IATA Dorong Kanada Cabut Aturan Wajib Karantina

this formate

MONTREAL, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) meminta Pemerintah Kanada untuk segera mencabut aturan wajib karantina dan menggantinya dengan kewajiban rapid test bagi penumpang udara. Ini diperlukan agar konektivitas dapat kembali terbangun sehingga sektor ini bisa menggeliat.

Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir traveldaily news, IATA secara terbuka menyatakan kekecewaan dan frustrasi yang mendalam karena Pemerintah Kanada gagal memberi langkah-langkah konkret yang dapat mendukung kelangsungan sektor transportasi udara. 

IATA juga terus menyerukan agar Pemerintah Kanada memberi dukungan keuangan kepada sektor ini di tengah gelombang pandemi.

 “Pemerintah sudah menyatakannya berbulan-bulan bahwa mereka sedang bekerja untuk membuat paket [penting] dukungan bagi maskapai penerbangan di Kanada. Sayangnya, sejauh ini dukungan itu tak pernah muncul,” kata Peter Cerda, Wakil Presiden Regional IATA, Amerika.

Sementara itu menurut Cerda, pemerintah di negara lain menganggap dukungan finansial merupakan investasi bagi pemulihan ekonomi. Setidaknya mereka telah menggelontorkan dana US$ 173 miliar paket bantuan.

Sedangkan Pemerintah Kanada, menurut Peter masih berkutat pada persoalan. “Kanada memiliki kebijakan yang keras untuk melawan pandemi COVID-19. Mereka telah menutup sebagian besar konektivitas udara yang membuat sektor penerbangan tak beranjak pulih.”

Hambatan terbesar bagi pemulihan sektor transportasi udara di Kanada adalah diberlakukannya kebijakan wajib karantina dan penutupan semua perbatasan. Apalagi, pemerintah baru saja memperpanjangnya hingga 21 Januari 2021. 

Pada Rapat Umum Tahunan IATA ke-76 yang berlangsung minggu lalu, anggota maskapai IATA dengan suara bulat meminta agar pemerintah Kanada mengubah aturan tersebut dan menggantinya dengan kewajiban tes bagi para penumpang udara. Mereka juga meminta agar perbatasan dibuka kembali dan aturan karantina dihapus.

 “Selain dukungan keuangan, pemerintah juga perlu memikirkan agar warga Kanada dapat terhubung kembali, baik di dalam negeri maupun ke seluruh dunia,” kata Cerda. Aturan karantina yang berlaku saat ini hanya menghancurkan sektor perjalanan dan pariwisata karena itu membunuh permintaan.

“Ini keadaan darurat. Kecepatan dan tekad yang sama seperti saat mereka menerapkan keputusan menutup konektivitas, perlu diambil untuk mendukung opsi kewajiban tes bagi para penumpang pesawat sebagai cara yang aman untuk kembali membangun konektivitas, menyatukan keluarga, dan mengkatalisasi perekonomian,” imbuh Cerda.

Menurut laporan IATA, pada 2019 penerbangan menyumbang 51,4 miliar dollar Kanada ke PDB, sedangkan pengeluaran turis asing memberi kontribusi 16,7 miliar dollar Kanada. Sehingga total kontribusi keduanya ke PDB mencapai 68,1 miliar dollar. Angka ini mewakili 3,2 persen total PDB negara itu.

Artinya, sektor transportasi udara dan turis asing yang datang melalui udara berkontribusi cukup signifikan bagi perekonomian dalam negeri. Itulah perlunya pemerintah mengambil kebijakan yang dapat membantu pemulihan sektor ini.

 

 

Bali, “Restarting” Pariwisata

this formate

“Bekerja sama untuk membangun sektor pariwisata yang berfaedah bagi semua orang, dimana keberlanjutan dan inovasi adalah bagian dari semua yang kita kerjakan”. Zurab Pololikashvili, Sekjen UNWTO

BALI, bisniswisata.co.id: Jutaan nyawa dalam pertaruhan pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Selanjutnya, kita harus bersama-sama memastikan kalau pariwisata akan kembali lebih mumpuni dari masa sebelumnya. Kita perlu menyampaikan satu pesan yang jelas, yaitu untuk tidak lagi menunda restart pariwisata

Dalam catatan, Bali telah tertutup untuk wisatawan mancanegara sejak bulan Maret 2020 lalu. Tahun ini adalah tahun yang sangat berat bagi semua pihak dan sudah mengambil waktu sembilan bulan, belum berkesudahan.

Banyak dari kita berpikir kalau Novel Coronavirus (2019-nCoV) – yang sekarang kita kenal dengan nama COVID-19 – hanya akan berlangsung sebentar seperti wabah yang sudah-sudah. Tetapi dengan berjalannya waktu, ternyata sekarang kita bisa memprediksi kalau penutupan lintas batas internasional seluruh dunia akan berlangsung lebih lama lagi.

 Bahkan pembukaan pada tahun 2021 masih belum bisa ditentukan oleh hampir semua negara di seluruh dunia – termasuk Indonesia – walau sudah ada negosiasi travel bubble tingkat ASEAN. Kita hidup dalam ketidakpastian.

Banyak pengusaha, pada awal pandemi berusaha untuk mempertahankan pekerjanya dengan berbagai cara. Berusaha bertahan sampai sekitar enam bulan. Tetapi, ketika perusahaan berjalan berkelanjutan tanpa pendapatan, ekosistem kesulitan ekonomi berlaku dan berimbas terhadap semua sektor industri. Tidak hanya dari industri pariwisata, tetapi semua pekerja termasuk disektor industri ikutannya yang tak terhingga jumlahnya.

Ketika COVID-19 merebak dan ruang kerja memulai di-rumah-saja, work from home (WFH), pemotongan gaji, cuti tidak dibayar, hingga diirumahkan dan pemutusan hubunga kerja; masyarakat Bali dalam hitungan jam bergerak untuk mempertahankan ekonomi keluarga masing-masing.

 Masyaraka Bali mulai membuka diri menjadi pelaku bisnis mikro, melakukan apa yang mereka bisa lakukan, untuk tetap mendapatkan penghasilan diantara jadwal cuti tidak dibayarnya. Sampai sekarang kita masih bisa menyaksikan para pejuang UMKM yang menjual makanan dari dapur rumahnya melayani orderan online. Di sepanjang jalan area tertentu, kita juga bisa melihat deretan parkir kendaraan pribadi yang berubah menjadi toko kelontong, menjual makanan siap saji, menjual buah, sayur dan banyak macam lagi.

Selain itu, di dunia jasa layanan, mantan pekerja housekeeping hotel menawarkan cleaning service ke rumah-rumah pribadi. Demikian juga dengan mantan engineering hotel membuka on-call untuk service AC dan keperluan pekerjaan teknik lainnya.

Bukan hanya itu fashion designer dan penjahit bekerjasama membuat masker untuk dibagikan dan dijual ke publik, selain beralih profesi keusaha kuliner juga. Sempat juga dipublikasikan di media elektronik, dibeberapa area pantai, penduduknya kembali ke laut untuk menjadi petani rumput laut.

Pasar Domestik 

Sebenarnya dalam tiga bulan terakhir, Bali telah terbuka untuk wisatawan domestik. Aksi ini memberikan secercah harapan terbukanya lapangan kerja di pulau ini yang kehidupannya hampir 90% bergantung terhadap bisnis pariwisata. Banyak upaya dilakukan untuk memenuhi warna-warni kebutuhan pasar domestik dan keinginan liburan mereka.

Disetiap hari, kita  mendapat informasi kelulusan uji sertifikasi CHSE (Clean, Healthy, Safety and Environment Sustainability) hotel, travel agent, biro perjalanan wisata, juga sarana pendukung pariwisata lainnya.

Demikian pula dengan kolaborasi. Kita bisa membaca postingan di media online, media sosial, chef dari berbagai dapur hotel mempunyai agenda mingguan untuk menyajikan makanan kreasi spesial mereka dengan target pangsa pasar penduduk lokal dan wisatawan domestik.

Di Bali, saat ini berlaku covid price di restoran, cafe dan tempat sejenisnya. Harga jual turun secara masif walau harga bumbu dapur meningkat tajam juga. Tentunya hal ini dilakukan hanya untuk semangat bertahan, tetap ada cara untuk menarik pembeli dari masyarakat lokal Bali yang secara ekonomi masih mampu. Juga syukur-syukur kalau ada wisataman domestik musiman yang mampir.

Anda pernah dengar kata Staycation?

Ya, benar!

Ini semacam tren re-opening. re-starting, beragam hotel, resor, villa dari semua klasifikasi bintang berpromosi. Tidak sedikit yang meluncurkan harga khusus day pass.

Saya, melihat dan merasakan “harga” yang sedang belaku di usaha wisata di Bali saat ini adalah harga terendah sepanjang masa. Sekali lagi, target pangsa pasar adalah penduduk lokal Bali yang bisa menginap sambil bekerja di hotel atau villa baik pada hari kerja mau pun pada akhir pekan. Di resor bintang 5, paket khususnya bahkan termasuk child-minding services, co-working space, wellness activities.

Bali juga menikmati masuknya warga Jakarta — terutama mereka yang dari kelas menengah — memanfaatkan paket-paket liburan yang tersedia. Disini termasuk fasilitas keluarga yang liburan bersama anak usia sekolah, menikmati wi-fi gratis untuk melaksakan wajib masuk sekolah online dari rumah dan belajar dimana saja jika memungkinkan.

Akhirnya, kita semua telah tahu, bahwa Bali berulang kali tertimpa musibah yang mengancam perekonomiannya dari sektor pariwisata. Ada wabah kolera, terorisme, erupsi gunung berapi dan beberapa lagi. Kita akui orang Bali sangat tangguh. Setiap saat setelah badai berlalu, terbukti pulau ini tampil lebih kuat. Tentunya, kita berharap, pasca pandemi COVID-19 kali ini, Bali yang mistis, kembali ramai dengan wisata budaya dan wisata alam berkelanjutan. #RestartTourism.

 Penulis adalah Praktisi Pariwisata

The Westin Surabaya Di Buka & Usung Konsep Wellness

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id : PT Pakuwon Jati Tbk melalui anak usaha PT Pakuwon Permai, secara resmi membuka The Westin Surabaya, hari ini, Senin (07/12/2020) dengan mengusung konsep Wellness yang tepat di saat pandemi global saat ini.

Tema sentral Wellness itu diimplementasikan dengan 6 pilar  yaitu Sleep Well, Eat Well, Move Well, Feel Well, Work Well dan Play Well dimana seluruh sarana, prasarana dan kuliner yang ada menjamin tamu untuk mendapatkan semua layanan itu dengan baik.

Pilar Sleep Well misalnya, hotel yang memiliki 204 kamar dan suite yang luas ini semua dilengkapi dengan tempat tidur Heavenly® yang ikonik, dirancang secara unik untuk merevitalisasi tubuh dan pikiran untuk tidur nyenyak di malam hari.

“Target market kami memang traveler yang ingin hidup sehat dan tetap jaga kesehatan meskipun sedang travelling ” kata Alam Jo, General Manager Pakuwon Mall Surabaya Complex

Keunggulan lainnya adalah pemandangan 270 derajat dari club lounge dan restoran di lantai 29 dengan kursi berada dipinggiran kaca dengan panorama kota Surabaya yang makin indah diwaktu malam.

Hotel dengan investasi Rp 650 miliar yang berdiri di atas tanah seluas 16,9 hektar ini terintegrasi dengan pusat belanja Pakuwon Mall Superblock seluas 185.000 meter persegi, dan enam menara apartemen di wilayah Surabaya Barat.

Mengklaim sebagai hotel dengan Grand Ballroom terbesar di Jawa Timur, Westin menawarkan ruang acara seluas 9.000 meter persegi dan  18 ruang serbaguna modern dan fleksibel lainnya.

Kegiatan MICE dan acara pernikahan ( Wedding) memang salah satu keunggulan Westin. Surabaya sebagai ibukota Jawa Timur memang kota industri dan juga banyak kegiatan Meeting Incentive, Conference & Exhibition.

“Sedangkan  acara pernikahan, acara sosial, konferensi, atau pertemuan perusahaan kapasitasnya bisa lebih dari 3.100,” kata Alam Jo,  di dampingi Fenny, Direktur PT Pakuwon Permai.

Hotel bintang lima ini merupakan hotel ke-2 yang ada di kawasan Pakuwon Mall Surabaya, menyusul sebelumnya dibuka Hotel Four Points Desember 2019. Saat pembukaan hari ini okupansi hotel capai 50% sehingga Alam optimistis dalam setahun pertama operasional The Westin Surabaya akan mencapai occupancy rate maksimal.

“Desember waktu yang tepat untuk membuka hotel baru ini. Akan ada gelaran festive dan Tahun Baru 2021,” tutur Alam. Dia menambahkan hotel seharusnya buka Juni 2020 sehingga banyak kalangan dan mitra yang juga sudah tidak sabar menunggu pembukaannya yang mundur 6 bulan.

Fenny menambahkan, dibukanya The Westin Surabaya menggenapi hotel bintang lima ke-empat dalam portofolio PT Pakuwon Jati Tbk dan juga merupakan kerja sama ke-enam dengan Marriott International. Untuk hotel ini kerjasama dengan induk jaringan Westin itu berlaku untuk 20 tahun ke depan.

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya adalah rumah bagi arsitektur kolonial dan monumen bersejarah termasuk Tugu Pahlawan, Monumen Kapal Selam Surabaya dan Tunjungan Plaza, semuanya berada di dekat hotel.

Hotel baru ini merupakan tempat yang ideal bagi para pecinta golf karena dikelilingi oleh lapangan golf termasuk Pakuwon Golf & Family Club dan Bukit Darmo Golf, keduanya dapat dicapai dalam 10 menit berkendara. 

Bandara Internasional Juanda Surabaya terletak sekitar 24 kilometer dari hotel, sehingga mudah diakses dari tujuan regional dan internasional lainnya.

 “Kami sangat senang dapat membuka hotel Westin keempat di Indonesia, memperluas penawaran kesejahteraan khas merek ini kepada lebih banyak penduduk lokal dan wisatawan. Pembukaan ini juga menandai hotel Marriott International ke-57 di Indonesia, ungkap Alam Jo.

Hotel ini juga dilengkapi dengan kolam renang olimpic dan kolam laguna, serta kolam renang anak-anak, yang menawarkan pelengkap sempurna untuk olahraga apa pun.Di saat pandemi dimana aktuvitas outdoor sangat disarankan, Alam Jo mengatakan area kolam renang ini juga bisa dimanfaatkan untuk acara pernikahan yang luas.

 

 

 

FITUR 2021, Edisi Strategis Untuk Pemulihan Pariwisata

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id : IFEMA sedang mengerjakan edisi yang sangat khusus dari Pameran Pariwisata Internasional, FITUR 2021, dengan tantangan untuk menentukan titik balik dan berkontribusi pada pemulihan industri pariwisata. 

IFEMA adalah operator pertama di Spanyol dan salah satu yang terpenting di Eropa dalam sirkuit internasional industri pameran dan kongres. Edisi yang tengah disiapkan menyesuaikan dengan konteks saat ini.

Disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, negara, dan destinasi yang dengan dukungan dan partisipasi mereka, mendukung FITUR sebagai platform untuk menghidupkan kembali industri pariwisata.

“Kami harus menunjukkan seberapa baik pengumuman untuk FITUR 2021 diterima, untuk diadakan secara langsung dan selama tanggal yang luar biasa, dari 19 hingga 23 Mei 2021, oleh semua perusahaan dan profesional nasional dan internasional yang biasanya bertemu di acara ini. 

Kemungkinan untuk kembali ke pertemuan tatap muka, dalam lingkungan yang aman, merupakan faktor kunci dalam memperkuat hubungan bisnis pada saat pertemuan tatap muka bahkan lebih berharga untuk meningkatkan bisnis dan kegiatan pariwisata internasional. 

Dilansir dari Travel Dialy News, pada saat yang sama, IFEMA telah merancang beberapa langkah untuk mendukung partisipasi pada FITUR 2021. Di satu sisi, telah mengembangkan sistem dan kalender yang fleksibel untuk pemesanan, kontrak dan pembayaran, dan, di sisi lain menyesuaikan kebijakan pembatalannya.

Dengan demikian  pada saat-saat ketidakpastian saat ini, maka kerangka kerja juga pertimbangkan baik insiden force majeure maupun yang bersifat lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, IFEMA telah memperkenalkan Diskon Khusus “Pemulihan Pariwisata” untuk FITUR, yang menawarkan diskon antara 15% dan 8% kepada semua peserta, dengan tujuan untuk berkontribusi, sejauh mungkin, untuk mengurangi beban keuangan bagi peserta pameran.

Dengan semua ini, FITUR, dalam komitmennya untuk mengoptimalkan ruang lingkupnya, menggalang kekuatan dan representasi, mempersiapkan apa yang akan menjadi edisi strategis, dan mengharapkan lebih banyak dukungan industri untuk reuni industri pariwisata internasional lagi.

IFEMA, Perusahaan Penyelenggara Pameran & Konvensi siapkan event di 2021

 

Bijak Mengambil Informasi Itu Penting Untuk Keharmonisan Keluarga Saat Pandemi.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Transisi diperpanjang lagi untuk daerah Ibu Kota Jakarta  terus berlanjut. Di berbagai daerah juga ditandai dengan zona merah pandemi COVID-19.

Seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah belum diperbolehkan untuk digelar secara tatap muka, dan untuk perkantoran yang bisnisnya bergerak di sektor esensial diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas sesuai dengan kebutuhan.

Rani (23) tahun seorang karyawan swasta asal Depok, yang berkantor di daerah Kebon Sirih mengatakan bahwa selama pandemi ini berusaha untuk menjalani hari-harinya walaupun dengan beberapa hal yang dibatasi.

Selama pandemi ini misalnya, dia  merasa lebih emosional, karena banyak hal yang perlu disesuaikan, dikondisi seperti ini harus lebih sering mengerti dan membantu satu sama lain, di sisi lain dampaknya memburuk karena tekanan dari berbagai hal yang membuat mudah kesal.

“Soalnya ada pekerjaan yang harusnya dikerjakan wfh namun terkadang ada beberapa hal yang kita tidak bisa kerjakan dari rumah, apalagi jika masalah audit, dan pekerjaan itu dibutuhkan secepatnya ” kata Rani.

Kantornya memberlakukan shift, seminggu setidaknya dua kali kekantor, kadang bisa lebih jika ada hal yang mendesak. ” Jujur saja saya sedikit khawatir juga karena naik kereta, dan ketika jam kantor ramai orang dan berdesak-desakan, membuat saya sering khawatir ” 

Tiba di rumah, lingkungan keluarga sendiripun lebih pemarah, lebih ‘parno’, karena banyak berita2 yang tidak dapat dicerna dengan baik misalnya  dari Whatsup group ( WA)  atau dari Platform Sosial Media lain.

Hal ini menyebabkan pada akhirnya menyalahkan anggota keluarga lain/menyudutkan sehingga menimbulkan ketidakharmonisan. Apalagi diantara anggota keluarga kantor Rani yang sering membuatnya harus ke kantor.

Disisi lain karena kekhawatiran tersebut membuat dia mengaku lebih sadar untuk menjaga kebersihan diri Sadar dengan apa yg sedang di hadapi, terutama kesehatan.

“Akhirnya seiring waktu, kita bisa saling mengingatkan tanpa menyudutkan, dan berusaha lebih tenang ketika sudah mulai emosi,” kata Rani.

Memang informasi di era ini tidak bisa dibendung bahkan tidak sering juga menakut-nakuti apalagi dengan maraknya media sosial sekarang dengan pemberitaan simpang-siur. 

Banyak orang tua yang langsung mengambil kesimpulan informasi tersebut tanpa menyelidiki  kebenarannya terlebih dahulu menyebabkan kesalahpahaman dan meresahkan.

“Media informasi itu penting, tapi kita sebagai pembaca juga harus menyelidiki kebenaran informasi tersebut, kita sebagai pembaca harus lebih teliti, dan orang-orang yang terlibat dalam dunia media informasi bisa lebih bijak dalam menyajikan informasi yang tidak menakut-nakuti masyarakat,” harapnya.

Rani berharap dengan bijak bermedia sosial dan lebih memahami suatu informasi maka masyarakat bisa lebih menghargai pendapat orang lain, tidak langsung berasumsi, dan dapat saling mengingatkan apabila ada informasi yang tidak benar.

” Informasi simpang-siur sangat  merugikan seseorang, menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga, bagaimana kalau hal tersebut terjadi di dalam keluarga kita?,” tanya Rani.

Soalnya suatu ketika beredar di kompleks tempat tinggalnya ada yang terpapar dengan COVID-19, padahal yang bersangkutan di jemput ambulance karena serangan jantung. Kompleks heboh dan keluarganya terlanjur dikecam karena membawa virus ke masyarakat bukan menunjukkan simpati.

“Maka dari itu saya berharap kita semua dapat lebih bijak dalam mengambil informasi. Cek & Ricek, bukan antipati duluan karena kalaupun benar terkena COVID maka kita harus saling mendukung,” kata Rani.

Lufthansa Bakal PHK Lagi Puluhan Ribu Pegawai

this formate

BERLIN, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 telah ‘membunuh’ industri penerbangan. Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa menyatakan bakal merumahkan 29.000 karyawan pada akhir tahun dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 pegawai tahun depan.

Langkah ini dilakukan agar maskapai tersebut dapat tetap bertahan di tengah pandemi, demikian dilaporkan sebuah koran lokal, seperti dinukil Reuters.

Lufthansa dan anak-anak perusahaanya –  Eurowings, Swiss, Austrian, dan Brussels Airlines – telah memangkas jadwal penerbangan, mengurangi jumlah armada dan staf mereka.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa perjalanan udara belum akan pulih ke tingkat sebelum pandemi hingga 2025.

Menurut berita yang dilansir dari surat kabar Bild am Sonntag, seorang sumber perusahaan yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa Lufthansa akan memangkas 20.000 pekerjaan di luar Jerman.

Perusahaan juga dikabarkan akan menjual unit cateringnya, LSG, yang mempekerjakan sekitar 7.500 karyawan. Dengan demikian, jumlah staf akan turun menjadi 109.000.

Tahun depan, 10.000 pekerjaan diperkirakan akan hilang di Jerman. Sementara itu pemerintah telah menghabiskan 3 miliar euro atau sekitar US$ 3,64 miliar dana talangan dari total 9 miliar euro yang dialokasikan sejak awal tahun.

Menurut CEO Lufthansa Carsten Spohr, seperti disampaikannya bulan lalu, perusahaan memiliki terlalu banyak full-time staff. Angka itu menurut dia mencapai 27.000 staff.

Perusahaan menganggapnya kelewat besar dan oleh sebab itu perlu perampingan. Sebelumnya, maskapai ini berjanji kepada serikat pekerja bahwa mereka tidak akan melakukan PHK dengan imbalan pemotongan bonus dan pembayaran lainya. Namun, keadaan memaksa perusahaan mengubah keputusan.

Keputusan Lufthansa untuk memotong biaya dan memangkas pekerjaan telah mendapat dukungan dari mayoritas anggota serikat pekerja bidang jasa Jerman, Verdi, yang bekerja untuk maskapai tersebut.

Dukungan terlihat dari hasil survei yang diterima Reuters pada Jumat (4/12/2020). Pengumuman resmi akan disampaikan pada hari ini, Senin (7/12/2020) waktu setempat.

Kesepakatan dengan Verdi dicapai setelah pembicaraan sengit selama berbulan-bulan. Selama ini serikat pekerja menuduh manajemen terus melakukan PHK meski mereka telah mengambil dana talangan demi menjaga agar pesawat tetap bisa terbang.

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Anda Bosan di Rumah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jika Anda menemukan diri sendiri terjebak dalam ide tentang apa yang harus dilakukan ketika menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada yang diharapkan, baca terus ya…

Mencoba untuk tetap sibuk dan aktif sangat penting untuk membuat diri Anda bahagia dan sehat, tetapi ketika dijalani berbulan-bulan dan kondisinya  berlarut-larut, itu bisa mulai menjadi sedikit menantang.

Berikut adalah beberapa ide untuk membantu Anda merasa terinspirasi tentang bagaimana dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dan muncul dengan perasaan segar dan termotivasi dalam hidup.

Berikan rumah warna dinding yang sangat dibutuhkan

Jika Anda merasa sedikit kewalahan saat melihat dinding yang sama setiap hari, mungkin inilah saatnya untuk memberi rumah Anda pembaruan yang menyegarkan.

Meskipun mendekorasi ulang mungkin tampak terlalu menguras tenaga untuk dilakukan, tindakan sederhana memeriksa barang-barang Anda dan membereskan barang-barang yang tidak lagi Anda butuhkan, dapat membuat perbedaan besar.

Ini bisa menjadi tugas yang memakan waktu, jadi yang terbaik adalah melakukannya selangkah demi selangkah, mendekati satu ruangan dalam satu waktu.

Decluttering tidak hanya akan membantu membersihkan ruang dengan mengeluarkan apa yang tidak lagi Anda butuhkan, tetapi juga dapat memberikan udara segar yang emosional untuk rumah dan kehidupan Anda.

Decluttering adalah aktifitas untuk menata ulang dan mengurangi timbunan barang yang kita miliki. Decluttering lebih memfokuskan pada apa saja yang perlu disimpan, dan bagaimana menata ulang benda yang disimpan itu

Tantang diri Anda dengan game baru

Bermain game tidak lagi hanya untuk remaja pemurung yang terkurung di kegelapan kamar tidur mereka – tahun ini, game online dan bentuk hiburan lainnya telah berkembang ke level yang sama sekali baru.

Mereka memberikan berbagai manfaat, dari sedikit pelarian kreatif melalui penemuan dan eksplorasi dunia baru, hingga menyediakan cara baru untuk terhubung dengan orang lain.

Jika Anda mencari sesuatu yang dapat Anda mainkan dengan mudah di perangkat seluler Anda, lihat ulasan Sundae Bingo untuk informasi lebih lanjut tentang salah satu aktivitas online paling menyenangkan saat ini.

Pelajari keterampilan baru

Menghabiskan waktu yang lama di rumah adalah cara sempurna untuk mempelajari keterampilan baru. Dari aktivitas praktis seperti belajar bahasa baru atau kerajinan, hingga tantangan baru yang menyenangkan seperti belajar memainkan alat musik, ini bisa menjadi cara yang bagus untuk menjaga pikiran Anda tetap segar dan terstimulasi.

Penting untuk diingat bahwa Anda tidak perlu menekan diri sendiri saat mencoba mempelajari sesuatu yang baru. Kecuali Anda mengikuti kualifikasi akademis, ini harus menjadi sesuatu yang Anda lakukan murni untuk dinikmati, jadi Anda tidak perlu unggul atau berprestasi sempurna.

Coba masakan baru

Mempelajari, atau meningkatkan keterampilan kuliner Anda, sering kali merupakan ambisi utama bagi siapa pun yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, tetapi mungkin sulit untuk memutuskan cara merealisasikannya.

Daripada membebani diri Anda dengan beberapa resep baru, bahan-bahan asing, dan tutorial atau buku masak online yang rumit, cobalah berkomitmen untuk menjelajahi satu jenis masakan baru.

Dengan menargetkan fokus Anda pada satu jenis masakan, apakah itu terkait dengan bahan atau jenis makanan tertentu, Anda dapat menjelajahi penemuan baru di dapur dengan nyaman dan menikmati rasa baru yang lezat.

 

Pelajari Tren & Prospek Pariwisata Asia Pasifik Terkini di Acara Hybrid Pertama PATA

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) besok, 7 Desember 2020 akan menyelenggarakan acara hibrida pertama kalinya, dengan tema “Tren & Pandangan Pemulihan Pariwisata Asia Pasifik“,  di Sindhorn Kempinski Hotel Bangkok.

“Dengan pariwisata domestik yang berkembang pesat di banyak tujuan di seluruh kawasan Asia Pasifik dan perbatasan yang perlahan dibuka kembali, data dan tren saat ini sudah memberikan indikasi awal tentang prospek perjalanan dan pariwisata menjelang tahun 2021,” kata CEO PATA Dr. Mario Hardy .

Menurut dia. Asia Pasifik akan menjadi kekuatan utama pemulihan global pariwisata dari COVID-19, baik sebagai tujuan masuk maupun pasar sumber yang kuat.

“saya mengundang semua anggota dan pemangku kepentingan industri untuk bergabung dengan kami saat kami bekerja menuju pembaruan yang bertanggung jawab dari industri perjalanan dan pariwisata. “

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB) dan Sindhorn Kempinski Hotel Bangkok, akan memberikan wawasan terbaru tentang tren terkini yang membentuk pemulihan perjalanan dan pariwisata di wilayah tersebut.

Dengan percakapan mendalam yang berfokus pada perhotelan, penerbangan, dan masa depan MICE, acara ini akan mencakup presentasi dari Joanna Lu, Kepala Konsultasi Asia, Ascend by Cirium tentang “Tren Perjalanan Udara di APAC”, dan Bernard Kee, Manajer Regional, Tenggara. Asia, STR tentang “Kinerja Hotel di Asia Pasifik”.

Selain itu, Mr. Chattan Kunjara Na Ayudhya, Deputi Gubernur Pemasaran Internasional (Asia dan Pasifik Selatan), Tourism Authority of Thailand (TAT), akan memberikan informasi terkini tentang pariwisata Thailand.

Pembicara lain yang dikonfirmasi pada acara tersebut termasuk Aaishah Bohari, Direktur Penjualan & Pemasaran – Sindhorn Kempinski Hotel Bangkok; Anne Somanas, Koresponden Thailand – TTG Asia.

Ada pula Antony Meguerdijian, Wakil Presiden Penjualan & Kemitraan, Asia Tenggara, Korea Selatan & Jepang – Accor Hotels and Resorts, Beatrice Lim, Direktur-Industri dan Urusan Regulasi – Association of Asia Pacific Airlines (AAPA); Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya, Presiden, Biro Konvensi & Pameran Thailand (TCEB).

Pembicara lainnya adalah Danny Levy, Direktur Pelaksana, APAC – Riset Bisnis Seluruh Dunia (WBR); Dr. James Mabey, Profesor Praktek Pengembangan Hotel dan Strategi – Sekolah Manajemen Hotel dan Pariwisata, Universitas Politeknik Hong Kong; Dr Jennifer Cronin, Presiden – Wharf Hotels Management Limited; Komkrit Ngamwongwirot, Direktur – Akun Utama dan Produk Tambahan, Bangkok Airways.

Max Boontawee Jantasuwan, Presiden – Society for Incentive Travel Excellence (Cabang Thailand); Naomi Mano, Ketua – JAPAN MICE Association; Supawan Teerarat, Wakil Presiden Senior – Pengembangan dan Inovasi, Biro Konvensi dan Pameran Thailand (TCEB); Richard Englemann, Wakil Presiden – Asia dan Oseania, Japan Airlines; Vinoop Goel, Direktur Regional – Bandara & Hubungan Eksternal, Asia-Pasifik, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dan Wimintra J. Raj, Pemimpin Redaksi – Hotelintel.co.

Karena keterbatasan tempat duduk, anggota PATA, sponsor, dan tamu undangan akan diberikan kursi prioritas untuk acara tersebut. Tamu internasional dan lainnya memiliki kesempatan untuk bergabung dalam acara secara virtual dengan mendaftar di https://us02web.zoom.us/webinar/register/WN_WxtOrNcpSE6CF1QuMIH7eg.

Lakukan Apa Yang Bisa kita Lakukan Di Masa Pandemi Untuk Pikiran Lebih Positif

this formate

JAKARTA.bisniswisata.co.id: Namanya Okto (24), pemuda asal Depok yang ingin menceritakan pengalamannya selama Pandemi. ia sebelumnya adalah karyawan swasta disebuah perusahaan yang bekerja dibidang tekstil.

Namun akibat dari pandemi global  yang juga berimbas pada perusahaan tempatnya bekerja, Okto yang menjadi pegawai baru akhirnya harus kehilangan pekerjaannya karena perusahaan tidak lagi mampu membiayai operasional setelah tidak ada aktivitas dan penghasilan.

Saat ini ia mencoba mengerjakan apa saja yang bisa ia kerjakan, salah satunya adalah menjadi driver online untuk tidak membebani orang tua dimasa pandemi ini.

  “Sudah sekitar 6 bulan saya menjadi driver online, kalau ditanya khawatir tertular COvid-19 atau tidak, sejujurnya saya mengatakan tidak begitu khawatir dengan COVID-19 selama kita bisa menjaga kebersihan,” kata Okto.

Dia percaya dengan langkah-langkah yang diterapkan pemerintah seperti himbauan 3 M, memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

” Pemerintah Indonesia mengacu pada Organisasi Kesehatan Dunia WHO, jadi seluruh dunia juga mengikuti panduan tersebut. Jadi mengapa sebagai seorang individu kita tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di dunia?. Aturan tersebut pastinya telah melalui uji coba dengan tingkat keberhasilan yang tinggi,” kata Okto.

Itu sebabnya, dia juga selalu membersihkan mobilnya dengan disinfektan setelah selesai, dan menjaga kebersihan diri setelah bepergian. ” COVID-19 itu nyata dan bisa seluruh keluarga terpapar jika kita tidak mengikuti aturan apalagi setelah beraktivitas di luar rumah dengan orang lain,” 

Ia mengaku menjadi driver online untuk mengisi kesibukkan, dan belajar mandiri, untuk tidak begitu bergantung kepada orang tua. Pandemi juga mengajarkan padanya bahwa hidup penghuni dunia ini bisa berubah drastis karena wabah penyakit.

” Lagi pula saya malu umur sudah 24 tahun. Walaupun orang tua saya mampu tapi ini proses pembelajaraan, sampai kapan orang tua bisa biayai kita? Kan tidak selamanya orang tua mampu untuk terus membiayai kita, umur mereka akan semakin tua,” tuturnya.

Dari situ Okto berpikir untuk belajar tidak bergantung kepada orang tua. Awalnya sangat berat apalagi dengan pandemi mencari lowongan berbanding terbalik dengan tahun lalu.

“Tahun 2019 saya masih nyari pekerjaan, sebulan  bisa 2-3 kali interview di beberapa perusahaan, tapi sekarang sudah beberapa bulan belum ada panggilan interview masuk kerja,” 

Lowongan ada, tapi jumlahnya jauh sangat sedikit, tapi sekarang ikhlas saja. Dia selalu berfikir nanti juga akan segera dapat lagi pekerjaan, jadi tidak menjadi beban fikiran, ungkapnya.

Memanfaatkan kendaraan pribadi, Olto putuskan sembari menunggu pekerjaan mengisi waktu luang menjadi driver online, ini proses pendewasaan sebenarnya .” Menurut saya, kedepannya akan lebih banyak tantangan sehingga ini ujian mental juga  kesabaran,” tambahnya.

Saat ini Okto menyadari bukan hanya dia yang kehilangan pekerjaan, tapi jutaan orang di dunia dengan kehidupan yang jauh lebih sulit dari dirinya. Oleh karena itu dia juga berupaya untuk mendisiplinkan diri untuk menjalani profesi dirinya.

” Keluarga saya masih sangat mampu membiayai saya secara finansial, namun motivasi saya untuk manduri lebih besar. Orangtua sudah membesarkan dan memberikan pendidikan hingga bergelar sarjana jadi hadapi problema pandemi ini mumpung belum punya istri dan anak juga. Belajar bertanggung jawablah,” 

Menurut Okto, pandemi ini memang sangat berat, berpengaruh kepada semua sektor, tapi dia berharap semua orang tetap sabar menghadapi ujian ini, karena keadaan pasti membaik.

“Hal yang terpenting selama kita punya kemauan dan tekad, lakukan apa yang bisa kita lakukan, dan terus berjuang dengan begitu kita bisa menjalani lebih semangat dan positif, jangan putus asa, percaya rezeki sudah ada yang mengatur ” ucapnya tegar.

Untuk teman-teman yang kehilangan pekerjaannya, yang baru lulus dan sedang mencari pekerjaan, jangan merasa pesimis karena belum ada panggilan kerja, jangan menyerah, terus saja melamar.

 “Kita hanya tinggal tunggu waktu saja. Dengan pesimis tidak akan mengubah keadaan, tapi kalau kita optimis setidaknya kita semangat menjalani hari-hari kita, dan jangan lupa untuk menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan,” pesannya.

Selebrasi Digitalisasi agar Aksara Jawa Tak Tergerus Jaman

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id:  – Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menyelenggarakan kegiatan Selebrasi atau Pahargyan Digitalisasi Aksara Jawa di Pagelaran Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu Malam (5/13/2020) dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Taste OfJogja Disbud DIY ini dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X; Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika; Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI); dan tamu undangan lainnya

“Di era digital ini jika suatu aksara tidak hadir dalam bentuk digital maka dianggap tidak ada. Kalau pun ada dianggap aksara yang tidak hidup karena tidak ada lagi pendukungnya,” kata Sri Sultan dilanjutkan meluncurkan secara resmi program digitalisasi aksara Jawa.

Acara bertambah istimewa karena ditampilkan secara perdana Beksan Aji Saka Yasan Dalem Enggal Sri Sultan Hamengku Bowono X. Beksan tersebut diciptakan khusus oleh Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai wujud kepedulian beliau terhadap aksara Jawa dan juga dalam menyambut kebangkitan aksara Jawa yang pada saat ini sudah masuk ke ranah digital.

Tarian Aji Saka Yasan Dalem Enggal Sri Sultan Hamengku Bowono X meriahkan selebrasi Aksara Jawa. ( Foto: Disbud DIY )

Pahargyan Digitalisasi Aksara Jawa merupakan dukungan untuk proses digitalisasi aksara Jawa di ranah digital, setelah aksara Jawa terdaftar resmi di Unicode Konsorsium, maka aksara Jawa sedang dalam proses enskripsi di internet.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta, yang semestinya digelar pada Juli 2020, namun harus ditunda pelaksanaannya pada Maret 2021.

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, dalam berbagai kesempatan mengatakan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebenarnya sudah lama mengusulkan agar Aksara Jawa dilakukan digitalisasi. Dia tak ingin Bahasa Jawa tergerus zaman dan hilang atau tak lagi digunakan di tanah Jawa.

Sri Sultan berharap Bahasa Jawa tetap menjadi bahasa Ibu, termasuk juga penggunaan aksara Jawa. Sejumlah langkah dan upaya pun telah dilakukan untuk menjaga warisan budaya berupa bahasa dan aksara Jawa tersebut. Salah satu yang digagas yakni usulan untuk digitalisasi aksara Jawa.

“Jadi jangan sampai bahasa ibu ini kalah dengan bahasa Indonesia. Sehingga tidak ada lagi masyarakat lokal yang memakai lagi,” ujar Sri Sultan HB X,

Pada  2013 telah diluncurkan aplikasi aksara Jawa versi 1.0 yang setahun kemudian disempurnakan dengan versi 2.0. Hingga November 2013 aplikasi tersebut telah diunduh sekitar 10.000 kali.

Sri Sultan melanjutkan, kekhawatiran lenyapnya bahasa dan aksara Jawa seringkali dibahas dalam berbagai studi, seminar, diskusi, dan dialog. Khususnya dalam serial kongres bahasa Jawa. Penutur bahasa lokal berangsur hilang dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

“Hal ini menyebabkan kekhawatiran hilangnya berbagai bentuk pusaka budaya, tradisi, dan ekspresi berbicara penuturnya. Mulai dari sajak dan cerita hingga peribahasa dan lelucon. Kita seharusnya mendorong penggunaan bahasa daerah agar tetap hidup dimulai dari keluarga guna mendukung program UNESCO tentang mother language,” paparnya.

Beberapa agenda acara yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) terkait dengan pemeliharaan dan pengembangan aksara Jawa di antaranya Sarasehan Majalah Sempulur dengan Topik Aksara Jawa, Focus Group Discussion (FGD) I – IV Kongres Aksara Jawa.

Berikutnya, Sosialisasi Pelaksanaan Kongres Aksara Jawa I dilaksanakan di Provinsi Bali dan Jawa Tengah, Workshop Dluwang, Workshop Digitalisasi dan Pameran Manuskrip, Pra Kongres Aksara Jawa, Finalisasi Tim Perumus Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta, Nyerat Dluwang Masal.

Pemerintah DIY memberikan dukungan penuh ke Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam hal pengajuan enskripsi Aksara Jawa ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).