Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng tengah berkordinasi dengan jajarannya seandainya ada lonjakan kasus Covid-19 ( Foto: Jatengprov.go.id)
SEMARANG, bisniswisata.co.id: Tak ada rotan, akar pun jadi. Kekurangan rumah sakit dalam menangani wabah virus corona, hotel dan balai pendidikan latihan pun bisa beralih fungsi menjadi fasilitas kesehatan.
Balai diklat dan hotel dipilih sebagai ruang isolasi karena memiliki banyak kamar. Adalah Ganjar Pranowo, orang nomor satu Jawa Tengah yang memiliki ide itu dikutip dari situs jatengprov.go.id, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memanfaatkan aset milik dua lembaga negara itu sebagai ruang isolasi.
” Kami akan mempersiapkan balai diklat dan hotel milik Pemerintah Provinsi Jateng sebagai ruang isolasi darurat untuk pasien Covid-19.Bahkan sekarang saya sudah meminta BPBD untuk mendata, berapa jumlah tenda yang kita punya. Kami sudah mengantisipasi sampai sedetil itu sambil terus berusaha melakukan langkah-langkah preventif,” kata Ganjar, Gubernur Jateng.
Namun Gubernur Jawa Tengah tak berharap hal itu terjadi. Ia akan berupaya menekan persebaran Covid-19 seoptimal mungkin. Beberapa rumah sakit swasta telah dipersiapkan. Meski tidak memiliki ruang isolasi banyak, namun bantuan dari rumah sakit swasta itu diharapkan mampu menanggulangi wabah ini.
Sebagai antisipasi melonjaknya pasien positif Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan rumah sakit lini satu sebanyak 13. Rumah sakit lini dua sebanyak 45 dan lini tiga adalah sisanya. Beberapa rintisan rumah sakit di Solo dan Brebes juga akan disiapkan khusus untuk ini.
Ganjar menjelaskan tindakan preventif harus dilakukan agar tidak tertular dan lari ke rumah sakit. Itu pasti memberatkan dan rumah sakit tidak akan mampu. “Untuk itu saya perintahkan seluruh bupati/wali kota, camat, lurah hingga RT/RW gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga tetap tinggal di rumah,” tegasnya.
Dia juga memerintahkan jajarannya untuk menghitung dampak sosial akibat virus corona. Ini sesuai arahan presiden, yang memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan relokasi dan realokasi anggaran yang ada. Sejumlah anggaran yang tidak mendesak, harus diarahkan pada kepentingan penanganan corona.
Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan Rp100 miliar untuk kebutuhan di sektor kesehatan. Karena dinilai kecil Ganjar menyebut social safety net, sedang dipersiapkan dengan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penghitungan.
Insan wisata Jogjakarta tengah membersikan ukiran batu di obyek wisata Tebing Breksi ( foto: Visitjogja.com)
JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyebaran wabah Covid-19 seolah tak punya batasan dan terbukti semua diterabas. Tak memedulikan tempat, siapa dan waktu. Virus yang berawal dari wilayah Wuhan Provinsi Hubai Tiongkok sejak Januari 2020 ini telah menelan ribuan korban meninggal di ratusan negara di dunia.
Sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus berbahaya ini semua bidang, semua pihak, mau tidak mau, suka tidak suka harus mendukung negeri ini agar Covid-19 tidak meluas. Imbauan pemerintah agar jaga jarak (social distancing) pun harus dipatuhi masyarakat.
Masyarakat diimbau tidak berkerumun, tidak melakukan perjalanan yang bersentuhan dengan fasilitas publik. Berdiam di rumah sesuai anjuran yang dilakukan pemerintah hingga awal April 2020 mendatang.
Akibatnya banyak agenda besar kegiatan olahraga, seni bahkan ujian nasional pun ditiadakan. Semua itu harus dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat banyak.
Selain itu pelbagai pihak pun berinisiatif melakukan bersih lingkungan, di antaranya membersihkan sarana publik dengan disinfektan. Kesadaran bersih-bersih agar Covid-19 tidak meluas juga ditunjukkan pelaku wisata di Jogjakarta, destinasi wisata ke dua setelah Bali yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara atau domestik maupun mancanegara.
Beberapa waktu lalu Gerakan Masyarakat Pelaku dan Pengelola Wisata pun melakukan aksi ‘Reresik Wisata Jogja’. Gerakan ini dilaksanakan sebagai respons cepat atas perkembangan terbaru dan arahan Gubernur DIY agar bersih desa dilakukan di masing masing wilayah termasuk destinasi wisata.
Gerakan reresik wisata Jogja ini dilaksanakan selama 5 hari di beberapa destinasi wisata di wilayah DIY. Obyek-obyek wisata di antaranya Tebing Breksi, Penting Sari, Kampung Flory, Blue Lagoon, Taman Candi Kedulan, Kawasan Candi Banyunibo dan Tebing Banyunibo.
Destinasi atau obyek wisata lainnya yang dibersihkan adalah Pinussari, Seribu Batu, Lintang Sewu, Pinus Pengger, Becici, Pinus Asri, Telaga Jonge, Ngingrong, Nglanggeran, Nglinggo dan Dewa Wisata Segaji.
Para pelaku wisata melakukannya sebagai komitmen dan kemandirian para pelaku wisata untuk mewujudkan Sapta Pesona Wisata DIY dengan harapan bisa berimbas ke sektor yang lain, tak hanya wisata saja. Gerakan Reresik Wisata Jogja ini menyasar pada fasilitas yang sering tersentuh tangan dengan memaksimalkan disinfektan.
Selain itu destinasi wisata wajib menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang dilengkapi dengan tissue dan tempat sampah tertutup pada akses masuk obyek wisata. ‘Reresik Wisata Jogja’ melibatkan seluruh pelaku wisata di masing-masing obyek wisata agar fokus dalam rangka pembersihan lingkungan dan perbaikan sarana wisata.
Sugeng Handoko, penggerak ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran mengatakan sejak Senin 23 Maret 2020 mulai pukul 12.00 WIB tutup sementara sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Pengelola Desa Wisata Nglanggeran ini mengikuti himbauan pemerintah untuk mengurangi Dampak Covid-19 dengan mengurangi kontak fisik ( SocialDistancing) Kami pengelola Desa Wisata Nglanggeran memutuskan untuk menutup sementara semua aktivitas kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Nglanggeran.
Pihaknya pedulikpada masyarakat terutama wisarawan semua, seperti peduli kepada keluarga sendiri yang sangat bernilai. Oleh karena itu obyek wisata Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, Kampung Pitu dan kegiatan paket Desa Wisata melakukan penutupan sementara aktifitas wisata tersebut
Untuk tamu yang sudah melakukan pemesanan dan sudah mengatur jadwal agar dapat melakukan komunikasi dan menjadwalkan ulang kunjungan ke Desa Wisata Nglanggeran, tambah Sugeng.
William Satriaputra dan istri Emma Rodini di komplek Makam Imam Bukhari. ( foto: dok. pribadi)
William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian kedua.
Rasanya tidak lengkap kalau kita tidak mengunjungi alun alun kota Samarkand, tempat orang ramai berkumpul. Berbagai kegiatan dan acara diadakan di Registan Square seperti sesi foto pernikahan, sunatan, tari tarian tradisional, sholat Idul Fitri, Idul Adha dan lainnya.
Ada tiga madrasah yang dibangun disini adalah akademi bagi ulama Muslim sejak abad pertengahan. Madrasah Ulugh Beg, madrasah tertua, dibangun pada 1417-1420, kemudian Madrasah Sher Dor (1619-1636) dan yang termuda, Madrasah Tillya Kori (1646-1660).
Gerbang nan megah dengan jendela-jendela melengkung di tiga Madrasah ini menghadap ke alun-alun. Sudut-sudutnya diapit menara-menara tinggi dengan bentuk proporsional. Panel mosaik di atas lengkungan pintu masuk dihiasi dengan ornamen berbentuk geometris.
Halaman dalamnya berbentuk persegi terdiri dari sebuah masjid dan ruang-ruang kuliah yang dibatasi dengan kamar-kamar asrama tempat para murid tinggal. Awal mulanya, Madrasah Ulugh Beg adalah sebuah bangunan bertingkat dua dengan empat ruang kuliah di setiap sudutnya. Madrasah ini menjadi salah satu universitas Islam terbaik di abad XV.
Seperti kebanyakan pintu gerbang pada bangunan berarsitektur Islam, di setiap pintu gerbang Madrasah akan terlihat sebuah serambi bertingkat dua yang berada di bagian halaman dan terhubung dengan ruang-ruang kelas yang berjumlah 50 ruangan. Ruangan kelas ini berdekatan dengan bangunan masjid emas yang terdapat di dalam kompleks Madrasah Ulugh Beg.
Sebuah ruang berkubah menempati empat penjuru bangunan utama masjid yang dilapisi emas 37 kg, mengapit lorong masjid yang mengarah ke barat. Ruang kelas dan bangunan masjid ini dibatasi oleh ruang asrama, tempat tinggal para siswa.
Bagian dinding luar bangunan yang terdapat di kompleks Madrasah berhiaskan aneka ragam mosaik dan marmer. Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua, Madrasah Ulugh Beg telah melahirkan sejumlah ilmuwan Muslim hebat pada zamannya.
Salah satunya adalah Abdurakhman Djami, seorang penyair, ilmuwan, sekaligus filsuf terkemuka. Bahkan Emir Ulugh Beg, sang penggagas berdirinya madrasah ini pun pernah mengajar di sana.
God is my judge
Tuhan adalah penentu saya, inilah kalimat yang menjadi arti nama nabi Daniel yang makamnya terdapat di Samarkand. Nabi Daniel dihormati oleh agama Islam, Kristen dan Yahudi. Dalam agama Yahudi beliau termasuk 4 nabi besar yang bukunya masuk dalam perjanjian lama.
Nabi Daniel lahir di Yerusalem yang hidup pada tahun 620 SM hingga 538 SM dari keturunan nabi Daud dan nabi Sulaiman. Kisah kehidupannya tidak diceritakan dalam Al-Quran tetapi namanya dikenal saat penaklukan Iskandariyah pada masa Khalifah Umar bin Khatab.
Setelah Nabi Musa wafat, Nabi Daniel menyeru kebaikan kepada umatnya. Namun ia di dustakan oleh kaumnya sehingga ditangkap dan diadili oleh raja Nebukadnezar yang memberikannya pada singa- singa lapar.
Pertolongan Tuhan memang tidak pernah terlambat singa – singa buas tersebut menjadi jinak. Nabi Daniel hidup bersama mereka sampai seseorang bernama Armiya diutus untuk membebaskannya. Panjang makam sekitar 17 m karena bagian tubuhnya (lengan) yang dibawa Emir Timur dan dikuburkan di Samarkand setiap tahunnya tumbuh 1 cm.
Komplek makam Nabi Daniel yang kisah kehidupannya tidak diceritakan dalam Al-Quran tetapi namanya dikenal saat penaklukan Iskandariyah pada masa Khalifah Umar bin Khatab.
Kata-kata bijak Orang diciptakan untuk Agama bukan agama diciptakan untuk orang No man was created for religion, but religion for man adalahkata-kata yang disampaikan oleh Sayid Ahmad sayid jallaluddin atau juga dikenal dengan nama Mahdumi Azam.
Siapa Imam Mahdumi Azam? Beliau dilahirkan tahun 1461 di kota Kasan di lembah Fergana Uzbekhistan. Beliau keturunan Nabi Muhammad SAW dan Theolog dan pemimpin sufi terkenal Burkhanudin Kilich.
Informasi tentang ini bersumber dari “Djomeul-makomat”, “Ravoyihul-kuds”, “Tuhfatul-zoirin” Nasir ad-din ibn amir Muzaffar, “Tazkirai Azizon”, “Hidoyatnam”.
Waktu masih remaja Mahdumi Azam sekolah di madrasah terkenal di Tashkent dan menjadi murid Khoja Ahrar, seorang tokoh terkemuka di Asia Tengah dan pengikut Naqsabandi. Setelah sang guru meninggal beliau menjadi murid Maulan Muhammad Qazi tokoh Naqsabandi hingga akhirnya dia juga menjadi mentor Naqsabandi.
Mahdumi Azam tiba di Kashgar tahun 1533. Beliau penulis “Tazkerei Khodzhagan” beliau sangat dihormati dan mendapat lahan yang luas dari penguasa penguasa Kashgar dan meninggal di Samarkand tahun 1542.
Banyak orang terkenal termasuk penguasa saat itu yang menganggap Mahdumi Azam sebagai guru spiritual mereka. Termasuk keturunan Amir Timur seorang pujangga dan penguasa Zahiriddin Muhammad Babur.
Atas inisiatif pimpinan militer Janibek Sultan, beliau pindah ke lembah Mienkal – 12 km dari Samarkand di Dagbit (Distrik Akdarya) dan tinggal disini sampai meninggal tahun 1542. Wisarawan yang datang masih bisa menyaksikan rumahnya yang luas (lebih dari 20 ha) ditanami pohon dan tanaman yang hidup hingga saat ini.
Mahdumi Azam menulis lebih dari 30 buku dalam bahasa Persia-teknik dalam bidang filosofi, geologi dan hukum. Beberapa iantaranya terangkum dan diberi nama “Majmua ar-Rasoil.
Sang Pencerah
Salah satu tujuan kami ke Uzbekistan adalah ziarah ke makam Imam Bukhari yang letaknya sekitar 25 km dari kota Samarkand. Dia dijukuki Sang Pencerah dari Uzbekistan (Amirul Mukminin fil Hadits). Alhamdulillahdi pagi yang berkabut dan hujan rintik rintik rombongan kami tiba ditempat tujuan.
Nama Presiden Soekarno dari Indonesia begitu dikenal oleh para imam dan penjaga makam disini dan ini berkaitan dengan kisah ditemukannya makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.
Nampak keistimewaan diberikan kepada orang Indonesia yang ingin ziarah sehingga boleh masuk ke makam Imam Bukhari dibawah lantai. Termasuk kami, alhamdulillah diperbolehkan masuk untuk berdoa dan menyaksikan dari dekat makamnya dan bahkan menyentuhnya.
Komplek makam Imam Bukhari yang banyak dikunjungi wisatawan Indonesia
Peran Soekarno di balik penemuan makam Imam Bukhari di Uzbekistan yang merupakan negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai ketika paska Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955.
Pemerintah Soviet mengundang Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. Saat itu, Soekarno sadar sebagai Presiden Indonesia yang dianggap sebagai pemimpin negara-negara non blok harus bersikap netral terhadap blok timur maupun blok barat.
Pada sisi lain, Soekarno menyadari bahwa Indonesia butuh dukungan Soviet untuk melegitimasi eksistensi negara-negara non blok dan kesepakatan yang telah dicapai di Konfrensi Asia Afrika. Situasi itu disiasati dengan sangat cerdas oleh Soekarno.
Dia mau datang memenuhi undangan Pemerintah Soviet dengan meminta dicarikan atau ditemukan makam Imam Bukhari seorang perawi Nabi Muhammad SAW yang amat termasyhur itu karena Soekarno ingin menziarahinya.
Menjelang kedatangan Soekarno pada tahun 1956, kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar. Akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno.
Imam Bukhari lahir di kota Bukhara tanggal 21Juli 810 dan wafat di Samarkand tanggal 1 September 870. Dalam sebuah riwayat yang ditulis dalam kitab Karāmātul Auliyā, Syekh Hibatullah menceritakan bahwa Imam Bukhari saat kecil kedua matanya tidak dapat melihat karena buta.
Karena kejadian itu, ibu Imam Bukhari selalu menangis dan berdoa untuk kesehatan putranya. Inilah salah satu kelebihan ibu Imam Bukhari. Ketulusan doa seorang ibu itu memang tidak ada duanya dan dikabulkan Allah SWT
Selain Imam Bukhari, beberapa ulama yang lahir di Bukhara adalah Abdul Rahim bin Ahmad al-Bukhari dan Abu Hafs al-Bukhari. Imam Bukhari lahir dengan lingkungan yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.
Sejak kecil, Imam Bukhari sudah menunjukkan bakat-bakat kecerdasan. Ketajaman ingatan dan hafalannya melebihi anak-anak seusianya. Saat berusia 10 tahun, Imam Bukhari berguru kepada ad-Dakhili, seorang ulama ahli hadis.
Sang Imam tidak pernah absen belajar hadis dari gurunya itu. Setahun kemudian ia mulai menghafal hadis Nabi SAW. Saat itu ia sudah ditunjuk untuk mengoreksi beberapa kesalahan penghafalan matan maupun rawi dalam sebuah hadis yang diucapkan gurunya.
Pada usia 16 tahun ia sudah mengkhatamkan hafalan hadis-hadis di dalam kitab karangan Waki al-Jarrah dan Ibnu Mubarak. Imam Bukhari tak berhenti hanya belajar pada satu guru saja. Siapa pun jika dipandang memiliki kapasitas dalam sebuah hadis akan dijadikan guru meski orang tersebut adalah temannya sendiri.
Imam Bukhari disebut memiliki lebih dari seribu guru. Ia sendiri pernah berujar bahwa kitab fenomenalnya, Jami’as as-Sahih, dikumpulkan dari menemui lebih dari 1.080 guru pakar hadis.
Pengarang Fathur Bari, sebuah kitab yang mensyarah Sahih Bukhari, Ibnu Hajar al-Asqalani mengungkapkan, guru-guru Imam Bukhari bisa dibagi menjadi lima tingkatan. Mulai dari para tabiin hingga kawan-kawan seangkatan yang bersama-sama menimba ilmu hadis.
Dia juga dikenal sangat objektif dalam memberi penilaian terhadap para gurunya itu. Penilaian ini dimaksudkan untuk menentukan dapat diterima atau tidak sebuah hadis yang ia dapatkan.Imam Bukhari terkenal gigih dalam memburu sebuah hadis. Jika ia mendengar sebuah hadis, maka ia ingin mendapat keterangan tentang hadis itu secara lengkap.
Bukhari harus bertemu sendiri dengan orang yang meriwayatkan hadis tersebut. Dalam mengumpulkan hadis-hadis itu, Imam Bukhari melanglang buana mulai daerah Syam, Mesir, Aljazair, Basra, menetap di Makkah dan Madinah selama enam tahun, Kufah, dan Baghdad. Tak jarang beliau bolak-balik ke tempat tersebut karena mendapati keterangan baru atau hadis baru.
Perjalanan panjang itu akhirnya membuat sang Imam dapat mengumpulkan sedikitnya 600 ribu hadis. Dari angka tersebut, 300 ribu di antaranya dihafal. Hadis-hadis yang dihafal itu terdiri dari 200 ribu hadis tidak sahih dan 100 ribu hadis sahih.
Jumlah yang banyak itu tidak lantas dimasukkan semua dalam Sahih Bukhari. Dari 100 ribu hadis yang sahih, ia hanya mencantumkan 7.275 hadis dalam kitab tersebut. Jumlah ini diseleksi dengan metode yang sangat ketat. Karena itu, tak mengherankan jika para ulama menempatkan Sahih Bukhari sebagai kitab pertama dalam urutan kitab-kitab hadis yang muktabar. ( bersambung)
Kehadiran Crisis Centre salah satu bentuk pelayanan dan jaminan keamanan bagi wisman yang berkunjung ke Indonesia dan berada di zona bahaya wabah. ( Foto Kemenparekraf)
BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 menghadirkan ancaman besar bagi ekonomi global dan, khususnya, industri perjalanan dan pariwisata global dengan meningkatnya kerugian yang sudah mendekati US $ 100 miliar dan lebih dari 50 juta orang terancam kehilangan pekerjaan di dunia, kata Mario Hardy, CEO Pacific Asia Travel Association (PATA), kemarin.
Industri perjalanan dan pariwisata menghadapi krisis eksistensial dan perlu bertindak sekarang untuk mempertahankan dan melindungi sektor yang merupakan kontributor vital bagi mata pencaharian ekonomi jutaan orang. orang di seluruh dunia.
Pacific Asia Travel Association (PATA) sedang mendirikan crisis center untuk mengumpulkan data dan informasi yang dapat diandalkan untuk membantu semua pemangku kepentingan industri saat mereka menghadapi krisis saat ini.
“Kami saat ini meminta pemerintah, dan organisasi internasional dan nasional mengumpulkan informasi tentang paket bantuan yang tersedia untuk bisnis di negara masing-masing,” kata Mario Hardy.
Dia mengatakan bahwa PATA juga berencana untuk menambah data dan informasi lebih lanjut yang akan berguna bagi organisasi. ” Kami tidak dapat melakukan ini sendirian dan kami mendorong pemerintah, mitra, anggota dan, asosiasi dan organisasi internasional dan nasional untuk membantu kami dan mendukung inisiatif ini,” tambahnya.
Industri ini menghadapi salah satu ancaman terbesar yang belum pernah dilihatnya dan ini bukan waktu untuk persaingan antara individu dan organisasi, tetapi waktu untuk kerja sama yang terkoordinasi antara semua pemangku kepentingan industri.
“Kita perlu mengambil tindakan sekarang, dan hanya dengan bekerja bersama kita dapat berharap untuk membangun industri perjalanan dan pariwisata yang lebih tangguh, bertanggung jawab, berkelanjutan dan lebih kuat,” kata Hardy
Dia menambahkan bahwa kita semua harus terus melakukan bagian kita dan melindungi kesehatan keluarga kita, karyawan dan masyarakat. Selama masa-masa seperti ini, sangat penting untuk memiliki akses ke data dan informasi yang andal untuk menerapkan strategi pemulihan yang terukur dan seimbang.
Indonesia
Di Indonesia, tepatnya dari Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia yang pernah mengalami peristiwa tragis Bom Bali 1 pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005, keinginan membentuk crisis center juga diungkapkan IGM Dwikora Putra, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali.
“Pemerintah Provinsi Bali sesegera mungkin membentuk Crisis Center atau pusat informasi terpadu terkait dengan informasi seputar wabah virus corona yang tengah menjadi sorotan global,” ujarnya seperti di kutip dari Balitribune.co.id.
Kehadiran pusat informasi terpadu dimaksudkan agar informasi yang keluar masuk hanya melalui satu pintu. Jadi menurut hematnya, tidak semua orang bisa memberikan keterangan, tapi cukup satu pintu informasi.
Ia juga mengakui, simpang siurnya pemberitaan akan berdampak pada sektor pariwisata yang notabene penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali.
“Teman-teman pers harus menyadari bahwa kita hidup di Bali yang mengandalkan pariwisata, kalau Bali terpuruk lantas bagaimana kita. Jadi, baik pemerintah ataupun pers mesti memiliki sikap yang sama dalam menghadapi wabah virus corona,” sebutnya.
Dwikora dengan terus terang tidak menginginkan timbul persepsi dalam masyarakat, ternyata teror media lebih ganas dari corona itu sendiri akibat pemberitaan yang kurang tepat.
“Sebelum ada konfirmasi yang tepat dari pihak berwenang, jangan lantas memvonis seseorang positif corona. Mungkin saja yang bersangkutan memiliki gejala serupa dengan corona, tapi kan harus menunggu hasil lab terlebih dahulu,” ucapnya.
Dari Jakarta, Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyesalkan tidak ada upaya dari Kementrian Pariwisara dan Ekonomi Kreatif untuk menghidupkan crisis center pariwisata untuk terus up date dengan industri wisata global tentang berbagai langkah pemulihan.
” Ada tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali akan meletus pada September 2017, Kemenpar Arief Yahya ikut bersuara. Dia memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali,” kata pengamat pariwisara Hilda Ansariah Sabri.
Saat ini ketika pandemi global Covid-19 sudah demikian parah dan di Indonesia setiap hari kasusnya terus melonjak, Kemenparekraf tidak kunjung menghidupkan Crisis Center. Padahal hal ini penting untuk menginformasikan satu pintu kondisi kepariwisataan Indonesia terkait dampak pandemi ini pada dunia.
” Senin lalu dalam Press Statement Menteri Parekraf di tengah pandemi Covid-19, Whisnutama juga tidak menjawab pertanyaan pers sehingga anggota Forum wartawan Parekraf di instansinya kecewa,” kata Hilda yang juga Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat.
Anggota Forwaparekraf di era kabinet baru ini hanya dibanjiri siaran pers satu arah dari Humas Kemeparekraf sehingga pihaknya pesimistis pariwisata Indonesia bisa bangkit cepat setelah badai virus Corona ini berlalu di muka bumi ini.
” Badan-badan pariwisata dunia seperti PATA, UNWTO, WTTC optimistis sektor pariwisata bisa menjadi juru selamat industri travel & tourism menghadapi berbagai musibah, resesi ekonomi, perang dan lainnya. Namun harus ada manajemen krisis yang baik lewat crisis center,” kata Hilda.
Hal yang penting diperhatikan terkait keberadaan crisis center pariwisata ini, yaitu; sense of crisis, manajemen krisis, dan komunikasi krisis. Tidak cukup menyatakan pariwisata merupakan sektor yang paling efektif untuk mendongkrak devisa Indonesia, tegasnya.
Lady Rocker Renny Djajoesman memperkenalkan minuman Bir Pletok yang dijual di Warung’e Renny, di samping mpek-mpek dan tekwan andalannya.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: LadyRocker Renny Djajoesman, didapuk sobat-sobat lamanya dari Komunitas Seni Bulungan (KSB) untuk menyutradarai drama “Ayahku Pulang” (karya adaptasi Usmar Ismail) yang digelar oleh Teater Bulungan – kelompok pertama yang berkegiatan di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS).
Namun apa daya saat melatih, bahkan dua hari menjelang pementasan pada Sabtu 29 Februari 2020 lalu, nyaris semua pemain yang rata-rata berusia di atas ‘kepala lima’, mendadak mengalami gangguan pada tenggorokan.
Suara mereka mendadak pecah atau serak saat mengucap dialog, dan artikulasi dalam mengucap kata sering menjadi tidak jelas. Intinya: para pemain terserang radang tenggorokan.
Gawat, bagaimana mau naik panggung dengan suara berantakan seperti ini? Mereka harus ke dokter atau cari obat yang cespleng buat memulihkannya. Seorang teman usul para pemain minum Wedhang Jahe agar tenggorokan lancar kembali.
Saya ingat Emak, yang dulu biasa membuat Bir Pletok tiap kalo ada diantara kami, anak cucu-cucunya sakit batuk atau badan meriang.Di rumah, masing-masing teman sibuk menyiapkan jahe untuk bahan wedhang.
Sementara yang lain juga mengontak budayawan Yahya Andi Saputra dari Lembaga Kebudayaan Betawi, bertanya dimana bisa beli-antar Bir Pletok.
Tapi Renny bertindak cepat. Tak usah repot beli-beli. Bir Pletok sudah tersedia, siap diboyong ke tempat latihan,” posting Renny di WA-Group. Berkat Bir Pletok botolan dari Renny, semua pemain merasa tenggorokannya jadi lebih enak dan latihan pengucapan dialog kembali lancar.
Tak ada lagi yang bersuara serak. Puncaknya di hari pertunjukan. Mereka semua bermain prima dan baik, sesuai harapan. Alhamdulillah, Bir Pletok lumayan cespleng mengatasi radang tenggorokan yang mengganggu teman-teman kami.
Warisan Budaya Tak-Benda
Kata orang, tradisi lisan melahirkan perilaku hidup yang lantas menghasilkan warisan budaya, baik yang berbentuk benda nyata (tangible) ataupun berupa nilai-nilai atau tak-benda (intangible) atau yang popular dengan istilah Warisan Budaya Tak-Benda (WBTB).
Contoh WBTB yang hidup di tengah masyarakat adalah pengetahuan gastronomi atau seni masak-memasak, yang awam sering sering menyebutnya: kuliner.
Masyarakat budaya Betawi punya banyak kuliner khas, yang sebagian sudah diakui sebagai bagian dari WBTB Indonesia, bahkan jadi Ikon Kota Jakarta. Satu di antaranya adalah minuman sehat Bir Pletok, produk Renny Djajoesman untuk “mengobati dan memperbaiki” suara para pemain drama Ayahku Pulang yang disutradarainya, hingga bisa balik bermain prima.
Ternyata Bir Pletok adalah salah satu minuman andalan yang ditawarkan Warung’e Renny, usaha kuliner yang dibuat lady rocker itu di halaman rumahnya yang luas di kawasan Kavling Polri, Ragunan, Jakarta
Bir Pletok kini memang makin popular, Ia tak cuma disajikan di hajat nikah ataupun keramaian penganten sunat, tapi juga pada perayaan-perayaan resmi di Istana Negara. Pembuatnya pun kian banyak, dengan penyajian yang kian representative.
Kini ada produk yang sudah dibotolkan dengan label-lebel cantik, dikemas dalam kantong yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh saat hendak terbang balik ke rumah. Meski menyandang kata ‘bir’ tapi sana sekali tidak mengandung alkohol.
Minuman ini awalnya diracik lantaran dahulu banyak orang Betawi yang melihat kebiasaan bangsa Barat (orang Betawi menggeneralisasikannya sebagai orang Belanda) di Batavia, yang tiap pesta selalu mengonsumsi wine atau berjenis minuman beralkohol lain yang (lagi-lagi) orang Betawi cenderung menyamaratakannya dengan sebutan ‘bir’.
Konon, beberapa pemuka dalam masyarakat Betawi, ingin juga punya pesta atau hajatan yang juga menyajikan minuman berkelas seperti bir, tapi yang tidak mengandung alkohol, dan tidak memabukan, karena itu terlarang dalam Islam, agama yang dianut oleh umumnya orang Betawi.
Dari pemikiran itu lantas lahir sebutan Bir Pletok yang seutuhnya diracik dari rempah-rempah, minuman yang menghangatkan badan tapi tidak memabukkan. Kata ‘pletok’ sendiri diambil dari bunyi ‘pletok’ saat orang Belanda membuka tutup botol wine.
Penggabungan kata bir dan pletok lantas menjadi nama dari racikan minuman herbal berkhasiat obat tersebut. Antara lain untuk memperlancar peredaran darah, mengatasi nyeri lambung, memulihkan radang sendi mengobati migran, menghangatkan badan dan untuk obat radang tenggorokan yang bikin suara serak.
Minuman ini aman dikonsumsi anak-anak, penyajiannya sesuai selera. Banyak mengandung jahe (jenis aprosidiac food yang mampu meningkatkan stamina tubuh). Bir Pletok bisa menjadi minuman ( wedhang) hangat malam hari.
Tapi ketika budaya es batu mulai tiba di Jakarta, apalagi di zaman kulkas sekarang ini, Bir Pletok juga bisa disajikan sebagai minuman dingin yang segar di saat udara panas menyengat.
Rasanya terbilang unik ada manis, hangat dan sedikit pedas tapi aromanya semerbak wangi. Ini karena Bir Pletok dibuat dari berbagai bahan tumbuhan berkhasiat obat seperti: Jahe Emprit dan Jahe Merah, Sereh, Lada Hitam, Kapulaga, Pala, Cengkeh, Cabe Jawa, Kulit Kayu Manis, Pandanwangi, Daun Jeruk, Kunyit dan Temulawak. Sebagai pemanis, biasa digunakan Gula Aren dan Gula Batu.
Satu hal yang membedakannya dengan Wedhang Jahe, Bir Pletok dicampuri irisan Kayu Secang atau Sepang (Caesalpina sappan L.) hingga menghasilkan air godogan berwarna merah “Mirip bir atau ragam jenis minuman yang biasa diteguk orang Belanda tempo doeloe kalau pesta,” ungkap sejarawan JJ Rizal, sekali waktu.
Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa persentase etnik terbanyak di Depok adalah Betawi yaitu sebanyak hampir 37 persen. Sehingga budaya Betawi lebih kental dibanding Sunda, meski Depok berlokasi di Jawa Barat.
Jaman Belanda dulu, orang -orang Betawi memang banyak yang menyingkir ke kawasan Depok dan bekerja untuk tuan tanah Belanda di daerah itu. Keturunannya dikenal dengan sebutan Belanda Depok.
Kini di kawasan Jalan Pemuda, Depok Lama masih ada keturunan marga yang dulunya dibesarkan dengan tradisi Belanda tetap melestarikan kuliner termasuk Bir Pletok.
Alhasil, menu minuman Bir Pletok di Warung’e Renny, bukan hanya menyehatkan tapi juga melestarikan minuman khas Betawi itu yang sampai saat ini masih bisa ditemukan di kawasan Depok merupakan daerah penyangga Jakarta yang kini berkembang pesat.
BATUJAJAR, Kab. Bandung, bisniswisata.co.id: Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi mendirikan Museum Galeri Bahari (Mugaba) di tanah kelahirannya Kampung Banuraja, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, September tahun lalu.
Pria berdarah sunda ini berharap Mugaba menjadi destinasi edukasi bagi generasi muda untuk mengenal kemaritiman. Museum dengan arsitektur unik berbentuk kapal laut di tepian waduk Saguling ini juga menjadi wahana dirinya berbagi pengalaman selama berkarier menjadi TNI AL.
Membangun obyek wisata buatan ini selain memang kecintaannya pada dunia pariwisata juga karena banyaknya pernak-pernik memorabilia perjalanan hidup khususnya di AL yang dapat menjadi inspirasi bagi anak anak generasi penerus.
Apalagi memorabilia tidak selalu berbentuk benda fisik, tetapi segala sesuatu yang dapat kita tangkap melalui penglihatan atau pendengaran yang menjadikan benda itu layak menjadi jalan bagi sebuah kenangan
Sayang kalau tidak disiapkan dan dimanfaatkan untuk pendidikan bagi Gen Z , mereka yang lahir setelah abad milenium atau tahun 2001 hingga seterusnya yang lahir di abad digital.
Semula museum itu akan di bangun di Jakarta, tetapi konsepnya tidak nyambung karena Ade menginginkan bangunannya berbentuk kapal yang menghadapnya ke darat, bukan kelaut. Selain itu tujuan yang kedua untuk memberikan pengetahuan sejarah maritim dan kekayaan budaya sunda.
” Akhirnya di pilih dekat Citarum, kembali ke kampung halaman setelah usai dinas memimpin Angkatan Laut RI dan menjalani pensiun,” jelas Ade Supandi membuka percakapan.
Berdirilah kemudian museum dengan tiga dek kapal itu, berada di pinggir Sungai Citarum. Sekilas bagunan itu terlihat seperti kapal yang sedang “berlayar” dengan buritan berada di sungai sedangkan haluan menghadap ke jalan desa.
“Sesuai dengan misi pendidikan, museum juga saya lengkapi dengan perpustakaan, dengan sasaran untuk anak-anak SD SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi dengan kosentrasi perpustakaan pada Sejarah, Budaya, Teknologi, Manajemen, Kemaritiman dan Pertanian,” ungkap Ade Supandi.
Boleh jadi, Museum Galeri Bahari (Mugaba) mungkin menjadi satu-satunya di dunia, ada museum kapal di pegunungan. Di musem bahari tersebut, di dek (lantai dasar) pengunjung bisa menikmati lintasan perjalanan Bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim sejak jaman nenek moyang hingga jaman sekarang.
Ade Supandi, pendiri Mugaba dan pelestari budaya Sunda
Selain itu disajikan juga perjalanan awal Kerajaan Sunda serta berkembangnya kearifan lokal masyarakat Sunda. Tidak ketinggalan, lintasan perjalanan hidup Laksamana Ade Supandi mulai dari lahir hingga menjadi Laksamana dengan jabatan Kasal tersaji di dek satu yang dilengkapi miniatur kapal perang tempat Laksamana Ade pernah bertugas.
Di dek dua berupa perpustakaan, berisi buku-buku tentang kebaharian dan koleksi umum lainnya yang diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa, dan umum. Menurut Ade, perpustakaan itu dirancang mampu menampung 10.000 judul buku.
Sementara itu, museum juga dilengkapi dengan Simulator Kapal Perang di Dek tiga yang dibangun menyerupai anjungan kapal. Dengan simulator itu, pengunjung dapat menjadi “pelaut”, melayarkan kapal dari pangkalnya di Dermaga Ujung, Surabaya menuju Laut Jawa dengan beragam pilihan cuaca, badai dan ombak.
Sebagai obyek wisata baru yang beroperasi enam bulan terakhir ini, Ade Supandi mengaku ingin memberikan isnspirasi dan melengkapi bahwa dengan segala keterbatasan di masa lalu, Ade yang asli berasal dari desa Banuraja itu bisa meraih jabatan puncak di AL menjadi KSAL.
Keberadaan museum bahari di pegunungan diharapkan pada masa-masa mendatang akan kembali muncul anak-anak muda dari Tanah Pasundan menjadi perwira pelaut dan menjadi Kepala Staf TNI AL. Faktanya, sejauh ini baru dua orang putra Pasundan yang menjadi KSAL, yakni alm Laksamana Martadinata dan Laksamana Ade Supandi.
Ide museum ini saat dia banyak berkeliling ke luar negeri dan Laksamana disana membuat museum untuk edukasi generasi muda setelah mengakhiri pengabdiannya,ungkapnya.
Tentu saja dukungan keluarga, terutama pasangan hidupnya Endah Esti Hartanti Ningsih serta dua anak dan satu cucu dan menantu mendorongnya segera mewujudkan bangunan tiga lantai Museum Galery Bahari ( Mugaba).
” Mumpung masih segar jadi begitu pensiun langsung kuliah dan bikin museum daripada dibuatkan oleh anak-anak atau ahli waris lebih baik bikin sekarang dengan konsep yang digagas dari awal. Lagi pula dibangun di atas tanah tanah leluhur. Jadi tinggal memikirkan biaya bangunannya saja,” jelas Ade Supandi.
Saling mendukung, itulah yang dilakukan oleh pasangan Ade-Endah ini sehingga saat peresmian Mugaba Ade memilih tanggal kelahiran istri tercinta 1 September 2019 yang hari itu tepat berusia 51 tahun.
Endah Esti Hartanti Ningsih adalah anak pertama dari (alm) H Suharto, yang merupakan prajurit Kopassus dan Hj Sri Sunarsih. Setelah pensiun Ade memang berupaya banyak melewatkan waktu dengan kekuarga dan dua anak serta satu cucu.
Sekarang dia sering wisata silaturahim menengok orang tua atau sambangin keluarga, sekalin jalan jalan ke Bandung menengok orang tua. Lain waktu ke Solo menengok keluarga isteri dan wisata kuliner.
“Istri biasanya berwisata bersama suaminya, kecuali ibu punya acara dengan komunitas alumni sekolahnya atau organsiasi. Tahun lalu misanya kami berdua ke Medan untuk kulineran, bulan lalu ke Bandung untuk eksplor tempat-tempat yang menjadi sentra kerajinan rakyat,”
Kedua anaknya juga suka berwisata dan kini menetap di Surabaya. Si sulung, anak putri yang sudah menikah telah memberikannya seorang cucu laki-laki. Sementara anak bontot atau anak kedua yang suka dengan wisata sejarah juga , berkarier di angkatan laut tepatnya di kapal perang KRI Fatahillah.
” Dulu saat masih kecil,paling wisata ke kebun binatang atau tempat populer. Tapi setelah berdinas malah jarang wisata dengan keluarga. Tapi dinasnya sudah seperti berwisata. Jika lagi penugasan operasi AL di wilayah timur, mampir ke sorong dan Raja Ampat. Lain waktu ke Nias, turun dari kapal dan wisata ke perkampungan adat ” kara Ade Supandi mengenang.
Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) TNI angkatan ke-28 tahun 1983 ini bangga ikut mencurahkan pikiran untuk pengembangan TNI Angkatan Laut dan berharap Mubaga bisa menjadi destinasi wisata yang bisa mengangkat daerah Jabupaten Bandung.
“Keunikan bangunan, wisata sejarah maritim dan wisata kuliner diharapkan menjadi daya tarik wisata sehingga banyak masyarakat yang akan datang kesini, katanya menutup obrolan.
TANGERANG, bisniswisata.co.id: PHYSICAL
distancing (jarak aman) tidak hanya berlaku dalam aktivitas sosial keseharian
masyarakat di negara- negara terpapar COVID-19. Upaya menghentikan laju
penyebaran COVID-19 tersebut juga diberlakukan disetiap lini kehidupan. Dalam
penyelenggaraan jasa angkutan udara, hal serupa juga diberlakukan pengelola
bandara mau pun operator jasa penerbangan. Dari antrian masuk check-in area sampai di dalam pesawat.
Physical distancing ini menurut manajemen Lion Air Group dalam surelnya
kepada bisniswisata.co.id,
diimplementasikan dengan sistem pengaturan
nomor kursi saat melakukan pelaporan (check-in), baik penumpang yang
melaksanakan check-in di meja pelaporan (check-in counter), web check
in mau pun fasilitas pelaporan mandiri (self-check-in) yang tersedia
di bandar udara.
Selain itu, pengaturan jarak antar penumpang juga berlaku ketika berada di ruang tunggu (waiting room) dan pada saat proses masuk ke dalam kabin pesawat (boarding), baik yang menggunakan tangga belalai (garbarata) dan tangga biasa. Pengaturan ini juga berlaku bagi penumpang yang berada di dalam bus (neoplane) saat menuju ke pesawat dan turun dari pesawat.
Dengan pengaturan nomor kursi saat check-in, maka terdapat jarak antar penumpang saat duduk di dalam pesawat. Awak kabin (flight attendant) dan petugas layanan darat (ground handling) membantu teknis pengaturan jarak antar penumpang ketika berada di kabin pesawat jika terdapat penumpang yang duduk berdekatan. Untuk alasan keselamatan dan keseimbangan (weight balance) pesawat saat lepas landas dan mendarat, penumpang dapat dipindahkan sesuai instruksi petugas darat atau awak kabin
Lebih lanjut
dijelaskan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistem pengaturan tempat
duduk bagi penumpang di dalam kabin, antara lain kursi yang berada di baris (row)
pintu dan jendela darurat (emergency exit door and window) harus
terisi, dengan kriteria dewasa (minimal 18 tahun). Diutamakan untuk penumpang
yang tidak bepergian bersama keluarga, memenuhi ketentuan fisik (kondisi sehat
jasmani dan rohani), orang berprofesi militer atau polisi, awak pesawat yang
tidak bertugas (crew member) dan memahami instruksi dari awak kabin
dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Untuk
penumpang yang membutuhkan penanganan khusus (special handling) tetap
harus mengikuti arahan dan instruksi awak kabin. Barang bawaan penumpang harus
diletakkan ditempat penyimpanan bagasi di atas atau di bagian bawah depan kursi
penumpang (agar tidak menghalangi pergerakan dalam keadaan darurat).
Sebagai tindakan pencegahan lainnya,
Lion Air Group juga melaksanakan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant
spray) sesuai prosedur yang berlaku, penggunaan sarung tangan (hand
gloves), pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan cairan/ gel pembersih
tangan (hand sanitizer). Hal-hal tersebut merupakan tindakan
preventif dengan tetap mengutamakan perlindungan bagi awak pesawat dan petugas
layanan darat.
Lion Air Group –Lion Air, Wings Air,
Batik Air– menegaskan, memberlakukan prosedur sterilisasi pesawat udara, guna
memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan sesuai dengan standar
operasional yang telah ditetapkan.
Fleksibilitas Pilihan
Di tengah situasi
darurat kesehatan serta pembatasan perjalanan yang terjadi, bepergian
menggunakan angkutan udara bukan menjadi prioritas. Penundaan dan pembatalan
perjalanan cenderung meningkat angkanya, sementara tiket perjalanan telah
terbeli jauh- jauh hari. Oleh karena itu, dalam periode ketidakpastian seperti
saat ini, operator penerbangan menawarkan tambahan fleksibilitas pilihan
kompensasi bagi semua pelanggan yang telah memesan tiket.
AirAsia antara lain
menawarkan bagi semua pelanggan yang telah memesan tiket pada tanggal 22 Maret
2020 atau sebelumnya, dengan tanggal
keberangkatan 23 Maret 2020 hingga 30 April 2020. Kecuali penerbangan
domestik di Thailand yang dilayani oleh Thai AirAsia (kode FD) dan penerbangan
domestik di India oleh AirAsia India (kode I5).
Pemegang tiket dapat
memilih kompensasi yang lebih fleksibel melalui aplikasi
AVA dengan mengubah jadwal penerbangan ke tanggal lainnya sampai dengan 31
Oktober 2020 di rute yang sama. Dapat dilakukan tidak terbatas, kapan saja hingga 48 jam sebelum jadwal keberangkatan
berikutnya, dan tanpa biaya
tambahan, dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Dapatkan deposit senilai
harga tiket dalam akun AirAsia BIG yang dapat digunakan untuk pembelian tiket
AirAsia berikutnya. Akun kredit dapat digunakan untuk pemesanan tiket dengan
tanggal keberangkatan kapan saja hingga 365 hari kalender sejak diterbitkan
selama penerbangannya telah tersedia di airasia.com.
Wiiliam Satriaputra ( paling kiri) bersama rombongan di Samarkand ( foto: dok. pribadi)
William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya, Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian pertama.
Destinasi perjalanan wisata religi menjelang akhir tahun 2019 kali ini adalah Uzbekistan dan Tajikistan. Kota pertama yang saya pilih untuk mendarat di Uzbekistan adalah Samarkand yang terletak antara Tashkent dan Bukhara.
Samarkand dijuluki permata dari Timur, kota nan megah dan indah yang menjadi legenda itu telah berusia lebih dari 2.750 tahun dan menjadi kota terbesar kedua di Uzbekistan.
Keindahan Samarkand membuat Kaisar Alexander Agung terpikat. Tatkala ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali di tanah Samarkand, Alexander pun berkata, aku telah lama mendengar keindahan kota ini, namun tak pernah mengira kota ini ternyata benar-benar cantik dan megah. Kota legenda itu menghubungkan Jalur Sutera antara Timur dan Barat.
Islam Masuk ke Samarkand tahun 46 H pada masa dinasti Umayyah. Pada era kejayaan Islam, Samarkand menjadi pusat studi para ilmuwan. Itulah mengapa, orang-orang Eropa mendaulatnya sebagai Tanah Para Saintis.
Samarkand memasuki babak baru ketika Islam menaklukkan wilayah itu pada abad ke-8 M. Dinasti Umayyah yang saat itu dipimpin Khalifah Abdul Malik (685 M – 705 M) menugaskan Qutaibah bin Muslim sebagai gubernur di wilayah Khurasan.
Ketika itu, Samarkand dipimpin Tarkhum yang telah melepaskan diri dari kekuasaan dinasti Cina. Wilayah itu bersama dengan Bukhara sempat menjadi pusat Islamisasi penting di Asia Tengah.
Uzbekistan sendiri sebagai pintu gerbang memiliki kompleks makam yang bangunannya megah layaknya istana, yaitu Shah-i-Zinda di Samarkand. Makam indah tersebut menyimpan suatu cerita penting di balik pembangunannya yang antara lain berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW.
Di kompleks Shah-i-Zinda ini terdapat antara lain makam Kusam ibn Abbas, yaitu sepupu Nabi Muhammad yang menyebarkan agama Islam di kawasan negara ini pada abad ke-7. Disini terdapat juga makam Khodja-Akhmad, keluarga Emir Timur, militer dan ulama bahkan ilmuwan seperti Kazi Zade Rumi seorang astronom dan ahli matematika.
Hal yang sangat penting dan berkesan bila kemudian Uzbekistan banyak melahirkan banyak ulama besar dan para ilmuwan dari sini. Sehingga tidak heran, makam di Uzbekistan ini begitu dijaga dan terbilang suci. Saya dan rombongan menjumpai bangunan Shah-i-Zinda khas Timur dengan ubin-ubin bermotif indah. Komplek makam terletak di atas bukit Necropolis di Kota Samarkand.
Bangunan Shah-i-Zinda , makan tokoh Uzbekistan Amir Timur
Salah satu tempat pertama yang saya kunjungi di Samarkand adalah makam tokoh ternama Uzbekistan, Amir Timur (Timurlane). Amir Timur adalah seorang penakluk dan penguasa keturunan Turki-Mongol dari wilayah Asia Tengah.
Namanya terkenal pada abad ke-14, terutama di Asia Tengah dan sekelilingnya. Saat berusia dua puluh tahun bukan saja mahir dalam berbagai bidang, Amir Timur juga dikenal sebagai pembaca Al-Quran yang tekun. Pada masa itu, ia disebutkan telah menunjukkan sifat-sifat yang ramah dan mudah bersimpati. Timur juga berinteraksi dengan Ibnu Khaldun (Damaskus) dan Hafiz-i Abru.
Ibnu Khaldun dimasa itu sebagai pakar politik, ekonomi, sejarah, sosiologi dan banyak lainnya. Bukunya yang termasyur berjudul Muqaddimah. Sedangkan Hafiz-i Abru pakar sejarah dan geografi bergabung dengan para ilmuwan di Samarkand.
Kehadiran Timur Lenk pada saat itu sebagai kekuatan baru dalam konstelasi politik dunia yang memunculkan harapan baru bagi suku-suku nomaden untuk meraih kembali kejayaan sebagaimana yang pernah diraih pada masa kepemimpinan Jengis Khan.
Oleh karena itu dengan sukarela mereka datang ke Samarkand untuk mengabdi kepadanya, maka dalam masa 10 tahun kekuasaan Timur Lenk memperoleh pengikut yang banyak dan mampu membangun angkatan perang yang kuat dan cemerlang dan oleh karenanya wilayah kekuasaannya juga terus meluas.
Kalau melihat peta gerakan pasukan dan perluasan wilayah dari Mesir hingga ke India dan dari Rusia hingga ke Iran/Irak bahkan China maka sebagai panglima perang tak terkalahkan di medan perang Timur berhasil mengalahkan 2 lawan tangguh yaitu Tokhtamysh keturunan Gengis Khan dan ditawannya Sultan Bayezid setelah kalah pada Pertempuran Ankara.
Makam Amir Timur berada satu ruangan dengan guru spiritual dan keluarganya. Menariknya makam sang guru berada di deretan pertama di atas kepala Amir Timur. Posisi makam sang guru ini sebagai bentuk penghormatan seorang murid kepada gurunya.
Seorang murid akan mencium kaki sang guru. Begitu kira-kira sehingga makam sang guru spiritual Mir Said Baraka berada persis di atas kepala Amir Timur. Amir Timur juga dikenal sebagai pengikut Tarekat Naqsyabandi. Timur di sebut dengan nama the sword of Islam.
Ilmuwan Islam pernah jaya pada abad ke 7 hingga 14. Berbagai warisan ilmu mereka tinggalkan pada kita. Padahal alat yang mereka gunakan jauh dari canggih kalau kita bandingkan dengan sekarang. Jejak-jejak peninggalannya saya lihat antara lain di Samarkand.
Ilmuwan Ulugh Beg
Salah satu ilmuwan dan juga Emir adalah cucu Emir Timur sendiri yang bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg yang hidup pada 1393-1449 di Samarkand, Uzbekistan.
Ulugh Beg membangun observatorium untuk menguak rahasia langit. Hasil pengamatan dan penghitungan Ulugh Beg dan murid-muridnya masih digunakan misalnya sebagai acuan dalam menentukan awal Ramadhan.
Peninggalan Ulugh Beg, ilmuwan Islam ternama
Ulugh Beg mendirikan observatorium di abad ke-14. Dengan mengadakan pengamatan dan mempelajari astronomi dan menyusun jadwal salat, awal tahun dan waktu mulai puasa ramadhan.
Ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas, dalam tulisannya berjudul “The Legacy of Ulugh Beg” menyebut bahwa observatorium Ulugh Beg di Samarkand adalah termegah yang dibangun oleh ilmuwan muslim.
Kubah observatorium itu mencapai 130 kaki, dan terletak di atas bukit. Dari atas bukit inilah pandangan mata untuk melihat hilal (bulan) tidak terganggu. Salah satu instrumen yang digunakan oleh Ulugh Beg untuk menentukan awal tahun, dan waktu shalat juga masih bisa dilihat sampai sekarang.
Bangunannya berupa sebuah terowongan batu yang cukup lebar dan panjang dengan ratusan anak tangga. Pangkal dari terowongan tersebut berada di bawah tanah dan berujung pada alam terbuka beratapkan langit.
Di dalamnya dilengkapi dengan dua jeruji batu yang ditempatkan pada posisi tepat sehingga memberi hasil yang maksimal dalam menghitung ketinggian jarak bintang-bintang yang diamati secara cermat.
Di antara atap terowongan itu dibuat satu lubang untuk memungkinkan masuknya sinar matahari. Titik sinar matahari yang jatuh di anak tangga itulah yang digunakan oleh Ulugh Beg untuk menentukan waktu shalat dan awal tahun.
Tak hanya menentukan waktu shalat dan awal tahun, dari obsevatorium itulah Ulugh Beg membuat rumus penghitungan matematika, termasuk dalam soal geometri bola dan trigonometri. Pada saat itu ketika teknologi belum semodern sekarang, Ulugh Beg sudah berhasil menghitung kemiringan poros bumi dengan sangat akurat mendekati ketepatan pengukuran dunia modern.
Bahkan Ulugh Beg juga berhasil menghitung kemiringan poros bumi selama 26.000 tahun. Lingkar bumi juga diukur, dan hasilnya adalah 24.835 mil. Hanya meleset sedikit dari hasil pengukuran zaman modern dengan peralatan lebih canggih: 24.906 mil.
Ulugh Beg dan murid-muridnya juga berhasil mengukur posisi titik terjauh Bumi dari Matahari bergerak setiap tahunnya.Dari hasil pengamatan dan perhitungannya, Ulugh Beg dan timnya juga berhasil mengoreksi penghitungan yang pernah dilakukan oleh para astronom Romawi seperti Ptolemeus.
Hasil-hasil pengamatan dan hitungan tersebut kemudian dihimpun dalam beberapa buku antara lain; kitab Zij-i-Djadid-I Sultani. Hasil observasi dan penghitungan mereka sangat canggih untuk ukuran zaman itu, sehingga datanya masih sangat berguna hingga ratusan tahun kemudian.
Ulugh Beg telah jauh melampaui zamannya pada saat itu. Sejumlah astronom telah lahir dari observatorium itu seperti Riyadh al-Din Jamshid al-Kushy, Qadizada al-Rumy, Ali ibn Muhammad. ( bersambung)
JAKARTA, bisniswisata.co.id; MASKAPAI penerbangan murah Inggris, EasyJet membatalkan sebagian besar penerbangannya mulai dari Selasa, 24 Maret 2020, sehubungan dengan pembatasan perjalanan yang diberlakukan di negara-negara di seluruh dunia karena pandemi mematikan COVID-19. Perusahaan menghentikan 90% layanan, namun tetap menjalankan penerbangan penyelamatan (rescue flight) yang diharapkan semua operasi penyelamatan utama selesai hari ini.
Demikian disampaikan Johan Lundgren, Kepala Eksekutif, EasyJet menjawab Bisniswisata.co.id melalui surel Selasa, 24 Maret 2020. Dijelaskan juga bahwa perusahaan memahami pentingnya menyediakan transportasi kembali ke tanah air bagi pelanggan EasyJet yang masih berada di luar negeri. Karenanya memutuskan untuk melanjutkan rescue flight kembali ke tanah air selama beberapa hari. Ditegaskannya saat sebagian besar negara telah menyarankan warganya untuk menahan diri dari bepergian kecuali jika perlu, mengurangi operasi penerbangan tampaknya menjadi langkah yang tepat saat ini.
Grounding
Armada
Sementara di kawasan Asia, Singapore
Airlines (SIA) akan mengurangi kapasitas sebesar 96% dari total kapasitas yang
semula dijadwalkan hingga akhir April 2020, seiring dengan semakin ketatnya
kontrol perbatasan di seluruh dunia selama sepekan terakhir guna mengendalikan
wabah COVID- 19. Menyebabkan grounding terhadap sekitar 138 dari total
147 armada milik SIA dan SilkAir.
Sementara itu, Scoot, anak
perusahaan berbiaya rendah milik IA, juga akan menangguhkan sebagian besar
jaringannya yang menyebabkan grounding pada 47 dari total 49 armada
miliknya.
SIA Group telah melakukan diversifikasi jaringan dan mempersiapkan Scoot
untuk mengantisipasi berbagai risiko serta melayani berbagai segmen penumpang
dan pasar. Namun, tanpa segmen domestik, maskapai penerbangan SIA Group menjadi
lebih rentan ketika pasar internasional semakin membatasi pergerakan orang
secara bebas atau melarang perjalanan udara secara keseluruhan.
Pada laman perusahaan SIA, termaktub bahwa belum dapat dipastikan kapan
SIA Group dapat kembali melayani secara normal, mengingat ketidakpastian akan
dicabutnya kontrol perbatasan yang ketat. Penurunan
permintaan terhadap perjalanan udara, telah menyebabkan penurunan yang
signifikan terhadap pendapatan SIA.
Perusahaan secara aktif mengambil
langkah-langkah untuk membangun likuiditasnya, serta mengurangi pengeluaran
modal dan biaya operasional. Seperti disebutkan pada tanggal 17 Maret 2020,
bahwa SIA mengambil kebijakan antara lain: Meminta produsen pesawat untuk
menunda pengiriman pesawat, untuk menunda kewajiban pembayaran. Pemotongan gaji
bagi manajemen SIA Group, skema cuti sukarela tanpa gaji hingga ke posisi
manajemen tertentu. Seiring dengan situasi yang memburuk, serikat pekerja telah
terlibat dalam upaya-upaya pemotongan biaya tambahan yang diperlukan dan
langkah-langkah lebih lanjut akan segera diambil.
Presiden Jokowi ( kanan) tinjau kesiapan RS Darurat Covid-19 di dampingi Menteri BUMN BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB ( foto: Sekneg)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo meninjau Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran. Memakai masker bedah dan sarung tangan latex, Jokowi berharap rumah sakit sudah bisa beroperasi Senin Sore.
Presiden memulai pengecekan dengan melihat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di lantai 1, Tower 7, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB/Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo.
Usai mengecek, Jokowi mengatakan harapannya RS Darurat sudah dapat beroperasi pada sore nanti. Saat ini, kata Jokowi, RS Darurat mampu menampung 3.000 pasien.
“Saya juga melihat sarana-prasarana sudah siap. Baik untuk ruang penanganan pasien, ventilator, APD juga siap. Sehingga kita harapkan nanti sore. RS darurat Corona ini bisa dipakai,” kata Jokowi.
Dia kemudian menyampaikan adanya keluhan dari tim medis soal ketersediaan alat pelindung diri (APD). Namun dia mengklaim pemerintah siap mendistribusikan lagi 105 ribu APD ke seluruh RS di Tanah Air.
“Sebanyak 45 ribu unit akan didistribusikan di DKI, di Bogor, dan di Provinsi Banten. Kemudian 40 ribu unit akan didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali. Dan 10 ribu akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di luar Jawa, serta 10 ribu sebagai cadangan,” papar Jokowi.
Dia pun menuturkan belasungkawa atas meninggalnya para dokter, perawat, dan tenaga medis yang meninggal dunia dalam tugas penanganan pasien Corona. Presiden menyampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menghitung insentif yang akan diberikan kepada tenaga medis per bulan dalam masa wabah ini.
“Dokter spesialis akan diberikan Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi akan diberikan Rp 10 juta, bidan dan perawat akan diberikan Rp 7,5 juta. Dan tenaga medis lainnya akan diberikan Rp 5 juta. Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat,” terang Jokowi.
Gugurnya dokter, perawat dan tenaga medis lainnya saat bertugas menangani pandemi virus corona membuat Presiden Jokowi berduka.”Saya ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis, yang telah berpulang ke haribaan Allah SWT,” kata Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungannya ke RS Darurat Covid-19 itu.
Jokowi menilai mereka yang gugur telah berdedikasi dan berjuang sekuat tenaga untuk menangani virus corona ini. Atas nama pemerintah, negara dan rakyat, Jokowi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan dalam mendedikasikan dalam penanganan COVID-19.
Hingga saat ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan bahwa sudah ada enam dokter yang meninggal dunia akibat wabah virus corona.
Tak hanya itu, Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga mengatakan di Jakrta saat ini ada sekitar 25 tenaga medis yang terinfeksi virus corona, dimana satu di antaranya meninggal dunia.