Giliran Hutan Gunung Sumbing Terbakar, Wisatawan Dipaksa Turun

this formate

TEMANGGUNG, bisniswisata.co.id: Setelah kawasan hutan Gunung Bromo, Gunung Lawu dan Gunung Sindiro, kini giliran kawasan hutan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terbakar pada Senin (10/9) malam hingga Selasa (11/09/2018) si Jago merah masih menyela. Asap putih tebal membumbung ke angkasa.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan kebakaran terjadi di petak 20 Resor Pemangku Hutan (RPH) Kecepit, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, Kesatuan Pemangku Hutan Kedu Utara.
“Sekitar pukul 18.15 WIB terlihat adanya titik api di kawasan hutan Gunung Sumbing,” katanya di Temanggung

Kebakaran tersebut masuk wilayah administratif Gelapansari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Gito menuturkan karena kebakaran terjadi pada malam hari dan kondisi gelap maka penaganan hanya melakukan pemantauan oleh petugas Perhutani dan “basecamp” pengelola jalur pendakian.

Ia mengatakan dengan terjadinya kebakaran gunung di perbatasan Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Magelang tersebut seluruh jalur wisatawan pendakian ke Gunung Sumbing mulai Senin (10/9) pukul 18.30 WIB ditutup. “Wisatawan Pendaki yang sudah berada di puncak Gunung Sumbing dipaksa segera turun untuk menghadiri hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.

Gito menuturkan, seperti dilansir Antara, Selasa (11/09/2018) rencana tindak lanjut untuk penanganan kebakaran tersebut akan mengerahkan personel berasal dari berbagai instansi, masyarakat dan relawan.

Ia menyampaikan dengan terjadinya kebakaran tersebut, di wilayah Kabupaten Temanggung saat ini terjadi dua lokasi kebakaran, yakni di hutan Gunung Sumbing dan hutan Gunung Sindoro yang telah terbakar sejak Jumat (7/9) dan sampai saat ini juga belum berhasil dipadamkan.

Dengan terjadinya kebakaran tersebut, di wilayah Kabupaten Temanggung saat ini terjadi dua lokasi kebakaran, yakni di hutan Gunung Sumbing dan hutan Gunung Sindoro yang telah terbakar sejak Jumat (7/9/2018) dan sampai saat ini juga belum berhasil dipadamkan. (EP)

Konjen Tiongkok: Lombok Aman Dikunjungi Wisatawan

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Gou Haodong, menilai Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok aman dikunjungi wisatawan pascagempa bumi beruntun yang mengguncang wilayah Lombok, pada akhir Juli dan Agustus 2018.

Kesimpulan itu berdasarkan peninjauan ke lokasi Komjen Gou Haodong pasca gempa bumi yang mengguncang Lombok. “Saya melihat infrastruktur pariwisata di daerah Lombok itu tidak begitu terkena dampak. Sejumlah fasilitas yang masih begitu memadai bagi wisatawan,” papar Gou Haodong usai serahkan bantuan pemerintah dan rakyat Tiongkok buat korban gempa Lombok di Mataram, Senin (10/09/2018).

Ia pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas respons yang ditunjukkan dalam menangani wisatawan sejak gempa pertama kali terjadi. “Apalagi di antara wisatawan itu ada warga Tiongkok meski tidak ada yang luka-luka maupun meninggal,” ungkapnya seperti dilansir laman Antara, Selasa (11/09/2018)

Untuk itu, Gou Haodong setelah melihat kondisi Lombok, mengajak wisatawan, khususnya wisatawan asal Tiongkok untuk mengunjungi NTB, khususnya Lombok. “Kami mengajak agar warga Tiongkok untuk mengunjungi Lombok,” lontar Gou Haodong.

Dampak gempa Lombok tidak kecil karena banyak terjadi pembatalan wisatawan datang. Data Kementrian Pariwisata mencatat wisatawan asing yang melakukan canceling di Lombok sekitar 30%. Misalnya yang melalui Jakarta ada 200.000 wisman dari negara-negara Asia turun menjadi 140.000 wisman.

Kondisi ini diperparah dengan gempa susulan yang lebih besar dengan 7 SR pada Minggu (5/8/2018). Sehingga berdampak besar pada industri pariwisata di Lombok yang benar-benar anjlok. Saat ini terus dilakukan pemulihan yang diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara kembali normal. (EP)

Menikmati Seruput Kopi di Satria Agrowisata, Bali

this formate

KINTAMANI, Bali, bisniswisata.co.id : Satria Agrowisata dan Desa Panglipuran adalah dua destinasi wisata di Bali yang kami kunjungi pada hari kedua Famtrip bersama Forum Wartawan Pariwisata ( Forwapar), Kementrian Pariwisata, 5-7 September 2018.

Setelah hari pertama di isi dengan diskusi membahas pasar potensial seperti India dan China. Pagi ini dua bis berisi sekitar 40 peserta sudah tiba di tepi jalan raya Tampaksiring – Kintamani
Banjar Basangambu – Gianyar – Bali.

Sebelum datang saya sempat membaca ulasan TripAdvisor  bernada negatif dari wisatawan asing yang pernah datang soal anjuran jangan belanja di Satria Agrowisata karena harganya selangit.

Abaikan dulu saja penilaian itu karena saya turun dipekarangan atau lahan kebun dengan mata masih mengantuk namun disuguhi jalan setapak yang diapit rimbunnya pepohonan terutama kopi.

Satria Agrowisata seluas 5 hektar di Kintamani, Bali
Minuman kopi luwak dan teh sereh jadi unggulan

Hijau dedauan, udara sejuk dan penjelasan ramah dari pemandu yang menyambut membuat rasa mengantuk hilang dan jadi semangat untuk menjelajahi obyek wisata ini. Apalagi makin ke dalam banyak yang bisa ditemui terutama di kiri kanan jalan setapak seperti pohon pandan, pakis dan rempah seperti sereh, jahe  bahkan pohon nanas yang sedang berbuah.

Berinteraksi dengan alam maka optimalkan penglihatan dan pancaindra karena tiba-tiba ada beberapa kupu-kupu cantik yang melintas bahkan menyenggol tangan yang saya balas dengan ucapan hallo dan Assalamualaikum…

Soalnya setiap kali melakukan wisata alam selalu ada kupu-kupu cantik yang menghampiri saya jadi saya otomatis mengucapkan salam, siapa tahu kupu-kupu itu memang menyapa selamat datang.

Kami tiba di gubuk tempat biji kopi digoreng tanpa minyak atau di sangrai. Ibu tua yang berada di depan tungku memakai kebaya hijau sehingga dari jauh sudah eyes catching. Namanya ibu  Renga yang sudah berusia 82 tahun dan wajahnya selalu ramah menyapa pengunjung.

Kepalanya yang dibalut kain handuk tinggi untuk melindungi rambutnya dari hawa panas tungku dihadapannya justru menambah daya tarik dan eksotika wanita baya itu yang duduk dikelilingi susunan potongan kayu bakar dan tampah berisi biji-biji kopi.

Di sini pengunjung mendapatkan penjelasan bagaimana proses buah kopi yang sebelumnya kami lihat berjuntai di pohon, lalu kopi sudah dipetik menjadi tanpa kulit, dijemur hingga proses sangrai.

Nah rupanya proses sangrai harus dilakukan perlahan agar proses pematangan kopi bisa merata hingga ke dalam dan saat sangrai pemutaran harus dilakukan searah karena akan berpengaruh pada aroma dan rasa kopi itu sendiri.

Di jelaskan juga bagaimana binatang musang yang kami lewati di dalam kandang memakan biji kopi hingga menjadi kopi luwak yang terkenal dengan keunggulan rasa maupun harganya yang tinggi.

Jadi agrowisata ini memperlihatkan pada wisatawan yang datang proses hulu hingga hilir yaitu hingga produk yang sudah dikemas dan dijual langsung di area utamanya di mana mereka memiliki toko yang menjual beragam produk dari hasil kebun terutama kopi luwak.

Proses kopi tengah disangrai
Pemandu menjelaskan khasiat kopi dan minuman herbal lainnya.

Akhirnya kami duduk di meja panjang untuk menunggu sajian mencicipi beragam minuman kopi maupun minuman herbal lainnya dari rempah-rempah yang ditanam di kebun. Pemandu datang membawa baki kayu berisi 12 gelas dengan jenis minuman yang berbeda.

Jika ingin mendapatkan tambahan ilmu baru dari manfaat setiap minuman maka menyimaklah penjelasan pemandu karena jika rutin dikonsumsi dapat menjaga kesehatan tubuh maupun mengatasi beragam penyakit.

Komang Mahawira, Kabid Area India dari Kementerian Pariwisata yang duduk bersama rombongan kami mengatakan kunjungan ke Satria Agrowisata masuk kategori wisata alam yang juga diminati wisatawan India.

Saat ini Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia memang banyak menawarkan pengalaman baru. Kontribusi destinasi performa budaya yang menyedot wisman masih 60 %, alam 35 % dan 5 persen untuk atraksi buatan.

Pemandu datang menbawa 12 gelas pendek yang diletakkan di meja,  maka pelajaranpun dimulai. Di hadapan kami ada kopi luwak, kopi Bali, kopi ginseng, coklat Bali, vanila kopu, teh jahe, teh Rosela, teh sereh, teh beras merah, teh jeruk dan teh Bali.

Dewa Made Juliartawan, pengelola Satria Agrowisata ini menjelaskan untuk kopi luwak, di sini ada tiga jenis yaitu luwak pandan (hitam dan abu- abu), dua lagi luwak injin (hitam), luwak ketan ( berwarna cokelat).

Tanaman kopi berada 900 meter di atas ketinggian permukaan laut dan perkebunan kopi Arabika dari Banjar Basangambu ini luasnya mencapai 5 hektar. Untuk kopi arabika terdapat dua tipe yaitu arabika betina yang memiliki karakter biji kopi yang datar dan memiliki biji kecil.

Sedangkan arabika jantan lebih tajam serta mempunyai kadar caffein lebih tinggi dan pekat serta biji kopi lebih besar. Tak itu saja, untuk kopi luwak terdapat kadar caffein lebih rendah tapi protein lebih tinggi dan bagus buat kesehatan seperti kolesterol dan kanker, jelas Dewa Made Juliartawan.

Menikmati minuman kopi di sini memiliki nuansa yang berbeda sehingga bisa menjadi pengalaman yang asyik saat berwisata. Setiap rombongan wisatawan mancanegara muncul di pondok-pondok terbuka untuk mencicipi aneka minuman, saya jadi antusias menguping pembicaraan mereka supaya tahu bahasa yang digunakan.

Ternyata hari itu banyak yang datang dari kawasan Eropa terutama dari Timur yaitu wisatawan Rusia selain juga dari Inggris. Mereka asyik berkeliling dan menikmati pemandangan yang ada.

Semangat mereka mengelilingi area ini membuat saya dan teman-teman juga mendapat spot-spot foto yang indah tinggal memilih  dari ketinggian dan sudut-sudut mana pengambilan foto yang instagramable.

Johan saat menjajal ayunan setinggi 20 meter

Johan misalnya, salah satu anggota rombongan sempat menjajal wisata adrenalin yang ada di sini berupa ayunan. Jangan menganggap ini sebatas ayunan biasa saja, pasalnya ayunan ini berada di ketinggian 20 meter, jelas Dewa Made Juliartawan.

Ayunan Satria Agrowisata ini bisa menjadi pilihan buat wisatawan, apalagi bisa merayakan 40 kali ayunan. Untuk merasakan sensasi tersebut perlu merogoh kocek seharga  Rp100 ribu bagi wisatawan nusantara sementara buat wisatawan mancanegara Rp 200 ribu.

Asyik menikmati pemandangan baru saya menyadari bahw tepat di atas pondok kopi yang kami tempati ada tulisan dengan huruf putih besar di ketinggian bukit bertuliskan Bali Cat Poo Chino. “ Itu bahasa plesetan saja untuk kopi luwak,” tambahnya.

Setiap hari  Agrowisata Satria sesak dikunjungi sedikitnya 1.000 wisatawan, paling banyak Rusia, lalu Eropa, China, India dan wisatawan lokal. Kunjungan paling ramai pada bulan Juli, Agustus dan Desember bisa mencapai 1.500 wisatawan.

Kenikmatan minum kopi di sini juga dirasakan oleh wisatawan asal Jerman, Moritz yang mengakui bahwa kopi dari Indonesia sangat enak khususnya dari sisi rasa.
“Kopi Bali itu enak dan berbeda dari rasa lainnya. Alam disini sangat indah dan sangat bagus buat dinikmati,” ungkapnya.

Pria berusia 32 tahun ini pun mengacungkan jempol buat destinasi yang masuk dalam kategori wisata alam ini. Termasuk soal kebersihan kawasan itu. “Satu hal yang harus saya akui dari tempat ini yaitu soal kebersihan. Di sini tak menemukan sampah sedikit pun. Begitu juga dengan soal sanitasinya, ” tuturnya.

Puas melewati jalan setapak dan turun naik tangga, dalam rute pulang dan menuju bis baru saya menjumpai toko yang menjual beragam produk minuman dalam bentuk bubuk, teh kering, biji kopi dan beragam minyak untuk pijat, Aroma Therapi dan bahan lainnya untuk spa.

Soal harga untuk produk minyak rempah dan spa memang tidak murah, mungkin melalui penyulingan dan lainnya.

Soal mau membeli atau tidak adalah pilihan pengunjung dan tidak ada pemaksaan tentunya. Justru ketika berjalan ke bis saya mendapatkan banyak ide-ide baru agar suatu desa yang memiliki keunggulan komoditi juga dijadikan obyek wisata seperti Satria Agrowisata.

Dengan demikian seluruh penduduk desa bisa menikmati hasil kunjungan wisman karena bukan milik perorangan tapi melalui BUMDES. Pariwisata kontan jadi penggerak ekonomi desa. Bagaimana ? good idea !.



18 – 20 September 2018, ASITA Jakarta Travel Mart

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DKI Jakarta kembali mengelar travel mart. Event tahunan ini untuk menyemarakkan bisnis wisata sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan.

Event ASITA Jakarta Travel Mart yang ketiga kalinya diselenggarakan ini, kini tampil lebih baik lagi. Baik dalam penyelenggaraan, juga buyer dan seller lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini digelar di Hotel Holiday Inn Jakarta Kemayoran, pada 18 hingga 20 September 2018.

Disisi lain, ASITA Jakarta Travel Mart 2018 yang mengusung tema #BIGGERBETTERBOLDER menujukkan semakin eksistensi ajang terciptanya pasar jual-beli bisnis pariwisata di Jakarta bagi para pelaku industri pariwisata, khususnya pasar domestik. Juga sebagai event yang rutin digelar setiap tahun di Jakarta.

ASITA Jakarta Travel Mart 2018 ini, kuota meja yang disediakan sebanyak 100 unit, untuk para seller Biro Perjalanan Wisata juga Tourism Board atau National Tourism Office dari negara lain.

Untuk buyernya, diperkirakan lebih dari 300 buyer potensial bakal hadir dengan membawa peluang bisnis. Buyer yang hadir adalah pemilik atau pimpinan perusahaan Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan Agen Perjalanan Wisata (APW) yang bernaung dalam wadah ASITA Jakarta.

Pada ASITA Jakarta Travel Mart 2017, hanya tersedia 60 meja untuk seller terisi 64 meja yang diikuti 23 Biro Perjalanan Wisata se-Indonesia, 22 usaha perhotelan, 11 instansi pendukung Pariwisata (transportasi pariwisata, institusi pendidikan pariwisata, perbankan, perusahaan teknologi informatika dan Dinas Kebudayaan Provinsi),

Dan 2 perusahaan penerbangan, 2 usaha kuliner dan pusat oleh-oleh, 3 destinasi wisata, 1 industri pariwisata dar luar negeri.

Jadi ASITA Jakarta Travel Mart tahun ini lebih meningkat lagi. Bahkan kami akan mendatangkan 200 BPW & APW Anggota ASITA DKI Jakarta, 50 BPW & APW anggota ASITA DPD lainnya, serta 50 pelaku industri pariwisata potensial dari seluruh Indonesia.

Diakui, ajang pasar jual-beli di Jakarta bagi para pelaku industri pariwisata, khususnya pasar domestik yang dikemas secara Business to Business (B2B) ini, bukan hanya memfasilitasi terjadinya transaksi jual-beli paket destinasi wisata antara Buyer dan Seller.

Bahkan mengenalkan dan mensosialisaikan ikon-ikon Kebudayaan Betawi kepada para Seller yang berpartisipasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Memang acara ini sangat membantu mensosialisasi ikon-ikon Kebudayaan Betawi secara merata yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, juga peserta dari negara lain kami tawarkan city tour Jakarta yang memliki obyek wisata menarik untuk dikunjungi.

Seluruh rangkaian aktifitas ASITA Jakarta Travel Mart dilakukan swadaya serta didukung beberapa sponsor. Dengan kegiatan yang setiap tahun bertambah besar ini ASITA DKI Jakarta berharap 2 tahun mendatang ASITA Jakarta Travel Mart menjadi satu ajang kegiatan pameran pariwisata.

Juga merupakan salah satu event bertaraf internasional di Ibu Kota Indonesia yang semakin dicintai, tentunya peran serta pemerintah akan dapat mewujudkan harapan ini menjadi kenyataan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Doyan Sejarah Tak Ingin Mengabaikan Sejarah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berbeda dengan komunitas umumnya, Komunitas Doyan Sejarah hadir dengan nuansa baru, nuasa lain daripada lainnya juga nuansa menyebarkan virus kebangsaan kepada kaum muda agar lebih mencintai sejarahnya. Memang, bangsa yang besar ialah bangsa yang mengetahui, memahami dan mencitai sejarah.

Latar belakang berdirinya Komunitas Doyan Sejarah karena sebagai pemuda ingin mengetahui sejarah Republik Indonesia dan ingin mendalami tempat-tempat bersejarah yang ada di Indonesia. Sekaligus mengingatlan kembali agar kumpulan generasi muda dari lintas profesi dengan menginisiasi Jangan Melupakan dan Mengabaikan Sejarah.

“Komunitas Doyan Sejarah adalah sebuah komunitas independen yang peduli pada sejarah dan budaya serta peninggalan sejarah bangsa. Ini bentuk keprihatinan kami terhadap kurangnya perhatian dan apresiasi generasi sekarang terhadap sejarah bangsanya,” papar Ketua Komunitas Doyan Sejarah Imam Subagyo di Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Dijelaskan sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu sangat panjang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan “Manusia Jawa ” yang berusia 1,7 juta tahun lalu. Periode sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu -Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan.

Era Kolonial, masuknya orang Eropa (terutama Belanda) menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20. Era Kemerdekaan Awal, pasca- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); Era Orde Baru 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966-1998); serta Orde Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.

Dilanjutkan, doyan sejarah ini memiliki pengertian yang sangat luas mulai sejarah kerajaan di Indonesia, peninggalan sejarah, benda-benda yang memilikini nilai sejarah seperti keris, rencong dan lainnya. Juga sejarah dunia batik hingga lahirnya kuliner tradisonal yang ada di penjuru nusantara. “Jadi pengertian sejarah itu sangat luas sekali,” lontarnya.

Aktifitas positif komunitas Doyan Sejarah, lanjut Imam, meliputi safari situs candi di nusantara, seperti candi Suko, keraton Surakarta, keraton mangkunegara, keraton Yogyakarta, juga menjelajahi tempat-tempat bersejarah di berbagai daetah lainnya.

Selain itu membuat diskusi analisis riset penemuan sejarah, hingga berencana membuat film pendek tentang sejarah. Melalui film pendek sejarah ini menjadi media efektif sebagai propaganda sejarah dalam menyikapi era generasi milenial kecendrungan malas membaca literatur sejarah ini, sambungnya.

Mengungat, tambah dia, Sekarang ini hampir lost generasi anak bangsa yang mengetahui sejarah, bahkan sejarah pahlawan minim bagi diketahui bangsa ini. “Melalui komunitas ini kita mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut partisipasi aktif dalam melestarikan sejarah, karena bangsa yang besar bangsa yang memiliki karakter khas. Sejarah merupakan harta karun yang terpendam,” ungkap Imam,

Ia berharap generasi sekarang tidak melupakan sejarah bangsa seiring kemajuan teknologi, dan dimana revolusi industri keempat telah dimulai. Pihaknya pun aktif menyosialisasikan melalui sosial media komunitas Doyan Sejarah sebagai wadah pencinta sejarah. (EP)

Di Hotel Ritz Paris, Perhiasan Putri Saudi Rp13,7 M Dicuri

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Bila kejadian memilukan ini benar-benar terjadi, ini merupakan kasus pencurian tak kepalang besar yang pernah terjadi. Apalagi terjadi di hotel mewah berstandar internasional. Kejadiannya, seorang putri dari Arab Saudi melaporkan perhiasannya senilai 800.000 euro (sekitar Rp13,7 miliar) dicuri dari kamarnya di hotel Ritz, Paris.

Perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu mengatakan perhiasannya raib pada Jumat (7/9/2018) petang. Tidak ada tanda-tanda bahwa kamar itu dimasuki secara paksa, kata sumber di kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/9/2018).

Sang putri mengatakan kepada jaksa penuntut bahwa ia tidak meninggalkan barang-barang berharga miliknya di kotak penyimpanan aman di kamar hotel.

Sementara Juru bicara Ritz Hotel Pasris menolak berkomentar terkait kasus pencurian yang kedua kalinya terjadi di hotelnya. Kasus pencurian pertama terjadi di hotel elegan yang ada di kawasan Place Vendome, Paris, dalam setahun ini.

Pada Januari, sejumlah pencuri dengan membawa kapak menyerbu masuk ke lobi hotel dan merampok kalung-kalung serta berbagai perhiasan lainnya senilai jutaan dolar dari tempat pajangan.

Polisi berhasil menangkap tiga dari gerombolan itu di dalam hotel, sementara dua lainnya kabur dengan mengendarai skuter namun satu tas hasil jarahan mereka terjatuh. Seluruh perhiasan akhirnya dapat ditemukan kembali.

Aksi para perampok bersenjata bukan hal yang jarang terjadi di wilayah itu, tempat puluhan butik mewah dan toko perhiasan berjajar di sepanjang jalan.

Pada Desember 2017, seorang pria berhasil menggantikan dua berlian dan dua cincin bernilai 5,5 juta euro (sekitar Rp94,5 miliar) dengan perhiasan palsu di sebuah toko perhiasan.

Pada Oktober 2016, bintang acara televisi realitas menjadi korban perampokan di sebuah lokasi, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki 10 menit dari Ritz. Perhiasannya yang bernilai jutaan dolar hilang dicuri. Polisi saat ini menempatkan penjagaan permanen di wilayah tersebut namun belum banyak yang dilakukan dalam mencegah aksi para perampok. (EP)

Batik Kembali Warnai New York Fashion Week 2018

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Batik kembali warnai gelaran fashion show internasional. Batik tampil gaya, warna dan model terbaru di ajang fesyen New York Fashion Week (NYFW) September 2018 Collections, yang digelar pada 5-12 September. Lewat tema Indonesian Diversity, tiga desainer Coreta Louise, Vivi Zubedi and Kimberly Tandra memamerkan karyanya.

Menurut situs resmi NYFW, Kimberly Tandra adalah perancang di belakang label Suedson yang saat ini tinggal di Paris dan akan memamerkan koleksi yang menampilkan motif Batik dengan teknik cetak yang menghasilkan desain yang menarik. Katanya ini terinspirasi dari kota kelahirannya yaitu Surabaya.

Penampilan yang menawan kembali disajikan oleh Coreta Louise. Dalam aksinya diatas panggung ia menunjukkan betapa elegannya sebuah Batik dengan kaya warna. Coreta Louise mengambil inspirasi dari cetakan yang ditemukan di seluruh negeri dan memodernisasi menjadi siluet yang indah dan tampak cantik. Keindahan penampilan Coreta Louise, membuat sejumlah komentar positif seperti yang tertulis di akun instagram Indonesian Fashion Gallery.

“Coreta Louise memberi penghormatan kepada Batik, yang berasal dari Indonesia dengan mengambil inspirasi dari cetakan yang ditemukan di seluruh negeri dan memodernisasi mereka untuk menciptakan siluet dan cetakan baru yang dapat dijual ke pasar internasional,” tulis penyelenggara seperti dikutip dari website NYFW, Selasa (11/9/2018).

Vivi Zubedi menampilkan koleksi busana modest di panggung New York Fashion Week. Desainer asal Jakarta ini adalah pemilik label Vivi Zubedi yang diluncurkan sejak 2011. Ia adalah lulusan jurusan akuntansi Universitas Sumatra Utara.

Tahun ini, New York Fashion Week memang banyak menarik perhatian masyarakat, khususnya bagi yang menyukai dunia fashion. Pada gelaran mode tersebut, seluruh insan kreatif dalam dua industri seperti para desainer, model, fashion stylist, editor beauty dan fashion, termasuk 3 desainer Indonesia turut berpartisipasi untuk menampilkan serta mencari tren terbaru di tahun mendatang.

Pada tahun ini, dari 153 desainer yang turut mengambil bagian di dalamnya. Dan desainer kembali dipercaya untuk unjuk kreasi batik terbarunya. Hadirnya Indonesian Diversity Designer setelah menggandeng Gallery Fashion Indonesia.

Tema yang diangkat oleh Indonesian Diversity adalah “Batik”, sebagai tema khusus dalam merayakan batik musim ini. Batik dianggap telah mengilhami desainer di seluruh dunia. Batik sendiri juga sudah dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. (EP)

Hipmi Sulsel Dorong Milenial Kembangkan Wisata Bahari

this formate

MAKASSAR, bisniswisata.co.id: Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengajak generasi milenial untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pengembangan potensi kemaritiman yang melimpah di daerah Sulsel. Bentuk kontribusi aktif itu bisa berupa ikut menjadi stakolder dalam industri sektor kemaritiman, mulai dari perikanan maupun kelautan termasuk pengembangan pariwisata yang berbasis maritim atau bahari.

“Generasi milenial memiliki kapasitas sumber daya yang bisa ikut menunjang pengembangan sektor kemaritiman Sulsel dalam berbagai aspek dengan menjadi stakeholder langsung pada sektor perikanan hingga wisata bahari,” papar Ketua Hipmi Sulsel Herman Heizer di Makassar, Senin (10/9/2018).

Dilanjutkan, segmen milenial memiliki kreativitas, dan jika dipadukan dengan kemaritiman itu bisa menjadi penggerak perekonomian yang sangat atraktif kedepannya. “Baik itu terlibat langsung pada hulu maupun hilirnya jiak memungkinkan, industri kreatif paling tidak dengan mengoptimalkan kemaritiman Sulsel,” ungkapnya.

Menurut dia, sektor kemaritiman yang sangat potensial untuk dikembangkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dengan partisipasi milenial seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan produk komoditas kelautan serta pariwisata berbasis bahari.
“Ini merupakan tantangan kita semua untuk mengoptimalkan potensi maritim kita. Semua stake holder harus bersinergi demi kemajuan bersama,” kata Herman

Herman menyayangkan jika penerimaan devisa dari sektor wisata bahari di tahun 2017 hanya sebesar US$ I Milyar, tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia yang mampu meraup US$ 8 Milyar dari sektor yang sama. “Kita punya lebih dari 17.000 pulau, Potensinya sangat besar sekali, tapi hingga saat ini kontribusinya masih minim,” pungkasnya

Secara khusus, Herman menjamin jika Hipmi Sulsel siap memberikan fasilitasi dalam beragam bentuk untuk mengakomodir segmen milenial mengeksplorasi kreativitas yang kemudian bisa memberikan nilai tambah dengan mengoptimalkan sumber daya kemaritiman.

Sulawesi Selatan memiliki destinasi wisata bahari yang mempesona dan menjadi hits dikunjungi wisatawan, obyek wisata bahari itu antara lain:

#. Makassar

Ada beberapa obyek wisata bahari di Makassar seperti Pantai Losari yang merupakan ikon Kota Makassar. Objek wisata ini berada di jantung Kota Makassar, tepatnya di Jalan Penghibur. Ada keunikan dan keistimewaan tersendiri dari Pantai Losari. Wisatawan yang berkunjung dapat melihat pemandangan indah matahari terbit dan matahari terbenam. Selama menunggu pemandangan indah tersebut, wisatawan dapat mencoba pelbagai ragam masakan laut yang masih sangat segar.

#. Bulukumba

Bulukumba memiliki wisata bahari dengan menikmati indahnya pantai dan pasir putih. Beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi antara lain Pantai Apparalang, Pantai Bara, Pantai Bira, dan Pulau Kambing. Destinasi wisata Pantai Tanjung Bira yang terletak Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Destinasi wisata Pantai Tanjung Bira yang terletak Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Bagi wisatawan yang lebih senang dengan wisata laut, maka bisa berkunjung ke beberapa obyek wisata tersebut. Sebab atraksi lainnya juga bisa snorkeling di sekitar Pulau Kambing untuk melihat indahnya pesona dalam laut.

#. Kota Benteng

Taman laut Taka Bonerate ini berada di kota Benteng, Kepulauan Selayar. Tempat wisata ini merupakan surga bagi penyelam dan Anda yang suka snorkeling. Saat menyelam, Anda bisa berenang bersama ratusan jenis ikan, penyu dan kura-kura. Kecantikan terumbu karangnya juga membuat Anda semakin betah berlama-lama menyelam di sini. Saat terbaik untuk menyelam di taman laut ini adalah di antara bulan April – Mei. Pada saat itu, arus dan suhu air serta berbagai faktor pendukung lainnya sedang dalam kondisi baik sehingga jarak pandang saat menyelam pun menjadi sempurna.

#. Pangkep
Pangkep memiliki pulau cantik yang asyik buat menghabiskan liburan akhir tahun. Pulau Panambungan, namanya dengan pesonanya yang oke banget. Pulau mungil yang luasnya hanya sekitar 4 hektar ini menyuguhkan pemandangan pasir putih dan air laut yang jernih. Tak hanya itu, rimbunan pohon cemara dan pinus yang tegak menjulang membuat traveler serasa berada di pegunungan. Di pulau ini bisa bermain air di pantai hingga snorkeling. Airnya yang tenang, tentunya tidak akan membuat orangtua khawatir dengan anak-anaknya saat mandi.

#. Selayar

Kabupaten Selayar adalah surga wisata ternama di kaki Pulau Sulawesi. Kawasan ini mempunyai pasir putih menawan, vegetasi unik dan langka khas Selayar. Destinasi lain yang bisa dikunjungi Kampung Penyu, Pantai Pabbaddilang, Pantai Punagaan, Liang Kareta, Air Terjun Patikore, Pantai Batu Karapu dan gugus Mangrove Gusung. Aktifitas wisatawan biasanya snorkeling atau dive gear. Sebagian lainnya, sengaja memilihnya sebagai lokasi pre-wedding atau selfie-wefie modelling demi mendongkrak minat di pasaran.

#. Barru

Kabupaten Barru memiliki beragam lokasi wisata bahari seperti Celebes Canyon, Air Terjun Weisai dan Air Terjum Manuba. Sayangnya, destinasi tersebut dianggap masih memerlukan pemugaran sehingga dapat berjalan maksimal. Di Barru juga terdapat pemandian air panas yang suhu airnya tidak pernah berubah. Hal tersebut dinilai sangat unik dan jarang dimiliki oleh daerah lain di Sulsel sehingga hal tersebut harus diperhatikan. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Hantu Valak Kuasai Box Office AS

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Mania film horor memadati bioskop-bioskop dunia akhir pekan kemarin. The Nun sukses bertengger di puncak film box office di Amerika AS, Amerika Utara dan Kanada dalam debutnya. Terlepas dari banyak review negatif, sosok hantu Valak yang fenomenal dalam spin-off The Conjuring 2 ini tetap memesona bagi para fansnya.

Raihan film produksi Warner Bros. itu bahkan melampaui perkiraan, dengan mengumpulkan US$53,5 juta selama akhir pekan kemarin di bioskop-bioskop di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, menurut data ComScore Inc.

Raihan tersebut cukup untuk menggulingkan penghuni nomor satu sebelumnya, Crazy Rich Asians, yang tergelincir ke tempat kedua. Sementara itu, Peppermint, besutan STX Entertainment, menampilkan debutnya di tempat ketiga.

Capaian The Nun pun menambah pundi Warner Bros, yang perusahaan induknya diakuisisi oleh AT&T tahun ini. Berkat Crazy Rich Asians dan The Meg, studio Warner Bros. telah menduduki posisi nomor 1 selama lima akhir pekan berturut-turut.

Dominasi Warner Bros. mungkin akan bertahan lebih lama dengan rilis film berikutnya yang akan datang yakni A Star is Born, episode baru Fantastic Beast, dan Aquaman.

Film The Nun mengingatkan para pecinta film horor kembali pada karakter hantu Valak yang pertama kali muncul dalam The Conjuring 2 pada tahun 2016.

Dibintangi Taissa Farmiga dan Demian Bichir, The Nun berkisah tentang penyelidikan atas kasus tewasnya seorang biarawati muda di Rumania dan awal mula munculnya hantu Valak.

Film yang menghabiskan modal sebesar US$22 juta ini mendapat rekomendasi dari hanya 36% kritikus, menurut RottenTomatoes.com.

Namun, tak hanya mengalahkan prediksi untuk raihan sebesar US$45 juta pada pekan pertamanya, The Nun juga mampu melampaui hasil sebesar US$42 juta yang dibukukan “The Conjuring” pada 2013 dan menandai debut dengan nilai terbesar untuk waralaba film ini, menurut Box Office Mojo. (EP)

Asita Sumbar Apresiasi Garuda Tambah Frekuensi Jakarta-Padang

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Asosiasi perusahaan perjalanan wisata (Asita) Sumatera Barat (Sumbar) sangat apresiasi sekaligus ikut mendorong penambahan jadwal penerbangan Jakarta-Padang oleh maskapai Garuda Indonesia untuk mendukung pengembangan wisata daerah agar lebih maju dan banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Sekarang Jakarta-Padang dilayani tujuh kali pulang pergi oleh Garuda, namun banyak juga yang tidak kebagian tiket karena penuh. Asita mendorong penambahan jadwal penerbangan untuk rute ini,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah di Padang, Senin (10/9/2018)

Menurutnya, penumpang yang membatalkan rencana bepergian ke Sumbar karena tidak kebagian tiket itu berpotensi berwisata di daerah sehingga bisa memberikan pemasukan bagi masyarakat dan daerah.

Sebagian wisatawan kemungkinan fanatik dengan maskapai tertentu dan tidak mau mengalihkan pada maskapai lain, sehingga lebih memilih membatalkan liburan. “Kami beberapa kali menerima pembatalan rencana kedatangan wisatawan akibat hal ini. Itu berpotensi merugikan daerah. Karena itu kami mendukung langkah Pemprov Sumbar untuk meminta Garuda menambah jadwal penerbangan rute ini,” ujarnya.

Ia meyakini penambahan itu akan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat sepanjang tahun 2017 meningkat 13,34%, yakni dari 49.686 orang menjadi 56.313 turis. Diperkirakan tahun 2018 bakal meningkat signifikan.

Negara asal wisman masih didominasi wisatawan asal Malaysia yang kontribusinya berkisar 80% terhadap kunjungan wisman ke Sumbar. Selain Malaysia, juga ada wisman Thailand, Australia, Prancis, Inggris, Jerman, China, Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta manajemen Garuda Indonesia untuk menambah jadwal penerbangan Jakarta-Padang minimal jadi delapan kali sehari. “Kalau memungkinkan, lebih dari itu,” katanya.

Ia juga mendukung pembukaan rute penerbangan baru dari berbagai provinsi di Indonesia ke Sumbar. “Kami yakin hal itu akan membantu pengembangan wisata daerah yang sedang menggeliat,” sambungnya sambil meminta agar penambahan jadwal penerbangan itu dibarengi dengan kebijakan penyesuaian tarif agar tidak terlalu tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian menyebutkan perbaikan sejumlah objek wisata di Sumbar berkontribusi meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu, baik domestik maupun wisman sepanjang tahun lalu. “Kalau domestik naiknya sekitar 7%, tahun ini perkiraannya meningkat lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Menurutnya, angka kunjungan itu hanya perkiraan mengacu tingkat transportasi udara domestik, tingkat keterisian hotel, dan kunjungan ke objek-objek wisata. “Jadi, memang belum ada skema penghitungan yang pasti, ini sebatas perkiraan angka kasar. Kami lagi siapkan metode model penghitungan untuk memantau pergerakan wisatawan domestik,” kata Oni.

Dia meyakini kunjungan wisatawan domestik ke Sumbar bakal kian meningkat sepanjang 2018, mengingat fokus pemerintah daerah adalah memprioritaskan pengembangan pariwisata. Apalagi, sejumlah kabupaten dan kota juga giat memperbaiki objek wisata. Juga ada tambahan penerbangan semakin mendongkrak kunjungan wisatawam.

Sejauh ini, Sumbar bisa disebut adalah daerah tujuan wisata oleh masyarakat dari provinsi tetangga, seperti Jambi, Riau, Bengkulu dan Kepulauan Riau. Selain itu, juga wisatawan dari Jakarta, Sumatra Utara, Jawa Barat dan daerah lainnya. (EP)