Bandara Sepinggan Sabet ASQ Awards 2017

this formate

BALIKPAPAN, bisniswisata.co.id: Airport Council International, lembaga pemeringkat bandar udara dunia berkantor di Montreal, Kanada memberi penghargaan Bandara Sepinggan Balikpapan. Penghargaan pertama kali diterima berupa Airport Service Quality (ASQ) Awards 2017 sebagai bandara terbaik kedua di dunia untuk bandara berkapasitas 5-15 juta penumpang per tahun.

“Bandara terbaik pertama di kategori ini, adalah Bandara Mumbai di Hyderabad, India. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen perbaikan terus menerus dari kami di bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, di Balikpapan, Jumat (14/9/2018).

Bersamaan dengan Bandara Sepinggan juga menjadi kampiun yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali, dan Bandara Djuanda di Surabaya. Ketiga bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I.

Tanda penghargaan untuk Bandara Sepinggan diterima Faik Fahmi dari Direktur Jenderal ACI Angela Gittens dalam rangkaian kegiatan ASQ Customer Excellence Global Summit diikuti 127 otoritas dan pengelola bandara dari seluruh dunia di Halifax.

Penghargaan ini bukan hanya untuk Angkasa Pura selaku pengelola bandara, tetapi juga untuk semua masyarakat Kalimantan Timur yang bangga dengan Bandara Sepinggan Balikpapan. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang berperan serta dalam penghargaan ini,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Sepinggan Farid Indra Nugraha dalam kesempatan yang sama.

Seperti dilansir laman Antara, Farid berjanji akan terus meningkatkan layanan agar pengguna jasa selalu mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di bandara tersebut.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi bandara terbaik dunia untuk kapasitas 15-25 juta penumpang per tahun, bandara terbaik kedua di regional Asia-Pasifik dengan kapasitas dua juta penumpang per tahun, dan bandara terbaik di Asia-Pasifik yang berkapasitas 15-25 juta penumpang per tahun.

Bandara Djuanda di Surabaya mendapatkan peringkat ketiga untuk kategori yang sama dengan Bandara Ngurah Rai, yaitu untuk bandara berkapasitas 15-25 juta penumpang per tahun.

Bandara Sepinggan di Balikpapan menjadi terbaik kedua untuk kategori bandara berkapasitas 5-15 juta penumpang per tahun. Saat ini arus penumpang di Bandara Sepinggan sudah mencapai 10 juta penumpang lebih per tahun. Sampai hari ini masih banyak penumpang yang terkesan dengan kelapangan dan kebersihan Bandara yang pertama kali dibangun perusahaan minyak Belanda BPM tahun 1925 tersebut. (EP)

Kostum Jember Carnival Pikat Pengunjung Otdykh Leisure Moskow

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Stand Indonesia di Otdykh Leisure, pameran pariwisata internasional terbesar di Eropa Timur yang berlangsung di Moskow ramai dikunjungi masyarakat internasional dan para peserta dengan kehadiran perwakilan Jember Festival dengan kostumnya yang mewah.

“Kegiatan yang diikuti oleh 861 peserta dari 85 negara ini berlangsung dari 11 – 13 September 2018. Paviliun Indonesia yang menampilkan berbagai atraksi, dan keunikan kostum Jember Carnival dipadati pengunjung,” M. Wahid Supriyadi,Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus dalam rilisnya dari KBRI Moskow, hari ini.

Tidak sedikit dari para tamu tersebut yang mengabadikan sosok garuda emas dan tokoh wayang, yang dikemas dalam balutan kostum Jember Carnival, dengan mengambil foto dan video, termasuk melalui telepon genggamnya. Mereka bahkan rela antri untuk bisa berfoto atau swafoto bersama modelnya.

Indonesia tampil dengan paviliun seluas 80 meter persegi berkonsep open space, dilengkapi dengan miniatur perahu Pinisi dan gapura Bali. Tampil pula seorang barista yang menyajikan berbagai cita rasa kopi dari beberapa daerah Indonesia.

Kopi Indonesia yang sangat dikenal di Rusia banyak menarik minat dan langsung diserbu para pengunjung pameran yang diselenggarakan setiap awal musim gugur untuk menggaet wisatawan Rusia yang akan mengisi liburan musim dingin antara November hingga Maret.

Tren peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia dalam tiga tahun terakhir menjadi perhatian dan mendapat sambutan positif dari Kementerian Pariwisata dan pelaku industri pariwisata Tanah Air.

Terlebih lagi saat ini pemerintah Indonesia tengah gencar mempromosikan 10 destinasi wisata baru, the New Bali untuk lebih mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. Hingga saat ini Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan Rusia ke Indonesia.

“Bali adalah Indonesia. Tapi Indonesia bukan hanya Bali. Tahun ini Indonesia menempatkan tiga pulau di peringkat teratas dalam kategori the 15 Best Islands in the World versi Travel & Leisure,”

Posisinya yaitu Lombok di peringkat 3, Bali di peringkat 2, dan Jawa di posisi teratas, jelas Wahid saat industrial gathering yang dihadiri tour operator dan travel agent Rusia, di sela-sela Otdykh Leisure. Dia juga mengajak mereka untuk mengeksplore lebih banyak lagi destinasi wisata di Indonesia, melalui Bali sebagai gerbang utama.

Menyinggung rencana penerbangan langsung maskapai penerbangan Rusia Aeroflot-Rossiya dari Moskow ke Denpasar, yang akan dimulai pada 28 Oktober 2018 hingga 30 Maret 2019, Wahid mengatakan hal itu mendapat sambutan antusias dari para pelaku industri pariwisata Indonesia dan Rusia.

Frekuensi penerbangan sebanyak tiga kali seminggu, dan harga yang bersaing dapat semakin meningkatkan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia. Di samping itu, adanya penerbangan ini bisa dipastikan akan turut mendorong perkembangan sektor-sektor bisnis lain, seperti potensi ekspor buah tropis Indonesia dan produk unggulan lainnya ke pasar Rusia.

Grand Whiz Poins Square Sajikan Sop Buntut Spesial

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang September 2018, Grand Whiz Poins Square kembali menggelar promo menu baru yang spesial yakni aneka sop buntut. Hotel yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini menyediakan tiga varian sop buntut yakni sop buntut bakar kecap, sop buntut rica-rica, dan sop buntut garang asem.

Masing-masing dibanderol dengan harga Rp100.000 nett, termasuk segelas minuman segar Summer Mission. Promo menu spesial ini adalah hasil racikan Chef Doly, yang baru bergabung dengan Grand Whiz Poins Square.

“Aneka sop buntut sudah diluncurkan dengan harga yang relatif murah, tapi memiliki rasa yang berkelas dan sudah terjamin halal serhat sehat untuk dikomsumsi,” ungkap Chef Doly, dalam keterangan resmi yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (13/9/2018).

Tidak seperti sop buntut yang biasa disajikan resto maupun hotel lainnya, di tangan Chef Grand Whiz Poins Square, sop buntut ini tampil beda. Karena dihiasi dengan berbagai garnish serta aneka sayur menjadi penambah selera. Sop buntut rica-rica dan sop buntut bakar kecap pun disajikan pada piring tersendiri berukuran besar sehingga dijamin memuaskan.

Marketing Communications Grand Whiz Poins Square Rina Lumbantoruan menambahkan promo sop buntut ini berlangsung sejak awal bulan ini hingga 30 September 2018. Selain para pengunjung hotel, masyarakat umum juga bisa menikmati promo tiga Varian Sop Buntut Persembahan Grand Whiz Poins Square. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bandara Sam Ratulangi Siap Terima Penerbangan Internasional

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Pemerintah rencana membuka penerbangan langsung Manado-Davao, bahkan kini dijajaki rute Manado-Korea Selatan. Penambahan rute tersebut diharapkan menambah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara. Rencana itu disambut dengan tangan terbuka oleh Bandara Sam Ratulangi yang siap menerima penerbangan internasional karena kondisi bandara masih sangat memungkinkan.

“Bandara Sam Ratulangi sangat siap penambahan rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai di Manado, Kamis (13/09/2018).

Saat ini, Bandara Sam Ratulangi dibangun terminal internasional yang diharapkan bisa beroperasi pada 2019. Memang selama ini, proses check-in penerbangan domestik maupun internasional masih berada di tempat yang sama. Pemisahan penumpang baru terjadi setelah proses pemeriksaan bagian imigrasi. Padahal, pelayanan dan pengamanan seharusnya sudah dipisahkan dari awal.

Apalagi, sambung Minggus, ada lonjakan wisatawan mancanegara, khususnya dari Cina, yang selama ini menggunakan charter flight. Karena itu, penyediaan terminal berstandar internasional dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini.

Terminal internasional dibangun di atas lahan seluas 30 ribu meter persegi ini, lanjutnya, masih menunggu Rencana Teknik Terinci (RTT) dari pusat. Namun demikian, dia telah meminta ada minimal dua garbarata. “(Kebutuhan dana investasinya) paling di bawah Rp 100-an miliar,” ujarnya.

Selain dari sisi terminal, juga mengaku akan membenahi fasilitas air side dan land side. Tidak hanya itu, pembenahan dari sisi lahan parkir kendaraan roda empat juga akan dijalankan, mengingat kondisi saat ini masih terbatas.

Bersamaan dengan momentum pembangunan terminal internasional ini, dia mengaku akan mewujudkan smart airport di Bandara Sam Ratulangi. Hal ini dilakukan dengan penguatan jaringan internet hingga implementasi transaksi nontunai.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menerima delegasi Filipina yang dipimpin Asisten Sekretaris Otoritas Penbangunan Mindanao Romeo Montenegro, Konsul Muda Manuel C Ayap, Konsulatan Jendral Filipina di Manado, Charlie TYu Fhilippine Airlines, ( ketua group) Enrico Nabongi Fhilippine Airlines Manila, Bryan Sansolis Fhilipine Airlines Jakarta, Jeremiah Reyes Atase Perdagangan Jakarta dan Perwakilan dari PAL Express.

Menurut Steven, delegasi Filipina melihat potensi pembukaan rute penerbangan Davao ke Sulawesi Utara sangat bagus. Sebab, mereka melihat Sulawesi Utara sudah menjadi hubport domestik maupun luar negeri.

Steven menambahkan delegasi Filipina sempat mengapresiasi pertumbuhan pariwisata Sulawesi Utara. Berdasarkan pantauan mereka melalui Duta Besar Filipina di Bali, banyak wisatawan mancanegara yang melakukan perjalanan ke Manado setelah berkunjung ke Bali.

“Untuk itu mereka berharap ke depan penerbangan-penerbangan wisatawan mancanegara baik dari Bali, Jakarta dan lainnya bisa transit di Bandara Sam Ratulangi Manado dan meneruskan perjalanan ke Filipina,” katanya seperti dilansir laman Antara. (EP)

Turis Denmark Pose Jongkok di Pelinggih Menuai Kritik

this formate

TABANAN, bisniswisata.co.id: Foto turis asing berpose dengan gaya jongkok di atas pelinggih (pura kecil) Pura Luhur Batakaru Wangaya, Tabanan Bali, mendadak viral di media sosial. Foto yang pertama kali diunggah pemilik akun Instagram @Tony.Jarvi, beberapa hari lalu ini menuai banyak kritik sekaligus mengecam perilaku turis itu yang tidak beretika.

Kejadian ini memang sudah kesekian kalinya terjadi, kasus wisatawan mancanegara naik ke palinggih pura. Karena mendapat kritikan. Instagram tony.jarvi, foto jongkok di palinggih tersebut sudah tidak ada. Pemilik akun bernama Tony Kristian Jarvi menghapusnya. “It will not happen again and I will respect your country. I,m sorry,” tulis bule.

Anggota Badan Pemusyawaratan (BPD) Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, I Ketut Sucipta mengaku kecewa dengan kejadian itu. Pihaknya sudah mengecek kebenaran foto itu dan memastikan lokasi pengambilan foto berada di Beji Kauh, Pura Batukaru. “Tepatnya Pelinggih Pekiisan. Tempat itu biasanya digunakan oleh para karma subak yang ada di sekitar Pura Batukaru untuk mendem pakelem,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi ke petugas jaga, kata dia, tamu asing itu dari Denmark datang tidak dengan guide. “Ia datang bersama temannya sehingga tak ada yang memberi pengertian kepadanya bahwa tidak diperbolehkan untuk duduk atau jongkok di pelinggih,” ungkapnya.

Sucipta, seperti dilansir laman Liputan6.com, Kamis (13/09/2018) mengaku sangat kecewa kepada pihak pengelola pariwisata Batukaru. Pasalnya, setiap hari ada 12 orang yang berjaga untuk mengawasi para tamu yang datang dengan gaji di atas UMK.

“Sejauh yang saya tahu gaji mereka di atas UMK. Lalu apa yang mereka lakukan sampai bisa terjadi seperti ini? Saya sebagai masyarakat, jujur saja sangat kecewa karena otomatis tempat itu leteh kan? Jadi dimana tanggung jawabnya?” ujarnya.

Setelah insiden itu, ia mengatakan akan ada upacara khusus untuk menghilangkan leteh akibat aksi nekat WNA. “Mungkin nanti ada prosesi Bindu Piduka lagi, tapi itu harus ada paruman dulu. Saya harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, ini sudah kedua kalinya setelah kejadian di Besakih, beberapa waktu lalu. Artinya kita harus tegas, dan tegakkan aturannya,” tandasnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof. Ngurah I Gusti Ngurah Sudiana sangat menyayangkan kasus pelecehan terhadap tempat suci ini. Apalagi peristiwa pelecehan pura ini sudah terjadi di beberapa tempat suci atau pura di Bali. Dan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih ketat dalam menjaga areal suci pura. Apalagi, kejadian tersebut sudah kedua kalinya.

“Kita juga salah, kita membuka semua akses tempat suci kita sebagai destinasi wisata. Padahal, seharusnya wisatawan tidak boleh masuk hingga areal inti atau suci pura. Boleh jika mereka ingin berkunjung. Tapi sebatas hingga jaba tengah saja! Jangan sampai mereka masuk ke areal suci kita,” ujar Sudiana.

Jika areal pura kecil, pengelola bisa buat pagar pembatas di Pelinggih atau pura tersebut. Pengelola semestinya menolak mengizinkan tamu memasuki pelinggih tanpa guide lokal. “Kejadian ini kan bule itu tidak membawa guide, jadi seharusnya tamu yang tidak membawa guide lokal tidak diperbolehkan masuk. Pengelola harus tegas soal aturan itu, ini sudah kedua kalinya kita tidak dihargai,” ujarnya.

Menurutnya, aturan dan imbauan Parisda terkait destinasi wisata berupa pura sudah jelas, mereka diharuskan menggunakan kamen ketika berkunjung, batas wilayah suci tidak boleh dilewati ataupun dimasuki mereka yang datang berkunjung, kecuali untuk sembahyang. “Kenyataannya masih banyak pengelola yang tidak taat aturan itu. Maka terjadilah hal ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga menyarankan para pengelola memasang CCTV di areal pura. “Pasang saja CCTV jadi kita bisa segera tahu bahwa mereka melakukan perbuatan yang salah,” ucapnya.

Diharapkan pemerintah dan pihak terkait harus berani berkomitmen mencari dan menjatuhkan sanksi kepada pelaku. “Apakah pemerintah dan kepolisian berani mengusut kasus ini hingga tuntas? Jika berani, maka itu akan jadi pembelajaran bagi WNA asing, agar tidak berani berulah lagi di sini,” tuturnya.

Prof Sudiana menilai aparat penegak hukum belum bisa tuntas melaksanakan penegakan hukum terhadap kasus pelecehan pura ini. Buktinya dari dari beberapa kejadian serupa sebelumnya tidak ada sanksi.

Dicontohkan, kasus pelecehan yang dilakukan wisatawan asal Spanyol di Pura Gelap Besakih, hingga saat ini tidak jelas kelanjutannya apakah dikenakan sanksi atau tidak. “Jika dilakukan pembiaran, akan terus ada kejadian pelecehan seperti itu kedepannya,” tandas Rektor IHDN.

Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya menyatakan informasi lokasi tempat bule berfoto itu di palinggih yang terletak sekitar 100 meter dari Pura Batukaru. Hanya ia belum berani memastikan kebenaran pengambilan foto itu dilakukan pada Rabu kemarin. “Iya benar tempat bule fotonya di sana, di sebuah palinggih yang terletak di Pura Batukaru,” ujar AKP Mastra.

Untuk pengambilan foto, pihaknya baru bisa memastikan semua elemen yang terkait atau yang bertanggung jawab dengan kunjungan tamu ke objek Pura Batukaru dikumpulkan oleh pihak kepolisian. “Kami kumpulkan semua pengurus dan karyawan yang bertanggung jawab dengan kunjungan tamu-tamu ke objek Pura Batukaru untuk menggali lebih dalam informasi yang beredar ini,” tegas Mastra.

Selain itu, kata dia, apakah tamu tersebut didampingi pemandu atau tidak akan ditelusuri hari ini untuk kepastiannya. Karena dilihat dari pakaian yang digunakan wisatawan tersebut lengkap dengan udeng dan kamen. “Nah ini, karena dia kelihatan menggunakan pakaian adat seperti udeng dan kamen. Jadi ini ada yang memberi. Ini akan kita telusuri,” kata Mastra. (EP)

Festival Keroncong Dorong Milenial Lestarikan Musik Tradisional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Orkes Keroncong Anak Muda Pilar Indonesia kembali dihelat. Perhelatan keempat, bakal tampil beda. Perbedaannya festival yang digelar di Bogor, Sabtu (15/9/2018) menghadirkan penyanyi Iwan Fals, Kaka Slank, Tika Bisono serta legenda musik keroncong Indonesia, Waldjinah.

“Festival orkes keroncong ini tujuannya untuk mendorong generasi milenial agar tetap melestarik musik tradisional, dan tidak berkiblat ke musik barat maupun K-Pop dan lainnya,” demikian penyelenggara festival Sekolah Pilar Indonesia (SPI), dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Selain itu, dalam festival juga disemarakkan malam apresiasi keroncong serta kompetisi orkes keroncong. Malam apresiasi antara lain menyajikan penampilan orkes keroncong anak muda Indonesia serta drama musikal keroncong.

Pada Sabtu siang, festival akan diisi dengan acara utama lainnya, yaitu perlombaan orkes keroncong anak muda se-Indonesia, yang akan memperebutkan piala bergilir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI serta hadiah puluhan juta rupiah.

Kompetisi orkes keroncong tahun ini akan diikuti oleh kalangan anak muda berusia di bawah 22 tahun yang tergabung dalam berbagai kelompok orkes dari Bandung, Yogyakarta, Malang, Surakarta, Cilacap, Jombang, Kendal, Trenggalek dan Madiun.

Penampilan para pelajar dalam membawakan musik keroncong akan dinilai oleh dewan juri, yang terdiri atas wartawan dan pengamat musik Bens Leo, tokoh musik keroncong Koko Thole serta konduktor, pencipta lagu dan penata musik Singgih Sanjaya. Rangkaian festival akan dilangsungkan di Amphitheatre Sekolah Pilar Indonesia di Jalan Dewa No. 9, Ciangsana Kawasan Cibubur, Bogor.

Menurut SPI, yang merupakan sebuah sekolah unggulan di Cibubur, Bogor, festival tersebut telah dilangsungkan sejak 2015 dalam upaya untuk meningkatkan minat dan kecintaan kaum muda terhadap keroncong serta memberikan wadah bagi para penggiat musik keroncong di kalangan muda untuk tampil dan berkompetisi.

Festival Orkes Keroncong Anak Muda tahun ini mengusung tema antinarkoba “Say No to Drugs, Say Yes to Keroncong”. “Tema ini diambil dikarenakan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba sangat memprihatinkan serta merusak masa depan generasi muda, yang merupakan masa depan bangsa,” kata SPI dalam pernyataan.

Tahun-tahun sebelumnya, festival tersebut mengangkat tema “Katakan dengan Cinta”, untuk meningkatkan kecintaan pada sesama, lingkungan dan bangsa, serta tema “Jangan Korupsi” untuk menyuarakan pesan-pesan antikorupsi kepada generasi muda.

Kompetisi orkes keroncong Sekolah Pilar Indonesia pada 2017 diikuti oleh 13 orkes keroncong muda yang berasal dari Jakarta, Bandung, Cilacap, Pacitan, Malang, Madiun, Jombang dan Kendal.

Orkes Keroncong Enem Songo (DSixty Nine) dari Cilacap tampil sebagai juara pertama pada kompetisi tahun 2017 dan 2016. Sementara itu, perlombaan tahun 2015 dimenangi oleh Komunitas Keroncong Anak Jombang (KKAJ) dari Jombang, sebagai juara I. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Flynas Air Pertimbangkan Rekrut Co-Pilot Wanita

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Flynas mempertimbangkan merekrut wanita Saudi sebagai co-pilot di perusahaan itu. Maskapai berbiaya murah itu berencana membuat perubahan dalam dunia penerbangan Arab Saudi.

“Flynas memungkinkan perempuan Saudi untuk memiliki peran lebih besar dalam mendukung ekonomi Arab Saudi,” kata kata Pejabat Tertinggi Eksekutif Flynas, Bandar Almohanna dilansir dari Arab News, Rabu (12/9).

Sebelumnya, perusahaan yang berdiri pada 2007 itu bernama Nas Air. Kemudian, Nas Air mengubah nama menjadi Flynas pada 2013. Berdasarkan situsnya, perusahaan itu memiliki 30 armada pesawat dengan lebih dari 1.000 penerbangan terjadwal mingguan.

Tahun lalu, maskapai itu mengumumkan akan menjadi perusahaan penerbangan pertama Saudi yang terbang ke Irak setelah penghentian selama 27 tahun. Penghentian penerbangan dilatar belakangi serangan yang dilancarkan Presiden Saddam Hussein pada Kuwait pada 1990.

Di bawah Visi 2030 untuk rencana mereorientasi ekonomi Saudi, perempuan diberi peran lebih besar berpartisipasi dalam strategi pembangunan Kerajaan. Pada Juni lalu, perempuan Saudi mulai mengemudi untuk pertama kalinya. (EP)

21 Hotel di Nusa Dua Bali Tampung Delegasi IMF-World Bank Meeting

this formate

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Panitia IMF-World Bank Meeting 2018 menunjuk 21 hotel yang tersebar di Nusa Dua hingga Jimbaran untuk tempat menginap delegasi sekitar 18.000 delegasi dari 189 negara. Juga, menyediakan 101 ruangan rapat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) serta 600 ruang kantor. Ratusan kantor ini akan tersebar di Hotel Westin, Bali Nusa Dua Hotel, serta Grand Whiz.

Seluruh kamar di Westin dan Bali Nusa Dua Hotel akan diubah peruntukkannya untuk ruangan kantor. “Semua kamar di Westin, Bali Nusa Dua Hotel, dan Grand Whiz itu kami sulap. Semua perlengkapan di kamar seperti kasur dikeluarkan seluruhnya kecuaali seperti kursi dan meja. Kami mulai set up pada 24 September 2018 untuk dapat digunakan bermacam-macam,” papar Direktur Pemasaran dan Operasional PT Pactoconvex Niagatama Wiwin Kurniawan di Nusa Dua Bali, Rabu (12/09/2018).

Selain itu, sambung dia, Panitia pelaksana teknis IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 menyediakan 435 unit kendaraan mewah yang diperuntukkan bagi delegasi gubernur bank sentral hingga pejabat eksekutif IMF dan Bank Dunia. Juga menyediakan 378 unit mobil jenis Mercedez Benz, 42 unit Toyota Camry, dan 15 unit Toyota.

Jenis Mercedez Benz digunakan gubernur bank sentral, eksekutif IMF dan Bank Dunia menggunakan Camry dan Alphard. Pactoconvex Niagatama sudah terpilih sebagai congress organizer IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 melalui tender di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Kami bekerja sama dengan vendor lokal dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kendaraan. Semuanya dari Bali,” jelasnya.

Wiwin mengungkapkan selain kendaraan mewah untuk delegasi penting, pihaknya juga menyediakan 42 unit shuttle bus rute Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke hotel, 90 unit shuttle bus untuk mengantarkan delegasi dan pihak terkait dari hotel resmi ke lokasi, serta 120 shuttle bus untuk acara dinner host di Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan taksi hingga Persatuan Angkutan Pariwisata Bali (Pawiba). Menurutnya, hingga saat ini, persiapan pelaksanaan event tiga tahunan itu sudah mencapai 95%.

Panitia juga sudah merekrut 1.500 orang sukarelawan yang akan membantu kelancaran ajang bergengsi tingkat global ini. Dari jumlah tersebut, 450 orang sukarelawan berasal dari Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) yang melekat dengan delegasi. Adapun sisanya merupakan sukarelawan tenaga lapangan, tambahnya seperti dilansir laman Bisnis.com.

Bali diklaim sangat siap menggelar acara ini karena sudah berpengalaman menjadi tuan rumah bagi berbagai pertemuan besar skala internasional lainnya, seperti Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013. Satu-satunya kerumitan dalam mempersiapkan ajang ini adalah masifnya skala pekerjaan, banyaknya ruangan dibutuhkan, dan besarnya jumlah delegasi.

Di tempat terpisah, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) siap menjual 63 paket wisata untuk menyambut perhelatan IMF-WB Annual Meetings 2018 yang akan berlangung pada 12-14 Oktober 2018. Perhelatan event tahunan dunia ini menjadi momentum penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.

Selain didatangi sekitar 18.000 delegasi, potensi pendapatan dari para delegasi juga sangat besar. “Mengacu data Bappenas, kemampuan spending delegasi IMF-WB Annual Meetings diperkirakan mencapai Rp 943,5 miliar dimana 95,2% merupakan wisman,” papar Menpar Arief Yahya di Jakarta, kemarin.

Kemenpar menggandeng ASITA dan stakeholders untuk menyiapkan 63 paket wisata unggulan di tujuh destinasi yaitu Bali, Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Danau Toba, Tana Toraja, dan Komodo-Flores & Sumba. “Berbagai persiapan juga telah dilakukan dalam menyambut IMF-WB Annual Meetings 2018 ini, salah satunya perbaikan infrastruktur,” lontarnya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai kini sedang diperluas apronnya dan diperkirakan rampung pada September 2018 ini. Bandara Banyuwangi juga diperbesar sebagai penyangga dari Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. “Potensi ini memang harus dioptimalkan dengan pembukaan akses udara yang memadai. Sebab, Bali menjadi tuan rumah IMF-World Bank Annual Meetings 2018,” ujarnya.

Sebanyak 63 paket wisata itu akan dijual secara online dan offline. Untuk online, paket wisata tersebut telah ditayangkan dalam landing page website resmi Kemenpar yaitu www.indonesia.travel.

Selain itu, Paket wisata juga akan dijual secara offline yaitu melalui counter khusus Kementerian Pariwisata bersama ASITA, juga melalui counter penjualan paket wisata di 21 officials hotels selama tanggal 08-14 Oktober 2018 di antaranya Hotel Sofitel, Grand Hyatt, Intercontinental, Mulia Hotel, dan lainnya. (EP)

Ellen asal Papua Masuk Final Kontes Kecantikan Internasional

this formate

INDIA, bisniswisata.co.id: Ellen Rachel Aragay, runner-up Miss Indonesia 2014, yang kesehariannya guru bahasa Inggris, menjadi perempuan asal Papua pertama yang mewakili Indonesia dalam kontes kecantikan internasional, yang menjadi finalis dalam kontes Face of Beauty International 2018 di New Delhi, India pada 7-17 September 2018.

Pernah mengalami perudungan karena perbedaan fisik saat sekolah, puteri asal Papua, Ellen Rachel Aragay percaya diri dengan mengkampanyekan stop kekerasan dalam rumah tangga di kontes kecantikan internasional, Face of Beauty International 2018.

Alumni International Miracle Institute, Florida, Amerika Serikat ini pernah aktif sebagai pebasket dan ikut dalam Kejuaraan Basket ASEAN U-18 di Vietnam pada 2007 lalu. Kontes kecantikan yang diikutinya ini mulai diselenggarakan pada 2012 sebagai Miss Teen Face of Beauty International. Belakangan berubah menjadi Face of Beauty International, hingga sekarang.

Menurut Ellen, kontes ini bertujuan untuk berbagi visi dan gagasan perempuan di seluruh dunia. “Kita akan kampanye mengenai, bagaimana stop kekerasan terhadap perempuan baik di dalam rumah tangga ataupun dalam hubungan,” kata Ellen kepada Ata Hasegem yang mewawancarainya untuk BBC Indonesia, Rabu (12/9/2018).

Papua, tempat asalnya, sampai sekarang masih menjadi daerah yang dirundung panyak persoalan politik dan keamanan. Namun Ellen memutuskan untuk tidak membicarakan hal itu di India.

“Saya tidak akan banyak bicara masalah konflik atau apa, karena bukan di Papua saja yang punya konflik kayak gitu. Di belahan dunia lain juga punya konflik seperti itu,” Ellen beralasan. Ia memutuskan melihat dari sudut pandang lain, yakni profesinya sebagai guru akan menjadi dasar yang kuat untuk mengembangkan dunia pendidikan di Papua, khususnya dalam bidang Bahasa Ingggris.

Menurut Ellen, kesertaannya dalam kontes kecantikan itu menegaskan bahwa orang Papua setara dengan warga Indonesia lain, dan warga dunia lain. “Kita sama saja, punya daya saing, prestasi, dan kreatifitas yang tak kalah dibandingkan dengan puteri lainnya di dunia. Seperti kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi,” katanya.

Ellen mengatakan, kesertaannya dalam kontes ini juga merupakan semacam perjuangan pribadi. “Dulu, saat pindah pertama kali ke Jakarta, saya pernah menjadi korban perundungan karena warna kulit dan rambut yang begini sebagai orang Papua,” katanya.

Waktu itu ia masih SMP, dan belum begitu siap mengalami diskriminasi dan perisakan seperti itu. “Saya sempat mogok tidak mau sekolah, sampai tiga bulan. Tapi saya menggunakan sebagai motivasi untuk berprestasi. Saya berjuang, saya bisa masuk kelas inti di sekolah, saya lulus dengan nilai saya yang bagus. Jadi saya membuktikan,” katanya sembari tertawa.(BBC)

71,3 Juta Turis Cina Pelesiran ke Mancanegara

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: China Tourism Academy (CTA), lembaga penelitian wisata berafiliasi penyedia jasa perjalanan wisata daring Ctrip mencatat semester pertama 2018, sedikitnya 71,3 juta turis China melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

Jumlah kunjungan tersebut naik 15 persen dibandingkan dengan periode sama tahun 2017. Para wisatawan Tiongkok bertolak dari 200 kota di daratan Cina menuju 130 negara selama enam bulan pertama tahun 2018, demikian laporan thepaper.cn mengutip pernyataan CTA, Rabu (12/09/2018).

CTA mencatat Kota Xian mengalami pertumbuhan terpesat dalam mengirimkan wisatawan ke mancanegara selama periode tersebut. Jumlah turis dari Ibu Kota Provinsi Shaanxi, yang banyak dihuni umat Islam tersebut meningkat hingga 180 persen. Namun tingkat konsumsi turis dari Changchun tertinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di Cina.

Turis dari Ibu Kota Provinsi Jilin itu bisa menghabiskan 6.946 RMB atau setara Rp14,9 juta (dengan asumsi 1 RMB = Rp 2.159) untuk sekali kunjungan wisata ke luar negeri.

CTA juga mencatat bahwa Thailand masih menjadi tujuan utama wisatawan China. Beberapa negara lain yang ramai dikunjungi wisatawan Cina meskipun tidak seramai Thailand antara lain Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Rusia.

Meledaknya pasar wisata mancanengara menandakan besarnya minat warga Cina untuk berpelesiran, mengetahui kebijakan belanja bebas pajak dan fasiltas bebas visa, dan beragam produk inovatif pariwisata, seperti pernyataan Kepala CTA Dai Bin yang dikutip People’s Daily.

Kementerian Pariwisata RI menyadari fenomena ledakan turis China ke luar negeri itu dengan menggencarkan promosi pariwisata Nusantara melalui pameran di berbagai kota di daratan Cina.

Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia menargetkan tiga juta kunjungan wisatawan Cina. Pada tahun 2017 target 2,5 juta wisatawan Cina sedikit meleset karena terdampak letusan Gunung Agung di Bali. (EP)