Departemen Pariwisata PWI Pusat Minta Stakeholder Fokus Pada Pengembangan Desa Wisata 

this formate

Warga desa wisata Kemiren, salah satu desa wisata di Banyuwangi,. ( Foto: Instagram Evyarialestari).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat Hilda Ansariah Sabri mengatakan pengembangan desa wisata harus terus ditingkatkan apalagi di era New Normal saat ini organisasi pariwisata dunia UNWTO menyerukan pembukaan kembali pariwisata agar menerapkan sustainable tourism.

” Desa wisata adalah salah satu dari implementasi sustainable tourism atau disebut konsep pariwisata berkelanjutan. Setelah banyak negara melonggarkan aturan dan mencabut lockdown akibat pandemi global COVID-19, trend berwisata masyarakat dunia adalah berkunjung ke desa-desa wisata,” ujarnya.

Menurut dia, program kerja departemen pariwisata PWI Pusat adalah membina atau membentuk desa-desa wisata yang jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam dari bandara maupun dari pusat kota Kabupaten/ Provinsi.

Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat, Dra Hilda Ansariah Sabri MM

“Selama ini desa wisata yang ada jarak tempuhnya bisa 4-7 jam dari ibukota provinsi maupun kabupaten, sehingga kurang strategis untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara karena akses, atraksi dan amenitas ( 3A) menjadi kuncinya,” kata Hilda.

Wanita yang juga Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi portal berita wisata www-bisniswisata.co.id dan E-Magz EXPLORE ini mengatakan jika desa wisata jarak tempuhnya dekat ke bandara atau ke ibukota kabupaten maupun provinsi, mudah bagi wisatawan untuk datang menikmati kuliner, suvenir, keseharian warga desa termasuk berfoto dengan baju daerah setempat.

” Wisatawan Indonesia kalau ke negri Belanda ingin ke Volendam untuk berfoto dengan kostum tradisional negri kincir angin itu. Padahal untuk foto di desa nelayan itu harganya juga tidak murah tapi mereka happy dan bangga bawa pulang  foto-foto dan suvenir dari tempat itu,” kata Hilda.

Pariwisata yang “ramah” dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya disepakati sebagai pariwisata berbasis komunitas atau yang tidak merugikan masyarakat sekitar, lingkungan, dan budaya lokal masyarakat, penyebutan ini lebih dikenal sebagai Community Based Tourism (CBT).

“CBT  mengutamakan masyarakat lokal sekitar destinasi wisata yang menjadi subjek sekaligus objek dalam managemen pariwisata. Peran masyarakat dalam konsep CBT ini sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata ( sustainable tourism), ” kata Hilda yang 10 tahun terakhir kerap dipercaya menjadi juri lomba tingkat nasional Desa Wisata Kemenparekraf.

Ditanya tentang proyek percontohan yang sudah atau akan dilakukan oleh PWI Pusat, Hilda mengatakan bahwa sebagai organisasi profesi maka PWI akan mengajak stakesholders terkait untuk mewujudkannya karena disetiap desa wisata juga dibentuk Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) yang menjadi pengelola desa wisata.

” Pokdarwis inilah nanti bersama PWI Daerah maupun IKatan Keluarga Wartawan Indonesia ( IKWI) yang melakukan pembinaan, pelatihan sehingga desa wisata tersebut bisa melayani wisatawan dengan baik dan pengurus Pokdarwis mahir mempromosikan lewat media sosial di websitenya masing-masing hasil binaan PWI,” 

Mengenai Kabupaten atau Provinsi yang bisa mengembangkan desa wisata seperti harapan PWI Pusat tanpa menunggu COVID-19 berakhir menurut Hilda adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

” Banyuwangi sudah ada bandara dan penerbangan langsung, jadi proyek percontohan pariwisata se Indonesia dan banyak bupati yang berkunjung ke sana untuk study banding,”  ungkapnya.

Sedangkan Banjarmasin jarak tempuh obyek wisata kurang dari satu jam adalah kawasan wisata Pasar Terapung di Kecamatan  Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

” Ada lagi Banjar Baru lokasinya dekat bandara dan dekat Martapura pusat perdagangan atau perbelanjaan permata/intan terbesar se Indonesia bahkan dunia. Ada 6 kecamatan dan 35 kelurahan sehingga saya mengharapkan Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmi dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Dahnial Kifli bisa memilih lokasi yang tepat untuk pembinaan.

Menurut Hilda, tanpa harus menunggu pandemi global virus Corona berakhir, maka sinergi dari para stakeholders dapat mewujudkan desa wisata dengan konsep 3 A karena pembiayaan tidak selalu harus mengandalkan dana pemerintah.

” Semua perusahaan besar di Kalsel terutama sektor tambang bisa alokasikan dana CSR secara “keroyokan” untuk pariwisata daerahnya. Dana tidak besar yang penting political will,” 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres  mengatakan sektor pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi yang dapat menjadi platform untuk mengatasi pandemi. Nah tunggu apalagi ?

Giliran Sejumlah Desa Wisata NTB Menerima  Bantuan Program BISA

this formate

Guntur Sakti ( Kanan) menyerahkan bantuan alat kebersihan Program BISA Kemenparekraf di sejumlah desa wisata NTB ( Foto: Kemenparkraf)

MATARAM, Lombok, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar rangkaian kegiatan padat karya dalam program Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) di sejumlah Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), kata Guntur Sakti, perwakilan dari Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf.

Menurut Guntur, progran BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru pascapandemi COVID-19. Kegiatan yang berlangsung pada 24 hingga 27 Juli 2020 ini melibatkan peran aktif masyarakat.

“Kebersihan, kesehatan, dan keamanan akan menjadi faktor utama yang dibutuhkan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru nanti. Sehingga kesiapan destinasi beserta seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di dalamnya harus benar-benar siap saat memasuki masa tersebut,” kata Guntur Sakti dalam keterangannya, Minggu (26/7/2020).

Kegiatan pertama berlangsung di Desa Wisata Tete Batu pada 24 hingga 25 Juli 2020 yang melibatkan sekitar 100 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak COVID-19. Bersama-sama, masyarakat dengan dukungan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, pihak kecamatan, Danramil serta perangkat desa, dan otoritas Taman Nasional Taman Gunung Rinjani melakukan aksi bersih-bersih.

Desa Wisata Tete Batu sebagai salah satu desa wisata tujuan favorit yang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Selanjutnya gerakan BISA juga berlangsung di Desa Wisata Bonjeruk, Lombok Tengah yang merupakan desa wisata yang dikembangkan atas kerja sama antara pemerintah daerah Lombok dengan Airasia, dan diresmikan pada 26 November 2019.

Kemenparekraf/Baparekraf memberikan sejumlah alat penunjang kebersihan dan kesehatan di seluruh lokasi kegiatan. Menariknya, bantuan wastafel portable sarana cuci tangan yang biasanya diberikan dalam bentuk tangki air portable diganti dengan kendi atau masyarakat setempat menyebutnya bong.

Kegiatan yang juga melibatkan peran aktif masyarakat itu berlangsung di empat titik, meliputi batas Desa Bonjeruk hingga Desa Ubung, Presa, Ombak, dan Pusat Desa. “Hal ini sebagai salah satu upaya dari Kemenparekraf/Baparekraf turut memberdayakan pekerja kreatif setempat,” kata Guntur Sakti.

Sementara hari ketiga, Minggu (26/7), kegiatan berlangsung di Kota Tua Ampenan, Mataram, yang juga didukung pemerintah setempat. Sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Mataram diajak untuk melakukan gerakan bersih-bersih di beberapa kawasan Kota Tua Ampenan seperti, Pondok Perasi, Pabean, serta Kota Tua. Sebagai salah satu destinasi pariwisata, Kota Tua Ampenan, memiliki sejumlah potensi pariwisata mulai dari bangunan bersejarah, pantai, hingga kuliner.

Guntur Sakti berharap, rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari kegiatan padat karya, namun dapat menumbuhkan rasa peduli seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif akan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan. Dimana semua faktor tersebut menjadi perhatian utama wisatawan dalam berwisata di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kami juga telah menggulirkan program Indonesia Care sebagai kampanye nasional pariwisata sebagai simbol dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kami sangat peduli pentingnya menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan,” kata Guntur

 

Petualangan Warga Senior Trekking dan Snorkling di P. Komodo  

this formate

 

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Perjalanan wisata bersama teman-teman komunitas IBMer, mantan-mantan teman sekantor di IBM yang rata-rata dudah menjadi warga senior selalu menjadi kenangan manis meski sudah dilakukan beberapa tahun lalu. 

Kini di tengah pandemi global dan pembangunan 3 A (Akses, Atraksi dan Amenitas) yang gencar, kerinduan berkunjung ke pulau Komodo semakin kuat apalagi sudah dicanangkan Presiden Jokowi sebagai destinasi prioritas pastinya banyak perubahan di Labuan Bajo, kota wisata yang menjadi titik awal petualangan ke Pulau Komodo

Titik berangkat untuk trekking di Pulau Rinca terlebih dahulu memang dari Labuan bajo. Setelah semalam istirahat di hotel di Labuhan Bajo. Pagi-pagi  jam 09:00 rombongan dibawa ke pelabuhan Labuhan Bajo. 

Labuan Bajo adalah ibu kota kabupaten Manggarai Barat dan terletak di ujung paling barat Pulau Flores, dimana penghuninya kebanyakan mencari nafkah di atas air ( kota nelayan ). Hal ini tercermin dari teluk yang sibuk yang penuh dengan berbagai ukuran kano, kapal layar, dan perahu bermotor.

Kami naik kapal Pinisi yang diubah menjadi mini hotel, dengan 6 kamar. Ditengah ada tempat kumpul, tempat makan dan tempat bercengkerama, paling atas di bagian atap disulap menjadi tempat mencari angin diwaktu malam. Kemudi kapal ada di bagian paling atas.

Jam 11 kami tiba dipulau Rinca. Ada 4 ranger yang akan mengawal 16 orang rombongan eks IBM untuk trekking. Kalau menjumpai komodo dialam bebas, kami dilarang bicara keras,  dilarang bercanda bahkan gerakan harus sesedikit mungkin. Kalau bisa jangan jauh jauh dari ranger yang ditugaskan mengawal kami.

Pulau Rinca, mempunyai 2,300 komodo. Kami melakukan trekking, berjalan menyusuri hutan kering alias pohonnya menanggas, untuk melihat komodo dan berbagai macam binatang liar seperti rusa, babi hutan, monyet, banteng dan aneka ragam burung. Baru melangkah 1 km sudah menemukan beberapa komodo yang berada dibawah rumah yang dihuni ranger.

Kani terus berjalan dan mulai menaiki bukit gersang panas karena matahari dan be.temu seekor kerbau yang sedang berkubang di air, tengan luka bekas gigitan komodo di kaki belakang dan punggungnya. Kerbau ini akan mati dalam waktu kurang dari seminggu karena bisa komodo. Pesta menyantap kerbau oleh beberapa komodo akan dimulai kalau kerbau sudah mati.

Kami naik ke bukit dan melihat seekor komodo sedang dibawah pohon. Ngeri juga melihatnya. Adrenalin kami naik tapi terus berjalan kepuncak bukit untuk melihat pemandangan laut dan pantainya yang indah dari atas. 

Berpose di pintu gerbang Taman Nasional Pulau Komodo dan berfoto ria bersama binatang langka ini. ( Foto: Gufron)

Cuaca panasnya bukan main dan keringat menetes sampai kaos kami basah kuyup. Setelah selesai memotret, kami turun kebawah lewat jalan lain. Sampai dibawah ditempat kantor ranger barulah bisa istirahhat dan terus kedermaga dan naik ke Pinisi. 

Makan siang dinikmati di atas kapal dan rasanya nikmat sekali makan siangnya karena habis trekking pula. Menunya seperti hotel ada capjai, ayam goreng, tahu goreng dicampur sayur dan ada nanas dan ditambah menu bawaan dari Jakarta. 

Snorkling

Acara selanjutnya adalah snorkeling di dua pantai yang pasirnya bersih dan airnya jernih. Salah satunya yang unik adalah di Pink Beach. Pantainya benar-benar berwarna pink atau merah jambu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pink Beach atau Pantai Merah Muda adalah salah satu pantai yang ada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pantai ini disebut Pink Beach dikarenakan pasir pantainya yang berwarna pink, kesannya romantis. 

Warna pink dari pantainya merupakan campuran dari warna pantai pasir putih yang bercampur dengan serpihan karang, cangkang kerang, serta kalsium karbonat dari invertebrata laut yang berukuran sangat kecil, dan juga Foraminifera, Amuba Mikroskopis yang memiliki cangkang tubuh berwarna merah. Pantai seperti ini hanya ada 7 di dunia. Jadi kita harus bangga mempunyai salah satu pantai yang berwarna pink ini.

Di Pink Beach ini terdapat begitu banyak biota lautnya meliputi 1000 spesies ikan, 260 spesies terumbu karang, dan 70 spesies spong. Dengan adanya biota laut yang begitu banyak, kami menikmati sebagai tempat snorkeling

Arus di pantai ini cukup kuat dan hal itu dikarenakan adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. Ada satu teman putri terseret arus keras, tapi dibantu oleh pemandu kami yang jago berenang. Alhamdullilah semua teratasi dengan baik. Maklum rombongan kaum hawa ini sudah tidak ada yang muda lagi dengan usia antara 60-69 tahun.

Kami tidur di kapal cruise pinisi 6 kamar ini, wah ributnya suara mesin. Ditambah bau solar benar-benar mengganggu kenyamanan tidur. Ada beberapa teman yang memilih mengungsi tidur di dek kapal. Jam 4 subuh saya sudah bangun untuk sholat. 

snorkling
Penulis siap-siap snorkling dan menikmati Keindahan pink beach serta serunya petualangan menginap di atas kapal kayu ( Foto: Gufron)

Kapal berhenti sepanjang malam selama kami tidur, berlainan dengan kapal cruise yang malah terus berlayar ketika kami beristirahat. Jadi kapal Indonesia solider dengan manusianya, sama-sama istirahat di malam hari.

Sejuta kalong 

Ada satu fenomena alam yang menarik hati yaitu terbangnya sejuta kalong keluar dari sarangnya di senja hari setelah matahari terbenam. Ratusan kalong terus keluar seperti semburan air selama 20 an menit tak berhenti sedetikpun, kapal kemudian berjalan lagi mendekati Pulau Komodo.

Setelah selesai sarapan pagi, jadwal kami mulai trekking dan seperti anak sekolahan, jam 7 teng anggota IBMer  ini sudah siap. Teman-teman saya ini memang tepat waktu dan mudah diatur. Kapal pinisi ini tak kalah dengan kapal cruise pelayanannya, yakni mereka juga punya tender, sekoci untuk mengangkut penumpang dari kapal ke pantai pp.

Trekking di Pulau Komodo ini hasilnya lumayan daripada di Pulau Rinca kemarin sebab kami berjumpa dengan dua ekor komodo yang sedang melakukan penyamaran, pura-pura jadi batang pohon mati, tak bergerak, namun siap mengintai mangsanya kalau-kalau ada yang mendekat.

Akan halnya bau manusia, apalagi kakek nenek uzur yang alot seperti rombongan kami ini mungkin sensor  mereka mendeteksi “bukan  makanan” ! Trekking hari ini mengambil route yang medium, tidak terlalu berat dan tidak terlalu sulit medannya.

Setelah itu siap-siap untuk snorkeling site yang memang top markotop, selain mudah aksesnya, artinya beberapa meter saja dari pantai, taman lautnya juga aduhai. Namun arusnya memang deras dan terasa sekali ketika hari semakin siang. Ongkos trip ke Kepulauan Komodo terbayar lunas disuguhi pemandangan indah di sini.

Kami berenang di atas air laut di pantai itu dan melihat ke bawah seperti sedang ada di akuarium raksasa. Puluhan jenis ikan berwarna-warni yang indah serta terumbu karang yang hidup menerpa mata dari spot yang satu ke yang lain.

Setelah sekitar dua jam snorkeling, kami kembali ke kapal untuk makan siang bersama. Di pinisi ini, beragam  lauk dimasak  ABK. Menu makan siangnya, chicken snitzel alias ayam goreng tepung, sayur gocai yakni sekitar 5 macam sayuran dicah, tahu tempe masak tomat, ikan teri asin pakai cabe, yang terakhir bukan disiapkan chef kapal tapi dibawa salah satu dari kami.

Setelah makan, snorkeling kembali untuk kedua kali dihari yang sama tapi kali ini di dekat Pulau Sebayur. dan snorkeling di Kanawa Resort. Akomodasinya sederhana dibandingkan dengan yang di Raja Ampat.

Menurut Ondo, pendamping kami, pemilik resort adalah orang Itali. Jelas tamunya yang terlihat disana-sini bule semuanya. Kata Ondo lagi, ongkos nginap di resort juga sangat terjangkau. Snorkeling di pantai resort ini so-so untuk ukuran Kepulauan Komodo.

Malam hari tepat jam 19.00, acara makan malam ( dinner) dimulai dengan aneka hasil laut,  nasi dengan lauk pauk ikan bakar, terong cah tomat dan bawang, bakmi goreng dan sayur urap. Tiada appetizer dan dessert, chef kapal Padaelo sudah kecapean. 

Sebagai gantinya, kami isi dengan cerita nostalgia semasa kerja termasuk kisah-kisah teman -teman exIBM yang tidak ikutan trip serta para mantan bos-bos kami yang lucu-lucu. Rasanya memang ingin menikmati malam terakhir dengan begadang sambil memandang langit penuh bintang.

Maklum esok pagi kapal merapat lagi ke pelabuhan dan kamipun meninggalkan Labuan Bajo untuk kembali ke Jakarta, melewati rutinitas serta kesibukan kota metropolitan dan berdendang lagu Kors Plus : Ke Jakarta aku kan kembaliiii……

 

@wikipedia

Selamat Datang di Qatar, Wajib Karantina 14 Hari

this formate

QATAR, bisniswisata.co.id: Mulai 1 Agustus, pemerintah negara Qatar – salah satu negara di Timur Tengah, membuka “pembatasanan perjalanan” untuk wisatawan manca negara khususnya dari 40 negara terakreditasi rendah resiko penularan COVID-19.

Pelonggaran pembatasan berlaku bagi warga dan penduduk tetap untuk melakukan perjalanan masuk dan keluar dari Qatar. Keputusan diambil setelah pencabutan pembatasan perjalanan secara bertahap yang diberlakukan sehubungan dengan pandemi COVID-19.

Kantor Komunikasi Pemerintah (Government Communications Office/GCO) Qatar,  mengumumkan bahwa Qatar menyambut kedatangan wisatawan dari negara-negara yang memiliki risiko rendah infeksi virus corona dan mereka wajib menjalani pengujian virus corona di bandara serta karantina 14 hari.

Wisatawan harus menandatangani dokumen perjanjian formal wajib karantina selama seminggu. Setelah tujuh hari, para pelancong harus menjalani tes kedua dan menyelesaikan periode karantina mereka jika hasilnya negatif. Jika ada individu yang positif, mereka akan dipindahkan ke fasilitas pemerintah untuk diisolasi.

Kementerian Kesehatan Masyarakat (Ministry of Public Health) Qatar telah memperbarui daftar negara-negara aman berdasarkan indikator kesehatan masyarakat Qatar dan protokol kesehatan internasional. Daftar ini juga akan ditinjau setiap dua minggu.

Sampai saat ini ke-40 negara tersebut adalah Turki, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Kroasia, Malta, Finlandia, Hongaria, Polandia, Austria, Swiss, Republik Ceko, Slovakia, Denmark, Norwegia, Islandia, Estonia, Lithuania, Lithuania, Latvia, Irlandia, Slovenia, Belgia, Inggris, Yunani, Belanda, Maroko, Aljazair, Kanada, Cina, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, Australia, pemerintahan Siprus Yunani dan Andorra.

Qatar juga telah meluncurkan layanan Exceptional Entry Permit (EEP/Izin Masuk Luar Biasa) untuk memungkinkan penduduk, yang saat ini terdampar di luar negeri, kembali ke Qatar. Izin masuk dapat diajukan melalui aplikasi yang ada di portal resmi pemerintah Qatar.

Fasilitas tersebut memungkinkan kalangan pengusaha, baik perorangan atau perusahaan, sektor pemerintah atau swasta, untuk mengajukan izin masuk bagi penduduk dan anggota keluarga mereka yang memegang QID kembali ke Qatar.

Fasilitas EEP, juga dapat digunakan bagi wisatawan yang berasal dari luar daftar 40 negara layak kunjung ke Qatar. Pengunjung yang akan datang dari negara yang tidak ada dalam daftar aman harus mendapatkan “sertifikat bebas virus” dari fasilitas pengujian COVID-19 yang terakreditasi tidak lebih dari 48 jam sebelum bepergian dan mematuhi kewajiban karantina ketika mereka tiba di Qatar.

Individu yang gagal mendapatkan tes dari fasilitas terakreditasi di negara keberangkatan mereka, wajib karantina di hotel dengan biaya sendiri selama seminggu dan menjalani tes COVID-19 pada hari ketujuh. Pengunjung dengan hasil positif akan dipindahkan ke fasilitas isolasi dan yang hasil negatif melanjutkan masa karantinanya  selama seminggu (wajib karantina 14 hari).

Sementara itu, warga negara Qatar, pasangan dan anak-anak mereka, dan mereka yang memiliki tempat tinggal permanen, dapat melakukan perjalanan ke luar negeri dan kembali kapan saja akan dikenakan tes coronavirus atau karantina setelah mereka kembali, tergantung pada apakah negara keberangkatan dianggap sebagai negara risiko rendah atau sebaliknya.

Penduduk Qatar yang stranded abroad (tertahan di luar negeri/di luar negara Qatar) diizinkan kembali ke Qatar berdasarkan tingkat prioritas, termasuk memenuhi indikator kesehatan seperti diumumkan pihak GCO. Pencabutan pembatasan perjalanan pada 1 Agustus berada di bawah fase ketiga dari empat fase yang ditetapkan pemerintah Qatar.***

Wishnutama: Aplikasi Ferizy Solusi Kemudahan Untuk Beli Tiket Ferry

this formate

Peluncuran Ferizy dihadiri Menparekraf ( paling kanan), Menhub, Menteri BUMN, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Foto: Kemenparekraf)

MERAK, Banten, bisniswisata.co.id: Konektivitas merupakan salah satu faktor pendukung utama dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Oleh karena itu Menparekraf/ Ketua Bekraf Wishnutama Kusubandio dukung penggunaan aplikasi reservasi tiket ferry berbasis online “Ferizy” yang diluncurkan secara resmi di Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.

Dalam sambutannya pada peluncuran Ferizy, hari ini,  Sabtu (25/7/2020)  aplikasi ini sebagai jawaban atas harapan masyarakat untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan reservasi tiket kapal ferry dengan menggunakan teknologi digital.

“Saya meyakini ke depan, dengan terakselerasinya era digital yang lebih cepat selama masa pandemi COVID-19, tren pembelian tiket via online ini akan terus meningkat seiring gaya hidup masyarakat di era kenormalan baru,” ujar Wishnutama.

Pandemi COVID-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya sehingga memaksa hampir semua orang untuk mentransformasikan segala kegiatannya ke platform digital.

Turut hadir dalam acara peluncuran “Ferizy” Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, dan Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar.

Kehadiran layanan Ferizy juga sebagai bentuk sinergi antara kementerian/lembaga dalam hal ini Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, dan pemangku kepentingan lainnya yang selalu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya berharap aplikasi Ferizy dapat menjadikan pengguna jasa kapal ferry semakin mandiri, mudah, aman, dan nyaman melakukan perjalanan,” kata Wishnutama.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan kehadiran layanan ini akan memudahkan layanan bagi masyarakat dan wisatawan. Dia juga menginformasikan bahwaKementerian Perhubungan rencananya akan menghibahkan pengelolaan 20 terminal di Danau Toba kepada ASDP.

“Kehadiran Ferizy menjadi satu langkah maju ke depan untuk dapat diterapkan, yang juga diharapkan akan memberikan kemudahan dalam memberikan layanan serta pembelajaran bagi masyarakat dan wisatawan,” kata Budi Karya.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kehadiran tiga menteri dalam peluncuran Ferizy bukan sekadar seremonial, melainkan mencerminkan komitmen pemerintah dalam memudahkan dan melayani masyarakat dengan baik.

“Dalam hal ini ASDP melalui Ferizy telah mencerminkan dua hal tersebut, bahwa pelayanan publik harus diutamakan,” kata Erick Thohir. Selanjutnya ia berharap terminal penyeberangan juga terintegrasi dengan angkutan umum lainnya. Apalagi dengan pembangunan Tol Trans Sumatera yang saat ini saja sudah mampu meningkatkan aktivitas masyarakat hingga 40 persen antara Pulau Jawa dan Sumatera.

“Hal ini perlu diantisipasi. Saya harapkan peningkatan kualitas kerja di ASDP harus terus dijaga. Tapi saya yakin ini bisa terlaksana apalagi didukung oleh BUMN dan BUMD dan juga pengusaha di daerah dan sektor swasta,” kata Erick Thohir.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, layanan tiket online Ferizy merupakan salah satu transformasi digital yang dilakukan ASDP sebagai wujud peningkatan layanan BUMN dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Website dan aplikasi Ferizy yang dibuat ASDP bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, menjadi salah satu milestone perusahaan pada 2020. “Antrean menjadi salah satu tantangan yang dihadapi ASDP, terlebih di saat momentum puncak seperti hari raya. Kehadiran Ferizy yang dapat dipesan dari 60 hari sebelum keberangkatan diharapkan bisa mempermudah masyarakat,” kata Ira.

Sejak diterapkan mulai 1 Mei 2020 di empat pelabuhan utama ASDP, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk, Ira menjelaskan, antusiasme pengguna jasa ferry yang membeli tiket online melalui Ferizy terus meningkat.

“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat, yang semakin familiar dengan layanan Ferizy yang memberikan kemudahan dan kenyamanan saat membeli tiket ferry, ” tururbya.

Simpel, tidak perlu antre di pelabuhan, dan manifest penumpang lebih terjamin. Dalam dua tahun terakhir ini, ASDP bertekad mewujudkan upaya modernisasi layanan penyeberangan menjadi lebih baik lagi, tambahnya.

Usai meresmikan Ferizy, ketiga menteri menyeberang dari Pelabuhan Merak dengan kapal ekspress ASDP KMP Portlink menuju Pelabuhan Bakauheni. Kemudian meninjau Menara Siger, salah satu ikon wisata di Provinsi Lampung.

Di lokasi itu, Gubernur Lampung menyampaikan penjelasan tentang rencana pengembangan pariwisata di Kawasan Bakauheni. Bakauheni memiliki deretan pulau cantik, dan berpeluang untuk dikelola sebagai destinasi yang dapat ditawarkan untuk wisatawan domestik maupun ke mancanegara.

Menparekraf minta agar seluruh pemangku kepentingan mendukung untuk mendorong pariwisata domestik agar mampu membantu menggerakkan roda ekonomi setiap destinasi pariwisata di Indonesia pasca pandemi COVID-19.

Jadi Pengusaha Saat Pandemi Global, Bertahanlah & Jadi Manusia Bernilai

this formate

Keindahan Pantai Borocay di Philipina yang memikat dan menarik kunjungan wisman. ( Foto: PNA)

MANILA, bisniswisata.co.id: Anda memiliki bisnis di sektor pariwisata dan menjadi pemilik usaha ? jangan sampai usaha jadi tutup permanen karena adanya pandemi global COVID-19. 

Sebaliknya carilah mitra baru yang akan mampu mempertahankan dan menghidupkan kembali bisnis sementara krisis terus mempengaruhi ekonomi, demikian kesimpulan webinar daring yang diselenggarakan di negara tetangga Philipina.

Itulah masukan kolektif dari pembicara motivasi terkenal dan pakar bisnis Josiah Go dan Francis Kong selama Leadership Excellence Series (LES) 2020 yang diselenggarakan oleh The Department of Tourism National Capital Region (DOT NCR) Philipina.

“Jika Anda menyerah dengan keadaan dan 0menutup bisnis, Anda tidak memiliki nilai. Jika Anda menjual bisnis, Anda memiliki nilai. Tetapi jika Anda menghidupkan kembali bisnis, itu memiliki nilai yang lebih besar. Jika Anda ingin berbalik, Anda bisa tetapi Anda mungkin harus menemukan  mitra baru. Jangan tutup, “kata Josiah Go seperti dikutip kantor berita PNA.

Beradaptasi dan berinovasi akan menjadi satu-satunya cara industri pariwisata yang terpukul dapat bertahan hidup di bawah tekanan saat ini yang dibawa oleh pandemi penyakit Coronavirus 2019 

Setelah kegiatan diizinkan kembali maka perusahaan harus siap untuk menciptakan “penawaran menarik” untuk menarik klien, kata Josiah Go, ketua dan kepala strategi inovasi Mansmith and Fielders Inc.

Dia mengatakan perusahaan harus memiliki “pola pikir peluncuran kembali” ketika membuat penawaran, seperti memperkenalkan atraksi wisata baru dengan waktu acara mega penjualan di tiket pesawat, hotel, mal, dan restoran.

Sementara itu, perusahaan juga harus menemukan cara-cara kreatif untuk memikat pasar lain, seperti apa yang dilakukan perusahaan penyewaan Jepang Kasoku Apartments dalam mempromosikan ruangnya kepada orang-orang yang ingin menghindari apa yang disebut  cara ‘berpisah dengan COVID-19’ atau untuk sekadar mengambil nafas dan keluar dari kungkungan dirumah.

Dia juga mencontohkan, anggaran Hotel Fab di India, yang mengubah kamarnya menjadi area kerja alternatif, menyasar pengusaha dan bukannya turis. Memperhatikan bahwa pandemi juga akan berlalu, Go mengatakan penutupan bukanlah pilihan terbaik.

Sementara itu Francis Kong, presiden Success Options, Inc. dan direktur Inspire Leadership Consultancy, juga mencatat bahwa perusahaan harus bergerak menuju pemasaran digital ketika dunia memasuki apa yang disebut ekonomi tanpa kontak.

 “Ketika COVID-19 pecah, Anda harus memahami bahwa apa pun yang kami lakukan sampai sekarang, ini bukan inovasi. Inovasi akan datang kemudian. Kami hanya beradaptasi dan beradaptasi dan masih melakukan hal itu,” kata Francis Kong.

Direktur DOT-NCR Woodrow Maquiling setuju bahwa krisis itu hanya bersifat sementara dan bahwa COVID-19 bukanlah jalan buntu tetapi jalan memutar.”Masa-masa yang penuh tantangan dalam pariwisata ini menuntut kita untuk selalu imajinatif, berani, dan berani dalam mengejar arah selanjutnya untuk pariwisata negara kita,” kata Maquiling.

Berkali-kali, katanya, pariwisata Filipina telah secara konsisten membuktikan ketahanannya dan kemampuannya tidak hanya untuk bangkit kembali sebagai sektor tetapi untuk memimpin pemulihan ekonomi dan sosial negara itu.

 “Pekerjaan pemulihan kami mungkin tampak sebagai perjuangan berat.  Namun, kita harus mulai di suatu tempat jika kita harus pergi ke suatu tempat, “tambah Maquiling. 

Pengunjung internasional ke Filipina pada tahun 2019 mencapai 8,26 juta, pertumbuhan 15,24 persedibandingkan tahuni 2018  dengan kedatangan 7,16 juta wisman.

Hampir semua bulan, kecuali Januari, terdaftar tingkat pertumbuhan dua digit, yang terbesar adalah Agustus dengan kenaikan  27,54 persen sementara Desember mencatat volume tertinggi di 776.798 orang.

 

Tips Melancong dengan Dana Terbatas

this formate

Melancong dengan anggaran terbatas (foto: Peerless Money Mentor)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Setiap orang pasti mendambakan untuk bepergian, mengunjungi tempat-tempat menarik, makan di restoran dengan sajian lezat, berenang, atau sekadar menikmati keindahan bangunan megah. 

Hasrat melancong kini makin meningkat setelah banyak orang terkungkung selama empat bulan lebih akibat pandemi COVID-19. Masalahnya, bepergian kerap membutuhkan biaya besar. Tapi, bukan berarti hal itu tidak bisa diwujudkan. Jika dana Anda terbatas, ada beberapa tips untuk mensiasatinya, seperti dilansir dari traveldailynews.

Rencanakan perjalanan Anda

Dengan dana terbatas, satu hal yang harus Anda lakukan adalah membuat perencanaan yang baik. Buat daftar tempat-tempat yang hendak dikunjungi, catat aktivitas apa saja yang akan dilakukan di sana,.

Daftar keperluan lain yang kira-kira membutuhkan biaya, seperti sewa kendaraan atau asuransi. Tulis saja semua pos pengeluaran yang akan terjadi selama perjalanan, baru cocokkan dengan budget. Cara ini akan menentukan apakah rencana ini feasible.

Pesan tiket pesawat dimuka

Ongkos pesawat kerap memakan porsi paling besar anggaran untuk melancong. Ada cara untuk menghematnya. Biasanya, harga tiket yang dipesan jauh hari sebelum keberangkatan akan lebih murah.

Oleh sebab itu janganlah memesan tiket terlalu mepet dengan hari keberangkatan. Jika ingin lebih berhemat, sering-seringlah mengecek perkembangan harga tiket. Gunakakanlah perangkat flight cost trackers untuk mengetahui penawaran harga terkini. 

Satu lagi kiatnya adalah memilih maskapai penerbangan. Pilihlah perusahaan yang menawarkan harga paling murah, misalnya yang tidak ada fasilitas bagasi. 

Bijak Memilih Waktu Bepergian

Berlibur ketika musim liburan memang menyenangkan karena itulah sebenarnya waktu yang paling pas, umumnya jatuh saat musim panas. Tetapi dari segi biaya, itulah waktu termahal untuk melancong karena semua orang ingin melakukannya.

Saat cuaca panas dan musim liburan tiba, banyak orang keluar untuk plesiran. Jadi, jika memungkinkan rencanakan perjalanan Anda di luar musim ini. Keuntungan lain, saat musim libur usai tempat-tempat wisata pun tidak akan terlalu penuh, sehingga Anda lebih dapat menikmatinya.

Pinjam uang untuk jalan-jalan

Kadang hasrat untuk berlibur muncul tiba-tiba sebelum sempat direncanakan. Jika itu terjadi dan Anda tidak hendak menundanya karena menurut Anda berharga maka bolehlah mempertimbangkan untuk meminjam uang.

Bank tradisional biasanya tidak dapat memproses pinjaman dengan cepat. Itu sebabnya gunakanlah layanan bank untuk pinjaman jangka pendek yang dapat memproses dalam waktu kurang dari 24 jam, seperti LoanPig.  

Hematlah uang untuk akomodasi

Akomodasi adalah pengeluaran penting lainnya saat bepergian. Meski kadang kita tak ingin mengutak-atik pos ini, ada baiknya ‘ditengok’ kembali demi penghematan. 

Hostel atau pondokan bisa jadi pilihan. Kini sudah banyak pengelola yang menawarkan layanan menarik seperti kamar khusus perempuan atau kamar double bedroom dengan fasilitas kamar mandi bersama.

Sebaiknya tukarlah ongkos menginap di hotel mewah dengan hostel sehingga Anda masih punya cukup uang untuk bepergian lebih lama. Jangan lupa, periksalah ulasan tentang kondisi hostel yang hendak dituju untuk memastikan standarnya sudah sesuai kebutuhan Anda, dan pengalaman orang yang pernah menginap.

Rusia Buka Rute Internasional per 1 Agustus, Prioritasnya Inggris & Turki

this formate

Penerbangan internasional awal Agustus 2020 sudah dapat dilakukan dari bandara St. Petersburg, dan Rostov-on-Don, Moskow ( Foto: © Sputnik / Alexey Filippov)

MOSKOW, bisniswisata.co.id: Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin telah mengumumkan bahwa penerbangan internasional akan dimulai kembali Jumat depan. Dimungkinkan untuk terbang ke dan dari bandara di Moskow, St. Petersburg, dan Rostov-on-Don.

Namun, Wakil Perdana Menteri Tatyana Golikova menjelaskan bahwa hanya tiga negara yang telah disetujui sejauh ini: Inggris, Tanzania, dan Turki.  Yang terakhir adalah tujuan populer bagi wisatawan Rusia, sementara London adalah pusat transportasi global utama.

“Sebuah keputusan telah dibuat untuk melanjutkan penerbangan internasional, di mana kami dipandu oleh situasi epidemiologis, tingkat infeksi, dan prinsip timbal balik,” Mishustin mengatakan pada pertemuan pemerintah seperti dikutip dari situs RT International.

Penumpang akan diminta untuk mendapatkan sertifikat uji coronavirus negatif dengan 72 jam keberangkatan.Situasi yang sama berkaitan dengan pengunjung yang datang ke Rusia.  

Dalam hal ini, tes harus dalam bahasa Inggris atau bahasa Rusia.  Bagi warga Rusia yang pulang, mereka harus memberikan hasil Covid-19 negatif selama tiga hari pertama kedatangan mereka, atau menghadapi isolasi diri.

“Ini menjadi mungkin karena tingkat pertumbuhan infeksi coronavirus telah menurun di Rusia selama beberapa waktu,” kata Golikova kepada saluran TV Rossiya 24.

Mulai 1 Agustus, penerbangan akan dibuka ke London, Turki (hanya Ankara dan Istanbul) dan Zanzibar di Tanzania.  Satu setengah minggu kemudian, pada 10 Agustus, rute ke kota-kota resor Turki, Antalya, Bodrum dan Dalaman akan dimulai kembali.

Langkah ini dilakukan sekitar empat bulan setelah koneksi ditutup pada 27 Maret untuk mencegah penyebaran COVID-19.  Pembatasan pertama dimulai pada awal Februari ketika penerbangan ke China – dan kemudian ke Korea Selatan, Iran, dan beberapa negara lainnya – ditangguhkan.  Pada bulan Maret, penerbangan ke negara-negara Eropa lainnya dibekukan ketika virus corona menyebar ke seluruh benua.

Menteri Transportasi Yevgeny Dietrich mengindikasikan bahwa lebih banyak tujuan akan segera menyusul diumumkan.  Dia mengatakan otoritas penerbangan Rusia saat ini sedang menegosiasikan dimulainya kembali penerbangan internasional dengan 30 negara.

Pada Jumat pagi, layanan pers Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada TASS bahwa Beijing tertarik untuk memulihkan rute dengan Rusia, jika Moskow membalasnya.

Belum ada kabar apakah tambahan 30 negara termasuk Indonesia karena minat wisatawan Rusia ke Indonesia tinggi, begitu juga sebaliknya. Warga Rusia kini semakin mudah untuk berwisata ke Indonesia, khususnya Bali. 

Banyak pilihan jalur penerbangan untuk mencapai Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Dengan telah diluncurkan rute baru penerbangan Moskow-Istanbul-Denpasar sejak 17 Juli 2019 oleh maskapai penerbangan Turkish Arlines.

 

Pembukaan Hotel Baru Zentis Osaka Di Era COVID Bawa Angin Segar

this formate

Hotel baru Zentis Osaka dengan estetika tinggi untuk para pelancong. ( Foto: zentishotels.com( 

OSAKA, bisniswisata.co.id: Musim panas ini, Osaka menyambut konsep hotel baru yang merayakan warisan kuliner terkenal di kota pelabuhan, dan desain kontemporer.  Zentis Osaka — dari kelompok jaringan hotel  Palace Hotel Tokyo.

Sementara 2000 an hotel di Indonesia di tutup akibat dampak COVID-19 dan belum jelas kelangsungan hidupnya, berita pembukaan hotel baru di Osaka ini memberikan motivasi dan semangat baru selalu ada peluang ditengah krisis.

Di kutip dari situsnya, hotel ini dikerjakan oleh kantor arsitektur Toshiken dan Desain Kajima, dan didukung oleh interior dari perancang terkenal Inggris dan anak didik Philippe Starck, Tara Bernerd dari Tara Bernerd  & Mitra.  

Hasilnya adalah hotel yang pertama dari jenisnya di kota metropolis yang berkembang ini;  sebuah properti di mana interior kontemporer bertemu dengan ciri khas sebuah merek yang telah mendefinisikan kembali keramahan Jepang dan menempatkan keaslian budaya di depannya. 

Didorong oleh desain dan terinspirasi secara internasional, ruang publik dan 212 kamar mewujudkan konsep baru hotel butik sementara secara bersamaan memiliki keunggulan industri dan penghargaan pribadi Bernerd sendiri untuk desain modular Jepang. 

Semuanya memuncak dalam UPSTAIRZ yang luar biasa;  tempat makan sepanjang hari yang dipimpin oleh Chef Eksekutif Shinya Otsuchihashi yang bisa jadi tujuan tersendiri karena sangat cocok untuk lokasi hotel di distrik Kita-Shinchi yang dipenuhi kehidupan malam dan restoran.

Dari awal, setiap inci Zentis Osaka telah dibangun untuk memenuhi janji cetak biru yang menjanjikan kesederhanaan, kehangatan, dan desain kelas dunia.  Kesimpulannya adalah bangunan baru 16 lantai ini punya langit-langit yang menjulang tinggi dan jendela ganda.  

Keputusan arsitek untuk mengatur fasade bangunan kembali dari jalan telah memungkinkan ruang tambahan di pintu masuk dipenuhi dengan tanaman hijau untuk sambutan hijau yang menyatu dengan kelimpahan bahan-bahan alami di dalamnya.  

Komponen utama seperti kayu dan batu Ceppo duduk berdampingan dengan tembok bata halus dan pabrik besi struktural dalam cerminan lanskap kota Osaka dan warisan industri, sementara batu kapur biru, dibentuk menjadi tangga pusat patung yang memukau di aula masuk, memberikan sentuhan sentuhan luxe.  lanjutkan ke seluruh properti.  

Dipenuhi oleh budaya, sejarah, iklim, dan suasana kota, desainer Inggris Tara Bernerd telah menyusun serangkaian interior di mana palet kontemporer yang segar bersatu dengan campuran furnitur abad pertengahan dan Bernerd yang dirancang untuk interpretasi yang dilaksanakan dengan baik dari ini.  sudut Osaka.

Di tempat lain di ruang publik, estetika yang bersih dan hangat hadir, dengan palet warna alami taupe, krem ​​dan abu-abu diselingi dengan bidikan warna mustard, hijau zamrud dan aquamarine, menggemakan nada lembut, hangat dari kamar tamu.  

Sentuhan akhir yang mewah, seperti perapian dua sisi di lobi dengan keliling mengkilap dan karya seni yang dibuat pada kertas washi tradisional Jepang oleh seniman lokal kolektif Ubushina, melengkapi pelapisan artistik Zentis dengan serangkaian komponen yang pasti.

Ada UPSTAIRZ, tempat makan sepanjang hari di lantai dua hotel ini, menghadirkan daya tarik utama bagi para pecinta kuliner berkat suguhan Chef Shinya Otsuchihashi yang lezat paduan menu dari Perancis yang bertemu dengan Jepang.

Dengan ruang makan 116 kursi dilengkapi  dapur terbuka, lounge, teras luar ruangan tertutup, dan bar, gerai beraneka ragam untuk menu sarapan, makan siang dan makan malam yang menggunakan bahan-bahan terbaik.

Lokasinya bisa ditempuh  berjalan kaki dari kawasan Umeda Osaka, pusat bisnis dan komersial, Zentis berada di lokasi yang baik untuk menjelajahi berbagai atraksi kota yang paling menonjol, dengan serangkaian toko dan department store juga terletak di dekatnya.

Hotel ini juga dekat dengan distrik Kita-Shinchi, rumah bagi banyak restoran yang menawarkan berbagai masakan berkualitas yang membuat Osaka terkenal.  Selain berbagai kesempatan bersantap santai dan formal, daerah ini dikenal dengan kehidupan malamnya yang semarak.

Sementara di siang hari wisatawan bisa mengunjungi  Museum Sains Osaka, Museum Seni Nasional, Museum Keramik Oriental, dan Hutan Buku Anak-anak Nakanoshima yang  dirancang dan  dibangun oleh Tadao Ando, ​​menawarkan banyak kesempatan untuk acara budaya.

 

 

Berwisata dengan Aman Bersama Perangkat Baru Travelport COVID-19 Smartpoint

this formate

Perangkat baru Travelport menunjukkan dimana saja zona merah COVID-19 untuk dihindari. ( Foto: Safeture)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Travelport, perusahaan teknologi terkemuka yang melayani industri perjalanan global, meluncurkan Travelport COVID-19 Smartpoint Plugin yang memberikan informasi terbaru mengenai pembatasan yang diterapkan pemerintah, karantina wilayah, dan langkah-langkah keamanan di seluruh dunia kepada para agen perjalanan, yang memungkinkan semua informasi tersedia dalam alur kerja agen.

Plugin ini tersedia secara gratis untuk semua pelanggan Travelport di Indonesia dan seluruh dunia, yang menggunakan Travelport Smartpoint 8.2 atau versi di atasnya, dan dapat diunduh secara langsung dari Travelport Marketplace.

Perangkat baru ini memberikan informasi terperinci tentang berbagai topik dan Informasi tingkat negara secara mudah ditampilkan melalui pemilihan tombol, memungkinkan para agen untuk memberikan saran kepada pelanggan mereka dengan mudah dan instan.

Gary Harford, Direktur Regional Wilayah Operator Wilayah APAC, Travelport, mengatakan, “Ekosistem perjalanan saat ini sangat kompleks, karena kebijakan pemerintah, maskapai penerbangan, dan hotel di setiap negara yang terus berubah. Kami memahami bahwa mitra-mitra agen kami membutuhkan kemudahan akses terhadap informasi yang akurat dan terkini, yang tersedia sesuai dengan alur kerja mereka.”

Raymond Setokusumo, Presiden Direktur Galileo Indonesia menambahkann walaupun para wisatawan di Indonesia sudah mulai memasuki masa transisi menuju  New Normal, dia percaya bahwa upaya membantu pemulihan industri harus berlangsung dengan aman dan bertanggung jawab. 

“Plugin ini akan membantu para agen perjalanan menggunakan sistem kami dalam dalam memberikan saran yang tepat kepada pelanggan mereka dengan mudah dan akurat.” kata Raymond Setokusumo

Informasi pada Travelport COVID-19 Smartpoint Plugin disediakan oleh penyedia data keamanan perjalanan global, Safeture, yang diperbarui setiap hari. “Kerjasama kami dengan Travelport akan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh jutaan travelers dalam pengambilan keputusan,” ungkap Magnus Hultman, Chief Executive Officer Safeture.

Industri perjalanan telah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang telah lama ditunggu-tunggu, dan menciptakan rasa aman menjadi hal yang sangat penting bagi upaya pembukaan kembali ekonomi dan masyarakat.

“Travelport COVID-19 Smartpoint Plugin memungkinkan konsultan kami memberikan saran kepada pelanggan kami mengenai informasi terbaru mengenai kondisi pandemi dari suatu destinasi wisata  secara langsung dari desktop Smartpoint,” kata Colin Boddy, Direktur Komersial Grup, Meon Valley Travel Group

Travelport telah memberikan solusi dengan cepat. Sangat menyenangkan mengetahui bahwa Travelport mendengarkan kebutuhan industri dan siap untuk memasok perangkat canggih dan baru yang dapat membantu upaya pemulihan, tsmbah Collin.

Langkah menciptakan COVID-19 Resource Hub pertama di industri teknologi perjalanan ini mengumpulkan informasi, yaitu pelacak kebijakan pemasok perjalanan, berita-berita yang relevan, dan panduan. Hingga saat ini, Travelport mencatat lebih dari 80.000 kunjungan ke hub.

Plugin ini berkontribusi terhadap pembentukan berbagai protokol World Travel and Tourism Council yang bertujuan untuk mendukung pemulihan industri travel & tourism secara kuat.

Membantu maskapai penerbangan untuk menggunakan solusi merchandising Rich Content and Branding Travelport untuk mengkomunikasikan informasi keselamatan kepada agen perjalanan. Bekerja dengan kelompok-kelompok hotel untuk memanfaatkan ruang deskriptif di layar GDS untuk mengkomunikasikan informasi keselamatan.