PT KA Pariwisata Membuka Kembali Museum Kereta Api Ambarawa

this formate

 Museum Kereta Api Ambarawa ( Foto: PT KA Pariwisata)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) membuka kembali  tempat wisata Museum KA Ambarawa  yang selama ini ditutup akibat mewabahnya virus Corona (COVID-19). Museum Kereta Api Ambarawa kembali dibuka bagi para wisatawan dengan menerapkan protokol adaptasi kebiasaan baru. 

Totok Suryono, Direktur Utama PT KA Pariwisata menyampaikan Museum Kereta Api Ambarawa resmi beroperasi dan dibuka kembali hari Selasa (28/07). Sebelum kegiatan pembukaan kembali tempat wisata Museum Kereta Api Ambarawa beberapa persiapan telah dilakukan.

Persiapan seperti penyediaan fasilitas untuk higenitas para pengunjung dengan menyediakan 8 tempat cuci tangan baru/wastafel yang ditempatkan di area pintu masuk sebanyak 5 wastafel, di taman 1 wastafel, di pintu keluar 1 wastafel dan Gedung UMKM 1 wastafel. 

Telah disediakan juga hand sanitizer, thermogun untuk mengukur suhu para wisatawan, menjaga jarak, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah. 

Selain itu, area masuk ke Museum KA Ambarawa saat ini telah menggunakan sistem Electronic gate/e-gate dengan scan barcode/QR code yang tertera pada tiket masuk saat pengunjung mau masuk ke museum. Dengan penerapan sistem e-gate ini, maka proses alur masuk pengunjung ke museum  menjadi lebih praktis, aman juga nyaman. 

Selain itu, PT KA Pariwisata bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang juga telah melakukan sosialisasi protokol kesehatan masa adaptasi kebiasaan baru kepada para petugas di Museum Kereta Api Ambarawa. 

“Kami membuka kembali dengan  memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung dengan melakukan protokol kesehatan, ” katanya.

Tentu saja juga melakukan pembatasan jumlah pengunjung, menerapkan social dan physical distancing, menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer serta kewajiban memakai masker,” jelas Totok Suryono.

Di masa new normal ini, jam operasional Museum Ambarawa juga sudah disesuaikan mengikuti protokol adaptasi kebiasaan baru, yaitu pukul 09:00 – 15:00 WIB dimana sebelumnya beroperasi pukul 08.00 WIB-17.00 WIB

Pembatasan jumlah  pengunjung yang masuk sebanyak 50%. Sementara, untuk Kereta Wisata Reguler maupun sewa juga akan dibatasi jumlah penumpangnya dengan kapasitas hanya 50% dari kapasitas normalnya, dari semula 40 orang per kereta menjadi 20 orang per kereta. 

Untuk kereta ada tiga  rangkaian kereta kayu yang disiapkan dengan kapasitas maksimal 116 orang, sehingga dengan adanya pembatasan 50% berarti saat ini bisa melayani kurang lebih 58 pengunjung.

Akan tetapi, pengoperasian Kereta Wisata Museum KA Ambarawa reguler saat ini belum dijalankan. Untuk sementara waktu, kereta dijalankan jika ada permintaan sewa saja.  

Ilud Siregar, Humas PT KA Pariwisata menambahkan saat ini untuk pembelian tiket  masuk Museum Kereta Api Ambarawa sudah bisa secara cashless Gopay, Ovo dan Link Aja. Pada saat Museum KA Ambarawa ditutup beberapa waktu lalu, PT KA Pariwisata telah melakukan inovasi kegiatan yaitu menghadirkan Virtual Tour Indonesian Railway Museum

Kegiatan ini  guna mengajak masyarakat yang rindu kegiatan traveling serta  suasana  Kereta Api dan tempat wisata Museum Kereta Api Ambarawa untuk berwisata secara virtual dan aman sesuaianjuran pemerintah,” tutup Ilud Siregar.

 

Berkemah Mulai Jadi Tren di Masa Pandemi Corona. Inilah Tips Agar Tetap Aman

this formate

Camping cara berlibur yang sehat dann aman di tengah ancaman virus COVID-19. (Foto:Unsplash.com/Dominik Jirovský

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bosan di rumah? Cobalah rekreasi dengan berkemah. Saat pandemi COVID-19, camping merupakan salah satu alternatif kegiatan outdoor yang relatif lebih aman dibanding bentuk wisata lain.

Meski demikian, berkemah bukan tanpa risiko. Tetapi tak perlu khawatr, jika Anda mengikuti beberapa tips keselamatan, maka Anda akan dapat menikmati liburan untuk membersihkan jiwa tanpa perlu ragu.

Situs berita Mlive baru-baru ini mewawancarai empat ahli kesehatan masyarakat di Michigan. Mereka diminta membuat penilaian terhadap 36 aktivitas dengan tingkat risiko masing-masing. Hasilnya, berkemah mendapat nilai 3 dari urutan skala tingkat risiko 1 hingga 10 (tingkat risiko tertinggi).

Angka itu setara dengan bermain golf atau memperoleh bahan makanan di toko dengan mengikuti standar protokol keselamatan. CNN Travel berbicara dengan salah satu dari empat pakar itu, yakni Dr. Matthew Sims, direktur penelitian penyakit menular di Beaumont Health di Michigan.

Wawancara berfokus pada faktor apa yang membuat berkemah memiliki risiko rendah dan panduan apa yang perlu diperhatikan untuk membuatnya lebih aman. 

Sims yang sudah berkemah sejak masih sarjana dan semasa sekolah kedokteran mengatakan satu hal yang menguntungkan saat camping adalah kebanyakan waktu Anda dihabiskan di luar ruangan.

Dia membandingkannya dengan pergi ke bar dimana biasanya ada di ruang tertutup, sempit, dan ramai orang. Itulah tempat paling berisiko terjadinya penyebaran virus seperti COVID-19. Bar mendapat nilai 9 pada skala risiko yang dibuat empat pakar tadi.

“Area tertutup cenderung dipenuhi virus yang bergerak pada satu tempat dan sepanjang waktu.” Sementara di luar ruangan, virus dapat pergi  dengan lebih mudah, kata Sims.

“Katakan saja jika ada seseorang yang batuk. Virusnya akan tetap di sana karena tidak ada ruang luar untuk virusnya pergi.”

Tidak pergi ramai-ramai. Itulah nasehat utamanya dan satu hal yang perlu selalu diingat ketika bepergian di  era pandemi adalah tidak melakukannya dalam grup besar. Perjalanan solo atau jalan-jalan dengan orang-orang yang tinggal serumah adalah pilihan terbaik untuk saat ini.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jika Anda pergi camping:

  • Jangan pernah pergi camping tanpa perencanaan. Buatlah reservasi dan belilah perbekalan seperti kayu bakar, es, dan sebagainya secara online sebelum tiba di lokasi perkemahan.
  • Lengkapi diri dengan keperluan untuk bersih-bersih seperti sabun, disinfektan untuk mensterilkan area atau permukaan yang memiliki potensi adanya virus corona, hand sanitizer, handuk kertas, dan tisu toilet. Sebgai catatan, area camping adalah tempat dimana tidak dianjurkan untuk hemat keperluan tersebut.
  • Jaga jarak sosial: pastikan tempat kemah Anda – termasuk tempat tidur, api unggun, dan area makan – berjarak cukup jauh dengan kelompok lain yang juga sedang berkemah di sana.
  • Hormati aturan: ikuti semua aturan perkemahan dan instruksi demi keselamatan Anda dan orang lain. Aturan itu teramsuk misalnya mengenakan masker di tempat umum, tertib mengikuti aturan jarak sosial, dan tinggalkan kursi dan meja piknik di tempat semula.
  • Hindari olah raga yang ada kontak fisik: misalnya, basket di lapangan terbuka; jadi hormati aturan jika ada pengumuman bahwa fasilitas itu sementara dilarang digunakan.
  • Lintasan jalan: jika ada tanda ditutup, berarti ada alasannya. Jadi jangan dilanggar.
  • Berperahu: jangan naik ke perahu lain dan bergerombol di danau.
  • Toilet: Jika Anda membawa mobil karavan atau RV (recreational vehicle) yang dilengkapi toilit, gunakanlah fasilitas itu. Sebisanya tidak menggunakan toilet umum. Semakin sedikit orang memanfaatkan fasilitas, berarti semakin baik.

 

 

 

Di Era COVID-19 Musisi Agar Terus Berkarya Lewat Konser Virtual

this formate

Komposer kawakan Indonesia, Addie M.S ( kanan) saat bincang-bincang dengan Rizki Handayani.           ( Foto: Kemenparekraf )

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak dan mendorong para musisi untuk terus berkarya dan menampilkan karyanya melalui konser virtual di masa pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, bisniswisata.co mengatakan konser virtual bisa menjadi solusi terbaik dan dapat membantu para musisi berkarya di tengah pandemi COVID-19.

“Kemenparekraf akan terus mendorong dan mendukung event musik dan lainnya, baik itu secara virtual maupun offline,” kata Rizki, hari ini.

Rizki mengatakan, musisi harus tetap produktif dan tidak boleh berhenti berkarya agar aktivitas ekonomi kreatif di tanah air terus bergerak. Dia mencontohkan acara “Our First Live+Virtual Silent Music Concert: The Future of Indonesia Creative Events” yang digelar pada Minggu (26/7/2020) bisa menjadi platform konser virtual yang banyak dikembangkan ke depan.

Acara tersebut menurut dia, layak untuk diapresiasi pelaksanaannya karena konsepnya yang berupa konser virtual dan menampilkan musisi kreatif di antaranya Nadin Amizah dan RL KLAV itu.

“Saya menilai acara ini keren karena saya melihat berbagai misi di dalamnya, ada penonton online dan offline, ketika biasanya kita nonton di tv tapi sekarang kita bisa nonton pertunjukan musik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Rizki, Indonesia punya segudang potensi di bidang industri kreatif yang sebagian besar digerakkan oleh generasi muda. Oleh karena itu, ia berpesan agar generasi muda selalu mengasah kreativitasnya untuk menciptakan karya dan produk yang menarik.

“Yang penting jangan berhenti berkarya. Memang di Indonesia ini kita punya DNA kreatif dan kita punya banyak generasi muda potensial. Terus berkarya, jangan menyerah, dengan kreativitas kita lawan COVID-19,” tambahnya

Sementara itu, Komposer kawakan Indonesia, Addie M.S., mengatakan pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seluruh anak muda, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Namun, Addie meminta agar generasi muda tidak menyerah pada keadaan.

“Setiap zaman punya tantangan masing-masing. Anak-anak muda sebelum (generasi) saya melawan penjajah, tantangan generasi muda sekarang adalah bagaimana melihat peluang di masa pandemi. Intinya adaptasi dan resilience ucap Addie.

 

Resor Pantai di Thailand Telah Dibuka. Seperti Apa Layanan di Era New Normal?

this formate

Resor Pantai Thailand telah dibuka untuk turis domesik (foto: CNN)

THAILAND, bisniswisata.co.id: Bagi pelancong dari negara-negara subtropis di belahan Bumi utara, berkunjung ke resor pantai tropis seperti di Thailand, ibarat mimpi yang jauh. Sejak pandemi COVID-19 mewabah, hampir seluruh negara memberlakukan pembatasan yang ketat.

Kebanyakan negara-negara ini masih belum hendak membuka pintu bagi kedatangan pelancong internasional. Penerbangan pun belum tahu kapan akan mulai menjangkau ke sana.
Sektor pariwisata Thailand, yang menurut data Bank Dunia menyumbang hampir 15% dari PDB, termasuk yang sangat terdampak.

Untuk sementara, industri yang sedang sakit ini sangat bergantung pada kehadiran wisatawan domestik. Sejak pemerintah mengumumkan belum ada kasus baru pasien yang terinfeksi virus Corona, pelancong merasa aman bepergian.

Keadaan itu sudah berlangsung selama lebih dari 50 hari. Inilah yang memberi rasa aman bagi wisatawan untuk segera bersiap melancong.
Selama ini, Koh Samui dan Phuket merupakan destinasi wisata yang populer di kalangan turis mancanegara.

Keadaannya kini cukup memprihatinkan karena berkurangnya secara drastis pengunjung dari luar negeri.Tetapi sejumlah resor yang lokasinya dapat dijangkau dengan berkendaraan dari ibu kota Bangkok. mulai kebanjiran pengunjung.

Mereka mendapat kelimpahan dari turis lokal yang amat berhasrat melakukan perjalanan setelah selama berminggu-miggu ‘terkunci.’ Salah satunya adalah pantai resor Hua Hin. Berjarak hanya 2,5 jam berkendaraan dari Bangkok.

Hua Hin merupakan resor pantai pertama di Thailand. Beroperasi sejak 1900 an, resor ini pernah sangat populer sebagai tempat peristirahakan bagi keluarga kerajaan dan kalangan kelas atas Thailand.

Kini, beragam tawaran akomodiasi mulai dari sekelas wisma hingga properti mewah bintang lima mudah ditemukan di sana. Hotel-hotel brand internasional juga membuka cabangnya di sana.
Berikut pengalaman CNN Travel yang berkunjung ke tiga hotel kelas atas di Hua Hin, yang ternyata tingkat huniannya sangat tinggi.

Sejumlah adaptasi dilakukan pihak hotel demi memenuhi harapan para tamu. Berikut paparannya:
Checking in: Sebelum tamu memasuki lobi untuk check-in, mereka wajib mengisi formulir berisi pertanyaan tentang kontak dan tes suhu tubuh. Untuk mengisi formulir, pihak hotel menyediakan pena sekali pakai yang setelah digunakan akan ditempatkan pada wadah khusus untuk kemudian disterilisasi.

Setelah mengisi formulir, tamu diarahkan menuju lobi ke meja check-in. Di sana sudah terpasang layar plexiglass transparan besar yang memisahkan staf penerima tamu dengan pengunjung.

Di dalam kamar: Saat di dalam kamar, Anda mungkin tak menyadari perubahan yang terjadi, tetapi yang pasti pihak pengelola hotel telah ‘menggusur’ beberapa ornamen dan dekorasi untuk mengurangi ‘titik sentuh,’ kata staf.

Di setiap meja terpasang lampu disinfektan UVC ozon yang telah dinyalakan sebelum tamu masuk kamar. Remot TV dibungkus plastik agar mudah dibersihkan. Untuk tamu juga disediakan seperangkat masker dan hand sanitizer.

Di kolam renang: Selama kunjungan kami, terlihat ada anggota keluarga bersenang-senang di kolam renang utama, sementara tamu lain meriung di bar kolam renang menikmati happy-hour. Kursi-kursi di pinggir kolam berlimbah, jadi bisa menjaga jarak sosial. Layanan makan/minum pun tersedia seperti biasa.

Satu-satunya perubahan yang mencolok adalah fasilias handuk. Di sana tak terlihat lagi staf yang membagikan handuk. Handuk-handuk ini telah tersedia di kamar masing-masing. Para tamu wajib membawanya saat hendak berenang. Cara ini diharapkan dapat mengurangi kontak saat pemberian handuk dan mencucinya.

Pemakaian masker: para staf terlihat mengenakan masker sepanjang hari. Bagi tamu, aturan ini opsional saja kecuali saat memasuki area makan masker wajib dikenakan di sana. Makan di luar kamar: ya, sarapan prasmanan dan makan malam masih tersedia, tetapi sebagian besar tamu tidak mengambil makanan sendiri.

Makanan tersedia di belakang meja berpenghalang kaca; para staf bermasker siap bertugas menyajikan panganan. Para tamu diwajibkan memakai masker saat mengambil makanan, tetapi boleh dibuka ketika sudah tiba di tempat duduk.

Perubahan mencolok di area ini adalah tidak adanya serbet kain. Semua diganti dengan kertas. Sekali lagi ini bertujuan untuk mengurangi kontak layanan dan pencucian.

Jika Anda masih takut makan bersama di ruangan dengan banyak orang? Pihak hotel menawarkan opsi yang mereka sebut “dining by design”. Pihak hotel akan menggelar tempat khusus di tepi laut yang indah untuk tempat makan malam Anda dan keluarga atau kerabat.

Langkah-langkah keamanan: Saat ditanya perubahan terbesar apa yang dilakukan pihak hotel ketika memutuskan untuk kembali buka pada Juni, seorang general manager, Ure, mengatakan: “kami menyebutnya “Stay With Peace of Mind/ Menginap dengan (suasana) ketenangan pikiran”.

“Program ini dibangun atas dasar kesehatan dan keselamatan yang telah ada, lalu diperkuat dengan meningkatkan sanitasi dan kebersihan,” katanya. “Di Hua Hin kami tetap ingin menawarkan keramahan tradisional Thailand dan layanan yang menawan, tetapi tetap memperhatikan keamanan lingkungan.

 

WHO: Ke Depan Larangan Perjalanan Tidak Berlaku, Ekonomi Harus Jalan

this formate

Jumpa pers daring WHO di Jenewa.( Foro: WHO) 

JENEWA, bisniswisata.co.id: World Health Organization ( WHO) menilai ke depan, larangan perjalanan internasional tidak berlaku. Negara-negara di dunialah yang harusnya berbuat lebih banyak untuk mengurangi penyebaran virus Corona baru di wilayah perbatasan mereka.

Kepala Program Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan larangan perjalanan tidak berkelanjutan. Akan hampir mustahil bagi masing-masing negara untuk menutup perbatasan mereka untuk masa mendatang karena sektor ekonomi harus terbuka, orang harus bekerja dan perdagangan harus dilanjutkan

“Gelombang infeksi kedua telah mendorong negara-negara untuk memberlakukan kembali beberapa pembatasan perjalanan dalam beberapa hari terakhir. Padahal hanya dengan kepatuhan ketat hal itu bisa diatasi,kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia itu.

Kepatuhan ketat itu seperti disiplin menggunakan masker hingga menghindari keramaian maka dunia akan berhasil mengalahkan pandemi COVID-19,  tambahnya pada briefing  virtual dengan kalangan pers, kemarin.

 “Di mana langkah-langkah ini diikuti, maka kasus COVID-19 turun. Di mana tidak patuh sebaliknya kasus akan naik,” katanya sambil memuji Kanada, China, Jerman dan Korea Selatan karena mampu mengendalikan wabah.

 “Yang jelas adalah tekanan pada virus mendorong angka-angka ke bawah. Lepaskan tekanan itu dan kasusnya naik kembali.” timpal Mike Ryan lagi.

Tedros juga mengatakan bahwa komite darurat badan kesehatan PBB akan bersidang untuk memeriksa kembali deklarasi bahwa wabah tersebut merupakan “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional”.

Deklarasi yang disebut Public Health Emergency of International Concern ( PHEIC) menandai tingkat waspada tertinggi di bawah aturan kesehatan internasional yang harus dievaluasi ulang setiap enam bulan.

” Kamis besok menandai enam bulan sejak WHO menyatakan COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” kata Tedros.

Sebelum COVID-19, WHO hanya membuat deklarasi seperti itu lima kali sejak Peraturan Kesehatan Internasionalnya berubah pada 2007, untuk flu babi, polio, Zika dan dua kali untuk wabah Ebola di Afrika.

Ada sedikit keraguan bahwa komite darurat akan mempertimbangkan bahwa pandemi masih merupakan darurat kesehatan masyarakat global, tetapi berpotensi dapat mengubah beberapa rekomendasinya tentang bagaimana WHO dan dunia harus merespons karena situasi telah berubah secara dramatis sejak deklarasi dibuat.

 “Ketika saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari 2020, ada kurang dari 100 kasus di luar China, dan tidak ada kematian,” kata Tedros.

Tetapi sejak itu, jumlah kasus telah melonjak melewati 16 juta, dengan hampir 650.000 kematian di seluruh dunia. “COVID-19 telah mengubah dunia kita. Ia telah menyatukan orang, komunitas, dan bangsa, dan membuat mereka terpisah,” kata Tedros.

WHO telah menghadapi kritik dari negara-negara tertentu untuk tanggapan pernyataan dan tuduhan-tuduhan terlalu lambat mengambil tindakan, tapi tuduhan itu  dibantah keras oleh organisasi itu.

 “Selama enam bulan terakhir, WHO telah bekerja tanpa lelah untuk mendukung negara-negara  mempersiapkan dan menanggapi virus ini. Saya sangat bangga dengan organisasi kami, WHO, dan orang-orangnya yang luar biasa dan upaya mereka.” kata Tedros.

Dia sendiri selama berbulan-bulan menghadapi serangan tanpa henti dari Presiden AS Donald Trump, yang menuduh WHO sebagai “boneka China”. Awal bulan ini Trump memanfaatkan ancamannya untuk mulai menarik diri yang sebelumnya AS merupakan donor terbesar WHO.

 

Liburan Perdana di Masa New Normal dan Sempat Dikejar Monyet Cipanas  

this formate

Oleh: Yudarwita Maharajo

CIPANAS, Puncak, bisniswisata.co.id: Kemana kita akan pergi setelah pandemi ini berlalu?  Apakah atraksi itu sudah buka?  Apakah akomodasi langganan kita sudah boleh menerima tamu?  Apakah kita sudah bisa bepergian antar kota? Kira-kira seperti itu pertanyaan banyak orang yang sudah tidak sabar ingin keluar rumah, ingin bepergian lagi. 

Mungkin short getaway kami pertengahan Juli lalu bisa memberikan ide-ide bepergian yang simple dan singkat, sebagai awal. Berangkat sekitar jam 9 pagi dari Jakarta kami tidak mengalami kesulitan di jalan, tidak ada pemeriksaan dan nyaris tak mengalami kemacetan lalu lintas.

Oh ya, tujuan kami adalah sebuah resort & convention di Cipanas, dari Jakarta tidak terlalu jauh dari belokan ke Kebun Raya Cibodas. Sebelum jam makan siang si roda empat sudah tiba dan kami masih sempat beristirahat sejanak di hotel.    

Bungalow kami terletak di lantai dua, dilengkapi dengan ruang keluarga yang cukup luas dan sebuah pantry mini – cukup bagi kami, 3 orang dewasa, 2 anak-anak dan seorang bayi.  Udara sejuk tetapi belum termasuk dingin.  Usai sholat zuhur kami meluncur mencari tempat makan siang. 

Beberapa pilihan muncul,  restoran sate,  ayam goreng cepat saji lokal atau restoran Sunda.  Pilihan jatuh kepada restoran Sate dan Sop Hanjawar yang terletak di tepi Jalan Raya Hanjawar.  Warung berukuran kecil, tidak ada tempat parkir khusus maupun ruang ber-AC dan di bagian luarnya tampak karyawan restoran sibuk membakar sate.

Ternyata warung mempunyai tempat duduk yang lebih besar, di belakang warung kecil tersebut.  Tersedia banyak tempat duduk walaupun jarak antara satu dan lain meja sangat berdekatan.  Kami memesan sate, sop dan tongseng.  Restoran yang sudah punya nama ini ternyata tidak mengecewakan sama sekali kelezatannya masakannya.

Satenya enak, potongan dagingnya besar-besar dan empuk.  Sop kambingnya juga enak dan porsinya lumayan besar.  Tongseng terasa agak manis, enak dan porsinya juga memadai.  Selain menu daging kambing ada juga kok menu-menu lain yang non-kambing…Kami menghabiskan sekitar Rp. 60.000 per orang, sudah termasuk es jeruk.  

Kembali ke hotel dengan rasa puas, kami sempat meng-explore resort yang terletak di lembah sempit, dikelilingi hutan bambu yang tinggi dan cukup rapat.  Sedih juga melihat restauran besar milik hotel yang lampunya digelapkan karena tidak ada tamu yang masuk, padahal mereka sudah buka menerima tamu.  

Camping ground juga tampak sepi, tetapi beberapa karyawan tetap bekerja, merapikan tunas-tunas bunga matahari.Malam hari kami “pesta barbeque” di taman hotel.  Bahan makanan kami bawa sendiri dan semuanya sudah setengah matang sehingga kami sebenarnya tinggal membolak-balik makanan sebentar supaya terasa bakarannya.  Panggangan sate kecil, tusuk sate, arang, kipas siap tetapi bagaimana menyelakan arangnya?.

Kami tidak ada yang membawa korek api maupun minyak tanah.  Aha, rupanya saat mengisi bensin tadi sebelum makan siang, anak lanang sudah siap membawa botol kosong dari hotel untuk membeli bensin sedikit untuk membakar arang…  Malam barbeque pun berjalan lancar di keremangan taman.

          Monyet yang berkeriaran di sekutar villa

Esok paginya, usai sarapan yang diantar ke kamar, anak-anak kecil dan yang dewasa pergi berenang ke kolam renang hotel.  Saya pun beranjak untuk leyeh-leyeh di kamar tidur.  Tanpa sadar, pintu bungalow dibiarkan terbuka.  Entah berapa lama, antara tidur dan tidak, saya mendengar suara-suara aneh dari ruang tamu. 

Semakin lama semakin seru, lalu seperti ada suara benda-benda berjatuhan. Setengah mengantuk, saya membuka pintu kamar… Astaga, ada 2 ekor monyet sedang berpesta pora di ruang keluarga! 

Menyantap sisa-sisa sarapan bahkan membukai kotak-kotak bekal makanan.   “Hush, hush” kata  saya coba mengusir namun kedua monyet sama sekali tidak menggubris. Mereka terus melompat kesana-kemari membukai kotak-kotak perbekalan. Apa akal?  Saya melihat ke sekeliling kamar, hanya ada beberapa buku yang bisa dijadikan senjata.  Saya ambil 1 dan lempar ke arah monyet-monyet itu sambil berteriak-teriak. 

Apa yang terjadi?  Alih-alih takut, monyet yang besar menyeringai, menunjukkan giginya dan berlari ke arah saya!  Monyet ini ukuran badannya lebih besar dari anak umur 1 tahun!  Cepat saya balik badan kembali ke kamar, membanting pintu sekaligus mengunci diri di sana.

Akhirnya saya pun menelepon anak yang sedang di kolam renang untuk meminta pihak hotel mengusir duo kelabu itu dan membereskan kekacauan di ruang tamu gelas-gelas pecah dan jatuh di lantai, begitupun roti tawar milik si bayi dan kue-kue, diganyang habis, tinggal sisa-sisanya  berserakan dimana-mana.

Insiden ini tidak merubah rencana kami untuk mengunjungi Kebun Raya Cibodas.  Kebun Raya hanya berjarak 4 km dari hotel.  Berhenti sebentar di sebuah restoran dekat Kebun Raya, kami membeli makan siang. 

Nasi tutug oncom dengan ayam goreng potongan besar, tahu dan tempe, ikan asin, sambal dan lalapan segar ditukar dengan Rp. 20.000 saja per paket. Restoran Rafi, begitu namanya, menyediakan menu-menu lain yang cukup bervariasi.

Kebun Raya Cibodas sangat hijau, sepi dan bersih terawat.  Kontur tanahnya yang berbukit-bukit ditumbuhi rumput yang hijau subur sungguh menyenangkan dipandang, pohon-pohon yang tinggi membuat kami merasa seakan seluruh bukit dan taman raya ini adalah hutan milik pribadi.

Tampak sudah ada pengunjung di Jalan Air, dekat Taman Sakura, air terjun mini atau tepatnya jeram-jeram dan sungai kecil mengalir bersih, sungguh menggoda hati untuk ikut bermain di kecipak air.  Namun kami memilih untuk “parkir” di depan wisma tamu untuk alasan nostalgik.

Dua  buah guesthouse besar bergaya kabin itu sudah lama berada di Cibodas dan bisa disewakan kepada umum.  Namun di pertengahan bulan Juli itu guesthouse belum dibuka kembali.  Karpet piknik pun digelar, bekal makanan di buka dan kami piknik sambil makan siang di kebun raya yang berada di kaki gunung Pangrango ini. 

Rumah kaca yang berisi anggrek, kaktus dan ribuan tanaman lain, hanya seratusan meter dari guesthouse, sayang saat itu rumah konservasi ini masih tutup.  Ada spot-spot lain yang menarik seperti kolam besar dengan air mancur, Taman Rhododendron yang berisi tanaman dari berbagai negara.  

Nicole’s Kitchen di Jl. Raya Cipanas.Lokasinya tak jauh dari RS Cimacan

Bersihnya udara, banyaknya tanaman dan pepohonan, siluet biru gunung di kejauhan, sungguh memanjakan seluruh indera, peralihan yang signifikan dari kehidupan sehari-hari di kota besar yang padat dan sibuk.

Berbeda dengan Kebun Raya Bogor yang terletak di tengah kota, lokasi Cibodas yang juga berdekatan dengan Gunung Halimun, berada di ketinggian sekitar 1.300-1.425 mdpl, jauh dari hiruk pikuk dan polusi kendaraan bermotor serta aktifitas manusia. 

Hal ni membuat suhu udara di kawasan ini berkisar antara 17-27 derajat Celcius saja.  Sejuk dan menenangkan. Kebun Raya Cibodas buka setiap hari dari jam 8 hingga jam 16 dengan harga karcis Rp. 16.500 per orang. Sebelum masuk, petugas mengecek temperatur tubuh setiap peserta.

Jelang sholat ashar kami meninggalkan Kebun Raya Cibodas, menuju satu destinasi lagi sebelum melanjutkan perjalanan pulang Nicole’s Kitchen di Jl. Raya Cipanas.Lokasinya tak jauh dari RS Cimacan dan belokan menuju KR Cibodas.  Terletak persis di tepi jalan Raya Cipanas, satu halaman dengan sebuah factory outlet besar. 

Tiba di lantai 3 kami disambut dengan suasana serba putih dan hijau dari dedaunan imitasi hampir di seluruh ruangan.  Walaupun tidak natural tetapi berhasil menciptakan suasana dengan kecantikan yang berbeda.  

Sebagian lantai tiga merupakan ruang terbuka dengan rumput sintetis dimana diletakkan meja kursi biasa dan kursi-kursi bulat beratap dari rotan sintetis.  Di bagian lain, terdapat juga beberapa dipan putih berkasur dimana orang bisa makan disana sambil santai merebahkan diri, memandang ke kejauhan.

Kami memilih duduk di ruang kaca yang memiliki sofa setengah lingkaran dan didekorasi cantik pada langit-langitnya, lagi-lagi terbuat dari dedaunan dan bunga artificial.  Berada di atas sini, bila kita tidak melihat ke bawah, tidak terasa bahwa kita berada di tepi jalanan yang padat lalulintasnya.  

Soalnya yang terlihat adalah ujung pepohonan dan siluet perbukitan di seputar Cipanas.Kami memesan beberapa jenis pizza yang dibakar dengan tungku kayu.  Semua enak dan memberikan sensasi rasa yang berbeda dengan pizza-pizza lain yang sering kita nikmati. Untuk minuman ada berbagai pilihan jus segar, teh dengan flavor dan banyak lagi.  

Namun, yang paling menarik hati adalah ini:  menu bawang bombay mekar.  Ini sebenarnya sama dengan onion ring yang lazim kita temui tetapi di Nicole’s bawangnya dimasak dengan dibiarkan utuh, tidak diiris-iris dan kita makan dengan mencabut satu per satu lapisan bawangnya dimakan masih panas dan yummy

Beberapa bagian dari resto ini masih tutup namun resto tetap menawarkan produk-produk coklatnya dan kursus membuat coklat.  Tempat yang cantik untuk makan-makan cantik bersama teman dan keluarga, tempat yang cantik untuk foto-foto cantik alias instagramable pula. Perut kenyang, hati senang meski ada insiden duo monyet  Cipanas. waktunya pulang.  Yeay, liburan singkat yang sukses….

Tadabbur Alam & Doa Bersama Melawan Pandemi Oleh Majlis Shilaturrahim.

this formate

Kawasan wana wisata Curug Cilember sekaligus tempat ideal tadabbur alam. ( Foto: jabarprov.go.id)

CISARUA, bisniswisata.co.id: Wisata religi, tadabbur alam menjadi pilihan Majlis Ta’lim Shilaturrahim, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk kembali membuka aktivitas pengajian dengan tema “Doa Bersama Lawan Pandemi,” yang berlangsung di kawasan Curug Cilember.

Curug Cilember merupakan salah satu obyek wisata air terjun yang ada di Kabupaten Bogor. Obyek wisata yang terletak di Kecamatan Cisarua, berjarak sekitar 21 km dari arah Bogor serta dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari arah Bogor atau sekitar 1,5 jam dari Jakarta.

Curug Cilember memiliki keunikan tersendiri dikarenakan obyek wisata ini mempunyai obyek wisata air terjun sebanyak 7 buah. Air terjun dalam bahasa Sunda disebut Curug. Begitu memasuki pintu gerbang wisatawan akan bertemu dengan air terjun pertama dan begitu seterusnya sampai akhirnya di puncak bertemu dengan air terjun yang terakhir yang dikenal dengan nama curug tujuh.

Di sekitar kawasan wana wisata ini terdiri dari 2 ha hutan tanaman Agathis, Rasamala dan Pinus. Potensi visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan pemandangan alam berupa pegunungan & perkebunan dan panorama kota Bogor dari atas ketinggian.

Bentang alam yang indah dan doa bersama dimalam hari di bawah atap langit menjadi sangat bermakna, apalagi mendoakan mereka yang telah wafat baik para tenaga medis maupun warga dunia akibat pandemi global COVID-19.

Mereka yang kini masih dalam perawatan dengan karantina diri di rumah-rumah pribadi maupun dirumah sakit rujukan di seluruh dunia juga mendapatkan doa-doa terbaik dari umat Islam yang tergabung dalam Majlis Shilaturahim ini.

Bagi keluarga yang ditinggalkan akibat pandemi global ini, tentunya semoga diberi kekuatan. Majlis Ta’lim Shilaturrahim hanya satu dari 1,8 milyar umat Islam yang ikut mendoakan orang-orang yang kalian cintai. Karena itu tetaplah tawakal. Be strong brother and sister.

Wisata religi yang berlangsung akhir pekan lalu ini memang berbeda karena selain untuk mendoakan agar pandemi global ini segera berakhir juga permohonan ampun pada Allah SWT atas ujian yang diberikan secara menyeluruh pada 216 negara di dunia.

Alhasil tadabbur alam yang dilaksanakan di halaman villa yang luas di kawasan Curug Cilember ini sekaligus untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. Memahami tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dengan beragam ciptaannya.


Ketua Majlis Shilaturrahim H Nashori ( kiri atas) bersama pengurus lainnya Kyai H. Mudi ( tengah) serta suasana tadabbur alam di halaman villa ( Foto: Andi Azis Mahsifa)

 

Alam semesta, Manusia  dan Kehidupan adalah bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan ada yang menciptakan dan dialah Allah SWT.  Sejatinya ketiga unsur tersebut bersifat terbatas, lemah, serba kurang sehingga tadabbur alam bersama ini bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Andi Azis Mahsifa, juru bicara Majlis Ta’lim Shilaturahim ini mengatakan penutupan pengajian dalam hitungan bulan guna mencegah penyebaran virus Corona membuat para anggota dan pengurus berinisiatif dengan tadabbur alam ini sekaligus pembukaan kembali pengajian rutin.

 Di era tahun  1990 an, sekelompok orang di bilangan pesisir Tanjung Priok, Jakarta, tepatnya disekitar Koja dan Cilincing membentuk satu perkumpulan pengajian rutin yang beranggotakan 10 hingga 15 orang.

“Pada awal terbentuknya perkumpulan ini seluruh anggota nya berasal dari wilayah Mauk, Tangerang yang kala itu bermukim di wilayah Koja & Cilincing.jakarta utara,” kata Andi Azis Mahsifa.

Seiring berjalannya waktu, anggota perkumpulan ini semakin bertambah hingga akhirnya dibuatlah satu wadah yang diberi nama Himpunan Keluarga Mauk Tangerang (HIKMAT). Pada awal berdirinya, kegiatan pengajian rutin mulai diadakan setiap malam jumat dari rumah ke rumah setiap anggota

Seiring dengan waktu, anggotapun bertambah bukan hanya dari keturunan yang berasal dari Mauk Tangerang. Para pendiri kelompok pengajian tersebut akhirnya sepakat merubah nama HIkmat menjadi Majlis Ta’lim Shilaturrahim.

Dari Anas bin Malik radiallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturrahim.” (Hadist Riwayat. Muttafaq Alaih)

“Berangkat dari hadist diatas, Silaturahim merupakan sarana untuk memperoleh ridho dan pahala dari sisi Allah SWT,  sekaligus sebagai media untuk mendapatkan kelapangan rizki di dunia,” ungkapnya.

Hadits Rasulullah SAW itu menasihati kita, bahwa siapa yang ingin dilapangkan rizkinya oleh Allah dan dipanjangkan umurnya, maka  hendaklah ia mempererat jalinan silaturahim dengan saudara-saudaranya, dengan cara berbuat baik, menyayangi dan tidak memutuskan persaudaraa . Hal lni semua adalah dinilai sebagai shadaqah oleh Allah SWT, jelas Andi.

Beberapa nama yang pernah menjadi pelaku sejarah berdirinya Majlis Ta’lim Shilatuurahim dan kini semua sudah tutup usia a.l Kyai H.Muqarrabien Yusuf sebagai ketua, Ustad H. Ahmari As (wakil ketua) & Urip Raharjo sebagai sekretaris.

Beberapa nama yang juga  terlibat sejak awal berdirinya adalah H.Hasan  Bisri,Ustad Alwani Main,Ustad Rais, H.bahrum,Ustad yakub serta Ustad budi harjo &  H.Nashori. Di usianya yang hampir 30 tahun, Majlis Ta’lim Shilaturrahim terus berkembang.

” Di paruh perjalanan  berdirinya Majlis Shilaturrahim terpilihlah seorang ketua baru yang bernama H.Nashori. Bentang waktu hampir 15 tahun memimpin pastinya banyak cerita dan sejarah seiring  berkembangnya jemaah dan anggota,” kata Andi Aziz Mahsifa

Pada Anggaran Dasar Rumah Tangga Majlis Shilaturrahim jelas diuraikan seluruh tujuan,sifat, serta visi,aturan dan ketetapan,kewajiban,bahkan iuran para jemaah,ini semua tentunya menjadi dasar dan muara untuk terus mempertahankan dan mengembangkan Majlis Shilaturrahim dimasa mendatang.

Semoga dari setiap kegiatan yang dibuat dan dilaksanakan selalu menjadi aliran dan sumber pahala yang mengalir bagi para pendahulu,pendiri serta sesepuh Majlis Ta’lim Shilaturrahim ini, kata Andi Azis menutup wawancaranya.

 

Lima Hotel Baru di Bali ini siap Sambut Turis Asing Mulai September

this formate

Tanah Gajah, Resor yang sebelumnya dikenal sebagai The Chedi Club di Ubud tempat yang asyik untuk kegiatan yoga, meditasi  dan spiritual lainnya. ( Foto Tanah Gajah) 

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pulau Dewata, destinasi wisata utama yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dijadwalkan membuka diri untuk wisatawan internasional September mendatang. Meski sudah memiliki berbagai pilihan akomodasi terbaik di dunia, tetapi itu tidak berarti tidak ada ruang untuk menambah kehadiran hotel di tengah keterpurukan akibat pandemi global.

Dikutip dari channelnewsasia, untuk tujuan yang berdimensi relatif kecil, Bali pasti mengemas banyak hal. Dari pantai yang bertemu Samudra Hindia dan daerah kantong pantai yang ramai hingga lembah-lembah hijau di pedalaman tempat budaya Hindu di pulau itu terus berkembang. Destinasi terus unggul sebagai tujuan wisata utama di negri ini.

Popularitasnya yang abadi dan keindahan alamnya telah menjadikannya layak untuk membangun beberapa resor mewah paling spektakuler di Asia.  Dan pembangunan tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan  sebagai dampak COVID-19. Sebaliknya berbagai akomodasi pilihan yang baru dibuka atau akan diluncurkan di seluruh pulau.

DESA POTATO HEAD

Ini nama akomodasi yang akan diluncurkan terdiri dari 168 kamar. Lama menjadi buah bibir untuk suasana pantai yang indah di Seminyak, Potato Head terus menetapkan standar yang tinggi saat meningkatkan kerja sebagai ‘desa kreatif ‘ pertama di pulau itu – selama tahun 2020.

Aset-aset yang ada seperti Katamama, sebuah hotel bata merah terinspirasi seni yang dirancang oleh arsitek Indonesia Andra Matin, dan klub pantai andalan yang nama mereknya membuat namanya, akan diintegrasikan ke dalam pengembangan baru yang ambisius.

Inti dari desa baru ini adalah Pusat Kreatifnya, yang dirancang dalam kemitraan dengan OMA, praktik yang didirikan oleh auteur Belanda legendaris, Rem Koolhaas.  Akomodasi Ini akan mencakup 168 kamar tamu di bawah bendera Potato Head Studios.

Sorotan lain yang akan diluncurkan secara bertahap akan mencakup restoran pertanian-ke-meja, bar, klub anak-anak yang digerakkan oleh lingkungan, studio rekaman musik, kolam renang tepi pantai dengan sofa daybed, beberapa area aktivas dengan atap, ampiteater, dan diskotik bawah tanah  .

 NIRJHARA

 Julukan Bali sebagai ‘ surga’ terancam oleh beberapa faktor seperti kondisi lalu lintas, pembangunan yang berlebihan dan banyaknya jumlah wisatawan yang semuanya mengancam untuk menangkal aura dunia lain.

Namun masih ada tempat-tempat di mana spiritualitas bawaan pulau tetap bersinar melalui Nirjhara, misalnya,  bolthole baru yang indah di garis pantai barat daya pulau.

Terletak hanya beberapa menit dari Tanah Lot, salah satu tempat suci Hindu paling dihormati di Bali, resor ini terletak di daerah kantong tropis yang dikelilingi oleh hutan dan sawah hijau zamrud.  Dengan menggunakan filosofi kemewahan yang mewah, nyatanya malah bersahaja.

Resor ini menghubungkan kembali para tamu dengan alam dengan tipe kamar termasuk paviliun dengan   kolam renang yang tergantung di atas aliran sungai di bawahnya, pohon dan dengan pemandangan sawah di sekitarnya. Resor ini memang terletak di daerah tropis yang dikelilingi oleh hutan dan sawah hijau zamrud. 

Restoran Ambu, menampilkan pemandangan air terjun yang mengalir dan masakan Bali yang dibuat dari bahan-bahan sederhana.  Nirjhara juga menawarkan pelajaran berselancar di pantai Kedungu yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari properti hotel.

 TANAH GAJAH

Resor yang sebelumnya dikenal sebagai The Chedi Club Tanah Gajah di Ubud dibuka kembali pada awal 2020 dengan sederhana. Properti ini pertama kali dibangun pada 1980-an sebagai rumah liburan bagi arsitek dan desainer Indonesia yang legendaris, Hendra Hadiprana dan keluarganya.  Dan resor yang diganti namanya memberi penghormatan kepada pria hebat itu.

Searah jarum jam; Waldorf Astoria, Desa Potato Head, W-Bali dan Nirjhara

Kesannya Intim, namun luas, hotel ini memiliki dua puluh pilihan akomodasi yang dipenuhi karya seni, mulai dari suite satu kamar dengan kamar mandi terbuka dan pemandangan kolam teratai hingga suasana perkebunan dengan kolam renang pribadi.  Langit-langit bangunan yang dipugar akan dihiasi dengan lukisan tradisional Bali yang berbagi kisah hidup Hadiprana.

Esensi Hadiprana juga terasa di properti ini, dengan segudang patung, barang antik, dan karya seni yang dikumpulkan kolektor selama bertahun-tahun menghiasi semua sudut tempat.  Restoran utama, The Tempayan, dinamai guci gerabah tradisional besar yang menghiasi jantung ruang makan di tengah sawah. 

Lounge tapas baru, bernama Panen Padi. Sementara itu pemandangannya menampilkan kolam-kolam angsa yang tenang dan di satu sisi lainnya terlihat ladang rimbun yang terbentang.

 W BALI – UBUD

W Bali – Ubud adalah resor W kedua yang dibuka di Bali, tetapi sangat berbeda dengan properti saudaranya di Seminyak. Sementara properti tepi pantai mewujudkan persona partai dari pantai selatan pulau. Resor baru ini dijadwalkan untuk pembukaan tahun 2021 dan kehadirannya lebih sesuai dengan getaran holistik dan spiritual yang dimainkan di sekitar Ubud, jantung budaya pulau itu.

Memang, penekanannya adalah menemukan kesejahkesejahteraandari pada kenikmatan menyeruput koktail saat matahari terbenam dengan pakaian renang keren. Lokasinya seperti bertengger di puncak bukit dan berorientasi ke arah matahari pagi yang terbit di timur.

Properti ini, yang akan menampilkan 100 kamar tamu termasuk total sepuluh villa dengan kolam renang pribadi, menawarkan pemandangan Lembah Tanggayuda yang menakjubkan.

Pemandangan ini akan menjadi fokus di beberapa titik penjualan utama resor.  WET Deck-nya akan menggabungkan kolam bertingkat yang terinspirasi oleh sawah-sawah terkenal di Bali, sementara Wanderbar, bar koktail panorama akan menawarkan pemandangan 360 derajat serta peningkatan mixologi. Bagian lainnya adalah Synn, sebuah restoran khas dan terbuka ke arah tebing hutan.

WALDORF ASTORIA BALI

Sedikitnya 96 vila Waldorf Astoria Bali yang baru semuanya akan menampilkan pemandangan Samudera Hindia dari atas ketinggian.  Ada pemandangan laut dan Waldorf Astoria Bali baru akan menawarkan beberapa yang paling spektakuler di pulau itu ketika akhirnya dibuka nanti dalam tahun ini juga.

Lokasi bertengger di puncak bukit setinggi 40 m di atas ombak yang menghantam di semenanjung Bukit di Bali selatan, dengan 96 vila semua menghadap langsung pemandangan Samudera Hindia.

Akomodasi mewah yang Anda harapkan dari properti Waldorf Astoria dengan pilihan mulai dari vila satu kamar tidur yang ramping hingga konfigurasi enam kamar tidur yang luar biasa.

Sorotan lain dari properti ini meliputi area pantai pribadi dengan klub pantai, dua restoran fine dining dan tempat spa.  Resor ini juga berada dalam jarak yang cukup dekat dengan Bukit Pandawa Golf Club, lapangan golf all-par 3 yang unik dan dinilai sebagai salah satu fasilitas golf terbaik di pulau ini.

Emirates Akan Tutup Biaya Medis Terkait Virus Corona

this formate

Emirates Tutup Biaya Medis Terkait COVID-19 (foto: BBC)

DUBAI, bisniswisata.co.id: Emirates, maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, mengatakan pihaknya akan menutup seluruh biaya medis para penumpangnya terkait virus Corona. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan rasa percaya diri agar orang mau kembali lagi bepergian. 

“Emirates akan menanggung biaya medis para penumpang yang terkait COVID-19 dan biaya karantina saat mereka bepergian dengan Emirates, dari dan menuju UEA  ke seluruh dunia. Semua gratis!,” demikian menurut pernyataan resmi yang dirilis kantor Media Emirates di Dubai, yang diansir AFP

Sejak pandemi COVID-19 merebak, maskapai yang berbasis di Dubai ini telah menghentikan seluruh layanan penerbangannya mulai akhir Maret. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk ikut membendung penyebaran virus yang bergerak secara eksponensial itu.

Dua pekan setelah itu, Emirates kembali beroperasi meski layanannya masih sangat terbatas. Rencananya, mereka akan kembali membuka penerbangan ke 58 kota pada pertengahan Agustus, turun dari 150 kota sebelum krisis COVID-19. 

Media lokal memberitakan bahwa pengumuman ini dirilis tak lama setelah Uni Emirat Arab mengeluarkan aturan yang mewajibkan semua penumpang yang masuk dan transit untuk melakukan tes kesehatan, mulai 1 Agustus mendatang.

 “Emirates akan menjadi maskapai pertama yang menawarkan biaya medis COVID-19 gratis bagi pelanggan yang bepergian ke, dari UEA dan seluruh dunia,” kata Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, kepala eksekutif grup Emirates, dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya.

Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk bepergian dan kembali meneguhkan posisi Emirates dan Dubai sebagai pemimpin di industri penerbangan, imbuhnya.

Penumpang bisa mengklaim biaya medis hingga 150.000 euro dan biaya karantina maksimal 100 eruo per hari selama 14 hari, bila kedapatan mereka didiagnosa terinfeksi virus Corona.

 “Kami tahu orang-orang sudah sangat ingin terbang seiring dengan mulai dibukanya sejumlah perbatasan, tapi mereka juga mencari fleksibilitas dan kepastian bagaimana jika sesuatu terjadi selama dalam perjalanan,” kata Sheikh Ahmed dalam pernyataan tertulisnya dan menambahkan bahwa kebijakan itu akan berlaku hingga 30 Oktober 2020.

Sebelumnya, presiden Emirates Tim Clark mengatakan mungkin butuh waktu hingga empat tahun sampai operasional benar-benar kembali seperti semula, dan kemungkinan akan ada PHK karyawan hingga 15 persen. Sebelum pandemi, Emirates mempekerjakan sekitar 60.000 karyawan, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22.000 kru kabin.

 

Teknologi Telah Merobah Penanganan Pariwisata di ASEAN. 

this formate

Wisatawan  mengunjungi Grand Palace di Bangkok dengan memakai masker ketika dibuka kembali untuk para pengunjung menyusul pembatasan untuk menghentikan penyebaran coronavirus novel COVID-19.  (Foto AFP)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pertumbuhan yang cepat di Asia Tenggara telah menyebabkan peningkatan pendapatan yang memungkinkan warganya menikmati perjalanan liburan dalam bentuk destinasi jarak jauh dan perjalanan mikro. 

Pasar perjalanan dinas menggunakan anggaran daerah, termasuk penerbangan berbiaya rendah, juga diperkirakan akan tumbuh secara eksponensial.  Munculnya maskapai penerbangan berbiaya rendah dan kelas menengah yang semakin makmur di kawasan ini telah mengubah lanskap industri pariwisata secara luar biasa.

Teknologi memainkan peran penting dalam kemajuan industri perjalanan, di mana lebih banyak wisatawan melakukan pemesanan online.  Penelitian oleh Google-Temasek mengungkapkan bahwa perjalanan online adalah segmen terbesar dan paling mapan dalam ekonomi internet Asia Tenggara.

Dikutip dari theaseanpost.com, turis sering mencari kombinasi fasilitas dan penawaran saat memesan online untuk hotel.  Agen perjalanan bergantung pada platform pemesanan online karena mereka menyediakan manajemen data, transaksi online, dan layanan pelanggan tepat waktu.

Platform pemesanan atau agen perjalanan online (OTA) tidak hanya mengarahkan wisatawan ke hotel yang menawarkan harga terbaik tetapi juga melakukan hal yang sama untuk maskapai penerbangan, perusahaan penyewaan mobil, dan layanan terkait perjalanan lainnya. 

Online Travel Agent (OTA) adalah platform lengkap yang menyediakan ketersediaan waktu riil dan informasi perbandingan harga kepada konsumen.  Mesin metasearch memungkinkan wisatawan untuk membandingkan harga di seluruh OTA untuk menemukan penawaran terbaik.

Menurut Laporan Meltwater 2017 tentang Gangguan Digital Industri Perhotelan, pengeluaran perjalanan online Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US $ 76 miliar pada tahun 2025. Beberapa OTA terkemuka di kawasan ini termasuk Booking.com, Agoda, dan Expedia dan untuk OTA, keterjangkauan biasanya merupakan nilai jual utama mereka.

Hadapi gangguan

 Di dunia digital saat ini, gangguan tidak bisa dihindari.  Situs platform all-in-one memudahkan wisatawan memperoleh informasi luas tentang hotel, restoran, dan membaca ulasan tamu yang memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih baik ketika memilih tempat mereka untuk bepergian.

OTA seperti Agoda dan Expedia telah memberi konsumen kekuatan untuk mendapatkan penawaran yang lebih baik daripada pemesanan langsung dengan hotel.

Travel unicorn start-up Asia Tenggara, Traveloka, adalah platform pemesanan perjalanan dan gaya hidup terkemuka. Titik penjualan Traveloka tidak hanya menawarkan harga tiket pesawat dan kamar hotel yang kompetitif.

Tetapi juga memberikan pengalaman pemesanan terbaik kepada para penggunanya dengan opsi pembayaran yang fleksibel untuk melakukan booking. Dengan lebih dari 40 juta pengguna aktif di Asia Tenggara, pengguna Traveloka dapat menjelajahi ribuan produk dan aktivitas perjalanan.

 Layanan Traveloka, ‘Xperience’ menawarkan berbagai pilihan yang komprehensif seperti tempat-tempat wisata, hiburan dan paket wisata singkat, mengurangi kerumitan bagi wisatawan.  Platform yang mudah digunakan ini menjanjikan wisatawan pengalaman baru dan unik dan termasuk paket spa dan kegiatan lokal favorit.

Pergi  ke mal di lingkungan saat ini dianggap sebagai perjalanan, dan Traveloka ingin menguangkan perjalanan ini juga.  “Definisi perjalanan kami telah berubah,” kata kepala pemasaran Traveloka, Dannis Muhammad, yang perusahaannya sekarang menawarkan voucher restoran dan penawaran makan khusus untuk pengguna di kota-kota di Indonesia.

Di Jakarta, 80 persen penyewa yang menawarkan layanan atau produk gaya hidup sekarang dapat dipesan di Traveloka.Merek-merek yang membangun layanan mereka untuk menghubungkan wisatawan ke lingkungan terdekat mereka dan orang-orang daripada hanya menyediakan konektivitas digital akan lebih baik karena tren perjalanan berubah.

Pengganggu lain yang bersaing dalam ruang perjalanan online berasal dari maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Tenggara, AirAsia.  CEO maskapai ini, Tony Fernandes mengatakan bahwa masa depan perusahaan terletak pada “lebih dari sekedar maskapai penerbangan.”  Oleh karena itu dia berencana untuk memonetisasi 65 juta pengguna aktif bulanan AirAsia.com, perusahaan telah meluncurkan kembali situs web dan aplikasinya dan sekarang menawarkan pemesanan hotel dan fasilitas lainnya seperti tour.

Dengan krisis coronavirus saat ini, sebagian besar negara Asia Tenggara telah melarang penerbangan komersial internasional, sehingga sangat mempengaruhi industri pariwisata di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Myanmar untuk Hotel dan Pariwisata, U Tin Latt memperkirakan kedatangan wisatawan di negara itu turun 5% tahun ini, sementara Thailand diproyeksikan melihat paling banyak delapan juta turis asing tahun ini – turun 80% dari tahun lalu.  

Fokus domestik

Jutaan orang di industri pariwisata dan penerbangan di seluruh negara anggota ASEAN telah kehilangan pekerjaan karena pandemi. Karena pembatasan virus secara bertahap berkurang di beberapa negara anggota, hotel dan OTA sekarang berlomba untuk memulai kembali pariwisata – dimulai dengan pelancong lokal.

 “Ketika Anda membelanjakan bisnis lokal, Anda membantu membangun bisnis ini dan ini akan meningkatkan ekonomi kita secara keseluruhan,” kata Musa Yusof, direktur jenderal Tourism Malaysia.

Dilaporkan bahwa wabah COVID-19 telah menurunkan jumlah pengunjung asing ke Vietnam menjadi hampir 3,7 juta pada paruh pertama 2020, penurunan 57% tahun-ke-tahun.  Ini telah mendorong pemerintah Vietnam fokus pada pariwisata domestik untuk meningkatkan ekonominya.  

Selain itu pemerintahnya juga  meluncurkan kampanye yang disebut ‘perjalanan Vietnam di Vietnam’ yang menawarkan diskon untuk penduduk lokal dan masuk gratis ke tempat-tempat wisata.

“Mengingat konteks saat ini, pasar domestik dianggap sebagai titik tumpu bagi industri pariwisata Vietnam untuk secara bertahap mendapatkan kembali momentum pertumbuhan,” kata Bui Thi Thanh Huong, wakil ketua Sun Group, pengembang properti yang menawarkan diskon sebanyak 60% di beberapa  resor dan taman hiburan.

Beberapa hotel sekarang bahkan menawarkan paket penjualan untuk ‘menginap’ untuk penduduk setempat.  Dan cara tercepat dan mudah untuk menemukan kesepakatan terbaik adalah melalui OTA.

Kemajuan teknologi mengubah lanskap perjalanan dan pariwisata secara drastis.  Pemesanan dapat dilakukan segera, dengan waktu persiapan yang lebih sedikit dan dengan berbagai pilihan untuk dipilih. 

Perbandingan harga antar platform juga menjamin perjalanan ekonomis dan kecerdasan buatan (AI) dalam bentuk chatbots memberikan bantuan ‘manusia’ sesuai permintaan.

Informasi yang tersedia, proses pemesanan cepat dan berbagai kategori hiburan dan atraksi yang dapat dipilih, akan mengubah fokus ke pengalaman yang lebih unik dengan perjalanan yang dipersonalisasikan