Satgas Cegah COVID-19 ala Desa Wisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; PANDEMIK COVID-19 tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat di kota metropolitan. Imbas pembatasan pergerakan masyarakat di perkotaan merambah ke pedesaan dengan segala konsekuensinya.

“Kami diminta karantina wilayah, tiga minggu, dan melaksanakan protocol COVID19,” ungkap Ketua Forum Desa Wisata Jogyakarta, Doto Yogantoro .

Itu berarti masyarakat di 130 lebih desa wisata di Jogyakarta — anggota forum, kembali pada keseharian sebagai petani, pekebun, peternak, buruh proyek di desa. Dan sementara waktu tidak ada bonus dari aktivitas melayani atraksi wisata di desa. Pasalnya, semua booking acara out bound, paket live-in di desa, belajar di desa, ditunda pelaksanaannya semasa pandemik COVID-19.

Menurut Doto, masyarakat desa wisata, seperti di desa Pentingsari di wilayah Jogyakarta ini misalnya menjadikan kegiatan wisata ke desa mereka hanya sebagai bonus melestarikan gaya hidup masyarakat Pentingsari. Jika tidak ada yang berkunjung, anggota yang memang masyarakat desa setempat tetap melaksanakan aktivitas keseharian mereka. Jika ada “tamu”, setiap anggota melaksanakan tugas masing- masing sesuai kompetensinya. Ada yang menjadi guide, instruktur outbound, penata laksana cookingclass atau mereka yang diunit kesenian.

Pandemik COVID-19 ditengah aktifnya Gunung Semeru, diakui Doto sedikit mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat. Namun tidak menyebabkan pemutusan hubungan kerja alias PHK, atau ada anggota desa wisata yang “gulung tikar”.

 “Menggulung tikar usai hajatan, sudah biasa.  Pemerintah daerah mau pun pusat sudah menyiapkan jaring pengaman, kami di desa juga menyiapkan stimulan pendukungnya,” paparnya sedikit bergurau.

Untuk menjawab himbauan pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19,hal mempersiapkan relawan desa tanggap COVID-19, desa wisata se Jogya siap melaksanakannya. Sembari melaksanakan karantina wilayah, masyarakat mendapat sosialisasi hal penanggulangan COVID-19. “Untuk sekala desa, kami siap menjadi relawan desa tanggap COVID-19,” jelas Doto.

Desa Tanggap COVID-19

Seperti diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sri Haryanto, dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Selasa (31/3).

Diperlukan relawan desa tanggap COVID-19 untuk menjadi garda depan pencegahan dan penanganan pandemi virus corona di wilayah desa seluruh Indonesia. Pembentukan relawan dimaksudkan untuk menyatukan pikiran, langkah, serta solidaritas dalam menangani pandemi ini, mengingat ada sekitar 75.000 desa di Indonesia.

Relawan Desa Tanggap COVID-19 diketuai oleh kepala desa, dengan wakil dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta anggota dari BPD, ketua RW, ketua RT, tokoh-tokoh masyarakat, hingga pendamping profesional di desa. Relawan harus bermitra dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, karena merupakan bagian dari satu kesatuan yang penting untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, ujar Eko.

Sejumlah tugas diemban oleh relawan Desa Tanggap COVID-19, antara lain membuat papan informasi pencegahan dan penanganan kasus penyakit infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut. Untuk itu, relawan diharuskan mempunyai pengetahuan mengenai cara antisipasi, gejala-gejala yang muncul, dan cara penularan virus corona.

Mereka juga bertugas melakukan pendataan warga yang rentan sakit, terutama dari kelompok marjinal, baik itu orang lanjut usia, orang dengan kondisi tubuh rentan terhadap penyakit, dan balita. Pendataan dan pemeriksaan warga yang baru kembali dari perantauan, khususnya wilayah yang terdampak COVID-19, juga menjadi tugas relawan. Warga perantau yang dimaksud bukan hanya pekerja rantau namun juga pelajar yang melanjutkan pendidikan di luar desa, dengan penanganan awal terhadap mereka berupa karantina mandiri.

Desa Adat

Sementara di Bali, Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah membuat Keputusan Bersama Nomor: 472/1571/PPDA/DPMA Nomor: 05/SK/MDA-Prov Bali/III/2020, tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong- Royong Pencegahan COVID-19 Berbasis Desa Adat di Bali. Sehingga Desa Adat dapat membentuk satgas dengan melibatkan Yowana serta pihak terkait seperti Banbinsa untuk melakuka upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 tersebut termasuk melakukan sosialisasi serta edukasi terhadap masyarakat.

Dalam menangani COVID-19, Bali masih menerapkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020 bahwa Provinsi Bali meningkatan satus siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat COVID -19. Surat Gubernur Bali kepada Menteri Perhubungan Nomor 551/2500/dishub tentang penguatan pengawasan pelabuhan akses provinsi Bali. Upaya memperketat pengawasan dilakukan pada pelabuhan penyeberangan Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, pelabuhan Benoa, dan Lombok Barat.

Dalam surat tersebut ditegaskan untuk dilakukan pembatasan lalu lintas untuk keluar masuk wilayah Bali, yang diperbolehkan untuk masuk hanya kepentingan mendesak seperti angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Gubernur Bali telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Timur dan NTB, untuk memberlakukan aturan tersebut dan memperketat arus lalu lintas yang masuk ke Bali.

UI dan BNPB Kembangkan Portal Risiko Bencana Covid-19

this formate

Peniliti di  Universitas Indonesia berkolaborasi dengan BNPB kembangkan portal InaRISK ( foto: UI)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gabungan Tim Ahli dan Peneliti Universitas Indonesia (UI) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI, berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengembangkan Portal InaRISK.

Sebelumnya Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI telah berhasil menciptakan dan merilis Peta Daring Sebaran Covid-19 (SiCovid-19) pada 19 Maret 2020Data serta engine yang dikembangkan UI pada portal SiCovid-19 itu, akan digunakan oleh Portal InaRISK untuk menekan indeks risiko bencana.

Selain itu, tim ahli dan peneliti UI juga tengah melakukan dua pengembangan pada SiCovid-19. Pertama, pengembangan peta jangkauan dan rerata waktu tempuh masyarakat menuju RS rujukan nasional. Peta tersebut dapat mengetahui wilayah mana saja yang tidak terlayani dengan baik, dilihat dari waktu tempuh menuju RS rujukan nasional.

Kedua, analisis konsentrasi NO2 untuk mengetahui apakah physical distancing dan working from home efektif dalam menekan mobilitas masyarakat.

Portal InaRISK (http://inarisk.bnpb.go.id/) merupakan portal yang dimiliki BNPB untuk mengkaji risiko, serta memberikan gambaran cakupan wilayah ancaman bencana serta populasi terdampak, untuk dapat mengurangi indeks risiko bencana.

Inovator SiCovid-19, Ardiansyah, S.Si, menuturkan bahwa data yang digunakan oleh InaRISK adalah data yang sama dengan data SiCovid-19. “Kami memberikan model builder yang dapat digunakan untuk generate model tersebut. Kami memberikan engine-nya kepada BNPB, sehingga BNPB dapat langsung melakukan update data, mana  masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujarnya seperti dikutip dari rilis Biro Humas dan KIP UI, hari ini.

SiCovid-19 adalah portal webGIS karya gabungan peneliti UImemiliki kemampuan untuk memetakan penduduk yang terinfeksi Covid-19, persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi Covid-19, serta membantu pemerintah dalam memetakan daerah yang rawan kasus infeksi baru (https://sicovid19-geography-ui.hub.arcgis.com/).

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menambahkan UI akan terus mendukung pemerintah dalam menghadapi pandemik global yang terjadi, dengan menghadirkan tim ahli dan peneliti dalam membantu pengendalian persebaran virus Covid-19.

 

Daya Tahan Ekonomi Pemandu Gunung Indonesia Hanya 3 Bulan  

this formate

Para pemandu wisata anggota APGI di Puncak G. Kerinci ( Foto: APGI).

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) melaporkan terdapat 5.225 tenaga kerja pariwisata di industri wisata gunung yang  mengalami penurunan pendapatan dan daya tahan ekonominya rata-rata hanya selama 3 bulan hadapi wabah Covid-19.

“Artinya ada kemungkinan sebanyak 5.225 tenaga kerja di industri wisata gunung ini terancam keberlangsungan pekerjaan dan perekonomiannya,” kata Vita Cecilia,  Ketua Umum APGI dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Untuk itu, dia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat mengambil sikap dan menindaklanjuti laporan yang dibuat APGI mengingat adanya pemberhentian (sementara) di sekitar 120 destinasi wisata gunung di Indonesia sebagai dampak wabah virus corona.

Akibat pemberhentian sementara seluruh aktivitas maja terjadi  penurunan omzet hingga 86 persen atau Rp298 miliar dari pendapatan tahun 2019.Tahun lalu omzet industri wisata gunung mencapai Rp 344 Milliar sehingga di tahun 2020 ini ddiperkirkan tinggal Rp 46 Milliar.

Tahun lalu para pemandu wisata gunung di Indonesia bisa melayani hampir 20 ribu perjalanan. Namun dengan adanya wabah dan penurunan perjalanan ( trip) sebanyak 47 persen dari 19.855 perjalanan maka diharapkan masih ada 10.450 perjalanan, kata Vita.

Dia menjekaskan bahwa pada tanggal 25-29 Maret 2020 APGI telah melakukan Rapid Assesment mengenai Dampak Covid-19 terhadap sektor Pariwisata (Profesi Pemandu Gunung dan Industri Wisata Gunung di Indonesia).

Untuk menindaklanjuti hasil Rapid Assesment tersebut maka APGI juga mengeluarkan maklumat, khususnya untuk menjadi pedoman para pengurus dan anggota APGI dalam menghadapi situasi ini serta untuk diketahui para pemangku kepentingan terkait. 

“Maklumat APGI saat ini saya beri judul 7 Summits Commitment For Covid-19* Yang berarti  atau Tujuh bentuk komitmen APGI dalam melangkah untuk melakukan usaha-usaha penanggulangan dampak Covid-19 pada sektor pariwisata di Indonesia,” jelas Vita Cecilia.

Pihaknya siap berperan aktif dalam melaksanakan manajemen krisis kepariwisataan selama terjadinya wabah Covid-19 di Indonesia dan menghimbau kepada seluruh jajaran kepengurusan dan anggota agar tetap semangat, optimis dan tabah dalam menghadapi dampak wabah.

Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) didirikannya untuk menjadikan profesi Pemandu Gunung Indonesia sebagai pekerjaan profesional serta memiliki Standar Kompetensi tingkat nasional maupun internasional.

Tujuan-tujuan yang ingin dicapai a.l secara umum adalah meningkatkan kompetensi pemandu gunung Indonesia dan meningkatkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan jasa pemanduan gunung di Indonesia.

Wisata mendaki gunung adalah salah satu wisata petualangan di Indonesia yang dikenal juga dengan wisata minat khusus. Ruang lingkup usaha anggota APGI sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia ( KBLI) meliputi bidang Jasa Pramuwisata, Jasa Biro Perjalanan Wisata dan Jasa Wisata Petualangan Alam.

Wisata petualangan adalah jenis pariwisata yang melibatkan eksplorasi atau perjalanan yang mengandung risiko, membutuhkan keterampilan khusus dan pengerahan tenaga fisik. 

Vita Cecilia mengatakan pihaknya juga sudah menyusun masa ranggap darurar APGI terhadap Covid-19 (Maret-Mei 2020) dengan proaktif dalam berkoordinasi dengan Instansi Pemerintah baik di pusat maupun daerah, mengeluarkan Pedoman Kesiapsiagaan bagi Anggota, menghentikan (sementara) kegiatan massal/tatap muka dan kegiatan jasa pariwisata anggota.

Pihaknya tetap nelakukan identifikasi, pembinaan, pengawasan dan penanggulangan kepada anggota APGI terhadap kondisi kesehatan dan dampak sosial ekonominya.

Sementara untuk masa pemulihan (Juni-Desember 2020) a.l melakukan advokasi bagi anggota APGI terkait implementasi dukungan program Pemerintah atau pemangku kepentingan lainnya kepada pelaku usaha pariwisata khususnya Jasa Pemandu Gunung. 

Melaksanakan program peningkatakan kapasitas SDM pemandu gunung dan meningkatkan dukungan pelaksanaan program promosi dan pemasaran destinasi wisata gunung di Indonesia serta produk wisatanya.

Di tahap normalisasi APGI terhadap dampak Covid-19 pada Januari-Desember 2021 a.l melaksanakan pertemuan nasional (Rakernas 2021) sebagai langkah awal untuk normalisasi seluruh dan kegiatan usaha pariwisata para anggota.

 

Kisah Para Traveler Wanita Menikmati Perjalanan Wisata Mandiri

this formate

Solo traveling disukai wanita dan lebih berani memilih destinasi wisatanya. ( foto: Booking.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Riset global terbaru dari Booking.com mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, perempuan lebih ingin mendalami budaya dan adat lokal (31%) ketika bepergian, dan ingin lebih berani dalam memilih destinasi (22%).

Survei melibatkan  22.000 responden di berbagai negara termasuk Indonesia yang dilakukan secara independen pada sampel orang dewasa yang pernah melakukan perjalanan dalam 2 bulan terakhir dan berencana untuk melakukan perjalanan dalam 12 bulan ke depan. 

Bisniswisata mencoba mengumpulkan tiga nara sumber dari para traveler sejati dari kalangan relasi di Indonesia yang senang melakukan perjalanan wisata sendiri maupun yang secara rutin berwisata bersama sahabat wanitanya ke berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Berikut pengalamannya;

Sulha Handayani

Ibu satu anak ini kini tengah berada di Sydney, Australia dan datang di awal Maret sebelum ada pengumuman mewabahnya virus corona Covid-19 baik di Indonesia maupun di Australia.

” Memang sudah rencana tinggal lama karena sekalian mau cari sekolah anak semata wayang, Fafa yang akan masuk sekolah menengah atas. Tapi ternyata kini harus diperpanjang dan stay at home,” kata praktisi Public Relations yang juga seorang senior journalist ini melalui Chat WA.

Menurut dia, mengapa wanita Indonesia seperti dia suka melakukan solo traveling, selain di Aussi tinggal di rumah kerabat, merancang perjalanan sendiri lebih nikmat apalagi secara naluri dia melihat perempuan lebih memiliki rasa ingin tahu yang besar.

“Coba kalau perjalanan kita diatur oleh travel agent, belum tentu bisa memebuhi rasa ingin tahu kita akan suatu destinasi wisata. Saya misalnya selalu tertarik dengan suasana pasar tradisional di suatu negara dan blusukan di sana,” ungkap Sulha.

Sulha juga banyak memiliki teman di negri Kangguru ini sehingga kunjungannya kali ini selain kangen-kangenan dan silaturahmi juga untuk mencari sekolah anak. Apalagi kunjungan terakhir lima tahun lalu  bersama ibunda dan anaknya.

Menurut dia, nikmatnya solo traveling karena berkunjung ke tempat yang sesuai keinginan hati saja. Kadang dia pergi bersama sahabat wanita yang juga suka merancang open trip sendiri sehingga tidak sulit menyesuaikan rute.

Biasanya untuk dalam negeri bisa traveling empat kali di luar pergi ke daerah karena penugasan kantor. Untuk tujuan luar negri tahun lalu pergi ke Ipoh Malaysia, Nepal, India, Srilanka dan Jepang.

“Sekarang akhirnya kasih-kasih info via Instagram tempat-tempat menarik yang pernah saya kunjungi. Suatu saat badai corona berlalu akan ada orang yang datang ke sana. Selain itu juga kasih info-info menarik seputar hotel atau tempat makan yang  menarik,”

Dia juga membantu memposting cara industri hotel dan resto menginfokan aktivitas  mereka menangani badai corona ini lewat sosmed yang dimiliki dan terus berkarya memberitakan hal hal positif seputar industri wisata di Indonesia terutama kegiatan Corporate Social Responsibility ( CSR).

” Saya baca salah satu hotel di Banyumas memberikan penginapan gratis untuk para tenaga medis. Saya lantas berpikir suatu saat nanti jika ke sana saya akan menginap di hotel tersebut karena peduli dengan kondisi wabah sekarang padahal yang paling terpukul ya industri wisata. Di saat susah tetap menolong orang,”

Selama ini jika melakukan solo traveling baik naik kereta atau pesawat di dalam dan luar negri begitu juga menetap di hotel semua aman-aman saja sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Apalagi tempat-tempat yang dikunjungi juga selalu menawarkan hal hal yang baru jadi sangat menarik. 

Industri pariwisata di dalam negri seperti pengelola hotel umumnya sudah mengerti benar bagaimana cara menservis tamu.Namun sayangnya saat berwisata di kawasan Batu Raden, Jawa Tengah ada tempar makan yang malak harga setelah selesai makan, tamu di todong dengan tagihan harga yang tidak masuk akal untuk ukuran Purwokerto karena jauh lebih mahal harganya dengan di Jakarta, ibu kota negara.

” Orang yang berwisata mau enak, santai, bahagia jadi mental malak ini yang harus dibasmi agar wisatawan dalam dan luar negri bahkan wisatawan lokalnya mau datang lagi,” pesan Sulha.

Searah jarum jam, Sulha Handayani, Lintang Rowe dan Dewi Hermayanti ( Foto: dok. pribadi)

Dewi Hermayanti

Dewi tergolong solo traveler yang anti mainstream. Dia mengunjungi tempat-tempat yang bukan dikenal sebagai tujuan wisata tapi lebih ke ‘surga tersembunyi” di kawasan Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya di Indonesia.

Dia setuju dengan hasil riset Booking.com itu karena yang utama jika solo traveling di luar negri adalah memilih akomodasi dan transportasi yang aman dan nyaman. Namun di dalam negri karena dia banyak tinggal dengan masyarakat desa maka rasa aman dan nyamannya tinggi sekali.

” Beda jika ketika berada di kota besar terutama ibukota provinsi, saya akan cari referensi dulu hotel yang mana dan aman buat traveler wanita. Namun jujur jika traveling di luar negri merasa lebih nyaman karena jadwal transportasi yang teratur , informasi hotel yang lengkap dan karena infrastruktur dan informasi cara mencapainya  jelas,” ungkapnya

Info mengenai transportasi, akomodasi dan obyek wisata gampang diakses dan bisa direncanakan sebelum bepergian. Sementara kalau di dalam negri nyaman meski secara infrastruktur lebih sulit tapi penduduk di daerah sangat ramah kepada traveler terutama wanita

Untuk tahun ini rencananya mengeksplorasi Banyuwangi dan Langkawi,  Malaysia tapi gagal karena situasi dan kondisi saat ini yang kebetulan jadwalnya sudah diatur bersamaan wabah pandemi merebak. Meski masih bisa menunda hingga akhir tahun semua harus disesuaikan dengan kondisi terakhir.

Dalam melakukan perjalanan Dewi Hermayanti biasanya sambil melakukan pesonnal social responsibility ( PSR) di bidang literasi karena itu dia sering mendapat kejutan selama solo traveling dengan apresiasi yang tinggi dari masyarakat yang dikunjunginya.

Dalam setahun aktivitas travelingnya bisa 5-10 kali baik ke dalam maupun luar negri. Namun dengan perkembangan situasi pandemi saat ini sebagai traveler sebaiknya mentaati peraturan pemerintah dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Dewi berharap para pecinta wisata tetap konsisten mempromosikan wisata dalam negeri tanpa melanggar peraturan yang ada. Karena setelah badai corona reda, industri pariwisata akan booming dengan  pesat dikarenakan masyarakat terutama yang hobby traveling pasti akan butuh refreshing setelah semua aktivitasnya terfokus dalam rumah.

Lintang Rowe

Tujuan wisata Lintang Rowe ke suatu daerah memang benar sesuai hasil riset adalah untuk mendalami budaya dan adat lokal. Baginya berwisata menambah pengetahuan atas suatu destinasi termasuk mengamati bagaimana pengelolaannya juga. 

Sebagai pengusaha media cetak yang juga suka traveling dia ingin lebih  memahami dan menambah pengetahuan terkait adat budaya, keunikan, dan kebiasaan masyarakat setempat.  “ Makin kita paham ritual dan kekayaan budayanya yang unik terutama kearifan lokal maka  rasanya baru lengkap perjalanan wisatanya,” kata Lintang.

Kehidupan dan fasilitas modern serta gaya hidup metropolitan mudah terpenuhi di ibukota negri seperti Jakarta, tapi kehidupan yang penuh rasa tanggung jawab pada alam semesta dan sang Khalik adalah milik destinasi wisata di daerah terpencil sehingga pilihan destinasi wisata bersama putri tunggal umumnya anti mainstream.

Berwisata yang mengisi batin dan bisa menjadi perbandingan dan bahan studi bagi putri tercinta biasanya menjadi pilihan dan tentu saja masalah keamanan menjadi prioritas.  Wisata di dalam negri secara psikologis lebih merasa nyaman di rumah sendiri, sementaera di luar negri saatnya studi banding juga, paparnya.

“Kwartal pertama tahun ini  sudah dijadwal mau ke Taiwan tapi tunda karena mewabahnya Covid-19 sehingga jika semua normal kembali baru bisa diwujudkan tergantung perkembangannya,”

Untuk berlibur bersama putrinya setelah badai pandemi berlalu masih tetap pada jadwal semula yaitu ke Bali dan mengulang kunjungan ke Jepang.  Kegiatan solo traveling tapi bersama anak sangat seru karena diputuskan bersama, diatur bersama dan dipilih bersama obyek yang mau dituju.

” Suami karena pekerjaan memang tidak ikut dan memberikan kesempatan ibu-anak bonding karena kalau kondisi normal kami bertiga sibuk dengan kegiatan masing-masing,” kata Lintang Rowe.

Jadi sekarang slogannya Stay at Home, Traveling Tomorrow sudah tepat. Bagi para traveler sejati selalu belajar hikmahnya suatu perjalanan termasuk mengapa wabah penyakit ini mendunia. Namun soal traveling tidak ada matinya. 

” Jadi buat rekan-rekan di industri pariwisata tetap tenang dan buat perencanaan karena ketika orang sudah sekian lama di rumah juga akan serentak berwisata. Semoga !!,” tegasnya.

 

Produk Rumah Tangga untuk Disinfeksi COVID-19

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id; PENGGUNAAN disinfektan untuk mengatasi COVID-19 menjadikannya popular saat ini. Beragam penawaran gencar dilakukan produsen dalam memasarkan produknya dan ternyata tak semua produk aman dalam penggunaan. Terlebih jika terjadi salah pakai, bukan menghentikan paparan COVID-19, justru meracuni mahluk hidup disekitarnya.

Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian mengungkapkan banyak produk rumah tangga umum mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi. Bahan aktif dan konsentrasi efektifnya yang tercantum dalam produk terlampir telah terbukti efektif melawan virus corona berdasarkan studi literatur yang dilakukannya.

Daftar ini akan terus diperbaharui sesuai data yang masuk. Perusahaan yang memproduksi atau memasarkan produk disinfektan apa pun yang efektif terhadap virus corona dapat memberikan informasi dengan mengirimkan foto produk yang sudah teregistrasi dan informasi bahan aktif yang digunakan. Berikut data yang dihimpun Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI per Jumat (27/3).

No. Nama Produk Bahan Aktif Tindakan Tambahan Cara Pengenceran
1 Aquatabs Multipurpose Sodium dichloroisocyanurate  
2 Bayclin Lemon Sodium hypochlorite 5.25% A, C 20 mL per 1 L air
3 Bayclin Regular Sodium hypochlorite 5.25% A, C 20 mL per 1 L air
4 Bebek Kamar Mandi Benzalkonium klorida (0.1%)  
5 Bratacare Disinfectane Concentrate Quarternary ammonium compound (45g/L atau 4.5%) C 10 ml  per 1 L air
6 Clorox Disinfecting Bleach Sodium hypochlorite (7.4%) A, C 10 ml per 1 L air
7 Clorox Toilet Bowl Clener
With Bleach
Sodium hypochlorite (2.4%) A, C 40 ml per 1 L air
8 Dettol All In One Disinfectant Spray Alkyl Dimethyl Benzyl  
9 Dettol Antiseptic Liquid Chloroxylenol (4.8%) C 25 ml per 1 L air
10 Dettol Pembersih Lantai Citrus Benzalkonium klorida (1.1856%) C 45 ml per 1 L air
11 Dettol Pembersih Lantai
Multiaction 4 in 1
Benzalkonium klorida (1.1856%) C 45 ml per 1 L air
12 Mr. Muscle Axi Triguna
Pembersih Lantai
Benzalkonium chloride (0.15%), ethoxylated linear alcohol (0.6%) C 1 bagian dalam 2 bagian air
13 Proclin Pemutih Sodium hypochlorite 5.25% A, C 20 mL per 1 L air
14 Septalkan Benzalkonium klorida (0.095%) C 1 bagian dalam 1 bagian air
15 Soklin Pemutih Sodium hypochlorite (5.25%) A, C 20 mL per 1 L air
16 SOS Pembersih Lantai Antibacterial Benzalkonium chloride (1%) C 50 ml dalam 1 L air
17 Wipol Pembersih Lantai Cemara Pine oil (2.5%) C 1 bagian dalam 9 bagian air
18 Wipol Pembersih Lantai Sereh & Jeruk Ethoxylated alcohol (3%), Benzalkonium chloride (1.25%) C 40 ml dalam 1 L air
19 Proclin Penghilang Noda Sodium Hypocloride 7.5%
 
C
 
15 ml ( 1 sachet ) dalam 185 ml air
 
20 Proclin Aksi Putih Sodium Hypocloride 10% C 30 ml ( 2 sachet ) dalam 470 ml air
21 Biosol Karbol Pine Oil (2.5 %) C 1 bagian dalam 9 bagian air
22 Stella Fabric Spray Benzalkonium chloride (0.05 %)    
23 Carerra Helm Deo Benzalkonium chloride (0.05 %)    
24 Wetties Family Wipes (all variant) Benzalkonium chloride (0.05 %)    
25 MITU Baby wipes Ganti Popok (all variant) Benzalkonium chloride (0.05 %)    
26 MITU Baby Wipes Fresh and Clean (all varian ) Benzalkonium chloride  (0.05 %)    

Keterangan tindakan tambahan untuk setiap produk ditandai dengan huruf masing-masing:

A. Korosif terhadap logam, bersihkan kembali dengan kain basah setelah 10 menit,
B. Mudah terbakar pada konsentrasi tinggi. Jauhkan dari panas/percikan api/nyala api terbuka/permukaan panas,
C. Pengenceran diperlukan sesuai Tabel 1.


Formula pengenceran:

  • Volume larutan awal = (Konsentrasi akhir yang diinginkan x Volume larutan akhir) / konsentrasi awal produk
  • Volume air yang ditambahkan = Volume larutan akhir – Volume larutan awal
  • Contoh pengenceran produk yang mengandung sodium hypochlorite 5.25% menjadi sodium hypochlorite 0.1% untuk volume akhir 1000 ml:
    • Volume larutan awal = (0.1% x 1000 ml) / 5.25% = 19.05 ml (bisa gunakan 20 ml saja untuk memudahkan)
    • Volume air yang ditambahkan = 1000 ml – 20 ml = 980 ml air (bisa menggunakan air keran)

Untuk memudahkan, bisa saja tambahkan 20 ml larutan produk ke dalam 1000 ml air dalam contoh ini, konsentrasi akhir hanya akan berbeda sedikit. * Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Restoran Jepang dan Korea di Cilegon Beralih Pelayanan Agar Survive

this formate

CILEGON, bisniswisata.co.id: Ekspatriat Jepang dan Korea yang bekerja di kawasan Banten umumnya disiplin dan patuh sehingga himbauan work from home dan social distancing mencegah penyebaran virus corona Covid-19 langsung berimbas pada bisnis restorannya, kata Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Banten, hari ini.

“Restoran langsung sepi dan kami beralih pelayanan Take a Way untuk dua restoran masing-masing Restoran A Mi Rang yang menyajikan masakan Korea dan ASA Japanesse Restaurant yang lokasinya bersebelahan di Jl. Jenderal Sudirman No.3, Cilegon, tambah Ahmad Sari Alam, pemilik restoran itu.

Sebelum ada wabah, ujarnya, pada hari biasa baik jam makan siang maupun malam, kapasitas tempat duduk yang ada rata-rata terisi penuh dan 70 % tamu adalah ekspatriat Korea maupun Jepang yang bekerja di Cilegon dan sekitarnya sisanya pengunjung umum.

Selain 150 menu yang ada dan semuanya halal, masing-masing restoran memiliki  tempat duduk berkapasitas 100 orang dan 60 orang. Nasakannya juga menu sehat ala barbeque dan Teppanyaki.

Namun kini kondisinya berbeda setelah wabah virus juga menjalar ke berbagai provinsi termasuk Banten maka pengunjung restoranpun anjlok. Menghadapi situasi ini awalnya disiasati dengan diskon harga, memperpendek jam operasional dan menutup restoran di saat week-end yaitu pada hari Sabtu dan Minggu.

“Padahal kalau hari libur, pengunjung terutama adalah rombongan keluarga yang ingin menikmati berbagai menu sambil bonding dengan anggota keluarga dan merayakan hari ulang tahun,”

Menghadapi situasi wabah pandemi yang mendunia dan memukul telak industri pariwisata, Ahmad Sari Alam mengatakan harus menanggung resiko agar 50 karyawan restoran dan keluarganya dapat terus survive.

” Ini resiko yang harus kami tanggung oleh karena itu kalau pemerintah benar-benar menginginkan pariwisata menjadi penghasil devisa utama maka berikanlah stimulus ekonomi yang benar-benar dapat membuat pelaku industri pariwisata bisa bangkit setelah wabah Covid-19 ini teratasi,” katanya.

Sampai saat ini kedua restorannya tetap buka dan pengunjung dapat tenang menikmati hidangan karena untuk pelayanan prima bagi para karyawan maupun pelanggan setianya, pihaknya telah membersihkan kedua restoran dengan disinfektan untuk cegah penyebaran virus Covid-19.

” Kami sudah melakukannya sejak 19 Maret lalu dengan penyemprotan cairan kimia yang dilakukan petugas pest control dari Jakarta agar tamu nyaman ” tambahnya.

Ahmad Sari Alam yakin pemerintah dapat mengatasi wabah pademi Covid-19 dengan baik meskipun baru pertama kali hampir seluruh negara di dunia terkena wabah penyakit ini dalam waktu bersamaan.

Pihaknya optimistis wabah pasti berlalu dan saat ini karena perkembangan terakhir yang terpapar Covid meningkat, manajemen restoran meski tetap buka hanya bisa melayani untuk take a way ( delivery) yang bisa dilayani dari jam 11.00 siang hingga jam 21 WIB mengikuti kebijakan social distancing.

Ambil hikmahnya saja, justru dengan tidak adanya tamu makan di tempat maka karyawan punya banyak waktu untuk menara kembali restoran, melakukan bersih-bersih dan kegiatan lainnya,” kata Ahmad Sari Alam tetap optimistis.

 

Pertimbangkan Keamanan Penggunaan Disinfektan pada “Disinfection Chamber”

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: BILIK disinfeksi kerennya disinfection chamber telah dipasang di beberapa tempat baik di Surabaya, Jakarta, Bali bahkan  sampai di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ada di pertokoaan, pusat belanja, pasar, bandara, pelabuhan penyeberangan antar pulau, sampai pemukiman, dalam upaya mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19.

Orang-orang (juga kendaraan) yang memasuki ruang disinfeksi, akan disemprot disinfektan dari beberapa arah. Penyemprotan disinfektan itu ditujukan untuk membunuh virus yang menempel di luar tubuh manusia mau pun kendaraan. Ternyata fasilitas ini tidak direkomendasi pihak World Health Organization (WHO).

Menurut  Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan penggunaan ruang disinfeksi untuk menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh orang tidak direkomendasikan karena bisa menimbulkan iritasi pada kulit, mulut, dan mata.

“Berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata, dapat menimbulkan iritasi,” kata Wiku dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta, Senin (30/3).

Adalah Amirah Adlia, Andhika Bintang Mahardhika, Anita Artarini, Catur Riani, Hubbi Nashrullah Muhammad, Muhamad Insanu, Neng Fisheri Kurniati, Rika Hartati, Yuda Prasetya Nugraha  dari Sekolah Farmasi ITB, memaparkan kelayakan fasilitas “disinfection chamber”, bagi mahluk hidup.

 ***

 Akhir-akhir ini, marak digunakan bilik disinfeksi (​disinfection chamber) di berbagai titik fasilitas   umum, bahkan dititik masuk perumahan, untuk pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai  penyebab wabah COVID-19. Penggunaan yang massif ini juga menggugah para peneliti dari berbagai universitas untuk membuat bilik disinfeksi tersebut dengan semangat yang sama, yaitu berkontribusi dalam penanganan wabah yang saat ini harus dihadapi bersama-sama oleh negeri ini.

Upaya pencegahan penyebaran virus dengan cara ini diadopsi di beberapa tempat oleh masyarakat, meski pun dengan menggunakan alat sesederhana botol semprot. Berbagai macam cairan  disinfektan yang digunakan untuk bilik disinfeksi ini diantaranya adalah ​diluted bleach ​ (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dioksida, etanol 70%, kloroksilenol, ​electrolyzed salt water, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), glutaraldehid, hidrogenperoksida (H​2​O​2​) dan  sebagainya.

 Berikut tanggapan kami terkait kondisi tersebut:

1.Disinfeksi didefinisikan sebagai penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membunuh         kuman/mikroba (bakteri, fungi, dan virus) yang terdapat di permukaan benda mati  (non-biologis, seperti pakaian, lantai, dinding) (​Centers for Disease Control and Prevention,           CDC ​ ) [1].

Efektivitas dari disinfektan dievaluasi berdasarkan waktu kontak atau ​wettime , yakni waktu yang dibutuhkan oleh disinfektan tersebut untuk tetap berada dalam bentuk cair/basah pada permukaan dan memberikan efek “membunuh” kuman. Waktu kontak disinfektan umumnya berada pada rentang 15 detik sampai 10 menit, yakni waktu maksimal yang ditetapkan oleh United States ​Environmental Protection Agency ​ (EPA) [2].

2. Waktu kontak efektif dan konsentrasi cairan disinfektan yang disemprotkan ke seluruh tubuh dalam bilik disinfeksi untuk membunuh mikroba belum diketahui, apalagi waktu        kontak efektif terhadap virus SARS-CoV-2. Pada konsep bilik desinfeksi, baik waktu kontak mau pun konsentrasi efektif akan sulit dipenuhi. EPA tidak menyarankan penggunaan          produk disinfektan yang belum teruji efikasinya jika digunakan dengan metode aplikasi lain seperti ​fogging, electrostatic sprayer ​ atau penyemprotan. Hingga saat ini, belum ada data           

ilmiah yang menunjukkan berapa persen area tubuh yang “terbasahi” cairan disinfektan           dalam bilik ini serta seberapa efektif metode ini dalam “membunuh” mikroba. Ketika            disinfektan disemprotkan dalam bilik ini,bias jadi virus justru menyebar ke area yang tidak  terbasahi oleh cairan ini. Hal ini dapat membahayakan pengguna bilik selanjutnya jika ada  virus yang “tersisa” di dalam bilik dan terhirup pengguna tersebut. 

3. World Health Organization (WHO) tidak menyarankan penggunaan alkohol dan klorin ke seluruh permukaan tubuh karena akan membahayakan pakaian dan membran mukosa          tubuh seperti mata danmulut[3]. Penelitian yang dipublikasikan pada JAMA Network Open Oktober 2019 menemukan bahwa sebanyak 73.262 perawat wanita yang rutin tiap minggu menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan alat-alat medis berisiko lebih         tinggi mengalami kerusakan paru-paru kronik [4]. 

4. Inhalasi gas klorin (Cl​2​) dan klorin dioksida (ClO​2​) dapat mengakibatkan iritasi parah pada  saluran pernafasan (WHO) [5]. 

5. Penggunaan larutan hipoklorit pada konsentrasi rendah secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kerusakan pada kulit. Dan           penggunaannya pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah. Walau pun data masih terbatas, inhalasi hipoklorit (OCl​-​) dapat menimbulkan efek iritasi ringan pada saluran pernafasan [6].

6. Penggunaan ​electrolyzed salt water sebagai disinfektan pada bilik disinfeksi, memiliki          mekanisme dasar menghasilkan klorin sebagai disinfektan. Efek samping yang muncul akan sama seperti poin 4 dan 5. Sejauh ini, potensi penggunaan ​electrolyzed salt water ​ untuk menginaktivasi virus, yang dipublikasikan pada Journal of Veterinary Medical Science,  ditentukan dengan mencampurkan virus dengan air [7], sehingga waktu kontak juga           berpengaruh pada efektivitas inaktivasinya. 

7. Kloroksilenol (bahan aktif cairan antiseptik komersial) yang juga digunakan sebagai salah satu disinfektan untuk bilik disinfeksi dapat meningkatkan resiko tertelan atau secara tidak sengaja terhirup. Studi pada hewan menunjukan bahwa kloroksilenol menyebabkan iritasi kulit ringan dan iritasi mata parah. Kematian terjadi pada dosis tinggi (EPA)[8]. Studi medis    yang dilakukan di Hong Kong, dimana melibatkan 177 kasus keracunan cairan antiseptik komersial yang mengandung kloroksilenol, menunjukkan komplikasi serius pada 7% pasien hingga terjadinya  kematian [9].

8. Penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia, udara, dan jalan raya dipandang tidak efektif.  Selain itu, penggunaan berlebihan disinfektan berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan [10]. Salah satunya adalah timbulnya resistensi, baik resistensi     bakteri atau pun virus terutama apabila disinfektan tidak digunakan pada konsentrasi          idealnya. 

9. Perlu studi lebih lanjut dalam pemilihan disinfektan yang aman dan efektif untuk bilik     disinfeksi, mengingat dengan cara ini memungkinkan terjadinya kontak antara cairan          disinfektan dengan kulit, mata dan dapat terhirup.

10. Pengawasan pihak terkait dalam suatu aturan/pedoman menjadi sangat penting untuk   meminimalisir efek bahaya dari disinfektan terhadap kesehatan masyarakat dan         lingkungan. 

11. Jika disinfektan semprot memang terbukti aman dan efektif secara ilmiah, edukasi lain yang  perlu disampaikan kepada masyarakat adalah bilik disinfeksi ini hanya berfungsi untuk  membersihkan permukaan tubuh atau pakaian saja (mengurangi jumlah mikroba) dan tidak menyembuhkan pasien yang telah terjangkit virus corona atau jika virus sudah masuk ke dalam tubuh orang tersebut.Masyarakat harus tetap berupaya untuk mencegah pemaparan virus SARS-CoV-2 sesuai dengan poin 12.

12. Solusi aman untuk pencegahan pemaparan virus SARS-CoV-2 saat ini sesuai rekomendasi WHO adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun (minimal 20 detik), mandi serta mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas dari luar atau dari tempat yang terinfeksi tinggi, serta menerapkan ​physical distancing ​ (minimal 1 meter)​.

Referensi

1. Kementerian Kesehatan RI ​Pedoman Bahan Berbahaya Pada Produk Alat Kesehatan dan   PKRT; Kementerian Kesehatan RI, 2012; ISBN 978-602-235-238-9.

2. Lowe, R.; Strazdas, L.; Quon, J.; Srikanth, M. The importance of contact time and visible  wetness to ensure effective disinfection. Available online:       https://www.beckershospitalreview.com/quality/the-importance-of-contact-time-and-visi ble-wetness-to-ensure-effective-disinfection.html

 3. World Health Organization Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. Available online: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus    2019/ advice-for-public/myth-busters.

4. Dumas, O.; Varraso, R.;Boggs,K.M.;Quinot,C.;Zock,J.-P.;Henneberger,P.K.;Speizer,F.E.;Le  Moual, N.; Camargo, C.A. Association of Occupational Exposure to Disinfectants With           Incidence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease AmongUSFemaleNurses.​JAMANetw.   Open ​ ​2019​, ​2 ​ , e1913563.

5. Amy, G.L.; Bull, R.; Craun, G.F.; Pegram, R. a.; Siddiqui, M. Disinfectants and disinfectant by-products. Available online: www.who.int/ipcs/publications/ehc/ehc_216/en/.

 6. Slaughter, R.J.; Watts, M.; Vale, J.A.; Grieve, J.R.; Schep, L.J. The clinical toxicology of sodium hypochlorite. ​Clin. Toxicol. ​ ​2019​, ​57 ​ , 303–311.

7. BUI, V.N.; NGUYEN, K. V.; PHAM, N.T.; BUI, A.N.; DAO, T.D.; NGUYEN, T.T.; NGUYEN, H.T.;  TRINH, D.Q.; INUI, K.; UCHIUMI, H.; et al. Potential of electrolyzed water for disinfection of foot-and-mouth disease virus. ​J. Vet. Med. Sci. ​ ​2017​, ​79 ​ , 726–729.

 8. US EPA Pesticides – Fact Sheet for Chloroxylenol Available online:          https://www3.epa.gov/pesticides/chem_search/reg_actions/reregistration/fs_PC-086801_ 1-Sep-94.pdf. 9. Lam, P.K.; Chan, C.K.; Tse, M.L.; Lau, F.L. Dettol poisoning and the need for airway  intervention. ​Hong Kong Med. J. ​ 2012​, ​18 ​ , 270–5. 10. Xiao, Y.; Torok, M.E. Taking the right measures to control COVID-19. ​Lancet Infect. Dis. ​ ​2020​.

9. Lam, P.K.; Chan, C.K.; Tse, M.L.; Lau, F.L. Dettol poisoning and the need for airway intervention. ​Hong Kong Med. J. ​ 2012​, ​18 ​ , 270–5. 10. Xiao, Y.; Torok, M.E. Taking the right measures to control COVID-19. ​Lancet Infect. Dis. ​ ​2020​.

Wartawan Forwaparekraf Usul Aktifkan Fungsi Komunikasi Krisis Pariwisata

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) mengusulkan agar Menteri Parekraf Whisnutama segera mengatifkan fungsi komunikasi krisis di sektor pariwisata. ungkap Johan Sompotan, Ketua Forwarparekraf.

Ada dua isyu besar yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, yaitu secara umum krisis nasional berkenaan dengan covid-19, dan secara khusus krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari Covid -19, tambahnya saat melakukan diskusi dengan aplikasi Zoom, Minggu, bersama anggota  dan para pembina Forwaparekraf.

“Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tinggal mengaktifkan dan kami akan berperan aktif dalam menyampaikan kepada publik situasi terkini dan langkah yang telah dan akan dilakukan Kemenparekraf,“ ungkap Johan Sompotan.

Pembina Forwaparekraf, Arifin Hutabarat mengusulkan untuk membuat Pokja (satu kelompok kerja saja) di dalam Biro Komunikasi Kemenparekraf  untuk melaksanakan fungsi Crisis Communication Center, tanpa perlu menyebutnya crisis center. 

“Pokja komunikasi itu melaksanakan issues management, terkait krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah  covid 19,” ungkapnya dalam siaran pers Forwaparekraf.

Data per 29 Maret 2020 dari pemerintah diberitakan penderita positif covid-19 telah menembus angka 1.285 atau bertambah 130 kasus dibanding sehari sebelumnya. Jumlah yang meninggal 114 orang atau 8,9 % sedangkan pasien yang sembuh 64 orang (5,0 %) dan kasus dalam perawatan 1.107 orang (86,1 %).

Bagi  pariwisata, pandemi ini menjadi pukulan yang telak, karena krisis berpotensi  membuat industri jasa ini berhenti denyutnya secara total. Oleh karena itu, sebagai  langkah mengatasinya, Kemenparekraf perlu menjalankan segera fungsi-fungsi komunikasi krisis khusus sektor pariwisata. 

“Diharapkan, komunikasi tersebut bisa mengelola  isyu di tengah krisis, agar membangun pengertian hingga muncul dukungan publik terhadap kebijakan dan langkah-langkah khususnya yang dilakukan oleh Kemenparekraf,” kata Arifin Hutabarat.

Menurut dia,  fungsi komunikasi dua arah akan bisa menyerap aspirasi publik, menghimpun facts and figures informasi agar tercapai target tersebut tadi. Tujuan akhir dari target-target ini adalah tercapainya target pariwisata.

Sedikitnya ada tiga target yaitu :1.Pariwisata mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat,  2.Pariwisata penghasil devisa terbesar, 3.Pariwisata sungguh-sungguh menjadi the core economy in Indonesia.

Hal itu penting untuk menjamin informasi yang jelas bagi semua kalangan yang terlibat di pariwisata. “Kami menyadari dalam kondisi saat ini pemerintah sedang memprioritaskan bidang  kesehatan masyarakat dan jaring pengaman sosial demi menstabilkan sektor keuangan.,” kata Arifin Hutabarat.

Benefit khusus seperti pengurangan pajak bagi hotel dan restoran yang  tidak memutus hubungan kerja dengan para karyawan juga merupakan langkah tepat. Belum lagi langkah lain yang hendak direalisasikan akan sangat berdampak bila dikomunikasikan. 

Forwarparekraf berpendapat bahwa komunikasi krisis sektor pariwisata sangat dibutuhkan.“ Sebagai bagian dari pentahelix paiwisata, Forwarparekraf akan berperan aktif dalam menyampaikan kepada publik situasi terkini dan langkah yang telah dan akan dilakukan Kemenparekraf,“ ungkap Johan Sompotan. 

Lebih jauh  Arifin sebagai Pembina Forwaparekraf mengusulkan untuk membuat Pokja (satu kelompok kerja saja) di dalam Biro Komunikasi   untuk melaksanakan satu fungsi Crisis Communication Center , tanpa perlu menyebutnya crisis center. 

Pokja komunikasi itu melaksanakan issues management, yakni krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah  covid 19. Pokja tersebut diharapkan mengeluarkan rilis (siaran pers) yang diproduksi sendiri sebagai informasi kepada media  untuk menjawab pertanyaan publik termasuk industri dari kebijakan pemerintah menyikapi situasi saat ini.

“Pandemi ini cepat atau lambat tentu akan berakhir. Maka tetaplah perlu membina dan menggalang pengertian bersama antara pemerintah, industri pariwisata dan masyarakat termasuk pers di dalamnya agar industri pariwisata yang 80% di dukung oleh UMKN tetap berupaya siap memajukan bisnis pariwisata segera setelah akar masalah terjadinya krisis nanti teratasi,“ ujar Arifin.

 

Cara Donda Hutagalung Bantu Tenaga Medis Garda Terdepan Covid-19  

this formate

Tenaga medis berpose mengenakan APD buatan perusahaan milik Donda Hutagalung. ( foto: dok. pribadi).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Produksi Alat Pelindung Diri ( APD) bagi para tenaga medis menjadi kebutuhan mendesak menghadapi lonjakan jumlah kasus penyebaran virus corona Covid-19. 

Indonesia diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam menangani kasus virus yang terus bertambah. Hingga Sabtu (28/3), jumlah kasus positif corona sebanyak 1.155 orang, naik 109 orang dalam sehari dan yang meninggal menjadi 102 orang dari 87 dan hanya 46 orang dinyatakan sembuh.  

Jumlah kematian virus corona di Indonesia ini tertinggi di Asia Tenggara dengan fatality rate sebesar 8,8%. Padahal angka rata-ratanya secara global 3,4%, menurut hitungan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Proyeksi penyebaran corona akan memuncak di pekan kedua atau ketiga April 2020. Sementara, akhir penyebaran kasus diprediksi terjadi pada akhir Mei atau awal Juni 2020. 

Ditengah wabah yang telah menyebar di mana-mana dan kekurangan APD, sosok Donda Lucia Yuniar Hutagalung dari PT Anugraha Wening (Anweca) yang gerak cepat memproduksi kebutuhan menenangkan banyak pihak.

Rumah sakit, tenaga medis, para pejuang kesehatan dan relawan bisa memesan baju dan perlengkapan untuk melindungi diri dalam melayani pasien positif terinfeksi Covid-19 guna membantu NKRI mengatasi wabah virus yang mengglobal ini.

”  Saat ini saya hanya melayani kebutuhan pemesan dari para penyumbang untuk kebutuhan APD tenaga medis dan tidak dijual secara ritel. Saatnya membantu negara bukan mencari keuntungan sepihak di atas penderitaan orang lain,” tegas Donda melalui chat WA, hari ini.

 PT Anugraha Wening (Anweca) melalui anak usahanya PT Adita Dhanya Anindita (ADA) selama ini bisnis intinya adalah garmen, seragam dan pakaian pekerjaan berat (uniform and heavy duty working clothes), khususnya untuk perusahaan pertambangan.

Produksinya antara lain pakaian Mandatory Corporate Needs seperti safety vest, baju anti api, baju anti peluru, jas hujan, sepatu dan lain-lain. Itulah sebabnya sebagian besar konsumen Anweca adalah perusahaan pertambangan baik di dalam maupun di luar negri seperti Singapura, Malaysia, Brunei hingga Kanada.

Untuk produk rompi keamanan (Safety Vest), pelanggan utama Anweca adalah perusahaan tambang besar di wilayah Indonesia Timur yang mensyaratkan mutu standard internasional. Sementara konsumen utama produk baju anti api adalah perusahaan minyak terbesar di wilayah Indonesia Barat. Adapun pelanggan utama produk anti peluru datang dari POLRI.

Donda juga dikenal sebagai pengusaha yang peduli dan memilki Personal Social Responsibility ( PSR) maupun CSR yang tinggi karena mempekerjakan para penyandang disabilitas sebagai bagian di sektor produksi, menggandeng tunarungu yang sudah memiliki ketrampilan menjahit.

 

Begitu mengetahui negara dalam kondisi SOS menghadapi kelangkaan APD, Donda langsung membuat dua tipe ATD yang diberi nama Sandon, pelindung buatan Indonesia yang dibuat ramah lingkungan ( eco friendly) untuk mencegah kemungkinan terpapar virus Covid-19.

“Baju pelindung ini dibuat khusus untuk  tenaga kesehatan dan mereka yang membutuhkan perlindungan dari kemungkinan terpapar virus Covid-19. dibuat dua jenis yaitu Premium dan Medium,” kata Donda.

Ibu dua anak, yaitu Gabriella Adindadinanti dan Stephanie Aditawinanti ini menjelaskan bahwa untuk tipe Premium dibuat dari bahan kain poliester atau nilon, dilapisi dengan membran polietilen mikroporous sehingga tahan air, anti air, mudah bernapas, nyaman, ramah lingkungan dan dapat dicuci lebih dari 30 X

Sementara jenis Medium dari bahan kain poliester dilapisi dengan polyarethane yang membuat baju tahan air, anti air, mudah bernafas dan dapat dicuci lebih dari 20 X . Semua produk disertai dengan penutup wajah dari mika yang dapat menggantikan penggunaan kacamata dan masker.

” Jadi produk kami jauh lebih hemat dan ramah lingkungan karena bukan sekali pakai tapi bisa dicuci. Setelah 20 hingga 30 kali pemakaian sebagai alat pelindung diri ini bisa dibakar atau dikubur,” jelas Donda.

Dua pabrik garmennya di Jl H. Juhri No 71, Meruya Selatan, Jakarta maupun di Klaten Jawa Tengah masing-masing  bisa memproduksi rata-rata 500 potong APD lengkap dengan Mica Mask & Shoes Cover.

Tantangan yang dihadapinya saat ini selain berkejaran dengan waktu juga susahnya pasokan bahan baku karena tidak bisa pesan bahan secara instant dan harus cari yang ready stock. Sementara 300 karyawan yang ada terutama para tuna rungu selalu siap dan rajin produksi.

Donda mengatakan, tujuan utama perusahaan melibatkan para penyandang disabilitas semata untuk memberikan kesempatan bekerja dalam industri garmen. “Saya mau tunjukkan bahwa saudara-saudara yang difabel itu bisa mengerjakan produk-produk yang berstandard internasional.” ujarnya.

Dalam perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM) dari kaum Disabilitas, perusahaan bekerjasama dengan sebuah Yayasan yang memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk kaum disabilitas tuli di beberapa kota di Indonesia.

Anweca tidak memberikan perlakuan khusus kepada para karyawan yang menyandang disabilitas. Para karyawan difabel yang baru mulai bekerja tidak diharuskan untuk memenuhi target produksi tertentu agar memberikan rasa nyaman terlebih dahulu sehingga selanjutnya dapat bekerja lebih produktif

Berawal dari sprei

Kegigihan Lucia Donda Yuniar Hutagalung sebagai pengusaha garmen berawal pada 1991. Saat itu gajinya di sebuah lembaga keuangan milik Bank Indonesia hanya cukup untuk 20 hari sementara dalam pendidikan kedua putrinya Donda punya prinsip harus mendapatkan yang terbaik.

“Anak-anak saya harus makan bergizi agar cerdas dan sehat, pendidikan di rumah dan di sekolah harus bagus. Anak-anak harus lebih baik dari orangtuanya di dalam segala hal. Saya berpikir keras bagaimanakah caranya mendapatkan uang tambahan agar tekad saya bisa tercapai yaitu dengan berbisnis,” urai lulusan LPK Tarakanita ini.

Bisnisnya juga gara-gara ada sales yang datang ke kantor menjajakan sprei dengan sistem cicilan. Setelah membeli satu dan melihat simpelnya membuat sprei plus bantalnya maka akhirnya dia memutuskan untuk memproduksi kain sprei dan menjualnya di lingkungan kantor sendiri maupun menjajakannya ke kantor-kantor terdekat saat jam makan siang.

Dagangannya laris manis karena harga dan kualitas bersaing dan perlahan tapi pasti, penghasilan Donda bisa menghidupinya sampai tanggal 35,  artinya, berkat bisnis sprei itu dia bisa menabung. Akhirnya dari perusahaan diseberang kantornya yaitu PT Freeport Indonesia dia dipercaya memasok kebutuhan ratusan sprei di tambang.

Kesibukan yang bertambah, anak yang sakit-sakitan dan kurang bisa bonding akhirnya membuat Donda harus meninggalkan pekerjaan kantorannya dan jadi pengusaha garmen. Wanita kelahiran Jakarta, 9 Juni 1965 ini kemudian fokus spesialis pada apparel perusahaan tambang dengan mutu dan standar internasional.

Semenjak itu, bisnis Donda semakin besar dan Pada 2007, dia termasuk salah satu dari 200 pengusaha yag diminta oleh pemerintah untuk memperbaiki rapor merah ekspor impor. Dia berhasil  memproduksi, dan memasarkan produk yang selama ini masih impor agar menjadi kandungan lokal.

Dirinya juga berhasil mendapatkan sertifikat internasional dari UK untuk kategori EN 471—safety vest pertama di Indonesia dan EN 533 untuk flame resistant protective clothing pertama di Indonesia.

Selain garmen, pada 2008, bisnis Donda berkembang dan mendirikan PT Deva Datta Dinda yang bergerak di bidang trading. Selain itu juga memasok safety awards (hadiah dari perusahaan untuk para karyawan atas keselamatan yang dijaga) seperti jam tangan, komputer, tas, produk elektronik serta memproduksi decomposable rainwear dan comfort safety shoes.

Pemenang penghargaan Ernst and Young Entrepreneurial Women 2011 ini mengaku semua yang telah dicapainya saat ini bukanlah cita-citanya karena dulu keinginannya sederhana saja menjadi sukarelawan pendidikan di pedalaman Papua, mengajari anak membaca, menulis dan pendidikan non formal untuk memperkaya batin. 

Niat baik membuat Donda kini menikmati jalan tuhan untuk membantu negara. Di samping Donda tidak ingin para pengguna memakai bahan sembarangan karena akan merugikan diri sendiri, membantu para tenaga medis yang menjadi garda terdepan memerangi Covid-19 membuatnya mendapatkan kepuasan batin dan kebahagian.

 

     

 

Merespons Social Distancing, Instagram Akan Tambah Layanan Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization menetapkan virus corona sebagai darurat kesehatan global pada bulan Januari lalu, Instagram terus membantu pengguna mengakses informasi akurat dan memastikan pengguna tetap aman dan dapat saling terhubung satu sama lain. 

Siaran pers aplikasi berbagi foto dan video yang banyak digunakan oleh para traveler ini meluncurkan  stiker “Di Rumah Aja” guna membantu pengguna untuk saling terhubung dan berbagi inspirasi kegiatan #dirumahaja selama melakukan praktik social distancing ( jaga jarak fisik) saat ini.    

Banyak juga memberikan tambahan layanannya seperti akun-akun sumber edukasi di kolom pencarian serta menambahkan rangkaian stiker untuk membagikan informasi akurat tentang kiat pencegahan penyebaran COVID-19. 

Layanan baru lainnya menghapus konten dan akun tidak terpercaya yang memposting konten terkait    COVID-19 dari laman rekomendasi, kecuali konten tersebut diposting oleh organisasi kesehatan yang terpercaya. 

Ada juga cara baru untuk menjelajahi Instagram bersama teman melalui video chat.  Mengakses Informasi akurat para pengguna yang mencari informasi terkait COVID-19 akan mulai melihat sebuah pesan edukasi yang akan mengarahkan mereka mengakses akun  Organisasi Kesehatan Dunia dan otoritas kesehatan setempat. 

Instagram tengah berupaya secepat mungkin untuk menyediakan layanan ini bagi para pengguna di seluruh dunia dalam beberapa minggu ke depan, disamping meluncurkan rangkaian stiker terbaru untuk membantu pengguna  membagikan informasi akurat seputar COVID-19 di Stories mereka. 

Stiker-stiker ini berisi himbauan bagi pengguna untuk mencuci tangan, menjaga jarak fisik dengan orang lain, serta beberapa tips lainnya untuk mencegah penyebaran virus. Rangkaian stiker ini akan tersedia di galeri stiker Stories pengguna dalam beberapa hari ke depan.

Selama beberapa minggu terakhir, Instagram secara bertahap mulai meluncurkan fitur notifikasi di bagian atas Feed Instagram pengguna yang berdomisili di negara-negara yang terdampak COVID-19. 

Notifikasi tersebut berisi arahan bagi pengguna untuk mencari informasi terkini yang akurat dari organisasi kesehatan yang terpercaya dan mengurangi penyebaran misinformasi dengan menghapus akun-akun dan konten terkait COVID-19.

Konten yang ditandai sebagai misinformasi oleh mitra pengecek fakta pihak ketiga dari Feed dan Stories akan langsung dihapus dari laman Explore dan hashtag. Begitu pula klaim palsu maupun teori konspirasi yang memiliki potensi membahayakan para pengguna.