Gap Usung Fashion Ramah Lingkungan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gap meluncurkan fashion koleksi musim gugur dan dingin 2018. Koleksi ini meluncur lebih dulu di Singapura dan Malaysia, pada 20 Agustus 2018. Musim kali ini, Gap meluncurkan koleksi Soft Wear, koleksi pakaian menggunakan bahan sangat lembut, dirancang sedemikian rupa agar pas sempurna bagi pria dan wanita.

Bahkan, seperti dilansir laman Bisnis, Ahad (26/08/2018), menghasilkan rancangan sangat stylish, namun nyaman untuk gaya hidup aktif. Dengan mengusung kampanye Gap for Good, bertujuan menciptakan produk yang lebih baik dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan air yang lebih sedikit dan material yang ramah lingkungan, diharapkan membantu terciptanya lingkungan yang lebih baik.

Koleksi Gap FW18 mencakup lebih dari 45 produk GapBody, lebih dari 180 produk untuk Pria, 200 lebih produk Wanita, dan lebih dari 50 aksesoris untuk Wanita dan Pria. Koleksi Love by GapBody pada musim kali ini adalah koleksi paling nyaman yang pernah dibuat.

Pilihannya termasuk bra, breathable undies and sleepwear yang dapat dikenakan sepanjang hari. Koleksi ini dirancang dengan lembut, diisi dengan sedikit kemewahan dan kenyamanan.

Untuk pakaian wanita, barang favorit sepanjang masa, Girlfriend Chino, menjadi kunci pada musim kali ini, dengan sentuhan mode terkini, seperti studded front pockets, jahitan sisi twill tape berpola, dan detail patchwork.

Koleksi lainnya yang tak kalah menarik adalah berbagai pilihan gaun dari Gap yang hadir dalam berbagai siluet, termasuk cami midi, wrap, dan dress button-down dress.

Siluet hadir dalam berbagai pilihan corak musim gugur seperti floral prints, yang cocok dikenakan dalam setiap kesempatan. Koleksi Gap Men menghadirkan crewneck, soft colored tees and fleece sweatshirts.

Pada musim kali ini, penggunan bahan carbon brush fleece yang baru lebih lembut dan tahan lama, berkat cara unik yang dibuatnya. Penggunaan brush dalam proses produksi bertujuan untuk menyisir serat berlebih dan menggosok permukaan kain, yang menbuatnya menjadi lebih halus. (EP)

Hati-hati, Penumpang Pesawat Rentan Terserang Bakteri

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Berada dalam transportasi umum memungkinkan orang terinfeksi bakteri atau tertular penyakit. Ini juga berlaku untuk transportasi umum sekelas pesawat. Padahal tak jarang orang memilih pesawat demi kecepatan dan kenyamanan karena dianggap lebih higienis. Namun kenyataannya tidak demikian.

Sally Bloomfield, profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine menilai saat berada di tempat tertutup, termasuk pesawat, memungkinkan orang untuk rentan terkena penyakit. “Pesawat seperti layaknya lingkungan hidup lain. Semakin padat, semakin memungkinkan tersebarnya bakteri,” katanya seperti dikutip dari Huffington Post.

Menurutnya, tak peduli berapa kali kabin pesawat dibersihkan, sekali penumpang masuk, kesempatan mikroba untuk menyebar sangat besar. Sally menjelaskan, ini bukan soal pesawat yang kotor, tetapi orang yang membawa mikroba setiap waktu.

Rupanya, ini bukan omong kosong atau sekadar cerita untuk menakut-nakuti. Sebuah studi yang dirilis tahun ini menemukan penumpang pesawat bisa terserang penyakit jika duduk pada tempat yang salah. Penumpang rentan sakit jika duduk di dekat lorong, duduk di depan atau belakang orang yang terkena sakit.

Penyakit dapat ditransmisikan via mata, hidung, atau mulut. Namun, tak seperti transportasi umum lain, sekali orang sudah masuk pesawat, tak mudah untuk berpindah tempat. Namun tenang saja, Sally memberikan tips untuk Anda yang tak memiliki pilihan transportasi lain selain pesawat.

Bakteri atau penyakit dapat tertular melalui dua jalan, udara dan sentuhan. Misalnya saja bakteri pada tangan yang dapat masuk ke tubuh karena tangan menyentuh mata, mulut, dan hidung.

Karena itu, kebersihan tangan jelas jadi hal penting di sini. Memang, tak memungkinkan untuk kerap bulak-balik ke toilet untuk mencuci tangan. Sally menyarankan agar Anda membawa hand-sanitizer atau cairan pembersih tangan, terutama sebelum makan. “Jika tak ada sesuatu terjadi, (bakteri) bakal disebarkan oleh tangan anda,” katanya. (EP)

Nite Carnival, Langkah Kediri Menggaet Wisatawan

this formate

KEDIRI, bisniswisata.co.id: Karnaval di siang hari mungkin sudah lumrah, biasa bahkan dianggap tak ada daya tariknya. Sebaliknya karnaval digelar malam hari, mungkin sesuatu yang luar biasa dan memiliki daya tarik tersediri. Langkah ini dilakukan Kediri, Jawa Timur (Jatim) melalui event Kediri Nite Carnival 2018.

Karnaval yang digelar Sabtu (25/08/2018) malam, menyedot perhatian massa dan mampu menarik perhatian wisatawan nusantara. Bukan hanya dari Kota Kediri, namun disakikan wisatawan lokasi dari kota-kota lain di Jatim. Bahkan, luar provinsi pun hadir. Carnival berlangsung meriah.

Nite Carnival yang mempersembahkan seni dan budaya Kota Kediri melalui parade kostum warna-warni memikat dan menarik perhatian ini, diikuti ribuan peserta. Sepanjang catwalk jalanan kurang lebih 3 kilometer, diawali start Stadion Brawijaya melewati Jalan PK Bangsa, Jl Erlangga, Jl Hayam Wuruk dan finish depan Balai Kota Kediri.

Di sepanjang rute yang dilewati dipasang pagar pembatas antara peserta dengan penonton. Sehingga kegiatan karnaval yang menjadi kalender wisata tetap Kota Kediri ini, berlangsung lebih tertib, aman dan nyaman.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Kini Kediri Nite Carnival dimeriahkan kontingen dari daerah lain. Ada 150 peserta Seperti, Kota Surabaya, Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, Malang Fashion Carnival, Turonggo Yakso Dance Trenggalek, Tlatah Bayu Dance Kabupaten Nganjuk dan Bumi Panji Dance Kabupaten Kediri.

Selain Parade Fashion di tengah malam, juga ada mobil hias serta rangkaian kegiatan ini turut dilombakan Foto Nite Carnival 2018 yang memperebutkan total hadiah Rp14 juta, yang diadakan di Instagram @harmonikediri. Carnaval nite mengambil start di Jalan PK Bangsa, hingga Finish di jalan Basuki Rahmat, Balai Kota Kediri

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan terima kasih untuk kontingen daerah lain yang ikut memeriahkan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1139. Karnival ini bisa menjadi wisata baru di Kota Kediri karena pada carnaval ini menampilkan seni dan budaya.

“Semoga ini bisa menjadi wisata baru di Kota Kediri. Apalagi ditambah lampu-lampu yang tentunya akan menambah keindahan Kediri Nite Carnival yang dapat dinikmati masyarakat Kota Kediri, sehingga menjadi daya tarik wisata yang diharapkan dapat dikunjungi wisatawan nusantara maupin mancanegara,” lontarnya.

Yunita, wisatawan lokasi mengaku sangat antusias menyaksikan hiburan Kediri Nite Carnival. Karena selama ini, hiburan di kota Kediri sangat terbatas dan karnaval ini menjadi solusi menarik. “Ini yang sudah saya tunggu-tunggu. Sangat menarik sekali dari tahun ke tahun juga semakin meriah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Ke pemudaan dan Olah Ragah (Disbudparpora), Nur Muhkiyar mengatakan, dengan adanya partisipasi peserta dari luar Daerah nantinya diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan yang mau datang berkunjung ke Kediri. ” Peserta tahun ini lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kali ini ada peserta dari luar daerah,” terang Nur Mukiyar.

Seperti pada event tahun sebelumnya, dalam Carnaval Nite 2018 yang ditonjolkan kegiatan ini adalah Parade Fasion. Ikut ambil bagian, Perusahaan Rokok PT Gudang Garam mengirimkan delegasinya.Tidak hanya kendaraan hias dan properti yang ditampilkan, tetapi juga ditonjolkan dari segi penampilan Busana dan para telent.

Salah satu peserta karnaval dari PT Gudang Garam Tbk malahan menampilkan mobil hias dan kru yang berjumlah puluhan. “Karnaval ini adalah ajang yang tepat untuk mempromosikan sebuah kota, lengkap dengan budayanya. Kami ikut ambil bagian di dalamnya,” ungkap Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono.

Tahun ini PT Gudang Garam Tbk menampilkan delegasi yang tak kalah spektakuler. Ada kendaraan hias dan propertinya, termasuk juga dari busana dan para talent yang dikerahkan. “Total ada 48 personel yang diterjunkan untuk memeriahkan Nite Carnival,” jelasnya.

Mereka berasal dari berbagai lembaga di internal PT GG Tbk, mulai bidang humas, transportasi, direktorat sigaret kretek tangan (SKT), bagian workshop, bagian electrical, hingga bagian rumah tangga perusahaan (RTP). “Kami mengusung tema Kediri Kutha Panji’ dalam event ini,” terangnya.

Tema itu diambil untuk mengangkat Panji sebagai karya sastra dan budaya kelas dunia asal Kediri. Sebuah karya yang layak disejajarkan dengan kisah Mahabharata dan Ramayana dari India. “Karya ini lahir pada masa Kerajaan Kediri,” tambah Iwhan.

Cerita Panji sebuah karya yang mengisahkan penyatuan kembali Kerajaan Kediri setelah pecah menjadi Jenggala dan Panjalu. Melalui cerita romantis bertemunya Panji Asmorobangun dan Galuh Candrakirana. Ada enam barisan yang menggambarkan tema tersebut. Barisan pertama berupa para penari gunungan yang melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu dan bertambahnya usia harus semakin mengerucut, menuju Tuhan.

Barisan kedua merupakan penampilan raja yang digambarkan dari sosok Panji Asmorobangun dan Galuh Candrakirana. Barisan ketiga para patih. Barisan keempat para punggawa. Barisan kelima para kleting. Barisan keenam sebagai penutup adalah para prajurit yang membawa bendera panji. “Kami juga tampilkan special effect untuk memperkuat suasananya,” lanjut Iwhan.

Tata lampu dan permainan cahayanya dipastikan bakal menarik. Apalagi karnaval digelar malam. “Tim kami berusaha menampilkan yang terbaik,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tragis, Obyek Wisata “Raja Ampat” Kampar Dilalap Jago Merah

this formate

PEKANBARU, bisniswisata.co.id: Tragis. Obyek wisata puncak Ulu Kasok atau lebih dikenal Raja Ampat Kampar, terbakar. Lebih tragis lagi kebakaran ini sudah kedua kalinya selama 2018. Diduga ada campur tangan pihak tak bertanggung jawab yang membakarnya, sayangnya polisi belum mengambil langkah pengusutan siapa pelaku dibalik pembakaran. Padahal, destinasi wisata alam ini banyak dikunjungi wisatawan.

Kepala Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Adi Chandra menjelaskan, api dilaporkan muncul pada Jumat, 24 Agustus 2018, pukul 02.00 WIB. Petang hari, api sudah bisa dipadamkan petugas gabungan TNI, Polri, dan pemadam kebakaran setempat.

“Luas kebakaran diperkirakan 1,5 hektare. Ini kebakaran Ulu Kasok jilid dua, sebelumnya juga terbakar dengan luas yang sama. Dengan demikian, sudah 3 hektare yang terbakar,” lontar Adi seperti dilansir laman Liputan6, Ahad (26/08/2018).

Bukan hanya lereng bukit, si Jago Merah juga membakar pondok-pondok yang didirikan pengelola lokasi wisata. Pondok itu biasanya digunakan wisatawan untuk berfoto dengan latar keindahan pemandangan Ulu Kasok. “selain pondok juga warung pun terbakar, itu spot foto karena ada yang berbentuk perahu juga dan bentuk unik lainnya habis dilalap apu,” sambungnya.

Menurutnya, kecil sekali kemungkinan kebakaran ini disebabkan faktor alam. Diduga api berasal dari tumpukan sampah plastik di lereng sehingga petugas sulit memadamkannya. “Diduga ada orang membersihkan sampah, mengumpulkannya lalu dibakar. Api diduga dari sini, apakah ada unsur kesengajaan atau faktor lain, kami tidah tahu dan tugas polisi untuk mengusutnya,” paparnya.

Diakui, medan yang sulit dijangkau karena Ulu Kasok berada di ketinggian menjadi penyebab api sulit dipadamkan. Butuh sekitar 60 menit bagi petugas untuk menjemput dan memasok air ke lokasi terbakar. “Yang lama itu mengisi air karena di sana memang tak ada sumber air,” terang Adi.

Selain sampah plastik, sambung dia, struktur tanah mineral berlapis pakis gambut membuat api cepat menjalar ke sisi lain. Keringnya tanah karena hujan jarang turun juga membuat api cepat melumat apa yang ada di atasnya. Juga hembusan angin dari bawah lereng bukit juga membuat api mudah terpantik. Untuk mengatasinya, petugas membuat blok supaya lahan yang belum terbakar tak disambar api.

Tercatat, puncak Ulu Kasok terbakar pada 19 Juli 2018. Lokasi kebakaran pertama tak jauh dari lokasi kedua. Bedanya saat itu, api membakar sejumlah warung milik warga di atas puncak.

Ulu Kasok dalam beberapa tahun terakhir menjadi lokasi favorit wisatawan karena menyajikan pemandangan yang indah. Ulu Kasok berada di jalur lintas arah Sumatera Barat (Sumbar) tepatnya di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Lokasi ini memberikan pemandangan yang sekilas mirip dengan Raja Ampat di Provinsi Papua. Bahkan, wisatawan yang ke lokasi ini menyebutnya dengan Raja Ampat ala Riau. Lokasi ini terdiri dari beberapa pulau kecil yang terletak di tengah bendungan PLTA Koto Panjang.

Air yang mengelingingi pulau masih hijau dengan hutan yang masih lebat sehingga memanjakan mata. Tak heran lokasi dari ketinggian pulau ini menjadi objek buruan masyarakat yang ingin berswafoto. Sayang kini hangus dilalap Si Jago Merah, sehingga menjadi abu-abu. Wisatawan pun enggan datang ke Ulu Kasok. Menyedihkan Memang. (EP)

Minuman Khas Betawi Bukan Cuma Bir Pletok

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ibukota Jakarta ternyata memiliki beragam kuliner khas tradisional, yang patut dicoba. Tak hanya deretan makanan nan lezat, juga bisa mencicipi segarnya minuman khas Betawi. Selain ini, minuman khas Betawi yang ngetop adalah Bir Pletok, namun sederet minuman khas lainya tak kalah menarik dan tak pernah ketinggalan jaman.

Memang, minuman khas Betawi jarang sekali ditemui di jalanan, kafe apalagi restoran besar. Namun keberadaan minuman khas Betawi lebih banyak ditemui di kampung-kampung atau saat ada Festival Budaya & Kuliner Betawi, pelosok kota yang tetap setia menjaga kelestariannya.

Dan umumnya para pedagang minuman khas Betawi menjajakan minuman dengan gerobak atau kadang digendong dengan pikulan. Beberapa minuman khas Betawi, antara lain:

#. Es Selendang Mayang

Warna-warni Es Selendang Mayang kian memikat untuk disantap di tengah dahaga yang terasa di siang hari di ibu kota Jakarta. Yup! Salah satu minuman khas Betawi ini memang nampak segar dengan beraneka ragam adonan kue dan agar warna-warni yang dicampur bersama kuah santan nan gurih. Dengan tampilan warna-warni yang mengingatkan pada warna selendang, minuman segar ini nampak menarik usai disiram dengan saus gula merah. Jajanan tradisional ini bisa Anda jumpai di sekitar Glodok, Kota Tua, ataupun Kelapa Gading. Belakangan, sejumlah restoran khas Betawi di berbagai pusat perbelanjaan pun mulai menjajakan minuman tradisional ini.

#. Es Doger

Satu lagi minuman khas ibu kota yang bisa dicoba untuk menghilangkan dahaga, Es Doger. Bagi Anda yang tinggal di kawasan Jakarta dan sekitarnya, mungkin Anda akrab dengan jajanan yang banyak dijual di lingkungan sekolah ini. Peminatnya pun cukup banyak. Dengan mudah Anda bisa menjumpai penjual Es Doger di berbagai lokasi. Es serut yang disajikan bersama ketan hitam, potongan roti, singkong, dan susu kental manis ini menjadi minuman yang masih lestari hingga saat ini. Es Doger juga umumnya ditambahkan dengan sirup rasa kelapa ataupun stroberi yang membuat minuman ini tampak lebih menggoda.

#. Es Goyang

Ini dia minuman yang bisa membawa Anda kembali bernostalgia ke masa kecil. Minuman khas Betawi yang kian sulit dijumpai di Ibu Kota ini memiliki cara yang unik dalam proses pembuatannya. Pasalnya, sang penjual harus menggoyang-goyangkan bahan adonan yang digunakan di dalam gerobak mereka untuk dapat membuat Es Goyang. Meski bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan ini cukup sederhana, seperti santan kelapa, gula pasir, perasa makanan, dan tepung hunkue, bukan berarti rasa yang dihasilkan tak bisa menggoyang lidah Anda. Resep warisan nenek moyang Betawi ini masih bisa Anda temui di kawasan Kota Tua. Harga yang dibanderol pun dijamin bersabanat dengan kantong Anda.

#. Es Kolang Kaling

Minuman yang satu ini juga tidak kalah populer. Es ini sangat segar untuk dihidangkas saat cuaca sedang panas. Warna nya yang beraneka ragam juga menambah keunikan minuman yang satu ini. Kolang Kaling di Betawi punya sebutan buah Atep yang warnanya bening. Es Kolang Kaling ini berbahan dasar Buah Atep atau Kolang Kaling yang ditambahkan dengan gula pewarna dan juga beberapa bahan tambahan yang lain.

#. Es Teler

Minuman ini juga sangat terkenal hingga kemana mana. Banyak sekali tukang bakso ataupun pedagang kaki lima yang menawarkan minuman khas Betawi yang satu ini. Minuman ini sangat digemari karena memiliki citarasa yang sangat menyegarkan dengan banyak buah buah di dalamnya. Ada cerita unik yang di dapat dari penamaan Es Teler ini. Es ini dahulu dikembangkan sudah kira kira sejak 37 tahun yang lalu oleh pasangan suami istri Tukiman dan Samiyem yang pada awalnya memberi nama es ini es nagih. Namun berasal dari celetukan seorang pelanggan yang berkata “Wah, es ini enak sekali, bikin orang teler!”. Akhirnya nama untuk minuman ini berganti menjadi Es Teler.

#. Es Cendol Betawi

Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet.

#.Es Campur Betawi

Hampir semua orang pernah menikmati es campur yang banyak dijajakan mulai dari warung kaki lima sampai kelas restoran. Memang tidak ada aturan pakem mengenai bahan apa yang digunakan untuk membuat es campur karena pada dasarnya es campur merupakan es yang dibuat dari bermacam-macam campuran bahan yang terdiri dari aneka buah, cincau hitam, tapai singkong, dan lian-lain. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Go Kitchen Dilatih Keterampilan Wirausaha

this formate

BEKASI, bisniswisata.co.id: Komunitas Go Kitchen Kota Bekasi dapat kesempatan emas berupa pelatihan ketrampilan wirausaha. Pelatihan bagi komunitas ibu-ibu ini, bisa menambah jenis jualannya bahkan menata usahanya agar lebih maju dan naik kelas. Juga agar anggota komunitas bisa lebih produktif dan mandiri.

“Karena tujuan kami memang itu, terciptanya kemandirian ekonomi keluarga melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” lontar Penggiat dan praktisi UMKM nasional Henky Eko Sriyantono saat membuka pelatihan Gerakan Membangun Kemandirian Ekonomi Keluarga melalui pemberdayaan Masyarakat di Kota Bekasi, Sabtu (25/8/2018).

Cak Eko, panggilan akrab Hengky menilaiu antusias ibu-ibu sangat tinggi mengikuti pelatihan ini. “Antusias mereka sangat tinggi karena di acara tersebut para ibu-ibu diberikan resep anti gagal membuat fried chicken dan bakso. Ibu-ibunya sangat aktif bertanya dan langsung ikut terlibat diproses pembuatan,” paparnya.

Setiap pelatihan yang diberikan, semangat dan antusias ibu-ibu boleh diacungi jempol karena mereka menyadari pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi emak-emak yang berusaha mencari penghasilan lebih.

“Sebelumnya kami juga sudah melakukan pelatihan di Kota Bekasi dan Depok, di antaranya di wilayah Harapan Jaya, Pekayon, Bekasi Jaya, Taman Galaxi, Bintara Jakasetia, Bekasi Utara, Beji Permai, Cinere Depok, Medan Satria, komunitas penjual kue dll, antusias ibu-ibu juga tinggi. Terbukti dengan banyaknya peserta komunitas Go Kitchen yang ikut,” katanya.

Diharapkan setelah megikuti pelatihan ini, ibu-ibu bisa menambah jenis jualannya juga bisa menata usahanya lebih baik, lebih maju dan bisa naik kelas.

Arum, salah satu peserta pelatihan mengaku puas dengan pelatihan hari ini karena mendapatkan ilmu baru dan resep anti gagal dalam membuat bakso dan martabak mini. “Tentunya ini akan jadi peluang untuk ibu-ibu membuka usaha guna menambah pendapatan keluarga,” ucapnya seperti dilansir laman Sindonews, Ahad (26/08/2018).

Setelah mengikuti pelatihan ini para ibu-ibu Komunitas Go Kitchen Kota Bekasi otomatis langsung masuk sebagai anggota Komunitas Sahabat Henky Eko Sriyantono melalui WA grup sehingga proses menitoring tetap berjalan.

Komunitas ini selanjutnya menjadi wadah komunikasi bagi para anggotanya untuk bisa diskusi dan konsultasi seputar usaha yang akan dijalani maupun yang sudah berjalan bisa terus maju. “Di komunitas ini saya sekaligus menjadi mentornya dalam memberikan arahan dan solusi mengenai usaha rumahan dengan modal kecil,” sambung Cak Eko.

Ilmu cooking class yang diajarkan oleh Cak Eko tidak sebatas hanya membuat martabak mini dan bakso saja, namun juga donat, brownies kukus, bolu gulung, fried chicken, sempol dan lain-lain.

Untuk pekan ini sudah ada komunitas ibu-ibu di wilayah kelurahan lain di Kota Depok dan Bekasi yang meminta diajarkan membuat bakso dan bolu gulung. Tapi untuk setiap sesi pelatihan diajarkan dua menu saja agar peserta dapat lebih fokus dan menyerap ilmu dengan baik.

Pelatihan dan pemberdayaan ini gratis untuk komunitas ibu-ibu di wilayah kota Bekasi dan kota Depok. “Jadi bila ada komunitas ibu-ibu PKK, arisan, pengajian, keagamaan, yang tertarik untuk mendapatkan pelatihan ini secara gratis langsung daftar saja melalui WA di nomor 085921699018 agar bisa diatur jadwalnya sekaligus jenis menu yang dipilih,” tambahnya. (EP)

30 Agustus – 1 September 2018, Festival Kali Besar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pertama kali dalam sejarah, Jakarta Barat menggelar event menarik: Festival Kali Besar. Festival tentang seni budaya Betawi, pariwisata dan kuliner ini, mengusung tema “Batavia In The Past”, yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Mulai 30 Agustus hingga 1 September 2018 di sepanjang Jalan Kali Besar Timur, Jakarta Barat.

Festival ini untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Asian Games 2018. Bagi yang suka dengan event wisata ini, silahkan datang dan jangan khawatir mendatangi Kali Besar, karena sepanjang Jalan Kali Besar Timur di kawasan kota tua ini, telah dipercantik.

Selaras dengan tema yang mengangkat Jakarta Tempo Doeloe, serangkaian kegiatan seni dan budaya Betawi ditampilkan seperti palang pintu, gambang kromong, lenong betawi, serta karnaval budaya Betawi.

Selain itu, festival ini diisi sejumlah stan dan bazar seperti Kuliner tempo dulu, karya seni siluet, sejarah perangko, komunitas kopi, komunikasi cinta berkain Indonesia, juga komunitas lain. Lebih menarik lagi, ada lomba meracik jamu gendong dan demo meracik kopi ice paradise.

Salah satu tujuan festival ini, mengenalkan kepada masyarakat tempat wisata Kali Besar yang baru. Juga dapat meningkatkan apresiasi atas keragaman budaya tradisional Betawi sebagai atraksi wisata dan promosi seni budaya Jakarta.

Jakarta Barat memiliki sejuta obyek wisata dan panaroma alam yang menakjubkan dan masih banyak yang tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Jakarta Barat. Jakarta Barat punya banyak Spot objek wisata keren, mulai dari Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian, sampai air terjun yang sangat memanjakan mata.

Destinasi wisata di Jakarta Barat, Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik. Museum Tekstil. Toko Merah. Museum Bank Mandiri. Gedung Arsip Nasional. Taman Cattleya. Taman Fatahillah. Kota Tua Jakarta. Hutan Kota Srengseng. Jakarta Aquarium. Tribeca Park. Jembatan Kota Intan. China town juga wisata belanja denganpuluhan mall yang tersebar di Jakarta Barat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Turis Inggris Tewas Saat Nikmati Wisata Laut Merah

this formate

KAIRO, bisniswisata.co.id: Turis Inggris bernama John dan Susan Cooper dilaporkan tewas saat tengah berlibur di Mesir dan menginap di sebuah resor di kawasan Laut Merah. John dilaporkan pingsan di kamar hotelnya dan hanya beberapa saat setelahnya langsung dinyatakan tewas.

Beberapa jam setelah itu, sang istri Susan juga mengalami keadaan gawat. Ia segera dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Pihak berwenang Mesir mengatakan, sepasang suami istri itu meninggal karena penyakit yang mereka derita. Namun, kematian keduanya membuat tamu di hotel bernama Steigenberger Aqua Magic tersebut khawatir.

Tak sedikit yang menduga John dan Susan meninggal akibat keracunan makanan dari hotel tersebut. Terlebih, putri dari pasangan itu yang ikut berlibur bersama orang tuanya mengatakan ada sesuatu yang mencurigakan terjadi.

Kehebohan inilah yang akhirnya membuat agen perjalanan yang membawa John, Susan, serta putri mereka berlibur di Turki memutuskan untuk mengevakuasi tamu-tamu dari Red Sea resort pada Jumat (24/8). Terdapat kekhawatiran bahwa ada virus penyakit yang menyebar di antara para tamu hotel tersebut.

Salah satu perusahaan tur dari Inggris yang kerap menawarkan paket liburan ke Mesir, Thomas Cook mengatakan telah meminta 301 tamu dari Steigenberger Aqua Magic Hotel yang tepatnya berada di resor pantai Hurghada untuk segera pergi. Untuk sementara, para wisatawan diberitahukan agar tak lagi menginap di sana, menyusul laporan penyebaran penyakit diantara para tamu.

Manajemen hotel tersebut membantah ada penyakit yang menyebar di sana dan menekankan bahwa kematian John dan Susan terjadi bukan karena sebuah insiden seperti keracunan makanan dan lainnya.

Namun, sekitar separuh dari 301 tamu yang menggunakan jasa perjalanan Thomas Cook telah pergi meninggalkan Mesir, sementara sisanya pindah ke lokasi wisata lainnya.

Kementerian Pariwisata Mesir juga memberi pernyataan bahwa berdasarkan laporan medis pasangan Cooper meninggal karena sebab yang alami. Sementara, kantor kejaksaan yang juga melakukan penyelidikan mengatakan tak ada tanda-tanda kekerasan fisik terjadi di kamar yang ditempati John dan Susan berada. (EP)

Swiss-Bellhotel Terima Bayar via WeChat Pay bagi Turis China

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Swiss-Belhotel International mengumumkan 5 hotel dari 9 hotel dan resor yang dikelolanya di kawasan Wisata Bali, kini menghadirkan WeChat Pay, sebuah layanan pembayaran menggunakan telepon genggam yang menjadi solusi bagi tamu-tamu asal Tiongkok.

Setelah mengenali prilaku pelancong asal negeri Panda terkait kepopuleran transaksi non-tunai di seluruh kota besar di China, Swiss-Belhotel International sepakat menerima pembayaran pemesanan kamar, makanan dan fasilitas lain yang ada di hotel dan resor dengan menggunakan WeChat Pay.

“Perbedaan bahasa jadi tantangan bagi tamu dari China yang menikmati beragam fasilitas dan pelayanan di hotel dan resor kami di Bali. Dengan fasilitas pembayaran WeChat Pay, tamu kami tak lagi menghadapi kesulitan menikmati layanan kami, khususnya saat pembayaran,” terang Gavin M Faull, Chairman & Presiden, Swiss-Belhotel International dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/08/2018).

Dilanjutkan, terhitung secara efektif mulai 1 Agustus 2018, hotel dan resor dikelola Swiss-Belhotel International di Bali memasang perangkat dan system WeChat Pay, serta melatih karyawannya mengenai cara menggunakan alat bertransaksi lewat media digital.

Swiss-Belhotel International kerjasama dengan PT. Alto Halodigital International (AHDI), perusahaan Teknologi Informasi berbasis di Indonesia yang menyediakan system pembayaran non-tunai, dikenal dengan Alto QR Pay yang menghubungkan system pengelolaan hotel dan jaringan WeChat Pay.

Menurut kajian ahli di industry perjalanan dan wisata, kurang dari 5% dari keseluruhan jumlah penduduk di Tiongkok, memiliki kartu kredit sehingga menghadapi kesulitan karena diharuskan membawa uang tunai yang tidak sedikit jumlahnya saat hendak melakukan perjalanan jauh untuk berlibur.

WeChat Pay menawarkan fleksibiltas familiar bagi turis negeri Great Wall, di sisi lain hal ini membuka beragam pilihan liburan lebih banyak dari sebelumnya, khususnya dalam memilih hotel-hotel yang menawarkan solusi pembayaran instan ini.

“WeChat Pay memberi kesempatan kepada turis asal Tiongkok untuk mendapatkan layanan khas Bali yang terbaik yang terwujud lewat Passion & Professionalism di setiap penawaran di property-properti Swiss-Belhotel di pulau ini,” sambungnya.

Apapun kebutuhannya, sambung dia, baik memilih untuk menikmati makan malam di salah satu restoran kami, atau memesan layanan kamar untuk mencicipi makanan favorit tanpa keluar kamar, bahkan untuk membayar kamar yang dipesan untuk tinggal lebih lama dan menikmati destinasi nomor satu dunia ini.

Dengan adanya metode pembayaran yang terpercaya dan sangat dikenal bagi turis Tiongkok ini juga membantu mereka untuk berlibur tanpa harus mencari tempat penukaran uang yang tidak dapat dipercaya dan tidak harus terus menerus terbiasa dengan tur yang dipesan jauh-jauh hari sebelumnya,” tambah Mr. Faull.

Pilihan metode pembayaran mobile ini dapat digunakan oleh tamu saat menginap di Swiss-Belresort Pecatu, Swiss-Belresort Watu Jimbar, Swiss-Belhotel Tuban, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta dan Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua. Setiap hotel akan memberikan petunjuk dan menawarkan fitur mobile payment ini di resepsionis ataupun di meja kasir di restoran.

Tagihan dapat terlihat dalam mata uang Indonesia Rupiah dan tamu dapat melakukan pembayaran secara instan dengan cara memindai telepon genggam ke kode QR yang muncul di perangkat di kasir. Tamu dapat menemukan perubahan mata uang menjadi RMB usai memindai kode QR saat pembayaran dinyatakan berhasil. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Karya Seni Jepang-Indonesia Pameran di Denpasar

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sebanyak 109 karya seni rupa karya 63 orang seniman dari Jepang dan Indonesia dipamerkan di Kota Denpasar, Bali, dalam pameran yang diselenggarakan Ever Media Promotion Gallery Japan bekerja sama dengan Danes Art Veranda.

“Pesertanya 10 orang seniman dari Indonesia dan 53 orang dari Jepang. Untuk karya yang dipamerkan juga beragam seperti lukisan, kaligrafi dan patung,” ujar koordinator seniman Bali, Tatang, di Denpasar, Sabtu (25/08/2018).

Dari 109 karya seni rupa tersebut, sebanyak 10 karya merupakan karya seniman Indonesia, 36 lukisan karya dari seniman Japan Club, 10 lukisan karya pelajar Sekolah Menengah Umum Negeri 81 Jakarta dan 53 karya lainnya dibuat oleh seniman Jepang.

“Tema pada keseluruhan karya dalam pameran ini juga beragam, seperti tema sosial, binatang, pemandangan, ‘still life’, tradisi, kaligrafi dan abstrak yang dibuat dengan pendekatan teknik yang juga beragam,” katanya.

Deputi Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Koichi Ohashi, mengatakan, pameran seni rupa kolaborasi seniman kedua negara itu diharapkan mampu memperkenalkan masing-masing kekayaan seni budaya yang dimiliki kedua negara.

“Kebudayaan menjadi salah satu jembatan untuk mencapai keberhasilan diplomasi. Apalagi, terlibatnya generasi muda dalam pameran ini sangat berperan dalam meningkatkan hubungan kedua negara,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pameran yang juga digelar untuk memaknasi 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang tersebut dapat meningkatkan persahabatan dan hubungan baik yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Saya berharap agar pertukaran seni ini bisa menjadi cara antar-seniman agar dapat mengenal lebih dalam kesenian masing-masing, sebab hubungan Indonsia dan Jepang terjalin atas jasa pendahulu kami,” kata Koichi Ohashi.

Chief Executive Officer EMP Gallery Japan, Hidemasa Kimura, menjelaskan pameran itu merupakan pameran yang sudah digelar kedua kalinya di Bali. “Pemeran pertama diadakan di Ubud yang khusus hanya menampilkan karya seniman Jepang. Dan pameran kedua kali ini memajang karya seniman dari kedua negara,” katanya. Setelah pameran di Denpasar dilanjutkan pameran serupa di Jepang selama sebulan. (WEO)