Kemenparekraf Ajak Warga Bunaken Selalu Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

this formate

Kemenparekraf gerakkan penanaman bibit bakau di Pulau  Bunaken, Manado. ( Foto: Kemenparekraf)

MENADO, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak warga Kawasan Bunaken untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa pemberlakuan kebiasaan baru.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari dalam pelaksanaan Likupang Rebound hari ke-3 di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, kemarin.

Dia mengatakan penerapan protokol kesehatan seperti physical distancing, mengenakan masker saat di luar rumah, dan selalu mencuci tangan. Sehingga, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yakin dan percaya akan kebersihan dan keamanan Bunaken.

“Walaupun di sini (zona) hijau tolong tetap pakai masker kalau ada wisatawan, kalau kita pakai masker membuat mereka tenang walaupun hijau kalau kita tidak pakai masker mereka tidak tenang. Kedua kita tidak tahu jangan-jangan mereka menularkan (COVID-19) nanti jadi tetap pakai masker ya,” kata Hari.

Hari menuturkan di masa kebiasaan baru pascapandemi COVID-19, kebersihan suatu destinasi wisata menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan protokol CHSE (cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability).

Tujuannya untuk mengoptimalkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

“Bersih adalah rumus utama agar pariwisata itu datang dan tidak ada keindahan tanpa yang bersih dan agar wisatawan datang itu keamanan destinasi wisata juga penting,” katanya.

Pada saat bersamaan, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan menambahkan harus ada inovasi pada setiap destinasi wisata untuk menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan begitu, destinasi menjadi spot hijau COVID-19. Seiring naiknya kepercayaan, destinasi pasti akan ramai dikunjungi wisatawan,” ujar Wawan.

Selain itu, Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Utara, Hendry Katjily menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pembukaan kembali destinasi wisata di Sulawesi Utara di era kebiasaan baru.

Hendry juga mengapresiasi keberhasilan warga Bunaken menjaga protokol kesehatan. Hal ini terbukti dengan belum adanya warga Pulau Bunaken yang terjangkit COVID-19.

“Sejauh ini di Bunaken belum ada warga yang terdekteksi positif COVID-19. Hebat orang-orang Bunaken,” ucap Hendry.

Dalam kegiatan ini, Kemenparekraf/Baparekraf mendedikasikan alat-alat kebersihan serta sarana yang dibutuhkan untuk menjalankan program ini. Di antaranya alat pendukung kebersihan, kesehatan, dan keamanan, fasilitas kebersihan seperti wastafel dan tempat sampah, thermo gun, P3K dan disinfektan, papan signage sapta pesona, dan papan protokol kesehatan.

Selain memberikan alat-alat kebersihan dan alat penunjang, Kemenparekraf/Baparekraf juga melakukan pembersihan lokasi pantai. Kemenparekraf/Baparekraf juga melakukan penanaman bibit bakau di Pulau  Bunaken.

Kegiatan lainnya penanaman dan bibit terumbu karang di titik diving Alban Point serta melepas tukik atau anak-anak penyu ke laut lepas. Hal tersebut merupakan implementasi dari pelaksanaan protokol Environmental dari CHSE tersebut.

“Kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian kekayaan alam dan biota laut yang ada di Kawasan Bunaken,” tutur Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Farianna Prabandari.

 

Yuk Memahami Lebih Jauh Muslim Milenial Travelers ( MMT)

this formate

Muslim Milenial Travelers ( MMT) umumnya dari generasi Gen Z ( foto: crescentrating.com )

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisatawan Muslim dari kalangan milenial  atau di dunia disebut Muslim Milenial Travelers ( MMT) dan  kerap disebut sebagai  Generasi Z adalah generasi pelancong yang akan menggerakkan kebangkitan pariwisata dunia.

Dikutip dari riset crescentrating.com yang lalu, mereka yang lahir setelah 1994 ini diyakini akan menjadi generasi pelancong yang akan mendefinisikan ulang perjalanan Muslim. Didorong oleh teknologi, gen Z menghargai waktu, informasi serta solusi nyaman dari layanan perjalanan digital yang dipilihnya.

Kecakapan dalam hal menggunakan tekhnologi digital, keinginan untuk melengkapi perjalanannya dengan pilihan destinasi yang dikelola secara berkelanjutan ( sustainable) bahkan berkontribusi bagi pengembangan SDM menyarakat lokal yang dikunjungi juga menjadi ciri-ciri yang ada pada mereka.

Menyadari sepenuhnya akan  keterbatasan pengeluaran mereka, oleh karena itu mereka lebih fleksibel dan bisa beradaptasi dengan baik. Berusaha untuk berinteraksi dan terbuka guna memahami budaya  baru karena berwisata akan mengubah rutinitas sehari-hari.

Selama perjalanan tetap mengutamakan kepatuhan iman seperti shalat dan makanan halal, menghargai cerita otentik dan jujur serta mau mengurangi pengeluaran untuk akomodasi dan transportasi supaya bisa mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin.

Kaum Muslim Milenial Travelers ( MMT) ini motivasi perjalanannya adalah menemukan produk dan layanan yang otentik, terjangkau & dapat diakses termasuk daya tarik wisatanya serta kenyamanan yang kerap disebut Akses, Atraksi dan Amenitas ( 3 A).

Pola perjalanan bisa diamati pada tahap perencanaan, selama perjalanan itu sendiri, dan kapan berbagi pengalaman dengan milenial lainnya. Jadi polanya adalah dapat inspirasi, pergi lalu fase menginspirasi orang lain.

Melayani mereka dalam setiap fase membuat perjalanan mereka menjadi lebih baik, lalu membagikan kisah perjalanannya pada komunitas bahkan termasuk menyebutkan layanan merek yang membantu mereka memberikan perjalanan berkesan.

Bagaimana dengan kiprah generasi Z di Indonesia ? Bukan hanya berwisata, sekelompok artis muda bahkan mampu menjaring wisatawan domestik dan jiran dengan gelaran mereka sejak tahun 2018 lalu yaitu Hijrahfest.

Acara  ini  diprakarsai Arie Untung bersama teman-temannya sesama artis yang tergabung di dalam Kajian Musawarah. Di sana ada sejumlah sosok kondang, termasuk Tengku Wisnu, Dude Herlino, Mario, Irwinsyah, Ricky Harun dan Dimas Seto beserta istri mereka.

Gelarannya beragam seperti kajian Islam yang terdiri dari Muslim Expo, Lecture, Talkshow, Meet and Greet Hijrah, Festival sampai ceramah dari ustad kondang Tanah Air. Tahun lalu bertajuk Unforgettable Hijrah dan Hijrahfest 2019 menghadirkan 30 komunitas muslim, 270 tennant produk muslim, 50 tennant kuliner, dan Nussa Land yang diselenggarakan pada 24-26 Mei di Jakarta Convention Center ( JCC) 

Belum ada pengumuman kapan pelaksanaan Hijrahfest 2020 karena adanya pandemi global COVID-19. Tapi yang jelas seiring dengan berkembangnya trend hijrah dan meningkatnya jumlah komunitas muslim di Indonesia, meningkat pula kebutuhan akan wadah berkumpulnya umat untuk mencari jalan menuju kebaikan. 

Tiga hari perhelatan dikunjungi 12 ribu orang dan seperti ciri-ciri yang disebutkan crescentrating.com, karena penyelengara dan target pengunjung adalah sesama milenial maka mulai pemesanan tiket masukpun hanya bisa dilakukan lewat aplikasi T-Cash atau uang digital Telkomsel. 

Informasi acara Hijrah Festival ini juga  lebih masif disebarkan lewat media sosial yang pengguna terbesarnya adalah kelompok muda kelas menengah perkotaan yang akrab dengan dunia digital tentunya.

Hijrah, yang secara bahasa berarti berpindah, digunakan sebagai sebutan untuk menamai sebuah gerakan yang mengajak kaum muslim, khususnya anak muda, untuk “berpindah” menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara meningkatkan ketaatan dalam menjalankan syariat agama.

Niken, 26, warga Pondok Gede yang datang sendiri, nampak antusias. “Saya janjian ketemu dua teman lain di sini. Mereka kan masih di kantor,” katanya. Niken sendiri mengaku telah ber-hijrah secara ekonomi. 

Dia telah meninggalkan pekerjaan di sebuah bank konvensional yang dipercayainya melakukan praktek riba yang bertentangangan dengan ajaran Islam. “Sekarang sedang mencoba berbisnis,” imbuhnya sambil tersenyum saat berjumpa di acara ini tahun lalu.

Sekelompok perempuan muda yang bisniswisata  temui juga tengah berdiskusi soal bagaimana menjalankan ta’aruf, model pacaran dalam Islam. Salah seorang di antara mereka mengatakan jika hendak ta’aruf, “saya mau memastikan sang calon itu kaya,” yang disambut gerai tawa teman lainnya.

Pengunjung lain, Nona, 24, warga Bintaro, yang juga mantan gadis sampul Femina 2010, mengaku dirinya tengah menjalankan ta’aruf serius. “Insya Allah, bulan depan kami menikah,” katanya tersenyum.Merujuk kisah Nona, dia mengatakan berkenalan dengan calon suami lewat seorang perantara. 

“Perantara itu harus dari orang yang dipercaya seperti ustadz. Dia itu orang yang bertanggung jawab pada komunikasi kita selama proses ta’aruf. Simple kok tidak ada yang memberatkan.” 

Nona yang kini berhijab telah sepenuhnya meninggalkan dunia entertainment. “Saya merasa tidak nyaman aja dengan lingkungan pada waktu itu. Saya ingin mempertahankan keimanan. Lingkungan menurut saya sangat berpengaruh membentuk akhlak perilaku kita, karena itu saya berusaha banget jaga lingkungan pergaulan,” tegasnya.

Salah seorang ustadz yang gencar mendorong umat islam berhijrah adalah Bachtiar Nasir, koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI ini mengingatkan pentingnya kaum muslimin berhijrah di enam bidang, yakni: fashion, food, film, fun, friend dan finance

Hijrah Fest ini hanya sebuah bentuk konkrit kecil dari sebuah gerakan besar dari kaum milenial  yang sedang berhijrah. Kalau terus bersatu bersama-sama maka akan lahir produksi makanan sendiri, pakaian, kosmetik, dan aktivitas jual beli sendiri sesama muslim.

Bukan tidak mungkin ke depan pelaksana, Arie Untung, akan menambahkan mata acara di Hijrahfest ke depan dengan mempertemukan kalangan industri wisata yang mampu menggarap pasar Muslim Milenial Traveller ( MMT) bukan mengingat potensinya di negara Muslim terbesar di dunia ini. Semoga !.

 

Kemudahan Layanan Rapid Test, Pacu Pemulihan Perekonomian

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lion Air Group menyediakan fasilitas Rapid Test COVID-19 berdasarkan rekomendasi yang diberikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Surat Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI Nomor AJ.001/1/12 PHB 2020 tentang Peningkatan Pelayanan Perjalanan Orang.

 “Fasilitas rapid test, memudahkan bagi penumpang angkutan udara mengelola waktu, budget dalam melakukan perjalanan udara,” jelas Danang Mandala Prihantoro Corporate Communications Strategic Lion Group.

Untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut manajemen Lion Group menetapkan SOP fasilitas disediakan khusus penumpang pemegang tiket penerbangan Lion Air Group, voucher rapid test dapat diperoleh secara langsung pada saat melakukan pembelian tiket (issued ticket), “ jelas Danang Mandala Prihantoro Corporate Communications Strategic Lion Group

Bagi penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat Lion Air Group dan belum melaksanakan rapid test, maka dapat membeli voucher dengan menunjukkan kode pemesanan (booking code) melalui sales channel seperti call center, kantor penjualan Lion Air Group,  agen perjalanan. Tarif tes terjangkau hanya Rp 95 ribu, dengan masa berlaku selama 14 hari.

Setiap penumpang akan memperoleh surat keterangan hasil uji kesehatan rapid sebagai salah satu kelengkapan dokumen penerbangan sesuai ketentuan. Ketersediaan fasilitas tersebut sebagai upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui perjalanan udara.

Selain juga mendorong tren permintaan penerbangan sejalan dengan kesungguhan Lion Air Group dalam mengoperasikan layanan yang tetap mengutamakan dan memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan penerbangan.

Layanan rapid test hingga 22 Juli tersedia di 57 jaringan yang menjangkau wilayah Banda Aceh, Medan, Gunung Sitoli, Padang, Pekanbaru, Batam, Bengkulu, Palembang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Kendal, Ciamis,Semarang, Bantul, Sleman, Boyolali.

Begitu pula dengan Solo, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Kupang, Maros, Makassar, Kendari, Manado, Banjarmasin, Bima, Mataram, Tarakan, Jambi, Balikpapan, Pontianak, Palangkaraya, serta mempersiapkan di Malang, Pangkalpinang, Ambon, Kulonprogo dan kota atau daerah lainnya.

Lion Air mewajibkan bagi calon penumpang agar mematuhi ketentuan penerbangan, yakni: tiba lebih awal di terminal keberangkatan yakni 3-4 jam sebelum keberangkatan. Menunjukkan persyaratan dokumen perjalanan udara sebagaimana yang ditentukan serta kartu identitas diri yang sah (KTP atau tanda pengenal lainnya), mengenakan masker sebelum penerbangan.

Saat di dalam pesawat hingga mendarat dan saat kedatangan serta keluar dari bandar udara, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman (hand sanitizer) dan mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) selama di terminal bandar udara.

Calo. penumpang juga menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat, mengikuti petunjuk awak pesawat, mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC).

Lebih lanjut dijelaskan Danang, Lion Air saat ini mengoperasikan 141 armada, yang terdiri dari Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300 dan Airbus 330-900NEO. Dalam kondisi masa waspada pandemi COVID-19, Lion Air secara konsisten menjalankan semua perawatan pesawat sesuai program perawatan (approved maintenance program) secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance).

Hal ini merupakan kesungguhan dalam setiap pelaksanaan operasional penerbangan, memastikan bahwa pesawat kondisi aman dan laik terbang (airworthy for flight) sertasejalan untuk merencanakan dengan tepat persiapan penerbangan (preparation ready for flight).

Kumpulan Aplikasi Smartphone Untuk Turis Muslim

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sekarang, traveler muslim ngggak perlu bingung menemukan restoran halal saat jalan-jalan di negara non muslim. Ada sejumlah aplikasi traveling muslim yang menjadi  solusinya

Dikutip dari Phimemo.com, bagi umat muslim, traveling keliling Indonesia tentu tidak menjadi kendala. Hal itu karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Para traveler muslim bisa dengan mudah menemukan masjid dan makanan halal.

Namun, ini tidak berlaku jika traveler muslim sedang jalan-jalan di negara yang mayoritas penduduknya non muslim. Mereka kerap menemukan masalah saat harus sholat. Tentu tidak mudah menemukan masjid di antara banyaknya kuil. Meski ibadah sholat bisa dilakukan dimana saja, tetap saja mereka membutuhkan petunjuk arah kiblat.

Masalah perut juga sedikit merepotkan. Traveler muslim harus menilik menu yang terpampang dari satu restoran ke restoran lainnya untuk memastikan bahwa restoran tersebut menyajikan makanan halal.

Permasalahan-permasalahan itulah yang terkadang membuat traveler muslim galau saat jalan-jalan ke luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan, Laos, Thailand, dan lainnya. Tenang, sekarang traveler muslim nggak perlu galau lagi. Karena sekarang terdapat aplikasi traveling yang akan memudahkan perjalanan kamu.

Muslim Pro

Cari tahu lokasi masjid terdekat dengan aplikasi traveling Muslim Pro. Dengan menggunakan aplikasi ini bisa menemukan lokasi masjid di sekitar Anda dengan mudah. Selain itu, salah satu fitur di aplikasi Muslim Pro juga membantu menentukan arah sholat dengan akurat.

Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah fitur pelacak restoran halal. Jadi Anda tak perlu lagi datang dari pintu ke pintu restoran untuk menemukan makanan halal. Cukup membuka dan melacak keberadaan restoran halal dengan Muslim Pro.

Aplikasi traveling juga semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, karena kamu bisa membaca Al-Quran dan doa-doa. Mulai dari doa naik pesawat, doa masuk toilet, hingga doa berpergian. Lebih lengkap lagi, Muslim pro juga menampilkan Asmaul Husna dan tasbih.

Aplikasi traveling Muslim Pro tidak hanya memudahkan perjalanan umat muslim, tapi juga meningkatkan keimanan traveler muslim.

Halal Trip

Aplikasi traveling Halal Trip membantu Anda menemukan restoran halal. Hampir sama seperti aplikasi Muslim Pro, Halal Trip juga bisa membantu kamu menemukan lokasi restoran halal di sekitar. Namun, Halal Trip mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki aplikasi Muslim Pro.

Aplikasi traveling Halal Trip menampilkan menu paket perjalanan halal. Kamu bisa memilih paket perjalanan halal ke negara-negara non muslim seperti Korea Selatan, Jepang, dan Yordania. Tentu, semua makanan dan fasilitas yang ditawarkan dijamin kehalalannya.

Semua keberangkatan paket perjalanan halal ini dimulai di dari Singapura. Harga yang ditawarkan mulai $ 223 Singapura.

Lebih suka backpacking ?, bisa memanfaatkan fitur panduan traveling Muslim. Informasi-informasi seputar lokasi makanan halal dan wisata sekitar lokasi kamu berada bisa diakses dengan mudah.

Muslim Mate

Aplikasi traveling Muslim Mate akan selalu mengingatkan kamu untuk sholat meski kamu berada pada zona waktu yang berbeda.

Aplikasi Muslim Mate sebenarnya dikhususkan untuk traveling saat bulan Ramadhan. Namun, bukan berarti Muslim Mate tida bisa digunakan dalam perjalanan hari-hari biasa. Anda tetap bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk menentukan waktu sholat dengan detail. Muslim mate sangat berguna saat yang berada di negara dengan zona waktu yang berbeda.

Kelebihan lainnya, Muslim Mate menampilkan peristiwa besar dalam Islam. Cukup bermanfaat untuk menentukan itinerary perjalananjikaa ingin berwisata religi. Nah mana aplikasi smartphone yang jadi pilihan Anda ?

Mahasiswa STP Bandung Paparkan Rencana Pariwisata Berkelanjutan di UNWTO Students’ League

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Lima mahasiwa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dengan memaparkan rencana pariwisata berkelanjutan dalam ajang UNWTO Students’ League.

Dalam Lomba Final4 Competition of the 1st Global UNWTO (United Nations of World Tourism Organization) Students’ League yang digelar pada Kamis (23/7/2020) secara daring.

Lima mahasiwa STP Bandung yang menamakan timnya sebagai Pandawa Indonesia memaparkan konsep Pariwisata Berkelanjutan. Mereka bersaing melawan tiga tim yang berasal tiga universitas terkemuka di dunia.

Keempat tim diberikan studi kasus memasarkan jaringan hotel dari Melia Hotel International (MHI). Salah seorang perwakilan Tim Pandawa, Stevanus Christa Nugraha, mengatakan media sosial bisa menjadi media promosi yang tepat untuk menyasar pasar generasi muda atau yang dikenal dengan istilah generasi Z yaitu generasi yang paling unggul dalam hal teknologi namun kurang memadai dari sisi finansial.

                       Lima mahasiswa STP Bandung peserta lomba

“Generasi Z punya keunggulan sebagai generasi yang melek teknologi namun kemampuan mereka untuk dalam hal pengeluaran cukup rendah. Sehingga mereka memanfaatkan pengalaman virtual di media sosial untuk menikmati keindahan suatu destinasi wisata,” ujar Stevanus.

Stevanus juga mengatakan, ada tiga hal utama yang menjadi tiang utama pelaksanaan pariwisata berkelanjutan. Yaitu pengembangan di sisi kuliner, kesehatan, dan pandangan wisata berkelanjutan sebagai kesempatan bisnis. Meski demikian, lanjut Stevanus, promosi pariwisata berkelanjutan dapat dilakukan melalui media sosial misalnya melalui aplikasi TikTok.

“Ada beberapa cara promosi yang bisa dilakukan Melia HoteI International ( MHI) untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan misalnya lewat TikTok. Yaitu melalui penggunaan hashtag terkait paket wisata yang ditawarkan oleh hotel, menggunakan peran influencer, dan memberikan challenge bulanan dengan hadiah yang menarik,” katanya.

Stevanus menilai, promosi wisata berkelanjutan dapat menyampaikan pesan secara menarik tidak hanya pada generasi Z, tapi juga pada generasi-generasi di atasnya. Selain itu, promosi pariwisata berkelanjutan lewat TikTok juga bisa mempromosikan kebersihan hotel dan destinasi wisata serta memviralkan kuliner lokal.

“Kita bisa memviralkan kuliner dan kebersihan dari hotel dan destinasi wisata. Mengingat pascapandemi COVID-19 faktor kebersihan menjadi elemen penting bagi wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata,” ucap Stevanus.

Hal ini disambut baik oleh dewan juri dari UNWTO dan MHI. Sekjen UNWTO, Zurab Pololikashvili mewakili dewan juri menuturkan lomba ini bertujuan untuk menemukan berbagai ide baru untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dunia yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Kami melaksanakan lomba ini dengan tujuan untuk menampung berbagai ide dari para peserta serta memberikan pengetahuan bagi wisatawan dan pelaku wisata. Kami yakin, masa depan pariwisata dunia ada di tangan generasi muda dan kita butuh banyak sumber daya manusia untuk membangkitkan sektor ini,” ungkap Zurab.

Namun sayang, Tim Pandawa Indonesia dari STP Bandung gagal menjadi pemenang. Lomba ini dimenangkan oleh tim dari University of Applied Sciences of Grisons.

 

Ingin Staycation ? Ikuti Protokol Menginap di Hotel Saat Pendemi

this formate

Pastikan kamar hotel sering dibersihkan ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi yang sudah kangen travelling, pasti ingin mencoba kembali pengalaman menginap di hotel atau staycation yang sudah lama tidak dirasakan. Apalagi dengan adanya pelonggaran atau yang biasa kita sebut masa New Normal.

Sebagian besar hotel saat ini sudah mulai menerapkan protokol kesehatan. Untuk memastikannya, Anda bisa mengecek lewat fitur-fitur baru yang diterapkan berbagai biro perjalanan daring, termasuk Pegipegi yang punya filter “Clean and Safe Stay”.

Lalu, bagaimana memastikan kebersihan dan keamanannya?. Ketika menginap di hotel, pertama yang harus Anda lalukan untuk mengetahui apakah hotel tersebut telah dibersihkan dan di- disinfektan secara benar adalah dengan memeriksa kamar mandi dan melihat apakah kamarnya bebas debu.

Kamar mandi merupakan area utama untuk diperiksa terlebih dahulu, yang juga akan menjadi indikator utama apakah hotel ini bersih dan aman.

Selain itu, Anda juga bisa mengecek apakah hotel telah menempatkan hand sanitizer di tempat-tempat umum. Biasanya, area yang “wajib” ada hand sanitizer adalah di pintu masuk dan area lift, serta area umum lainnya.

Selama menginap di hotel, sebaiknya Anda menyadari bahwa di sana pasti akan bersinggungan dengan orang yang tidak dikenal, demikian seperti dilansir dari siaran resmi Pegipegi

Jadi, berhati-hatilah dan sebisanya menghindari demi menjaga jarak sosial. Selain itu, perlu menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker setiap saat berada di area umum hotel, serta menjaga jarak 1-2 meter.

Jika Anda hendak ke kolam renang, perhatikan satu hal: seberapa banyak orang disana. Jika terlalu ramai, sebaiknya urungkan niat untuk berenang. Karena yang patut diperhatikan bukanlah pada aktivitas berenangnya, melainkan banyaknya orang yang ada di area tersebut.

Tetap menjaga jarak adalah hal yang terbaik. Risiko tertular virus di kolam atau taman air sebenarnya lebih berasal dari orang-orang yang ada di sana. Para ahli sepakat bahwa klorin dan bromin yang ada di kolam air dapat membunuh virus.

Selanjutnya saat makan di hotel. Pilihan terbaik adalah memanfaatkan room service. Jika pun hendak makan di area restoran, pastikan hotel telah menerapkan kebersihan tinggi untuk peralatan makan.

Perhatikan juga apakah staf yang bertugas sigap membantu mengambil makanan. Ini penting untuk menurunkan risiko interaksi di area tersebut.

Hotel yang telah menerapkan protokol kesehatan akan fokus pada empat hal utama, yakni memastikan lingkungan higienis, memastikan kebersihan kamar maksimal, memastikan staf terlatih untuk menerapkan protokol kesehatan, dan menerapkan kebersihan restoran dan laundry.

Pada saat check-in, Anda dapat bertanya tentang seberapa sering kamar hotel dibersihkan, supaya tahu seberapa aman menginap di hotel.

Tanyakan juga mengenai produk kebersihan apa yang digunakan oleh hotel. Sebelum menanyakan ini, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu produk mana yang aman yang digunakan dan memenuhi standar kesehatan juga keselamatan yang tinggi.

Singapura Sediakan US $ 32,5 juta untuk Menghidupkan Kembali Pariwisata Domestik

this formate

Anak-anak bermain di halaman apartement di Singapura, kini pemerintah mendorong warganya menggerakkan wisata domestik. ( Foto: Andi) 

SINGAPURA, bisniswisata.co.id:  Untuk menarik industri perjalanan Singapura keluar dari kepanikan dampak COVID- 19, Singapore Tourism Board (STB) telah mengumumkan kampanye sembilan bulan dengan menyiapkan dana sebesar S $ 45 juta (US $ 32,5 juta) untuk mendorong pengeluaran lokal  berwisata memenuhi gaya hidup.

Di kutip dari ttgasia.com, kampanye ini sebagai bagian dari upaya tripartit dengan Enterprise Singapore (ESG), Sentosa Development Corporation (SDC) dan kampanye SingapoRediscovers yang akan fokus pada tiga bidang luas: bermitra dengan komunitas lokal untuk membantu warga menemukan ‘surga’ tersembunyi;  merencanakan jadwal perjalanannya, berkolaborasi dengan hotel, operator tour, objek wisata, dan kawasan untuk mengembangkan pengalaman dan promosi baru.

CEO STB Keith Tan mengatakan upaya ini merupakan dorongan pemasaran domestik terbesar yang pernah dilakukan. Anggaran S $ 45 juta mewakili sebagian besar dari apa yang biasanya dikeluarkan untuk pemasaran internasional pada tahun tertentu. ” Jika perlu diperpanjang, kami siap bernegosiasi dengan lembaga lain untuk menambah sumber daya. ”

Dia menambahkan bahwa STB berharap untuk memperluas batas kapasitas 5-orang per  tour  kelompok, sebagai bagian dari aturan jarak sosial selama fase kedua yang ditetapkan pemerintah  untuk memutus penyebaran virus dalam beberapa minggu mendatang, dan akan melibatkan kementerian lain untuk  menjelajahi kemungkinan ini.

Kampanye SingapoRediscoversakan dimulai pada akhir Juli, dengan tur keliling Little India dan Sentosa yang akan dipasarkan sebagai tujuan liburan Singapore.  

SDC telah menyiapkan paket wisata baru staycation, paket tinggal seputar kehidupan pulau, berkunjung ke tempat heritage, petualangan sehat dan banyak lagi daftar berlibur yang akan ditambahkan dalam beberapa bulan mendatang.

Promosi juga termasuk paket yang dimotori oleh Federasi Asosiasi Pedagang, Singapura;  Heartland Enterprise Centre Singapura;  dan Society of Tourist Guides (Singapura).  Paket ini dilengkapi dengan Jalan Jalan, inisiatif Good Hoods Guide serta serangkaian buku panduan yang mempromosikan tujuan lingkungan.

Untuk merangsang belanja ritel dan atraksi lokal, bisnis dan asosiasi seperti Singapore Retailers Association, Singapore Hotel Association, Association of Singapore Attractions dan Chinatown Business Association akan menggalang anggota mereka  menawarkan promosi pada aplikasi VisitSingapore dan microsite SingapoRediscovers yang baru diluncurkan.

Sekitar 40 bisnis telah hadir untuk menawarkan sekitar 80 promosi, termasuk atraksi, wisata, dan menginap di hotel.  Ini termasuk ikatan lintas sektor antara hotel dan operator tour, seperti ly Funan Singapore dengan Tribe Tours, dan Fullerton Hotel dengan Singapore Sidecars.

Raksasa penerbangan Changi Airport Group (CAG) dan Singapore Airlines (SIA) juga telah menandatangani perjanjian dengan STB tentang kampanye pemasaran bersama untuk kebangkitan bisnis.  

CAG akan memperluas portofolio merek lokal di iShopChangi mulai bulan depan, sementara SIA akan segera menawarkan merek Desain Orchard di KrisShop.

Down the line , STB dan Expedia pada bulan September akan memulai kemitraan pemasaran global, memperluas penawaran ke warga lokal dan akhirnya ke pengunjung luar negeri. 

Dewan juga bekerja sama dengan Klook untuk membuat konten yang menarik, dan mengembangkan produk dan promosi baru yang menarik bagi warga setempat.

Trip.com juga baru-baru ini menyelenggarakan webcast langsung yang mempromosikan pemesanan hotel fleksibel dengan potongan harga untuk segmen staycation Singapura.  STB mengkonfirmasi bahwa Online Travel Agent ( OTA) akan berkolaborasi untuk menjaring wisman di masa depan.

Lynette Pang, asisten CEO STB dari grup pemasaran, mengatakan: “Menurut UNWTO, pada tahun 2018, orang Singapura menghabiskan lebih dari S $ 34 miliar untuk perjalanan ke luar negeri.  Dengan demikian, tantangan bagi kami adalah apakah kami dapat mengalihkan sebagian dari pengeluaran itu ke bisnis pariwisata dan gaya hidup lokal kami. ”

SingapoRediscovers adalah kampanye  terbesar yang pernah dibuat pemerintah Singapura untuk mendorong permintaan lokal yang dibuat Satgas Pemulihan Aksi Pariwisata, yang diluncurkan pada Februari 2020 sebagai respons terhadap pandemi COVID-19.

Upaya serupa untuk mendorong konsumsi domestik juga telah diluncurkan oleh STB pasca-krisis di masa lalu, yaitu, program Step Out Singapore setelah SARS tahun 2003, dan inisiatif BOOST (Membangun Peluang untuk Memperkuat Pariwisata) setelah krisis keuangan global 2009.

Indonesia-Filipina Perkuat Kerja Sama Promosi Ekonomi Kreatif

this formate

 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memperkuat kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif dengan Filipina.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh saat webinar bertajuk “Promoting Indonesia and The Philipines Cooperation in Creative Economy in the ‘New Normal’, Rabu (22/7/2020) mengatakan, COVID-19 telah mengguncang hampir semua negara secara global.

Industri kreatif yang dikenal sebagai sektor yang sangat fleksibel dan telah terbukti mampu bertahan dari beberapa krisis ekonomi, saat ini juga ikut terdampak.

“Mengingat semua tantangan dan peluang dari situasi saat ini dan seterusnya, webinar ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Filipina, yang telah dibahas oleh kedua negara sejak 2019,” kata Frans Teguh.

Lewat diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide kreatif dan solusi inovatif yang dibutuhkan dalam mendukung industri kreatif bagi masing-masing negara.

“Saya percaya bahwa alih-alih bersaing satu sama lain, kita lebih baik dan lebih kuat bersama,” kata Frans Teguh.

Turut hadir dalam webinar tersebut Wakil Dubes RI untuk Filipina Widya Rahmanto serta Anthony Rivera selaku Biro Pemasaran Ekspor, Departemen Perdagangan dan Industri Filipina.

Keduanya menyambut baik rencana penguatan kerja sama promosi ekonomi kreatif antara kedua negara. Indonesia dan Filipina sama-sama menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

“Indonesia dan Filipina juga sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk menumbuhkan iklim dan ekosistem yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif. Jadi saya pikir ini menjadi peluang kita bersama. Kita punya semangat yang sama dan tantangan yang sama,” kata Widya Rahmanto.

Sementara dalam sesi diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yakni Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf K. Candra Negara, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Manila R. Kusuma Pradopo.

Nara sumber launnya, dosen senior Kerajinan dan Tekstil ITB Kahfiati Kahdar, President and Founder of Creative Economy Council of the Philippines Paolo Mercado, dan President Animation Council of the Philippines Miguel Del Rosario.

K. Candra Negara dalam paparannya mengatakan ekonomi kreatif memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data pada 2017, di Indonesia terdapat 17,68 juta atau 14,61 persen orang Indonesia bekerja di sektor ekonomi kreatif dengan nilai ekspor sebesar  US$19,84 miliar  dj tahun yang sama. Empat subsektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah fesyen, kuliner, kriya, dan penerbitan.

Melihat data tersebut, penting bagi Indonesia untuk dapat memperkuat posisi, khususnya di kawasan Asia Tenggara. “Dengan peningkatan kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif tidak hanya akan meningkatkan sektor tersebut, tapi juga menambah peluang kunjungan wisatawan,” kata K. Candra Negara.

President and Founder of Creative Economy Council of the Philippines Paolo Mercado mengatakan, Filipina memiliki peta jalan ekonomi kreatif yang diusulkan oleh the Creative Economy Council of the Philippines (CECP).

Filipina menargetkan dapat menjadi negara yang unggul di bidang ekonomi kreatif baik secara kuantitas dan kualitas di Asia Tenggara pada 2030. Periklanan, film, animasi, game development, dan desain akan menjadi lima sektor utama yang akan dijadikan penggerak utama ekonomi kreatif di Filipina.

“Salah satu kekuatan dari ekonomi kreatif Filipina adalah sumber daya manusia. Indonesia adalah negara potensial untuk bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif,” kata Paolo Mercado.

Sementara Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Manila R. Kusuma Pradopo mengatakan, industri kreatif membutuhkan ekosistem yang kondusif sehingga produk lokal dapat menjadi pemimpin di pasar mereka sendirii.

Pada akhirnya nanti menempati pangsa yang adil di pasar global. Kerja sama ini akan meningkatkan peluang untuk peningkatan dan perluasan kemampuan bagi para pemain di industri kreatif di Indonesia juga Filipina.

“Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila siap memfasilitasi promosi dan bisnis di sektor ekonomi kreatif antara Indonesia dan Filipina,” kata R. Kusuma Pradopo.

Sebagai bentuk dukungan antara kedua negara, dalam kesempatan ini disepakati penyusunan Nota Kesepahaman di bidang industri kreatif yang mencakup lima sektor. Yakni _creative services_, layanan audio visual, pertunjukan seni budaya, buku dan penerbitan, dan layanan kreatif lainnya termasuk kekayaan intelektual.

 

Sektor Pariwisata akan Terus Mengambil Tindakan Terhadap Polusi Plastik 

this formate

Sampah sekali pakai seperti sarung tangan, masker, dan botol sanitiser akibat COVID-19 dapat mencemari lingkungan alam sekitar termasuk  tujuan wisata utama. ( Foto: Opération Mer Propre)

SPANYOL, bisniswisata.co.id: Seperangkat Rekomendasi baru yang diterbitkan UNWTO menguraikan bagaimana sektor pariwisata global dapat melanjutkan perjuangannya melawan polusi plastik sambil secara efektif menghadapi tantangan kesehatan dan kebersihan masyarakat dari pandemi COVID-19 terutama dari penggunaan plastik sekali pakai.

Pandemi yang sedang berlangsung telah menghantam sektor pariwisata dengan keras, menempatkan lebih dari 100 juta pekerjaan dalam risiko.  Sekarang, ketika negara-negara mulai pulih dan pariwisata memulai kembali di semakin banyak destinasi, Global Tourism Plastics Initiative meluncurkan rencana aksi.

Aksi yang dipimpin oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan bekerja sama dengan Ellen MacArthur Foundation,  telah memberikan rencana aksi bagi pemangku kepentingan sektor publik dan swasta untuk mengatasi akar penyebab pencemaran ( sampah) plastik di masa-masa sulit ini.

Pemulihan mengilustrasikan bagaimana mengurangi jejak plastik, meningkatkan keterlibatan pemasok, bekerja lebih dekat dengan penyedia layanan limbah, dan memastikan transparansi pada tindakan yang diambil, dapat berkontribusi secara signifikan terhadap  pemulihan yang bertanggung jawab dari sektor pariwisata.

Bisnis dan pemerintah bersatu

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan: “Ketika sektor pariwisata dimulai kembali, kita memiliki tanggung jawab untuk membangun kembali dengan lebih baik.  

“Tidak mengelola transisi ke realitas baru yang kita hadapi, termasuk fokus yang kuat pada langkah-langkah kesehatan dan kebersihan secara bertanggung jawab mungkin memiliki dampak lingkungan yang signifikan, itulah sebabnya komitmen baru ini sangat penting.  Kami dengan bangga mengumumkan penandatangan pertama untuk Inisiatif Plastik Pariwisata Global ini. ”

Bila tidak dibuang dengan benar, produk seperti sarung tangan, masker, dan botol sanitiser dapat mencemari lingkungan alam sekitar tujuan wisata utama.

Direktur Divisi Ekonomi UNEP, Ligia Noronha menambahkan: “Kita perlu mengambil pendekatan berbasis sains dan mendukung pemerintah, bisnis, dan masyarakat setempat untuk memastikan kita mengambil langkah-langkah paling efektif untuk melindungi kebersihan dan kesehatan,”

Tanpa menciptakan polusi dan menyebabkan kerusakan pada lingkungan alami.  Rekomendasi untuk mengatasi masalah kebersihan dan plastik sekali pakai ini dapat mendukung pemangku kepentingan sektor pariwisata dalam upaya mereka menuju pemulihan yang bertanggung jawab.

Rekomendasi tersebut datang ketika perusahaan pariwisata global utama Accor, Club Med, dan Iberostar Group memperkuat komitmen mereka untuk memerangi polusi plastik dan menjadi tiga dari penandatangan resmi pertama untuk Inisiatif Plastik Pariwisata Global, bersama dengan lebih dari 20 penanda tangan dari seluruh benua.

Termasuk  para pemain industri utama dan organisasi pendukung yang akan bertindak sebagai pengganda.  Bersamaan dengan ini, World Wide Fund for Nature (WWF) adalah anggota Komite Penasihat Inisiatif Plastik Pariwisata Global dan telah menginformasikan rekomendasi terbaru ini.

Tentang Inisiatif 

Inisiatif Plastik Pariwisata Global menyatukan sektor pariwisata di belakang visi bersama untuk mengatasi akar penyebab polusi plastik.  Ini memungkinkan bisnis dan pemerintah untuk mengambil tindakan bersama, memimpin dengan memberi contoh dalam pergeseran ke arah sirkularitas dalam penggunaan plastik. 

Dikembangkan dalam kerangka Program Pariwisata Berkelanjutan dari jaringan One Planet, kemitraan multi-pemangku kepentingan ini untuk mengimplementasikan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, Inisiatif Plastik Pariwisata Global dipimpin oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Pariwisata Dunia, di  kolaborasi dengan Ellen MacArthur Foundation.

 

Berkunjung ke Hagya Sofia Dimana Gambaran Diskripsi Rasulullah SAW Begitu Sempurna

this formate

Oleh Yudarwita Maharajo

ISTANBUL, bisniswisata.co.id: “Alhamdulillah”, Itu adalah reaksi pertama saya pada Jumat, 10 Juli 2020  saat mendengar bahwa Museum Hagya Sophia atau biasa disebut Aya Sophia akan dikembalikan fungsinya sebagai masjid  setelah pengadilan Turki memutuskan bahwa konversi Hagia Sophia pada tahun 1934 menjadi museum adalah ilegal. Keputusan ini membuka jalan untuk kembali mengubah monumen tersebut menjadi masjid. 

“Alhamdulillah”, Reaksi saya lagi ketika melihat video rekaman adzan pertama kali dikumandangkan lagi di Hagia Sophia setelah 85 tahun.  Tampak banyak orang memenuhi halaman, plaza dan taman di seputar Hagya Sophia, merespons suara 2 orang muazzin yang membawakannya.  Tampak pula banyaknya orang yang mengabadikan peristiwa bersejarah ini.

Pikiran pun langsung melayang kepada kunjungan saya ke Hagia Sophia beberapa waktu lalu…Sengaja memilih tinggal di hotel di daerah Sutan Ahmet, kota tua di Istanbul.  Hotel hanya berjarak sekitar 300 meter dari Hagya Sophia dan beberapa bangunan bersejarah lainnya:  Masjid Biru dan Istana Topkapi serta Basilica Cistern, reservoir bawah tanah dari zaman Bizantium.

 Usai sarapan pagi saya berjalan kaki menuju Hagia Sophia, sengaja ingin masuk sebelum jam 10 pagi karena lewat jam itu biasanya tujuan wisata utama akan penuh dengan turis dan kita harus antri panjang untuk mendapatkan karcis.

 Memasuki lorong depan yang panjang pengunjung disongsong oleh sebuah sakorfagus yang dipercaya  sebagai peti mati Ratu Eirene, istri dari Kaisar John II.  Lorong dengan lengkungan dan langit-langit tinggi mengarahkan pengunjung ke ruang utama museum, sebuah ruang besar yang dinaungi oleh kubah besar Hagia Sophia.   

Bangunan yang sekarang ini mempunyai tinggi 55 meter dan lebar 82 meter  awalnya dibuka sebagai sebuah gereja antara tahun 532-537 atas perintah Kaisar Romawi Timur Yustinianus I .

Ruangan dalam Hagia Sophia yang indah dengan dinding-dinding dan pilar-pilar marmer dan ornamen keemasan. ( Foto : Wita)

Merupakan Gereja Kebijaksanaan Suci ketiga yang dibangun di tanah yang sama.  Dua bangunan sebelumnya telah hancur karena kerusuhan. Bangunan ini didesain oleh ahli ukur Yunani, Isidore dari Miletus dan Anthemius dari Tralles. 

Dari  tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini  merupakan katedral Ortodoks kecuali pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini menjadi Katedral Katolik Roma.

Pada masa pendudukan Konstantinopel pada Perang Salib Keempat ini, gereja dijarah dan dinodai oleh Tentara Salib, sebagaimana dijelaskan oleh sejarawan Bizantium Niketas Choniates. Pada masa inilah gereja berubah menjadi Katedral Katolik Roma.

Pada 1453 M Konstantinopel, setelah melalui perjuangan ratusan tahun, dibebaskan oleh Utsmani di bawah kepemimpinan Sultan Mehmed II, dan diganti namanya menjadi “Islam-Bol (Kota Islam) – Istanbul.  

Sultan kemudian memerintahkan pengubahan gereja menjadi masjid.  Dikenal sebagai Aya Sofya dalam ejaan Turki, bangunan yang berada dalam keadaan rusak ini memberi kesan kuat pada penguasa Utsmani yang memutuskan untuk mengubahnya menjadi masjid. 

Berbagai atribut keislaman seperti mihrabmimbar, dan empat menara, ditambahkan. Berbagai lambang Kristen seperti lonceng, gambar, dan mosaik yang menggambarkan Yesus, Maria, orang-orang suci Kristen, dan para malaikat ditutup dengan kain hitam. 

Meski begitu, saya melihat pada langit-langit atap lorong masuk dan di atas  pintu tertentu masih tampak beberapa lukisan kecil yang menggambarkan simbol Kristen.  

Aya Sofya tetap bertahan sebagai masjid sampai tahun 1931 M. Kemudian bangunan ini ditutup bagi umum oleh pemerintah Republik Turki dan dibuka kembali sebagai museum empat tahun setelahnya pada 1935. 

Pada tahun 2014, Aya Sofya menjadi museum kedua di Turki yang paling banyak dikunjungi, menarik hampir 3,3 juta wisatawan per tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata Turki, Aya Sofya merupakan tempat di Turki yang paling menarik perhatian wisatawan pada 2015. 

Walaupun nyaris kosong dari benda-benda, orang masih dapat melihat jejak-jejak sejarah yang unik di museum. Muezzin Gallery, tempat muazin mengumandangkan azan di era pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595).

Letaknya berdampingan dengan Omphalion, tempat upacara penobatan raja di era Kekaisaran Romawi Timur.  Sebuah lukisan orang-orang suci  terlukis di langit-langit dekat mihrab, di antara kaligrafi “Allah” dan “Muhammad”.   

Langit-langit indah dan ada kaligrafi “Allah” dan “Muhammad”. ( Foro: Wita )

Tak jauh dari situ terlihat ornamen keemasan menghiasi Ruang Baca dan Perpustakaan yang dibangun oleh Sultan Mahmud I pada tahun 1739, dihiasi ubin-ubin abad 19 dari Istana Iznik, Kutaya dan Tekfur.  Di sebuah sudut, pada dindingnya terlihat ubin keramik abad 16 dan 17 dari Iznik yang menggambarkan dinding-dinding Kaabah.

Saya tidak tahan untuk tidak menyentuh dinding-dinding dan pilar-pilar marmer yang usianya sudah ratusan tahun itu.  Dimanakah Sultan Muhammad Al Fatih yang perkasa berdiri saat ia pertama kali memasuki Hagia Sophia, di tahun 1453 itu?. 

Apakah ia berdiri di pintu tebal ini ketika masuk?  Atau di pintu yang itu, saat ia tercengang melihat keindahan Hagia Sophia?  Apakah di lantai marmer bergaris ini dambil dia berucap “Masya Allah, masya Allah, masya Allah” dan bersujud?

Menapaki lantai marmernya yang tampak retak disana-sini, terbayang oleh saya betapa banyak dan beragamnya orang yang telah melakukan ibadah di atasnya. Berbeda dengan tempat ibadah lain, Aya Sofia unik, karena ia bukan sekedar tempat ibadah biasa, tetapi merupakan pusat budaya dan politik, dari berbagai pemerintahan yang menguasainya. 

Betapa banyak kejadian dan perundingan yang telah terjadi  di bawah naungan kubahnya yang besar?  Berapa banyak kaisar yang dinobatkan disini, berapa banyak sultan yang sholat dan mengadakan pertemuan disini?

Berapa banyak kerusakan dan kehancuran yang menimpanya dan betapa banyak usaha yang dicurahkan untuk membangunnya kembali. Berbeda dengan museum pada umumnya, nyaris tidak ada benda yang dipamerkan disini, museum lebih menonjolkan keindahan bangunan dan arsitekturnya yang pernah “mengubah jalannya sejarah.” 

 Aya Sofia  kemudian menginspirasi rancangan masjid-masjid yang muncul sesudahnya seperti a.l. Masjid Sutan Ahmet yang dikenal sebagai Masjid Biru, Masjid Suleyman dan masjid di Grand Bazaar serta satu lainnya yang sempat saya kunjungi juga di jalan Sutan Ahmed.  

Bedanya, jika masjid-masjid lain terasa terang, penuh cahaya dan menenangkan, Hagia Sophia bernuansa gelap temaram.  Meski begitu, saat berada di dalamnya, saya merasa ia lebih sebagai masjid daripada sebuah museum.

Ada sebuah pameran seni kaligrafi di Hagia Sophia di saat saya berkunjung, saya pun berkeliling menikmati lukisan-lukisan yang dipamerkan.  Ada yang tampak familiar seperti seni kaligrafi yang sering kita lihat dan ada juga yang kontemporer dan “out-of-the-box.”

Tiba-tiba saya sampai di depan sebuah poster, backgroundnya hitam dengan tulisan putih.  Sangat biasa, diketik dengan font biasa, ditulis dengan biasa tanpa bunga-bunga.  Perlahan saya membaca.  Rupanya isinya adalah deskripsi tentang fisik Nabi Muhammad SAW:

 Saya belum pernah membaca atau mendengar penggambaran tentang  Rasulullah SAW yang sedetil itu.  Sambil membaca, jantung berdegup semakin keras,  tenggorokan rasa tercekat,  dada terasa sesak…  Saya menangis tersedu-sedu di depan poster itu…