Gubernur BI: Peran Strategis Pariwisata Dorong Kenaikan Devisa

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengakui peran strategis pariwisata dapat mendorong kenaikan devisa. Karena itu Pemerintah berupaya mendongkrak devisa dengan mendorong pengembangan destinasi pariwisata prioritas. Diharapkan tahun depan hasil dari pengembangan wisata dapat memacu kunjungan turis asing berwisata di Indonesia.

“Jadi perlu diakselerasi dan sinergi kebijakan antara pemangku kepentingan karena pariwisata penyumbang devisa ketiga terbesar, setelah kelapa sawit dan batu bara,” papar Perry Warjiyo usai Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Ambarrukmo, Rabu (29/8/2018).

Selain itu, sambung Gubernur BI, harus terus dikembangkan ke depannya. Karena potensinya sangat besar untuk menyumbang devisa, dengan mendorong pariwisata bisa menurunkan defisit transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan ekonomi ke depan.

Dilanjutkan, rakor Pariwisata ini menghasilkan sejumlah hal yang akan dilaksanakan pemerintah. Pertama, pemerintah dan BI menetapkan target jumlah wisata mancanegara (wisman) sebanyak 25 juta dengan penerimaan devisa sebesar USD 28 miliar di 2024.

“Sejumlah kesepakatan dilakukan, mencakup 8 aspek. Target yang ingin dicapai dan disepakati untuk 2019 jumlah wisman 20 juta dengan devisa USD 17,6 miliar, naik dari USD 14 di 2017. Di ‎2024 kita arahkan jumlah wisman 25 juta dengan devisa USD 28 miliar,” ucapnya.

Kedua, pemerintah menetapkan sembilan destinasi wisata yang siap dipasarkan yaitu Bali, Jakarta dan sekitarnya, Kepulauan Riau, Bromo Tengger Semeru dan Banyuwangi. Serta empat destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo. “Untuk memperkuat pariwisata itu akan dilakukan penguatan dan nomenklatur jenis usaha yang mengacu dari Kemenpar,” kata dia.

Ketiga, terkait pembiayaan, akan dikeluarkan Permenko Ekonomi mengeni KUR pariwisata. dengan subsidi suku bunga. Terkait hal ini, OJK juga keluarkan aturan yang dorong pelaku usaha. Pembiayaan infrastruktur di pariwisata akan dikembangkan pembiayaan nonbank termasuk reksa dana terbatas.

Keempat, dukungan terhadap penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2018. Kelima, promosi destinasi wisata secara terpadu antara pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha, yang akan dilakukan pilot project-nya pada gelaran Indonesia Investment Day 2018 yang berlangsung pada 31 Agustus 2018 di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre, Singapura.

Keenam, meningkatkan konektivitas yang sudah dilakukan untuk destinasi prioritas. “Bagaimana tingkat akses ke Banyuwangi, juga akses dari Bali. Juga akan ada kereta api baru dari New Yogyakarta International Airport ke kota Yogyakarta, juga terkait akses jalan dan lain-lain,” ungkap dia.

Ketujuh, peningkatan aktraksi di sejumlah destinasi wisata yang akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Dan kedelapan, peningkatan amenitas di tempat wisata seperti penyediaan air bersih dan pelaksanaan pendidikan vokasi bagi masyarakat sekitar guna mendukung aktivitas pariwisata. “Delapan ini akan dikawal secara bisa konkret tingkatkan devisa wisata, menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan,” tandas dia.

Pariwisata dinilai menjadi salah satu sektor yang mampu berkontribusi besar terhadap penerimaan devisa dan mengendalikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI), Aida Budiman menyatakan sebenarnya CAD Indonesia masih terhitung dalam posisi yang aman. Namun demikian, dalam sektor pariwisata, Indonesia masih harus bekerja keras agar bisa mengatasi ketertinggalan dari Negeri Gajah Putih tersebut.

“Current account balance kita USD 17,53 miliar atau 1,7 persen dari PDB tahun lalu, Thailand USD 48,1 miliar atau 10 persen dari PDB. Itu gap yang mesti kita capture. Berapa tahun ini tentu perlu inisiatif dan upaya terus menerus. Yang kita lakukan sekarang memulai reformasi struktural dan kita lanjutkan,” kata dia. (END)

Kunjungan Wisatawan Naik 100 Persen, Ijen Ditutup Sementara

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawah Ijen Banyuwangi terus meningkat dalam dua bulan terakhir ini. Tepatnya sejak Juli hingga memasuki Agustus 2018. Bahkan, peningkatan ini di prediksi akan terus terjadi pada September mendatang.

Catatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) III Jawa Timur Kantor Seksi Banyuwangi, peningkatan wisatawan mancanegara ke Kawah ijen tersebut mencapai 100 persen, yang biasanya 100 orang menjadi 200 orang di setiap harinya.

“Sudah jadi fenomena tahunan kalau di bulan-bulan seperti ini banyak wisatawan mancanegara yang berlibur ke Kawah Ijen,” ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) III Jawa Timur Kantor Seksi Banyuwangi, Sumpena di Banyuwangi, Rabu (29/08/2018).

Namun untuk wisatawan domestic belum terlihat ada peningkatan yang cukup segnifikan. Biasanya, wisatawan domestic menyerbu Kawah Ijen disaat liburan panjang juga Tahun Baru serta libur Lebaran.

Ditambahkan, untuk pendakian ke Kawah Ijen ditutup sementara pada September 2018. Hal ini tertuang dalam surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur nomor S.5/8/K.2/BIDTEK.1/KSA/8/2018 tertanggal 21 Agustus 2018.

Pendakian ke Tawan Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen di tutup terhitung mulai tanggal 3 hingga 30 September 2018 secara tentative, karena akan dilakukan perbaikan jalur pendakian dan sarana pendukung, untuk mendukung kegiatan International Monetary Fund (IMF) World Bank di Bali pada Oktober 2018.

Menurutnya, rencana penutupan ini masih tentative, bisa jadi ditutup ataupun tidak jadi dilakukan penutupan. Sehingga hingga saat ini, kunjungan ke TWA Kawah Ijen masih tetap di buka sampai ada surat edaran resmi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Surat klarifikasi tersebut tertuang pada Surat Edaran nomor SE.549/K2/BIDTEK.1/KSA/8/2018 yang di layangkan Balai Besar KSDA Jawa Timur. Sementara pada surat edaran sebelumnya yang ditujukan kepada Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso menyatakan penutupan jalur pendakian untuk pengamanan kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen dari bahaya kebakaran juga mendukung pertemuan IMF World Bank di pulau Bali. (EP)

April 2019, Bandara Baru Yogyakarta Beroperasi

this formate

JAKARTA, bisniswisata. co.id: Bandara Baru Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo ditargetkan mulai operasional pada April 2019. Target itu terpaksa dikejar, setelah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan bertolak ke Yogyakarta untuk kunjungan kerja, Selasa (28/8) memimpin rapat koordinasi pembangunan bandara internasional ini

“Direktur Teknik PT Angkasa Pura I Lukman F. Laisa menegaskan staging pertama yang akan kita dorong tahun ini, akan kita selesaikan dalam waktu 7 bulan,” papar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dalam keterangan resmi, Rabu (29/8/2018).

Dalam tahap pertama ini, lanjut Menko, bandara didesain untuk dapat memfasilitasi 14 juta penumpang dengan terminal seluas 180.000 meter persegi, 23 parking stand di apron, dan runway sepanjang 3.250 meter. “Jadi bisa ke London langsung dari Jogja,” jelasnya.

Dicontohkan, pesawat tipe Boeing 777 yang biasa dipergunakan dalam direct flight internasional, dapat didaratkan di Provinsi DIY.
Cepatnya pengerjaan proyek ini tidak lepas dari proses pengadaan tanah yang diklaim oleh AP I sebagai yang tercepat dan terluas di Indonesia untuk kepentingan pembangunan bandara.

Tanah seluas 582,08 hektar telah 100% dibebaskan, ditandai dengan dilakukannya Serah Terima Hasil Pelaksanaan Pengadaan Tanah dari Kanwil BPN DIY kepada PT AP 1 pada tanggal 29 Maret 2018 melalui Berita Acara Nomor 61/BA-PPT/III/2018.

Di akhir rapat koordinasi, Menko Luhut meminta kepada semua pihak terkait untuk bekerja secara terpadu, memperhatikan kerapian detail pengerjaan, dengan memberi perhatian lebih pada masyarakat sekitar lokasi pembangunan bandara. “Jadi kalau ada orang sekitar yang bagus, kalian latih, lalu nanti bisa direkrut sampai pada posisi pekerjaan yang kelasnya tinggi, seperti air traffic controller,” tambah Menko Luhut.

Tak lupa ia juga mengimbau, AP I dengan didukung pemerintah daerah dapat meningkatkan pelatihan dan penyerapan tenaga kerja dari penduduk sekitar dengan tidak membatasi jenis dan level karirnya. Selain itu, Menko Luhut juga meminta supaya usaha kecil dan menengah masyarakat setempat dapat diberikan ruang usaha di areal bandara nantinya.

“Ada pembangunan tapi rakyat setempat juga harus bisa menikmati, jangan ada yang tersingkirkan,” ujar Menko Luhut yang berpesan agar manisnya buah pembangunan infrastruktur dapat dinikmati oleh semua masyarakat sekitar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hasil Survei: 1 dari 50 Traveler Temukan Cinta Sejati di Pesawat

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Traveling bukan hanya urusan jalan-jalan, menikmati pemandangan dan menjelajah suatu destinasi wisata. Namun lebih dari ini, traveling merupakan sarana untuk menemukan sesuatu yang baru dalam hidup, termasuk pasangan hidup. Sebuah penelitian yang baru-baru ini digelar mengungkap, satu dari 50 traveler yang gemar melancong bertemu dengan cinta sejati mereka di pesawat.

Menurut informasi yang dikutip laman Travel and Leisure, Senin (27/8/2018), penelitian dilakukan dengan meminta lebih dari 5.000 traveler untuk menceritakan pengalaman wisata mereka. Penelitian dilakukan pada Juli 2018, dan mendapat tanggapan dari para pelancong di 141 negara yang berbeda.

Penelitian juga mengungkap, sekitar 16 persen traveler telah terkoneksi dengan maskapai, dan 14 persen telah membuat tali persahabatan jangka panjang sebelum mereka bertemu dengan sendirinya di pesawat.

Namun demikian, sekitar 51 persen responden mengakui mereka pernah berbicara dengan orang asing saat berada di pesawat. Tak heran jika di antaranya ada yang benar-benar menemukan cinta sejatinya di pesawat saat ingin traveling.

Bagi yang ingin menemukan cinta sejati saat terbang, mulai sekarang aktiflah di milis traveler yang menghubungkan banyak orang, atau paling tidak ikut berkumpul di forum digital para traveler. Informasikan perjalanan Anda saat ingin traveling ke suatu daerah atau negara.

Namun yang pasti, bersifat terbukalah kepada semua orang yang Anda jumpai saat traveling, termasuk saat berada di pesawat. Alih-alih mendapat pasangan, paling tidak bisa mengorek informasi tentang banyak hal soal destinasi yang akan dikunjungi. (EP)

Nasgor Kimchi ala Korea Cita Rasa Surabaya

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Nasi goreng (nasgor), salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia. Juga sangat akrab dikenal masyarakat luas. Menu berbahan dasar nasi putih plus saus sambal sedikit ditambahkan rempah seperti bawang putih dan bawang merah ini mudah didapatkan di banyak tempat dimana-mana. Bukan hanya didorong dengan gerobak, kaki lima tetapi juga di banyak restoran hingga disajikan di hotel berbintang. Soal pilihan bergantung isi dompet.

Apalagi Nasgir bisa dikonsumsi kapanpun dan dimanapun. Bisa saat sarapan, makan siang, hingga makan malam. Tak hanya di Indonesia saja, ternyata nasgor juga disukai warga asing termasuk di Korea Selatan. Tentu saja cita rasanya disesuaikan dengan lidah orang Korea dengan dicampur kimchi.

“Kimchi bisa disebut sebagai hidangan Korea yang paling ikonik. Terbuat dari sawi yang difermentasi, kimchi bisa dimakan sebagai pelengkap hidangan utama,” lontar Executive Chef Hernanto dari Hotel Maxone Dharmahusada, Surabaya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/08/2018).

Sayur kimchi memang disukai masyarakat Korea, karena bermanfaat bagi kesehatan yaitu menghangatkan tubuh dan bisa menurunkan berat badan. Karena itu, Chef Hernanto memadukan kimchi dengan nasgor hasil kreasinya.

“Hasilnya, ya menu nasgor Kimcho ini dengan cita rasa pedas yang menjadi kegemaran masyarakat Surabaya. Levelnya mulai dari level satu hingga tiga. Namun bagi yang tidak suka pedas, bisa memesan Nasgor Kimchi sesuai keinginan. Jadi sangat tergantung selera,” paparnya.

Jika nasgor umumnya dipadu dengan irisan daging ayam, telor ceplok atau mata sapi, Chef Hernanto juga menambahkan irisan daging sapi yang digoreng dengan bumbu simple. Ini membuat Nasgor Kimchi beda dengan nasgor umumnya dan justru menambah nikmat rasanya.

Sayur Kimchi, kata Chef Hernanto, disukai warga Korea Selatan juga karena bermanfaat bagi kesehatan yakni dapat menurunkan berat badan serta menghangatkan tubuh.

Meski khas Korea Selatan, namun Nasi Goreng Kimchi yang disajikan Hotel Maxone Dharmahusada ini memiliki cita rasa pedas yang menjadi kegemaran kebanyakan warga Surabaya.

“Kita sajikan pedas, ada levelnya mulai dari level satu hingga level tiga. Tapi bagi yang tidak suka pedas juga bisa pesan nasi goreng Kimchi tidak pedas,” sambungnya sambil menambahkan nikmatnya nasi goreng dibanderol dengan harga Rp35.000++ per porsinya (redaksibisniswisata@gmail.com)

Penipuan Paket Wisata Online Marak, Korban Malu Mengadu

this formate

Wisatawan Indonesia di pegunungan pelangi Zhangye, China Utara, mengikuti paket tour dari biro perjalanan wisata resmi dengan aman dan nyaman.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penipuan penjualan paket wisata secara online marak dengan beragam modus dan banyak merugikan masyarakat, kata Indi K Noorsy, Travel Consultant sekaligus mantan CEO event Indie Travel Mart, hari ini.

Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berwisata dan kemudahan mendapatkan beragam kebutuhan perjalanan secara  online belakangan melahirkan banyaknya paket berlabel open trip dan berkembangnya usaha Trip Organizer yang ditawarkan pada warga net.

Open trip biasanya dimotori oleh komunitas untuk jalan bareng, berwisata bersama dengan destinasi wisata anti mainstream yaitu paket wisata yang belum dikenal masyarakat luas,” kata Indi Noorsy.

Empat tahun belakangan, ujarnya, open trip ini diminati karena harganya yang miring, mengeksplorasi surga tersembunyi dan harganya terjangkau oleh kalangan milenial.

Sayangnya kegiatan jalan bareng ini tidak lahir dari usaha berpayung hukum sehingga ketika ada oknum nakal yang menawarkan open trip bodong maka konsumen di posisi lemah.

“Mau mengadu kemana kalau paket wisata open trip yang dibayar ternyata tidak jadi berangkat, sedangkan uang sudah disetor. Konsumen yang dirugikan malu melapor pula,” ungkap Indi.

Usaha open trip dan trip organizer sebenarnya sangat berperan dalam memperkenalkan daerah – daerah wisata di Indonesia, kehadirannya dibutuhkan sesuai tuntutan jaman. Namun ketika ada oknumnya yang menyalahgunakan kepercayaan maka keberadaannya yang berbadan hukum sangat mendesak.

Tetty DS Aryanto, Ketua Umum Indonesia Tour Leader Association ( ITLA) membenarkan maraknya penipuan paket wisata di dunia maya sehingga pihaknya juga terus mengingatkan masyarakat untuk waspada melalui website ITLA, forum-forum lintas sektoral dan lainnya.

“Yang jelas anggota ITLA tidak menjual paket wisata seperti open trip dan 1300 an tour leader anggota kami mematuhi kode etik dan mengacu pada Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no: 82/MPPT-88 Tentang Pramuwisata dan Pengatur Wisata ( tour leader),”

Disebutkan bahwa tour leader adalah pengatur wisata yang ditugaskan oleh Biro Perjalanan Umum dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk memimpin dan mengurus perjalanan rombongan wisatawan, tegas Tetty DS Aryanto.

Tetty  yang juga Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementrian Pariwisata menambahkan bahwa open trip sifatnya co-sharing alias jalan sama-sama sehingga bila menjadi bisnis harus ada bendera perusahaan.

“ Kami fokus pada SDM tour leader, soal regulasi urusan pemerintah namun kami sepakat Kepmen mengenai tour leader yang sudah berusia 30 tahun harus ditinjau ulang dan disesuaikan dengan era digital ini,” kata Tetty.

 

BI: Pariwisata Bisa Tumbuh Tanpa Nunggu Depresiasi Rupiah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: ‎Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI), Aida Budiman menegaskan ‎ukuran mahal atau murah untuk sebuah biaya wisata menjadi suatu hal yang relatif bagi masing-masing wisatawan. Namun yang lebih ditekankan oleh BI dan pemerintah yaitu bagaimana membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Sebetulnya kalau bicara nilai tukar, kita bicara harga itu relatif sehingga short term. Jadi yang kami lakukan meningkatkan daya saing. Sehingga kita enggak bergantung ke nilai tukar. Kalau lagi depresiasi, kita hanya fokus dorong pariwisata, tidak seperti itu,” kata Budiman seperti dilansir laman Liputan6, Selasa (28/08/2018).

Budiman mengemukakan hal itu seiring dengan pernyataan Ketua Tim Pokja Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah Thaib yang memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah untuk menggenjot sektor pariwisata di Indonesia. Pasalnya, dengan nilai tukar rupiah seperti saat ini, biaya berwisata di Indonesia bagi wisatawan mancanegara (wisman) menjadi lebih murah.

“Pelemahan rupiah yang terjadi sebenarnya bisa menjadi hal yang positif bagi pariwisata, khususnya untuk menarik wisman untuk datang ke Indonesia. Jadi soal depresiasi rupiah, ini bisa dimanfaatkan sektor pariwisata. Ini kami genjot promosi karena dengan ini biaya wisata ke Indonesia menjadi lebih murah,” ujar dia di Yogyakarta, Selasa (28/8/2018).

Budiman melanjutkan, Bank Indonesia sangat mendukung penguatan tiga aspek yang dilakukan pemerintah yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas (3A). Dengan demikian, sektor pariwisata bisa tumbuh tanpa harus menunggu depresiasi rupiah.

“Makanya yang kita lakukan adalah tingkatkan daya saing pariwisata supaya kita tidak tergantung pada nilai tukar. Kita ingin tingkatkan daya saing pariwisata yang lebih bagus lagi. Kita punya Borobudur, bagaimana caranya jual ini seperti Angkor Wat (Kamboja). Bagaimana tingkatkan aksesibilitas, sehinga orang kenal dan senang datang ke Indonesia,” tandas dia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa ini. Mengutip Bloomberg, Selasa (28/8/2018), rupiah dibuka di angka 14.607 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.620 per dolar AS. Namun sesaat kemudian, rupiah melemah ke angka 14.614 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang, rupiah bergerak di kisaran 14.607 per dolar AS hingga 14.615 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 7,81 persen. Berdasarkan Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.614 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan pada hari sebelumnya yang ada di angka 14.610 per dolar AS.

Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM Jameel Ahmad menjelaskan, ada sentimen bervariasi terhadap dolar AS pada awal pekan perdagangan ini. Rupiah sempat menguat dan menyebar ke wilayah sekitar, baht Thailand dan ringgit Malaysia juga menguat.

Namun kemudian, dolar AS menguat terhadap Euro, Pound, dan Dolar Australia sehingga kembali menekan mata yang di Asia, termasuk rupiah. “Mata uang AS ini secara umum menguat terhadap mata uang Eropa, Timur Tengah, dan Afrika di saat semua perhatian tertuju pada lira ketika pasar Turki kembali buka pasca libur satu pekan penuh,” jelas dia. (EP)

Ayo ke Museum, Starbuck Ajak Generasi Milenial Mengenal Sejarah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Starbucks Indonesia menghadirkan kembali program “Ayo ke Museum”. Tujuannya untuk mengenal lebih dekat sejarah Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Program Starbucks ini dengan menggandeng Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami berharap agar masyarakat, khususnya generasi milenial dapat mengunjungi museum dan mengenal lebih dekat sejarah Indonesia dengan cara yang menyenangkan,” kata Andrea Siahaan, Head of Corporate PR & Communications Starbucks Indonesia, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/8/2018).

Program Ayo ke Museum sudah berlangsung sejak 2008 sebagai bentuk komitmen Starbucks Indonesia dalam mendukung pelestarian museum dan secara aktif mengajak masyarakat mengenal budaya bangsa dan sejarah dengan mengunjungi museum. Dari lingkungan tempat gerainya berdiri hingga lokasi tempat kopi ditanam, Starbucks percaya bahwa mereka harus terlibat dengan komunitas di sekitar.

Sebagai bagian dari aktivitas sosialnya kepada komunitas, Starbucks Indonesia merencanakan sebuah perjalanan ke museum bersama anak-anak dari panti asuhan dan anak-anak jalanan di delapan kota di Tanah Air. Acara ini diselenggarakan untuk mendukung salah satu program CSR Starbucks Ayo Ke Museum yang telah berjalan.

Di samping itu, mendukung komitmen dalam melestarikan budaya lokal dan sejarah yang melibatkan Starbucks partners (karyawan), masyarakat, dan anak-anak di Indonesia. Sejak diadakan program Ayo ke Museum pada 2008, program tersebut mendapatkan sambutan yang sangat positif dari segenap masyarakat dan badan pemerintahan di Indonesia.

Starbucks Indonesia akan membagikan tiket gratis (selama persediaan masih ada) di gerai Starbucks yang tersebar di 15 kota, yakni Jakarta, Surabaya, Semarang, Cirebon, Malang, Solo, Yogyakarta, Medan, Makassar, Samarinda, Lombok, Denpasar, Pontianak, Pekanbaru dan Lampung.

Tiket tersebut berlaku digunakan pada 20 museum dari 9 Agustus sampai 9 November 2018. Cara mendapatkan tiket gratis Ayo ke Museum cukup dengan berbelanja (tidak ada minimum) menggunakan Starbucks Card pada Kamis di gerai Starbucks yang terdapat di kota-kota tersebut.

Starbucks Card adalah kartu prabayar dan member yang memberikan kenyamanan bagi customer untuk berbelanja di gerai Starbucks Indonesia dengan cara nontunai. (redaksibisniswisata@gmail.com)

INACA Desak Tarif Batas Bawah Penerbangan Dinaikkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) mendesak agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempertimbangkan untuk kembali menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB).

Ketua Umum INACA Pahala N. Mansury mengapresiasi langkah pemerintah yang bersedia menaikkan TBB sebesar 5% atau menjadi 35% dari Tarif Batas Atas (TBA). Terlebih, sejumlah komponen biaya operasional meningkat signifikan sepanjang 2018. “Kenaikan ini tetap kami syukuri. Mudah-mudahan tetap ada kelanjutannya nanti,” kata Pahala di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Ditambahkan, paling tidak penaikan TBB tersebut sudah bisa memberikan perbaikan terhadap pendapatan maskapai. Setiap maskapai pasti memiliki pendapat masing-masing terkait dengan persentase penaikan tersebut.

Pihaknya menilai penaikan TBB sebesar 10% tetap merupakan yang ideal terhadap kondisi industri penerbangan saat ini. Hal tersebut memperhatikan kenaikan harga avtur dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kendati demikian, INACA belum mendapatkan informasi terkait dengan pemberlakukan penaikan TBB tersebut. “Sementara penaikannya segini dulu. Kami sudah sampaikan sebelumnya kepada Kemenhub, yang penting ada kenaikan TBB dulu,” ujarnya seperti diunduh laman Bisnis.com

Penyesuaian tarif tersebut dinilai bisa berpengaruh terhadap kelangsungan industri penerbangan. Biaya yang tinggi ditambah dengan potensi kenaikan jumlah penumpang membuat maskapai harus putar otak agar masih bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa.

Dilanjutkan, kenaikan TBB tidak akan mempengaruhi daya beli penumpang. Hal tersebut melihat laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang masih positif. “Bahkan, kalau dicermati, tarif tiket pesawat dengan rute yang sama justru mengalami penurunan hingga 10% dibandingkan dengan tahun lalu. Terlebih, tingkat persaingan di industri penerbangan juga tinggi,” tuturnya. (EP)

640 Hektare Kawasan Perhutani Disulap Jadi Objek Wisata

this formate

LEMBANG, bisniswisata.co.id: Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara, Komarudin, mengungkapkan daerah resapan air di hutan pada Kawasan Bandung Utara (KBU) saat ini hanya sekitar 6,5 persen. Sedangkan sisanya berdiri pemukinan dan perkebunan. Total ideal daerah resapan air di satu wilayah mencapai minimal 30 persen.

“Melihat peta, kawasan hutan yang dikelola Perhutani hanya menyumbang 6,5 persen. Jawa Barat sendiri bercita-cita mempunyai kawasan hutan lindung 45 persen,” ungkap Komarudin di Lembang, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, pengelolaan hutan di KBU memiliki banyak tantangan, di antaranya penduduk yang padat. Katanya, jika dirata-ratakan masyarakat di Pulau Jawa kepemilikan lahannya dibawah 0.2 hektare per orang. Sehingga orang menggunakan lahan perkebunan atau hutan untuk bermukim.

Ia menuturkan seperti dilansir laman Republika, dengan kondisi tersebut pihaknya mengelola hutan dengan misi ekonomi, sosial dan lingkungan. Di mana, pihaknya dituntut untuk untung dan satu sisi kondisi lingkungan harus tetap terjaga.

Sementara dari sisi sosial, masyarakat dapat terlibat dalam mengelola hutan Perhutani. Katanya, dari 20.560 hektare luasan hutan, sekitar 640 hektare direncanakan untuk pengembangan wisata. Hutan yang dikerjasamakan sebagai tempat wisata, di antaranya Terminal Wisata Grafika Cikole, PAL 16, dan Orchid Forest.

Pemanfaatan itu dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Setelah ditetapkan menjadi lokasi wisata maka sarana prasarananya maksimal 10 persen. Bangunan maksimal 10 persen dengan desain bangunan yang menyatu dengan alam. “Misalnya, rumah kayu atau rumah panggung,” katanya.

Diakui jika pengembangan tempat wisata memiliki dampak negatif. Meski begitu, dampak positifnya lebih banyak. Pertumbuhan tempat wisata menurutnya memiliki efek ganda, seperti memunculkan pedagang atau penginapan.

“Perhutani memiliki misi mengenalkan hutan kepada masyarakat. Bermain di hutan bisa sangat menyenangkan, sehingga mereka minta kepada pengelola memasukan kegiatan edukasi lingkungan,” paparnya. (EP)