Lombok Bangkit, Anggaran Promosi Pariwisata Rp 20 Milyar

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id,-  SESUAI instruksi Presiden No. 5 Tahun 2018, tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di P Lombok dan wilayah terdampak di Provinsi NTB lainnya, pemulihan Lombok dimulai per 1 September. Khusus disektor pariwisata Kementerian Pariwisata mengalokasikan dana promosi Rp 20 milyar untuk mengakomodir dan mendukung usulan program Lombok Bangkit dari Pemda NTB dan industri pariwisata Lombok.

Ditahapan rehabilitasi, papar MenPar Arief Yahya dalam kunjungan kerja ke tiga gili, Kamis, 30 Agustus, Kemenpar melakukan identifikasi dampak pariwisata, mendorong penyelenggaraan event pariwisata dan aktivitas seni budaya. Melakukan publikasi, promosi pariwisata destinasi yang tidak terdampak. Di tahapan recovery, nantinya akan dilakukan penghitungan dampak krisis. Menyelenggarakan event internasional dan nasional serta publikasi dan promosi pariwisata.

Dalam rapat koordinasi sektor pariwisata di kediaman Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Faosal ditetapkan strategi Lombok Bangkit berupa pemulihan destinasi khususnya destinasi terdampak di empat cluster yaitu cluster I wilayah 3 Gili, cluster II wilayah Mangsit, Kerandang, Senggigi dan Batu Layar, ,cluster III wilayah Rinjani ( Senaru dan Sembalun) dan cluster IV wilayah Medana. Strategi kedua adalah tetap melakukan promosi destinasi yang tidak terdampak untuk wilayah Mataram, wilayah Sekotong, wilayah Selong Belanak, Mandalika dan Gerupuk serta wilayah Tetebatu.

Sementara manajemen Indonesia Tourism Develompment Coorporation (ITDC) pengelola Kawasan Mandalika bertindak selaku koordinator cluster Lombok Tengah bagian Selatan yang meliputi wilayah Selong Belanak, Mawun, Kuta, Seger, Serenting, Tanjung Aan, Gerupuk dan Bumbang.

 

Lost 100 Juta Dolar, 100.000 Wisman

Gempa 7 skala richter pada Minggu, 5 Agustus petang, berpusat di Sembalun, Lombok Utara.. Gempa juga terasa di tiga gili tujuan wisata popular NTB – tiga gili, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air—yang mendorong penghuni baik warga lokal mau pun wisatawan meninggalkan gili- gili tersebut.

Menurut Menpar kerugian akibat gempa disektor pariwisata masih dalam pendataan. “Potensial kehilangan wisatawan asing sekitar 100.000 orang. Dihitung melalui perbandingan antara jumlah wisman Bali dan Lombok 5:1, serta perbandingan masa bencana di Bali lebih lama dari Lombok 2:1. Jika di Bali pada 2017 berdampak 1 juta kunjungan wisman, maka gempa bumi Lombok berdampak 10% sebesar 100.000 orang. Dampak Ekonomi yang terjadi sebesar USD 100 juta dengan asumsi 1 wisatawan asing mengeluarkan USD 1000 per kunjungan,” jelas Menpar Arief Yahya. *Dwi

 

2019, Badung Kembangkan Agro Techno Park

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Badung Bali berencana membuat agro techno park (ATP) pada 2019, untuk memaksimalkan sinergi antara produksi pertanian dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Mulanya dikembangkan pertanian kopi dan jeruk serta peternakan sapi menjadi cikal bakal destinasi wisata agro yang berada di wilayah Petang Badung.

“Saat ini pertanian kopi dan jeruk berkembang pesat di Kecamatan Petang Badung, sehingga nantinya agro techno park tersebut juga akan berada di Kecamatan Petang, Badung,” papar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Putu Oka Swadiana.

Rencananya, seperti dilansir laman Bisnis, Kamis (30/08/2018) lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk agro techno park seluas 5 hektare dengan memanfaatkan lahan petani yang sudah berkembang. Kemudian, nantinya akan semakin diperluas hingga 50 hektare.

“Di daerah tersebut embrionya memang sudah ada, petani-petani di sana menanam kopi dan jeruk, apalagi kopi dari Petang sudah terkenal bahkan komoditas ekspor andalan Badung,” sambung Oka Swadiana.

Dia memerinci, pada agro techno park tersebut, nantinya peternakan sapi akan diambil kotorannya untuk menjadi pupuk pada pertanian kopi dan jeruk. Kemudian, dari unsur pariwisata, wisatawan akan dilibatkan langsung pada aktivitas pertanian tersebut seperti membajak lahan dengan menggunakan sapi.

Selain itu, dibuatkan juga jalur trekking hingga pengalaman memetik hasil pertanian. “Nantinya, teknologi yang diterapkan masih dipikirkan karena ini masih tahap perencanaan,” tambahnya.

Bupati Badung Giri Prasta mengatakan, Pemkab Badung sangat komit mengembangkan sektor pertanian, dengan model Agro Tecno Park. Ini sebagai salah satu wujud visi misi dan lima prioritas program pembangunan yakni pemenuhan kebutuhan akan pangan, sandang dan papan bagi masyarakat badung.

“Untuk itu kami belajar pengembangan padi varietas unggul dengan sentuhan tekhnologi nuklir yang telah berhasil dikembangkan di kabupaten Klaten, dan Klaten merupakan daerah pertama yang mengembangkan Agro Tecno Park dan berhasil dengan baik, ” terangnya.

Seperti apa yang dilakukan Klaten, Kabuputen Badung juga akan bekerjasama dengan Batan untuk pengembangan agro tecno park ini. Selain itu Pemkab akan bekerjasama dengan para petani khususnya petani di Badung Utara. “Kami akan buatkan DED pengembangan ATP bekerjasama dengan Pemkab Klaten dan selanjutnya akan menyiapkan tempat lahan untuk pembangunan ATP, ” jelasnya.

Perlu diketahui Agro Techno Park Klaten Jawa Tengah mulai dilaksanakan pada tahun 2015 bekerjasama dengan Batan. ATP mulai dibangun di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo tahun 2016. Di ATP ini dikembangkan tiga jenis padi varietas unggul yaitu Impari Sidemuk, woela dan cilosari di lahan seluas 10 Ha.

Kini pengembangan Agro Tecno Park sudah mencapai 187 ha dengan penangkaran seluas 12 ha. Varietas baru ini mampu menghasilkan 10,5 ton hingga 11 ton per hektar. Dengan keberhasilan pengembangan padi varietas unggul ini, Klaten setiap tahunnya surplus beras mencapai 125 ribu ton.

ATP ini melalui pendekatan padi, kedelai dan peternakan dengan sistem terpadu berbasis tekhnologi dan agrowisata. Di Klaten, ATP juga mengadakan pelatihan dan pembibitan varietas padi dan palawija. Setelah mendapatkan benih, baru akan dikembangkan oleh petani.

Selain itu, fasilitas pembuatan pupuk kompos dan pakan ternak,” jelasnya. Melalui pengembangan ini, diharapkan Kabupaten Klaten sebagai suplay benih nasional. Selain ATP juga akan dikembangkan pasar agro beras dengan beras unggulan rojolele semi organik. (EP)

Ragunan, Objek Wisata Favorit Peserta Asian Games

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Objek wisata Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan mancanegara, termasuk peserta Asian Games ke-18 2018 Jakarta-Palembang, Sumatera Selatan.

Atlet asal Korea Jun Hsin Lee mengaku kunjungan ke kebun binatang Ragunan karena ingin mengetahui lebih dekat koleksi satwa di kebun binatang itu. “Saya ingin mengetahui lebih dekat keberadaan kebun binatang yang ada di Jakarta, termasuk juga koleksi satwa yang ada di sini,” ujar Jun Lee saat mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, Kamis (30/8).

Jun Lee mengaku kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berwisata, karena setelah bertanding masih ada waktu luang sebelum kembali ke negaranya. “Sebelum saya pulang menyempatkan diri untuk berwisata, salah satunya ke Kebun Binatang Ragunan. Karena dalam buku panduan wisata, objek ini nampaknya menjadi salah satu favorit untuk dikunjungi,” ucapnya.

Hal senada dikatakan rekannya Young Liung. Kunjungan ke objek wisata Ragunan tersebut akan menjadi kenangan ketika kunjungannya ke Indonesia dalam rangka mengikuti ajang olahraga empat tahunan negara-negara Asia. “Cukup banyak koleksi dari kebun binatang ini. Banyak juga satwa yang dikembangbiakan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup mereka,” ucapnya seperti dilansir laman Antara.

Menurut dia, bagi wisatawan atau peserta Asian Games yang masih di Indonesia pihaknya merekomendasi untuk mengunjungi Kebun Binatang Ragunan. “Saya merekomendasi para peserta olahraga yang sudah selesai bertanding untuk berwisata ke Kebun Binatang Ragunan. Karena koleksinya cukup banyak untuk dijadikan pengetahuan, dan kenangan saat berkunjung di Jakarta,” katanya.

Kebun Binatang Ragunan memiliki luas lahan seluas 140 hektare. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4.040 spesimen. Lokasi tersebut merupakan kebun binatang pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1864 dengan nama “Planten En Dierentuin” yang artinya “Tanaman dan Kebun Binatang.”

Saat itu, “Planten En Dierentuin” dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam “Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia”. Pada 1949, nama “Planten En Dierentuin” diubah menjadi Kebun Binatang Cikini, dan pada 1969 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 1964. (EP)

28 Agustus – 9 September 2018, Drama Musikal Mamma Mia!

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pertunjukan drama musikal paling laris di dunia bertajuk MAMMA MIA!, untuk pertama kalinya hadir di Jakarta. Dalam tur internasional pertamanya, MAMMA MIA! tampil di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki selama dua pekan mulai 28 Agustus hingga 9 September 2018.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang didatangi oleh pertunjukan musikal yang telah tampil selama 19 tahun di West End London dalam tur internasionalnya. Penampilan ini tentunya akan menjadi penampilan drama musikal yang paling ditunggu masyarakat Indonesia yang sudah rindu dengan penampilan seni yang berkelas.

Dan tidak perlu jauh-jauh ke London atau negara-negara lainnya dan antri untuk menonton langsung pertunjukan drama musikal MAMMA MIA!
Drama musikal MAMMA MIA! di Jakarta memang berkelas. Dalam pertunjukan eksklusif tersebut ditampilkan dua adegan.

Pertama adalah ketika Donna menyadari bahwa ia bertemu dengan tiga orang pria yang pernah dicintainya di masa lalu muncul di depan rumah. Kedua, ketika tiga pemeran utama wanita yaitu Donna, Ranya dan Rosie tampil kompak dan luar biasa anggun menyanyikan Dancing Queen langsung di hadapan penonton.

MAMMA MIA! memang langsung membawa semua seluruh produksinya dari London, termasuk kru pencahayaan, suara, tata panggung, dan juga kostum. Pertunjukan drama musikal ini, membawakan sekitar 22 lagu ABBA dengan mengisahkan tentang cinta lintas generasi yang berpusat pada dua karakter utama ibu dan anak, Donna dan Sophie Sheridan.

Untuk pemesanan tiket dapat dilakukan dengan mengunjungi website www.mammamiajkt.com, memesan di id.bookmyshow.com atau mendatangi ticket box di pintu masuk Teater Jakarta.

Harga tiket terbagi atas empat kategori yakni Silver, Gold, Platinum dan VIP. Setiap kategori memiliki harga berbeda. Silver dihargai Rp850.000, Gold Rp1.650.000, Platinum seharga Rp2.350.000 dan VIP senilai Rp2.650.000.

Selama dua pekan manggung sejak 28 Agustus, Mamma Mia tampil sebanyak 16 kali dengan setiap pekan menghibur penonton delapan kali. Selama akhir pekan, drama musikal tersebut tampil dua kali, yakni saat siang dan malam hari. Kapasitas teater seluruhnya sekitar 1.100 kursi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Ribuan Wisatawan Bersuka Ria di Festival Perang Tomat Spanyol

this formate

BUNOL SPANYOL, bisniswisata.co.id: Ribuan wisatawan bersuka ria melemparkan sekitar 145 ton tomat satu sama lain di Kota Bunol, Spanyol Timur. Mereka sedang merayakan festival tahunan Tomatina. Bunyi ledakan kembang api menandai dimulainya pertarungan makanan besar-besaran pada pukul 11 pagi selama satu jam. Pesta itu berlangsung pada Rabu (29/8/2018) waktu setempat.

Perang tomat yang penuh kehebohan itu rutin diadakan setiap Rabu terakhir bulan Agustus. “Enam truk yang penuh dengan tomat matang melaju melalui jalan utama kota kecil itu. Truk tersebut menyediakan amunisi bagi para penonton festival,” tulis laporan yang dilansir Reuter, Kamis (30/8/2018).

Ribuan peserta sebagian memakai kacamata hitam atau kacamata pelindung agar mata mereka terlindungi saat aksi saling lempar tomat dilakukan. Mereka juga saling menutupi wajah dengan tangan sebagai pelindung agar terhindar dari bubur tomat tersebut.

Tomatina berasal dari sebuah kerusuhan spontan di antara penduduk desa pada tahun 1945. Setelah itu, Tomatina dilarang untuk sementara waktu selama tahun 1950 di puncak kediktatoran Jenderal Francisco Franco. Namun Rabu waktu setempat, Tomatina kembali menarik kerumunan besar penduduk setempat serta wisatawan asing untuk mengikuti festival tersebut. (EP)

BI Tertarik Kembangkan 4 Desa Wisata di Jateng

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa, Bank Indonesia (BI) tertarik mengembangkan sekaligus membina 4 desa wisata di Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun ini. Dengan pengembangan ini diharapkan kunjungan wisatawan ke desa wisata ini semakin bergairah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan desa-desa yang dibina nantinya akan diamati tim yang menggali potensi desa wisata tersebut. Program pengembangan yang dilakukan bakal lebih fokus pada sektor kebersihan.

“Ada satu tim yang menilai sejauh mana aktivitas masyarakat di sini. Ketika kita lihat bagus, bisa untuk dikembangkan, akan diberi fasilitas pengembangan terkait kebersihan. Ini karena sebagian pengunjung mempermasalahkan kebersihan, sehingga bantuan kami lebih ke merenovasi Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan lainnya untuk menambah kenyamanan wisatawan,” papar Ponco seperti dilansir laman Bisnis, Kamis (30/08/2018).

Dilanjutkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi masih sangat minim, tapi kini sudah mulai tumbuh seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan. Porsinya bertambah 3,5% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

BI enggan menyebut lokasi empat desa wisata yang akan dikembangkan dan dibina. Meski demikian BI masih terus memantau keempat desa wisata itu.

BI sebelumnya telah mengembangkan Desa Wisata Sembungan di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jateng. Pada Rabu (29/8), bank sentral Indonesia juga sudah menyerahkan program sosial pengembangan kawasan Desa Wisata di Desa Candirejo Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng.

Bantuan yang diberikan berupa pembangunan musala, pembangunan tempat wudu, pembuatan papan petunjuk kawasan, pembangunan MCK komunal, pembangunan 10 set tempat sampah permanen dan sarana transportasi kebersihan lingkungan (1 unit mobil pick up), serta melakukan perbaikan transportasi tradisional wisatawan (25 unit andong). (EP)

Menko Luhut: Targetkan Devisa US$28,5 Miliar dari Pariwisata

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pemerintah menargetkan perolehan devisa negara dari sektor pariwisata sebesar US$17,6 miliar pada 2019 dan US$28,5 miliar pada 2024. Target jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan sebesar 25–30 juta pada 2024 dengan prioritas destinasi Danau Toba, Borobudur-Joglosemar, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, Jakarta, Banyuwangi, dan Bromo.

“Pariwisata penyumbang devisa dan lapangan kerja, karena itu kita duduk sama-sama, memutuskan apa yang harus kita lakukan ke depannya agar pariwisata bisa lebih berkembang bagus,” papar Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dalam keterangan resminya dari Bandung, Kamis (30/8/2018).

Dilanjutkan, untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan pada neraca perdagangan, maka dibuat delapan keputusan di bidang pariwisata. Solusi di sektor pariwisata ini paling cepat dan efektif dibandingkan sektor lainnya.

Selain target kinerja, lanjut dia, ada tujuh butir keputusan lain yang disepakati yaitu mengenai penguatan data, akses pembiayaan, layanan sistem pembayaran, sinergi promosi, penguatan konektivitas, atraksi terintegrasi, dan kualitas amenitas. Terkait akses pembiayaan, telah disepakati bahwa tahun ini Kemenko bidang Perekonomian akan menetapkan ketentuan umum Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pariwisata.

Luhut menyebutkan untuk penguatan konektivitas, disepakati bahwa status Bandara Banyuwangi akan ditetapkan sebagai bandara internasional oleh Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, operasional bandara baru Yogyakarta ditargetkan mulai 2019, dan Kemenhub akan membangun jalur kereta api yang terkoneksi dengan bandara tersebut.

“Semua tergabung, sehingga banyak sekali keputusan-keputusan dari rapat teknis. Hari ini hanya ujungnya, sebelumnya sudah beberapa hari tim ini kerja melakukan proses pengambilan keputusan,” jelas Menko Luhut.

Mendorong sektor pariwisata sendiri merupakan satu cara untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan, selain kebijakan lain yang ditempuh pemerintah yaitu penggunaan campuran biodiesel 20% (B20), peningkatan ekspor di sektor pertambangan, dan optimalisasi industri dalam negeri.

Sebagai salah satu provinsi andalan pariwisata, pemulihan NTB turut menjadi prioritas bahkan pemerintah mengalokasikan hampir Rp2 triliun untuk tangani gempa NTB. “Pembangunan rumah yang rusak juga infrastruktur lain sudah mulai dilakukan tanggal 1 September ini saya kira mulai efektif, karena sesuai arahan Presiden. setiap keluarga atau rumah yang rusak akan terima Rp50 juta,” lontarnya.

Dijelaskan, keseriusan pemerintah untuk bekerja secara teliti dan hati-hati demi menghindari adanya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi. “Kita siapkan semua alat tukangnya, kemudian bahan – bahan bangunan juga disiapkan di situ, sehingga harganya bisa dikontrol dan tidak di-mark up orang-orang lain. Kemudian disiapkan pendampingan,” ungkap Luhut

Menjawab mengenai tidak ditetapkannya status bencana nasional untuk NTB, Menko Luhut menerangkan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menghindari diterbitkannya travel warning dari negara lain. Sebab, masyarakat NTB dapat kehilangan pendapatannya dari pariwisata jika wisatawan menjadi enggan datang karena tidak terlindungi oleh asuransi. Padahal, sampai hari ini wisatawan mulai mau untuk datang kembali ke NTB.

“Jadi pengalaman kita di Bali, kalau negara asal turis mengeluarkan travel warning maka insurance-nya tidak mau meng-cover kunjungannya, akibatnya yang menderita rakyat kita di sana,” pungkasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sebelum Terbang, KrisShop.com beri Preorder Bebas Pajak

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Toko ritel di bawah naungan Singapore Airlines KrisShop.com menambah layanan baru bagi pelanggannya. Layanan itu memungkinkan pelanggan melakukan pre-order produk bebas pajak 60 menit, sebelum penerbangan dari Singapura. Inisiatif KrisShop.com ini berlaku bagi penumpang penerbangan SilkAir tertentu mulai 5 September 2018.

Para pelanggan yang berangkat dari Singapura pada hari kerja (10.00 – 16.00) dapat menikmati layanan ini. Tak hanya SilkAir tertentu, Senior Vice President Sales & Marketing Singapore Airlines Campbell Wilson berencana memperluas inisiatif ini untuk penerbangan Singapore Airlines dan SilkAir lain.

“Kami memahami bahwa sebagian pelanggan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memutuskan pilihan sebelum mereka melakukan pembelian, sementara sebagian pelanggan yang lain mungkin baru menyadari adanya barang-barang tertentu yang tersedia di KrisShop.com setelah melakukan proses check-in untuk penerbangan mereka,” ungkap Wilson dalam keterangan pers, yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (30/08/2018).

Sejauh ini, KrisShop telah menyediakan layanan pre–oder hingga 24 jam dan 48 jam untuk penerbangan Singapore Airlines dan SilkAir yang berangkat dari Singapura. Melalui inisiatif ini, para pelanggan yang sudah melakukan check-in dan ingin melakukan pemesanan pada waktu yang singkat masih dapat membeli barang bebas pajak sebelum penerbangan mereka berangkat.

Para pelanggan kemudian dapat mengambil barang-barang yang mereka beli, ketika berada di dalam pesawat mereka. Detail lebih lanjut dapat ditemukan di www.krisshopair.com/preorder60info.

“Melalui penawaran baru ini, KrisShop menyediakan lebih banyak pilihan bagi para pelanggan kami dalam membeli barang bebas pajak. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan berkelanjutan SIA untuk terus berinovasi dan memberi pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para pelanggan dengan menggunakan platform e-commerce,” jelas Wilson. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hotel di Bali Ketiban Rejeki Wisatawan Peserta Asian Games

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Bali Hotel Association (BHA) menilai hingga kini wisatawan peserta, atlet hingga official Asian Games 2018, sudah melakukan pemesanan kamar di sejumlah hotel di pulau Dewata sebesar 5%-10%. Diprediksi rejeki event Asian Games di Jakarta akan merembet ke Bali mulai awal September setelah penutupan event empat tahunan tersebut.

“Kami harap mendekati awal minggu ini, sudah semakin terlihat kunjungan dari wisatawan negara peserta Asian Games yang berlomba di Jakarta. Kalau kami perhatikan sejauh ini kami dari asosiasi melihat ada penambahan sekitar 5%-10% tetapi belum secara resmi bisa terlihat spesifik apakah dari official atau atletnya,” papar Ketua Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra.

Seperti dilansir laman Tempo, Kamis (30/08/2018). Ricky menyampaikan jika kunjungan dampak dari multi event terbesar di Asia tersebut terjadi, diperkirakan dampak peningkatan hunian kamar di Bali bisa kisaran 15%-20%.

Dia menjelaskan dari pengalaman setiap ada hajatan di Jakarta, hotel yang terdampak di Bali biasanya segmen menengah atau medium rate.
Kendati demikian, tidak memungkinkan juga hotel bintang lima akan terisi karena peraih medali emas berpotensi mendapatkan bonus dari negaranya. Adapun lama menetap wisatawan Asian Games diperkirakan akan selama 3-4 hari.

“Kami sih optimis meskipun masih kecil dampaknya, karena jarak Jakarta ke Bali itu dekat. Selain itu, pasti mereka tidak mau rugi ke Indonesia hanya ke Jakarta tanpa mampir ke Bali,”paparnya.

Ricky mengaku bersyukur dengan pelaksanaan Asian Games karena akan menopang tingkat hunian kamar. Ditambah lagi, sekarang ini masih memasuki periode high seasion dan pada Oktober akan berlangsung IMF & World Bank Group Annual Meeting di Nusa Dua. (EP)

KADIN Berambisi Naikkan Pamor Rendang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Rendang, kuliner tradisional asal Padang terus ditonjolkan, agar lebih dikenal di penjuru dunia. Kini, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) berencana menaikkan pamor rendang ke level berikutnya dengan membuat industrialisasi rendang.

“Kenapa tidak kita sebagai bangsa ini membuat sebuah industrialisasi rendang untuk bisa kita ekspor tidak hanya di pasar regional, namun juga bisa masuk ke pasar internasional,” kata Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan dan Pembinaan Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi KADIN Sharmila dalam keterangannya, Rabu (29/08/2018)

Sharmila melanjutkan, KADIN berencana mempromosikan rendang melalui duta-duta besar asing yang berkunjung ke KADIN untuk bisa dipasarkan di negara-negara mereka. Juga, berupaya memenuhi permintaan-permintaan produk ekspor ini dari duta-duta besar dan atase perdagangan Indonesia untuk pameran-pameran di negara penempatan mereka.

“Selama ini rendang itu dibuat dalam skala usaha kecil. Kenapa kita tidak buat semacam industrialisasi yang nanti dibantu dengan teknologi bagus dan kita kerjakan sama-sama dengan metode yang sama, sehingga secara kuantitas besar namun secara kualitas sama semua rasanya. Ini yang mau kita targetkan,” ujar Sharmila usai memimpin pertemuan “Sinergi Program Resto/Kuliner Ber-Jejaring”.

Industrialisasi rendang ini juga bukan semata-mata mengenai masalah komersialisasi belaka, namun juga bisa menjadi brand sekaligus identitas kuliner Indonesia di tingkat internasional.

“Saya pikir Indonesia juga membutuhkan identitas dan salah satu identitas yang bisa kita bawa ke tingkat internasional, salah satunya melalui kuliner dimana kuliner merupakan salah satu industri kreatif yang dicanangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif,” paparnya.

Melalui KADIN, sambung dia, salah satu kuliner Indonesia yang ingin kita bawa menjadi brand yang bisa go internasional adalah produk rendang. “Jadi saya pikir teman-teman yang sudah memiliki usaha rendang ingin kita gandeng bersama agar bisa dikembangkan ke level berikutnya, salah satunya agar bisa dikembangkan ke kancah internasional,” kata Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan dan Pembinaan Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi KADIN Hendy Setiono kepada Antara.

Bersinergi memajukan produk Indonesia Industrialisasi rendang disebut sebagai sebuah terobosan dalam bisnis kuliner Tanah Air. Namun industrialisasi rendang semacam ini membutuhkan sinergi dari semua pelaku usaha.

Menurut pimpinan PT Whita Aplikasi Nusantara Betha A. Djardjis, Selama ini, kurang ada sinergi di antara pelaku UMKM karena mereka berjalan sendiri-sendiri sehingga bebannya terlalu berat, misalnya buat rendang masing-masing jalan sendiri tak ada yang terorganisasi. Kalau mereka fokus hanya pada produknya maka akan lebih maju.

“Saya melihat kalau UMKM berjuang sendiri tidak mungkin dia bisa bertahan, sekarang bagaimana kita dapat bekerjasama, bersinergi semua untuk membangun suatu fasilitas industri yang investasinya tidak harus ditanggung sendirian oleh UKM, namun melalui profit sharing atau berjamaah,” kata Betha A. Djardjis kepada Antara di Jakarta.

Dia mengambil contoh Jepang, di mana sistem model bisnis negara ini sudah berjalan secara paralel antara riset dengan produk usaha.”Makanya kita berencana memakai model resto Jepang tapi kontennya masakan Padang, kira-kira begitu. Kalau tidak ada yang memulai ini, generasi berikutnya juga tidak tahu cara melakukannya,” tuturnya usai menghadiri pertemuan “Sinergi Program Resto/Kuliner Ber-Jejaring”. sambungnya. (EP)