18—20 September 2018, Festival Suling Tambur

this formate

RAJA AMPAT, bisniswisata.co.id: Festival Suling Tambur kembali dihelat. Festival yang menyajikan pertunjukan budaya leluhur Raja Ampat bertajuk “Festival Suling Tambur”, diselenggarakan di kampung Kabare, distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat Papua Barat, pada 18 hingga 20 September 2018.

Kegiatan festival ini digelar dengan tujuan mengangkat adat dan budaya Raja Ampat, yang sangat unik dan terkenal selain keindahan alam Bahari Raja Ampat. Selain itu, festival ini diharapkan mendapat perhatian khusus dari wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang menyaksikan budaya tradisional yang sangat unik, menarik dan artistik

Festival Suling Tambur ini terbuka untuk umum. Peserta tidak hanya yang ada di Waigeo Utara, tetapi dari seluruh di kabupaten Raja Ampat. Bahkan, group yang dari luar Raja Ampat dapat juga bergabung dalam meramaikan event besar festival Suling Tambur ini dengan turut serta dalam berbagai pertunjukan.

Selama ini event besar seperti festival selalu diadakan di Kota Waisai, dan tidak pernah dilakukan di distrik atau kampung. Nah untuk pertama kali akan dilakukan diluar Kota Waisai. Kalau sukses, ke depan akan lakukan di distrik lain. Terpenting infrastruktur pendukung siap, wilayah kampung bersih, dan masyarakat juga mau menyambut dengan antusias.

Suling Tambur dikenal sebagai musik tradisional masyarakat adat Raja Ampat. Festival suling tambur sendiri dikemas dalam bentuk perlombaan yang terbuka umum sehingga semua masyarakat Raja Ampat bahkan sekitarnya.

Perlombaan Suling Tambur dibuka untuk umum dan tidak dibatasi berapa banyak dari setiap kampung atau distrik peserta terdiri 1 grup 25 orang alat tambur pun dari kulit kayu, suling asli dari bambu busana traditional khas Raja Ampat.

Raja Ampat tidak saja kaya dengan potensi sumber daya alam seperti kekayaan bawah laut dan panorama alamnya tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang melekat erat dalam entitas masyarakat Raja Ampat.

Suling tambur hanyalah salah satu dari aneka ragam budaya yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat Raja Ampat. Saling tambur merupakan perpaduan seni musik dan seni tari, karena itu selain kita mendengarkan merdunya musik tambur yang dipadu dengan irama suling tetapi juga kita menyaksikan liak-liuk para penari.

Karena itu setiap grup suling tambur terdiri dari para penabuh tambur yang biasanya kaum lelaki atau bapak-bapak tetapi juga peniup suling yang biasanya dimainkan ibu-ibu/wanita. Dibelakangnya ada para penari.

Masyarakat Raja Ampat biasanya mementaskan musik suling tambur saat-saat acara resmi seperti acara keagamaan, acara pemerintahan, acara budaya seperti melamar gadis atau pesta pernikahan atau acara-acara lain yang melibatkan seluruh masyarakat baik di tingkat kampung, distrik maupun kabupaten. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Enam Makanan Sebaiknya Jangan Dipesan via Jasa Antar

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Ketika lapar datang tapi sedang disibukkan pekerjaan atau dalam kondisi malas gerak, kemudian memesan makanan lewat jasa antar adalah solusinya. Memesan makanan via layanan antar memang praktis. Sayangnya, tidak semua jenis makanan layak dipesan lewat jasa tersebut.

Alih-alih menyantap hidangan lezat, justru mendapati kondisi makanan tak lezat lagi. Bahkan, beberapa makanan bisa menyebarkan bakteri karena terlalu lama diantar kepada pemesannya. Rabu (12/09/2018) Insider merangkum enam jenis makanan yang sebaiknya tidak boleh dipesan lewat jasa antar. Rekomendasi tersebut disarikan dari pendapat chef, manajer jasa antar, dan penulis spesialis kuliner.

#. Kentang Goreng

Kerenyahan kentang goreng akan sirna jika memesannya lewat jasa antar. Kenikmatan kentang goreng terletak pada kegaringan dan kerenyahannya seusai diangkat dari wajan. Perjalanan yang ditempuh kentang goreng dari restoran ke hadapan Anda akan membuat kentang goreng jadi lembut dan layu. Kalau sudah begini, berkurang kelezatan kentang goreng. “Semakin jauh jarak pengantaran, kerenyahan kentang goreng akan semakin hilang,” kata pengelola restoran Pinch Boil House, Sean Wen.

#. Telur

Jika memesan telur lewat jasa antar, kemungkinan besar akan memperoleh telur dalam versi yang sudah tidak optimal. “Telur akan bau jika tidak disajikan dalam keadaan segar. Telur yang sudah dingin juga tidak seenak telur yang baru matang,” kata Ari Banayan, salah satu pendiri Habit Nest yang mempelajari gaya hidup masyarakat.

#. Nachos

Makanan asal Meksiko ini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kripik tortilla yang disiram keju cair dan taburan cabai tersebut paling nikmat disantap segera. Memesan nachos lewat jasa antar bisa membuat keripik tak lagi renyah. Apalagi jika keju cairnya sudah dicampurkan sejak dari restoran. Wah, siap-siap saja makan nachos selembek bubur.

#. Semua kuliner dengan alpukat

Semua makanan atau minuman yang menggunakan bahan alpukat sebaiknya jangan dipesan lewat layanan pengantaran. Chef Joe Martinez selaku pendiri jasa antar makanan Healthy Meal Service mengatakan daya tahan alpukat yang sudah diolah tidak lama. Jika tak cepat-cepat disantap, alpukat berubah rasa menjadi hambar. “Alpukat juga mudah berubah warna jadi cokelat kalau terlalu lama berada di kotak kemasan,” ujar chef Joe.

#. Salad

Sama seperti alpukat, salad yang terdiri atas campuran buah atau sayur juga sebaiknya segera dimakan segera setelah tersaji. “Salad bisa menjadi media berkembangnya bakteri kalau berada di suhu ruangan dan ruang lembab. Dua kondisi itu adalah lingkungan yang mendukung berkembangnya bakteri,” ungkap Dan Scalco, pendiri situs pengulas kuliner FoodBoxHQ.

#. Sushi dan seafood

Jika disimpan dalam suhu yang salah, sushi dan seafood juga bisa menjadi media berkembangnya bakteri. “Makanan atau minuman terburuk yang dibawa oleh jasa antar adalah golongan makanan yang membutuhkan temperatur tertentu agar tetap layak makan,” kata Dan Scalco. (EP)

IMF-World Bank Meeting, Komunitas Bali Sajikan Pawai Budaya

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Komunitas Masyarakat Bali dari berbagai sanggar dan lembaga rencana menyajikan ritual siklus kehidupan masyarakat Bali untuk memeriahkan pertemuan IMF-World Bank pada 8-14 Oktober 2018. Ritual dimulai dari proses kelahiran hingga kematian dengan atraksi berjalan dalam pawai budaya.

“Hal ini mengacu pada tema pawai budaya yakni The Life and Economy Bali. Tema ini memiliki makna bahwa ritual tentang siklus hidup orang Bali dapat menyebabkan terjadinya perputaran ekonomi yang dinamis dan harmonis, sehingga upacara ini wajib dilestarikan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha di Denpasar, Rabu (12/9).

Untuk pawai budaya dihelat pada 12 Oktober 2018, sudah siapkan dengan isian pawai budaya yang dikemas atraktif, inovatif dan dinamis. Serta semua bentuk seni ditampilkan dengan aktraksi berjalan.

“Pawai budaya dalam pertemuan IMF-World Bank itu merupakan permintaan Bapak Presiden karena tertarik dengan pawai Pesta Kesenian Bali. Pemprov Bali sendiri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk pelaksanaan pawai budaya tersebut,” ujar Dewa Beratha.

ISI Denpasar, sejumlah komunitas, sanggar dan lembaga seni akan dilibatkan dalam prosesi pawai budaya yang lokasinya sesuai surat yang diterima Dinas Kebudayaan Bali bisa digelar di kawasan Nusa Dua ataupun di Renon, Denpasar.

ISI Denpasar akan membawakan garapan tentang ritual Pecaruan Rsi Gana yakni upacara mengenai pembersihan alam semesta yang dilakukan oleh pemangku (pemimpin ritual keagamaan), serati banten (pembuat sesajen), tukang kidung, petugas ngiderang (pemutar) caru, pasukan bhuta kala dan sebagainya. Ritual akan diiringi gamelan Ketug Bumi.

Sanggar Paripurna Gianyar akan membawakan ritual Dewa Yadnya, khususnya upacara persembahan terhadap Dewi Sri Sedana sebagai Dewi Kemakmuran. “Garapan ini divisualisasi dengan atraksi Ogoh-Ogoh Dewi Sri Sedana diiringi tari Rejang dan Baris Gede serta dimeriahkan perangkat upacara seperti tedung, umbul-umbul, pasukan gebogan buah, gebogan bunga, serta diiringi gamelan balaganjur,” katanya.

Sementara itu, Sanggar Penggak Men Mersi, Denpasar, menampilkan garapan mengenai ritual kelahiran. Khususnya yang disajikan upacara “Tigang Sasih” di atas mobil hias yang dilanjutkan dengan permainan 100 anak-anak SD bertemakan Goak Ngalih Ikut.

Sanggar Pancer Langit akan membawakan ritual Raja Sewala, yang divisualisasikan dengan lima pasang muda-mudi yang diupacarai di atas mobil hias. Pada bagian ini juga dimeriahkan dengan tradisi Perang Ketupat yang ada di Desa Kapal, Badung.

Sementara SMKN 3 Sukawati, Gianyar, akan membawakan ritual Potong Gigi yang dilakukan di atas mobil hias. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pagelaran busana singkat berbagai jenis pakaian adat Bali yang dibawakan pemuda-pemudi. Bagian ini diiringi gamelan Semara Pagulingan.

Sanggar Gumi Art, Denpasar, menampilkan prosesi pengantin Bali. Kedua pengantin diarak dengan “gayot” atau tandu, dengan diiringi prosesi perangkat upacara, keluarga, perangkat desa. Bagian ini dimeriahkan dengan penampilan tari Joged Bumbung massal.

Yang terakhir, Sanggar Gases Denpasar mendapat bagian menampilkan ritual kematian dengan divisualisasikan dalam prosesi upacara Ngaben tradisi puri. Atraksi dapat dilakukan dengan menarikan sarana bade, lembu, dan naga banda. Bagian ini diiringi gamelan balaganjur dan perangkat prosesi lainnya.

Dewa Beratha menyebut tak kurang 1.500 seniman akan mengisi rangkaian pawai dihadapan para peserta IMF. “Untuk jadwalnya, kita diberi waktu kira-kira 12 Oktober. Nanti delegasi IMF akan dipecah sebagian mengikuti gala dinner di Garuda Wisnu Kencana dan sebagian menyaksikan pawai budaya,” ucapnya.

Perhelatan IMF-WB Annual Meetings 2018 Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018, rencana dihadiri sekitar 18.000 delegasi dari 189 negara. Berbagai persiapan untuk menyemarakkan pertemuan internasional itu dengan mempersembahkan 63 paket wisata, yang diharapkan dapat menghasilkan dari spending delegasi IMF-WB Annual Meetings diperkirakan mencapai Rp 943,5 miliar dimana 95,2% merupakan wisman.

Sebanyak 63 paket wisata itu akan dijual secara online dan offline. Untuk online, paket wisata tersebut telah ditayangkan dalam landing page website resmi Kemenpar yaitu www.indonesia.travel.

Selain itu, Paket wisata juga dijual secara offline yaitu melalui counter khusus Kementerian Pariwisata bersama ASITA, juga melalui counter penjualan paket wisata di 21 officials hotels selama tanggal 08-14 Oktober 2018 di antaranya Hotel Sofitel, Grand Hyatt, Intercontinental, Mulia Hotel, dan lainnya. (EP)

#FatatFashionWeek Semarakkan NYFW 2019

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Gema pekan mode New York Fashion Week (NYFW), semakin populer. Bukan hanya menampilkan tren terbaru yang ditampilkan melalui karya-karya para desainer yang berpartisipasi, namun moment ini juga menjadi kesempatan untuk menggemakan kampanye-kampanye sosial seperti isu keberagaman.

Memang keberagaman adalah hal yang menarik atensi akhir-akhir ini. Tak hanya mengenai kepercayaan saja, namun ras juga fisik menjadi salah satu masalah yang menjadi perhatian.

Kini ajang fashion show tak hanya menampilkan para model dengan bobot tubuh ideal saja, bahkan beragam desainer ternama sudah mulai memberikan gebrakan baru dalam industri fashion dengan menampilkan model-model bertubuh tambun atau dikenal dengan plus size model.

Meski angka pencapaian dari penampilan model bertubuh besar masih dalam golongan minoritas. Itu merupakan rata-rata dalam ajang fashion week yang digelar di New York, Paris, London, dan Milan.

Bahkan tak hanya modelnya saja, tapi kampanye mengenai diversity ini juga terus disuarakan sejak kritik yang didominasi akibat munculnya foto-foto street style yang diambil oleh para fotografer yang hanya menampilkan bentuk tubuh yang ideal. Padahal pengunjung yang datang cukup beragam.

Menyikapi hal tersebut, maka seorang blogger bernama Kellie Brown menginisiasi gerakan sosial lewat hashtag #FatatFashionWeek. Kellie Brown kerap meghadiri ragam pertunjukan di New York Fashion Week. Tak menyiakan kesempatan tersebut, ia juga tak segan ber-pose street style dan mengunggahnya dalam akun Instagram miliknya.

Walaupun bertubuh tambun, Kellie cukup percaya diri tampil dengan gaya busana seru dan stylish. Kellie mengungkapkan digunakannya tagar tersebut dikarenakan banyaknya wanita bertubuh besar yang berpartisipasi dalam industri fashion. Hal ini sebagai wujud apresiasi untuk menyerukan penampilan para wanita bertubuh besar yang juga memiliki hak yang sama.

Bahkan tak hanya Kellie saja, blogger dan influencer bertubuh lainnya yang hadir di New york Fashion Week adalah Alex Michael May, Alex Larosa, Kelly Augustine, dan nama lainnya. Bahkan kini sudah sebanyak 130 unggahan yang menyerukan tag #FatatFashionWeek.

Kellie percaya bahwa tag #FatatFashionWeek dapat membantu untuk mengingatkan orang-orang di segala industri akan keberadaan para wanita bertubuh tambun dan memberikan kesempatan yang sama dengan wanita bertubuh ideal yang menjadi kaum mayoritas. (EP)

Balkondes Siapkan Homestay Bagi Peserta Sidang ke-35 GA-ICW Untuk Nikmati Pedesaan

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id:
Seluruh peserta delegasi The 35th General Assembly of International Council of Women atau Sidang Umum ke-35 Dewan Perempuan Dunia akan menikmati tinggal di Balkondes yang dipersiapkan oleh sejumlah BUMN di sekitar Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Sekitar 200 undangan VIP dan delegasi internasional dari 80 negara yang ikut acara Temu Nasional 1001 Organisasi Perempuan Indonesia dan Sidang ke-35 GA-ICW yang berlangsung di Hotel Grand Inna Jogjakarta pada 12-18 September 2018.

“Jadi pada malam terakhir delegasi akan diajak tidur di 204 homestay yang dikelola Balai Ekonomi Desa (Balkondes),” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia ( Kowani),  Giwo Rubianto Wiyogo, hari ini.

Untuk kegiatan di Balkondes,  Kowani bekerja sama dengan sedikitnya 35 BUMN. Gatot Subagio, Sekretaris Perusahaan PT Patra Jasa, salah satu BUMN yang mendukung kongres perempuan seluruh dunia mengatakan Balkondes merupakan sebuah program bentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang akan dimanfaatkan sebagai sebuah etalase bagi perekonomian daerah.

“Balkondes akan memberikan ruang bagi pemerintah desa maupun masyarakat, untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di desa,” kata Gatot.

BUMN mendirikan Balkondes, lanjut Gatot, sebagai dukungan untuk menggenjot kunjunan wisatawan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah.

Melalui Balkondes, masyarakat khususnya desa, akan dipersiapkan untuk menyambut serta memberikan pelayanan maksimal bagi para wisatawan yang datang ke daerahnya.

Peningkatan jumlah pengunjung turis ini diharapkan berdampak positif pada perbaikan ekonomi masyarakat sekitar. Gatot Subagio mengatakan Balkondes adalah salah satu program buatan BUMN selain kemitraan dan CSR, yang berguna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Untuk daerah Borobudur sendiri kini sudah ada 20 Balkondes.

Retno Hadiasiwi, Direktur Teknik dan Infrastruktur PT Taman Wisata Candi (TWC), menambahkan wisatawan lokal dan internasional dapat menginap di homestay, dan menikmati suasana pedesaan sekaligus aktif konservasi lingkungan melalui pengelolaan potensi ekonomi, warisan budaya, dan tradisi serta ekowisata (ecotourism) di Balkondes.

Giwo menambahkan Jogjakarta sengaja dipilih untuk pelaksanaan Sidang ke-35 ICW, untuk menunjukkan kemajuan Indonesia dalam mencapai Target Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) 2030, melalui pemberdayaan masyarakat yang dilakukan sinergi BUMN di Borobudur, Jawa Tengah, dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat.

“Kita ingin tunjukkan kepada dunia mengenai kemajuan pencapaian SDG’s di Indonesia, melalui pemberdayaan masyarakat, yang sebagian besar dimotori perempuan,”ungkap Giwo.

Diporakporandakan Cempaka, Wisata Sungai Oyo Kembali Dibuka

this formate

GUNUNG KIDUL, bisniswisata.co.id: Pelaku wisata di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menata kembali Sungai Oyo yang rusak dan hanyut, akibat Badai Cempaka 2017 memporakporandakan destinasi wisata alam dan sungai ternama ini. Kini obyek wisata Sungai Oyo dibukan untuk wisatawan.

Salah satu pelaku wisata dan pengembang wisata Jelok, Kecamatan Patuk, Sukriyanto mengatakan Kampung Jeguran Jelok merupakan wisata baru yang dirintis oleh masyarakat selepas adanya bencana banjir pada akhir 2017.

“Kawasan Jelok saat terjadinya Badai Cempaka memang porak poranda. Aliran sungai tersapu banjir bandang dari Sungai Oyo yang meluap. Kini kami menata kembali. Kampung Jeguran Jelok sudah bangkit. Silahkan wisatawan datang untuk menikmati obyek wisata dengan nuansa baru,” lontar Sukriyanto

Dilanjutkan, berawal dari keinginan untuk bangkit dari keterpurukan yang terjadi, masyarakat kemudian berupaya berbenah agar tempat ini tetap dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan. Aliran Sungai Oyo yang sebelumnya menjadi sumber bencana justru menjadi potensi yang dikembangkan oleh masyarakat.

Bentangan Sungai dengan kejernihan airnya sangat memikat mata. Juga susur Sungai Oyo digagas pelaku wisata. Letak geografis yang mirip dengan Sungai Maron Pacitan, kemudian dikembangkan oleh masyarakat setempat. “Selepas banjir itu, kami tidak memiliki akses, kegiatan ekonomi masyarakat lumpuh. Kini kami upayakan membuat daya tarik lain dari tempat ini,” sambungnya.

Sekarang ini, Kampung Jeguran Jelok yang awalnya luluh lantak, kembali digandrungi wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kidul. Salah satunya, Kampung Jelok yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Patuk, yang menyuguhkan panorama teramat indah. Bentangan Sungai Oyo yang di kelilingi pepohonan menjadi daya tarik tersendiri. Dengan cepat, obyek wisata ini digandrungi oleh masyarakat.

“Kedamaian dan keindahan akan langsung terasa saat wisatawan sampai ke lokasi wisata. Rasa lelah itu akan hilang dengan melihat keindahan Kampung Jelok,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Selama menyusuri bentangan Sungai ini tentunya pengunjung tidak akan dibuat kecewa. Sepanjang kurang lebih 500 meter itu, terdapat spot-spot foto yang unik dan indah. Tidaklah mahal untuk menikmati keindahan di Sungai Oyo ini, pengunjung hanya dikenai biaya sebesar Rp10.000 per orang.

“Perahu yang kami gunakan sebenarnya akses untuk menyeberang warga. Kami hanya mengandalkan perahu ini dan kemarin membuat jembatan seberang ala kadarnya,” katanya. (EP)

Oceans, Kolaborasi Hip Hop New York dengan Gamelan Bali

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Penyanyi dan pencipta lagu musik indie Hip-Hop asal New York, Sandflower kembali meluncurkan single terbaru berjudul “Oceans”. Single yang di-release di New York awal September 2018 bercerita tentang perdamaian, toleransi dan persatuan antarsesama manusia seluruh dunia, tanpa ada batasan bangsa, bahasa, agama maupun genre.

Sandflower adalah penyanyi yang lahir dan besar di Brooklyn, New York yang musiknya dipengaruhi beragam latar belakang budaya. Karya-karya Sandflower dikenal kuat dengan lirik-lirik sosial dan keberagaman. Pertama kali merelease single “Do Watchu Wanna (Boey Tranga)” tahun 2014, Sandflower mencuri perhatian industri musik indie hip hop di kota New York.

Tahun 2017, Sandflower melepas lagu keduanya “Sugar Honey Ice Tea” dilanjutkan Maret 2018 mengeluarkan lagu “Regulas”, yang banyak diminati pencinta hip hop di Amerika. Sandflower sering mendapat undangan tampil di berbagai acara baik di dalam negeri maupun skala internasional. Sandflower juga pernah tampil dalam acara Saturday Night Live bersama Dua Lipa.

Oceans menjadi single berbeda dibandingkan lagu sebelumnya, karena untuk pertama kalinya Sandflower bekerjasama musisi Indonesia, Hendra Ganarto dari group DuaPercussion. Kerjasama produksi musik ini pertama kali digagas Maya Naratama, pengarah kreatif, produser dan founder dari Acha Productions di New York.

Gagasan ini muncul saat manajemen Sandflower, Anton Darmawan memperdengarkan kepada Maya beragam single dari Sandflower yang setiap lagu mempunyai sentuhan musik dan alur nada berbeda. Sandflower pun ingin mengeksplorasi musiknya. Maya menggagas agar berkolaborasi dengan DuoPercussion, karya musiknya menggunakan instrumen musik tradisional, termasuk gamelan.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk musisi Indonesia masuk ke industri musik Amerika. Melalui musik, para musisi dari dua negara ini dapat mengeksplorasi, berkreasi dan mencipta musik yang dapat diterima secara internasional,” jelas Maya sebagai Project Manager sekaligus Public Relations untuk kolaborasi dalam keterangan resminya, Rabu (12/09/2018).

David Sisko, produser musik New York mengaransemen seluruh album Sandflower tertarik dengan aransemen DuoPercussion dan berminat kerjasama karena ingin memasukkan suara gamelan Bali dan perkusi yang dibuat DuoPercussion.

“Sandflower dan saya bersemangat gabungkan gamelan tradisional Bali dari aransemen DuoPercussion ke dalam lagu Oceans. Kita tak hanya secara simbolis membuat hubungan antara negara dan budaya untuk kerjasama, tetapi sama-sama menyukai instrumen yang sangat menarik secara sonic, bisa dipakai semua jenis musik. Gamelan punya ciri perkusif, keras, tenang, menenangkan dan menarik,” ujar David.

David adalah produser musik yang pernah bekerjasama dalam album-album musisi dunia seperti Duran- duran, Kelly Clarkson, Julian Lennon dan Justin Timberlake.

Setelah melalui proses produksi musik digital selama kurang lebih 6 bulan antara New York dan Bali (Hendra DuoPercussion bermukim di Bali) serta mastering dilakukan oleh Mike Tucci di Los Angeles, akhirnya Oceans, yang dinyanyikan Sandflower featuring DuoPercussion siap diluncurkan.

Tidak hanya gamelan Bali yang digunakan Sandflower, tetapi sebagai sentuhan akhir untuk cover single lagu Oceans ini, Sandflower memakai baju couture rancangan desainer Bali yang sangat unik dan extravaganza, Shinta Chrisna yang khusus diterbangkan dari Bali ke kota New York. Single Oceans dapat diunduh melalui Spotify, Soundcloud, iTunes, Google Play dan lainnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Konten Diminati Anak di Internet Saat Liburan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Statistik modul Parental Control Kaspersky Lab mengungkapkan kaporan terbarunya mengenai aktivitas online anak-anak di seluruh dunia di masa liburan mereka. Penelitian ini mengungkapkan anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di YouTube dan khususnya menunjukkan minat yang cukup tinggi pada blogger PewDiePie.

“Statistik yang kami peroleh menunjukkan minat anak-anak dan remaja di seluruh dunia saat ini,” kata Anna Larkina, Ahli Analisis Konten Web di Kaspersky Lab, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/09/2018).

Laporan ini menunjukkan statistik anonim yang tidak mengungkap nama, mengenai situs web yang dikunjungi menggunakan PC Windows dan Mac, dan aktivitas pencarian pada perangkat PC Windows, Mac, Android dan iOS dari Juni hingga pertengahan Agustus 2018.

Statistik diambil dari produk unggulan Kaspersky Lab yang memiliki fitur aktif modul Parental Control dan Kaspersky Safe Kids, sebuah layanan mandiri yang dipasang untuk perlindungan online anak-anak. Bahkan anak-anak lebih cenderung menonton konten video dan mendengarkan musik, daripada menghabiskan waktu di media sosial saat liburannya.

Mereka juga suka menghabiskan waktu menonton sejumlah serial TV di Netflix, sementara anak lebih kecil memilih Nickelodeon, Cartoon Network, dan saluran Disney serta kartun SpongeBob SquarePants. Untuk kategori musik, banyak anak-anak menggunakan layanan streaming seperti Spotify, Soundcloud, dan iTunes untuk mendengarkan lagu, dengan rap sebagai genre paling populer.

Rapper XXXTentacion yang dikenal karena insiden penembakan di musim panas lalu mengakibatkan meningkatnya pencarian informasi tentang kematiannya. Seiring mencuatnya kasus tersebut, anak-anak lebih banyak mendengarkan lagu dari XXXTentacion dibandingkan artis lainnya.

Anak-anak juga lebih sering mengunjungi situs berita, termasuk BBC, CNN, dan BuzzFeed. Mereka juga menghabiskan waktu untuk mengikuti perkembangan dan skor terkini dari Piala Dunia FIFA 2018. Selain itu, game online juga semakin digemari dengan Fortnite menjadi yang paling banyak diminati melampaui PUBG sebagai game online paling populer

Selain musik dan game online, anak-anak juga menunjukkan minat pada tren berpakaian serta perangkat mobile. Untuk referensi toko online, anak-anak lebih suka mengunjungi Ebay, Amazon, Aliexpress, ASOS, dan H&M. Merek yang paling populer adalah Nike, Adidas, Supreme, Gucci, dan Vans.

Dari seluruh perangkat mobile yang ada, anak-anak menunjukkan minat paling besar pada iPhone dan Samsung Galaxy. Perlu dicatat bahwa di samping permainan dan video musik, anak-anak juga sering mencari situs web yang mengandung konten dewasa.

Namun, jika orang tua mereka memblokir situs tersebut (misalnya dengan produk Kaspersky Lab), maka upaya anak-anak untuk mengunjungi situs-situs ini tidak berhasil. Kekhawatiran tentang privasi online juga terlihat di kalangan anak-anak saat masa liburan berlangsung, mereka aktif melakukan pencarian secara online pada mesin pencari DuckDuckGo, dan mencari penjelasan tentang VPN.

Kejadian ini adalah pertama kalinya dalam catatan Kaspersky Lab yang menunjukkan adanya peningkatan minat pada topik tersebut di kalangan anak-anak.

Di Indonesia sendiri, data statistik menunjukkan bahwa konten yang banyak dicari oleh anak-anak di peringkat pertama adalah mengenai perangkat lunak, audio dan video dalam porsi hampir setengahnya. Termasuk dalam kategori ini seperti layanan streaming musik dan video yang cukup digemari anak-anak di Indonesia saat ini.

Posisi selanjutnya, media komunikasi Internet seperti media sosial, messenger, forum dan ruang obrolan (chat rooms) dengan presentase 33 persen. Selain berkomunikasi menggunakan jejaring sosial, anak-anak juga menggunakan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Media berita dan game komputer menempati posisi berikutnya dengan porsi lebih kecil masing-masing 6 persen dan 5 persen.

“Menurut pendapat kami, pengetahuan orang tua tentang apa yang dilakukan anak-anak secara online justru dapat menciptakan hubungan keluarga yang lebih baik lagi, juga membantu untuk mendorong melakukan dialog terbuka dan mencegah ancaman yang lebih serius terhadap anak-anak, seperti sexting atau bullying,” ujar Anna. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Obyek Wisata Budaya Rumah Adat di Sumba Barat Dilalap Api

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Obyek wisata budaya Kampung adat Bondo Maroto di Desa Kalambe Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, (NTT) Selasa (11/9/2018) dini hari, ludes dilalap si Jago Merah. Rumah kampung adat Bondo Maroto ini terdiri 17 rumah adat.

Akibatnya 16 rumah adat ini rata dengan tanah dan hanya satu rumah tidak terbakar. Padahal rumat adat Bondo Maroto, merupakan salah satu situs budaya di Sumba Barat. Dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang memilukan ini.

“Kebakaran terjadi pada Selasa (11/9/2018) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. kebakaran itu berlangsung dengan cepat karena seluruh bangunan rumah adat beratap alang-alang,” papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sumba Barat, Viktor Umbu Sulung seperti dilansir laman Antara di Kupang, Selasa (11/09/2018).

Hingga kini, sambung Umbu, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran 16 rumah adat Bondo Maroto ini. Ada yang bilang penyebabnya akibat hubungan arus pendek, padahal rumah adat ini belum teraliri listri. “Juga ada yang menginformasi akibat lampu petromax namun belum bisa dipastikan,” tegas Umbu.

Saat ini sekitar 28 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Dan mereka mengungsi dan ditampung di rumah keluarga. Diharapkan polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu membenarkan peristiwa kebakaran kampung adat selama ini menjadi desa wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.

Menurutnya, dugaan kuat sambaran api bermula dari sebuah rumah adat yang baru selesai dibangun. Rumah adat baru tersebut tidak memiliki atap berpuncak seperti rumah adat Sumba pada umumnya. “Jadi sumbernya tidak dari hubungan pendek arus listrik karena di kampung adat itu belum ada instalasi listrik,” katanya.

Marius mengatakan, kondisi api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini sedang dalam penanganan pemerintah kabupaten setempat dengan membangun tenda-tenda darurat. “Pihak kepolisian setempat juga sudah mengamankan lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dampak kebakaran itu,” katanya.

Destinasi wisata budaya Sumba Barat bisa menjadi destinasi wisata wisatawan nusantara maupun mancanegara. Tak heran, Sumba Barat didatangi wisatawan mancanegara yang memang mengincar keunikan budaya di Sumba Barat. Kebanyakan turis Eropa, seperti Perancis dan Belanda. Mereka cari budaya ke kampung-kampung adat atau ritual seperti festival dan ritual temporer.

Ritual temporer yang dimaksud misalnya upacara kematian. Jika pas mereka datang saat ada upacara kematian, hal itu akan diinformasikan kepada para turis. Selain kampung adat, turis juga biasanya melihat situs megalitik di Kampung Waigali dan Kampung Ubeli di Kecamatan Wanokaka. Kunjungan wisata biasa ramai di bulan Oktober dan November. Salah satu penyebabnya adalah pada bulan-bulan ini merupakan masa Wulla Poddu. Pada masa Wulla Poddu, banyak ritual adat yang berlangsung di kampung-kampung adat.

Ada beberapa kampung Adat di Sumba Barat, antara lain:

#. Kampung Tarung

Salah satu kampung adat di tengah kota yang masih dipertahankan orisinanitasnya adalah Kampung Tarung di Kota Waikabubak. Pemimpin adat di Kampung Tarung disebut dengan Rato. Warga Kampung Tarung memeluk kepercayaan Merapu. Rumah adat masih kokoh berdiri meskipun hanya mengandalkan pasak dan paku besi. Bentuknya sederhana dan memiliki atap tinggi dibalut dengan jerami. Bagian atap digunakan untuk menyimpan gabah dan bahan pangan, sementara penghuni tinggal di bagian tengah, dan umumnya bagian bawah rumah digunakan untuk ternak dan hewan peliharaan.

#. Kampung Praijing

Salah satu desa adat yang dibangun di atas bukit dan masih mempertahankan kearifan lokal yang ada adalah Kampung Praijing di Sumba barat. Kampung ini masih dikelilingi hutan d an pepohonan yang tinggi. Kampung adat Praijing sudah ditetapkan menjadi situs dengan batu-batu megalitik yang menjadi magnet para pecinta sejarah. Tempat wisata di Sumba yang wajib didatangi adalah kampung adat seperti ini. Punya kuburan unik dan menarik yang disebut sebagai kuburan megalitik. Batu-batuan yang digunakan beratnya hingga berton-ton lho!

#. Kampung Adat Praigoli

Inilah kampung adat lain yang memiliki kuburan megalitik yang disebut warga dengan Lakara Kajiwa. Awalnya Lakara Kajiwa adalah sebuah tempat penyimpanan benda pusaka dan senjata. Namun kemudian beralih fungsi menjadi tempat persemayaman warga yang sudah meninggal dunia. Alamat Wai Hura, Wanokaka, Sumba Barat, NTT

#. Kampung Adat Praiyawang

Kampung adat Praiyawang berada di Desa Rindi. Jaraknya cukup jauh dari kota Waingapu sekitar 70 kilometer. Salah satu peninggalan budaya di Kampung Adat adalah kuburan yang berbentuk batu megalitik. Kuburan tersebut biasanya ditempatkan di dekat rumah sehingga warga bisa tetap membersihkan dan merawat makan leluhur mereka dengan mudah. Selain kuburan megalitik, traveler juga bisa membeli kain tenun khas Sumba di Kampung Adat Praiyawang. Kain tenun khas Sumba memiliki serat yang khas dan harganya sangat mahal karena masih dibuat secara tradisional namun sangat berkualitas.

#. Rumah Budaya Sumba

Rumah Budaya Sumba ini menjadi pusat informasi kebudayaan yang ada di Pulau Sumba. Rumah adat yang dibangun secara modern ini berhasil didirikan pada tahun 2011. Selain menjadi pusat budaya, Rumah Budaya Sumba juga digunakan untuk pertunjukan seni, diskusi budaya dan pusat oleh oleh souvenir khas Pulau Sumba. Alamat Jalan Rumah Budaya, Weetabula, Sumba Barat Daya, NTT

#. Rumah Adat Ratenggaro

Ini merupakan salah satu dari sedikit tempat di pulau ini di mana Anda bisa menemukan rumah tradisional yang terbuat dari bamboo dengan atap unik setinggi 25 meter. Seperti desa-desa lain di Sumba, atap tinggi dibangun untuk menghormati roh leluhur sesuai dengan kepercayaan Marapu yang mereka anut. (EP)

Rossa Geluti Bisnis Kecantikan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.o.id: Bukan hanya sibuk dunia tarik suara, penyanyi Rossa juga disibukan berbagai bisnis yang dirintisnya, salah satunya adalah bisnis kecantikan yang mulai dirambahnya pada 2016 lalu.

Tentu Rossa sudah memikirkan dengan matang sebelum memulai bisnis yang terbilang memiliki banyak pesaing itu. Belum lagi, ia harus menghadapi persaingan dari produk kecantikan yang juga dikeluarkan sesama artis. Lantas bagaimana cara Rossa menghadapi persaingan di bisnis kecantikan?

“Sebetulnya semua produk bagus, dan memiliki keistimewaan masing-masing brand nya itu. Kalo Rossa beauty, aku mengusung lebih kepada yang practical, praktis, karena aku orangnya praktis,” ucap ibu satu anak Rizky Langit Ramadhan seperti dilansir laman Bintang.com, Selasa (11/09/2018).

“Yang kedua produk aku itu ada label halalnya karena biar lebih ramah saja buat kita muslimah. Biasanya kita kalau salat nggak usah harus dicuci dulu jadi wudhunya bisa tembus, jadi kita punya sertifikasi halal dan penggunaan containnya juga bahannya yang pasti udah memenuhi standar halal,” papar Sri Rossa Roslaina Handayani, nama aslinya.

Selain itu, pelantun Terlanjur Sayang memberikan bonus sebagai keuntungan tambahan bagi mereka yang menjadi reseller produk kecantikan miliknya. Ketiga sebetulnya Rossa ngajak para cewek maupun cowok di luar sana untuk bisa berwiraswasta karena Rossa Beauty ini bergerak dalam bidang member.

“Kita ada reseller juga. Dan kita punya point-poin khusus yang bisa menyemangati mereka misalnya kaya liburan ke Bali, tahu depan ini kita mau ke Bangkok, dan insya Allah akhir tahun depannya kita ada program umrah. Jadi membernya itu berusaha banget untuk bisa berjualan dengan baik,” kata penyanyi kelahiran Sumedang, 9 Oktober 1978. (EP)