Tips Raih Tiket Liburan Murah di Travel Fair

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seiiring meningkatnya tren traveling di Tanah Air, acara-acara bertema wisata pun sering digelar. Dan, di ajang travel fair atau pameran wisata inilah kesempatan mencari tiket murah bisa terpenuhi. Tak heran bila travel fair menjadi ajang yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, terutama bagi traveler yang akan melakukan perjalanan wisata di 2018.

Jangan kuatir, hingga penghujung kuartal pertama 2018, ada lebih dari 10 travel fair yang diselenggarakan oleh perusahaan travel atau pun maskapai yang bekerjasama dengan perusahaan perbankan. Bahkan, maskapai dan bank plat merah Indonesia pun turut menyelenggarakan pameran wisata pada akhir pekan ini.

Meski banyak pameran wisata yang diselenggarakan, namun masih banyak traveler yang gagal untuk mendapatkan tiket murah di helatan tersebut. Shopback Indonesia, platform gaya hidup yang mendukung masyakarat untuk dapat belanja dengan bijak, hemat dan cermat, mencoba membeberkan beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendapatkan paket liburan hemat pada saat pameran wisata tersebut.

Jadi, bagi Anda yang berencana mengunjungi pameran wisata akhir pekan ini, tidak ada salahnya mencoba beberapa tips yang dilansir dari laman Shopback, antara lain:

#. Tentukan destinasi dan siapkan beberapa tanggal pilihan

Sebelum mengunjungi pameran wisata, pastikan Anda sudah memiliki destinasi wisata yang ingin dikunjungi, serta siapkan beberapa pilihan tanggal untuk perjalanan wisata Anda. Minimal Anda sudah memiliki tiga pilihan tanggal, jadi jika pilihan tanggal pertama tidak sesuai dengan budget, masih punya pilihan tanggal lainnya.

#. Hindari peak season

Meski memiliki beberapa tanggal pilihan, namun Anda harus memastikan bahwa tanggal tersebut tidak termasuk peak season. Peak season yang dimaksud seperti, libur lebaran, libur sekolah serta libur natal dan tahun baru. Biasanya di periode tersebut potongan harga yang diberikan maskapai tidak terlalu fantastis jika dibandingkan dengan waktu-waktu selain periode tersebut.

#. Pesan dulu di travel agent

Jika punya rekanan atau langganan travel agent yang berpartisipasi pada pameran wisata, tidak ada salahnya untuk memesan lebih dahulu di travel agent tersebut. Jadi Anda tidak perlu berdesak-desakan untuk mengantre dan bisa menghemat waktu Anda untuk berburu promo lainnya, seperti promo hotel atau promo kebutuhan travel lainnya.

#. Datang hari pertama

Kesempatan untuk mendapat tiket murah pada hari pertama pada pameran wisata lebih besar ketimbang di hari berikutnya. Hal ini disebabkan kuota seat promo masih tersedia banyak. Apalagi, jika hari pertama di gelar saat hari kerja, ini akan lebih menguntungkan karena pengunjung akan lebih sedikit di hari tersebut. Juga bagi yang memiliki kartu kredit bank rekanaan penyelenggara, manfaatkan kesempatan mendapatkan cashback dengan datang lebih awal dan saat pengunjung tidak terlalu ramai.

#. Perhatikan semua promo ditawarkan

Promo-promo yang diberikan tidak hanya dari maskapai dan bank rekanan penyelenggara saja, terkadang beberapa tenant juga menawarkan beragam promo menarik, baik itu promo tiket pesawat, promo penginapan, paket tour atau atraksi wisata lainnya. Seperti Shopback yang memberikan cashback hingga 30% untuk setiap pemesanan penginapan dan cashback 90% untuk pembelian barang-barang travel essential.

#. Manfaatkan “happy hour”

Sejumlah tiket murah akan dilepas saat “Happy Hour”, namun tentunya dengan kuota yang terbatas. Jadi untuk mendapatkan tiket murah, ada baiknya Anda untuk datang tepat waktu saat Happy Hour. Biasanya Happy Hour dilakukan dua kali, pagi mulai pukul 10.00 hingga 13.00 dan sore mulai pukul 16.00 hingga 18.00. Nah, dari pengalaman waktu terbaik membeli tiket saat Happy Hour adalah pada pukul 16.00 sampai 17.00 di hari pertama. Selamat mencoba. (*)

Danau Toba Dilengkapi Toilet Canggih

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Guna mewujudkan kebersihan serta kenyamanan wisatawan yang berwisata di pulau Samosir, Danau Toba Sumatera Utara (Sumut), Kementerian PUPR memengembangkan toilet canggih berskala internasional. Kementerian PUPR mengerahkan Balitbangnya untuk mendukung Kawasan Strategis Parisiwata Nasional (KSPN) di kawasan wisata Tele, Danau Toba.

Toilet pariwisata ini bisa dikatakan sebagai toliet canggih skala internasional dikarenakan menerapkan teknologi Instalasi Air (IPA) dan Teknologi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang merupakan prouduk teknologi hasil karya anak bangsa yakni hasil karya penelitian Pusalitbang Perumahan dan Permukiman, Balitbang.

Untuk IPAL, terdiri dari atas kolam sanita dan biofil sementara IPA yang terdiri atas menara aerasi dan reverse osmose (RO). Dan keunggulannya dari sisi teknologi ini, dibanding dengan teknologi yang serupa dalah dari sisi anggaran yang murah, untuk IPAL hanya dibangun dengan anggaran 209 juta, sementara IPA hanya menelan biaya sebesar Rp498 juta.

Badan Penelitian dan Pengembangan melalui Puslitbang Kebiajakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) telah merampungkan pembangunan toilet pariwisata skala internasional sekaligus diserah terimakan langsung kepada pihak daerah dalam hal ini pihak dari Bappeda Kabupaten Samosir pada hari jumat (22/3/18) berlokasi di Bangunan Geopark Kaledra Toba, Rest Area Tele.

“ini merupakan replikasi perdana teknologi Balitbang, yang pada tahun 2017 adalah prototype, serta merupakan proses pembuktian bahwa produk litbang sudah bisa dikerjakan oleh pihak swasta, tidak hanya oleh pihak peneliti Balitbang semata,” ungkap Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerepan Teknologi, Rezeki Peranginangin dalam keterangan tertulis, Senin (09/04/2018).

Sebagai informasi, lanjut dia, kebetulan DIY itu membangun toliet persis seperti ini, tapi teknologinya impor semua, ada RO, ada IPAL yang didatangkan dari swedia, luas bagunannya sama, itu menghabiskan dana hingga Rp5,5 miliar, selisih Rp2,2 miliar lebih mahal.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengaku gembira terhadap pembangunan percontohan toliet canggih yang dibangun oleh pihak pemerintah Pusat dalam hal ini Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Balitbang.

“saya merasa sangat berterimakasih atas dibangunnya toilet canggih ini yang telah memenuhi tarap standar internasional dan telah dipilihnya lokasi objek wisata Tele sebagai lokasi penerapannya karena ini baru pertama kali di Indonesai dan hanya baru dua wilayah, satu lagi di DIY Yogyakarta,” Ucap Rapidin Simbolon.

Serta rencananya lokasi tersebut akan dijadikan pintu gerbang utama memasuki wilayan Danau Toba yang saat ini memanang tengah dalam proses penilaian dari UNESCO untuk dijadikan kawasan Global Geopark Netwok.

Toilet ini terdiri atas dua lantai. Lantai pertama terdapat lima toliet wanita dan tiga toliet pria ditambah lima urinoir. Selain itu juga dilengkapi satu toilet difable dan ruang laktasi, dan mushola.

Sementara itu dilantai dua, terdapat ruang pamer yang nantinya akan dimanfaatkan untuk informasi pariwisata danau toba, serta informasi teknologi. Serta dapat dimanfaatkan sebagai area berfoto selfie karena dari lantai tersebut terlihat jelas indahnya pulau Samosir dan Danau Toba. (redaksibisniswisata@gmail.com)

EXPLORE! eps.1: Tahun Baruan 2018 di Tanjung Lesung

this formate

EXPLORE! by bisniswisata.co.id
eps.1: Tahun Baruan 2018 di Tanjung Lesung

Kami menginap di Kalicaa Resort yang dikelola oleh Jababeka. Villanya bernama Blue Whale Santuary ( BWS). Di area ini villa-villa milik perorangan di dalam kompleks dan dikelola oleh Tanjung Lesung Resort.

Tempat ini menjadi pilihan keluarga besar karena letaknya 180 km dari ibukota Jakarta dan menjadi surga tersembunyi di wilayah Barat yang tidak kalah dengan keindahan pantai di Bali. Tanjung Lesung ini terletak di Desa Panimbangjaya,Pandeglang, Banten.

Selain itu magnet yang membuat rombongan keluarga ini datang karena kawasan Tanjung Lesung kini telah dinobatkan sebagai “ Bali Baru” dan menjadi satu dari 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Kementerian Pariwisata.

Berlokasi di ujung paling barat Pulau Jawa, yaitu Kabupaten Pandeglang, Banten, KEK Tanjung Lesung merupakan KEK Pariwisata pertama dan telah diresmikan beroperasi pada Februari 2015.

Letaknya cukup strategis dan akses yang mudah dijangkau dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna serta kekayaan budaya yang eksotis.

Lokasinya dekat dengan atraksi wisata Banten lainnya seperti Kawasan Tua Banten, Budaya Badui dan Debus, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau serta wisata kepulauan.

Tanjung Lesung berasal dari kata “lesung” yaitu alat penumbuk padi tradisional, Tanjung Lesung memiliki bentuk dataran pantai wilayah yang menjorok ke laut dan mirip lesung. Dengan pantai pasir putih serta laut yang jernih, KEK Tanjung Lesung telah menarik baik wisatawan nasional maupun internasional.

Selama tahun 2016 tercatat jumlah kunjungan wisatawan sejumlah 570.000 orang dan ditargetkan meningkat hingga 6,1 juta wisatawan saat beroperasi penuh pada 2020.

Progress percepatan pengembangan destinasi wisata ‘Bali Baru’ ini makin menggeliat dan yang menjadi fokus prioritas, adalah 3A yaitu Akses, Atraksi dan Amenitas.

Untuk akses selain tol juga akan ada program re-aktivasi kereta api, yang sudah lama mangkrak dan bakal dihidupkan lagi untuk jalur Rangkasbitung-Pandeglang-Saketi-Labuhan.

Soal atraksi, Pemprov Banten dan PT Banten West Java Tourism Development Corporation ( PT BWJ) memiliki event tahunan Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung dimana selama festival pada tahun lalu Festival itu meliputi Photography juga ada festival Kuliner, Handicraft & Souvenir, Business Forum dan lainnya.

Sedangkan dari aspek amenitas, nantinya fasilitas tambahannya adalah Air strip, Kampung Sawah Cottage, Ladda Bay Village, Kalicaa Villa, Mongolian Culture Centre, Residence dan rencana pembangunan 10.000 Homestay di Kawasan KEK Tanjung Lesung.

Dukungan lainnya adalah realisasi program Infrastruktur Pemukiman Pendukung Pariwisata. Terutama untuk Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjung Jaya (Kelompok Batik).

Jam baru menunjukkan pukul 9.30 pagi ketika rombongan memasuki pintu masuk kawasan Tanjung Lesung Resort. Untuk mencapai villa Kalicaa yang bernama Blue Whale Santuary ( BWS) jarak dari gerbang menuju tempat kami menginap cukup jauh, sekitar 2,5 kilometer.

Tidak ada kendaraan umum yang bisa mengantarkan kami keluar masuk kawasan tersebut. Sehingga mobil-mobil pribadi dari para tamu dan motor karyawan yang nampak lalu lalang.

Empat jam perjalanan membuat kami semua bergegas ke pantai menikmati desiran angin ditemani minuman kelapa muda, jus, kopi dan cemilan lainnya sambil menunggu check-in di BWS, Tanjung Lesung Resort.

Jam belum menunjukkan jam 12 siang tapi para karyawan di hotel itu sudah mengarahkan kami ke villa BWS. Unik juga bangunan properti ini mirip huruf V dan dibagian depan langsung ada kolam renang.

Di atas kolam renang adalah lobby villa menyatu dengan ruang makan, sofa-sofa untuk santai dan dapur bersih.Sambil duduk mengobrol, kita bisa mengawasi anak-anak yang langsung berenang tanpa bisa dirayu lagi untuk menunggu waktu sore saat sinar matahari mulai meredup. Tiba di villa welcome drink sudah disiapkan berupa buah kelapa muda.

Sementara kami puas berenang, tamu-tamu dari villa – vila Kalicaa lainnya melintas di depan villa. Penasaran dengan kolam dan villa kami yang terbesar dari villa yang ada. Mereka berombongan dan berjalan santai ke tepi pantai di seberang. Jarak vila ke tepi pantai hanya dibatasi jalan dan padang rumput yang hijau sehingga dari kamar bisa melihat ombak lautan dari kejauhan sekaligus rumput hijau yang luas.

Ganggu Komodo, Pemandu Wisata Terancam Di-blacklist

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Budi Kurniawan sudah menegur keras pemandu wisata yang kedapatan mengajak wisatawan bermain-main dengan komodo sekaligus mengganggu satwa liar dilindungi tersebut. Mereka akan dimasukkan ke daftar hitam dan dilarang beroperasi kalau kembali melakukan aktivitas yang membahayakan semacam itu.

“Kami sudah berikan teguran keras kepada pemandu wisata bersama, pemilik kapal dan operator tour, kalau diulangi maka akan di-blacklist, dan tidak boleh beroperasi lagi di kawasan wisata komodo,” ucap Budi Kurniawan seperti dilansir laman Antara, Senin (9/4/2018).

Dilanjutkan, TNK pada Jumat, 6 April 2018, memanggil dan memeriksa pemandu wisata serta pemilik kapal dan operator tur. Terutama, setelah mengetahui peredaran video amatir yang menunjukkan seorang pemandu wisata mengajak kliennya bermain-main dengan komodo di kawasan wisata sekitar Pulau Nusa Kabe dan selatan Pulau Rinca.

“Pemandu juga sudah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Apabila mengulangi, maka akan di-blacklist oleh Balai TNK dan tidak boleh beroperasi lagi di TNK,” Budi menegaskan.

TNK akan segera mengumumkan peraturan zonasi kawasan yang boleh dikunjungi wisatawan dan yang dilarang untuk kegiatan wisata. Peraturan itu akan mengikat semua pemandu wisata dan operator tur. “Minggu depan kami akan mengeluarkan rilis peta zonasi, ini juga sebagai tindak lanjut sosialisasi untuk mencegah kejadian seperti sebelumnya terulang kembali,” tegasnya serius.

Balai TNK juga akan memasang papan peringatan di lokasi atau kawasan wisata komodo. Hal ini mengingat banyaknya lalu lintas turis di area yang merupakan salah satu lokasi menyelam untuk kapal LOB (Live On Board). “Selanjutnya kami terus pantau dan akan menindak tegas bagi para pelanggar aktivitas yang tidak sesuai dengan zonasi tersebut,” ujar Budi.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengecam aktivitas pemandu wisata (guide) yang mengajak wisatawan bermain-main dengan satwa komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Pulau Flores.

Kecaman itu terkait aktivitas pemandu wisata yang mengajak wisatawan bermain-main dengan satwa komodo (Varanus komodoensis) yang didokumentasikan melalui video amatir dan disebarluaskan.

Dalam video itu, tampak pemandu wisata atau ranger yang membawa para wisatawan menggunakan sekitar dua “speed boat” bermain-main dengan sejumlah satwa komodo yang berada di salah satu pantai di dalam kawasan TNK.

Sejumlah komodo yang berada di pantai kemudian berenang menghampiri pemandu wisata dan wisatawan di dalam “speed boat” atau kapal cepat dan diganggu menggunakan tongkat, kemudian kembali lagi ke pantai. “Sebagai asosiasi perjalanan wisata kami sangat mengecam dan menyesalkan kegiatan wisata bermain-main dengan satwa komodo seperti ini,” kata Abed Frans.

Abed Frans menyatakan pihaknya sangat menyesalkan aktivitas wisata seperti ini karena sangat membahayakan keselamatan wisatawan. “Bahkan ada anggota tur yang sudah komplain karena kasihan dengan komodo, mereka ngeri juga kalau saat itu mesin kapal tiba-tiba mati, apa yang terjadi kalau seperti itu,” ucapnya.

Asita telah melaporkan pihak agen travel, guide, dan pemilik kapal tersebut ke Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) selaku otoritas terkait agar memberikan tindakan tegas. “Dewan pimpinan cabang kami di Labuan sudah koordinasi dengan pihak BTNK dan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) setempat agar segera mengambil tindakan tegas kepada guide tersebut,” ujarnya.

Abed meminta para pemandu tidak memberikan contoh seperti ini terhadap wisatawan yang dilayaninya, khususnya di destinasi wisata seperti TNK yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Selain membahayakan keselamatan wisatawan, lanjutnya, ativitas wisata seperti ini juga mengganggu keberlangsung hidup habitat satwa purba komodo yang merupakan salah satu dari tujuh keajabain dunia (new seven wonders). (NDY)

Arumi Bachsin Jadi Duta Pariwisata Gili Ketapang

this formate

PROBOLINGGO, bisniswisata.co.id: Aktris, model dan presenter Arumi Bachsin menyatakan kesediannya menjadi Duta Wisata Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pernyataan itu Arumi sampaikan menyusul permintaan pegiat pariwisata setempat di sela kunjungannya bersama suami, Emil Elestianto Dardak, Ahad (08/04/2018).

Pulau Gili Ketapang merupakan kawasan wisata hasil swadaya masyarakat Probolinggo, Destinasi wisata bahari ini baru diresmikan dan setiap bulannya dikunjungi sekitar 6.000 wisatawan. Air laut di pulau ini berwarna biru jernih bepadu dengan pasir pantainya yang berwarna putih bersih. Ombak pantainya pun cukup tenang sehingga cukup aman bermain air ataupun berenang di sana.

Bahkan di Pulau ini ada Goa Kucing berbentuk rumah dengan goa didalamnya merupakan makam salah seorang ulama yang berperan dalam penyebaran agama Islam di sana. Syech Ishap, nama ulama itu memiliki ribuan kucing sehingga makamnya pun disebut dengan nama Goa Kucing. Tak jauh dari lokasi goa ini terdapat lagi pantai yang meski dipenuhi dengan batu-batu karang namun tetap terlihat bagus dengan airnya yang berwarna biru jernih.

Dipilihnya Arumi, dalam keterengan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, karena namanya sudah dikenal masyarakat luas di wilayah Probolinggo bahkan hingga penjuru nusantara. Dengan diangkatnya wanita kelahiran Jakarta, 19 Februari 1994 menjadi Duta Wisata bisa membawa efek agar Pulau Gili Ketapang semakin dikenal secara luas. Sekaligus dapat mendongkrak kunjungan wisatawan.

Ibu dua anak, Lakeisha Ariestia Dardak dan Alkeinan Mahsyir Putro Dardak mengaku senang menerima tugas sebagai Duta Wisata Pulau Gili Ketapang. “Semoga bisa membantu memperkenalkan pariwisata Pulau Gili Ketapang kepada masyarakat luas,” kata Arumi yang terjun pertama kali didunia layar lebar tahun 2008 dalam film Bestfriend dan film terakhir tahun 2016 berjudul Musik untuk Cinta.

Dia menilai Gili Ketapang sudah memiliki modal yang cukup untuk dipromosikan menjadi destinasi wisata baru di Jawa Timur. “Bisa dibilang pulau ini masih asri dan airnya masih bersih. Dengan kelebihan ini, saya rasa tidak menyisakan banyak pekerjaan rumah untuk pembenahannya,” ujar pemain sinetron Dia Bukan Anakku. (NDY)

Komunitas Motor Diajak Jokowi Touring sambil Sidak

this formate

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Komunitas klub motor dari Elders, Cleveland, komunitas artis diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan touring sambil sidak meninjau dua lokasi Padat Karya Tunai, di Desa Pasir Suren dan Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat, Ahad (8/4/2018).

Dalam touring, Presiden Jokowi memilih mengendarai sepeda motor Royal Enfield Bullet 350 cc, dimodifikasi bergaya Chopperland yang dibeli dari produsen nasional pada Januari 2018. Sepeda motor bernomor polisi B 6366 ZJV warna kuning emas ini, menjadi kebanggan kepala negara.

“Hari ini saya bersama kawan-kawan saya akan jalan kurang lebih 30 km. Tadi mintanya 600 km, saya enggak sanggup kalau 600 km. 30 km nanti sampai ke pantai di Pelabuhan Ratu,” kata Presiden Jokowi sebelum menjalankan Chopperland.

Presiden sempat mengingatkan, jika ingin mengendarai sepeda motor, spion dan kelengkapan lainnya harus ada. “Ini spion ada, supaya enggak ramai nanti. Ritingnya ada, lampunya ada, nomornya ada, semuanya ada. SIM juga ada ini, komplet semua supaya semua tahu, kemudian BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor) ada, STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) ada, apalagi masih kurang? Helm… sebentar lagi helm dipakai, ada semua,” kata Presiden Jokowi sembari menunjukkan perlengkapannya.

Kalau mencobanya di garasi, Presiden mengakui tidak perlu pakai helm. “Tapi kalau sudah naik seperti ini semuanya harus lengkap, harus komplet,” ujarnya seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Mengenai tujuan kegiatannya, Presiden Jokowi mengaku akan mengecek Proyek Padat Karya di 2 (dua) desa. “Saya ingin mengecek Padat Karya Tunai, biasanya pakai mobil, ini separuh jalan kita coba pakai sepeda motor,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo.

Rombongan Presiden berangkat dari Puskesmas Bantargadung hingga Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bergaya bak Dilan (film nasonal Dilan 1999) ini menyedot perhatian warga. Hampir di sepanjang jalan, warga bisa langsung melihatnya.

Terlihat pula Jokowi sangat menikmati kuda mesin Royal Enfield Bullet 350 cc. Di belakangnya, ayah Kaesang Pangarep ini diikuti beberapa biker yang juga mengendari motor modifikasi. Kerennya lagi, Jokowi memakai jaket denim biru berlukis peta Indonesia dengan helm half face hitam serta mengenakan celana jeans dan sepatu Vans. “Keren banget, Pak,” cetus salah seorang warga, Aditya (34).

Tiba dilokasi motor Presiden Jokowi diparkir di depan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Desa Citarik dengan pengamanan ketat puluhan Paspampres. Jokowi tiba di lokasi sekira pukul 11.40 WIB dan langsung disambut oleh warga sekitar. “Pak Jokowi, Pak Jokowi,” teriak warga.

Kepala negara sempat memberikan senyum kepada warga yang menyambutnya. Mengenakan jaket jeans bergambar pulau Indonesia berwarna merah putih, Jokowi langsung bertemu Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan yang telah tiba terlebih dahulu.

Kemudian orang nomor satu di Indonesia itu menyapa ribuan warga Desa Citarik yang sejak pagi menanti dengan melampaikan tangan. Kedatangan Presiden Jokowi dan Gubernur Jabar Heryawan disambut oleh Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Widjojo serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang sudah tiba lebih dulu di lokasi.

Rombongan kemudian meninjau implementasi penyerapan Dana Desa Citarik 2018 senilai total Rp771 juta yang pada tahap awal dipergunakan untuk membangun kolam retensi dan infrastruktur pembangunan penahan tanah longsor di sekitar Bukit Manunggal.

Sementara Lapangan Manunggal Kampung Lio Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dipadati warga yang ingin menyaksikan secara langsung kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ahad (8/4) pagi. Lapangan Manunggal seluas 1.000 meter per segi di sisi selatan Desa Citarik itu didatangi warga dari sejumlah perkampungan di Desa Citarik.

“Penasaran sama Pak Jokowi. Kata petugas desa mau datang ke sini sekalian bagi-bagi sembako murah,” kata Aisah (48) warga Kampung Ciawung, Desa Citarik di Pelabuhan Ratu.

Warga yang hadir di antaranya berasal dari Kampung Bagbagan, Kampung Cisoka, Kampung Ciawun, Kampung Cibarengkok, Kampung Cigarduh, Kampung Logok Loa, Kampung Lio, Kampung Repagan, Kampung Bakan Peundeuy dan lainnya. Warga RW05 itu mengaku antusias menyambut kehadiran Presiden beserta rombongan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Imigrasi ke lokasi tersebut. (NDHIK)

Citarik Kembangkan Objek Wisata Baru

this formate

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Citarik, semua orang sudah tahu dan mengenalnya. Terkenal dengan kawasan rafting atau arung jeram dengan derasan air sungai yang dasyat. Karenanya destinasi wisata menantang ini, merupakan obyek wisata yang tepat untuk menguji nyali sekaligus meningkatkan adrenalin.

Bukan rahasia umum, kalau Sukabumi di Jawa Barat memiliki banyak jeram yang menantang. Tak sedikit traveler berkunjung ke Sukabumi saat wekeend untuk main arung jeram bareng teman. Di antara sekian banyak jeram yang ada, dua yang paling populer adalah Sungai Citarik dan Citatih. Untuk mencapainya, dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam dari Jakarta.

Dalam jagat arung jeram, nama Sungai Citarik di Sukabumi tentu sudah tak asing di telinga traveler. Sungai yang memiliki panjang 44 Km dan bermuara di Pelabuhan Ratu ini memang begitu menarik dan populer. Federasi Arung Jeram Internasional atau International Rafting Federation (IRF), Sungai Citarik memenuhi standar arung jeram. Tingkat kesulitannya pun bervariasi dari Grade I (Easy) – VI (Extreme).

Jika ingin mencoba, operator tur Arus Liar pun bisa jadi pilihan. Tersedia beberapa paket wisata arung jeram di Sungai Citarik, mulai dari paket rafting sungai sepanjang 5 Km hingga 17 Km.

Kini Citarik kembali melakukan inovasi baru. Tahun ini Desa Citarik tengah berupaya menggarap empat obyek wisata baru. Keempat potensi alam tersebut adalah Situ Kubang, Curug Dulang, Bukit Manunggal, dan Goa Repagan. Destinasi wisata baru ini agar wisatawan yang datang main surfing tidak bosan untuk datang ke Citarik.

“Biasanya jika sudah pernah ke Citarik sudah tak tertarik lagi. Untuk itu kami mengembangkan obyek wisata baru agar kunjungan wisatawan ke desa Citarik terus naik,” lontar Kepala Desa Citarik, Moch Ledi Nurlaidi disela-sela menunggu kedatangan Presiden Jokowi yang mengadakan kunjungan kerja di Citarik, Ahad (08/04/2018).

Dijelaskan pariwisata di desa Citarik mulai melakukan pengembangan obyek wisata baru sejak tahun 2016. Hingga kini sudah rampung 35 persen, diharapkan pada musim liburan sekolah sudah mulai operasonal. Dan liburan akhir tahun sudah mendekati finish.

Situ Kubang merupakan kolam retensi seluas tiga ribu meter persegi, yang difungsikan oleh warga setempat untuk kebutuhan air bersih. Kolam penampungan air adalah hal yang lumrah di Desa Citarik, karena lokasinya berada di perbukitan sehingga untuk mendapatkan air tanah kerap menjadi kendala.

Sekitar tiga kilometer dari Situ Kubang, terdapat potensi alam Curug Dulang yang memiliki tujuh air terjun yang berasal dari Gunung Jayanti. Sementara Bukit Manunggal di Kampung Tegalega Pasir merupakan area perbukitan seluas 25 hektare yang berfungsi sebagai menara pandang ke arah pesisir laut Pelabuhan Ratu.

Potensi wisata berikutnya yang tengah digarap adalah Goa Repagan, yang menyimpan sejarah leluhur berikut nuansa kebudayaan warga setempat. Menurut Ledi banyak cerita leluhur Desa Citarik yang berasal dari Goa Repagan. “Goa Repagan ini merupakan area bebatuan yang menarik untuk difoto dan dinikmati nuansa alamnya karena ada di perbukitan,” ujarnya seperti dikutip laman Antara.

Ledi mengatakan upaya merealisasikan keempat objek wisata tersebut, mendapatkan alokasi Program Dana Desa Padat Karya Tunai sebesar total Rp771 juta. “Sebagian akan diserap untuk kebutuhan realisasi ekowisata di kampung kami,” katanya. (NDY)

2022, Hotel Antariksa Mewah Terima Tamu

this formate

SAN FRANCISCO, bisniswisata.co.id: Startup teknologi antariksa AS Orion Span telah meluncurkan Aurora Station, sebuah hotel mewah yang katanya akan menjadi tuan rumah bagi para turis di orbit rendah Bumi pada 2022.

“Tujuan kami adalah untuk membuat antariksa yang dapat diakses oleh semua dengan terus mendorong nilai yang lebih besar dengan biaya lebih rendah,” kata Frank Bunger, CEO dan pendiri Orion Span, sebagaimana dikutip CNET, Ahad (08/04/2018).

Meski tergolong hemat, biaya wisata ini sekitar US$ 9,5 juta dolar (Rp 130 miliar) untuk pengalaman 12 hari menjalani 200 mil (322 kilometer) di atas Bumi. Bagaimanapun, angka itu sudah jutaan kurang dari pesiar turis lainnya ke luar angkasa. Perjalanan ke salah satu roket ke ISS kini berbiaya lebih dari US $ 40 juta (Rp 551 miliar).

Pembangunan di Stasiun Aurora akan dimulai tahun depan di Houston, kata Bunger, meskipun tidak di NASA, karena ini adalah usaha swasta. Hotel ini pada dasarnya akan menjadi sebuah silinder yang cocok di dalam roket dan dapat menampung empat tamu sekaligus, ditambah dua anggota awak yang juga kebetulan mantan astronot. Setidaknya satu akan memiliki pengetahuan ruang-obat, Bungee memberitahu saya, jika penumpang mendapatkan kasus kuman Zero-G.

Stasiun Aurora akan menyelesaikan orbit setiap 90 menit, yang berarti para tamu akan melihat siang dan malam di Bumi ratusan kali. Ketika mereka tidak memposting gambar Instagram melalui internet nirkabel berkecepatan tinggi, mereka juga dapat menikmati pengalaman VR di holodek atau hanya mengapung di suite mereka.

“Estetika yang kami inginkan adalah kelapangan,” kata Bunger. “Kapan pun Anda berada di pesawat angkasa jenis apa pun, ada kecenderungan alami untuk menjadi kacau dengan sistem atau kontrol. Kita akan mencari yang benar-benar bersih dan modern.”

Orion Span mengumumkan Stasiun Aurora pada KTT Space 2.0 di San Jose, California, pada hari Kamis. Pada hari yang sama, pesawat ruang angkasa Virgin Galactic milik Richard Branson diarahkan untuk para wisatawan menyelesaikan uji terbang yang sukses, tiga setengah tahun setelah kecelakaan fatal SpaceShipTwo milik Virgin Galactic.

Wisatawan Stasiun Aurora akan tiba di hotel melalui roket, meskipun belum jelas apakah itu akan menjadi milik Elon Musk. Mereka yang bersemangat untuk liburan di Stasiun Aurora dapat mendeposit uang muka US$ 80.000 yang dapat dikembalikan sepenuhnya (Bunger mengatakan bahwa startup tersebut sudah mendapatkan lebih banyak reservasi daripada yang diharapkan, tetapi dia belum akan berbagi angka).

Bunger mengatakan salah satu alasan Orion Span dapat menargetkan harga kurang dari US$ 10 juta per orang adalah karena penurunan harga peluncuran. “Semua orang memperkirakan bahwa harga peluncuran akan turun,” katanya kepada Bloomberg. “Hampir setiap minggu ada perusahaan peluncuran roket antariksa lain yang memulai dengan cara baru untuk mengorbit lebih murah, lebih cepat, lebih baik.” sambungnya. (CNET)

14 April 2018, Grand Fondo Solo

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Memperkenalkan sekaligus mempromosikan pariwisata, Kota Solo menjadi tuan rumah Kejuaraan balap sepeda Grand Fondo Solo 2018. Lomba balap sepeda ini digelar 14 April 2018m dengan memberikan tantangan kepada seluruh pecinta balap sepeda dari Balaikota Surakarta hingga rute tanjakan menantang tepatnya di Cemoro Sewu Karanganyar, Jawa Tengah.

Grand Fondo merupakan perlombaan dari Italia berupa kejuaraan balap sepeda jarak jauh. Di Indonesia, event ini pernah digelar di Bali pada tahun 2017, dan sebelumnya Yogayakarta dan Mataram NTB yang menjadi salah satu seri Grand Fondo New York 2017. Kini, giliran Solo jadi tuan rumah dan pesertanya berasal dari seluruh Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke.

Tak bisa dipungkiri, selama ini wisatawan hanya mengenal Jogja dan Bali sebagai daerah tujuan wisata. Kini, mengangkat pariwisata Kota Solo dengan keindahan alamnya yang bisa diekspose di Cemoro Sewu. Grand Fondo Solo juga akan digabungkan dengan festival kuliner dan fashion batik.

Inti dari lomba ini bersepeda sambil berwisata. Tapi juga tidak meninggalkan unsur persaingan karena ini juga sebuah perlombaan. Hingga kini sudah tercatat ada 300 peserta yang mendaftar dan peserta tersebut tidak hanya dari Kota Solo, namun dari seluruh Indonesia.

Kejuaraan ini memperlombakan tiga kelompok umur untuk putra, yaitu 30-39 tahun, 40-49 tahun dan 50 tahun ke atas. Sedangkan untuk putri hanya dua kelompok yang diperlombakan, yakni usia 18-39 tahun dan 40 tahun ke atas.

Tercatat hingga kini ada 64 obyek wisata di kota yang bernama asli Surakarta. Bukan hanya memiliki latar sejarah yang kental, Solo juga mempunyai bentang alam yang cantik, kuliner yang naikmat dan fashion batik yang luar biasa. Tidak heran kalau banyak terdapat tempat wisata di Solo yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, religi, sampai modern.

Ada beberapa destinasi yang kerap dikunjungi wisatawan, antara lain:

#. Keraton Surakarta

Bangunan ini didirikan Susuhunan Pakubuwana II tahun 1744 untuk menggantikan Keraton Kartasura yang hancur lebur akibat peristiwa Geger Pecinan tahun 1743. Hingga kini, bangunan masih difungsikan sebagai tempat tinggal Sri Sunan sekaligus tempat wisata paling banyak dikunjungi di Solo. Kompleks di Keraton Surakarta dibagi menjadi: Alun-Alun Lor, Alun-Alun Kidul, Sasana Sumewa, Siti Hinggil Lor dan Kidul, Kemandungan Lor dan Kidul, Sri Manganti Lor dan Kidul, Kedaton, serta Kamagangan, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, salah satunya dipakai sebagai museum. Di tempat wisata di Solo ini, berbagai koleksi peninggalan kasunanan disimpan, seperti misalnya gamelan, replika pusaka keraton, dan benda-benda lain yang merupakan pemberian dari raja-raja Eropa.

#. Pura Mangkunegaran

Selain Keraton Kasunanan, juga ada Pura Mangkunegaran. Istana yang dibangun sangat indah dan megah ini merupakan tempat kediaman resmi pemimpin Kadipaten Praja Mangkunegaran. Bangunan di Jalan Ronngowarsito ini jadi pusat budaya dan seni Kota Solo. Beragam koleksi di dalam istana merupakan peninggalan Kerajaan Mataram dan Majapahit. Saat memasuki area pura/puro, ada halaman luas dan bangunan dengan arsitektur khas Eropa bertuliskan Kavalerie-Artillerie. Begitu masuk ke bagian dalam pura, disambut pendopo bergaya Eropa-Jawa lengkap dengan seperangkat dengan gamelannya, Kyai Kanyut Mesem.

#. Museum Manusia Purba Sangiran

Museum arkeologi di Desa Kalijambe, Sragen, menjadi objek wisata sejarah-edukasi ini letaknya tidak jauh dari situs fosil purbakala Sangiran, yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Dengan luas sekitar 56 km persegi, tempat ini tidak hanya difungsikan sebagai destinasi wisata, tapi juga pusat penelitian oleh arkeolog dari dalam dan luar negeri yang ingin mengetahui kehidupan manusia pada zaman prasejarah. Selain fosil rahang bawah Pithecanthropus erectus, di sini juga ditemukan jejak tinggalan masa lampau yang usianya 200.000 sampai 2 juta tahun.

#. Museum Batik Danar Hadi

Museum Batik Danar Hadi berlokasi di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 261, Sriwedari, Solo, Museum Batik Danar Hadi merupakan sebuah jujugan wisata batik terpadu di Kota Solo. Sesuai namanya, tempat ini dibangun oleh sebuah perusahaan batik asal Solo, PT Batik Danar Hadi. Memiliki nama lain House of Danar Hadi (HDH), bangunan ini terletak di kompleks bangunan kuno yang termasuk dalam cagar budaya Kota Solo – Ndalem Wuryaningratan. Di museum ini terdapat setidaknya 10.000 koleksi kain batik dengan motif yang berbeda, bergantung kultur, lingkungan, dan periode masing-masing pembuatan batik. Koleksi tersebut merupakan milik pribadi sang pendiri PT Batik Danar Hadi, H. Santoesa Doellah. Adapun di bagian belakang museum terdapat pabrik batik tulis dan cap yang dibuka untuk wisatawan.

#. Kampung Batik Kauman

Berkunjung ke Solo tentu tidak lengkap kalau tidak membeli batik khasnya. Nah, jika Anda tertarik untuk melihat proses pembatikan kain secara langsung, datanglah ke Kampung Batik Kauman, Solo. Di objek wisata belanja yang letaknya tidak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta ini, wisatawan bisa mendapat aneka batik dengan motif dan corak yang beragam. Umumnya batik yang diproduksi pengrajin di sini berupa batik tulis, batik cap, atau batik kombinasi, dengan motif modern dengan warna gelap. Kualitas produk dari kampung batik yang satu ini juga sudah terkenal sampai ke luar negeri.

#. Grojogan Sewu Tawangmangu

Destinasi pelesiran berupa air terjun setinggi 80 meter ini berlokasi di sisi barat Gunung Lawu, atau sekitar 37 kilometer dari pusat Kota Solo. Air terjun ini merupakan yang tertinggi di wilayah Jawa Tengah, lho. Untuk menuju ke lokasi, wisatawan harus mendaki setidaknya 1.000 anak tangga. Dengan pemandangan kanan-kiri yang indah, perjalanan akan terasa lebih menyenangkan. Mitosnya, kalian tidak boleh datang kemari dengan pasangan kalau tidak ingin jalinan asmara kalian bubar di tengah jalan.

#. Destinasi wisata Taman

Di Kota sola ada dua destinasi wisata taman atau tempat rekreasi bagi keluarga maupun wisatawan. Taman Sriwedari dan Balekambang;
Sriwedari di Laweyan dan sudah ada sejak era kepemimpinan Pakubuwana X. Di area ini terdapat Gedung Wayang Orang Sriwedari (GWO) yang menjadi tempat pertunjukan wayang orang. Sementara Taman Balekambang di Jalan Ahmad Yani, yang dibangun KGPAA Mangkunegara VII pada tahun 1921 untuk kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah.

#. Tugu Lilin

Tempat wisata ini berupa bangunan yang didirikan memperingati 25 tahun kelahiran Boedi Oetomo di Jalan Kebangkitan Nasional. Figur lilin sengaja dipilih untuk menggambarkan semangat dan perjuangan bangsa Indonesia yang terus menyala dalam upaya merebut kemerdekaan.
Tempat wisata di Solo ini sangat cocok dijadikan latar berfoto untuk Anda yang menyukai fotografi. Tidak hanya suasana sekitar lokasi yang sejuk dan menyegarkan mata, di sini kita juga bisa mempelajari sejarah sembari mengingat jasa-jasa perjuangan pada zaman dulu. Di dekat Tugu Lilin banyak terdapat tempat wisata kuliner yang lezat dan tidak boleh dilewatkan, salah satunya adalah Mi Ayam Pocong.

#. Pasar Klewer

Ada destinasi favorit wisata belanja kain atau batik, yaitu Pasar Klewer. Pasar tekstil terbesar di Solo ini menjual beragam kain batik, baik buatan pengrajin lokal maupun mancanegara. Ya, siapa sangka, orang luar negeri juga bisa membatik. Selain memiliki koleksi batik yang lengkap, di pasar yang ditempati sekitar 2.000 pedagang ini, juga bisa menemukan item fashion lainnya.

#. Kebun Binatang Taru Jurug

Berlokasi di Jalan Ir. Sutami, Kentingan, Jebres, tepatnya di sebelah kampus Universitas Sebelas Maret, Kebun Binatang Taru Jurug ini tidak hanya murah, tapi juga cocok dikunjungi bersama si kecil. Taman Satwa Taru Jurug ini didirikan pada tahun 1870 oleh Sultan Hamengkubuwono X sebagai tempat konservasi flora dan fauna. Seiring waktu, koleksinya pun kian bertambah. Di tempat wisata di Solo ini, pengunjung bisa menjumpai beragam satwa langka seperti misalnya merak hijau, harimau Sumatera, iguana, komodo, dan sebagainya.
(redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Penyebab Sakit Saat Traveling

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjaga kesehatan memang sangat penting. Bukan hanya saat menjalani aktiftas sehari-hari, tapi juga penting saat traveling. Siapa sih yang mau sakit saat traveling? Pasti gak ada yang mau dong. Semua traveler menginginkan traveling dalam keadaan sehat, segar bugar, fit dan tetap semangat.

Sebaliknya siapa yang bisa menolak kedatangan sakit, apalagi saat asyik-asyiknya traveling. Penyakit tidak bisa dipastikan kedatangannya. Sakit bisa datang kapan saja, dimana saja bahkan saat kita jalan-jalan pun. Alih-alih ingin menikmati liburan, akhirnya tumbang juga. Kan nggak mengenakan.

Karena itu sebelum traveling, menjaga kesehatan itu penting. Siapkan sejak dini agar penyakit tak gampang menyerang sekaligus mengetahui kondisi diri sendiri, lingkungan. Juga perlu diketahui apa penyebab seseorang sakit saat traveling. Ada beberapa tips penyebab terserang sakit seperti dilansir laman Tiket2.com:

1. Akibat Cuaca dan perubahan iklim

Saat hujan atau saat cuaca sedang panas-panasnya kondisi tubuh manusia akan beradaptasi. Bila perubahannya sangat cepat, proses adaptasi tubuh juga “dipaksa” harus cepat. Jika sistem imun tubuh tidak kuat, sudah bisa dipastikan tubuh akan tumbang. Saat traveling, perubahan ini bisa saja terjadi, misal seseorang dari Surabaya yang cukup panas, berkunjung ke Dieng yang kondisi udaranya sangat dingin. Alih-alih traveling sehat, baru menginap sehari bisa-bisa masuk angin karena terlalu kedinginan.

2. Terlalu lelah

Perjalanan jauh juga menjadi salah satu penyebab sakit saat traveling. Ya, bayangkan jika kamu sedang traveling jauh dengan menggunakan trasportasi bis dan harus beberapa kali pindah bus. Mungkin karena tiket pesawat mahal, tiket kereta api juga mahal, ditambah lokasinya terpencil. Melelahkan bukan? Belum lagi jika barang yang dibawa cukup banyak. Nah kondisi ini bisa menyebabkan badan sangat lelah, dan kemudian drop di lokasi tujuan wisata.

3. Dehidrasi

Ini penyebab paling fatal. Kekurangan air di dalam tubuh membuat tubuh kita kekurangan cairan, sehingga tubuh kita akan lemah letih lesu. Rasanya, kurang tanaga untuk bergerak. Selain itu, tingkat kebersihan dari air minum yang kita minum juga harus kita perhatikan. Karena salah satu penyebab umum dari sakit (terutama sakit perut) adalah air minum yang tidak bersih. So, sebelum meminum air di tempat atau lokasi jalan-jalan lebih baik dilihat dulu apakah air tersebut benar-benar layak minum. Misal akan liburan ke luar negeri, sebelum pergi, carilah informasi negara-negara mana saja yang airnya bersih juga layak untuk konsumsi dan Negara yang kualitas airnya tidak bisa diminum langsung. Saat di luar negeri, berusahalah untuk tidak minum water tap, juga es pada minuman

4. Pola Makanan

Menjaga kesehatan saat liburan salah satunya dapat dilakukan dengan makan makanan yang benar. Benar dalam artian cocok di perut dan memang makanan yang tidak membuat alergi. Beberapa orang, ada yang memiliki alergi tertentu terhadap makanan tertentu. Maka, pengendalian diri ada pada diri masing-masing. Benar, salah satu keasyikan dalam liburan adalah menikmati kuliner lokal. Namun makanan yang tidak bersih, atau makanan yang membuat alergi, atau makanan yang sifatnya panas dan pedas bisa membuat perut kita kontraksi dan menjadi sakit perut pada akhirnya.

5. Memiliki Riwayat Penyakit

Memiliki riwayat penyakit, seperti asma, maag dan flu misalnya. Asma bisa menyerang kapan saja, termasuk saat sedang liburan. Ada banyak penyebab, selain memang dari faktor penyakit itu sendiri, seperti untuk penyakit flu bisa dipicu karena perbedaan suhu antar rumah dengna lokasi wisata, daya tahan fisik yang menurun. Kemudian untuk asma, ada banyak faktor-faktor yang memicu kambuhnya penyakit ini, termasuk diantaranya kualitas udara (berdebu atau tidak) dan suhu udara di lokasi wisata. Penyakit lain yang mungkin timbul adalah gangguan sistem pernapasan walaupun tidak memiliki riwayat penyakit asma.

Umumnya bila pernapasan terganggu, sesak napas ditambah dengan sakit kepala bisa muncul tiba-tiba. Hal ini biasanya terjadi saat liburan di tempat yang tinggi, seperti pendakian ke gunung dan perbukitan. Saat ke dataran yang lebih tinggi, tubuh perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang udaranya lebih kering atau kadar oksigennya lebih rendah. Selain itu, migrain juga bisa terjadi saat traveling. Penyebab migrain bisa bermacam-macam, seperti stress saat sebelum berangkat liburan, perubahan cuaca juga gangguan pola makan dan pola tidur.

6. Jetlag

Well, saat perjalanan jauh dengan pesawat terbang, jetlag sering kali terjadi. Dan kondisi jetlag bisa menyebabkan kondisi badan drop. Jetlag biasanya dikarenakan perbedaan waktu antara rumah dengan lokasi wisata kita, misal Indonesia dengan New York. Perbedaan waktu ini akan membuat jam biologis tubuh termasuk siklus tidur atau istirahat berubah. Selain itu, penyakit bawaan jet lag seperti mual, gangguan pencernaan, konstipasi, juga diare bisa terjadi karena hormon dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap siklus tidur dan bangun terkait secara rumit dengan sistem pencernaan kita. Nah, kondisi ini akan membuat tubuh lelah setelah sampai di lokasi tujuan wisata. Dan worst case-nya bisa membuat badan tumbang.

7. Dehidrasi Udara

Dehidrasi bukan hanya berkaitan dengan cairan dalam tubuh kita. Namun dehidrasi juga bisa terjadi karena kekurangan udara. Itulah mengapa dehidrasi ini dinamakan dehidrasi udara. Dehidrasi udara biasanya terjadi saat kita naik maskapai penerbangan. Dalam kabin, tingkat kelembaban yang ada 10 hingga 20 persen lebih rendah jika dibandingkan tingkat kelembaban dalam ruangan. Tingkat kelembaban dalam ruangan umumnya membuat tubuh nyaman, berkisar antara 30 hingga 65 persen.

Jika ini terjadi, tubuh akan kekurangan air saat bernapas juga saat pembentukan urin. Dimana gas atau udara yang dibutuhkan untuk pembentukan urine tersebut mencapai 50 ml setiap setengah jam. Bila hal tersebut terjadi, lambung akan stress, otot terasa kram dan tekanan darah juga bisa meningkat. Nah bila hal ini terjadi saat dalam perjalanan menuju lokasi wisata, sakit saat travelingpun tidak dapat dihindari. Bahkan, bisa jadi dehidrasi udara ini mengarah pada kelelahan dan berkembang menjadi stroke jantung. (*)