Karya Seni Jepang-Indonesia Pameran di Denpasar

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sebanyak 109 karya seni rupa karya 63 orang seniman dari Jepang dan Indonesia dipamerkan di Kota Denpasar, Bali, dalam pameran yang diselenggarakan Ever Media Promotion Gallery Japan bekerja sama dengan Danes Art Veranda.

“Pesertanya 10 orang seniman dari Indonesia dan 53 orang dari Jepang. Untuk karya yang dipamerkan juga beragam seperti lukisan, kaligrafi dan patung,” ujar koordinator seniman Bali, Tatang, di Denpasar, Sabtu (25/08/2018).

Dari 109 karya seni rupa tersebut, sebanyak 10 karya merupakan karya seniman Indonesia, 36 lukisan karya dari seniman Japan Club, 10 lukisan karya pelajar Sekolah Menengah Umum Negeri 81 Jakarta dan 53 karya lainnya dibuat oleh seniman Jepang.

“Tema pada keseluruhan karya dalam pameran ini juga beragam, seperti tema sosial, binatang, pemandangan, ‘still life’, tradisi, kaligrafi dan abstrak yang dibuat dengan pendekatan teknik yang juga beragam,” katanya.

Deputi Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Koichi Ohashi, mengatakan, pameran seni rupa kolaborasi seniman kedua negara itu diharapkan mampu memperkenalkan masing-masing kekayaan seni budaya yang dimiliki kedua negara.

“Kebudayaan menjadi salah satu jembatan untuk mencapai keberhasilan diplomasi. Apalagi, terlibatnya generasi muda dalam pameran ini sangat berperan dalam meningkatkan hubungan kedua negara,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pameran yang juga digelar untuk memaknasi 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang tersebut dapat meningkatkan persahabatan dan hubungan baik yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Saya berharap agar pertukaran seni ini bisa menjadi cara antar-seniman agar dapat mengenal lebih dalam kesenian masing-masing, sebab hubungan Indonsia dan Jepang terjalin atas jasa pendahulu kami,” kata Koichi Ohashi.

Chief Executive Officer EMP Gallery Japan, Hidemasa Kimura, menjelaskan pameran itu merupakan pameran yang sudah digelar kedua kalinya di Bali. “Pemeran pertama diadakan di Ubud yang khusus hanya menampilkan karya seniman Jepang. Dan pameran kedua kali ini memajang karya seniman dari kedua negara,” katanya. Setelah pameran di Denpasar dilanjutkan pameran serupa di Jepang selama sebulan. (WEO)

25 – 26 Agustus 2018, Jazz Traffic Festival 2018

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Kota Pahlawan Surabaya kini punya festival musik keren. Jazz Traffic Festival 2018, namanya. Lebih dari 400 musisi siap tampil di pesta musik “Jazz Traffic Festival 2018” yang berlangsung di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Jawa Timur, selama dua hari pada 25 – 26 Agustus 2018.

Untuk meremaikan festival musik ini, disiapkan lima panggung konser bagi ratusan musisi yang akan tampil. Dan banyaknya musisi yang hadir membuktikan regenerasi musik jazz di tanah air sedang terjadi.

Ada beberapa musisi muda yang tergabung di dalam Jazz Traffic All Star Tribute to Bubi Chen. Bahkan, bintang musisi jazz muda lainnya juga mewarnai panggung festival Jazz ini, salah satunya Barry Likumahuwa.

Selain itu ada Shadu Rasjidi yang akan tampil dengan grupnya. Shadu itu anaknya Idang Rasjidi, musisi jazz senior. Ini akan membuktikan bahwa regenerasi musik jazz saat ini berjalan smooth dan sangat alami.

Tak cuma itu, sejumlah musisi muda lainnya juga tampil dalam Jazz Muda Indonesia, serta musisi yang berasal dari kalangan milenial dan gen-Z akan bergabung dalam band pemenang “MLD Jazz Wanted 2018”, yang mengiringi dua penyanyi Indonesian Idol, yaitu Abdul dan Marion Jola.

Menariknya di pesta Jazz yang memasuki tahun kedelapan ini, tema tahun ini tak melulu soal jazz, namun ada kolaborasi dari para musisi untuk membawakan sejumlah genre. Misalnya, kolaborasi antara Dwiki Darmawan dan Indra Lesmana Project (ILP) yang mengusung musik heavy metal, atau Gilang Ramadhan dan Eet Sjaharanie yang membawakan genre rock.

Selain itu, Padi Reborn juga siap memanjakan telinga pecinta musik jazz. Tak ketinggalan pedangdut Via Vallen yang tengah naik daun. Ia dijadwalkan akan membawakan lagu-lagunya dalam genre jazz.

Tiket Jazz Traffic Festival 2018 dengan harga khusus Presale 1 sudah bisa dibeli di www.jazztraffic.com/tiket dan kantor Suara Surabaya Media, Jalan Wonokitri Besar 40C Surabaya, mulai 2 April 2018 sampai kuotanya habis. Harga tiket untuk kategori umum yaitu Rp150.000 untuk satu hari dan Rp300.000 untuk dua hari. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bandara Kuala Lumpur Ditutup Sementara

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) melakukan penutupan sementara ruang udara sekitar Bandara internasional Kuala Lumpur (KLIA dan KLIA2) saat pertunjukan udara menyambut Hari Kebangsaan 2018.

Siaran pers Kementerian Multimedia dan Komunikasi Malaysia, Sabtu (25/08/2018), mengatakan pawai dan arak-arakan menyambut Hari Kebangsaan 2018 akan diadakan pada 31 Agustus 2018 di Putrajaya. Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) akan mengadakan pertunjukan udara sebagai bagian dari acara sambutan tersebut.

CAAM akan melakukan penutupan sementara ruang udara sekitar KLIA dan KLIA2 mulai 27 hingga 31 Agustus 2018 mulai pukul 09.00 pagi sehingga 10.30 pagi untuk tujuan pelatihan dan persembahan pertunjukan udara, kata siaran pers itu.

Penutupan sementara ruang udara tersebut akan berpengaruh pada penjadwalan waktu penerbangan. Sehubungan hal itu warga diminta untuk mengambil perhatian dan menghubungi maskapai penerbangan untuk merujuk jadwal penerbangan terkini dalam tempo tersebut untuk menghindari kesulitan.

Warga diminta bersama-sama merayakan Bulan Kebangsaan 2018 dengan memeriahkan acara pawai dan arak-arakan Hari Kebangsaan 2018 di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus 2018 mulai pukul 07.00 pagi dan menyertai pelbagai acara sampingan yang diadakan sepanjang hari hingga 2 September 2018.

Kepala Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Malindo Air, Andrea Liong, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut dan penumpang diminta memeriksa website untuk revisi keberangkatannya. Revisi keberangkatan juga terjadi untuk penumpang dari Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Ingat, Tawaran Kredit Pelesirian Membebankan Lho…

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelesiran menjadi salah satu hobi kekinian masyarakat. Hasrat untuk berpelesir semakin tinggi lantaran banyak destinasi wisata yang dipromosikan lewat media sosial. Selain itu, harga untuk menikmati waktu libur di destinasi favorit terbilang semakin terjangkau.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Inventures Indonesia, kini konsumsi masyarakat cenderung bergeser dari sekadar kebutuhan dasar menjadi kebutuhan untuk mengisi waktu luang (leisure). Ini juga dipicu beberapa perusahaan wisata yang berlomba-lomba menawarkan jasa melancong dengan tarif yang lebih kompetitif.

Namun, ada kalanya beban wisata terbilang berat, sehingga banyak masyarakat yang memaksa melakukan pelesiran meski kantong tengah kempes. Isti (28), misalnya. Pegawai administrasi mengaku bepergian bersama teman-temannya ke Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, dalam waktu dekat meski dompetnya tengah menipis. Kala itu, ia setuju untuk ikut jalan-jalan atas dasar solidaritas pertemanan.

Ia sempat kelimpungan untuk membayar akomodasi, namun untungnya, salah seorang temannya ada yang berbaik hati menalangi biaya perjalanan tersebut. “Sempat bingung bagaimana ingin membayar akomodasi tersebut. Tapi karena ada teman-teman yang mau bantu, jadi ya alhamdulilah bisa berangkat juga,” terang Isti.

Namun terkadang, tak semua orang seberuntung Isti. Banyak orang ingin bepergian namun anggarannya masih belum cukup. Putri, contohnya, mengaku sudah lama ingin pelesiran ke Selandia Baru namun selalu terhambat masalah dana. “Ke sana kan mahal, jadi mending menabung dulu deh. Padahal sudah bermimpi-mimpi ke sana sejak zaman kuliah,” sambungnya.

Sebetulnya, Putri bisa saja mewujudkan impiannya sesegera mungkin dengan memanfaatkan tawaran mencicil tiket perjalanan. Terlebih, kini sudah banyak bank yang punya produk kartu kredit yang memberikan program cicilan khusus untuk berwisata. Tak hanya itu, agen wisata daring pun kini menawarkan kemudahan dalam membayar biaya akomodasi.

Traveloka, contohnya, kini memliki fitur Paylater yang memungkinkan pengguna Traveloka bisa memesan terlebih dulu tiket transportasi atau hotel, di mana pembayarannya bisa dilakukan kemudian. Di dalam program ini, Traveloka memberikan cicilan ringan dengan jangka waktu kredit selama satu hingga 12 bulan kemudian.

Senior Vice President Financial Products Traveloka Alvin Kumarga mengatakan inovasi pembiayaan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin melancong namun masih takut untuk membayar akomodasi menggunakan kartu kredit.

Syarat yang diberlakukan Paylater juga relatif lebih sederhana, pendaftaran hanya dengan menyediakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan satu dokumen pendukung lainnya. “Yang nanti (semua dokumen) akan diproses hanya dalam satu jam kerja. Selain itu, Paylater juga menawarkan cicilan ringan, tanpa biaya tahunan, dan tanpa uang muka,” ujar Alvin.

Sejak diluncurkan Juni silam, ia mengklaim animo masyarakat cukup tinggi dalam menggunakan fitur Paylater tersebut. Menurut survei yang dilakukan perusahaan, kebanyakan pengguna cukup puas dengan fitur ini lantaran pembayaran yang lebih fleksibel, cicilan ringan, dan bunga yang lebih rendah dibanding produk pinjaman lain seperti kartu kredit.

Sayangnya, ia tak menyebut jumlah pengguna memanfaatkan fitur Paylater hingga kini. Juga enggan menyebut besaran bunga pinjaman yang dibebankan perusahaan. “Dengan proses aplikasi yang mudah, verifikasi persetujuan yang cepat, transaksi yang lancar serta mudahnya melakukan pelunasan, Paylater dapat membantu pengguna kami dalam mengatur keuangannya untuk liburan,” jelasnya.

Banyaknya opsi pembiayaan memang bisa bikin masyarakat tergiur melakukan wisata. Namun, perlu disadari bahwa dengan melakukan kredit, maka beban perjalanan wisata masyarakat sebenarnya dibebankan di masa depan. Sehingga, masyarakat juga diminta untuk pikir-pikir ulang sebelum memanfaatkan kredit wisata yang ada saat ini.

Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan pengambilan kredit untuk wisata sebetulnya sah-sah saja untuk dilakukan. Namun, tentu hal itu juga harus dibarengi dengan manajemen keuangan yang tepat. Jangan sampai, masyarakat nantinya tak bisa melunasi cicilan di masa depan.

Menurut Tejasari, masyarakat diperbolehkan untuk memanfaatkan kredit wisata jika memang cicilan kredit lainnya berjumlah minim. Jika beban cicilan masyarakat per bulan sudah mencapai sepertiga dari penghasilan, ada baiknya masyarakat mengurungkan niat untuk memanfaatkan kredit wisata tersebut.

Apalagi, jika dilihat dari segi perencanaan keuangan, pinjaman wisata ini dianggap kurang baik karena sifatnya konsumtif. Menurutnya, membeli sesuatu dengan sistem kredit memang tidak salah. Hanya saja, kredit akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membeli sesuatu yang bersifat aset jangka panjang.

“Baik itu kredit dari bank atau agen wisata, sebenarnya risiko kredit wisata ini sama saja. Yang terpenting itu bukanlah program yang ditawarkan, namun seberapa kuat kemampuan kita untuk membayar kembali kredit itu di masa depan,” lontarnya seperti dilansir laman CNN, Sabtu (25/08/2018).

Namun, jika masyarakat kukuh untuk melakukan kredit wisata, tentu itu harus diikuti dengan konsekuensi. Masyarakat harus mampu mengerem belanja selepas pulang pelesiran agar mampu membayar kembali kredit wisata yang telah digunakan.

“Selepas jalan-jalan, tentu masyarakat harus lebih irit agar bisa bayar cicilan. Berarti, masyarakat harus pandai-pandai mengatur uang lagi. Karena kalau kredit ini ditunda-tunda bayar terus, tentu akan membebani keuangan, karena terdapat beban bunga pinjaman di dalamnya,” katanya.

Sebetulnya, masyarakat bisa punya metode lain untuk membiayai perjalanan wisata tanpa ketar-ketir akan beban yang timbul di masa depan. Tejasari menyarankan masyarakat untuk menyisihkan gaji setiap awal bulan ke rekening khusus yang digunakan untuk berwisata. Selain risiko keuangannya minim, ini pun agar dana perjalanan wisata tak tercampur dengan dana untuk kebutuhan sehari-hari.

Juga mengimbau masyarakat untuk pintar-pintar mengatur Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan untuk kebutuhan pelesiran. Menurutnya, masyarakat bisa menyimpan sisa THR dan bonus tahunan untuk membiayai kebutuhan tersebut.

“Sebetulnya sumber dana wisata yang bagus itu berasal dari bonus tahunan, karena kan kita jarang mengalokasikan bonus tahunan untuk kebutuhan tertentu. Apalagi kalau bonusnya dua kali lipat dari gaji, ya tabungan untuk wisata bisa bertambah dua kali lipat. Jadi, lebih baik anggaran liburan disesuaikan dengan perencanaan keuangan, jangan terlalu bergantung dengan utang,” sarannya. (NDY)

Gamelan Menggema Hingga Negara Adi Kuasa

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Suara gamelan ternyata sudah menggema hingga negara Adi Kuasa, Amerika Serikat. Bukan hanya gamelannya namun juga kelompok pemain gamelan yang dimainkan orang Amerika dengan penuh jiwa yang mendalam, penuh keserasian dan penuh kesyahduan.

Kelompok itu berada di Goshen College, sebuah perguruan tinggi swasta seni liberal di kota Goshen, negara bagian Indiana AS. Kota Goshen berpenduduk sekitar 20.000 jiwa, dikenal sebagai kota New England Yankee, karena kota ini dibangun oleh para imigran Inggris yang datang tahun 1600-an.

Bulan Juli lalu, Goshen College mengadakan seremoni ritual atas kedatangan seperangkat gamelan Jawa Slendro-Pelog yang disumbangkan salah satu alumninya, Duanne Gingerich. Sekitar 100 tamu hadir mengikuti acara yang dikemas dengan suasana tradisi Jawa dan makanan tradisional khas Indonesia.

Seperangkat gamelan terdiri instrumen saron, demung, gong, kenong, slentem, bonang, peking, gender dan beberapa instrumen lainnya. “Ini keinginan dan pesan dari suami saya, almarhum Duanne Gingerich, agar perangkat gamelan Slendro-Pelog miliknya disumbangkan ke Goshen College, dimana beliau menjadi alumni,” kata Reti Gingerich, seperti dikutip laman VOA Indonesia, Sabtu (25/8/2018).

Sebelum keinginannya terwujud, Duane malah meninggal dunia lebih dulu pada tanggal 5 Februari 2016 di Jakarta. “Sebagai istri, saya ingin melanjutkan dan mewujudkan cita-cita Duane dengan menyerahkan gamelan ke Goshen College,” tambah Reti yang hadir langsung ke Goshen College untuk menyerahkan gamelan.

Semasa hidup di Yogyakarta dan Jakarta, Duane merupakan murid Goshen College angkatan 1969, sangat mencintai seni dan musik gamelan. Duane mempunyai dua koleksi perangkat gamelan, salah satunya berusia lebih dari 100 tahun sehingga tidak dapat dipindahkan keluar Indonesia.

“Latar belakang keinginan Duane untuk menyumbangkan koleksi gamelan ini karena Duane mempunyai keinginan agar mahasiswa Goshen College dapat lebih mengenal dan belajar tentang Indonesia melalui alunan gending (irama) gamelan jawa. Jadi Indonesia akan lebih dikenal di Goshen, Indiana,” ungkap Reti.

Presiden Goshen College, Rebecca Stolzfus, yang pernah tinggal di Yogyakarta, menyambut baik kadatangan gamelan ini. Dia menceritakan tentang pengalamannya saat ia menyambut tamu dalam upacara penerimaan gamelan Slendro Pelog.

Stolzfus dan beberapa anggota fakultas diajarkan “Bendrong” oleh ethnomusicologist Marc Benamou, yang mengajar gamelan di Earlham College di Richmond Indiana. Gamelan itu didedikasikan kepada Dr. Mary K. Oyer, professor Emeritus dalam bidang musik berusia 95 tahun.

“Kehadiran gamelan di Goshen College sangat bagus untuk membangun hubungan budaya antara Amerika dan Indonesia menjadi lebih baik”, ujar Wayne Forrest, Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia (AICC), New York. Wayne, dibantu oleh asisten Rukmini Meraxa, membantu memfalisitasi pengiriman gamelan dari Jakarta hingga ke Goshen.

“Proses ini tidak mudah karena membawa gamelan memerlukan berbagai persyaratan mulai dari ritual sampai ke masalah bea cukai. Kami sangat gembira karena akhirnya, gamelan ini dapat dimainkan oleh para mahasiswa Goshen College”, kata Rukmini. Gamelan ini kemudian diberinama dan didedikasikan kepada Dr. Mary K. Oyer, professor Emeritus dalam bidang music dari Goshen College, yang berusia 95 tahun.

Sekarang ini pemerintah Indonesia berniat mengajukan Gamelan menjadi salah satu warisan budaya dunia ke organisasi pendidikan dan kebudayaan PBB atau UNESCO. Dan gamelan yang diserahkan ke Goshen College berupa Gamelan Slendro Pelos.

Slendro atau kadangkala dieja sebagai saléndro adalah satu di antara dua skala dari gamelan musik. Skala ini lebih mudah untuk mengerti daripada pelog ataupun skala yang lain, karena secara mendasar hanya lima nada dekat yang berjarak hampir sama dalam satu oktaf.

Menurut mitologi Jawa, Gamelan Slendro lebih tua usianya daripada Gamelan Pelog. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 (C- D E+ G A) dengan interval yang sama atau kalau pun berbeda perbedaan intervalnya sangat kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 (C+ D E- F# G# A B) dengan perbedaan interval yang besar.

Asal mula skala slendro tidak jelas. Namun istilah slendro dari nama Sailendra, wangsa penguasa Kerajaan Medang dan Sriwijaya. Skala Slendro diduga dibawa ke Sriwijaya oleh pendeta Buddha Mahayana dari Gandhara di India, melalui Nalanda dan Sriwijaya, dari sana berkembang ke Jawa dan Bali.

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama.

Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul atau menabuh, diikuti akhiran An yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel.

Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negeri yang beraneka ragam. Kaitan not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, drum band dan gerakkan musik dari India, bowed string dari daerah Timur Tengah, bahkan style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali sekarang ini.

Interaksi komponen yang sarat dengan melodi, irama dan warna suara mempertahankan kejayaan musik orkes gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini menyatukan berbagai karakter komunitas pedesaan Bali yang menjadi tatanan musik khas yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun saat ini gamelan masih digunakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan, syukuran, dan lain-lain. tetapi pada saat ini, gamelan hanya digunakan mayoritas masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah. (NDY)

Sapta Nirwandar: Gencarkan MICE Untuk Kejar Target Kunjungan Wisman

this formate

Panggung upacara pembukaan Asian Games 2018,  di Gelora Bung Karno menampilkan 4 elemen yang menggambarkan kekayaan alam Indonesia, yaitu air, bumi, angin, dan tanah. Di dunia pariwisata event ini bagian dari MICE.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Event & Exhibition ( MICE) dapat menjadi penyelamat untuk mencapai target kunjungan 17 juta wisman tahun ini, kata Sapta Nrwandar, Ketua Halal Lifestyle Center, hari ini.

Di dunia pariwisata, perhelatan akbar Asian Games 2018 yang tengah berlangsung hingga 2 September mendatang adalah bagian MICE yang di sebut dengan special event atau mayor event.

Sapta Nirwandar ( foto repro Wikipedia

“Hal yang sangat menggembirakan dari Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang ini,  jumlah peserta dan official mencapai 16.000 orang, lebih besar dibandingkan Asian Games 2014 di Incheon, Korsel yang berjumlah 9.500 orang dan di Guangzhou, China (2010) yang  berjumlah 9.700 orang,” ungkap Sapta Nirwandar

Wakil Menteri Pariwisata di era Presiden SBY ini menambahkan, selain Asian Games maka pada 12-14 Oktober mendatang  Indonesia juga menjadi tuan rumah IMF World Bank Annual Meetings 2018 dengan jumlah berkisar 15.000 orang

“Pertemuan ini merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan yang menghadirkan gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara anggota serta sektor privat, akademisi, NGO dan media,” jelas Sapta.

Mengapa dua event besar ini diharapkan dapat mendongkrak pariwisata Indonesia ?. Bencana alam di tanah air yang datang silih berganti termasuk Gempa Lombok yang demikian dasyat sangat mempengaruhi sektor pariwisata.

Berdasarkan laporan BPS bulan Agustus 2018 menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisman Indonesia akumulasi (periode Januari-Juni) 2018 telah mencapai 7,53 juta orang meningkat 13,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017.

Namun, peningkatan wisman ini sangat mengkhawatirkan karena bukan berasal dari pasar-pasar utama yang selama ini dilakukan promosi besar besaran baik online dan offline yang menggunakan branding Wonderful Indonesia.

Ironisnya dari pasar-pasar utama ini wismannya justru menurun, seperti dari Korea (-18,79%), Taiwan (-24,65%), Tiongkok (-0,58%), Australia juga turun (-1,4%). Demikian juga pasar Arab Saudi (-25,49%) dan UAE (14,45 %) sebagai target utama wisata halal.

Alhasil, semester pertama tahun ini masih ada pertumbuhan dari Timor Leste yang terhitung sebanyak 842.300 orang wisman, tumbuh 88,6%  dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.

Bila kita benchmarking dengan kompetitor negara tetangga kita seluruhnya tumbuh positif, seperti Thailand sampai bulan Juni 2018, sudah mencapai 19,4 juta wisman dan di pasar yang sama seperti Tiongkok (30,5%), Taiwan (27,4%), Korea (6,4%) dan Australia (0,03%) semua mengalami kenaikan.

Demikian pula Vietnam yang hampir tidak berpromosi melalui national branding , memperoleh wisman yang cukup meningkat setiap tahun. Konon Vietnam menerapkan strategi servis sebagai senjata utama didukung airlines dan deregulasi sektor pendukung pariwisata.

“Ternyata branding dan awards yang diutamakan Kemenpar bukan senjata ampuh untuk memacu pertumbuhan wisman ke Indonesia, masih banyak soal lain yang perlu dilakukan,” kata Sapta Nirwandar.

Menurut dia, pariwisata di semua level harus memiliki leadership yang tinggi disertai dengan interpersonal yang baik. Lalu bagaimana RI  memperoleh target wisman 17 juta di tahun 2018?.

Tidak ada cara lain selain kerja keras dan bahu membahu antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, media serta masyarakat, kecuali kalau mau memanfaatkan Gempa Lombok sebagai penyebab tidak tercapainya target kunjungan wisman.

Kementerian pariwisata sebagai leading sector bersama -sama harus menyiapkan program “super quick wins” yang terukur pencapaiannya di waktu yang tersisa ini (year end program).

Kementrian PURR Percepat Labuan Bajo Jadi Bali Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) agar menjadi “Bali Baru” atau sasaran utama baru wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Kawasan wisata Labuan Bajo merupakan bagian KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) prioritas untuk dikembangkan menjadi “Bali Baru”. Karena itu Kementrian PURR mempercepat proses pembangunan infrastrukturnya,” papar Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) PUPR Hadi Sucahyono dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (25/08/2018).

KSPN Labuan Bajo pada tahun 2019 ditargetkan dikunjungi 500 ribu wisatawan mancanegara, kendati tahun 2016 Labuan Bajo baru dikunjungi 26 ribu wisatawan mancanegara. Dan sepanjang tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 122.000 orang pelancong. Ditargetkan pada tahun 2018 ada kenaikan 200.000 wisatawan.

Dilanjutkan, untuk mencapai target itu dilakukan peningkatan prasarana dan pelayanan dasar di Labuan Bajo, baik di kawasan menuju destinasi wisata maupun di kawasan dalam destinasi wisata Labuan Bajo itu sendiri.

Untuk mewujudkan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata yang digandrungi banyak wisatawan mancanegara, Kementerian PUPR terus melakukan penanganan infrastruktur, seperti pengembangan konektivitas, pengembangan infrastruktur permukiman, pengelolaan sumber daya air serta penyediaan perumahan.

Dan tahun 2018-2019 untuk pengembangan konektivitas ada sejumlah program, yakni pembangunan Jalan Akses Bandara Komodo Labuan Bajo, rehabilitasi minor Jalan Labuhan Bajo-Malwatar. “Selain itu, ada program rehabilitasi minor Jalan Waemata, rehabilitasi minor Jalan Van Bekkum, rehabilitasi minor Jalan Yohanis Sahadun dan program lainnya,” jelasnya.

Ditambahka untuk pengembangan infrastruktur permukiman, lanjut Hadi, ada program pengembangan permukiman perdesaan kawasan Labuan Bajo, pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Kota Labuan Bajo.

Juga pembangunan permukiman perdesaan prioritas nasional, pembangunan kawasan pariwisata Labuan Bajo, penataan bangunan Puncak Waringin, dan pembangunan jaringan perpipaan Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) Waemese untuk Labuan Bajo.

Wisatawan yang masuk ke Labuan Bajo tidak hanya mengunjungi daerah setempat namun banyak yang kemudian menyebar ke sejumlah destinasi lainnya di Pulau Flores seperti Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, hingga Flores Timur. Selain itu, ada pula yang melakukan over land ke berbagai destinasi wisata lainnya yang menyebar di Pulau Timor, Alor, Rote, dan Pulau Sumba.

“Tren kunjungan ke Labuan Bajo ini tentu sangat positif karena ini menunjukkan pariwisata NTT semakin mendunia karena kunjungan wisatawan terus meningkat dari waktu ke waktu,” lontarnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Bandara Kualanamu Dilengkapi Hotel Bintang Tiga Senilai Rp52 Miliar

this formate

DELISERDANG, bisniswisata.co.id: Bandara International Kualanamu di Deliserdang, Sumatera Utara, kini dilengkapi hotel bintang tiga. Hotel Horison Sky Kualanamu yang dibangun dengan investasi sebesar Rp 52 miliar ini, menyediakan 100 kamar tidur dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai standar hotel.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja manajemen Angkasa Pura Propertindo berhasil menghadirkan hotel di Bandara Internasional Kualanamu. Tantangan selanjutnya memberikan pelayanan terbaik bagi calon pelanggan hotel, serta selalu meningkatkan level of service,” demikian siaran pers resmi yang dikeluarkan PT Angkasa Pura II, yang diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (25/08/2018).

Keberadaan hotel ini, menjadi service facility yang melengkapi sebuah pelayanan bandara dan berharap akan memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa di bandara khususnya di Bandara Internasional Kualanamu, sambungnya.

Dilanjutkan, menghadapi persaingan bisnis perhotelan yang terus berkembang, keberadaan hotel baru di Bandara ini semakin melengkapi kebutuhan sekaligus pelayanan penumpang pesawat terbang, yang tak perlu kesulitan untuk menginap sementara maupun melakukan pertemuan bisnis yang cepat, simple dan praktis.

Hotel baru dibangun di atas lahan seluas 6.900 m2 menyediakan berbagai fasilitas lainnya adalah restoran, ruang pertemuan, spa massage, lounge, wi-fi di masing-masing kamar tidur, business center, laundry dan dry cleaning service.

Fasilitas lainnya chatbot contact center, Airport Digital Lounge, Digital Airport Hotel, Airport Operation Control Center (AOCC), dan Wi-Shock yang merupakan fasilitas wi-fi berkecepatan tinggi di bandara. Kehadiran inovasi-inovasi baru tersebut diharapkan mampu memberikan impresi yang baik kepada pelanggan serta meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan

Bandara Kualanamu merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta dan ditargetkan tahun 2018 bisa menembus angka 11 juta pengunjung.

Direktur Utama Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menambahkan berdasarkan survei di Bandara Kualanamu, ternyata banyak pengunjung yang membutuhkan fasilitas hotel. “Kita coba tangkap itu, dan di sana ada 7.000 meter persegi yang akan dikembangkan menjadi 114 kamar. Ini kita buat setara bintang tiga,” lontar Wisnu.

Soal pendanaan, Wisnu mengatakan, dana berasal dari uang internal perusahaan. Untuk membangun hotel bintang tigas tersebut, pihaknya sudah menyiapkan dana sekira Rp50 miliar. “Ini Full quity kami,” tambahnya.

Ditambahkan, untuk pengembangan hotel di Bandara Soekarno Hatta, Angkasa Pura Propertindo masih mereview master plan. Dalam pembangunan, Wisnu mengatakan, cukup berhati-hati karena telah menjamurnya hotel di wilayah Bandara Soekarno Hatta.

“Kami coba kaji konsep pengembangan hotel yang cocok kebutuhan pasar. Menurut konsultan tingkat hotel di Soetta cukup tinggi. Tapi, dari 300 kamar yang akan dibangun kami masih optimis bisa menyerap. Lokasinya kami akan finalkan bulan ini,” tuturnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Traveler Peduli Lingkungan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aktivitas pariwisata tengah disorot dunia. Sorotan itu bukan terkait dengan lonjakan jumlah wisatawan, namun dampak negatif yang ditimbulkan berupa pencemaran lingkungan. Ternyata traveling menyumbang lebih banyak jejak karbon dioksida atau komponen karbon lainnya yang dihasilkan karena konsumsi bahan bakar fosil. Karbon merupakan komponen yang sangat tidak ramah lingkungan. Semakin banyak jejak karbon, semakin besar pula kontribusi pelancong dalam merusak bumi.

New York Times mencatat, data perjalanan pulang-pergi dari New York ke San Francisco, misalnya. Ternyata memancarkan sekitar 0,9 ton metrik karbondioksida per orang. Artinya para traveler ikut menyumbang dalam kemunduran kualitas lingkungan.

Selain mobilisasi penerbangan, plastik menjadi isu yang ramai dibicarakan saat ini. Sampah plastik yang dibawa wisatawan kemudian dibuang di pantai, laut, gunung, danau dan destinasi wisata lainnya telah merusak lingkungan. Bahkan sampah plastik sangat berbahaya.

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik. Sedangkan kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milyar lembar per tahun = 85.000 ton kantong plastik (sumber BPS & INAPLAS).

Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut. Seperti ikan hiu mati karena di dalam perutnya ditemukan sampah plastik. Begitu juga penyu hingga terumbu karang tak berkembang karena tertutup sampah plastik.

National Geographic menyebut sampah plastik benar-benar mengancam ekosistem laut. Setiap tahun, 1.000 penyu mati akibat plastik yang tak sengaja mereka konsumsi di habitatnya. Aktivitas pariwisata menjadi salah satu faktor penyumbang polusi plastik. Traveler dan turis yang tidak sadar lingkungan akan terus-menerus menggunakan plastik untuk kepentingan jalan-jalannya.

The Pacific Institute memperkirakan, satu botol air plastik 500-mililiter yang terus-menerus dibuang pelancong saat jalan-jalan—memiliki jejak karbon yang sama dengan sekitar 3 ons karbondioksida. Selain itu, hanya sekitar sembilan persen plastik dunia yang didaur ulang.

Karena itu, dunia kini tengah menggalakkan traveling dengan cara bertanggung jawab, sadar lingkungan, peduli dan ramah lingkungan. Gerakan paling masif ialah mengurangi sampah plastik. Ada beberapa cara di antaranya seperti dilansir laman Travelandleisure.com, Jumat (24/08/2018), antara lain:

#. Botol air yang disaring

Meminimalisasi pembelian air minum kemasan cukup berdampak bagi pengurangan sampah plastik. Traveler bisa membawa botol air minum ke mana pun ia pergi supaya tak lagi membeli minuman kemasan. Ini adalah cara umum yang paling tepat dan diklaim paling berdampak. Sebab, diperkirakan, dunia membeli 1 juta botol plastik setiap menit. Untuk menggantikannya, para traveler bisa menggunakan botol air minum yang memiliki filter untuk menyeduh teh atau kopi selama perjalanan.

#. Peralatan makan dan sedotan stainless

Sedotan plastik mendominasi mencuatnya pemberitaan isu lingkungan belakangan ini. Sebab, satu item alat untuk minum ini membutuhkan waktu hingga 2 abad supaya bisa terurai. Salah satu langkah praktis saat jalan-jalan adalah mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless. Sedotan stainless bisa dibeli secara daring. Selain itu, traveler bisa mengurangi penggunaan alat makan plastik dengan alat makan yang dibawa sendiri.

#. Senantiasa membawa kantung travel
Kantung travel atau travel pouch bisa dibawa untuk menaruh pakaian-pakaian kotor. Saat ini, banyak toko outdoor yang telah menyediakan travel pouch tersebut. Sebaiknya hindarilah membungkus pakaian dengan plastik.

#. Perlengkapan mandi

Sejumlah juru bicara lingkungan menyarankan traveler menggunakan sisir bambu dibanding membawa sisir plastik. Begitu juga dengan sikat gigi, sebaiknya mereka memilih yang ramah lingkungan. Sedangkan sampo, kondisioner, dan sabun disarankan memilih yang tidak dibungkus plastik, melainkan yang bisa diisi ulang berkali-kali.

#. Wadah makanan untuk mengurangi food waste

Food waste atau pembuangan makanan secara masif juga menjadi salah satu yang disoroti bergandengan dengan isu sampah plastik. Sejumlah pegiat lingkungan juga menyarankan traveler membawa wadah makanan untuk menbungkus makanannya yang sisa saat jalan-jalan. Makanan itu bisa diberikan kepada kucing atau anjing yang ditemui di sepanjang jalan agar tidak menjadi sampah. (end)

Air France & British Airways Hentikan Penerbangan ke Teheran

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Air France dan British Airways mengumumkan menghentikan penerbangan ke Teheran mulai bulan September 2018. Penghentian sebagai dampak rendahnya profitabilitas karena sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS).

Air France, yang melakukan koneksi ke Ibu Kota Iran melalui operator murahnya, Joon, mengatakan akan menghentikan rute pada 18 September. Air France menyalahkan kelangsungan komersial yang buruk.

“Maskapai Prancis itu telah mengurangi jaringannya dari Paris ke Teheran yang awalnya tiga dalam seminggu menjadi hanya satu awal pada bulan ini,” kata dinas komunikasi seperti dikutip dari AFP, Jumat (24/8/2018).

British Airways juga mengumumkan membatalkan layanan penerbangan dari London ke Teheran karena saat ini tidak layak secara komersial. “Penerbangan terakhir ke Teheran akan dilakukan pada 22 September, dan penerbangan terakhir dari Teheran akan dilakukan pada 23 September,” lontar maskapai berbendera Inggris.

British Airways mengatakan keputusannya tidak terkait dengan penjatuhan sanksi oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, yang telah mendorong banyak bisnis asing keluar dari negara itu.

Maskapai penerbangan Belanda KLM – bagian dari kelompok yang sama dengan Air France – mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya juga menangguhkan penerbangan ke Teheran karena hasil negatif dan prospek keuangan.

Maskapai itu mengatakan sedang berdiskusi dengan maskapai mitra untuk menawarkan opsi rebooking kepada pelanggan, atau akan menawarkan pengembalian uang penuh.

Air France telah melanjutkan penerbangan ke Teheran pada April 2016 setelah penandatanganan kesepakatan antara Iran dan kekuatan internasional. Kesepakatan itu menawarkan bantuan sanksi dengan imbalan jaminan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengejar senjata nuklir.

Lufthansa dan Alitalia adalah perusahaan Eropa yang masih menjalankan penerbangan ke Iran meskipun ada pengumuman penjatuhan sanksi dari AS.

AS pada bulan Mei lalu menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Negara adikuasa itu lantas memberlakukan kembali sanksi terhadap Tehran dalam dua fase pada bulan Agustus dan November.

Pihak-pihak lain dalam kesepakatan nuklir – Inggris, Prancis, Jerman, China dan Rusia – telah bersumpah untuk bertahan dalam perjanjian itu. Namun, perusahaan mereka berisiko besar mendapat hukuman dari AS jika mereka terus melakukan bisnis di IraPerusahaan-perusahaan Prancis termasuk di antara mereka yang paling ingin merebut peluang bisnis di Republik Islam setelah kesepakatan tahun 2015.

Pada Senin, raksasa minyak Perancis Total mengumumkan bahwa mereka telah secara resmi menghentikan proyek gas multi-miliar dolar di negara tersebut. Ini adalah yang terbaru dalam serangkaian perusahaan besar internasional untuk menarik diri, termasuk produsen mobil Jerman, Daimler, Deutsche Telekom, dan Deutsche Bahn. (AFP)