Crisis Center Atau Komunikasi Krisis ?

this formate

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Minggu sore lalu, 29 Maret 2020 untuk pertama kalinya anggota Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Forwaparekraf) mengadakan pertemuan ditengah kebijakan Work from Home, menggunakan aplikasi Zoom. Diskusi antara pengurus, anggota dan para pembina berjalan serius tapi santai.

Saya berpartisipasi sebagai pendiri dan pembina bersama Mimi Hudoyo dari TTG Asia dan Arifin Hutabarat dari ITN-IndonesiaTouristNews yang secara bergantian melayani pertanyaan dari rekan-rekan media.

Pengurus dan anggota Forwaparekraf sepakat menyampaikan pentingnya agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) segera mengaktifkan fungsi komunikasi krisis di sektor pariwisata. 

Rupanya awak media sudah mulai gregetan karena sang Menteri, Wishnutama Kusubandio dinilai tidak memiliki ‘sense of crisis’ yang seharusnya dilakukan ketika virus Corona Covid- 19 mewabah hingga memukul telak sektor industri pariwisata. Jejak digitalnya di Kompasiana malah judulnya tertulis : Menteri Wishnutama Seperti Selebriti, Sulit Ditemui Wartawan.

Kontan saja Johan Sompotan, Ketua Forwaparekraf perlu menjembatani anggotanya dengan ‘ Mas Menteri’. Meski akhirnya jawaban dari Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf pertemuan baru bisa dijadwalkan pertengahan April.

Sementara pandemi global ini dalam waktu 24 jam saja terus menyebar dengan berbagai berita fakta maupun hoax yang memerlukan komunikasi dua arah dan kehadiran crisis center untuk menyampaikan pada dunia apa saja yang akan dan telah dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Ada dua isyu besar yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, yaitu secara umum krisis nasional berkenaan dengan covid-19, dan secara khusus krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari covid -19,” kata Arifin Hutabarat yang biasa dipanggil Opung ini.

Apalagi saat pandemi terjadi masih banyak wisatawan mancanegara yang tengah asyik berwisata di Indonesia di berbagai daerah terutama Bali sebagai destinasi wisata utama. Kehadiran crisis center terutama untuk melayani wisatawan yang berada di daerah bencana.

Namanya juga crisis center, suatu bentuk kebijakan  preventif dan respon dari pemerintah menghadapi berbagai kondisi dan ancaman yang berpotensi dan berdampak pada sektor pariwisata. Apalagi dalam kasus Covid-19, tiba-tiba saja  dalam hitungan jam wisman terhambat pulang ke negaranya.

Wisman tak bisa pulang akibat penutupan sementara penerbangan, pembatasan transit,  berbagai kebijakan maupun kepanikan karena bencana yang belum pernah terjadi dan melanda hampir dua pertiga negara di dunia ini.

Tak heran para pengurus langsung minta arahan para pembina bagaimana agar industri pariwisata yang 50 juta orang sumber daya manusianya di dunia terancam pekerjaannya akibat dampak Covid-19. Mereka concern agar industri dapat tetap survive dimasa sulit saat ini karena awak media paham 80 % UMKM di dunia adalah motor penggerak pariwisata.

Pekan lalu, Virginia Messina, Direktur Pelaksana World Travel & Tourism Council ( WTTC) dalam rilisnya menyatakan kalangan industri pariwisata yang dipimpinnya sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Dari 50 juta pekerjaan yang bisa hilang, sekitar 30 juta akan berada di Asia, tujuh juta di Eropa, lima juta orang di Amerika dan sisanya di benua lain, kata Virginia Messina memproyeksikan.

Diskusi seru via Zoom dilanjutkan pada Senin 30 Maret 2020. Satu lagi pembina muncul yaitu Wahyu Indrasto, Pemimpin Perusahaan www.eksekutif.id. Lagi-lagi keinginan mendukung kalangan industri pariwisata tampak mengemuka.

Sayangnya, saat kami berdiskusi muncul juga kekecewaan karena para pelaku bahkan ketua asosiasi ada kecendrungan terlalu berhati-hati untuk berbicara dengan pers sehingga Mimi Hudoyo sempat berucap. ” Kalau kesulitan minta pendapat para pelaku, jadi ingat betapa almarhum Rudiana Jones selalu bisa menjawab pertanyaan kita ya,” ujarnya.

Rudiana Jones adalah salah satu Direksi WITA Tours yang awal tahun ini wafat. Semasa hidup menjadi media darling karena sebagai salah satu ketua di Asosiasi Travel Agent Indonesia  ( ASTINDO) selalu terbuka kepada media, ramah terhadap wartawan, dan sering kali memberi “bahan” untuk diolah menjadi berita.

Ucapan Mimi langsung diamini peserta Zoom bahkan membuat diskusi menjadi tambah semangat sesuai dengan spirit almarhum Rudiana yang kerap memberikan pencerahan dan memperlakukan awak media sebagai teman sejatinya.

Opungpun sampai takjub dan menyampaikan kegembiraannya karena rekan-rekan media punya optimisme yang besar untuk mendukung bisnis dari pelaku pariwisata sehingga saat Corona tidak ada lagi di muka bumi proses pemulihan bisa lebih cepat.

” Menparekraf pastinya juga ingin tahu bagaimana mitigasi bencana dari setiap organisasi profesi di sektor pariwisata jadi mari kita bantu agar mereka tetap semangat dalam berusaha,” kata Arifin Hutabarat.

Untuk anggota yang tidak sempat berpartisipasi, Ekasanti, salah satu pengurus yang paling sibuk telah menyiapkan siaran pers untuk memberikan masukan pada Mas Menteri dan jajarannya.

“Terima kasih masukannya, kami sudah aktifkan komunikasi krisis parekraf sejak tanggal 17 Maret 2020 lalu, mengikuti SOP manajemen krisis kepariwisataan yang dihasilkan atas masukan bersama praktisi penanganan krisis dan ahli komunikasi sepanjang 2018-2019,” jawab Agustini Rahayu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf.

Jawaban wanita yang biasa disapa  “Mbak Ayu” memperjelas “gap” yang terjadi karena saat diskusi via Zoom dilakukan belum ada yang paham rupanya Mas Menteri dan jajarannya sudah berkordinasi dan bersinergi dengan para pelaku pariwisata serta menghidupkan crisis center atau apapun namanya.

Sekali lagi ibarat pepatah Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, maka Forwaparekraf yang menjadi mitra kerja Kemenparekraf sejak keberadaannya di tahun 1990 an justru tidak tahu komunikasi krisis sudah dihidupkan kembali di kementrian itu nyaris dua minggu sebelumnya.

Syukur alhamdulilah jika sudah berfungsi lagi karena saat ada Bom Bali 2002 dan tahun Bom Bali ke dua tahun 2005 misalnya crisis center kemenparekraf aktif berperan. Begitu juga saat Menpar Arief Yahya menghidupkan crisis center saat Gunung Agung, Bali erupsi 2018 lalu jejak digital dan langkah strategisnya bisa dibaca via internet.

Tak perlu ‘ baper ‘ meskipun satu rumah, Forwarparekraf tidak mengetahui atau terlambat mendapat informasi dari ‘orangtua’ nya sendiri karena setiap menteri juga punya gaya kepemimpinannya sendiri-sendiri.

Justru awak media yang kebanyakan dari kalangan milenial ( Gen Y) dan Gen Z telah menyerukan kegelisahannya agar pemerintah mengambil tindakan segera mencegah dampak krisis yang lebih luas. Pasalnya krisis kesehatan global ini telah menjadi bencana ekonomi dunia. 

Pertemuan itu sekaligus menjadi doa agar  30 juta orang di Asia termasuk di Indonesia yang bisa kehilangan pekerjaannya bisa memiliki semangat baja bahwa badai ini pasti berlalu. Jangan lupa sedikitnya 1,5 miliar wisman berwisata pada 2019 atau kontribusinya 7% dari ekspor global.

Industri pariwisata memang telah terbiasa dengan kejutan semacam ini dan semoga menjadi lebih tangguh dari waktu ke waktu. Sebuah studi WTTC terhadap 90 krisis berbeda menunjukkan bahwa saat ini industri membutuhkan waktu sekitar 10 bulan untuk pulih, turun dari 24 bulan satu dekade lalu.

Yakinlah, meski belum dianggap sebagai mitra sejajar, inisiatif Forwaparekraf memikirkan kelangsungan hidup jutaan orang yang mengandalkan Travel & Pariwisata untuk mata pencaharian dan kesejahteraan mereka dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang yang bergejolak adalah perbuatan mulia.

Langkah ini akan menguatkan para pelaku industri untuk merangkul kekuatan pers sebagai mitra sejajarnya. Hanya upaya bersama yang dapat pulih dari pandemi Covid-19. Bukankah begitu friends ?

 

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Menparekraf Pastikan Tenaga Kesehatan Dapatkan Akomodasi dan Fasilitas Layanan Terbaik

this formate

Whisnutama (kedua dari kiri)  meninjau dapur Swiss- Belhotel Pondok Indah. Di sampingnya adalah Direktur Utama RSUP Fatmawati dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp. A, MPH . ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio pastikan tenaga kesehatan dapatkan akomodasi dan fasilitas layanan terbaik saat berkunjung ke Swiss-Belhotel Pondok Indah Jakarta Selatan, hari ini.

Kemenparekraf bekerjasama dengan sejumlah hotel memberikan akomodasi yang baik bagi petugas kesehatan yang saat ini menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19 yang sangat dibutuhkan dalam menunjang kinerja mereka.

Menparekraf mengapresiasi dukungan dari industri pariwisata yang terus berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19, termasuk perhotelan yang memberikan akomodasi bagi tenaga Kesehatan.

“Alhamdulillah sore ini kami mendapat dukungan lagi dari Swiss-Belhotel Pondok Indah dan RedDoorz untuk mendukung tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Fatmawati sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk menangani pandemi COVID-19,” ujarnya.

 

Wishnutama mengatakan, sebagaimana hotel-hotel sebelumnya yang juga bekerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf dalam menyiapkan akomodasi tenaga medis, ia memastikan fasilitas dan operasional hotel harus dijalankan dengan standar kesehatan yang baik.

“Saya sudah melihat fasilitas hotel ini dengan segala macam support-nya termasuk makanan, laundry, dan semua fasilitasnya dalam kondisi baik untuk mengakomodasi 150 tenaga kesehatan RSUP Fatmawati.” kata Wishnutama.

Ia mengatakan standar kesehatan ini perlu benar-benar diperhatikan agar memberi rasa aman dan nyaman bagi tenaga medis dan juga pekerja hotel. Wishnutama berharap do’a dan dukungan dari masyarakat dan khususnya industri pariwisata benar-benar bermanfaat bagi tenaga kesehatan di RSUP Fatmawati.

“Dengan demikian  para petugas kesehatan dapat beristirahat dengan baik, dekat dengan tempat pekerjaan, dan lebih efektif pekerjaannya. Begitu juga transportasinya, Antavaya menyediakan transportasi dari rumah sakit menuju hotel dan sebaliknya sehingga segala sesuatu lebih baik bagi petugas kesehatan berjuang menghadapi COVID-19 ini,” kata Wishnutama.

Direktur Utama RSUP Fatmawati dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp. A, MPH menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menyiapkan akomodasi bagi lebih dari 150 tenaga kesehatan RSUP Fatmawati.

“Tidak hanya tempat menginap yang nyaman, tapi juga laundry dan makanan. Ini tentunya dapat mendukung kinerja tenaga kesehatan dan perawat kami, sehingga mereka bisa fokus melayani pasien,” kata Mochammad Syafak Hanung.

Ia mengatakan akomodasi memang menjadi salah satu kendala yang dihadapi rumah sakit dalam situasi berjuang menghadapi COVID-19 saat ini. Sebelum adanya dukungan dari Kemenparekraf dan industri, pihaknya sedang mencari cara menyiapkan sarana akomodasi bagi tenaga kesehatan yang bertugas mengingat intensitas dan risiko mereka yang tinggi.

Dengan dukungan ini mereka tentunya bisa beristirahat dengan nyaman, tidak ada pikiran yang terbebani lagi dan hanya fokus dengan pasien. Ini betul-betul dukungan yang kuat bagi kami dalam menangani pasien, tambah Mochammad Syafak Hanung

“Kami berdoa bersama mudah-mudahan Allah melindungi kita semua agar terhindar dari virus ini, dan semoga bisa cepat teratasi,” kata dia lagi.

Dalam kerja sama ini, Swiss-Belhotel menyiapkan 80 kamar dengan berbagai kebutuhan lainnya untuk tenaga kesehatan RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Dalam kunjungan itu Wishnutama didampingi Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fajar Utomo, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizky Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema, dan Staf Khusus Bidang Keamanan, Adi Deriyan Jayamarta.

Jadi Kamar Kost dan Fasilitas Karantina Mandiri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PANDEMIK COVID-19, pemerintah mengeluarkan himbauan untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah bagi pelajar, mahasiswa sampai ibadah di rumah. Awalnya hanya selama 14 hari, kemudian diperpanjang sejalan dengan makin meluasnya penyebaran COVID-19. Bagi kalangan ASN yang non pelayanan public, bekerja dari rumah sembari mengontrol anak- anak yang kena wajib belajar di rumah.

Perusahaan swasta? Mulai dikeluarkan kebijakan pengurangan jam operasional kantor,  kebijakan cuti libur tak berbayar, berbagi shift kerja mingguan akhirnya kerja dari rumah sembari menunggu perubahan kinerja perekonomian negara.

“Kebijakan bekerja dari rumah, cukup mengurangi operasional harian kantor,” ungkap eksekutif sebuah PR agency di Bali. Pasalnya, operasional mereka selama ini lebih dominan mobile mengandalkan teknologi komunikasi yang ada. Keberadaan kantor hanya memenuhi peraturan sebuah perusahaan dan menerima tetamu yang enggan bertemu di luar kantor.

Memasuki akhir bulan Maret, pemerintah meningkatkan status tanggap darurat COVID-19. Sejumlah daerah memperketat kebijakan mengurangi pergerakan masyarakat antar daerah, meminimalkan kerumunan sampai menutup tempat- tempat wisata, tempat hiburan dan membatasi jam operasional tempat- tempat pertemuan.

Berkaitan dengan kebijakan work from home, membuka peluang pengelola hotel kreatif mengemas paket- paket jasa working space special. Di Jakarta manajemen jejaring hotel klas menengah meluncurkan paket hemat bekerja dari hotel. Kemasan paket, menjawab kebutuhan para tamu yang memerlukan kenyamanan area bekerja didukung dengan fasilitas kebersihan hingga koneksi internet berkecepatan tinggi.

Dalam release yang diterima bisniswisata.co.id, di jejaring Holiday Inn para tamu dapat menempati kamar tamu hotel dan menjadikannya tempat bekerja yang nyaman serta luas. Para tamu bisa bekerja dengan lebih hemat apabila melakukan reservasi selama lima malam.  Reservasi kamar sudah termasuk poin reward, sarapan pagi, koneksi WiFi berkecepatan tinggi, area bekerja yang luas dan juga kursi ergonomis yang nyaman. Para tamu juga bisa menikmati fasilitas hotel lainnya seperti ruang kebugaran dan self-service laundry yang secara reguler disanitasi dengan seksama.

Selain mengeluarkan paket menginap, Holiday Inn juga menyediakan layanan antar makanan.  Terdapat berbagai menu kotak pilihan yang dapat dinikmati oleh para pecinta makanan seperti Nasi Goreng Sayur, Mie Goreng Jawa, Ayam Goreng Kalasan, Sate Ayam, Spageti Asam Asam Manis, Buah dan tumis sayuran. Layanan antar makanan tidak dipungut biaya untuk pengantaran ke area Matraman, Salemba, Senen, dan Kramat.

Fasilitas Karantina Mandiri

Di Bali, hotelier inovatif menawarkan kamarnya dengan sistem sewa harian, mingguan maupun bulanan. Paling tidak kebijakan ini membuka peluang kerja bagi tenaga kerja di hotel bersangkutan, tetap beroperasi dengan mengikuti protocol penanggulangan COVID-19 dari pemerintah. Tinggal pilih sesuai budget, sesuai klas kamarnya, lama tinggal.

Masih dengan etikad membantu diri sendiri, sesama karyawan,  perusahaan dan pemerintah ada jejaring usaha yang tidak hanya memiliki jaringan bisnis hotel, juga rumah sakit berstandar internasional, menawarkan fasilitas tes COVID-19 dan karantina mandiri. Contohnya apa yang ditawarkan Lippo Groups.

Aryaduta Hotels dari Lippo Group menawarkan paket bagi mereka yang perlu mengisolasi diri dari keluarga dan kolega karena pandemi. “Hotel kami menyediakan lingkungan yang benar-benar aman dan bersih bagi Anda untuk bekerja dan bersantai,” kata perusahaan itu dalam siaran persnya.

Dijelaskan bahwa, kontak dengan orang lain (termasuk staf hotel) akan diminimalkan dan makanan dan minuman lengkap disajikan tanpa staf hotel memasuki ruang pribadi Anda. Stafnya dilatih protokol keselamatan oleh Grup Rumah Sakit Siloam. Penawaran ini terbuka untuk mereka yang mengasingkan diri selama 14 hari dan tidak menunjukkan gejala atau siapa pun yang dites negatif tetapi harus mengikuti protocol karantina  14 hari.
Menurut Varun Khanna, Chief Commercial Officer, Siloam Hospitals, Siloam adalah grup rumah sakit swasta pertama yang mengembangkan kapasitas pengujian COVID-19 di Indonesia. Juga salah satu dari tiga rumah sakit rujukan swasta untuk pasien COVID-19.

Offer available in Aryaduta Semanggi, Medan, Lippo Village and Palembang”, imbuh Varun Khana.

Pemerintah Arab Saudi Meminta Penundaan Perjalanan Haji

this formate


ARAB SAUDI, bisniswisata.ci.id; PEMERINTAH  Arab Saudi meminta umat muslim yang berencana ambil bagian dalam ziarah haji untuk menunda rencananya di tengah ketidakpastian atas pandemi COVID-19. Menteri Haji Mohammed Banten mengatakan kerajaan mengkhawatirkan keselamatan para peziarah dan mendesak semua stake holder usaha jasa terkait kegiatan haji,  menunda  kontrak kerjasama yang lazim dilakukan. Demikian dikutip dari laman Travel and Tour World, Rabu (1 April 2020).

Diperkirakan sekitar dua juta orang akan melakukan perjalanan ke Mekah dan Madinah periode Juli s.d Agustus tahun 2020 ini.  Sementara untuk aktivitas umroh telah ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan penyebaran COVID 19. Selain penutupan kegiatan haji dan umroh, Saudi juga membatasi kunjungan warga negara asing untuk berwisata di wilayah kerajaan Arab Saudi.

Mohammed Banten mengatakan Arab Saudi sepenuhnya sudah siap melayani para Jemaah haji mau pun umroh, namun dengan dinaikkannya status wabah COVID-19 menjadi pandemic kesehatan dunia, kerajaan Saudi lebih mengutamakan keselamatan umat manusia “ Kerajaan mengutamakan  perlindungan kesehatan umat muslim dan warga negara,” tegasnya.
Bagi Jemaah yang telah membeli visa umroh mau pun perjalanan haji yang tidak dapat digunakan akan dikembali kerjaan. Tercatat sampai Kamis 2 April siang ada 1.720 suspect COVID-19  di wilayah Saudi, dengan angka kematian 16 orang dan yang sembuh mencapai 264 orang, COVID-19  sudah mewabah di 180 negara didunia.

Menelusuri Jalur Sutra 4

this formate

Pemandangan kota Tashkent di waktu malam ( foto-foto: William Satriaputra )

William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian ke tiga.

 

Perjalanan selanjutnya masih mengeksplor Bukhara terutama mengapa dijuluki Kubah Islam di Timur. Bukhara di masa lalu pernah menyaingi Bagdad dan dalam sejarah di hancurkan dua kali oleh Mongol dan Rusia namun  peninggalan Islam di Bukhara masih cukup banyak. Lebih dari 140 situs sejarah Islam masih ada di sana. 

Sebelumnya saya sudah mengangkat kisah tentang Bukhara dan kali ini saya mengangkat tiga objek sekaligus karena letaknya juga berdekatan di taman Samani. Pertama, Chashma Ayub Mausoleum, lalu ke Chor Bakr Four Brothers dan Kompleks Bahauddin Naqshbandi.

Saya pernah berkunjung ke Gua Nabi Ayub dan sumur Nabi Ayub di Sanliurfa demikian juga makamnya di Harran. Namun di Bukhara terdapat jejak Nabi Ayub yang melakukan perjalanan ke Bukhara dan dengan tongkatnya maka keluarlah air dari penggalian sumur di tempat ini yang airnya sampai sekarang dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit (healing).

Kedua, makam Ismail Samani. Tempat ini merupakan karya arsitektur Asia Tengah yang paling dihargai yang dibangun antara 892 dan 943 M sebagai tempat peristirahatan Ismail Samani.

Dia merupakan amir yang kuat dan berpengaruh dari Dinasti Samaniyah, salah satu pribumi terakhir Dinasti Persia yang berkuasa di Asia Tengah pada abad kesembilan dan ke-10, setelah Samaniyah merdeka dari Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad.

Ketiga, mausoleum Imam Bukhari. Museum ini di buka  tahun 2001 dan di rancang oleh arsitek Z. Klichev. Pameran yang di tampilkan disini khusus tentang kehidupan dan pekerjaan Imam Muhammad ibn Ismail al Bukhari atau biasa disebut Imam Bukhari. Berbagai karya asli pribadi disimpan disini.

Sekitar 5 km sebelah barat Bukhara dimana ladang ladang terpisah oleh barisan pohon pohon Mulberry terdapat bangunan yang tidak umum disebut Chor Bakr Necropolis atau 4 saudara.  Disebut kota mati karena ribuan tahun yang lalu ketika kaum Derwish tinggal disana sudah ada makam makam.

Ketika di abad X Bukhara dibawah kekuasaan dinasti Samanid hidup keluarga Sayid Zubair (keturunan nabi Muhammad) yang pegang peran penting dalam kehidupan di kota tsb. Zubair dan keturunannya  di makamkan ditempat ini.

Dibawah penguasa Dinasti Shaybanid Abdulrahman II pada tahun 1560 diputuskan untuk mendirikan Masjid, madrasah dan lainnya  untuk mengenang keluarga Zubair yang terhormat. Sebagai hadiah untuk sang guru Zubair Sheikh Muhammad Islam yang meninggal tahun 1563.

Tahun 1594, putra Zubair Abu Bakar Said meninggal dimakamkan disebelah sang ayah. Setelah itu keluarga yang meninggal Abu Bakar Fazl dan Tojidin Khasan juga dikuburkan disana. Ke 4 orang inilah yang disebut Chor-Bakr atau four brothers. Struktur makam disini berbeda dengan yang ada di Shakhi- Zinda Nekropolis.

Perjalanan berikutnya kami meniti jalan spiritual seorang wali Allah. Sekitar 12 km dari Bukhara terdapat Kompleks Bahauddin Naqshbandi seorang sufi yang tersohor dan filsuf yang lahir pada tahun 1318.

Di kompleks tersebut terdapat makam, masjid, minaret, lapangan rumput dan kolam. Lahir di Qasrel Arifan sebuah desa di Bukhara pada tahun 1317. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah melalui Sayidina Al-Husain RA.

Beliau berguru pada Khoja Baba Sammasi (guru besar sufi), di lanjutkan kemudian belajar  pada Sayid Amir Kulali lalu Khoja Abdul Khaliq Gujdawani, Khoja Arif Zulkarnain dan Hakim Ata. Dan mengalami berbagai peristiwa spiritual. 

Bahauddin Naqshbandi meninggal tahun 1391. Disamping menjadi guru spiritual Amir Timur, pemimpin kebangkitan Islam di Turki seperti Erbakan dan Erdogan berafiliasi dengan tarekat ini.

Tasawuf bagi Naqsabandi berprilaku sosial yang positif. Bukan hanya sekedar budi pekerti yang luhur, juga berbuat kebajikan pada sesama mahluk Allah, mengulurkan tangan pada yang memerlukan bantuan dan menghargai waktu.

Dengan demikian Naqsabandi tunduk kepada Nabi Muhammad secara paripurna, menjalankan perintahnya, menghindari larangannya, meneladani  perbuatannya dan menghayati spiritualnya sesuai ajaran Islam menurut mazhab ahlussunnah wal jamaah. Banyak ulama yang mengakui bila Tarekat Naqsabandiyah sari pati semua tarekat sufi.

Kunjungan ke Chashma Ayub Mausoleum, lalu ke Kompleks Bahauddin Naqshbandi dan saat meninggalkan Bukhara menuju Tashkent

Tinta Emas  Presiden Soekarno

Hari berikutnya kami terbang menuju – Tashkent dengan oenerbangan lokal. Mulai banyak orang Indonesia yang datang  ke Tashkent karena Presiden Pertama RI ini pernah berkunjung dan berjasa . Oleh karena itu meski jauh di mata dekat di hati.

Soalnya pada 5-6 September 1956 Bung Karno mendarat di Tashkent dan amat terkesan dengan masyarakat di Uzbekhistan. Banyak persamaan dengan Indonesia termasuk keramahan penduduknya sehingga kerap menyebut negara itu seperti rumah sendiri. 

Puncak dari kunjungan di Tashkent ketika bicara di stadion Pakhtakor (Dinamo Stadium) tentang Pancasila, kerja sama dengan Rusia dan penjajahan. Padahal saat itu Uzbekhistan dikuasai Rusia. Stadion meledak dengan pekikan Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Di akhir kunjungan di Tashkent tanggal 6 September 1956  Sang Putra Fajar menulis : hari ini saya meninggalkan Tashkent. Tetapi hati saya akan selalu teringat kepada saudara saudara dan kebaikan budi saudara-saudara. Selamat tinggal, selamat bekerja. Hiduplah persahabatan kita. 

Itulah sebabnya bagi Bung Karno Uzbekistan itu jauh di mata dekat di hati. Pada 26 Desember 1991 Uzbekistan merdeka 35 tahun setelah Bung Karno mengunjungi Uzbekistan. Rangkaian kalimat yang dibuat dengan “Tinta Emas” beliau kini terwujud.

Alhamdulillah kami mendapatkan kesempatan dan mendapatkan ticket pesawat dari Bukhara ke Tashkent. Setelah sebelumnya pesanan ticket dari Belanda di anulir dan melalui network disana setelah berliku liku akhirnya ticket kami dapatkan.

Perjalanan dengan pesawat memakan waktu sekitar 1 jam dengan Airbus 320. Sama halnya ketika memesan ticket kereta cepat Afrosiyab ticket tidak bisa dibeli online sehingga menggunakan jasa network dan mendapatkan seat kelas business.

Hari pertama kami menikmati sudut sudut kota Tashkent yang bersih dan indah dan kota terbesar di Asia Tengah yang juga menjadi ibu kota Uzbekistan.Tidak kurang dari 200 monumen arkeolog berada disini.

Di kota besar penduduknya terlihat modis dan wajah wanitanya adalah kategori  cantik dan sangat cantik. Perpaduan berbagai bangsa di masa lalu yang menjadikan mereka unik dengan postur nyaris sempurna. ( Bersambung)

 

BBTF 2020 Diselenggarakan 8-12 Juni 2021

this formate

BALI, bisniswisata.co.id; KEPUTUSAN Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020 bahwa Provinsi Bali meningkatan satus siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat COVID-19, mendorong kalangan industri mengkaji ulang jadual kegiatan yang direncanakan digelar tahun ini.

Pemerintah Bali, telah menunda pelaksanaan Pesta kesenian Bali (PKB) tahun 2020, pesta berkesenian bagi masyarakat Bali ini terjadual sepanjang pertengahan bulan Juni sampai dengan Juli setiap tahun. Sebagai upaya percepatan penanggulangan COVID-19 bagian strategi dalam status tanggap darurat wabah penyakit dengan meniadakan acara- acara yang mengumpulkan keramaian salah satunya ajang PKB. Menyusul pihak industri pariwisata menjadual ulang penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2020 dari  9-13 Juni 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), dijadualkan pada 8-12 Juni 2021.

ASITA Bali sebagai komite penyelenggara BBTF, berkomitmen menjaga industri pariwisata berkelanjutan di Bali mau pun di dunia. Disatu sisi ASITA juga mendukung kebijakan pemerintah mau pun lembaga kesehatan dunia untuk menjaga keselamatan masyarakat Bali, Indonesia mau pun pengunjung yang terlibat dalam pergerakan wisata dunia.

“Kita perlu menjaga keseimbangan antara melindungi kesehatan masyarakat, mengurangi konsekuensi sosial dan ekonomi dari pandemi ini. Keputusan untuk menunda acara tahunan ini tidak mudah, tetapi jelas benar,” jelas Ketua Komite BBTF yang juga Ketua DPD ASITA Bali, Ketut Ardana.

Dengan mengikuti kebijakan pemerintah, anjuran UNWTO untuk mengutamakan keselamatan mahluk hidup, ASITA Bali berkeyakinan penyelenggaraan BBTF 2021 menjadi lebih baik. Termasuk kesiapan pihak Co- Host Sumba Barat dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dengan tawaran produk wisata minat khusus yaitu warisan budaya eksotis Nusantara. ASITA berharap para industri pendukung mampu mempertahankan komitmen mendukung penyelenggaraan BBTF.

Untuk BBTF 2020, komite menargetkan seller:

Dan buyer

BBTF adalah acara B2B tahunan inisiatif DPD ASITA Bali dan telah mampu menjadikannya sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pasar wisata di Indonesia. BBTF, menurut Ketut Ardana mampu menarik minat kalangan mitra usaha peserta pameran, whole seller paket- paket wisata dunia, mau pun media pariwisata. Bali adalah gerbang menuju ke kepulauan Indonesia lainnya untuk pelancong global dan Bali memberikan kontribusi hingga 40% dari total pengunjung ke negara ini setiap tahun.


Komite BBTF, tegas Ketut Ardana tetap yakin dengan kemampuan untuk melanjutkan sejarah keberhasilan BBTF pada tahun 2021. “Pariwisata adalah hidup kita dan ini adalah momen merefleksikan kemanusiaan kita bersama: untuk mengenali seberapa terhubung dan saling tergantung kita semua, satu dengan yang lain,” imbuhnya menutup pembicaraan.

Stay at home to day, kita bertemu di di BBTF Juni 2021.

PT Kawisata Perpanjang Pembatalan 22 Kereta Tipe Priority

this formate

Salah satu gerbong kereta tipe Priority ( foto: PT Kawisata).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Antisipasi Penyebaran Virus Corona (Covid-19), PT KA Pariwisata memperpanjang pembatalan  jadwal 22 perjalanan kereta wisata dari tanggal 1 April – 15 April 2020 dengan jumlah perjalanan sebanyak 246 perjalanan pola FIT (Free Independent Traveller).

“Sebelumnya dengan alasan sama kami sudah membatalkan tiket dari tanggal 21-31 Maret 2020. Namun dengan perkembangan terakhir dimana masa social distancing diperpanjang oleh pemerintah maka pembatalan kedua dilakukan,” kata M.Ilud Siregar,  Manager Humas Kawisata, hari ini.

Dalam siaran persnya Ilud mengatakan disamping mendukung program pemerintah untuk penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19) juga karena adanya penurunan okupansi yang kini mencapai  97%.

“Kami mohon maaf kepada para pelanggan Kereta Wisata Tipe Priority dengan adanya pembatalan tersebut. Bagi para pelanggan yang sudah membeli tiket dan tidak berkenan dapat mengajukan  full refund/pengembalian biaya 100% diluar biaya pemesanan di loket-loket penjualan tiket kereta api di stasiun pembatalan, serta  melalui aplikasi KAI Access.

Sementara, bagi pelanggan yang tetap menginginkan keberangkatan pada tanggal yang sama sesuai dengan tiket yang sudah dibeli, bisa menukar tiketnya menjadi tiket kereta api kelas eksekutif  ke Customer Service di Stasiun keberangkatan dan memproses pengembalian selisih dari biaya tiket yang sudah dibeli sebelumnya. 

Untuk ketentuan pengembalian biaya, kata Ilud, jika penumpang membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan penumpang karena menolak menggunakan sarana kereta pengganti, maka biaya tiket dikembalikan 100% diluar biayaa pesan.

“Apabila penumpang tetap berangkat menggunakan sarana kereta pengganti dan kelas pelayanannya lebih rendah, maka biaya tiket dikembalikan dengan perhitungan tarif tiket kelas Priority dikurangi dengan tarif subclass tertinggi pada sarana pengganti sesuai dengan relasi tiket penumpang diluar biaya pesan,” jelasnya. 

Berikut di bawah ini 22 jadwal perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority  yang di batalkan perjalanannya :

  1. Argo Parahyangan Priority (KA 37A), relasi Bandung–Gambir, keberangkatan jam 04.55 WIB
  2. Argo Parahyangan Priority (KA 67F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 10.30 WIB
  3. Argo Parahyangan Priority (KA 41), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 11.35 WIB.
  4. Argo Parahyangan Priority (KA 45), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 15.00 WIB.
  5. Argo Parahyangan Priority (KA 69A), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 19.30. WIB.
  6. Argo Parahyangan Priority (KA 49), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 20.45 WIB.
  7. Argo Parahyangan Priority (KA 65F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 22.45 WIB.
  8. Argo Parahyangan Priority (KA 66F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 00.40 WIB.
  9. Argo Parahyangan Priority (KA 38), relasi Gambir-Kiaracondong, keberangkatan jam 08.55 WIB.
  10. Argo Parahyangan Priority (KA 40), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 14.25 WIB.
  11. Argo Parahyangan Priority (KA 68F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 15.40 WIB.
  12. Argo Parahyangan Priority (KA 44), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
  13. Argo Parahyangan Priority (KA 48), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
  14. Argo Parahyangan Priority (KA 70F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 23.30 WIB.
  15. Turangga Priority (KA 78), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 14.00 WIB.
  16. Turangga Priority (KA 77), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 16.30 WIB.
  17. Argo Muria Priority (KA 14), relasi Gambir-Semarang Tawang, keberangkatan jam 06.55 WIB.
  18. Argo Muria Priority (KA 13), relasi Semarang Tawang-Gambir, keberangkatan jam 16.00 WIB.
  19. Argo Wilis Priority (KA 2), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 05.00 WIB.
  20. 20.Argo Wilis Priority (KA 1), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 07.00 WIB.
  21. 21.Senja Utama Yk Priority (KA 148), relasi Pasar Senen-Yogyakarta, keberangkatan jam 18.55 WIB
  22. 22.Senja Utama Yk Priority (KA 147), relasi Yogyakarta-Pasar Senen, keberangkatan jam 19.05 WIB,tutur ilud.

 

EndCorona, Aplikasi Karya Mahasiswa UI untuk Asesmen Risiko Covid-19

this formate

Suasana live streaming melalui Akun Youtube( foto: Rahma Yulis)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebagai upaya untuk mendeteksi risiko secara mandiri, serta mencegah berkembangnya berita hoaks terkait Covid-19, sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FKUI) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI),  berkolaborasi menciptakan sebuah Platform Penyedia Asesmen Risiko terkena Covid-19, bernama EndCorona.

Soft launching EndCorona dilakukan pada Rabu sore (1/4/2020) secara live streaming melalui Akun Youtube resmi FKUI https://www.youtube.com/user/MedicineUI/live.

EndCorona dapat diakses di endcorona.fk.ui.ac.id, dan atau endcorona.id melalui komputer ataupun ponsel.

EndCorona dilengkapi dengan berbagai fitur yang membantu masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, fitur asesmen untuk mengetahui kondisi diri sendiri mengenai risiko mengalami Covid-19.

Asesmen ini dapat digunakan untuk mengelompokkan pengguna sesuai kerentanannya mengidap Covid-19, dengan kategori risiko rendah, hati-hati, rentan, dan sangat rentan.

Hasil tersebut didasarkan oleh pengkajian mendalam tim pembimbing FKUI-RSCM dari jurnal ilmiah terpercaya, serta rekomendasi nasional dan internasional berbasis bukti.

EndCorona juga hadir sebagai kanal informasi dan edukasi untuk membantu masyarakat menemukan pengetahuan yang benar, berdasarkan Ilmu Kedokteran, memberikan informasi, situasi terkini, dan mencegah berkembangnya berita hoaks mengenai Covid-19.

Inisiator EndCorona Arya Lukmana (mahasiswa FKUI angkatan 2018), menuturkan, Fitur yang ada di dalam EndCorona terdiri atas Asesmen kerentanan Covid-19Hotline Lengkap rumah sakit di Indonesia dan Dinkes daerah se-Indonesia, Helpline FKUI, Konten edukasi dan berita terpercayaStatistik harian, dan data tracking untuk penelitian.

Keunggulan platform ini, ujar Arya, adalah menggunakan teknologi Cloud sehingga akan cepat dengan downtime hampir tidak adaKami berharap melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menyadari akan risiko mereka terkena Covid-19, dan bertindak sesuai dengan kerentanan masing-masing,” ujarnya  saat launching EndCorona.

Pada situasi dan kondisi saat ini, masyarakat membutuhkan informasi mengenai penyakit Covid-19. Mudah-mudahan aplikasi ini bisa menjadi salah satu solusi dan upaya bagi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19”, tambah Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.

Dekan Fasilkom UI Mirna Adriani, Dra., Ph.D, menambahkan bahwa pihaknya  mengapresiasi dan menghargai waktu yang telah disediakan mahasiswa. EndCorona dapat menjadi contoh kerja sama multidisiplin antarfakultas, serta menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi tulang punggung masyarakat, untuk membantu meredam kegelisahan masyarakat.

Diharapkan melalui aplikasi ini, UI turut berkontribusi membantu negara di dalam menyelesaikan permasalahan terkait wabah Covid-19,” lata Prof. Ari Fahrial.

Kolaborasi antara mahasiswa FKUI dan Fasilkom UI ini diinisiasi oleh Arya Lukmana, dan dikembangkan oleh mahasiswa dari Fasilkom UI. Mereka adalah Muhammad Fawwaz Syarif (Sistem Informasi 2016), Albertus Angga Raharja  (Ilmu Komputer 2016), Ricky Chandra Johanes (SI 2016), Windi Chandra (IK 2016), Muhammad Ashlah Shinfain (IK 2016), Adyanissa Farsya Kirana (SI 2016), Eugene Brigita Lauw (IK 2018),  Amrisandha Pranantya Prasetyo (IK 2018).

Sedangkan tim dari mahasiswa FKUI adalah Lubna Djafar (2018), Sarah Latifa Raharja (2018), Sania Zahrani (2018), Violine Martalia (2019), Irene Audrey DP (2018), Alifia Maharani (2018), dan Aditya Parawangsa (2018).

Kolaborasi tersebut disupervisi oleh dokter dan dosen dari FKUI antara lain Prasandhya A. Yusuf, S.Si, M.T., Ph.D (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, FINASIM (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM), dr. Anindya P. Susanto, B.Eng, MM (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), dan dr. Dewi Friska, MKK (Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI).

Kegiatan EndCorona didanai oleh Hibah Pengabdian Masyarakat UI-IPTEKS bagi Masyarakat 2020, sebagai partisipasi FKUI dalam memberikan solusi untuk memberhentikan wabah COVID-19.

 Platform EndCorona dapat diakses melalui Android, iOS maupun Situs, dengan membuka (endcorona.fk.ui.ac.id dan/atau endcorona.id), serta melalui kanal media sosial Instagram (@endcorona).

 

Kemenparekraf Aktifkan Pusat Krisis Terintegrasi Tekan Dampak Covid-19.

this formate

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gemal aktifkan Pusat Krisis Kemenparekraf. ( foto:  Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, di Jakarta, Rabu (1/4/2020) mengatakan komunikasi krisis yang terintegrasi sangat diperlukan dalam manajemen krisis kepariwisataan sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah pandemi COVID-19.

“Kami telah mengaktifkan komunikasi krisis parekraf sejak 17 Maret 2020, mengikuti SOP manajemen krisis kepariwisataan yang dihasilkan atas masukan bersama praktisi penanganan krisis dan ahli komunikasi sepanjang 2018-2019,” kata Ari.

Kemenparekraf juga membuka berbagai kanal komunikasi publik sebagai bentuk tanggap COVID-19 di antaranya melalui website dan sosial media resmi.

“Terkait Parekraf tanggap COVID-19 ada kanal komunikasi publik yang bisa dimanfaatkan di IG @kemen.parekraf, IG @indtravel, dan www.kemenparekraf.go.id,” katanya.

Bahkan website tersebut mencantumkan yang microsite khusus COVID-19 yakni https://pedulicovid19.kemenparekraf.go.id/.

Semua landing page tersebut terintegrasi dan langsung terhubung ke contact center 08118956767 yang berbasis aplikasi whatsapp dan akan dijawab petugas pusat informasi pada jam kerja dan chatbot di luar jam kerja.

Ari menambahkan, seiring dengan itu pihaknya terus melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah.

“Kami sedang dalam proses pendataan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak COVID-19 di semua daerah,” katanya.

Setelah terdata kemudian pihaknya bersama pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Kami juga sudah mengkomunikasikan rencana mitigasi sektor Parekraf kepada seluruh pemda pada pekan lalu,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya segera membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

 

Keliling Kota Bandung mencicipi kuliner unik Kue Balok.  

this formate

Pedagang Kue Balok memperlihatkan box pemanas arang untuk menutup cetakan kue ( foto-foto: Hefyus Saputro Samhudi).

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Berwisata ke Bandung rasanya tidak lengkap bila tidak melakukan wisata kuliner. Mau menikmati hidangan berat atau sekadar camilan atau panganan ringan? Semua menyemarak di titik-titik keramaian kota. 

Tinggal pilih, mau di resto atau kafe, atau di kedai dan lapak pinggir jalan yang dunia internasional mengkatagorikannya sebagai street food culinary. Satu panganan khas yang sejak zaman baheula diminati urang Bandung, dan gerai-gerainya lantas jadi tempat hang-out alternative bagi kaum muda, adalah Kue Balok. 

Dihitung-hitung, ada sekitar 59 lokasi penjual Kue Balok di berbagai tempat di Bandung. Banyak yang sudah eksis ketika saya masih kecil dimana calon pembeli rela antri cuma untuk bisa sarapan pagi dengan kue Balok.

Kue Balok adalah kue panggang sejenis Kue Pancong ataupun Kue Pukis, terbuat dari tepung terigu, vanili, telur, susu kental manis, soda kue, margarine dan gula pasir.  

Adonannya dibuat dengan cara mengaduk telur dan gula lebih dahulu, setelah mengembang lantas dimasukan margarine, tepung terigu, vanili, dan air sedikit-sedikit hingga tercampur rata. Adonan dituang ke dalam cetakan kemudian dipanggang.

Berbeda dengan cetakan Kue Pancong dan Kue Pukis, yang melengkung ke dalam, membentuk lunas perahu dengan lebar satu atau dua centimeter, cetakan Kue Balok lempeng datar dengan (umumnya) sepuluh lubang cetakan berbentuk empat persegi panjang dengan tinggi 3 – 4 Cm.

Dengan demikian ketika adonan matang menghasilkan kue berbentuk seperti potongan-potongan balok. Lempeng cetakan itu sekaligus merupakan bagian atas dari alat pemanggang yang bagian bawahnya bisa disusupkan kotak berisi arang membara.

Berbeda dengan tradisi memanggang Kue Pancong ataupun Kue Pukis, dimana adonan kue dimatangkan hanya dengan menggunakan sumber panas dari bagian bawah, dalam membuat Kue Balok juga digunakan sumber panas dari bagian atas, gaya memanggang yang dalam dunia kuliner modern popular disebut could kichen. 

Teknisnya sesuai takaran, adonan dituang ke lubang-lubang cetakan yang di bagian bawahnya sudah diberi arang membara, lalu ditakup dengan penutup cetakan. Bedanya, tutup cetakan Kue Balok sekaligus juga wadah bara arang. 

Jadi saat proses pemanggangan, adonan Kue Balok mendapatkan sumber panas dari bawah sekaligus dari bagian atas. Kue Balok jadi matang penuh dan merata, tidak seperti Kue Pancong ataupun Kue Pukis yang kulit kue pada bagian bawah selalu tampak lebih kelam dibanding bagian atasnya. 

Roti Robur

Teman-teman di Bandung hingga kini masih kerap berseloroh menyebut Kue Balok sebagai Kue Jibeuh. Kata “jibeuh” tak lain adalah singkatan dari kalimat dalam Bahasa Sunda, yakni “hiji oge seubeuh” yang berarti “satu pun kenyang”. 

Seloroh atau gurauan itu rasanya ada benarnya, Sebab, dibanding Kue Pancong dan Kue Pukis, struktur Kue Balok memang lebih padat. Memakan satu potong saja cukup mengganjal perut dan mengenyangkan.

Tak heran bila sejak dulu, banyak orang menikmatinya sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas, dan anak-anak biasa membawanya sebagai bekal untuk ke sekolah. 

Bagaimana asal muasal atau sejarah hadirnya budaya Kue Balok? Belum ada penelitian yang konprehensif mengenai itu. Ada yang menyebut Kue Balok tidak berasal dari Bandung, melainkan dari kabupaten di dekatnya, yakni Garut.

Hal Ini didasari temuan, adanya lapak penjual Kue Balok di pinggir jalan kawasan Kadungora –  Garut yang membentangkan warung tenda yang diimbuhi kalimat: “Berdiri Sejak Tahun 1941”. 

Di Garut sendiri, jalan raya Kadungora memang dikenal sebagai sentra pedagang Kue Balok. Tapi benarkah begitu? Sekali lagi, penelusuran sejarah tentang eksistensi kue balok belum pernah dilaksanakan. Jadi, memang perlu ada kajian mendalam secara literature untuk memastikan di mana tanah kelahiran Kue Balok? Di Kota Bandung atau di Garut?.

Namun ada fakta menarik yang menyenut bahwa pola konsumsi masyarakat Kota Bandung tidak terlepas dari masuknya pengaruh akulturasi budaya makan bangsa Belanda.

Bangsa Belanda  yang memperkenalkan tepung terigu sebagai bahan baku roti, dan kue dalam pola makan masyarakat Sunda di Kota Bandung sejak tahun 1900 an. Pada masa itu pula diperkirakan lahir tradisi membuat dan memperdagangkan Kue Balok.

Di paruh awal periode 1960 an, anak gaul di Bandung pun sempat menyebut Kue Balok sebagai Kue Robur. Ini bermula dari kedatangan 2.500 unit mobil bus (dan truk) baru buatan beberapa negara di Eropa ke Indonesia. Satu dari beberapa merk mobil tersebut adalah Robur (buatan pabrik Volkseigener Betrieb VEB Robur – Werke Zittan) dari Jerman Timur. 

Ada yang bilang, semua kendaraan ini merupakan bantuan luar negeri. Ada juga khabar, bus-bus yang masih gres dan mulus ini didatangkan untuk mendukung penyelenggaraan GANEFO (Game of the New Emerging Force), Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang yang digagas Bung Karno, yang digelar di Jakarta pada akhir 1963.

Begitukah? Entah. Yang pasti usai pengelenggaraan GANEFO, bus-bus Robur , bersama bus-bus lain buatan Eropa yang juga berdatangan ke Jakarta lantas diberdayakan Pemerintah menjadi armada bus umum penumpang yang dioperasikan di berbagai kota, khususnya di Jawa. 

Rupanya kaitannya dengan Kue Balok adalah karena bentuk bus Robur itu unik. Body atau karesori bagian luarnya yang berwarna cokelat, penuh lengkungan dan (sekilas) mengasosiakan orang pada bentuk Kue Balok sehingga di Bandung pun sempat muncul istilah Kue Robur untuk menyebut Kue Balok.

 Tampilan modern

Sejalan perkembangan zaman dan tuntutan pasar, inovasi dilakukan para pedagang, hingga Kue Balok pun hadir dengan beragam rasa dan tampilannya lebih modern atau kekinian.

Dari rasa original sebagaimana zaman dulu, kini bisa dipesan Kue Balok dengan rasa green tea, keju, oreo, kismis, kacang, red velvet, pandan, coklat, dan banyak lagi. Bahkan dengan merubah konsistensi yang lebih pekat menggunakan coklat, hingga menghasilkan olahan yang kini popular sebagai Kue Balok Brownies.

Muncul varian Kue Balok Coklat dengan isian coklat yang bila digigit memberikan sensasi meleleh di dalam mulut. Janis baru yang sedang trending  ini menjadi salah satu oleh-oleh unggulan untuk dibawa warga Bandung saat he

ndak bertamu atau melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, bahkan menjadi buah tangan bagi para wisatawan saat berkunjung ke Kota Bandung.

Bukan cuma karena rasanya yang enak dan khas, atau karena dorongan rasa kangen dan nostalgia pada masa lalu, yang pasti untuk bisa mencicipi sepotong Kue Balok seseorang memang mau menunggu. 

Bukan cuma menunggu adonan diolah menjadi matang, tapi juga menunggu dalam antrean karena banyaknya peminat di kedai favorit. Tapi tak perlu cemas Kini umumnya gerai Kue Balok di Kota Bandung sudah menerapkan jual-beli on-line. Kita tinggal menunggu di rumah atau di lobby hotel, hingga driver gofood datang mengantar pesanan kita Kue Balok. 

Kue tradisional yang banyak dicari dan pembeli harus antri sambil mengobrol santai dengan pembeli lainnya.

Daftar Alamat Kue Balok

Bagi yang ingin bernostalgia dengan Kue Balok, berikut daftar tempat-tempat Kue Balok yang bisa dibawa saat mengunjungi berbagai obyek wisata seperti Lembang, Maribaya, Ciwidey,  Pangalengan dan banyak lagi.

1. KUE BALOK KANG DIDIN

Tempatnya di jalan Abdul Rahman Saleh No.52, Husen Sastranegara, Cicendo, Bandung 40174. Tiap sore menjelang malam kedai ini selalu ramai ditongkrongi kaum muda, juga cabangnya (Rumah Makan Bancakan) di Jalan Diponegoro yang tak jauh dari situ.

Jangan kaget dengan antrian calon pembeli, terutama akhir pekan dan saat liburan sekolah. Lokasinya memang strategis, cuma 15 menit bermobil dari Kawasan Dago atau 25 menit dari Alun-Alun.

Warungnya dekat dengan sejumlah hotel, termasuk hotel murah favorit backpacker semisal Pinisi Backpacker dan Ruby Hotel Syariah. serta penyewaan sepeda motor Prima Jasa Rental. 

Lokasinya juga dekat Pasar Jatayu, tempat belanja tas dan sepatu murah popular sejak zaman baheula, Martabak Nikmat Andir (Asli), pusat kuliner Paskal Food Market, serta Picknick Kaliki Café. 

Buka tiap hari (sejak tahun 1960) pukul 17:00 s/d 24:00 WIB, Kang Didin tak cuma menawarkan rasa original, tapi juga rasa cokelat, green tea, keju, red velvet, stroberi hingga rasa tiramisu. Harga Rp 2000 – Rp 3000/pcs.

2.KUE BALOK BROWNIES MAHKOTA (RAOSNA JUARA

Jalan Sabang No.27, Cihapit, Bandung Wetan, Bandung 40114. Lokasinya dekat tempat belanja barang-barang bekas Pasar Cihapit, kafe dengan live music Bober Café, Karnivor Restaurant, Le Marly 10, Hummingbird Eatery Bandung, Dakken, Sambal Khas Karmila, dan Kambing Bakar Kairo. 

Usai membeli Kue Balok. kita juga bisa langsung ke berbagai factory outlet terkenal di Jalan Dago semisal Heritage the Factory Outlet dan The Secret Factory Outlet.

Kata “Raosna Juara” tertera di belakang plang untuk menunjukkan produknya “enak dan juara”. Menu rasa favoritnya adalah Kue Balok Lumer Bandung yang isinya khas, enak, dan bikin ketagihan. Ada layanan beli-antar via on-line dan Gofood. 

Tapi tetap saja terjadi antrean panjang tiap hari, sampai-sampai pemilik toko harus menerapkan aturan bahwa pembeli hanya dibatasi mendapatkan 2 box saja di saat peak season. Harganya dipatok mulai Rp 25.000 s/d Rp 30.000/ 10 Biji.

Buka tiap hari pukul 09.00 s/d 17.00 WIB, gerai ini membuka dua cabang, yakni: Kue Balok Brownies Mahkota Kios Iwan di Pajajaran, Cicendo, Bandung 40173 yang buka 24 Jam; dan Kue Balok Brownies Mahkota Jagabaya di Perumahan Bukit Jagabaya Asri Blok H6 no. 17, Jagabaya, Cimaung, Bandung 40374 yang buka pukul 08.00 – 20.00 WIB.

3.KUE BALOK BOEBAT (DJAJANAN TEMPO DOELOE)

Jalan Buah Batu No.176, Cijagra, Lengkong, Bandung, 40265. Lokasinya dekat dengan tempat – tempat wisata yang sedang hit, semisal:  Kampung China (Chinatown Bandung). 

Di sekitarnya ada  Upside Down World, Kebun Binatang dan Teras Cikapundung, Rumah Mode Factory Outlet, BTC Fashion Mall. Juga lokasi popular seperti Taman Lalu Lintas, Taman Jomblo, Museum Geologi, Cihampelas Walk.

Di Boebat Menawarkan 16 varian rasa dan dipanggang dengan menggunakan arang, menghasilkan aroma dan wangi kue balok yang khas. Beberapa Kue Balok juga dicetak dengan pencetak yang ukurannya pas dengan ukuran mulut penikmat, hingga bisa dinikmati dengan sekali caplok. Harga perbiji mulai dari Rp 3.000/pcs. Buka 2 shift tiap hari, pagi (00.00 – 12.00 WI) dan siang (18.00 – 00.00 WIB).

4.DJONGKO KUE BALOK CIKUTRA BANDUNG

Jalan Cikutra No.146, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung 40124.B. Tempatnya berdekatan dengan Mawa Holiday, jasa rental mobil dan bus pariwisata Mawa Holiday, objek wisata sejarah dan budaya Saung Angklung Udjo, dan perumahan Geo Asri Residence. Buka tiap hari, pikil 14.00 – 23.00 WIB. 

5. KUE BALOK REGOL NUSASARI

Jalan Moch. Toha No.97, Cigereleng, Regol, Bandung, 40243. Tiap hari, pukul 16.00 s/d 00.00 WIB

6.KUE BALOK PAK OBOS 

Jl. KH. Wahid Hasyim No.166, Babakan Asih, Bojongloa Kaler, Bandung 40232. Operasional tiap hari, pukul 17.25 Wib s/d 04.00 WIB

7. KUE BALOK MANG ASEP 

Jalan Moh. Toha Bandung, sekitar 15 menit bermobil atau angutan umum dari pusat kota atau Alun-Alun. Buka tiap hari pukul 04.00 sampai 10.00 WIB.

Walau cuma berjualan di atas gerobak, Kue Balok Mang Asep selalu ramai pengunjung pembeli yang biasanya membentuk antrean panjang, untuk memboyong beberapa potong Kue Balok sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Kalau tak mau antri bisa tunggu di hotel dan pesan lewat ojek online ( ojol).

8 KUE BALOK MANG UJU

Berlokasi di Jalan Cihapit, di tengah keramaian Pasar Cihapit, dan karenanya dikenal sebagai Kue Balok Cihapit. Ada juga cabangnya di Jalan Purwakarta, Antapani, bersebelahan dengan Pizza Hut Delivery Antapani. Buka sejak pagi hingga malam.

Kue Balok Mang Udju terkenal dengan adonannya yang kental dan teksturnya yang selalu lembut seperti spons cake. Rahasianya, ia tak mencampurkan air ke dalam adonan, melainkan susu cair segar. Menawarkan rasa dasar vanila, brownies/brokal, green tea, dan red velvet.

Kue Balok Mang Udjo juga diimbuhi topping dengan berbagai pilihan: choco chips, kacang, keju, kismis, dan lainnya. Harga Rp 2.000-3.000 per potong. Ada juga sajian dalam satu dus (berisi sepuluh potong Kue Balok aneka rasa), harganya Rp 20 ribu.

Ruas jalan menuju lokasi termasuk jalur padat kendaraan. Perlu waktu 15 – 30 menit dari Alun-Alun untuk tiba di gerai Kue Balok Mang Udjo. Tapi di sini tak perlu antre. Cukup ambil formulir, tulis pesanan, dan tunggu di kursi yang ada sampai pesanan siap dan nama Anda dipanggil.

Langsung bayar di kasir, dan bawa pulang kue yang terkemas rapi itu. Ingin menikmatinya di tempat bareng teman? Ada pelayan yang siap menjemput dan mengantar pesanan ke meja dan kursi di mana Anda duduk.

9. KUE BALOK SI CINTA

Jalan Dulatip No.77, Kb. Jeruk, Andir, Bandung 40181.TLokasinya tak jauh dari Hotel Murah dekat Pasar Baru Trade Centre Bandung dan Lapangan Tegallega yang populer dengan Lampion Park-nya, akses ke Masjid Agung dan Alun – Alun ataupun ke Braga City Walk di Jalan Braga juga dekat.

Buka tiap hari, dari pagi hingga tengah malam. Kue baru dibuat saat pembeli datang memesan, menjadikan Kue Balok Si Cinta selalu tersaji dalam keadaan masih panas dan dinikmati saat masih hangat, hingga terasa lebih nikmat, fresh, manis, enak, teksturnya lembut, dan isi dalamannya lumer saat di kunyah.