Bandara Kualanamu Dilengkapi Hotel Bintang Tiga Senilai Rp52 Miliar

this formate

DELISERDANG, bisniswisata.co.id: Bandara International Kualanamu di Deliserdang, Sumatera Utara, kini dilengkapi hotel bintang tiga. Hotel Horison Sky Kualanamu yang dibangun dengan investasi sebesar Rp 52 miliar ini, menyediakan 100 kamar tidur dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai standar hotel.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja manajemen Angkasa Pura Propertindo berhasil menghadirkan hotel di Bandara Internasional Kualanamu. Tantangan selanjutnya memberikan pelayanan terbaik bagi calon pelanggan hotel, serta selalu meningkatkan level of service,” demikian siaran pers resmi yang dikeluarkan PT Angkasa Pura II, yang diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (25/08/2018).

Keberadaan hotel ini, menjadi service facility yang melengkapi sebuah pelayanan bandara dan berharap akan memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa di bandara khususnya di Bandara Internasional Kualanamu, sambungnya.

Dilanjutkan, menghadapi persaingan bisnis perhotelan yang terus berkembang, keberadaan hotel baru di Bandara ini semakin melengkapi kebutuhan sekaligus pelayanan penumpang pesawat terbang, yang tak perlu kesulitan untuk menginap sementara maupun melakukan pertemuan bisnis yang cepat, simple dan praktis.

Hotel baru dibangun di atas lahan seluas 6.900 m2 menyediakan berbagai fasilitas lainnya adalah restoran, ruang pertemuan, spa massage, lounge, wi-fi di masing-masing kamar tidur, business center, laundry dan dry cleaning service.

Fasilitas lainnya chatbot contact center, Airport Digital Lounge, Digital Airport Hotel, Airport Operation Control Center (AOCC), dan Wi-Shock yang merupakan fasilitas wi-fi berkecepatan tinggi di bandara. Kehadiran inovasi-inovasi baru tersebut diharapkan mampu memberikan impresi yang baik kepada pelanggan serta meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan

Bandara Kualanamu merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia, setelah Bandara Soekarno Hatta dan ditargetkan tahun 2018 bisa menembus angka 11 juta pengunjung.

Direktur Utama Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menambahkan berdasarkan survei di Bandara Kualanamu, ternyata banyak pengunjung yang membutuhkan fasilitas hotel. “Kita coba tangkap itu, dan di sana ada 7.000 meter persegi yang akan dikembangkan menjadi 114 kamar. Ini kita buat setara bintang tiga,” lontar Wisnu.

Soal pendanaan, Wisnu mengatakan, dana berasal dari uang internal perusahaan. Untuk membangun hotel bintang tigas tersebut, pihaknya sudah menyiapkan dana sekira Rp50 miliar. “Ini Full quity kami,” tambahnya.

Ditambahkan, untuk pengembangan hotel di Bandara Soekarno Hatta, Angkasa Pura Propertindo masih mereview master plan. Dalam pembangunan, Wisnu mengatakan, cukup berhati-hati karena telah menjamurnya hotel di wilayah Bandara Soekarno Hatta.

“Kami coba kaji konsep pengembangan hotel yang cocok kebutuhan pasar. Menurut konsultan tingkat hotel di Soetta cukup tinggi. Tapi, dari 300 kamar yang akan dibangun kami masih optimis bisa menyerap. Lokasinya kami akan finalkan bulan ini,” tuturnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Traveler Peduli Lingkungan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aktivitas pariwisata tengah disorot dunia. Sorotan itu bukan terkait dengan lonjakan jumlah wisatawan, namun dampak negatif yang ditimbulkan berupa pencemaran lingkungan. Ternyata traveling menyumbang lebih banyak jejak karbon dioksida atau komponen karbon lainnya yang dihasilkan karena konsumsi bahan bakar fosil. Karbon merupakan komponen yang sangat tidak ramah lingkungan. Semakin banyak jejak karbon, semakin besar pula kontribusi pelancong dalam merusak bumi.

New York Times mencatat, data perjalanan pulang-pergi dari New York ke San Francisco, misalnya. Ternyata memancarkan sekitar 0,9 ton metrik karbondioksida per orang. Artinya para traveler ikut menyumbang dalam kemunduran kualitas lingkungan.

Selain mobilisasi penerbangan, plastik menjadi isu yang ramai dibicarakan saat ini. Sampah plastik yang dibawa wisatawan kemudian dibuang di pantai, laut, gunung, danau dan destinasi wisata lainnya telah merusak lingkungan. Bahkan sampah plastik sangat berbahaya.

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik. Sedangkan kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milyar lembar per tahun = 85.000 ton kantong plastik (sumber BPS & INAPLAS).

Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut. Seperti ikan hiu mati karena di dalam perutnya ditemukan sampah plastik. Begitu juga penyu hingga terumbu karang tak berkembang karena tertutup sampah plastik.

National Geographic menyebut sampah plastik benar-benar mengancam ekosistem laut. Setiap tahun, 1.000 penyu mati akibat plastik yang tak sengaja mereka konsumsi di habitatnya. Aktivitas pariwisata menjadi salah satu faktor penyumbang polusi plastik. Traveler dan turis yang tidak sadar lingkungan akan terus-menerus menggunakan plastik untuk kepentingan jalan-jalannya.

The Pacific Institute memperkirakan, satu botol air plastik 500-mililiter yang terus-menerus dibuang pelancong saat jalan-jalan—memiliki jejak karbon yang sama dengan sekitar 3 ons karbondioksida. Selain itu, hanya sekitar sembilan persen plastik dunia yang didaur ulang.

Karena itu, dunia kini tengah menggalakkan traveling dengan cara bertanggung jawab, sadar lingkungan, peduli dan ramah lingkungan. Gerakan paling masif ialah mengurangi sampah plastik. Ada beberapa cara di antaranya seperti dilansir laman Travelandleisure.com, Jumat (24/08/2018), antara lain:

#. Botol air yang disaring

Meminimalisasi pembelian air minum kemasan cukup berdampak bagi pengurangan sampah plastik. Traveler bisa membawa botol air minum ke mana pun ia pergi supaya tak lagi membeli minuman kemasan. Ini adalah cara umum yang paling tepat dan diklaim paling berdampak. Sebab, diperkirakan, dunia membeli 1 juta botol plastik setiap menit. Untuk menggantikannya, para traveler bisa menggunakan botol air minum yang memiliki filter untuk menyeduh teh atau kopi selama perjalanan.

#. Peralatan makan dan sedotan stainless

Sedotan plastik mendominasi mencuatnya pemberitaan isu lingkungan belakangan ini. Sebab, satu item alat untuk minum ini membutuhkan waktu hingga 2 abad supaya bisa terurai. Salah satu langkah praktis saat jalan-jalan adalah mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless. Sedotan stainless bisa dibeli secara daring. Selain itu, traveler bisa mengurangi penggunaan alat makan plastik dengan alat makan yang dibawa sendiri.

#. Senantiasa membawa kantung travel
Kantung travel atau travel pouch bisa dibawa untuk menaruh pakaian-pakaian kotor. Saat ini, banyak toko outdoor yang telah menyediakan travel pouch tersebut. Sebaiknya hindarilah membungkus pakaian dengan plastik.

#. Perlengkapan mandi

Sejumlah juru bicara lingkungan menyarankan traveler menggunakan sisir bambu dibanding membawa sisir plastik. Begitu juga dengan sikat gigi, sebaiknya mereka memilih yang ramah lingkungan. Sedangkan sampo, kondisioner, dan sabun disarankan memilih yang tidak dibungkus plastik, melainkan yang bisa diisi ulang berkali-kali.

#. Wadah makanan untuk mengurangi food waste

Food waste atau pembuangan makanan secara masif juga menjadi salah satu yang disoroti bergandengan dengan isu sampah plastik. Sejumlah pegiat lingkungan juga menyarankan traveler membawa wadah makanan untuk menbungkus makanannya yang sisa saat jalan-jalan. Makanan itu bisa diberikan kepada kucing atau anjing yang ditemui di sepanjang jalan agar tidak menjadi sampah. (end)

Air France & British Airways Hentikan Penerbangan ke Teheran

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Air France dan British Airways mengumumkan menghentikan penerbangan ke Teheran mulai bulan September 2018. Penghentian sebagai dampak rendahnya profitabilitas karena sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS).

Air France, yang melakukan koneksi ke Ibu Kota Iran melalui operator murahnya, Joon, mengatakan akan menghentikan rute pada 18 September. Air France menyalahkan kelangsungan komersial yang buruk.

“Maskapai Prancis itu telah mengurangi jaringannya dari Paris ke Teheran yang awalnya tiga dalam seminggu menjadi hanya satu awal pada bulan ini,” kata dinas komunikasi seperti dikutip dari AFP, Jumat (24/8/2018).

British Airways juga mengumumkan membatalkan layanan penerbangan dari London ke Teheran karena saat ini tidak layak secara komersial. “Penerbangan terakhir ke Teheran akan dilakukan pada 22 September, dan penerbangan terakhir dari Teheran akan dilakukan pada 23 September,” lontar maskapai berbendera Inggris.

British Airways mengatakan keputusannya tidak terkait dengan penjatuhan sanksi oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, yang telah mendorong banyak bisnis asing keluar dari negara itu.

Maskapai penerbangan Belanda KLM – bagian dari kelompok yang sama dengan Air France – mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya juga menangguhkan penerbangan ke Teheran karena hasil negatif dan prospek keuangan.

Maskapai itu mengatakan sedang berdiskusi dengan maskapai mitra untuk menawarkan opsi rebooking kepada pelanggan, atau akan menawarkan pengembalian uang penuh.

Air France telah melanjutkan penerbangan ke Teheran pada April 2016 setelah penandatanganan kesepakatan antara Iran dan kekuatan internasional. Kesepakatan itu menawarkan bantuan sanksi dengan imbalan jaminan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengejar senjata nuklir.

Lufthansa dan Alitalia adalah perusahaan Eropa yang masih menjalankan penerbangan ke Iran meskipun ada pengumuman penjatuhan sanksi dari AS.

AS pada bulan Mei lalu menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Negara adikuasa itu lantas memberlakukan kembali sanksi terhadap Tehran dalam dua fase pada bulan Agustus dan November.

Pihak-pihak lain dalam kesepakatan nuklir – Inggris, Prancis, Jerman, China dan Rusia – telah bersumpah untuk bertahan dalam perjanjian itu. Namun, perusahaan mereka berisiko besar mendapat hukuman dari AS jika mereka terus melakukan bisnis di IraPerusahaan-perusahaan Prancis termasuk di antara mereka yang paling ingin merebut peluang bisnis di Republik Islam setelah kesepakatan tahun 2015.

Pada Senin, raksasa minyak Perancis Total mengumumkan bahwa mereka telah secara resmi menghentikan proyek gas multi-miliar dolar di negara tersebut. Ini adalah yang terbaru dalam serangkaian perusahaan besar internasional untuk menarik diri, termasuk produsen mobil Jerman, Daimler, Deutsche Telekom, dan Deutsche Bahn. (AFP)

TN Komodo Siapkan Sistem Tiket Daring

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Balai Taman Nasional (TN) Komodo menyiapkan sistem layanan tiket wisata berbasiskan sistem aplikasi daring. Tiket daring diharapkan memudahkan wisatawan datang ke destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sementara kami sedang mempersiapkan instrumennya sehingga nantinya pembelian tiket wisata ke Taman Nasional Komodo bisa diakses melalui aplikasi online,” kata Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan ketika dihubungi dari Kupang, Jumat (24/8/2018).

Dilanjutan, pihaknya sedang menyusun sistem pemantauan secara daring (online monitoring system) untuk sejumlah kemudahan bagi wisatawan yang akan berwisata ke habitat satwa purba komodo (varanus komodoensis) itu.

Sistem ini, lanjutnya, akan memudahkan wisatawan dalam mekanisme pembayaran non-tunai. Termasuk memudahkan akses informasi terkait destinasi wisata tersebut. “Nanti ada tahapannya sebelum sistem diterapkan. Termasuk kami sosialisasi terlebih dahulu,” katanya.

Diakui seperti dilansir laman Antara, arus kunjungan wisatawan ke TN Komodo seiring waktu terus membeludak. Sehingga sistem pelayanan perlu ditata untuk kemudahan dan kelancaran bagi wisatawan.

TN Komodo mencatat jumlah kunjungan wisatasawan domestik dan asing pada semester pertama tahun 2018 (Januari-Juni) mencapai 80.598 orang. Jumlah kunjungan ini terkoreksi meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 yang tercatat sebanyak 57.783.

Ke depan TN Komodo akan menerapkan pola kunjungan dengan sistem kuota yang dibagi untuk setiap spot wisata. Sistem kuota membantu pelestarian lingkungan dan habitatnya dalam kaitan dengan ekowisata.

“Sistem kuota ini disesuaikan dengan hasil kajian daya dukung kawasan sehingga kunjungan wisatawan yang membeludak tidak mengancam kehidupan satwa komodo maupun kekayaan ekosistem lain di dalamnya,” katanya. (NDY)

Mobile Mosque Bisa Bantu Wisatawan Muslim Di Jepang

this formate
JAKARTA,bisniswisata.co.id: 
Jepang luncurkan Mobile Mosque untuk melengkapi kebutuhan wisatawan muslim ke Negara Matahari Terbit tersebut, dalam pelaksanaan ibadah solat.
Kehadiran masjid berjalan ini juga untuk menyambut acara Olimpiade dan Paralimpik yang akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada 2020 nanti, kata Yasuharu Inoue, Kepala Panitia Pelaksana Proyek Masjid Berjalan & CEO Yasu Project Co. Ltd, pencipta masjid berjalan, di Jakarta, Kemarin.
“Tujuannya antara lain melayani masyarakat Islam dengan Omotenashi atau keramahtamahan.
Masjid berbentuk mobil truk besar dan beratnya 25 ton ini, mulai dibangun sejak 4 tahun lalu,” tambahnya.
Yasuharu Inoue menjelaskan
kalau dibuka setiap sisinya akan menjadi besar. Luas ruangannya mencapai 48 meter; dan dapat menampung sebanyak 50 orang saat melakukan solat berjamaah. Proyek masjid berjalan ini sebagai fasilitas infrastruktur pariwisata menjelang Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020.
Mobil masjid ini, lanjutnya, bisa dipergunakan untuk berbagai tujuan dengan mempersonalisasikan bagian bak truknya. “Kami yakin bahwa produk ini adalah untuk produk Cool Japan, yang terpadu menggunakan teknologi canggih Jepang,” ujar Inoue.
Selain untuk olimpiade di Jepang nanti, pihaknya juga akan berpartisipasi dalam acara Expo Dubai pada Oktober 2020-Maret 2021. Mobil masjid berjalan dengan teknologi khusus ini bisa diperbanyak dan dibuat di Indonesia.
Investasi mobil ini sekitar 100 juta yen atau Rp14 miliar. “Memang mahal karena pakai teknologi Jepang, dibuat di Jepang dan patenkan di Jepang. Kalau buat di Indonesia atau di negara lain, mungkin bisa lebih murah. Tergantung ukurannya juga dan teknologinya,” ujarnya.
Richard Y. Susilo, moderator dalam diskusi media ini, menambahkan penganut muslim di dunia banyak dibandingkan dengan agama lainnya. Sedangkan jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang rata-rata 300.000 per tahun.
“Warga muslimnya mungkin sekitar 20.000 orang per bulan. Diperkirakan pada acara Olimpiade nanti orang Islam akan antre solat di mobile mosque ini,” tambah Richard, yang juga Direktur Pandan College, Japanese Language School di Indonesia.

Rizky Febian Berburu Sneakers

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mengoleksi sneakers bisa menjadi kegemaran milenial. Hal itu juga yang dilakukan penyanyi muda Rizky Febian. Penyanyi generasi milenial bergenre Pop, Jazz, R&B, Dance yang akrab dipanggil Iky mengaku rela berburu sneakers bahkan sampai ke luar negeri.

Misalnya, saat Iky berlibur bersama sang ayah komedian Sule berangkat ke Jepang atau urusan pekerjaan ke Korea. Iky mengaku selalu menyempatkan diri mencari sneakers. “Kita harus effort besar juga kalau mau dapat yang bagus,” kata Rizky seperti dikutip laman Bisnis, Jumat (24/8/2018).

Rizky Febian Ardiansyah Sutisna, nama lengkap Iky mengaku sangat menyukai sneakers. Kendati begitu dia tidak menyebutkan secara pasti koleksi sneakers-nya hingga saat ini. Putra dari pelawak Sule ini mengatakan ada puluhan pasang sneakers yang telah dikumpulkannya.

Dia pun mengaku sangat menyukai salah satu merek yang selalu menjadi buruannya.”Yang gambar contreng itu. Modelnya bagus, terus jatuh cinta aja sama sepatu itu,” ujar Iky yang sudah menelurkan Album: Kesempurnaan Cinta.

Iky mengatakan bentuk sepatu adalah salah satu aspek utama yang dipertimbangkan ketika ia memutuskan untuk membeli. Pelantun lagu Kesempurnaan Cinta itu mengaku enggan membeli sepatu yang tak cocok ketika digunakan di kakinya.

Menurut Iky ada beberapa model yang tidak cocok dengan dirinya. “Jadi pilih-pilih juga. Kadang dari warna. Enak dipakai, enak dilihat,” tutur remaja kelahiran Cileunyi, Bandung 25 Februari 1998.

Kecintaan Rizky dengan sneakers ditunjukkannya dalam beberapa unggahan di akun Instagram @rizkyfbian. Dalam beberapa foto, ia tampak mengenakan warna sepatu yang stylish dan sesuai dengan tema foto. Seperti pada foto ketika mengisi acara Asian Fest 2018 dengan fesyen bernuansa merah-putih. (NDY)

Batik Dilirik Jamaah Haji Negara Lain

this formate

MINA, bisniswisata.co.id: Batik kian menyebar ke penjuru dunia. Penyebaran bukan hanya melalui pameran, bazar, fashion show di ajang internasional, namun saat jutaan orang dari berbagai negara menunaikan ibadah Haji di Mekkah pun, batik juga hadir. Kehadirannya bukan saat tawaf di Makkah maupun wukuf di Arafah. Namun saat mabit dan melontar jumrah di Mina.

Dalam rombongan besar, jamaah Indonesia berjalan mengenakan pakaian batik. Jamaah laki-laki mengenakan baju batik lengan panjang dipadu dengan kain sarung dan peci hitam. Jamaah wanita mengenakan baju gamis berbahan kain batik dipadu kerudung.

Memang, selama fase lontar jumrah di Mina, jamaah sudah tidak mengenakan pakaian ihram lagi. Mereka bebas memakai pakaian sesuai daerah masing-masing. Menariknya, jamaah setiap daerah di penjuru nusantara, pada hari dan jam yang sama keluar bersamaan mengenakan batik berbeda-beda sesuai daerah asalnya.

Seperti Lampunh mengenakan batik dengan motif gajah. Batik Papua dengan motif burung cenderawasih. Batik dengan motif Dayak dari Kalimantan. Batik Bogor dengan motif kujang. Batik gentong dari Madura, hingga batik Bali, Lombok, Solo, Yogyakarta dan daerah lainnya pun memakai pakaian batik yang sudah diakui UNESCO.

Tentu ini menjadi sebuah pemandangan indah, sebab keberagaman jamaah haji Indonesia ditunjukkan ke dunia melalui pakaian batik khas daerah masing-masing. Sehingga menjadi daya tarik bahkan dilirik jamaah haji negara lain. Dan upaya ini, untuk menduniakan batik Indonesia yang dilakukan jamaah selama berhaji berhasil mencuri perhatian jamaah negara lain.

“Awalnya baju batik ini diminta sebagai penanda saja, biar mudah dikenal bila ada jamaah tersesat,” kata ujar Slamet Hadi, jamaah asal Kabupaten Lamongan yang mengenakan pakaian batik.

Bukan itu saja, setidaknya melalui batik ini ada pesan yang ingin disampaikan ke dunia luar bahwa Indonesia kaya akan budaya. Selain itu, mengenakan batik ini merupakan bentuk kecintaan akan Tanah Air. “Setidaknya kalau kangen Indonesia, dengan melihat batik minimal rasa kangen bisa jadi terobati,” lontar Slamet seperti diunduh laman Sindonews, Jumat (24/08/2018).

Upaya menduniakan batik Indonesia yang dilakukan jamaah haji Indonesia selama berhaji ini ternyata berhasil mencuri perhatian sejumlah jamaah haji yang berasal dari negara lain. Juga banyak yang terpesona dengan pakaian khas Indonesia itu, ada yang meminta berfoto bersama hingga jamaah haji asal Turki yang kagum akan coraknya.

Mereka juga mau membayar mahal untuk mendapatkan batik yang dikenakan jamaah asal Lamongan itu. “Saya tadi ketemu mereka, dia ngajak foto bareng. Terus mereka juga meminta batik yang saya pakai. Karena hanya satu, tidak saya kasih, bahkan dia mau bayar mahal,” ujar Slamet.

Jamaah lainnya, Salim Fahrizal, menilai selain mengenakan pakaian batik dan membawa bendera Merah Putih, dia juga tak sungkan mengedarkan kotak bantuan untuk membantu korban gempa bumi Lombok. “Selain berhaji, kami hadir untuk mengetuk hati para dermawan jamaah kita membantu korban gempa Lombok. Setidaknya ini ikhtiar kita,” ujar jamaah asal Lombok. (END)

25 Agustus 2018, Samosir Music International

this formate

SAMOSIR, bisniswisata.co.id: Samosir Music International kembali dihelat. Perhelatan Event musik skala internasional yang digelar setiap tahun ini, diikuti musisi di mancanegara. Tahun ini, Samosir Music International berlangsung di Open Stage Tuk Tuk Siadong Samosir, Danau Toba Sumatera Utara (Sumut), pada 25 Agustus 2018.

Ada 3 negara berpartisipasi dalam event musik yang memasuki tahun keempat. Mereka dari Indonesia, Austria dan Belanda. Para musisi lintas negara seperti Herman Delago, Nadine Beiler, JBS Band Austria, Bernadeta Astari asal Belanda. Juga Ken Lila Ashanty, violis kelahiran Jakarta yang kini bermukim di Swiss.

Mereka akan berkolaborasi dengan pianis asal Jakarta, Yoshephine Madju. Tak ketinggalan, Viky Sianipar, Alsant Nababan, Louis Sitanggang, Tongam Sirait, Jajabi Band, Boraspati Group, dan Halak Hita Group.

Festival musik ini menjadi berbeda dari semua festival musik yang ada. Perbedaanya para musisi ini diwajibkan membawakan lagu daerah Batak. Juga diwajibkan menggunakan alat musik Batak. Sehingga setiap musisi yang terlibat, butuh persiapan lama. Khususnya dalam mempelajari lagu dan alat musik Batak. Dan hal ini menjadi daya tarik tersendiri Samosir Music International .

Dengan konsep event yang seperti itu, nilai Habatakon terangkat dan lebih diperkenalkan ke dunia lebih luas lewat jalur musik. Sekaligus menunjukkan, lagu Batak itu sangat indah dan fleksibel, bisa digubah ke segala genre musik.

Dari tahun ke tahun, pengunjung event ini sangat banyak, termasuk wisatawan mancanegara sehingga menjadi salah satu event terbesar disekitar Danau Toba, yang pengunjungnya terbanyak. Tahun ditargetkan 10.000 pengunjung bakal datang.

Penampilan Nadine Beiler tahun lalu di Samosir, sangat dikagumi seluruh pengunjung. Karakter vokalnya yang tinggi, indah, dan mampu mengeluarkan ucapan kata-kata terhadap lirik lagu-lagu Batak dengan begitu kental persis seperti orang Batak sendiri. Kini Nadine kembali hadir menyemarakkan festival ini.

Juga Band pengiring band dari Austria JBS Band. Sebuah band anak muda, yang semuanya berlatar belakang pendidikan musik dari Conservatorium, dan sudah memiliki banyak aksi panggung di Eropa. Keinginan memberi sedikit warna dengan tambahan flute/sulim di arrangement musik mereka nanti, kali ini salah satu Flute Player dari Vienna ikut dilibatkan. Bahkan, pemain drum dari JBs band, memainkan gondang Batak, yang berkolaborasi dengan artis dan pencipta lagu Batak, Tongam Sirait.

Selain itu, Kento Friesacher keturunan Jepang-Austria yang biasanya meniup suling India, atau suling klassik nantinya akan memainkan suling Batak walau cara memainkannya cukup beda.

Pemenang kontest lagu klassik Belanda, Bernadeta Astari juga kembali ikut meramaikan event di Samosir. Kini Bernadeta mengajak musisi Violist nya dari Swiss, bernama Ken Lila Ashanty. Ken lila adalah kelahiran Jakarta, dan telah berhasil mendapatkan Master musik nya di Swiss, dengan Cum Laude.

Banyak prestasi yang sudah diraih baik di Asia maupuna di Eropa, juga banyak terlibat di konser musik klassik yang tergolong besar, baik di Indonesia maupun Eropa. Mereka nanti akan tampil Trio, bersama Pianist dari Jakarta Yoshephine Madju, yang tahun lalu juga ikut terjun ke Samosir. Mereka nanti akan menerapkan jenis musik klasik terhadap lagu Batak dan juga lagu lagu klasik lainnya.

Viky Sianipar yang sangat dikenal dengan arrangement musiknya yang jenius, dan sangat concern terhadap pengembangan musik lagu Batak, akan turut hadir di Samosir bersama Bandnya juga Alsant Nababan sebagai Vokalisnya. Untuk lebih meramikan lagi, Louis Sitanggang yang merupakan vokalis dari Deredia, juga akan turut hadir. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tahun Fiskal 2018, Qantas Cetak Laba Tertinggi

this formate

SIDNEY, bisniswisata.co.id: Qantas Group mengumumkan laba dasar sebelum pajak sebesar A$ 1,6 miliar untuk tahun fiskal 2018 yang jatuh pada 30 Juni tahun ini. Pencapaian tersebut merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai maskapai nasional Australia ini.

Seluruh lini bisnis Qantas Group berkontribusi pada pencapaian tersebut. Bukan hanya didukung oleh permintaan yang tinggi pada beberapa pasar utama, kinerja unggul dari Qantas dan Jetstar pada ranah domestik juga menyumbang kinerja apik. Pencapaian ini mencerminkan pasar yang kuat dan hasil dari kerja keras perusahaan.

“Qantas Group berhasil mencetak rekor laba meski harga minyak terus meningkat. Kami melampaui tantangan ini dengan baik lewat berbagai langkah terkait kapasitas dan efisiensi biaya. Kami juga memiliki program hedging (lindung nilai) untuk menghadapi tantangan ini,” lontar Chief Executive Officer Qantas, Alan Joyce dalam keterangan tertulis, Jumat (24/08/2018).

Segmen bisnis penerbangan domestik milik Qantas Group berhasil mencatatkan laba dasar operasi senilai A$ 1,1 miliar. Angka ini naik 25% dari tahun keuangan 2017, yang mana merupakan rekor tersendiri bagi lini bisnis ini. Di segmen penerbangan luar negeri, Qantas International berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 7% menjadi A$ 399 juta.

Upaya Qantas grup melakukan efisiensi (salah satunya lewat program penyempurnaan kabin A320 Jetstar) dan investasi pada layanan premium (seperti lounge dan Wi-Fi di atas pesawat Qantas) berbuah pada pertumbuhan margin perusahaan.

Sementara itu, permintaan atas layanan premium tetap tinggi, dan Jetstar berhasil menerbangkan 24 juta penumpang pada rute domestik dan internasional dengan harga tiket di bawah A$ 100.

Pada tahun 2018, Qantas International membuat perubahan penting pada struktur bisnisnya. Lini usaha ini memperkenalkan armada Boeing 787 yang baru, rute penerbangan Perth-London, dan penambahan rute dari Australia ke New Zealand bersama Emirates.

Perubahan ini menghasilkan penghasilan tambahan yang tercatat pada laporan keuangan 2018, dan diharapkan dapat terus berjalan hingga laporan keuangan 2019. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Pemerhati Lingkungan Bersihkan Sampah Pantai & Laut

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Sampah di Pantai dan Laut masih menghiasi wilayah perairan Indonesia. Apalagi sampah di kawasan wisata bahari seperti Bali dan destinasi wisata bahari lainnya hasil “ulah” wisatawan yang tak peduli lingkungan, terus mewarnai pariwisata Indonesia.

Kini, komunitas Pecinta Laut melakukan gerakan “Menghadap ke Laut”. Gerakan ini merupakan kepedulian komunitas terhadap laut di Indonesia. Komunitas secara sukarela membersihkan pantai dan laut dengan melibatkan lebih dari 20.000 orang dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang juga pembina utama Pandu Laut Nusantara.

Gerakan ini dilakukan bersama 341 mitra terdiri kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan komunitas pemerhati lingkungan termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman, figur publik dan BUMN. Mereka bersama-sama “menghadap laut” dan merawat serta membersihkan pantai-pantai Indonesia.

“Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. Sampah plastik sangat berbahaya. Gerakan ini sebagai bagian dari komitmen kita mengurangi 70% sampah plastik di lautan pada 2025,” papar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (24/08/2018).

Menteri yang terus melawan terhadap kapal asing yang mencuri ikan diwilayah Indonesia ini, melihat gerakan menghadap laut menunjukkan kepedulian masyarakat pada laut Indonesia yang bergerak sukarela di 76 titik dan 28 kapal bergabung di titik titik berbeda.

Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton / tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik (sumber BPS & INAPLAS). Sedangkan kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milyar lembar per tahun = 85.000 ton kantong plastik (sumber BPS & INAPLAS).

Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.

Kegiatan ini digerakkan Sekretariat Pandu Laut Nusantara, Yayasan EcoNusa bersama komunitas masyarakat secara swadaya di seluruh Indonesia. Diharapkan dapat menjadi ajang edukasi efektif bagi masyarakat pesisir tentang kerugian dan bahaya membuang sampah ke laut.

Bustar Maitar, Ketua Umum Pandu Laut Nusantara menambahkan Indonesia harus merdeka dari sampah plastik dan pemerintah harus lebih serius dalam melarang penggunaan plastik sekali pakai.

“Kegiatan ini adalah upaya membangun gerakan kerelawanan oleh masyarakat Indonesia untuk merdeka dari sampah plastik. Keswadayaan masyarakat dalam merawat laut adalah bagian dari kekuatan bersama untuk merawat Indonesia,” ujarnya.

Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Lingkungan Hidup 1993-1998, mengapresiasi gerakan Pandu Laut Nusantara yang bergerak tepat waktu di tengah kecemasan dan keprihatinan yang memuncak terhadap pencemaran laut, khususnya oleh limbah plastik.

Kegiatan bersih-bersih pantai dan laut yang diadakan serentak di seluruh Nusantara diharapkan bisa tumbuh menjadi budaya bersih yang akan memaksa kita untuk menganut pola kehidupan berwawasan lingkungan demi masa depan generasi mendatang. (redaksibisniswisata@gmail.com)