COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id;  – JIKA pemerintah RRT membangun rumah sakit darurat di Wuhan, perintah sejumlah negara Eropa menyewa hotel bagi para tuna wisman untuk mengendalikan laju penyebaran COVID-19. Pemerintah Indonesia menggunakan pulau- pulau terdepan dan Wisma Atlet Kemayoran untuk layanan COVID-19.

Dalam empat hari Wisma Atlet yang pernah digunakan saat perhelatan Asian Games “disulap” menjadi rumah sakit. Hal ini adalah hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta. BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan COVID-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker, serta jaringan telekomunikasi hingga 500 MB.

Berdasarkan release tertulis yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,   rumah sakit ini dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien dengan beberapa diklasifikasi, mana yang harus masuk di ruang isolasi dan ruang observasi. Ada beberapa gedung yang sudah di-upgrade menjadi tempat perawatan pasien COVID-19, diantaranya ada empat gedung. Khusus  gedung atau Tower  6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU mau pun non ICU) untuk merawat pasien Corona.

Pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat COVID-19 ini, dibagi dalam 3 zona :

Zona Hijau adalah Tower 1, diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan.

Zone Kuning adalah Tower 3, diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya.

Zone Merah adalah Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan COVID-19. Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.

Para tenaga medis terdiri dari tenaga medis TNI, Polri, BUMN termasuk dari rumah sakit swasta dan kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan tenaganya.

Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat Pusat Kesehatan, telah mengirimkan 155 personil kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan COVID-19 di Kemayoran.

Terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personil non medis. Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020 tertanda Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

TNI tercatat memiliki 109 rumah sakit mulai dari tingkat satu, dua, tiga dan empat yang ada di seluruh Indonesia, sudah dan sedang dipersiapkan sebagai ruang isolasi yang mampu menampung 10 sampai 30 pasien COVID-19 setiap rumah sakit.

Disamping itu, rumah sakit milik BUMN dapat juga digunakan untuk menampung pasien terpapar COVID-19 termasuk rumah sakit darurat yang ada di Pulau Galang, semuanya di bawah kendali Kepala Gugus Pusat COVID-19.

Kemenparekraf Siapkan Kebijakan Untuk Penanganan COVID-19

this formate

Menparekraf Whisnutama ( foto: Humas Kemenparekraf)

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempersiapkan berbagai kebijakan dan langkah untuk menangani dan mengurangi dampak wabah pandemik COVID-19 bagi pelaku dan industri yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menparekraf Whisnutama berbicara saat live streaming Press Statement “Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah COVID-19″ , menjelaskan, pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah dan berbagai strategi untuk mengurangi dampak COVID 19 pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu, menurut Wishnutama, sejalan dengan Intruksi Presiden (INPRES) nomor 4 tahun 2020 yang terbit pada 22 Maret 2020 tentang refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB mempersiapkan kerja sama dengan jaringan hotel untuk menjadi tempat istirahat para tenaga medis dan Gugus Tugas di berbagai daerah. Agar mereka lebih dekat dengan Rumah sakit yang menangani wabah dan jika diperlukan bisa dijadikan lokasi isolasi mandiri,” katanya.

Tidak hanya itu, Kemenparekraf, lanjut Wishnutama sedang melakukan koordinasi dengan penyedia transportasi untuk menyediakan sarana angkutan bagi petugas medis dan gugus tugas.

Pemerintah juga berupaya mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut.

“Presiden sudah menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata sebagai salah satu _leading sector_ perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID19 ini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” katanya.

Wishnutama juga mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. Khusus untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, juga berbagai komunitas dan jeraring kreatif di berbagai daerah, untuk aktif terlibat dalam membantu pemerintah dalam menyosialisasikan langkah kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

“Kami telah melihat banyak inisiatif yang luar biasa dari para pelaku kreatif di Indonesia. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Peran dan partisipasi pelaku industri kreatif akan sangat membantu usaha Pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Karena pada kenyataannya masih banyak lapisan masyarakat yang masih belum menjalankan berbagai arahan pemerintah,” katanya.

Wishnutama juga menekankan kepada masyarakat bahwa pemerintah amat serius dalam menangani wabah COVID-19 dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 dalam menghadapi pandemik ini.

“Tantangan setiap negara dalam menghadapi wabah ini berbeda satu dengan yang lainnya. Tapi satu yang pasti, pemerintah Indonesia, pasti mencari solusi yang terbaik bagi masyarakatnya,” ujarnya.

Ini adalah kondisi yang tidak mudah, bagi negara manapun, bagi siapapun. Namun ini adalah saatnya masyarakat Indonesia bersatu, dan mengedepankan kemanusiaan, dari kepentingan pribadi, kelompok, dan kepentingan-kepentingan lainnya.

Semakin cepat semua pihak bersama-sama menjalankan imbauan pemerintah, akan semakin cepat juga kita dapat mengalahkan dan akhirnya dapat mengakhiri wabah ini.

“Saya juga ingin berpesan kepada rekan-rekan wartawan untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bertugas. Dengan semangat persatuan dan kemanusiaan, mari kita hadapi COVID-19,” ujar Wishnutama.

 

WTTC : 320 Juta Orang Yang Bergantung di Industri Wisata Berjuang Untuk Bertahan Hidup.

this formate

Pembatasan perjalanan akibat pandemi global Covid-19 membuat industri Travel dan Pariwisata kesulitan hidup (foto:unsplash.com/@markusspiske)

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council ( WTTC) menyatakan kalangan industri pariwisata yang dipimpinnya sedang berjuang untuk bertahan hidup dimana sedikitnya 320 juta orang di dunia bergantung pada sektor ini,  kata Virginia Messina, Direktur Pelaksana WTTC

Dalam surat terbukanya World Travel & Tourism Council meminta bagi pemerintah untuk turun tangan dan menyelamatkan jutaan pekerjaan di sektor perjalanan dan pariwisata yang berisiko.

“Kami menyerukan kepada dunia untuk mengambil tindakan segera mencegah krisis kesehatan global ini menjadi bencana ekonomi dunia.  Tidak melakukan apa pun bukanlah pilihan,” ujarnya.

Pihaknya meminta setiap pemerintah untuk melindungi kontribusi sektor Perjalanan & Pariwisata, di mana lebih dari 320 juta orang dan keluarga mereka bergantung pada mata pencaharian mereka.

Untuk mengatasi hal ini, WTTC menyerukan kepada pemerintah semua negara untuk mengambil tindakan segera guna membantu memastikan kelangsungan hidup dari sektor penciptaan lapangan kerja yang penting ini.

” Dari 50 juta pekerjaan yang bisa hilang, sekitar 30 juta akan berada di Asia, tujuh juta di Eropa, lima juta di Amerika dan sisanya di benua lain,” kata Virginia Messina memproyeksikan.

Itulah sebabnya sekaranglah waktunya untuk mengambil tindakan. WTTC usulkan tiga langkah penting selain dana pemulihan yang akan melindungi kelangsungan hidup jutaan orang yang mengandalkan Travel & Pariwisata untuk mata pencaharian dan kesejahteraan mereka dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang yang bergejolak.

 “Pertama, bantuan keuangan harus diberikan untuk melindungi pendapatan jutaan pekerja di sektor yang menghadapi kesulitan ekonomi yang parah.

 “Kedua, pemerintah harus memberikan pinjaman vital bebas bunga tanpa batas kepada perusahaan Perjalanan & Pariwisata global serta jutaan usaha kecil dan menengah sebagai stimulus untuk mencegah mereka dari keruntuhan.

 “Ketiga, semua pajak pemerintah, iuran, dan tuntutan keuangan pada sektor perjalanan harus dihapuskan dengan segera setidaknya untuk 12 bulan ke depan.

Perusahaan perjalanan dan pariwisata memainkan peran mereka untuk melindungi karyawan mereka. Bersama-sama, langkah-langkah ini bisa menyelamatkan sektor yang sudah menghadapi keruntuhan.

Dampak pandemi Covid-19 akan tergantung pada berapa lama wabah berlangsung dan masih dapat diperburuk oleh tindakan pembatasan baru-baru ini, seperti yang diambil oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan bahwa Amerika Serikat membatasi semua perjalanan dari Eropa, dengan pengecualian pada Inggris dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, tambah Virginia Messina.

 “Pembatasan perjalanan yang juga diikuti banyak negara dalam hal tertentu tidak membantu dan mereka dapat mendorong dampak ekonomi menjadi  lebih anjlok dengan signifikan,” kata Messina merujuk pada keputusann pembatasan AS itu.

Dia berpendapat bahwa kebijakan seperti itu terlalu generik dan tidak terbukti efektif untuk menahan virus.  Pembatasan tersebut dapat mempersulit perjalanan oleh para ahli medis dan pengiriman pasokan medis.

Sekitar 850.000 orang melakukan perjalanan setiap bulan dari Eropa ke Amerika Serikat, setara dengan kontribusi bulanan US $ 3,4 miliar untuk ekonomi AS, kata Messina.

“Akibat pandemi global ini, dari 50 juta pekerjaan yang bisa hilang, sekitar 30 juta akan berada di Asia, tujuh juta di Eropa, lima juta di Amerika dan sisanya di benua lain,” ujarnya memproyeksikan.

Hal itu setara dengan hilangnya tiga bulan perjalanan global pada tahun 2020 yang  dapat menyebabkan pengurangan pekerjaan yang sesuai antara 12% dan 14%, katanya.

WTTC, juga menyerukan kepada pemerintah untuk menghapus atau menyederhanakan visa jika memungkinkan, memotong pajak perjalanan dan memperkenalkan  insentif begitu pandemi terkendali.

 Dia juga mendorong fleksibilitas di sektor ini, sehingga para pelancong dapat menunda dan tidak membatalkan rencana mereka. Kalangan industri penerbangan dan kapal pesiar saat ini lebih banyak terkena dampak daripada hotel.

Ketika pemerintah di seluruh dunia terus memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat dalam upaya menahan wabah COVID-19, dampak ekonomi terus berdampak buruk pada banyak operasi bisnis.

Resesi global yang membayangi kemungkinan akan semakin mengurangi prospek, karena industri pariwisata saat ini menyumbang 10% dari PDB dan pekerjaan dunia.  S&P Global Ratings memperkirakan resesi global tahun ini, dengan PDB 2020 diperkirakan akan naik hanya 1,0% – 1,5,%.

WTTC memperkirakan bahwa akan dibutuhkan sekitar 10 bulan bagi industri pariwisata  untuk kembali ke “tingkat normal” setelah pandemi ini dapat dikendalikan.

 

UNWTO: ‘Tetap di Rumah Hari Ini Hingga Anda Dapat Melakukan Perjalanan Besok’,   

this formate

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id:  Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menyelenggarakan konfrensi tingkat tinggi untuk membentuk Komite Krisis Pariwisata Global secara Virtual guna menyatukan badan-badan utama PBB, ketua Dewan Eksekutif dan Komisi Regional, dan para pemimpin sektor swasta dalam menghadapi pandemi global virus Covid-19.

“Semua yang hadir menyambut tagline UNWTO untuk ‘Tetap di rumah hari ini sehingga Anda dapat melakukan perjalanan besok‘, yang dipromosikan di media digital melalui tagar #TravelTomorrow. Konfrensi secara virtual itu berlangsung sukses pada 20 Maret,” ujar Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO dalam rilisnya hari ini.

Dalam beberapa hari mendatang, UNWTO akan merilis serangkaian rekomendasi untuk pemulihan.  Menyoroti langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah dan pihak berwenang lainnya untuk mengurangi dampak COVID-19 pada sektor pariwisata dan kemudian mempercepat pemulihan.

” Pertemuan kemarin akan diperhitungkan dalam rekomendasi UNWTO.  Ini akan dilengkapi dengan komponen dinamis yang bertujuan untuk terlibat dengan inovator di seluruh dunia melalui tantangan inovasi yang berpusat pada respons pariwisata,”  tambah Zurab Pololikashvili.

Pembentukan komite dengan dukungan WHO ini menghadapi tantangan dan  akan mengidentifikasi ide-ide baru yang dapat diterapkan untuk membantu pariwisata kembali ke pertumbuhan berkelanjutan.

Peserta dalam rapat koordinasi hari Kamis sepakat bahwa wabah virus ini adalah tantangan bersama yang hanya dapat diatasi dengan bekerja bersama, dengan pemulihan bergantung pada upaya bersama pada skala yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Para peserta yang menerima undangan UNWTOujuga sepakat menjadi bagian dari komite koordinasi global yang akan mengadakan pertemuan virtual rutin untuk mengevaluasi dan memajukan rekomendasi ketika situasinya berkembang.

Badan-badan terkait pariwisata utama PBB semuanya akan berpartisipasi, bersama dengan WHO dan perwakilan utama dari maskapai penerbangan dan sektor transportasi laut, serta sektor swasta dalam komite krisis ini.

Anggota UNWTO adalah bagian penting dari komite ini, yang diwakili melalui ketua regional dan ketua Dewan Eksekutif. Dari  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga hadir para petingginya.

Pertemuan virtual ini  dihadiri juga oleh Direktur Kesehatan dan Kemitraan Multilateral WHO, Gaudenz Silberschmidt , duduk sebagai Direktur Jenderal Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sekretaris Jenderal ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional), Dr.  Fang Liu, dan Sekretaris Jenderal IMO (Organisasi Maritim Internasional), Mr Kitack Lim.

Anggota UNWTO diwakili oleh Ketua Dewan Eksekutif UNWTO Najib Balala, Sekretaris Kabinet untuk Pariwisata dan Margasatwa, Kenya, dan oleh Ketua Komisi Regional UNWTO: untuk Afrika, Bpk. Ronald K. Chitotela, Menteri Pariwisata, Zambia.

Perwakilan untuk Benua Amerika ada Edmund Bartlett, Menteri Pariwisata, Jamaika dan untuk Asia dan Pasifik, Mohd Daud, Wakil Menteri Kebijakan Pariwisata dan Urusan Internasional, Malaysia. 

Untuk wilayah Eropa, hadir Harry Theoharis, Menteri Pariwisata Yunani;  dan untuk Timur Tengah, diwakili Mohammed Khamis Al Muhairi, Wakil Menteri Pariwisata, UEA.  Intervensi khusus dilakukan oleh Reyes Maroto, Menteri Pariwisata Spanyol, dan oleh Ahmed bin Aqil Alkhateeb, Menteri Pariwisata Arab Saudi.

 Mewakili sektor swasta adalah Ketua Dewan Anggota Afiliasi UNWTO dan juga Direktur IFEMA, Ana Larrañaga, Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Alexandre de Juniac dan Adam Goldstein, Ketua Global, Asosiasi Pelayaran Internasional (CLIA);  Agnela Gittens, Direktur Jenderal Airports Council International (ACI), dan Jeff Pool dari World Travel & Tourism Council (WTTC).

Paling Terpukul

Pariwisata adalah sektor yang paling terpukul dan semua perkiraan terbaik yang telah dilakukan diambil alih oleh kenyataan yang berubah. Padahal sejak dimulainya pandemi, UNWTO telah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memandu sektor pariwisata saat menghadapi tantangan COVID-19.  

Pertemuan ini lebih jauh menekankan seruan kerjasama internasional untuk menggarisbawahi pentungnya bersatu dalam menerapkan  rekomendasi kesehatan menangani Covid-19 yang telah menciptakan dampak dan riak ekonomi yang mendalam serta biaya sosial pandemi yang besar.

“Kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menjadi krisis ekonomi yang akan menelan biaya sosial”, kata Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO

Tanpa kepastian tentang berapa lama krisis ini akan berlangsung atau apa dampak ekonomi dan nasib akhir pada pariwisata, semua peserta dipersatukan dalam kepedulian mendalam mereka atas jutaan pekerjaan yang berisiko hilang.  

Dengan Pengembangan pariwisata di berbagai belahan dunia selama ini digerakkan oleh perusahaan kecil dan menengah. Sedikitnya 80% UMKM diseluruh dunia menjadi motor penggerak pariwisata dunia.

Oleh karena itu dampak sosial yang lebih luas dari krisis akan jauh melampaui pariwisata, menjadikannya perhatian utama bagi masyarakat internasional. Pariwisata telah terbukti di masa lalu sebagai mitra yang dapat diandalkan untuk memimpin pemulihan berbagai krisis yang terjadi.

“Pemulihan sektor pariwisata yang cepat hanya  jika ada kebijakan ekonomi pemerintah dan paket dukungan dari donor dan lembaga keuangan mencerminkan bagaimana sektor ini menyentuh setiap bagian masyarakat,” kata Zurab Pololikashvili.

Mata pencaharian jutaan orang dan keluarga mereka dipertaruhkan di sektor pariwisata, baik itu di pusat-pusat kota atau di masyarakat terpencil di mana pariwisata kadang-kadang merupakan penghasil pendapatan utama dan kendaraan untuk inklusi sosial, melindungi warisan seni dan budaya dan memulai pembangunan, tambahnya.

Hal Ini membutuhkan pengakuan dan kerja sama politik lintas kementerian, yang melibatkan sektor publik dan swasta dan dilatarbelakangi oleh rencana aksi yang lebih luas oleh lembaga keuangan dan badan-badan regional, tegasnya.

PT Kawisata Membatalkan Jadwal Perjalanan Tipe Priority 21-31 Maret 2020

this formate

Kenyamanan kereta api wisata type Priority ( foto: dok Kawisata) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  – PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) membatalkan penjualan 22 jadwal Kereta Wisata Tipe Priority  dengan jumlah perjalanan sebanyak 159 perjalanan pola FIT (Free Independent Traveller) mulai tanggal 21 – 31 Maret 2020. 

Manager Humas Kawisata M.Ilud Siregar  menyampaikan untuk sementara waktu perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority dibatalkan perjalanannya guna mendukung program pemerintah untuk penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19). 

” Occuoancy seat sebelum pembatalan rata-rata mencapai 30%. Masyarakat agaknya juga sudah memahami untuk mengikuti anjurannpemerintah agat terap di rumah dan social distancing,” kata Ilud.

Dia menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan Kereta Wisata Tipe Priority dengan adanya pembatalan tersebut. Bagi para pelanggan yang sudah membeli tiket dan tidak berkenan dapat mengajukan  full refund/pengembalian biaya tiket 100% di luar biaya pesan di loket-loket penjualan tiket kereta api di stasiun pembatalan, serta  melalui aplikasi KAI Access.

Sementara, bagi pelanggan yang tetap menginginkan keberangkatan pada tanggal yang sama sesuai dengan tiket yang sudah dibeli, bisa menukar tiketnya menjadi tiket kereta api kelas eksekutif  ke Customer Service di Stasiun keberangkatan dan memproses pengembalian selisih dari biaya tiket yang sudah dibeli sebelumnya. 

Adapun ketentuan pengembalian biaya sebagai berikut, 1. Apabila penumpang membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan penumpang karena menolak menggunakan sarana kereta pengganti, maka biaya  tiket dikembalikan 100% diluar biaya pesan. 

Syarat ke 2. Apabila penumpang tetap berangkat menggunakan sarana kereta pengganti dan kelas pelayanannya lebih rendah, maka biaya tiket dikembalikan dengan perhitungan tarif tiket kelas Priority dikurangi dengan tarif subclass tertinggi pada sarana pengganti sesuai dengan relasi tiket penumpang diluar biaya  pesan.  

Berikut di bawah ini 22 jadwal perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority  yang di batalkan perjalanannya :

  1. Argo Parahyangan Priority (KA 37A), relasi Bandung–Gambir, keberangkatan jam 04.55 WIB.
    2. Argo Parahyangan Priority (KA 67F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 10.30 WIB.
    3. Argo Parahyangan Priority (KA 41), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 11.35 WIB.
    4. Argo Parahyangan Priority (KA 45), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 15.00 WIB.
    5. Argo Parahyangan Priority (KA 69A), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 19.30. WIB.
    6. Argo Parahyangan Priority (KA 49), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 20.45 WIB.
    7. Argo Parahyangan Priority (KA 65F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 22.45 WIB.
    8. Argo Parahyangan Priority (KA 66F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 00.40 WIB.
    9. Argo Parahyangan Priority (KA 38), relasi Gambir-Kiaracondong, keberangkatan jam 08.55 WIB.
    10. Argo Parahyangan Priority (KA 40), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 14.25 WIB.
    11. Argo Parahyangan Priority (KA 68F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 15.40 WIB.
    12. Argo Parahyangan Priority (KA 44), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
    13. Argo Parahyangan Priority (KA 48), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
    14. Argo Parahyangan Priority (KA 70F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 23.30 WIB.
    15. Turangga Priority (KA 78), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 14.00 WIB.
    16. Turangga Priority (KA 77), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 16.30 WIB.
    17. Argo Muria Priority (KA 14), relasi Gambir-Semarang Tawang, keberangkatan jam 06.55 WIB.
    18. Argo Muria Priority (KA 13), relasi Semarang Tawang-Gambir, keberangkatan jam 16.00 WIB.
    19. Argo Wilis Priority (KA 2), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 05.00 WIB.
    20.Argo Wilis Priority (KA 1), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 07.00 WIB.
    21.Senja Utama Yk Priority (KA 148), relasi Pasar Senen-Yogyakarta, keberangkatan jam 18.55 WIB.
    22.Senja Utama Yk Priority (KA 147), relasi Yogyakarta-Pasar Senen, keberangkatan jam 19.05 WIB,tutur ilud. 

 

Pemerintah Distribusikan 105.000 APD COVID-19

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan sebanyak 10.000 alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 dan dinas kesehatan seluruh provinsi di Tanah Air.

“APD tersebut didistribusikan sejak Sabtu malam (21/3) hingga Minggu pagi (22/3),” ucap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi di Jakarta.

Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 selanjutnya juga akan segera mendistribusikan 95.000 APD ke seluruh Indonesia demi pemenuhan kebutuhan sesuai skala prioritas.

 “Tentunya gugus tugas telah memiliki daftar skala prioritas daerah mana yang sangat membutuhkan,” ucap Oscar.

Lebih lanjut menurut Oscar, pendistribusian tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Mengenai Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Maret 2020. Dalam ratas tersebut, Presiden meminta perlindungan maksimal untuk para dokter, tenaga medis, dan jajaran yang berada di rumah sakit yang melayani pasien yang terinfeksi COVID-19.

“Pastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) karena mereka berada di garis terdepan sehingga petugas kesehatan harus terlindung dan tidak terpapar oleh COVID-19,” ujar Presiden dalam ratas tersebut.

Data sementara APD yang telah didistribusikan tahap pertama dengan jumlah 45.000 unit untuk DKI Jakarta sebanyak 35.000 unit, Bogor 5.000 unit, Banten 5.000 unit. Kemudian APD tahap berikutnya berikutnya dengan jumlah 50.000 unit didistribusikan untuk Jawa Barat sebanyak 15.000 unit, Jawa Tengah sebanyak 10.000 unit, Jawa Timur sebanyak 10.000 unit, D.I.Yogyakarta sebanyak 1.000 unit, Bali sebanyak 4.000 unit dan untuk cadangan 10.000 unit.

Sementara itu pada esok hari, Senin 23 Maret 2020, Oscar mengatakan akan dilakukan penyerahan bantuan alat kesehatan hasil kerjasama antara Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Republik Indonesia.*

Pameran Bersama Jejak Estetik Prasidha 93

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id :Pameran Seni Rupa bertajuk Jejak Estetik Prasidha 93 berlangsung di Kiniko Art Room, Sarang Building, Kalipakis Tirtonirmolo, Kasihan Bantul DIY, hari ini.

Oskar Matano, Ketua Prasidha ’93 mengatakan wadah kelompok mahasiswa  FSR ISI angkatan 1993 Jurusan Seni Murni ini keseluruhan anggotanya ada 50an orang, nanun kali ini yang ikut pameran sebanyak 29 orang.

“Pameran berlangsung mulai hari ini, 21 Maret – 14 April 2020 dan kali ini merupakan pameran bersama yang ke lima kalinya sekaligus reuni anggota,” kata Oskar Matano.

Pengunjung memperhatikan lukisan diri Presiden Jokowi

Acara yang dibuka oleh pelukis Sudarisman dan Agus Kamal ini tujuannya untuk melaksanakan aktivitas seni yang positif agar anggotanya hidup  mulia,  sejahtera dan berdaya dalam dunia seni rupa, tambahnya.

” Prasidha sendiri punya makna: terjadi, terlaksana atau terwujud. Dalam perjalanannya kelompok Prasidha ’93 ISI-Jogjakarta ini sudah berhasil menyelenggarakan lima kali pameran bersama sejak 1994,” kata Oskar.

Pameran bersama yang pertama itu berlangsung di Bentara Budaya,  Jogyakarta. Lalu setahun kemudian pada 1995 pameran lagi dengan tema “Hitam Putih Plus” di Show Room ISI-Yogyakarta. Masih di tahun yang sama dibuat pameran kecil  di Sasana Aji Yasa, Kampus (Gampingan) ISI-Jogyakarta.

Pada 1999, pameran bersama berlangsung di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan kini di Kiniko Art Room dengan semangat  menumbuhkan rasa peduli, rasa persaudaraan wujud solidaritas seni yang bermanfaat bagi dunia seni rupa.

Jogjakarta sebagai kota wisata, Oskar berharap pameran ini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta seni dan juga para pengunjung pada umumnya untuk menikmati karya seni anggota Prasidha 93.

“Marilah kita saling memotivasi dalam pengembangan diri dan bersosialisasi sebagai sesama seniman untuk bisa menjadi seniman sejati yang berjiwa besar. Semoga dengan kerjasama yang baik. Kunjungan para seniman lukis dari daerah lainnya sangat kami harapkan supaya  bisa maju bersama dan saling mendukung “

Menurut Oskar, sejumlah anggota berkibar dan berprestasi sebagai perupa penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, diantaranya Nyoman Masriadi, Jumaldi Alfi, Yunizar, Suraji, Heru Londo Uthantoro, Muji Harjo, Setyo Priyo Nugroho dan Laksmi Shitaresmi

Dalam bidang pewacanaan seni Prasidha melahirkan nama Dr. Edwin Jurriens, ahli seni media baru yang juga staf pengajar Melbourne University dan Dr. Mikke Susanto, kurator dan staf pengajar ISI Yogyakarta.

Sebagian lagi berkarier dalam bidang non-lukis, baik sebagai kurator, pengajar, karikaturis, desainer, pematung, pebisnis/ wirausahawan, industri kreatif, penulis buku, peracik minuman, dan bahkan pencipta alat  seduh kopi 

 

PWI dan HIPPI Galang Dana Untuk Perlengkapan Cegah Virus Corona

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dua organisasi profesi yaitu Pengurus pusat  Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia sama-sama  mulai melakukan penggalangan dana terkait wabah virus Corona yang melanda negri, hari ini.

PWI Pusat melalui PWI Peduli, lembaga sosial, jaringan pers berbagi dibawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberi kesempatan kepada masyarakat/perusahaan/lembaga pemerintah dan swasta untuk  menyisihkan dana bantuan melalui PWI Peduli.

Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membeli perlengkapan  memerangi virus corona (covid 19), serta memberi bantuan pangan bagi warga terdampak  terdampak Covid 19.  Donasi akan disalurkan langsung oleh Tim PWI Peduli dengan penuh tanggung jawab dan transparan. 

Salurkan donasi  ke rekening PWI Peduli: 1. Bank Mandiri  No rek : 1030009021946 (Bank Mandiri Cabang Jakarta Sabang) dan 2. Bank BNI No Rek : 867855994 (Bank BNI Cabang Gambir).

Ketua PWI Peduli Pusat M Nasir dan jajaran pengurus menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah bersama peduli dalam  memberi bantuan pangan dan mencegah Covid 19.

Sementaea iru, organisasi lainnya yang menggalang dana adalah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang membuat kegiatan dana peduli wabah corona dengan tema ; “10.000 Masker Untuk UKM” 

DPP HIPPI berinisasi untuk melakukan penggalangan dana untuk membeli masker anti kuman yang Insya Allah akan diberikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan namun tidak dapat akses untuk mendapatkannya.

Dengan harga Masker Rp. 5000/pcs, donatur dapat menolong menghambat penyebaran virus Covid 19 di lingkungan sekitar.Donasi dapat ditransfer ke Nomor *Rekening HIPPI Peduli : 001 073 4337 Bank BNI*

Penggalangan yang disebarkan oleh Sekjen HIPPI, Ariful Y. Hidayat ( Erik) dan ditandatangani Ketua Umum Suryani S Motik yang dikenal sebagai salah satu srikandi pejuang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Erik mengatakan segala aktivitas yang berkaitan dengan ‘interaksi’ antar manusia menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Memakai masker dan hand sanitizer saja dirasa tidak cukup untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh.

Itulah mengapa, para pemilik bisnis UKM maupun UMKM merasa takut dan khawatir dengan kemajuan bisnis mereka, sementara akses untuk mendapatkan masker juga sulit. Oleh karena itu mengingat 4 juta lebih anggota pengusaha pribumi yang berasal dari UKM maka kebutuhan mereka menjadi prioritas.

 

Corona Sucks! Konser “Live Streaming” Navicula

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: COVID-19, tidak hanya memporak porandakan tatanan kesehatan tubuh masyarakat. Juga menumbuhkan sengkarut disisi social, politik, budaya dan jelas diperekonomian. Tak pandang strata, profesi, keahlian, usia, gender, siapa saja bisa jadi korban, atau pun penyebar.

Dan apa pun kebijakan terbaik yang diambil pemerintah, tetap berisiko. Memang untuk memutus,  menahan laju rantai penyebaran wabah ini, semua elemen harus kompak untuk sebisa mungkin diam di rumah. Persoalannya, tidak semua profesi dapat dialihkan dengan bekerja dari rumah, yang harus keluar rumah telah diminta melengkapi diri dengan pengaman.

Adalah Navikula, penggiat olah seni panggung di Bali. Mereka sepenuhnya menyadari, sebagai musisi, pastilah berdampak besar pada pekerjaannya. Dukungan kepada kebijakan pemerintah selain untuk menjaga kemanan diri, keluarga, kelangsungan group music, berdampak pada kondisi perekonomian mereka. Penghasilan terjun bebas akibat harus membatalkan sejumlah acara yang telah disepakati.

“Tak hendak menjadi penyebar COVID-19, meski pun kami nampak sehat- sehat saja,” ungkap pentolan Navicula, Robi.

Navicula, mendukung gerakan melawan COVID-19, dengan cara tetap bermusik, menggelar  konser.

“Buat teman-teman yang memilih untuk weekend di rumah,  tersedia konser live streaming Navicula yang bisa ditonton di tempat tidur, sendirian atau bersama orang terdekat. Tetep jaga jarak ya,” papar Robi.

Konser selama 1 jam ini pada tanggal 20 Maret 2020 ini adalah persembahan dari NARASI dan KOPERNIK, dilakukan secara live, yang didukung penuh oleh  Indihome, Antida SoundGarden, Protagonis Music, Pulau Plastik, Podcast Duo Budjang,  dan manajemen Navicula.

“Secara fisik, kita membatasi ruang kedekatan, secara kreativitas didukung tehnologi itu, bebas, merdeka. Karena kami di industri kreatif, kami ingin mencari cara sekreatif mungkin, live streaming ini adalah salah satu caranya,” ungkap Robi.

Panggung Jumat-an Antida SoundGarden tetap gemerlap meriah dentang- denting peralatan music dan dendang para vokalis. Diiringi kelebat tubuh para cameramen tetap sigap bertugas dengan selalu menjaga jarak. Uniknya, bangku- bangku yang tersedianya tetap kosong dalam kemeriahan itu.

Semoga situasi sulit ini cepat berlalu, semua sehat-walafiat, tak lupa doa Navicula bagi para korban yang dirawat dan ketahanan sosial Indonesia, agar sentosa senantiasa.

Daripada mengutuki gelapnya panggung yang dibatalkan, mari menyalakan speaker!

The show must go on, and we keep the rock rolling!

Dewi Hermayanti, Mengisi Kegiatan Wisata Dengan PSR

this formate

        Aktivitas Dewi Hermayanti di daerah NTT 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Solo traveling ke Kupang, Flores menjadi pengalaman paling berkesan bagi Dewi Hermayanti, eksekutif marketing di perusahaan jasa medis yang juga pegiat Personal Social Responsibility
( PSR).

Personal Social Responbility (PSR), sebuah gerakan personal setiap individu terhadap tanggung jawab sosial mungkin masih asing bagi sebagian orang. Tapi bagi Dewi, mengisi kegiatan berwisata sekaligus melakukan kegiatan sosial sudah menjadi passionnya sejak kecil.

“Waktu di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) saya aktif di kegiatan Pramuka dan mulai punya cita-cita ingin membuat yayasan dan membuat program-program yang bisa menolong sesama umat seperti sekolah gratis” ujarnya membuka percakapan di sebuah resto di Cilandak Town Square.

Kegiatan Pramuka mengawali hobi ibu satu anak ini untuk sering berwisata, namun setelah bekerja dan makin sering berwisata menjelajah tanah air tercinta, dia merasa ada yang kurang dalam batinnya. Seperti cuma mengambil sesuatu, menikmati keindahan alam tapi tidak meninggalkan jejak seperti memberi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat yang dikunjungi.

” Tiba di destinasi wisata yang dituju, biasanya cuma foto-foto dan kulineran ternyata tidak mampu membuat saya puas dan bahagia. Itulah sebabnya beberapa tahun terakhir ini kegiatan wisata saya diisi dengan aktivitas PSR, membantu masyarakat di tempat yang saya tuju,” ujarnya.

Dewi mengaku manusia adalah makhluk sosial. Selain itu, dalam agama juga diajarkan saling berbagi yang menjadi salah satu nilai kebaikan. Oleh karena itu Desember 2018 saat melakukan liburan akhir tahun di NTT, Dewi memilih PSR di Lembata dan sebuah Taman Bacaan di atas gunung.

“Mulanya baca di Facebook kegiatan relawan dan ada taman bacaan yang terbengkalai, ada yang berada di kaki gunung dengan kondisi desanya belum punya listrik. Saya langsung putuskan berangkat ke Lembata lewat Kupang dengan membawa buku bacaan dan sepatu-sepatu dari donatur,”

Selama ini, Dewi dan rekan-rekannya yang peduli PSR kerap menjadi relawan saat ada bencana di Lombok, Bali,Poso dan daerah lainnya. Dia juga pergi ke Labuan Bajo dan Raja Ampat, Papua.  Selain dana pribadi kerap sejumlah teman menitipkan donasinya pada Dewi untuk membeli barang yang dibutuhkan dan disumbangkan.

Solo traveling atau perjalanan pertamanya ke Kupang-Lembata – Flores seorang diri  ini selain baru pertama kali dilakukan juga hanya bermodal nomor kontak handphone relawan Taman Baca yang baru satu kali dijumpainya di Jakarta. Tiket pesawatnya juga hanya sekali jalan karena belum tahu kondisi medan yang dikunjungi sehingga tidak bisa menentukan tanggal pulang dan pulang dari mana ke Jakarta.

Perjalanan panjang

Dewi mengaku sangat terkesan dalam misinya kali ini karena niat baik akhirnya memudahkan perjalanannya untuk sampai tujuan. Perjalanan panjang yang dilalui dengan oprimistis.

Nekad berangkat dari Jakarta-Kupang, tiba di Kupang tidak memiliki tiket transportasi untuk mencapai Lembata. Untungnya ada Iin Herlina, salah satu relawan di Ende yang bisa ditemui dan akan mempertemukan dengan dua relawan lainnya di Wolowaru, Ende untuk menghidupkan sebuah taman bacaan yang terbengkalai.

” Dari Kupang ke Lembata tadinya mau naik kapal Pelni karena tidak kebagian tiket pesawat akibat bersamaan dengan mudik Natal. Tapi karena cuaca buruk kapal Pelni sudah seminggu tidak singgah. Akhirnya Go Show ke bandara untuk ke Lembata,”

Dewi jadi calon penumpang yang langsung menuju ke bandara untuk mendapatkan tiket keberangkatan, dan melihat apakah ada kemungkinan untuk bisa mendapatkan tiket bagi perjalanannya. Go Show ini biasanya 2-3 jam sebelum jadwal waktu keberangkatan pesawat.

” Niat baik saja dan alhamdulilah  satu penumpang batal berangkat sehingga saya bisa ke Lembata dan melakukan PSR di sebuah desa di sana,” ungkapnya bahagia.

Dewi Hermayanti

Tinggal bersama masyarakat desa yang ramah, lingkungan yang indah selama tiga hari memberikan kesan yang mendalam bagi Dewi. ” Rasanya yang saya bawa nggak terlalu berarti cuma buku dan sepatu tapi anak-anak bahagia banget apalagi kami bisa berbagi makanan juga,” tambahnya.

26 Desember 2018 perjalanannya harus dilanjutkan ke Ende untuk menuju Lowolaru, desa terpencil di gunung yang belum ada listrik. Masih berfikir keras mau naik transportasi apa ke Maumere karena laut tetap ganas. Ternyata terdengar bunyi kapal Pelni singgah di Lembata  yang berkapaitas 2000 penumpang.

Dewi disarankan untuk ikut kapal Pelni hingga Maumere lalu lanjut ke Ende dengan mobil ELF selama tiga jam. Untungnya selama perjalanan dia tertidur sehingga tidak tahu bahwa kapal besar itu berguncang melawan badai.

“Allah itu baik banget, dimudahkan semua urusan masak begitu naik kapal saya tertidur pulas. Padahal lama perjalanan 10 jam. Alhamdulilah di Ende ada rumah singgah milik relewan Iin Herlina, gadis Medan yang merantau ke Ende dan menikah dengan suami asal Jawa,”

Menurut Dewi,  Mbak Iin Herlina ini ikhlas banget menampung teman-teman volunteer dari mana saja, dalam dan luar negri yang sedang lintas Flores tanpa mau menerima bayaran. Seperti bertemu dengan orang yang satu frekwensi, dia bersyukur di tampung di rumah Iin selama di Ende.

Pertemuan dengan wanita pejuang tanpa tanda jasa itu  makin memperkuat keyakinannya bahwa berbuat kebaikan pada masyarakat itu bukan hanya mendatangkan kepuasan batin dan kebahagian tetapi juga membuatnya ketagihan ( addick) untuk membantu mengatasi kesulitan hidup orang lain.

Besoknya Dewi dari Ende berangkat menuju desa di atas gunung yang diingatnya bernama Detupau. Lima kilometer pertama masih ada jalan aspal, tapi 5 km selanjutnya motor melewati jalan kecil di tepi jurang dan bikin sesak nafas karena rasa takut.

” Ternyata desa itu benar-benar belum ada listrik dan selain rumah-rumah sederhana,  hanya ada satu gereja dan satu sekolah. Kedatangan saya sudah disambut masyarakat,”

Kalau di Jakarta sebagai ibukota negara, masyarakatnya acuh bahkan dengan tamunya sekalipun, nah di desa ini meski kita bukan siapa-siapa tapi disambut seperti saudara sendiri yang pulang kampung, tambahnya.

Suasana seperti inilah dengan rasa kekerabatan dan toleransi besar  yang membuat kegiatan PSR nya penuh rasa bahagia. Selain itu juga membuat hidup menjadi lebih berharga karena bisa melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain.

“Besoknya mereka mau menyuguhkan hidangan ayam tapi karena mereka paham dalam syariat Islam untuk menyembelih ayam juga ada doanya maka pemotongan ayam diserahkan pada saya,” kata Dewi menambahkan indahnya kebersamaan dengan toleransi yang tinggi.

Dia jadi tertawa mengingat kejadian memotong ayam yang tidak pernah dilakukan seumur hidup. Dilanjutkan memasak bersama serta makan bersama anak-anak membuat kenangan manis yang selalu diingatnya, apalagi Dewi lalu diajarkan menari.

Selama di atas ‘gunung’, dan di Lembata kata Dewi, tidak ada satu ekor babi yang boleh berkeliaran karena mereka punya tamu Muslim. Jadi semua babi dikandangkan di belakang rumah bahkan sampai Dewi mencapai bukit doa di desa itu tidak ada babi yang berkeliaran.

“Uniknya waktu ke spot-spot foto yang indah seperti bukit doa, orang desa yang mengantar dan jadi guide adalah orang Muslim yang tinggal di kota Lembata. Dia fasih dengan cerita-cerita umat Kristiani,” jelas Dewi.

Titik Balik

Sebagai single parent, rumah tangganya yang gagal pada 2011 justru menjadi titik balik untuk meraih kebahagian hidup. Padahal ibarat pepatah ‘Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula “, di tahun yang sama dia kehilangan mobil kesayangan karena dirampok, ayahnya mengalami strooke, jadi korban office politic di kantor dan ditipu ratusan juta oleh orang kepercayaan yang menjalankan usaha milik pribadinya.

Dewi senang berwisata, melakukan PSR dan menjadi relawan bencana

Maklum sambil bekerja di perusahaan besar, jiwa entrepreneur dan kreativitasnya membuat Dewi memiliki usaha sendiri sebagai suplier kebutuhan salon-salon besar maupun usaha lainnya.

Selama dua tahun dia harus menata hidup, melakukan self motivation, banyak mendengarkan ceramah agama dari beragam ustad/ustajah, melatih ketenangan diri dengan yoga, olahraga renang secara teratur dan merawat kedua orangtua di rumah.

“Tadinya orangtua belum mau tinggal bersama saya padahal Ayah saya sudah sakit-sakitan. Akhirnya sebagai anak perempuan pertama dari lima saudara, orangtua mau bergabung dan rumahnya disewakan,” kata Dewi.

Mengasuh anak tunggal yang kini sudah kuliah di Jerman, Dewi mengaku tekadnya untuk hidup bahagia dipenuhi oleh Allah SWT dengan banyak mendapat perhatian dan kasih sayang dari warga tempat dia melakukan PSR.

” Karena saya peduli literasi maka kegiatan PSR waktu libur week-end melakukan kegiatan di kota-kota terdekat seperti di Bogor yang masih punya desa tertinggal atau ke Marunda, bagian dari ibukota negara yang kumuh dan masyarakatnya perlu di bina,” ungkapnya.

Dewi yang kini bekerja di perusahaan jasa medis penyedia beragam kebutuhan mulai dari SDM hingga pengadaan klinik di tambang-tambang minyak, juga kerap mengajak teman-teman secara pribadi mendukung bakti sosial yang dibuatnya.

“Banyak teman yang ternyata suka dengan kegiatan PSR dan merasa senang bersedekah dengan program yang nyata bahkan jika ada waktu mereka terlibat langsung,” kata Dewi.

Masih di Marunda, misalnya, anak-anak bisa periksa gigi gratis, mendapat latihan merawat gigi dan mulut dan pulang dengan  goody bag yang membuat mereka menjadi riang gembira.

Di beberapa kota di Jawa Barat, Dewi menggelar program tebar buku gratis terutama buku-buku untuk membimbing usaha tertentu sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.

Di lain hari, dia sibuk menerima barang layak pakai terutama baju, mukena, jilbab dan barang lainnya sumbangan para kerabat. Kadang barang-barang itu dibuatkan bazar dengan harga murah seperti 3 baju seharga Rp 5000 sehingga masyarakat di kampung-kampung kumuh bisa memiliki baju-baju mahal.

Mengingat hasil penjualan bazar barang bekas juga untuk kegiatan amal lainnya maka penjualan juga selalu habis membuat Dewi selalu bersyukur atas keajaiban yang Allah ciptakan. Hal ini   menjadi satu bukti meski kurang mampu kalau tujuan amal masyarakat mau membeli, jelas Dewi.

“Manusia tidak bisa membeli kebahagian tetapi dia berhak memiliki kebahagian dan memberi kebahagian buat orang lain. Saya memilih menjadi ibu yang bahagia sehingga bisa mendidik anak semata wayang melewati tahapan hidupnya dengan selalu bahagia serta mendekatkan diri pada tuhan,” katanya menutup bincang-bincang soal Personal Social Responsibility ( PSR) itu. Au Revoir  Madame !.