JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah desa di Italia mengalami depopulasi penduduk. Akibatnya, banyak rumah kosong dan terbengkalai. Dalam setahun terakhir ini saja misalnya, beberapa kota terpencil dan desa berkompetisi menjual rumah-rumah tersebut dengan harga sangat miring.
Yang terbaru, tawaran datang dari Castropignano, sebuah desa yang memiliki kastil abad pertengahan, berjarak sekitar 140 mil atau 225 kilometer tenggara kota Roma. Sejumlah bangunan terbengkalai di sana tengah ditawarkan kepada pendatang baru. Harganya mencengangkan, yakni 1 euro atau sekitar Rp 17 ribu.
Meski bukan sesuatu yang baru, karena sebelumnya Desa Salemi di Sisilia dan Desa Santo Stefano di Sessanio, Abruzzo telah lebih dulu melakukannya, ada skema lain yang ditawarkan untuk memikat para pendatang baru.
Jika sebelumnya, skema yang digunakan adalah dengan melelang bangunan bobrok dengan harga mulai dari 1 euro , mska Desa Castropignano melakukan sesuatu yang berbeda.
Walikota Nicola Scapillati keluar dengan inisiatif baru. Di Desa Castropignano ada 100 bangunan terbengkalai. Tapi Nicola tidak akan menjualnya kepada penawar tertinggi seperti kebanyakan dilakukan di desa lain. Ia akan membantu sebisanya mencocokkan minat calon pembeli dengan pilihan rumah yang tepat sesuai kebutuhan dan kepentingan pembeli.
“Skema yang berlaku di sini sedikit berbeda,” katanya seperti dilansir CNN Travel.
“Saya bergerak di dua jalur secara paralel: menjangkau pembeli potensial sekaligus kontak dengan pemilik lama. Selangkah demi selangkah sehingga permintaan dan pasokan dapat terpenuhi.”
Menurutnya, cara tersebut diharapkan dapat meredam serbuan para spekulan properti. Oleh sebab itu Scapillati menyarankan agar pihak yang tertarik membeli properti di wilayahnya untuk mengirim email pribadi kepadanya secara langsung.
“Saya menyilakan siapapun yang ingin membeli rumah baru di sini. Jika berminat, kirimi email ke saya langsung (nicola.scapillati[AT]me.com) berserta rincian perencanaan termasuk apa yang hendak dilakukan dengan rumah itu, apakah sebagai rumah tinggal atau dijadikan tempat usaha seperti B&B, toko, atau art shop.”
Scapillati juga menambahkan agar calon pembeli mencantumkan daftar persyaratan atau keinginan khusus jika ada, misalnya akses bagi para penyandang disabilitas.
Sekadar informasi, desa ini kecil dan gang-gang di sana sempit sehingga mobil tidak dapat melewatinya, imbuh sang walikota.
Semakin spesifik permintaan maka akan makin memudahkan otoritas menemukan hunian yang cocok.
“Ini adalah operasi yang disusun sesuai target. Jadi orang-orang yang berminat harus tahu untuk apa mereka mendaftarkan diri mengikuti proyek ini.”
Untuk memperluas jangkauan pembeli, Scapillati juga telah mengirimkan pemberitahuan resmi ke kedutaan besar Italia di luar negeri terkait program ini. Tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi. Para pembeli harus merenovasi properti yang dibelinya dalam waktu tiga tahun sejak pembelian.
Selain itu, mereka juga wajib menyetor uang jaminan yang dibayar dimuka sebesar 2.000 euro atau sekitar Rp 34 juta rupiah. Uang ini akan dikembelikan setelah pekerjaan [renovasi] selesai. Anda berminat, silakan hubungan email pribadi sang walikota Siapa tahu cocok.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat mendorong wartawan melakukan penelusuran dan investigasi untuk mengungkapkan kasus kematian laskar FPI dalam insiden di KM 50 jalan tol Jakarta -Cikampek Senin (7/12) pagi yang kini menjadi sorotan media internasional pula
Hal itu menjadi keputusan rapat daring DK PWI Selasa (8/12) petang. Rapat dihadiri Ketua DK PWI Ilham Bintang, Sekretaris Sasongko Tedjo, anggota : Tri Agung, Asro Kamal Rokan dan Nasihin Masha.
Ilham Bintang menegaskan, Dewan Kehormatan PWI Pusat perlu membuat pernyataan untuk mengurangi keraguan wartawan dalam mengungkap kebenaran, terkait kasus bentrokan antara aparat Polri dan laskar FPI, ungkapnya dalam diarsn pers hari ini.
“Pernyataan ini perlu untuk mengurangi keraguan wartawan dan media dalam melakukan investigasi terhadap peristiwa tol Cikampek,”tegas Ilham.
Langkah wartawan untuk mengungkapkan kasus di tol Cikampek bukan untuk mencari siapa salah dan siapa benar, melainkan untuk menjalankan fungsi pers yang sesungguhnya, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Wartawan Indonesia.
“Semagat kita menjaga kemerdekaan pers, menaati kode etik dan kode perilaku wartawan,”tambah Asro Kamal Rokan.
Tri Agung menjelaskan dalam buku “Sembilan Elemen Jurnalisme: Apa yang Seharusnya Diketahui Wartawan dan Yang Diharapkan Publik”(Yayasan Pantau, 2006), Guru jurnalislistik Bill Kovach dan Tom Rosentiel mengingatkan elemen dasar jurnalistik yang seharusnya dipatuhi oleh seorang wartawan.
Elemen itu pada perkembangannya bertambah menjadi sepuluh, dengan masuknya jurnalisme warga. Namun, hal utama yang tidak boleh dilupakan wartawan, adalah kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.
Selain itu, Bill dan Tom mengingatkan pula, loyalitas pertama jurnalisme itu pada warga dan wartawan seharusnya berdisiplin dalam memverifikasi data dan informasi yang diperolehnya.
Tidak boleh ditinggalkan pula, karena bertanggungjawab pada publik, wartawan harus menjaga jarak yang sama terhadap narasumbernya dan menjadi pemantau yang independent terhadap kekuasaan.
Hal dasar dalam jurnalisme yang dianut banyak wartawan di seluruh dunia itu sebenarnya tersedia pula di Kode Etik Wartawan Indonesia tahun 2006, yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pula, bersama organisasi kewartawanan lain dan Dewan Pers.
Pasal 1 Kode Etik Wartawan Indonesia menegaskan, wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik (pasal 2).
Selain itu, pada pasal 3 dan 4 ditegaskan, wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Terkait dengan peristiwa kematian enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), Senin (7/12/2020) lalu, sebagai akibat berbenturan dengan Kepolisian, dengan masing-masing laporan versi Polri atau FPI, Dewan Kehormatan PWI Pusat mendorong wartawan Indonesia untuk dapat mewujudkan keterbukaan informasi, sehingga duduk perkara kasus itu terungkap.
Hal ini senada pula dengan pesan Penasihat PWI Pusat Jakob Oetama (1931-2020), dalam buku “Pers Indonesia: Berkomunikasi dalam Masyarakat yang Tidak Tulus” (Penerbit Buku Kompas, 2004), yaitu “Orang membaca surat kabar untuk mencari informasi, yakni informasi yang cukup lengkap, sehingga jelas duduknya perkara dan karena itu memberikan bahan informasi yang berarti.” Di era saat ini, media bukan hanya surat kabar, tetapi juga media elektronik: televisi dan radio, serta media online (dalam jaringan).
Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Raja Parlindungan Pane pun menambahkan, pers harus obyektif dan menjunjung tinggi cover both side dan menyampaikan fakta yang terjadi. Pers jangan sampai partisan dan akhirnya PWI terkena imbasnya.
Nashihin Masha menambahkan wartawan harus menjunjung fakta yang ditemukannya, bukan sekadar mengikuti pendapat narasumber. Oleh karena itu, untuk mampu mengungkapkan fakta terkait kasus di tol Cikampek yang sesungguhnya, tak bisa lain, wartawan harus turun ke lapangan.
Menurut Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo, dalam melakukan upaya mengungkapkan kebenaran terkait kejadian di tol Cikampek, wartawan tetap harus mengutamakan keselamatannya, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 hari ini.
Tidak ada berita sehebat apapun yang seharga dengan keselamatan jiwa wartawan. Selain itu, ada kepentingan masyarakat dan bangsa yang harus dipertimbangkan pula.
LONDON, bisniswisata.co.id: Asuransi perjalanan telah mengalami perubahan sejak pandemi virus Corona dimulai. Pada awalnya, saat liburan dan penerbangan mulai dibatalkan sebagai tanggapan atas pembatasan travel, wisatawan dapat beralih ke kebijakan mereka untuk menutup biaya.
Kemudian, seperti dilansir dari Independent.co.uk, karena jumlah klaim melonjak, perusahaan asuransi mulai memperkenalkan klausul yang mengatakan mereka tidak akan membayar untuk pembatalan terkait COVID.
Akhirnya, semuanya hampir menjadi lingkaran penuh: berbagai penyedia telah meluncurkan kebijakan yang mencakup virus Corona dalam beberapa bentuk.
Hal Ini adalah perubahan yang disambut baik bagi wisatawan yang merasakan kekhawatiran, tetapi pembeli juga harus berhati-hatilah: tidak semua asuransi perjalanan diciptakan sama. Ini semua yang perlu Anda ketahui.
Biaya pengobatan versus pembatalan dan pembatasan
Banyak dari perusahaan asuransi yang mengatakan bahwa mereka menanggung virus Corona, pada kenyataannya, mereka secara khusus menanggung biaya medis di luar negeri, daripada pembatalan atau pembatasan perjalanan karena pandemi.
Artinya, jika Anda tertular COVID-19 saat berlibur, mereka akan memberikan biaya pengobatan, dan mungkin biaya tambahan termasuk repatriasi dan biaya akomodasi tambahan jika Anda harus karantina.
Perusahaan asuransi lain mungkin melindungi Anda jika harus membatalkan perjalanan karena tertular virus sebelum pergi, atau karena Anda telah diberitahu untuk mengisolasi diri oleh tim uji dan pelacakan NHS.
Beberapa perusahaan bahkan akan melindungi Anda jika saran Kantor Luar Negeri (FCDO) berubah saat Anda pergi, misalnya jika mereka sekarang tidak menyarankan semua kecuali perjalanan penting ke tujuan liburan Anda.
Berikut beberapa kebijakan terbaik yang mencakup virus Corona:
Nationwide adalah satu-satunya penyedia yang saat ini menanggung pemegang kebijakan jika FCDO mengubah sarannya sebelum Anda pergi – misalnya, jika perlu membatalkan perjalanan Anda ke Yunani karena tiba-tiba dihapus dari daftar “berisiko rendah”.
Itu juga satu-satunya perusahaan yang melindungi Anda jika negara yang akan dikunjungi berlakukan pembatasan perbatasan karena pandemi. Namun, ini berubah sejak 1 Januari 2021; perjalanan yang dipesan pada atau setelah tanggal itu hanya ditanggung untuk pembatalan jika Anda, kerabat, kolega, atau teman seperjalanan terjangkit COVID-19.
Virgin Money telah meluncurkan kembali asuransi perjalanan untuk pelanggan baru dengan perlindungan tambahan untuk virus Corona. Pelanggan baru sekarang dapat membeli kebijakan yang mencakup pertanggungan untuk biaya pengobatan, pembatalan dan pembatasan akibat didiagnosis dengan virus corona
Sementara pelanggan yang sudah ada sekarang secara otomatis ditanggung. Pemegang kebijakan mendapat manfaat dari biaya pengobatan jika mereka memerlukan perawatan untuk virus Corona saat berada di luar negeri. Ini ditambah biaya akomodasi tambahan (hingga £ 2.000) juga akan disertakan jika perawatan berarti pelanggan perlu memperpanjang perjalanan mereka.
Pelanggan juga ditanggung jika mereka harus membatalkan perjalanan karena mereka atau anggota keluarga atau rombongan perjalanan mereka secara medis didiagnosis dengan virus corona atau diinstruksikan secara pribadi untuk diisolasi oleh layanan NHS atau profesional medis.
Travel Bag Insurance juga menawarkan perlindungan, termasuk untuk pembatalan liburan jika Anda atau pendamping perjalanan telah menerima diagnosis positif virus Corona dari tes NHS dalam waktu 14 hari sejak dimulainya perjalanan.
Anda dilindungi jika ditolak naik oleh operator transportasi karena suhu tinggi atau hasil tes yang positif; untuk biaya medis jika Anda terjangkit virus Corona saat berada di luar negeri; untuk biaya akomodasi akibat perpanjangan masa tinggal.
Hal ini jika Anda atau teman seperjalanan terinfeksi Covid-19; dan jika saran FCDO berubah saat Anda pergi. Namun, ini tidak mencakup biaya pembatalan jika saran FCDO berubah sebelum Anda pergi dan Anda tidak ingin lagi bepergian.
Allianz Assistance adalah salah satu perusahaan pertama yang menawarkan perlindungan virus Corona yang komprehensif. Kebijakan sekarang mencakup pembatalan perjalanan karena Anda atau rekan perjalanan memiliki gejala atau didiagnosis dengan Covid-19.
Ada juga asuransi jika Anda atau rekan perjalanan diharuskan untuk karantina sebagai akibat dari keadaan pribadi Anda, seperti diminta untuk melakukannya oleh layanan NHS 111 (jika Anda tidak dapat melakukan perjalanan karena karantina umum ditempatkan di wilayah atau negara, maka penutup ini tidak berlaku).
Biaya medis selama berada di luar negeri juga ditanggung (selama Anda tidak melakukan perjalanan melawan saran FCDO), dan Anda juga ditanggung untuk pemulangan atau masa tinggal yang diperpanjang jika terlalu tidak sehat untuk bepergian.
Anda ditanggung untuk pembatalan atau mempersingkat perjalanan Anda jika salah satu dari Anda, atau rekan perjalanan Anda, kerabat dekat (seperti orang tua, anak, saudara kandung atau kakek-nenek), jatuh sakit parah karena COVID-19.
Staysure telah memperluas perlindungan virus Corona, gratis, kepada pemegang kebijakan baru. Ini termasuk pembatalan perjalanan jika Anda, rekan perjalanan dan orang yang tinggal dengan Anda atau orang yang tinggal bersama saat liburan didiagnosis dengan COVID-19 dalam waktu 14 hari setelah perjalanan.
Biaya pengobatan darurat di luar negeri; pemulangan; pembatalan dan perlindungan repatriasi jika Anda ditolak naik pesawat karena dinyatakan positif Covid-19; pra-pemesanan, kunjungan yang tidak terpakai hingga batas pertanggungan Anda.
Begitu pula mengcover akomodasi dan transportasi tambahan jika dianggap perlu oleh petugas medis; keuntungan harian jika Anda diperintahkan untuk mengisolasi diri di akomodasi liburan karena Anda mengidap Covid-19; dan membatalkan atau mempersingkat perjalanan Anda setelah kematian dalam keluarga akibat COVID-19.
Beberapa operator tur juga ikut serta.
Tentu saja, jika mereka membatalkan perjalanan, pelanggan berhak mendapatkan pengembalian uang penuh. Tetapi jika pelanggan perlu membatalkan, atau jika mereka jatuh sakit saat berlibur, beberapa brand asuransi menawarkan perlindungan gratis atau opsi untuk menyertakan asuransi virus Corona sebagai tambahan.
Thomas Cook menawarkan asuransi liburan yang mencakup perlindungan COVID-19 melalui mitranya, Holiday Extras. Ini memberikan perlindungan jika Anda, atau siapa pun yang diasuransikan pada kebijakan Anda, mengontrak COVID-19 sebelum bepergian,.
Ini ditambah perlindungan hingga £ 10.000.000 jika Anda memerlukan perawatan darurat di luar negeri dan menawarkan pemulangan jika diperlukan.
Semua tamu Club Med berhak mendapatkan perlindungan COVID-19 gratis hingga 30 April 2021. Jika wisatawan tertular virus saat bepergian, biaya pengobatan akan ditanggung sebagai bagian dari paket liburan, termasuk pengujian COVID-19.
Ini termasuk biaya transportasi hingga fasilitas pengujian, Janji dokter dan biaya pengobatan jika dirawat di rumah sakit. Jika kuncian atau karantina diperlukan, tempat tinggal akan disediakan untuk para tamu.
Jika mereka tidak dapat terbang pulang, penerbangan baru akan disediakan setelah mereka aman untuk bepergian.
COVID Cover secara otomatis disertakan untuk semua pelanggan yang bepergian pada hari libur TUI apa pun dan berlaku untuk semua pemesanan baru dan yang sudah ada.
Pelanggan dapat mengubah liburan mereka secara gratis jika mereka terjangkit COVID-19 atau secara resmi diharuskan untuk mengisolasi diri sebelum melakukan perjalanan, atau jika area lokal mereka diisolasi secara regional selama tanggal keberangkatan mereka.
Ini juga mencakup bantuan medis jika pelanggan tertular COVID-19 saat berlibur, ditambah biaya yang terkait dengan masa tinggal yang diperpanjang dan penerbangan pulang baru jika pelanggan diminta untuk mengisolasi diri.
EDreams ODIGEO yang memiliki agen perjalanan online eDreams, GOVoyages, Opodo dan Travellink, telah menambahkan cakupan COVID-19 ke dalam penawaran asuransinya. Ini akan mencakup pelanggan ketika membatalkan pemesanan mereka karena telah terinfeksi oleh COVID-19,
Atau karena mereka telah secara resmi diminta untuk karantina sebelum keberangkatan. Selain itu, biaya pengobatan dan bantuan di luar negeri ditanggung, bersama dengan biaya yang dikeluarkan di tempat tujuan karena pelanggan perlu karantina akibat infeksi.
KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id:Maskapai bertarif rendah Asia Tenggara ini tentu berpikir masa depannya adalah digital. Mungkin terlalu dini untuk mengatakan itu adalah perusahaan digital yang menjalankan maskapai penerbangan.
Hal ini seperti yang sering disinggung oleh pendirinya, Tony Fernandes bahwa mereka pasti mencari aliran pendapatan baru sekarang karena pandemi telah menurunkan penghasilannya
Dilansir dari Airline Weekly, AirAsia, seperti semua maskapai penerbangan, mengumpulkan data saat penumpang memesan atau berbelanja perjalanan di situs webnya, dan AirAsia menghitung sekitar 40 juta orang mengunjungi situs webnya setiap bulan.
Itu data yang banyak dan perusahaan sekarang berpikir dapat memanfaatkan data itu menjadi lini bisnis baru, mengubah AirAsia.com menjadi semacam biro perjalanan dan bukan hanya tempat untuk membeli di maskapai penerbangannya tetapi bahkan di maskapai lain. Turkish Airlines, misalnya, mengizinkan AirAsia menjual tiketnya di AirAsia.com.
Perusahaan juga menggunakan platform ini untuk menjual transportasi kargo dan memfasilitasi logistik untuk pengiriman paket e-commerce. Inspirasinya, yang kami laporkan adalah Amazon, agar AirAsia mengubah dirinya menjadi “aplikasi super” yang menyediakan semua jenis layanan. Ini termasuk restoran cepat saji dan layanan medis.
Ini mungkin lebih diperlukan sekarang daripada sebelumnya, karena perusahaan melaporkan marjin operasi sebesar minus (-) 165% pada kuartal ketiga, dengan pendapatan turun 87%. Pasar induk utamanya di Malaysia sedang berjuang dengan lonjakan COVID-19.
AirAsia X dan AirAsia India sedang berjuang, dan pembicaraan tentang hilangnya kedua maskapai itu semakin keras. Thailand adalah titik terang, dengan lalu lintas hampir kembali ke tingkat sebelum pandemi. Tetapi operator seperti VietJet menempatkan lebih banyak kapasitas di Thailand, memberikan tekanan kompetitif pada AirAsia.
Namun perusahaan melihat harapan akan berkembangnya pembicaraan tentang travel bubble ( gelembung perjalanan) di beberapa bagian wilayahnya. Ini dapat meningkatkan permintaan, saat diterapkan. Bisnis digital juga memberikan harapan kepada manajemen AirAsia.
Pariwisata akan meningkat lagi, dan AirAsia mempertaruhkan mereknya yang kuat dan biayanya yang rendah akan membantunya keluar dari krisis saat ini, meskipun angka topline-nya suram sekarang.
RIAU, bisniswisata.co.id: Berselancar di sungai, mengapa tidak? Jika biasanya kita menyaksikan peselancar menaklukkan ombak di perairan sekitar pantai, di Riau ada sungai yang memiliki fenomena ombak bono.
Ketinggian ombaknya tak kalah menakjubkan. Banyak peselancar bahnkan secara khusus datang untuk bermain ombak bono di Sungai Kampar, Provinsi Riau.
Sekadar info, ombak bono adalah ombak besar di sungai atau dikenal sebagai fenomena bono yang terjadi karena ada pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat air pasang. Bono sendiri dalam bahasa lokal artinya berani.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan sudah sejak 2013 serius menggarap bono sebagai potensi pariwisata. Mereka rutin menggelar event tahunan, International Bono Surfing Festival serta Bekudo Bono.
Ketenaran bono Sungai Kampar semakin mendunia saat pada September 2010, peselancar dunia sekaligus penulis buku panduan berselancar terkemuka Antony Colas, menulis ulasan di World Stormrider Guide.
Kala itu, Colas dibuat tercengang dengan gulungan besar ombak bono di sungai yang mirip dengan ombak di laut. Bedanya, ombak tinggi ini mampu bertahan hingga sejauh 50 km, begitu tulis Colas dalam ulasannya.
Dilansir dari Indonesia.go.id, Ombak Bono di Sungai Kampar dapat mencapai ketinggian 4-5 meter. Namun semakin jauh dari muara, ombaknya semakin mengecil menjadi al kelbih dari 70 sentimeter hingga 1 meter.
Ombaknya bergerak dari Desa Pulau Muda ke Desa Teluk Meranti dan Tanjung Mentagor yang berjarak 50-60 kilometer. Kecepatan rata-ratanya sekitar 40 km per jam.
Fenomena ini tidak terjadi setiap saat. Ia hanya muncul saat bulan purnama yakni antara Oktober hingga Desember. Itulan bulan-bulan dimana curah hujan tingga sehingga meningkatkan debit air Sungai Kampar. Selain itu, ombak bono juga dapat kita saksikan pada Februari hingga Maret.
Uniknya, ombak besar ini mengalir berlawanan dengan arus sungai. Panjang ombak bono pun bisa mencapai 200 meter hingga 2 kilometer, mengikuti lebar sungai.
Sekadar informasi, panjang Sungai Kampar mencapai 413 kilometer dengan hulu di Kabupaten Lima Pulih Kota (Sumatera Barat) dan bermuara di Selat Malaka.
Ada legenda yang beredar di masyarakat melayu lama terkait fenomena ombak bono. Mereka menganggapnya sebagai perwujudan tujuh hantu yang kerap menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Sungai Kampar.
Tujuh hantu itu diwujudkan dalam bentuk tujuh jenis gulungan ombak mulai dari gulungan ombak terbesar di bagian depan, diikuti enam gulungan ombak di belakangnya dengan tinggi lebih kecil. Ombak besar bono sangat ditakuti masyarakat lokal karena kerap menimbulkan dampak yang sangat destruktir.
Ia bisa menyebabkan erosi di wilayah sempadan Sungai Kampar. Air yang melimpah ke daratan tak jarang merendam permukiman warga hingga setinggi satu meter. Bukan itu saja, gelombang besar bono bisa menyebabkan perahu nelayan terbalik.
Untuk menghadapinya, masyarakat kerap mengadakan upacara adat saat pagi atau siang hari dipimpin tetua adat.
Selain itu, ombak bono kerap dijadikan ajang uji nyali pendekar Melayu pesisir sebagai ajang meningkatkan keahlihan bertarung mereka.
Bagi yang tak memiliki hobi berselancar, menikmati deru ombak bono juga tak kalah seru. Fenomena alam ini dapat disaksikan di Desa Teluk Meranti dekat muara Sungai Serkap (anak Sungai Kampar) atau di Desa Pulau Muda.
Di kedua desa ini biasanya masyarakat akan mendaki beberapa bukit kecil agar bisa melihat ombak bono yang datang bergulung-gulung menuju daratan di sekitar.
Untuk menuju ke lokasi bono Sungai Kampar kita bisa melakukan perjalanan darat selama empat jam dari Pekanbaru. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal cepat (speedboat) menuju Desa Teluk Meranti atau Desa Pulau Muda.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Facebook telah merilis ‘Laporan Kondisi Usaha Kecil’, berdasarkan ‘Survei Bisnis Masa Depan’ — upaya kolaboratif berkelanjutan ini dilakukan bersama Bank Dunia dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Dilansir dari travelpulse.com, selama enam bulan terakhir, lebih dari 150.000 bisnis kecil di seluruh dunia telah disurvei sebagai bagian dari upaya untuk menyaring wawasan tentang dampak sebenarnya dari COVID-19 pada pemilik usaha kecil hingga menengah (UKM).
Di antara temuan utamanya adalah bahwa bisnis kecil yang menghadapi konsumen, termasuk mereka yang bergerak di sektor perjalanan dan pariwisata, telah mengalami penurunan penjualan terdalam di keenam gelombang survei.
Pada saat survei Gelombang VI, 63 persen usaha kecil dan menengah (UKM) melaporkan volume penjualan yang lebih rendah dibandingkan dengan periode 30 hari yang sama tahun lalu. Itu adalah penurunan sebesar 13 poin persentase dalam penjualan tahun-tahun yang mereka alami selama studi Gelombang I. UKM juga melaporkan penurunan manufaktur (59 persen), dan transportasi dan logistik (58 persen).
Konsisten dengan tren tingkat penjualan dan penutupan, sektor yang menghadapi konsumen, seperti hotel, kafe, dan restoran, juga tetap menjadi pihak yang paling tidak aman tentang apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Pada saat survei Gelombang VI, ada 52 persen menyebutkan kurangnya permintaan konsumen sebagai tantangan masa depan, sementara 40 persen terutama mengemukakan masalah arus kas.
Pengamatan ini selaras dengan bukti eksternal yang menunjukkan kesulitan yang dihadapi bisnis yang mengandalkan transaksi secara langsung.
Sedikit berita yang menggembirakan adalah bahwa tingkat penutupan hotel, kafe, dan restoran turun sebesar 15 poin persentase antara Waves I dan VI penelitian, turun dari 32 persen menjadi 17 persen selama periode enam bulan dari Mei hingga Oktober.
Di sektor ini, sebagian besar UKM mereferensikan batasan komunitas tertentu — seperti pesanan tinggal di rumah (46 persen), penutupan tempat kerja (43 persen) dan batasan ukuran pertemuan (40 persen) sangat mempengaruhi bisnis mereka.
Melihat UKM di semua sektor, studi menemukan bahwa optimisme dan perasaan positif tentang masa depan yang ada di antara para pemimpin bisnis meningkat secara bertahap dari satu gelombang survei ke gelombang berikutnya.
Menurut Gelombang VI, 56 persen responden menggambarkan diri mereka sebagai ‘optimis’ atau ‘sangat optimis’ tentang masa depan bisnis mereka, naik dari 54 persen di Gelombang I. Kecuali di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), di mana persentase sebenarnya menurun.
Salah satu hasil positif yang aneh dari krisis COVID-19 pada akhirnya mungkin adalah UKM memperluas jangkauan bisnis mereka melalui penggunaan teknologi digital dan pasar online, yang telah membantu banyak orang untuk mengurangi kerugian yang mereka alami dalam hal transaksi etalase tradisional.
Pada saat survei Gelombang VI, 26 persen UKM melaporkan bahwa proporsi penjualan mereka meningkat dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memandang kiriman nasi sepiring muncung alias ‘segunung’, tapi lauknya minim, hanya dua sosis ukuran kelingking dan sedikit kentang, membuat Laura Thedy jadi kelaparan menjalani hari pertamanya karantina di kamar hotel bintang lima di Singapura.
Berbicara melalui IGLive, Laura mengaku rasanya tidak percaya, hotel bintang lima di 80 Bras Basah Rd, Singapura itu begitu pelit untuk menyajikan menu makanan yang sesuai dengan reputasinya. Sementara nasi meskipun jumlahnya lebih dari cukup tanpa lauk juga sulit disantapnya.
Menyajikan nasi yang banyak dan lauk minim meski dimaklumi sebagai upaya hotel mencari tambahan pemasukan dari order makanan tambahan tamu tetap tidak masuk diakalnya.
“Tamu karantina yang ditempatkan di hotel bintang lima Singapura membayar biaya Sin$ 2200 per orang untuk 14 hari sudah ternasuk tiga kali makan per hari. Tidak kebayang yang diantarkan ke kamar makanannya di bawah standard, ” ungkap Laura sambil menambahkan biaya karantina sebenarnya juga ditanggung bersama pemerintah Singapura.
Sebagai pendatang dari Indonesia saat pandemi global COVID-19 masih menguasai dunia, Laura yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan berkantor pusat di Singapura memang punya kebutuhan mendesak, mengurus izin kerjanya yang berakhir awal Januari 2021.
“Jadi saya mau mengurus izin ( status) kerja di Singapura yang expire di bulan Januari awal 2021. Selama ini saya kerjanya di kantor perwakilan Jakarta. Harapannya ke depan saya ke Singapuranya tiap beberapa bulan sekali atau pas diperlukan saja,” kata Laura
Untuk itulah sejak Juni lalu dia sudah mengajukan permohonan untuk masuk ke Singapura namun setelah 30 x mengajukan proposal melalui Kementrian Tenaga Kerjanya Singapura barulah akhir November di kabulkan dan hingga hari ini Laura sudah memasuki hari ke 9 masa karantinanya.
Memang baru Oktober lalu Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan Pemerintah Singapura. Hal ini menandakan bahwa warga negara dari dua negara tersebut telah mendapatkan izin untuk melakukan perjalanan antar dua negara, setelah dampak dari pandemi COVID-19.
Kerjasama TCA ini di Singapura disebut ReciprocalGreen Lane atau RGL. Jadi yang bukan warga Singapura harus karantina 14 hari, kalau warga Singapura maupun permanent resident ( PR) tetap karantina mandiri dan hanya 3 hari di tempat tinggalnya
Otoritas Singapura malah mewajibkan pendatang untuk memakai perangkat pemantauan elektronik sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus Corona dan agar benar-benar mematuhi peraturan karantina mandiri setelah sampai di Singapura.
Peraturan tersebut juga berlaku bagi warga negara Singapura yang baru pulang dari luar negri, penduduk tetap, pemegang izin jangka panjang, dan pemegang izin kerja.
Sejumlah kementerian dan lembaga di Singapura memantau kepatuhan warga Singapura dan pendatang yang melakukan karantina mandiri dengan berbagai cara.
“Setiap hari karena yang memberikan izin masuk saya adalah Kementrian Tenaga Kerja dengan EmploymentPass maka selalu ada telpon tanya kabar, kondisi kita bagaimana,” katanya.
Laura Thedy, jalani karantina mandiri 14 hari di Singapura. ( Foto: Dok Pribadi).
Untuk fasilitas kamar hotel bintang lima yang ditempatinya, Laura merasa cukup nyaman dengan ruangan yang memadai untuk beraktivitas , balkon luas dan pemandangan kota Singapura.
Dari jendela kamarnya tampak gedung Marina Bay Sands, pusat hiburan terpadu, menghadap ke Teluk Marina di Singapura. Dikembangkan oleh Las Vegas Sands, dan merupakan investasi tunggal paling mahal di dunia dengan biaya S$8 miliar (sekitar Rp.56 triliun termasuk biaya untuk lahannya.
Di hotelnya, dia memang sudah menyediakan kebutuhan misalnya kabel tambahan, bikin jurnal, membawa alat-alat gambar dan pinsil warna, nonton film dan aktivitas menyibukkan diri lainnya seperti olahraga pagi dan sore.
Mereka yang mau datang ke Singapura memang harus berfikir 100 kali karena selain aturan karantina, sanksi yang diberikan juga sangat memberatkan dan menguras isi kantong.
” Bayangkan saja untuk urusan izin kerja ini paling saya perlu tinggal 7-10 hari di Singapura tetapi karena harus karantina 14 hari terhitung satu hari setelah kedatangan maka nyaris satu bulan harus tinggal di Singapura meninggalkan anak usia 1,5 tahun dengan papanya,” kata wanita cantik ini meski wajahnya tanpa make up.
Laura mengaku setelah seminggu tidak mendapat menu makanan yang layak dan sebagai perempuan mungil mengeluh kelaparan mengeluh di medsos, akhirnya menu makanan oleh pihak hotel diperbaiki.
Pengalaman karantina di negri orang ini membuatnya makin kangen Indonesia dengan segala kemudahan untuk belanja online apa saja termasuk memesan makanan yang tinggal ditunggu sebentar.
” Di Jakarta kita bisa pesan apa saja dan tidak lama kemudian sudah langsung bisa menikmatinya. Disini selain tidak banyak pilihan, tidak ada juga ada abang Gofood yang bersedia antriin makanan buat kita,” katanya meluapkan kerinduannya akan segala kemudahan hidup di negri sendiri.
Aktivitasnya di hotel ternyata juga termasuk pekerjaan domestik ibu rumah tangga seperti membersihkan kamar, mencuci baju, memasang sprei dan lainnya karena pihak hotel tidak mengirim staf untuk membersihkan kamar.
” Penghuni karantina mandiri dikasih semua kebutuhan handuk, sprei, taplak meja, serbet dan lainnya setumpuk besar dan kita sendiri yang kerjakan. Kirim laundry, makanan juga di depan pintu. Jangan coba-coba melanggar dan main keluar karena sanksinya berat dan ribet,” jelasnya.
Laura yang melewati masa sekolah SD dan SMP di Singapura sebenarnya tidak asing lagi dengan kota Singapura. Masa SMA di Indonesia, dan mengenyam kuliah, pendidikan Strata Satu di Amerika Serikat. Setelah itupun kembali ke Singapura untuk bekerja.
Kini pandemi global telah membuat semua sisi kehidupan berubah, Singapura yang pernah menjadi rumah keduanya menjadi asing, persis saat kedatangannya 10 hari lalu ke Singapura.
” Changi airport jam 21.00 sebagian sudah gelap, sunyi mencekam dan hanya petugas yang terlihat. Sebagian besar penumpang pesawat hanya transit dan saya di tempatkan di sebuah bus untuk ke hotel bersama 7 orang, dua diantaranya dari India yang angka penderita COVID-19 di negaranya juga tinggi,” jelasnya.
Bepergian ke Singapura kali ini di saat pandemi benar-benar berbeda. Pelayanan di darat ( bandara) dilakukan secara online dan tak banyak sentuh hingga kenangan suasana tegang dalam pesawat berbadan lebar dengan hanya 70 penumpang dan tampak kosong
” Waktu datang naik Singapore Airlines masih tetap dikasih makan malam tapi perlengkapan sendok/ garpu sekali pakai. Begitu pesawat mendarat kita diminta tetap duduk dan tunggu panggilan turun berdasarkan nama,”
Di imigrasi meski semua data sudah terbaca sejak check-in di maskapai yang ditumpangi, penumpang diperiksa cukup lama sekitar 15 menit per orang. Barulah diarahkan untuk menuju booth khusus karantina.
Tiap orang mendapat karantina hotel bintang lima yang berbeda-beda. Ketika tiba di kamar hotel maka seperti orang yang kehilangan kebebasan dan ‘ terpenjara’ Laura cuma bisa pasrah. Dia berusaha membuat jadwal harian apa yang akan dikerjakan dan menerapkannya.
” Hari Minggu mendatang ketika karantina berakhir, saya akan dijemput teman dan malamnya mau makan di HaiDiLao hotpot. Saya akan menginap diapartemen temen hingga urusan di Singapura selesai,” kata Laura.
Setelah pengalaman minggu pertamanya yang kurang mendapatkan asupan makanan enak, wajar yang terbayang dimata adalah Restoran HaiDiLao Hotpot dengan aneka rasa kuah, irisan daging tipis, bakso, udang, wagyu yang menggiurkan Apalagi resto ini terkenal dengan servis personalnya kepada para pengunjungnya.
Restorannya capai angka 400 an di China, Hong Kong, Taiwan, AS, Korea, Jepang, Kanada, Australia, Malaysia, Singapura, dan tentu yang termuda adalah Indonesia
Di Jakarta, antrian untuk bersantap di resto ini lumayan panjang tapi di ruang antri bisa menikmati kudapan seperti es krim, kue mochi, minuman jus jeruk, lemon tea, dan berbagai macam snack. Oke Laura selamat kulineran….
MONTREAL, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dan Federasi Asosiasi Pilot Jalur Udara Internasional (IFALPA) bersama-sama meminta pemerintah untuk mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh the International Civil Aviation Organization (ICAO) Council Aviation Recovery Task Force (CART) untuk membebaskan awak crew ( kru) dari Pengujian COVID-19 yang diterapkan pada pelancong udara.
Pedoman CART secara khusus merekomendasikan bahwa awak crew tidak boleh tunduk pada pemeriksaan atau pembatasan yang berlaku untuk pelancong lain. Selanjutnya menurut CART. Metode pemeriksaan kesehatan untuk anggota kru harus “non-invasif”.
Terlepas dari pedoman ini, semakin banyak negara yang menerapkan langkah-langkah kesehatan publik yang sama untuk awak kapal yang diterapkan pada masyarakat umum yang melakukan perjalanan.
Langkah-langkah tersebut termasuk memberikan bukti tes COVID negatif sebelum keberangkatan dan dalam beberapa kasus tes COVID negatif kedua diperlukan pada saat kedatangan. Selain itu, beberapa regulator penerbangan sipil hanya mengizinkan awak dengan sertifikat uji PCR COVID-19 negatif untuk singgah di negaranya masing-masing.
“Langkah-langkah ini tidak hanya melanggar pedoman global ICAO yang direkomendasikan, tetapi juga gagal memperhitungkan fakta bahwa interaksi dengan penduduk lokal diminimalkan,” kata Gilberto Lopez Meyer, Wakil Presiden Senior IATA, Operasi Keselamatan dan Penerbangan.
Misalnya, kru yang singgah sering kali dibatasi di hotel. Tindakan tersebut juga mengabaikan fakta bahwa maskapai penerbangan telah mematuhi persyaratan perlindungan kesehatan negara asalnya dan program pemantauan untuk mengelola kesehatan awak, yang biasanya mencakup tindakan untuk mengurangi risiko infeksi.
“Tindakan yang diterapkan oleh beberapa negara tidak hanya melanggar pedoman yang direkomendasikan tetapi juga memberikan tekanan yang tidak semestinya pada kru. Panduan yang diberikan telah dikembangkan dengan hati-hati untuk memastikan operasi dapat berlanjut tanpa membahayakan keselamatan awak dan penumpang, ”kata Kapten Jack Netskar, Presiden IFALPA.
Selain gangguan dan ketidaknyamanan fisik pada pengujian COVID-19 harian, ada pertimbangan biaya yang signifikan. Sebuah maskapai penerbangan global memperkirakan biaya untuk memenuhi persyaratan tersebut untuk satu penerbangan harian akan bertambah hingga US$ 950.000 per tahun.
“Maskapai penerbangan bersedia berinvestasi dalam keselamatan yang memberikan hasil yang berarti, tetapi tidak demikian halnya dengan persyaratan pengujian yang tidak terkoordinasi dan sepihak,” kata Lopez Meyer.
Negara harus mengakui bahwa awak kapal menunjukkan profil risiko yang berbeda dari penumpang dan bahwa lebih banyak fleksibilitas dan kelonggaran persyaratan pengujian dan / atau karantina dapat dipertimbangkan termasuk pengecualian, tegasnya.
MADRID, bisniswisata.co.id: Komite Pengembangan Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan telah bertemu kedua kalinya guna pembentukan kerangka hukum yang penting dan selangkah lebih dekat untuk direalisasikan.
Badan Pariwisata Dunia, UNWTO, menyelenggarakan pertemuan virtual konsultatif pekan lalu yang memperhitungkan partisipasi 92 Negara Anggota, serta satu Anggota Associate. Mereka bergabung untuk diskusi dimana para para ahli hukum dari beberapa kawasan global berkumpul.
Semua adalah anggota Consultative Group khusus serta memperkenalkan para pengamat dari organisasi internasional baik pemerintah maupun non-pemerintah yang akan bekerja sama dengan UNWTO dalam pengembangan kode dan menjamin bahwa hasilnya adalah seperangkat standar yang representatif dan seimbang
Beragam pengamat mencerminkan minat yang kuat pada Kode Internasional yang dirancang untuk menawarkan perlindungan yang lebih besar kepada wisatawan sebagai konsumen dan untuk menyebarkan tanggung jawab membantu wisatawan yang terkena dampak situasi darurat di seluruh sektor.
The European Commission’s Directorate-General for Internal Market, Industry, Entrepreneurship and SMEs yang bertanggung jawab atas kebijakan pariwisata Uni Eropa menyoroti minatnya untuk mengikuti proyek ini mengingat potensi kesamaan dengan kerja Komisi.
Turut bergabung dengan mereka adalah perwakilan dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), International Civil Aviation Authority (ICAO) dan International Organization for Standardization (ISO).
Selain itu, di jajaran kalangan swastanya menyoroti upaya kuat panitia, sejumlah organisasi bisnis dan kelompok lainnya yang smbil bagian sebagai pengamat. Di antaranya adalah International Air Transport Association (IATA) dan Hotrec, yang mewakili sektor perhotelan Eropa. Peserta Komite juga memilih Ketua (Brasil) dan Wakil Ketua (Yunani).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: American Airlines memberikan mosi percaya kepada Boeing 737 MAX. Perusahaan Amerika Utara ini menjadwalkan lima penerbangan dengan pesawat lorong tunggal ini selama bulan Desember 2020, dimana perjalanannya tidak ada penumpang yang diizinkan dan tujuannya adalah bandara keberangkatan yang sama.
Dilansir dari tourism review, Kelima perjalanan American Airlines ke mana-mana akan lepas landas dari Dallas, Miami, dan New York. Perjalanan ini mengikuti tren yang sama dari konsep ‘penerbangan ke mana-mana’ yang menjadi populer di Asia dan Oseania dalam beberapa bulan terakhir.
Kecuali kali ini tujuannya bukan untuk mempromosikan pariwisata domestik atau mengimbangi kerugian, tetapi untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna pada pesawat Boeing yang diperangi.
Di darat selama hampir 2 Tahun
B737 MAX menerima sertifikasi yang telah lama ditunggu dari Administrasi Penerbangan Federal AS pada 18 November, setelah hampir dua tahun terpaksa tetap di darat karena dua kecelakaan fatal: satu di Indonesia dan satu di Ethiopia, yang mengakibatkan 346 kematian.
Setelah 20 bulan, temuan mengungkapkan bahwa, karena kegagalan teknis, sistem keselamatan yang dirancang untuk mencegah pendakian yang terlalu cepat telah berperilaku tidak semestinya, menyebabkan pendakian tiba-tiba yang tidak dapat dikendalikan oleh pilot dan menyebabkan kecelakaan fatal.
Krisis ini telah merugikan Boeing hampir 17 miliar euro, termasuk 1.000 pembatalan pesanan pesawat dan kompensasi kepada para korban dan maskapai penerbangan. Krisis B737 MAX semakin parah di tengah pandemi virus korona, yang berdampak besar pada industri penerbangan.
Terbang ke mana-mana
American Airlines menjadwalkan pengembalian B737 MAX-nya pada 29 Desember mendatang. Maskapai ini akan membuat lima penerbangan yang diperuntukkan bagi karyawan serta pekerja dari mitra regional Envoy Air, Piedmont Airlines, dan PSA Airlines. Pengguna kartu kredit Credit Union American Airlines juga dapat mengikuti perjalanan ini.
Penerbangan akan berlangsung hanya satu jam dan akan kembali ke titik awal. Perjalanan pertama berlangsung pada 3 Desember dari Dallas-Fort Worth, diikuti dengan penerbangan lain pada 8 Desember dari Miami.
Dua B737 MAX akan lepas landas dari Bandara LaGuardia di New York pada 9 dan 15 Desember, dengan penerbangan terakhir lepas landas di Miami pada 17 Desember 2020.
American memiliki 24 pesawat tipe B737 MAX dalam armadanya, dan mempertahankan 76 pesanan untuk unit baru, yang setidaknya delapan harus diterima sebelum akhir tahun ini.
Kepercayaan awak akan sulit pulih meskipun banyak karyawan yang sudah berlatih simulator penerbangan untuk mendapatkan kembali kendali, tetapi kepercayaan pelanggan jelas merupakan hal yang berbeda.
Pilih pesawat berbeda
Chief Customer Officer Alison Taylor menunjukkan bahwa maskapai akan memperingatkan penumpang jika mereka telah memesan tiket di B737 MAX, dan jika mereka tidak yakin untuk terbang dengan pesawat ini, mereka akan diizinkan untuk mengubah tiket mereka.
Southwest Airlines, operator B737 MAX terbesar, memiliki 31 unit di armadanya, dan CEO Gary Kelly mengatakan bahwa mereka dapat menjadwal ulang penerbangan dengan pesawat ini hanya pada kuartal kedua tahun 2021.