluasnya wabah COVID-19.

Kemudian apa yang dilakukan pemerintah Indonesia?

Tanpa sosialisi yang masif, Bank Indonesia telah meluncurkan sistem pembayaran menggunakan QRIS bersamaan dengan ulang-tahunnya yang ke 74 pada bulan Agustus 2019. Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS ini adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code yang kalian lakukan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Jadi sekali lagi ini sistem pembayaran dengan cara elektronik menggunakan handphone pribadi. Menjadi salah satu solusi bagi pemerintah Indonesia untuk membatasi peredaran uang fisik di area yang terinfeksi wabah COVID-19 atau pun virus-virus lainnya.

Kaitannya dengan industri hospitality?

Industri ini merujuk pada hubungan manusia dengan manusia, satu paket utuh, termasuk ke perilaku dan emosinya. Pada aktivitas/kegiatan layanannya banyak menggunakan media kertas untuk mencatat, mau pun cetakan sebagai bahan informasi dengan target akurasi dalam hal pelayanan dan kenyamanan.

Apakah barang-barang cetakan dengan sampul yang mewah dan mahal seperti compendium (Daftar Informasi)  yang diletakkan di dalam kamar hotel dan Buku Menu di Restoran, Spa, dan semacamnya harus dihilangkan?

Material cetakan ini dibuat untuk disentuh, dibuka dan dibaca oleh customer. Ada nilai marketing teknik promosi dan up-sell nya

Sudah Waktunya

Sekitar tujuh (7) tahun lalu, terakhir kali saya menghadiri bursa pariwisata tahunan – ITB Berlin di Jerman, beberapa produk digital desain khusus untuk industri hospitality , telah beredar dipasaran dan terbukti meningkatkan kepuasan tamu.  Semua produk itu tujuannya mirip walau nama dan teknologinya ber-beda-beda. Utamanya semua menuju guest loyalty dan customer service-guest engagement. Dalam ilmu digital tahapan nya sudah  funneling.

Saat ini telah beredar digital concierge berbagai merek di Indonesia. Produk anak negeri bersaing dengan produk luar negeri. Semua teknologinya masih mirip, pengembangan Artificial IntelligenceAI, mulai dari big data, machine learning, internet of thing dan seterusnya. Tinggal kalau menggunakan produk luar negeri wani piro?

Akhirnya, karakteristik traveler juga mengalami perubahan perilaku. Bisa kita analisa mulai smart phone beredar dipasaran bebas sekitar lima (5) tahun yang lalu. Industri hospitality pun dealing dengan tipe-tipe phubbing dan smartphone-zombie, mereka menyelesaikan semua pekerjaannya dan masalahnya secara digital. Kita sekarang masuk ke regenerasi. Traveler jaman now  didominasi oleh milenial, i-generation dan kemudian apha generation. Tiga kareakteristik yang pasti akan berbeda sesuai generasi dan pola asuh orangtuanya. Tetapi, sudah bisa dipastikan mereka digital-freak yang akan meng-eksplorasi pengalaman perjalanannya bahkan sebagai solo traveler. Perlengkapan dokumentasi selain handphone dan tongsisnya, sekarang sudah di dukung pula drone yang mini bahkan generasi handphone yang sudah bisa menjadi drone pun ada.

Tak Bersentuhan

Dengan adanya beberapa rekomendasi untuk terhindar dari COVID-19 dan mungkin akan muncul virus generasi lainnya, saya pikir para pelaku industrihospitality harus bergeser sampai pada level transformasi melakukan team-work antara SDM – human capital dengan robot dalam hal layanan. Mari kita gunakan digital concierge untuk hotel, restaurant dan industri pendukung pariwisata lainnya.

Setelah mempelajari beberapa produk, rupanya ada satu produk anak negeri yang mampu bersaing dengan berbagai merek luar negeri dalam hal digital concierge.

Produk luar negeri yang sedang ada di pasaran adalah Portier, Oakey, KAI dan beberapa lagi. Sedangkan produk anak negeri yang bisa dengan cepat berinteraksi dan implementasinya di Indonesia adalah DEE-Fi untuk hotel. Spesifik untuk memenuhi digitalisi restoran adalah deeats yang sudah mampu melakukan closing transaksi tanpa customer menyentuh buku menu dan minta nota.

Semua menjadi serba personal dan individual dengan transaksi yang nyaman dan aman dari handphone pribadi dan nota pembelian langsung masuk ke inbox email. Keunggulannya lagi, DEE-Fi dan deeats ini bukan aplikasi, jadi customer cukup melakukan scan QR Code. Tidak perlu menuh-menuhi memori hape.

Saya teringat dengan satu sesi debat kandidat calon presiden, Sandiaga Uno yang sempat mengatakan “wis wayahe” = sudah waktunya. Jadi saya pikir ini juga momen yang tepat shifting dari omni-era dan tranformasi kedigital-era.

Marilah kita berubah, menyesuaikan tingkat layanan di industri hospitality dan melakukan team-work dengan robot tanpa mengurangi nilai humanismenya. Tetapi robot ini mempermudah dan mempercepat layanan sesuai tuntutan kesabaran customer.

Sudah siapkah kita melampaui masa susah karena imbah wabah virus Crona COVID-19 dan berubah dalam hal ini adaptasi diri sendiri sebagai pekerja industri hospitality untuk bertransformasi menjadi pekerja yang memberdayakan digital, robot sebagai rekan kerja? *Jeffrey Wibisono V.

Ibu dan Putrinya, Kasus Corona Pertama di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: DIDAMPINGI Menteri Kesehatan,  Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara,hari ini  Presiden Joko Widodo  mengumumkan temuan kasus infeksi virus corona pertama di Indonesia. Presiden menjelaskan bahwa virus Corona baru didapati menyerang seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun yang tinggal di wilayah Indonesia. Mereka tertular virus Corona dari wisatawan warga negara Jepang yang berdomosili di Malaysia.

“Tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona”, papar Presiden Jokowi.
Presiden mengingatkan bahwa sejak awal pemerintah sudah mempersiapkan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona dan mengantisipasi kemungkinan penularan virus tersebut. Berupa rumah sakit lebih dari 100 rumah sakit dengan ruang isolasi berstandar isolasi yang baik. Mempersiapkan  peralatan sesuai dengan standar internasional, pemerintah Indonesia juga memiliki persiapan untuk reagen yang cukup. Pemerintah juga menjaga ketat 135 pintu masuk ke wilayah Indonesia, baik pintu masuk yang ada di wilayah darat mau pun laut.

“Dalam praktiknya ini tidak mudah, karena ngecek dengan yang namanya apa thermal scanner itu kadang-kadang keakuratannya juga tidak bisa dijamin 100 persen,” katanya.
“Kita juga memiliki tim gabungan yang ini tidak pernah saya sampaikan, tim gabungan TNI/Polri dan sipil, dalam penanganan ini. Kita juga memiliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada,” lanjut Presiden.
Sementara ke dua orang penderita saat ini berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Soelianti Saroso, di ruang isolasi khusus yang tidak berhubungan dengan yang lain, jelas Menkes Terawan Agus Putranto.

Sampai berita ini diturunkan, tercatat secara global total masyarakat dunia yang terinveksi 89.074 orang, meninggal 3.048 orang, yang dinyatakan sembuh 45.110 orang.

Saatnya Mendulang Devisa dari Agrowisata Buah Manggis.

this formate

SUKABUMI,  bisniswisata.co.id : Buah manggis memang diyakini memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, dan yang pasti, mengandung banyak nutrisi serta serat yang bisa mencegah kenaikan berat badan.

Beragam manfaat buah manggis jika dengan rutin mengonsumsi buah ini a.l menurunkan berat badan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol kadar gula darah, meredakan radang sendi dan mencegah penyakit kanker.

Tak heran konsumsi manggis oleh masyarakat kini terus meningkat. Berbagai daerahpun mulai mengalokasikan lahan untuk mengembangkan agrowisata manggis.

Di Indonesia, daya tarik wisata sebagian besar masih berupa wisata bahari dan wisata budaya, sedangkan wisata berbasis perkebunan masih belum berkembang pesat karena kepemilikannya masih belum banyak.

Contoh agrowisata di Indonesia terdapat di Cinangneng, Tenjolaya, Bogor berupa pembudidayaan sayur dan buah, wisata kebun salak di Sleman, Yogyakarta, dan wisata perkebunan teh di Puncak, Bogor. Namun Sumatra Barat, Purwakarta dan Sukabumi  kini bertekad untuk menjadi sentra buah manggis dan ekspor ke mancanegara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta berencana mengembangkan potensi pariwisata baru di Purwakarta. Lahan perkebunan manggis di Kecamatan Kiarapedes yang akan dikembangkan menjadi destinasi pariwisata baru berkonsep agrowisata.

Selain menjadikan komoditas unggulan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) juga berencana mengembangkan perkebunan manggis (Garcinia Mangostana L) sebagai agrowisata.

Sedikitnya telah ada 186,5 hektare kebun manggis yang berada di empat kecamatan, di Kabupaten Solok. Sumatra Barat  yang akan menjadi tempat agrowisata, dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Tak kurang Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Kementrian Pertanian juga melakukan terobosan agar tanaman manggis dapat diperbanyak melalui biji atau sambungan. Kedua teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tanaman sambungan memiliki kelebihan antara lain lebih cepat berbuah, tanaman pendek, jarak tanam lebih rapat dan panen lebih mudah. Tanaman sambungan dapat berbuah satu sampai dua tahun setelah disambung.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami hadiri Festival Manggis di Kampung Nangela, Desa Hegarmanah Kec Cicantayan. ( Foto: Pemkab Sukabumi)

Salah satu daerah di Jawa Barat yang mengembangkan agrowisata manggis di Jawa Barat adalah Kampung Nangela, Desa Hegarmanah Kec Cicantayan, dimana Sabtu (29/02) lalu menyelenggarakan Festival Manggis dihadiri Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami.

Festival manggis ini juga diisi dengan pertunjukan pentas budaya Sunda yang ditampilkan, diantaranya Atraksi seni Egrang dari Kampung Budaya Cibiru Hegarmanah dilanjutkan penyerahan hadiah lomba mewarnai dan literasi TK, PAUD dan SD oleh Bupati Sukabumi.

Menurut Panitia pelaksana, semenjak Bupati menetapkan desa Hegarmanah dan Desa Cimanggis menjadi daerah agro wisata, buah manggis menjadi unggulan eksport ke Thailand dan China hal berpotensi menjadikan Kec. Cantayan menjadi sentra manggis unggulan.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Cicantayan, Sendi Apriandi menyampaikan ekspor manggis ke mancanegara akan membuka lapangan kerja dan hasilnya tentu akan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Buah manggis Cicantayan yang sudah bisa ekspor ke mancanegara menandakan bahwa kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, ” kata Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami.

Kedepan, ujarnya,  panen manggis ini bisa dikelola dengan baik, sehingga dampak positif agrowisata manggis ini bisa dirasakan masyarakat. Bupati tak lupa memgingatkan pemilik kebun jangan lupa hasil panen manggisnya disisihkan zakatnya agar terus mendapatkan keberkahan.

Penyelenggaraan event  festival manggis agar bisa menarik minat wisatawan. Pengelolaan agrowisata dan sarana pendukung yang memadai akan menghasilkan devisa untuk daerah dan peningkatan penghasilan masyarakat, tambahnya

Diakhir sambutannya Bupati Sukabumi mengingatkan supaya kualitas buah manggis dijaga dan terus ditingkatkan sehingga melebihi standar mutu internasional, sehingga nilai ekspor akan meningkat.

 

Amazy Conference 2020, Kontribusi Franchaisee Dukung Pariwisata RI

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT MagFood Amazy Internasional kembali menggelar Amazy Conference 2020 dengan mengangkat tema Strategi Bisnis Untuk Menuju Amazy Yang Gemilang, kata Yanti Melianty Isa, CEO, hari ini.

“Acara ini adalah ajang pemberian penghargaan kepada para Franchisee Amazy yang memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dan kemajuan PT. MagFood Amazy Internasional. Selain juga sebagai ajang silahturahmi, seminar motivasi serta sarana dalam melaporkan hasil kerja tahun sebelumnya dan strategi bisnis tahun 2020,” ungkapnya.

Dalam pertemuan Franchaisee ini diawali dengan pembukaan, doa, serta sambutan  dari Staff Ahli bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Kemenko PMK Ir.Aris Darmansyah, M.Eng.

” Kami memaparkan pula laporan Kerja 2019, Strategi dan Rencana Kerja 2020, Peningkatan Program Marketing dan Sosial Media, Pengembangan dan perbaikan Menu, ”  jelasnya.

Kisah motivasi dari salah satu Franchisee serta konsultasi dan sharing moment antar outlet terutama outlet-outlet yang mempunyai prestasi dalam bidang penjualan juga ditampilkan agar dapat berbagi pengalaman dan kisah suksesnya. 

Pada moment kali ini juga ditampilkan demo masak untuk pengembangan menu-menu baru dan rangkaian menu kopi dengan berbagai metode yang dapat diaplikasikan di setiap outlet-outlet Amazy, dan pastinya yang paling dinanti adalah food testing dari menu-menu tersebut. 

Yang tak kalah menariknya pertemuan kali ini sangat spesial dan bermakna dengan aktraksi dan kunjungan ke World Robotic Explorer. Di negara maju teknologi robot mengalami perkembangan yang cukup pesat, hal itu lah yang mendorong hadirnya Rumah Robot pertama di Indonesia ini yang terletak di Lantai 2 Mall Season City Mall Tambora, Jakarta.

Keberadaannya menjadi kesatuan dengan Amazy Family Resto Season City Mall. World Robotic Explorer ini memiliki banyak ruangan yang sangat fungsional untuk menambah edukasi anak-anak Indonesia, karena di setiap ruang diisi dengan kegiatan yang berbeda-beda untuk anak agar mengetahui dan belajar tentang teknologi robotik dalam kemasan permainan yang menyenangkan.

Yanti Melianty Isa, Pendiri dan CEO PT MagFood Amazy Internasional

Yanti Melianty Isa sebagai pendiri dan CEO perusahaan ini yang berlatar belakang bidang Fast Moving Consumer Goods ( FMSG)  dari berbagai perusahaan multinasional ini lewat bisnis franchaisee memang tidak semata berorientasi bisnis.

” Kami rutin mengadakan pelatihan untuk masyarakat umum yang ingin berwirausaha di bidang kuliner. Setiap kali pelatihan biayanya hanya Rp 250 ribu/ orang,” jelasnya.

Mulai mendirikan PT MagFood Inovasi Pangan pada 2001 yang bergerak di bidang Food Seasoning dan Product Development. Perusahaannya melayani kebutuhan R&D industri makanan di Indonesia sebagai pusat pengembangan produk dan usaha bagi UKM .

Tahun 2003 dia mulai mengembangkan bisnis kemitraan dengan merek Magfood Red Crispy yang berkonsentrasi di outlet Chicken Crips untuk menunjang pengembangan pariwisata ditanah air dengan menyediakan kebutuhan kuliner masyarakat maupun wisatawan di berbagai daerah.

” Kami memiliki 270 outlet yang merupakan pionir usaha jaringan Fried Chicken di Indonesia. Kemudian untuk menaikan skala bisnis,  pada bulan Juni 2007 berganti merek menjadi MagFood Amazy sebagai sebuah strategi untuk menggarap segment yang lebih tinggi dengan konsep restoran,” kata Yanti.

MagFood Amazy adalah restoran keluarga dengan menu andalan berbagai menu anak-anak dan keluarga muda dengan bahan dasar ayam, dimana Amazy Chicken Crips yang terkenal dengan kerenyahannya serta daging ayamnya yang minim lemak.

Hal ini bisa terlihat dari dagingnya yang putih bersih karena melalui penentuan jenis ayam yang berumur 8-9 minggu untuk ayam tumbuh normal tanpa bantuan hormon pertumbuhan yang berbahaya, kemudian dilanjutkan dengan proses pembersihan lemak dan lendir yang menempel pada daging ayam sehingga dapat dihasilkan produk ayam dengan kualitas terbaik.

Selain itu menggunakan 20 jenis bumbu rempah diolah dari bahan alami tanpa pengawet yang diracik oleh tim R&D Magfood menjadikan Chicken Crips Amazy memiliki cita rasa khusus yang disukai banyak kalangan. 

Pengembangan bisnis Amazy pun terus dilakukan hingga saat ini dalam berbagai kreasi menu seperti Chicken Crispy Sambal Geprek, Red Chili Chicken, berbagai olahan ayam aneka saos yang spesial, aneka Nasi Goreng, berbagai kreasi Spaghetti dan lain sebagainya. 

Pada tahun ini Amazy akan melaunching Amazy Coffee Corner untuk para penikmat kopi. Beberapa varian product yang akan di launcing adalah Es Kopi Susu Single, Es Kopi Susu Double, Es Kopi Coklat, Es Americano. Akan dikemas dalam paket usaha Commercial Type,  Milenial Type dan Idealist Type. 

Selain itu produk lainnya seperti minuman Espressobase, Cappucino Latte dll.  Untuk Pecinta Kopi Speciality Amazy juga akan menghadirkan berbagai macam kopi Khas Daerah Indonesia. 

Amazy Coffee Corner ini merupakan kesatuan dari Amazy Family Resto yang saat ini sedang bebenah diri dalam meningkatkan image dan kualitas produk maupun pelayanan. Produk kopi yang disajikan merupakan pendukung gaya hidup bagi keluarga muda dalam mengantar anak-anak bermain dan belajar di resto  Amazy.

Kini Outlet-outlet Amazy tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia. Selain diibukota Provinsi juga tersebar diibukota Kabupaten. Di Malaysia membuka 2 cabang baru antara lain Gombak dan Melaka dan akan menyusul kota-kota lainnya.

“Visinya 500 outlet di Indonesia dan 100 outlet di ASEAN tahun 2025,” kata Yanti 

 

COVID-19 makin Marak, Berlin Messe pun Batal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id,- “AKHIR nya cancel, kami terima pemberitahuan jam lima subuh ini (Sabtu, 29/02/2020),”  ungkap Ketua ASITA NTT, Abed Frans, menjawab bisniswisata.co.id menanggapi keputsan manajemen Berlin Messe untuk membatalkan penyelenggaraan Bursa Pariwisata Internasional (Internationale Tourismus Borse) di Berlin.

Dok.ist

ITB Berlin sedianya digelar pada 4-8 Maret 2010 mendatang, dengan alasan makin maraknya penyebaran virus Corona COVID-19, acara tersebut dibatalkan. Selain email dan WA yang dikirim ke exhibitor, di halaman face book ITB Berlin terpampang pemberitahuan:

The ITB Berlin team deeply regrets the circumstances.

Due to the rapid spread of the new coronavirus (COVID-19) the Federal Ministry of Health and the Federal Ministry of Economics of Germany have stated their opinion that ITB Berlin be cancelled. Messe Berlin had for weeks made it known that a decision on holding or cancelling large-scale events would only be taken based on the recommendations or instructions of the relevant specialist authorities. Only they possess the necessary information and specialist knowledge in order to draw the right conclusions.

We would like to thank all visitors, exhibitors and partners around the world who have supported us in the past days and weeks. We look forward to welcoming you next year at the World’s Leading Travel Trade Show®, 10 to 14 March 2021. Your ITB Berlin team.

 Keputusan menunda penyelenggaran even di German pada bulan Maret, memperpanjang pembatalan,penundaan penyelenggaraan even- even besar di Eropa. Pada 25 Februari, manajemen Light + Building Frankfurt — pameran dagang internasional – juga menunda penyelenggaraan pamerannya, pameran yang diharapkan  menarik 220.000 pengunjung perdagangan dan 2.700 peserta dari 55 negara sedianya diselenggakan pada 8-13 Maret di Frankfurt, Jerman, ditunda hingga  September mendatang.

Light + Building adalah acara industri internasional nomor satu, jika dilihat dari angka- angka kunjungan,kpersertaan pamerannya. Pada tahun 2018 dengan lebih dari 220.000 pengunjung perdagangan, lebih dari 2.700 peserta pameran dari 55 negara, dan profil internasional yang jauh lebih besar.

Sementara penyelenggaraan ITB Berlin yang memasuki 54 tahun penyelenggaraannya diharapkan mampu menarik 100.000 pengunjung melibatkan 10.000 perusahaan, organisasi perjalanan wisata dari 180 negara, dalam penyelenggaran 3-8 Maret.

Mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan

Menanggapi pembatalan penyelenggaraan ITB Berlin, sejumlah pelaku bisnis wisata di Bali mengaku iklas, pasrah, post mayure.

 “Segera membatalkan tiket perjalanan dan bookingan hotel dengan segala konsekuensinya,” ungkap Fredy Rompas, Manajer Pacto Bali.

Sementara Manajer DMC NTT, Oyan Kristian yang sedang melalukan rangkaian sale mission kawasan Eropa – berakhir di Berlin–, mengatakan keputusan pembatalan sudah dalam perhitungan.

“Melihat perkembangan selama perjalanan dan saya putuskan dari Budapest tetap transit di German dan langsung kembali ke Indonesia. Seharusnya baru bias kembali 12 Maret dirubah ke tanggal 5 atau 6 Maret. Utamakan keselamatan dan kesehatan,” jelasnya.

Dari pihak Kemenparekraf diperoleh informasi bahwa Kemenparekraft menarik kembali delegasi Indonesia peserta ITB- Berlin. Delegasi diberangkatkan dalam dua tahap,  tahap pertama pada Jumat (28/2) dan Minggu (1/3). “Mereka baru sampai Istanbul, Turki,” kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Agustini Rahayu, di Jakarta, Sabtu.

Manajemen ITB- Berlin pada awalnya menegaskan akan tetap menggelar acara tersebut dengan menerapkan aturan masuk yang ketat dari awal kedatangan peserta dan pengunjung bahkan sejak kedatangan di bandara. Sejumlah persyaratan ketat dari negara-negara dengan tingkat infeksi Corona tinggi di kalangan penduduknya juga telah ditetapkan dilarang ikut serta.

Namun kemudian pada Jumat (28/2) malam keputusan pembatalan diambil. Kementerian Kesehatan Federal dan Kementerian Ekonomi Federal Jerman secara resmi telah menyatakan pendapat mereka bahwa ITB Berlin dibatalkan. Jumat malam sekitar pukul 18.27 waktu setempat, otoritas kesehatan yang bertanggung jawab dari distrik Charlottenburg-Wilmersdorf di Berlin memberlakukan batasan yang lebih ketat untuk mengadakan acara tersebut.

Di antara persyaratannya, otoritas menetapkan bahwa setiap peserta perlu membuktikan kepada Messe Berlin bahwa mereka tidak berasal dari daerah risiko yang ditentukan atau belum pernah melakukan kontak dengan seseorang atau orang-orang dari daerah risiko. Namun Messe Berlin tidak mungkin memenuhi persyaratan ini secara keseluruhan.

“Kami mengambil tanggung jawab untuk kesehatan dan keselamatan pengunjung, peserta pameran dan karyawan kami dengan sangat serius. Dengan hati yang berat kita sekarang harus berdamai dengan pembatalan ITB Berlin 2020,” kata Christian Göke, CEO Messe Berlin GmbH.  Ketua Dewan Pengawas Messe Berlin Wolf-Dieter Wolf mengatakan bahwa tidak pernah dalam 54 tahun sejarah acara ITB Berlin dan Messe Berlin mengalami situasi sesulit saat ini.

Kenalkan, Nama Saya “Surili”

this formate

GUNUNG Gede Pangrango, bisniswisata.co.id: “SURILI Jawa (Presbytis comata) spesies saya,  primata endemik penghuni hutan hujan tropis di sebagian Pulau Jawa bagian barat. Saya  termasuk jenis dilindungi dan IUCN memasukannya ke dalam kategori spesies terancam (En)”, mungkin itu yang ingin dikatakan mahluk ciptaan Tuhan ini, ketika mata kamera mengarah padanya.

Menengok sejenak dengan sorot mata tajam yang ramah, kemudian berpaling dan mengilang di kerimbunan pohon. Anda mengenalnya? Khususnya milineal yang menyandang gelar pecinta alam, petualang rimba?

Primata penghuni pohon (arboreal) yang menyukai hutan primer ini, dapat dijumpai di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, seperti di blok Cirembes-Barubolang, Resort PTN Cisarua, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Hanya sayang di areal ini masih ditemukan beberapa masalah yang mengganggu kehidupan javan leaf monkey ini, salah satunya aktifitas illegal “motocross”.

Aktifitas penghobi motocross ini, selain menganggu areal kawasan dengan lintasan- lintasan yang dibuat,  mengakibatkan rusaknya kontruksi tanah. Kondisi  yang dapat berakibat pada penurunan fungsi tanah (pemadatan dan erosi) dalam tatanan ekosistem hutan hujan tropis. Biasanya, ketika jalur yang sering dilalui sudah rusak (sangat sulit dilintasi), seringkali pemotor membuat jalur baru, dan terus berulang seperti itu.

Gangguan paling berat yang dirasakan habitan khewan hutan termasuk Surili adalah polusi suara dari “ raungan” knalpot motor tril itu.

Papan larangan (dok. BBTNGGP)

Tentunya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) tidak tinggal diam. Upaya patroli dan penghadangan terus ditingkatkan, demikian pula sosialisasi penyadartahuan dan penyadarpedulian konservasi terus diintensifkam, di tempat-tempat tertentu, terutama di pintu masuk kawasan hutan dipasang papan informasi dan pintu portal. Kegiatan patroli kawasan juga didukung oleh TNI dan POLRI sebagai bentuk sinergitas BBTNGGP dengan TNI dan POLRI.

Mari kita lindungi hidupan liar dengan tidak mengganggu habitatnya. Hentikan aktivitas motorcross di kawasan konservasi sekarang juga! Surili Jawa membutuhkan habitat yang tidak terganggu untuk dapat berkembang biak. * Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango

Asita Sayangkan Arab Saudi Tidak Berkordinasi dengan RI Soal Penghentian Sementara Jemaah Umroh Indonesia

this formate

Keluarga Indonesia melaksanakan ibadah umroh mulai dari nenek, anak, menantu hingga cucu. Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara izin umroh jemaah Indobesia dan beberapa negara lainnya terkait penyebaran virus Corona yang telah merambah enam benua. ( Foto: Dok pribadi keluarga Rusadi Nurima).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Umum ASITA, Dr. N. Rusmiati, M.Si bisa memahami kebijakan Pemerintah Arab Saudi menunda izin kedatangan jemaah umroh termasuk Indonesia meskipun menyayangkan sikap negara itu pada negara yang belum ada data korban virus ini.

” Sangat disayangkan jemaah umroh asal Indonesia termasuk yang dibekukan sementara izin masuknya karena kasus menyebarnya virus Corona Covid-19. Padahal belum ada data korban terjangkit di negara kita yang mayoritas penduduknya Muslim, ini keputusan yang kurang baik. Apalagi tanpa koordinasi dengan pemerintah Indonesia,” kata Rusmiati.

Maksud Rusmiati, masyarakat Indonesia di tanah airnya sendiri tidak ada kasus terjangkiti virus Corona, meski dari Jepang diberitakan 9 orang WNI yang bekerja di kapal pesiar positif terkena wabah penyakit ini.

Apalagi dalam hal virus ini di kawasan Pasifik Barat kasus terbanyak terjadi di Korea Selatan (1.261) dengan 284 kasus baru, Jepang (164) dengan tujuh kasus baru, Singapura (91) bertambah satu, Australia (23) bertambah satu, Malaysia (22), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1). Untuk wilayah Asia Tenggara yaitu Thailand (40) bertambah tiga, India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1).

Arab Saudi, tempat kota suci Makkah dan Madinah berada, menjadi tujuan Muslim dari berbagai belahan dunia yang hendak menunaikan ibadah haji dan umrah.

Sehubungan dengan keputusan kerajaaan saudi yang menghentikan sementara pelaksanaaan umroh sejumlah negara di dunia karena virus  Corona maka pihaknya menghimbau anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata ( Asita) yang dipimpinnya untuk sabar dan menunggu berita resmi dari kedutaan besar saudi di Jakarta.

 ” Tapi menurut saya Pemerintah RI harusnya tetap mempertanyakan hal ini dan  mengeluarkan travel warning bagi masyarakat Indonesia untuk bepergian ke Arab Saudi,” kata Rusmiati yang juga pemilik travel  Patih Indo Travel.

Sejaki bulan September 2017, mitranya dari Arab Saudi, M.Saleh Afzal, Presdir PT.Badir Matahari International ( BMI) Travel bekerjasama dengan PT.Patih Indo Permai memasarkan Paket Umroh Amanah. 

Hubungan yang sudah terjalin antara Pemerintah Indonesia-Saudia Arabia, maupun antara pelaku bisnis seperti mitranya dengan PT BMI hendaknya akan memperpecat pencabutan larangan pelaksanaan ibadah umroh dari Indonesia, tambah Rusmiati.

” Saat ini saya hanya bisa terus berdoa semoga hal ini tidak berlangsung lama karena akan berdampak berhentinya kegiatan transaksi dalam umroh semua wholesaler dan operator umroh,”

Pihaknya juga berharap asosiasi penyelenggara umroh dan calon jemaah umroh  menyadari bahwa kasus ini merupakan force majeur, wabah penyakit yang mengglobal karena itu adanya peristiwa ini semoga umat Muslim makin bertawakal kepada Allah SWT.

Menurut Rusmiati, banyak dari anggota Asita yang juga penyelenggara perjalanan umroh dan haji. Oleh karena itu harus segera melakukan penundaaan booking untuk segala hal yang berkaitan dengan umroh.

“Saya sebagai Ketua Umum ASITA yang memliki 7.000 anggota, telah berkoordinasi dengan pihak penerbangan, agar tiket yang sudah di issued tidak terkena biaya pembatalan (fee cancelation ) atau dikembakikan secara utuh (full refund ).

DPP ASITA siap untuk membantu memperjuangkan Refund maupun rescehdule tiket penerbangan anggota ASITA penyelenggara Umroh. Untuk memudahkan pengurusan ke maskapai maka disiapkan dokumen yaitu Surat Permohonan bantuan yg ditujukan ke DPP ASITA, Rekapan data tiket penumpang yg berisi nama, flight number, kode booking dan tujuan, tambahnya.

 

Liburan ke Eropa, Kunjungi BRI Europe Travel Fair 

this formate

Handayani -director of consumer business bank bri
( ke empat dari kanan) di dampingi Mahmut erol kilic, Dubes Turki,  Fatih Guldas , General Manager Turkish Airlines dan mitra lainnya.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berkerja sama dengan Turkish Airlines menyelenggarakan BRI Europe Travel Fair. Acara yang akan berlangsung dari tanggal 27 Februari 1 Maret 2020 ini, dibuka langsung oleh Direktur Konsumer Bank BRI Handayani dan General Manager Turkish Airlines Fatih Guldas pada hari Kamis di Atrium Senayan City, Jakarta, hari ini.

” Event ini menawarkan tiket penerbangan murah ke beberapa kota di negara Eropa, seperti Istanbul, Roma, London dan masih banyak kota lainnya,” kata Handayani.

Dia mengungkapkan kerjasama ini dapat menarik minat para traveler yang memiliki rencana untuk melakukan travelling dengan harga murah. “Melalui BRI Europe Travel Fair, kami ingin memberikan penawaran terbaik untuk para nasabah dengan pilihan tiket, destinasi dan harga yang istimewa,” tambahnya.

Setiap traveler yang berangkat dari Bali dan Jakarta menuju beberapa kota di Eropa seperti Amsterdam, Roma, London, Paris, dan beberapa kota lainnya, berkesempatan memperoleh penawaran menarik.

Sebagai contoh, penerbangan puiang pergi (PP) dari Jakarta Amsterdam bisa didapatkan dengan harga Rp 7 jutaan. Sedangkan, penerbangan pulang pergi (PP) dari Jakarta London bisa diperoleh dengan harga Rp 9 jutaan.

Bagi para nasabah pemegang Kartu Debit atau Kartu Kredit Bank BRI akan mendapatkan berbagai tawaran menarik dalam bertransaksi selama acara berlangsung, diantaranya cashback hingga Rp 2 juta berlaku untuk seluruh Kartu Debit BRI dan Kartu Kredit BRI

” Ada juga tawaran cicilan 0% hingga 12 bulan berlaku untuk se|uruh Kartu Kredit BRI, tiket gratis Turkish Airlines untuk 15 orang yang beruntung untuk pembuka rekening BritAma Valas di booth BRI.

Untuk masyarakat umum yang belum menjadi nasabah Bank BRI, juga diberikan kemudahan untuk mengajukan aplikasi Kartu Kredit dan membuka rekening tabungan Bank BRI selama acara berlangsung.

BRI Europe Travel Fair merupakan kiat dalam memanjakan pelanggan setia Bank BRI dan juga Turkish Airlines.  Acara ini dimeriahkan oleh penampilan dari RAN. Terdapat juga sesi bincang bincang santai mengenai traveling bersama Nikita Willy, Jonathan End, dan Tantra Tobing.