Gastronomi Mini Potluck Festival, Ajang Unjuk Gigi Kuliner Leluhur

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gastronomi Mini Potluck Festival bertemakan “Tradisi Rasa Makanan, resmi dibuka. Ajang unjuk gigi Aneka Makanan tradisional Indonesia dipadu Internasional dari Barat sampai Timur, digelar di Gedung Krida Bhakti Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Seperti dilansir Setkab.go.id, dalam acara yang diselenggarakan atas kerjasama Indonesia Gastronomi Association (IGA) dengan Sekretariat Kabinet (Setkab) itu disajikan beragam menu makanan antara lain

Berbagai kuliner lelhur dari penjuru nusatara disajikan. Mulai buntil dan botok dari Jawa Tengah, Se’i dari NTT, Arsik dan Roti Jala dari Sumatra Utara, Sala Lauak dari Sumatra Barat, Choipan dan Tempoyak dari Kalimantan Barat, Mie Celor dan Pempek dari Sumatra Selatan, Paniki dan Woku dari Sulawesi Selatan, Ikan Kuah Kuning dari Papua, dan makanan dari beberapa daerah lainnya.

“Gastronomi Mini Potluck Festival adalah ajang mengenal dan mencintai makanan leluhur kita. Makanan Indonesia yang kita nikmati cintai dan terhidangkan di depan kita adalah bagian dari gastronomi Indonesia, makanan atau makan yang bermula dari suatu kebutuhan untuk bertahan hidup nenek moyang kita,” papar Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab) Ratih Nurdiati

Setelah melalui proses panjang turun temurun akulturasi dan proses perkembangan jaman, menurut Waseskab, makan dan makanan bukan lagi sekedar methods of survival tetapi telah menjadi bagian dari kearifan lokal dalam memilih, memilah, mencampur dan memasak makanan.

“Katanya seorang gastronom yang baik tidak harus bisa memasak atau pandai memasak, namun yang penting adalah paham mengenai keahlian memasak atau mengetahui tentang seni memasak, seni makanan. Jadi makanan ini adalah seni,” ucap Waseskab.

Dengan beranekaragamnya jenis masakanan di Indonesia ini mengingat banyaknya jumlah suku dan luasnya wilayah Indonesia, Waseskab Ratih Nurdiati mengatakan, seharusnya membuat makanan kita lebih menarik dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang jumlah sukunya, luasnya tidak sebanyak kita.

Bahkan kalau menengok ke belakang, kita tentu masih ingat ratusan tahun yang lalu bangsa-bangsa Eropa berlomba-lomba ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah yang merupakan bahan dasar dari masakan khas Indonesia.

“Seharusnya belajar dari latar belakang sejarah tersebut, kita harus lebih serius dalam menyikapi, merancang strategi agar makanan kita menjadi andalan bangsa kita, khususnya di bidang pariwisata dan lebih khusus wisata kuliner,” kata Waseskab.

Berdasarkan data dari Travel and Tourism Competitiveness Index dari World Economic Forum, menurut Waseskab, untuk tahun 2017 daya saing pariwisata Indonesia berada di peringkat 42 dari 136 negara, yang berarti naik 8 peringkat dari tahun sebelumnya.

“Jadi harus kita syukuri daya saing pariwisata Indonesia meningkat. Tapi kita yakin kalau kita melibatkan lebih banyak dan lebih intens lagi wisata kuliner di dalamnya, maka peningkatan peringkat itu akan semakin cepat dan itu semua kita butuhkan,” tutur Waseskab.

Menurut Waseskab, wisata berbasis kuliner perlu dikemas semakin baik dan berintegrasi dengan lebih mantap dengan aspek-aspek pariwisata lainnya yakni destinasi, event, atraksi wisata dalam integrasi dengan kuliner kita.

Pengembangannya, lanjut Waseskab, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga harus bergerak keluar negeri,yang akan diukur dengan makin bertambahnya restoran-restoran yang menyajikan makanan Indonesia di luar negeri. (EP)

Dua Bandara di Kaltim Diresmikan Presiden Jokowi

this formate

SAMARINDA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kota Samarinda, dan Bandara Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (25/10/2018). Kehadiran bandara baru ini, bertujuan untuk mengembangkan pariwisata yang sangat banyak di wilayah ini, juga bisa menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Pembangunan Bandar Udara APT Pranoto ini inisiatif pemerintah daerah. Pemerintah pusat hanya mendorong sedikit anggarannya. Dan ini akan saya pakai untuk contoh agar daerah lain mencontoh apa yang sudah dikerjakan Provinsi Kalimantan Timur,” lontar Jokowi di halaman Bandar Udara APT Pranoto, Samarinda, Kaltim.

Meski menyambut baik rampungnya pembangunan, Jokowi menilai masih punya dua permintaan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Pertama, Jokowi ingin luas gedung terminal diperbesar dari 12 ribu meter persegi jadi 36 ribu meter persegi dalam waktu 3 tahun.

“Terserah anggaran dari APBN, APBD, atau anggaran Angkasa Pura, silakan. Karena penumpang di sini sekarang 1,5 juta per tahun. Tapi memiliki potensi sampai 5 juta penumpang per tahun. Jadi tidak mungkin terminal cukup. Harus diantisipasi dan segera bisa kita siapkan untuk perluas kembali,” ujarnya.

Kedua, Jokowi meminta Menhub menyiapkan rute penerbangan dari Samarinda ke Jakarta dan Samarinda ke Surabaya.” Dijawab Pak Menhub, ya pak 1,5-2 bulan. Saya tidak mau. Terlalu lama. Saya minta maksimal dua minggu sudah harus ada penerbangan dari sini ke Jakarta atau dari sini ke Surabaya,” pinta kepala negara.

Dilanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat penting. Meninggat mobilitas orang, mobilitas barang di seluruh penjuru Tanah Air begitu cepat dan sangat penting peranannya. Jika tak ada pembangunan infrastruktur bagaimana kondisi bangsa ini. “Jadi ini bukan untuk gagah-gagahan, bukan untuk keren-kerenan,” lontarnya.

Selama empat tahun kepemimpinannya, pemerintah terus mengejar kemunculan kantong-kantong ekonomi baru di berbagai daerah. Sebab, kata dia, pada zaman dulu, orang berbicara ekonomi Indonesia selalu fokus yang ada di Jawa. Tapi, kini orang berbicara ekonomi Indonesia mulai membahas potensi-potensi pertumbuhan ekonomi yang ada di luar Jawa, salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Timur.

Karena itu, pembangunan infrastruktur berupa bandara, pelabuhan, jalan tol, jalur kereta api sangat penting untuk menghadirkan konektivitas atau menyambungkan seluruh kawasan. “Bayangkan 17 ribu pulau, 514 kabupaten kota, 34 provinsi bagaimana mempersatukan negara ini kalau tidak ada konektivitas, pelabuhan, bandara, jalan yang sambung menyambung mempersatukan negara sebesar negara kita,”

Menhub Budi menjelaskan bandara APT Pranoto mulai dibangun pada 2011. Pada 2013 terminal selesai dibangun. Pembangunannya sempat terhenti sebelum dilanjutkan kembali pada awal 2015 dengan menyelesaikan bangunan sisi udara secara bertahap. Baru pada 2016 diikuti dengan penyerahan bandara ini dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dikembangkan dan dioperasikan.

Saat awal beroperasi, Bandara APT Pranoto melayani rute penerbangan dan penumpang yang selama ini beroperasi di Bandara Temindung, dan melayani penumpang dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Sebab, 80 persen penumpang Sepinggan berasal dari sekitar Samarinda.

Saat ini, spesifikasi Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250m x 45m, taxiway berukuran 173 x 23m, apron 300m x 123m, dan mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER. Adapun di sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 meter persegi yang mampu menampung penumpang dengan kapasitas 1.500.000 penumpang per tahun serta gedung hanggar seluas 36 ribu meter persegi.

Dilanjutkan, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Rp 1,8 triliun. Pembiayaan tersebut menggunakan APBN dan APBD. “Bandara ini dibangun untuk mempermudah masyarakat Samarinda dalam transportasi. Sehingga, tidak perlu lagi ke Balikpapan jika ingin pergi menggunakan pesawat. Antara Balikpapan dan Samarinda berjarak 120 kilometer, membutuhkan waktu 3-4 jam menggunakan transportasi darat,” ungkapnya.

Spesifikasi Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250 meter x 45 meter, taxiway berukuran 173 meter x 23 meter, apron 300 meter x 123 meter, dan mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER. Di sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 meter persegi mampu menampung penumpang dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Bandara ini aktif digunakan sejak 24 Mei 2018. Setidaknya sudah ada 14 penerbangan dalam sehari. Budi Karya menargetkan 50 penerbangan siap dilayani di Bandara APT Pranoto. “Kendala Bandara APT Pranoto hanya dapat melayani penerbangan siang hari. Alasannya, belum adanya lampu di runway landasan pacu. Akhir tahun akan segera AP I pasang,” ucapnya. (EP)

27 Oktober 2018, Samosir Jazz Season 2018

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Samosir Jazz Season kembali menggebrak Pulau Samosir, Sumatera Utara (Sumut). Event diprakasai Pemkab Samosir yang kedua kalinya ini, menghadirkan sejumlah musisi nasional dan internasional tampil dalam perhelatan musik jazz bertajuk Samosir Jazz Season 2018 di pelataran Hotel Dainang Pangururan, Samosir pada 27 Oktober 2018 pukul 17.00 WIB.

Pertunjukan musik ini menawarkan pengalaman unik yakni menikmati alunan musik jazz berkelas internasional sambil menikmati pemandangan Danau Toba yang eksotis ditemani semilir angin nan sejuk. Sehiangga Samosir Jazz Season 2018 diharapkan turut menggaungkan potensi pariwisata Kawasan Danau Toba ke tingkat nasional dan Internasional.

Selain itu, Samosir Jazz Season 2018 dalam kalender tahunan, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke Samosir secara khusus dan ke Sumut secara umum, diharapkan dapat meningkat.

Tahun ini, pengisi acara Jazz Season antara lain Erucakra Mahameru, sebagai gitaris bersama grup musiknya, Erucakra & C Man. Kelompok ini beranggotakan para musisi kawakan Medan seperti Rusfian Karim (drums), Heri Syahputra (keyboard), Radhian Syuhada (bass), serta musisi muda berpotensi, Brian Harefa (saxophone).

Erucakra & C Man akan tampil mengedepankan konsep istimewa, di mana akan disajikan musik kontemporer bertemakan Sriwijaya Kronologi yang juga akan didukung oleh musisi internasional Rodrigo Parejo, flutist asal Spanyol serta musisi asal Amerika Serikat, Edward Van Ness.

Acara konser tersebut dibuka oleh De Profesor USU Band. Grup yang terdiri dari para Guru Besar/Profesor dari kampus Universitas Sumatera Utara, antara lain Prof. Delfitri Munir (saxophone), Prof. Mauly Purba (gitar dan vokal), Prof Iskandar Japardi (piano), Prof.Sondang (vokal), Tohap (keyboard), Ruskarnain (Drum), dan Oky Pandawa (Bass), dan dr Fiza (gitar).

Samosir Jazz Season 2018 akan tambah semarak nanti, karena akan dimeriahkan oleh dua sosok penyanyi yang telah dikenal luas di seluruh Nusantara yakni Syaharani, yang bakal didukung kelompoknya sendiri, Syaharani & Queenfireworks. Bahkan ada penyanyi jazz pop yang telah eksis dengan suksesnya sejak era 1980-an, Dian Pramana Poetra, tentunya juga dengan grup musiknya sendiri. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Teh Talua, Minuman Khas Diklaim Pembangkit Energi

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Selain masakannya, Tanah Minang juga punya minuman kaya manfaat yang tak kalah nikmat; teh telur atau biasa disebut “teh talua”. Teh talua dipercaya banyak orang sebagai minuman pembangkit energi. Minuman salah satu minuman yang menjadi favorit pria Minangkabau.

Minuman tradisional khas Sumatera Barat ini, seperti dilansir laman Tempo.co, Kamis (25/10/2018) terbuat dari campuran gula dan kuning telur yang dikocok hingga berbusa putih disiram dengan air teh kental mendidih. Rasanya kian nikmat dengan campuran krimer kental manis, bubuk coklat dan perasan jeruk nipis.

Bagi yang belum pernah mencoba mungkin akan beranggapan minuman ini amis. Namun, begitu mencoba perpaduan rasa teh dicampur telur akan menciptakan sensasi rasa seperti minuman coklat kelas satu. Dapat dipastikan kekhawatiran akan rasa amis itu sirna begitu mencoba tegukan pertama, karena telah hilang oleh campuran perasan jeruk nipis.

Biasanya, di kedai-kedai mereka membuat teh telur dengan cara mengocok kuning telurnya menggunakan lidi yang telah diikat. Setelah dicampur gula secukupnya dalam waktu tak kurang dari 10 menit adukan tadi akan berubah warna menjadi putih dan penuh busa. Telur yang digunakan pun variatif bisa telur ayam kampung, ayam negeri hingga telur bebek.

Ada juga yang mengocok kuning telur menggunakan alat berbentuk pegas dan yang lebih praktis menggukan mikser mesin pembuat kue sehingga lebih cepat. Setelah itu tinggal menuangkan teh kental mendidih ke dalam gelas.

Teh telur akan terasa nikmat diminum saat masih panas. Tampilannya berwarna coklat kemerahan terdiri dari tiga bagian, pada bagian atas merupakan busa putih yang terasa kesat, manis dan berbuih , di tengah akan terasa sensasi teh kental. Pada bagian bawah terdapat endapan sisa gula yang juga menyisakan rasa manis.

Rahasia kenikmatan teh telur akan diperoleh ketika adukan kuning telur yang pas dan kental, teh kental yang nikmat serta sedikit campuran susu kental manis. Jika pembuatnya mampu memadukan komposisi masing-masing bahan dengan pas maka rasanya akan selalu terkenang di lidah dan selalu ingin mencoba lagi.

Salah satu kedai teh telur yang selalu ramai dikunjungi pembeli adalah Kedai Mak Etek yang berada di Tanah Sirah Cengkeh tepatnya di Jalan Raya Padang Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan. Warung itu setiap hari menyajikan hingga 300 gelas teh telur dan saat akhir pekan bisa lebih banyak. Teh telur akan dihidangkan di gelas dengan tatakan piring kecil.

Mulai dari pejabat hingga warga biasa menjadikan kedai Mak Etek tempat minum teh talur sembari bercerita berbagai persoalan yang menarik. Salah seorang pelanggan pria, Joni sengaja datang dari Koto Marapak atau sekitar 10 kilometer dari rumahnya untuk mencicipi teh talua ampek lenggek. “Rasanya beda dibandingkan tempat lain, tidak terlalu manis dan tidak pahit, pas di lidah,” katanya.

Bagi sebagian warga Sumatera Barat, ada yang menjadikan teh telur sebagai menu rutin setiap pagi sebagai minuman pembangkit energi menunjang aktivitas yang akan dilakukan. Sementara, bagi masyarakat luar Sumatera Barat yang berkunjung ke provinsi itu dipastikan belum lengkap rasanya jika tak merasakan sensasi nikmat minuman ini.

Harga teh telur pun terbilang murah dan terjangkau . Dengan merogeh kocek sekitar Rp10.000 seseorang sudah dapat menikmati minuman itu. Walaupun minuman pembangkit energi ini dianggap khas untuk para pria, banyak juga wanita yang mengkonsumsi teh talua ini. (EP)

Sri Lanka, Negara Destinasi Wisata Terbaik Versi Lonely Planet

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Kendati Sri Lanka dilanda konflik sektarian, namun pesona negara yang terletak berbatasan dengan India dan Maladewa, justru mencuri perhatian wisatawan. Bahkan, Sri Lanka berada di posisi puncak dalam daftar destinasi Lonely Planet, perusahaan BBC Worldwide yang berkonsentrasi sebagai panduan perjalanan.

Dinobatkan sebagai Best in Travel 2019, Sri Lanka menduduki posisi teratas, mulai dari kota, negara, wilayah, dan destinasi wisata yang menarik. Dan Sri Lanka memiliki kepedulian yang tinggi, ramah tamah dalam menyambut wisatawan mancanegara.

“Dikenal para wisatawan pemberani karena percampuran agama dan budaya, kuil-kuilnya yang abadi, kaya akan satwa liar dan mudah mengaksesnya, area berselancar yang berkembang, dan orang-orang tangguh dalam menghadapi rintangan dengan sambutan dan keramahan setelah puluhan tahun mengalami konflik sipil, negara ini kembali bergeliat,” ungkap penerbit panduan wisata ini, sebagaimana dilansir DPA, Kamis (25/10/2018).

Lonely Planet melanjutkan sekarang ini ada sesuatu yang lebih untuk keluarga, pecinta adrenalin, wisata lingkungan, pencari kesehatan, dan pecinta makanan dari seluruh anggaran. Penobatan peringkat teratas itu baru saja disematkan hanya dalam beberapa bulan setelah pemberlakuan kondisi darurat di Sri Lanka.

Beberapa hari kemudian, berakhir pula serangan beruntun terhadap minoritas Muslim, di mana pasukan keamanan dikerahkan, media sosial diblokir, dan ratusan orang ditangkap. Dan kunjungan wisatawan asing dibuka lebar-lebar sesuai dengan kondisi yang ada.

Sementara itu, Kopenhagen – “Ibu kota Denmark yang keren” menempati posisi pertama di 10 kota teratas untuk dikunjungi, dikuti oleh Shenzhen, yang disebut Silicon Valley of China, dan Novi Sad, kota terbesar kedua di Serbia. Melengkapi daftar kota-kota teratas adalah Miami, Kathmandu, Mexico City, Dakar, Seattle, Zadar, dan Meknes.

Dalam kategori negara, Jerman dan Zimbabwe melengkapi tiga besar. Setelah Sri Langka, peringkat nomor dua ditempati Jerman, mengacu pada kegiatan yang diselenggarakan seperti ulang tahun ke-100 tahun dari Sekolah Seni Bauhaus dan peringatan 30 tahun jatuhnya Tembok Berlin.

Lokasi ketiga tertuju ke Zimbabwe, diikuti oleh negara-negara Panama, Kyrgyzstan, Yordania, Indonesia, Belarus, Sao Tome dan Principe, dan Belize. (EP)

OYO, Dari India Ikut Persaingan Bisnis Hotel di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bayangkan Anda berpelisir dengan bujet terbatas ke India. Pilihan akomodasi murah memang melimpah. Namun, rasanya sulit untuk menemukan penginapan murah berstandar baik dengan amenities yang cukup serta tempat yang nyaman.

Kondisi itu membuat pria berusia 22 tahun Ritesh Agarwal untuk membangun jaringan akomodasi dengan standar minimum, namun memiliki kualitas dan bisa dipercaya. Pada tahun 2012, mahasiswa drop-out ini mendirikan OYO Rooms.

Mengaku terinspirasi dengan bagaimana Uber mendisrupsi bisnis transportasi, Ritesh menganggap ada ruang yang besar bagi dirinya untuk membuat hal yang serupa, namun untuk urusan tidur. Sampai saat ini, OYO telah hadir di 350 kota dengan lebih dari 10.000 mitra yang tersebar di enam negara, yakni India, China, Nepal, Malaysia, Inggris, dan Indonesia.

Di negara asalnya, India, OYO berhasil menjadi bayang-bayang dari jaringan bujet akomodasi Taj Hotel yang dikelola oleh raksasasa Tata Group. Di sana, OYO telah memiliki 125.000 kamar dan pertumbuhan transaksinya mencapai tiga kali lipat setiap tahun. Ritesh mengatakan OYO merupakan startup yang mendisrupsi bisnis perhotelan India yang nilainya mencapai US$ 7 miliar.

OYO mendapat suntikan dana besar, khususnya dari tiga investor setianya, yaitu SoftBank Vision Fund, Sequoia Capital, and Lightspeed Venture Partners. Nilainya mencapai US$ 1 miliar, menjadikannya sebagai salah satu startup unicorn asal India menyusul jejak Paytm dan Flipkart.

Kesuksesan di India memberanikan OYO untuk mencari “kandang” baru. Pilihan jatuh pada China, negara berpenduduk 1,2 miliar jiwa yang memiliki problem yang mirip dengan India. “Di China, penetrasi hotel murah berstandar sangat rendah. Empat kamar untuk seribu orang. Bandingkan dengan sepuluh orang di Inggris dan 20 di Amerika,” papar Ritesh seperti dilansir Marketeers, Kamis (25/10/2018)

Hanya perlu waktu sepuluh bulan bagi OVO untuk mencengram China, negara dengan nilai pasar perhotelan mencapai US$ 1 triliun. Di Negeri Tirai Bambu, OYO telah tersebar di 171 kota dengan menawarkan 87.000 kamar.

Beruntung, pada tahun lalu, OYO mendapat “santunan” dari perusahaan properti besar China Lodging Group yang mempompakan dana US$ 10 juta ke perusahaannya. Ini tentu saja menambah level darah bagi OYO untuk dapat bersaing dengan AirBnB maupun agregator sejenis, Tujia yang juga besar di China.

Masuk Indonesia

Dari China, OYO melompat ke Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Sejak hadir kurang dari setengah tahun di Indonesia, OYO baru mengantongi 30 hotel dengan seribu kamar di tiga kota; Jakarta, Surabaya, dan Palembang. Dalam 15 bulan ke depan, OYO bertekad menambah jumlah jaringannya di 35 kota Indonesia, khususnya Yogyakarta, Bandung, dan Bali.

Pria asal Gurgaon, India ini menjelaskan, untuk mencapai target itu, pihaknya menggelontorkan dana sebesar US$ 100 juta, yang diambil dari dana investasinya dulu. Ristesh menilai, pasar penginapan murah Indonesia masih terbuka lebar, meskipun startup sejenis seperti RedDoorz dan Airy telah lebih dulu masuk menawarkan layanan serupa.

“Indonesia lagi-lagi adalah pasar potensial bagi kami, Jumlah akomodasi di bawah 100 hingga 50 kamar masih banyak yang belum memberikan standar baik kepada pelanggan,” tuturnya,

OYO berbeda dari kompetitor yang telah disebutkan di atas itu. Alih-alih menolak sebagai agregator hotel murah, Ritesh lebih memilih memposisikan OYO sebagai jaringan dan manajemen hotel layaknya grup-grup besar semacam Accorhotels, Archipelago, dan Tauzia Hotels. “Kami bekerja miirp dengan mereka (operator hotel). Tetapi kami memanfaatkan lebih banyak teknologi,” jelas dia.

Karenanya, model bisnis OYO pun terbagi dalam dua kategori, yakni lease (sewa) dan franchise (waralaba). Pemilik properti bisa membeli waralaba merek OYO, sehingga operasional dikelola langsung oleh tim OYO dengan royalty fee sebesar 20%.

Atau, pemilik hanya bekerja sama dengan skema sewa atau bagi hasil untuk kamar yang berhasil di-booked di paltform OYO. Oleh sebab itu, OYO mengubah branding-nya dari OYO Rooms menjadi OYO Hotels.

Pihaknya menjanjikan enam hal untuk semua kamar OYO; AC, TV layar datar, Wi-Fi gratis, sarapan gratis (opsional), linen dan kamar mandi bersih. OYO juga menggunakan teknologi back-end system tak hanya dalam hal pemesanan, melainkan juga dalam operasional melalui aplikasi internal. “Dari housekeeper hingga General Manager memanfaatkan aplikasi itu untuk memantau dan mengevaluasi segala hal, dari mulai kebersihan kamar hingga kecepatan Wi-Fi,” papar dia.

Selama ini, OYO membanderol setiap kamarnya mulai dari Rp 149.000 hingga Rp 499.000. Ia pun bertekad ingin menjadi jaringan hotel terbesar di Indonesia dalam lima tahun ke depan. “Kami akan tumbuh cepat di Indonesia. Dengan investasi kami di Indonesia, kami akan menjadi pemain hotel terbesar di negeri ini,” ujar Ritesh. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Surya Saputra Gemetaran Saat Catwalk

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berakting hadapan kamera sudah hal biasa, tapi berlenggak lenggok di runway bagi Surya Saputra dianggap bukan hal biasa. Malah gemetaran. Itulah sekilas aktor dan mantan anggota boy band Cool Colors dalam sebuah peragaan busana di Jakarta. Dan Catwalk ini merupakan pengalaman pertama yang tak terlupakan baginya.

Hal itu diungkap suami Cynthia Lamusu ini dalam akun Instagram miliknya, @suryasaputra507. Ia dipercaya untuk menjadi salah satu model peraga busana rancangan desainer Anne Avantie dalam ajang Fashion Week 2019, di Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

“Tadi malam di pagelaran Anne Avantie Badai Pasti Berlalu. Jadi model, gemetaran rasanya,” tulisnya. Berdasar pengalamannya itu, lelaki 43 tahun tersebut menyatakan salut pada para model yang pekerjaannya terbiasa tampil di catwalk.

Dalam tulisan bakap dua anak Ataya Tatjana Aisyah Putri dan Atharva Bimasena Saputra menyatakan rasa terima kasih terhadap Anne Avantie yang memberikan keparcayaan kepadanya untuk menjadi peraga busana rancangan sang desainer Indonesia ini.

Sebagai putra bintang film Linda Hosein, lelaki memiliki tinggi 184 cm berkenalan dengan dunia film di usia balita. Saat itu, Surya diajak main dalam film Sejuta Serat Sutra sebagai Roy Marten kecil. Beranjak dewasa, Surya tidak langsung mengikuti jejak ibunya di dunia film.

Dia memulai kariernya sebagai penyanyi bersama Ari Sihasale, Johandy Yahya, dan Teuku Ryan bersama kelompok Cool Colors dan mengeluarkan album Tataplah (1995) dan album Satu Yang Pasti yang mana posisi Teuku Ryan diganti oleh Ari Wibowo.

Surya merambah seni peran, saat bermain sebagai Igo di Cerita Cinta, namanya kian melambung. Juga film Arisan! (2003) arahan Nia Dinata. Dalam film ini, Surya berperan sebagai Nino, seorang gay jatuh cinta pada Sakti (Tora Sudiro). Lewat film ini, Surya berhasil meraih penghargaan sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2004 juga Most Favorite Supporting Actor dalam MTV Indonesia Movie Awards 2004.

Lewat film Janji Joni, Surya menjadi nominasi Pemeran Pembantu Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2005. Setelah mencicipi dunia seni peran sebagai pemain, Surya mempersiapkan diri menjadi produser film. Tak hanya seni peran, Surya juga menjajal dunia tari dengan mengikuti acara reality show Seleb Dance berpasangan dengan mantan kekasihnya, Cynthia Lamusu. Kini Surya merambah dunia catwalk, mungkinkah akan dilanjutkan? (EP)

Cinta Sejati John Lennon-Yoko Ono Dilayarlebarkan

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Kisah cinta sejati penyanyi John Lennon dan Yoko Ono, bakal dilayarlebarkan. Untuk mewujudkan dalam gambar pita siluet, Kepala studio di Universal Pictures tengah berjuang keras bernegosiasi untuk hak cipta atas film drama yang belum ada judulnya itu.

film ini ditulis oleh Anthony McCarten, otak di balik film biografi Queen “Bohemian Rhapsody” dan sutradara “Big Little Lies” juga akan mengambil alih proyek. Sedangkan Sutradaranya dipercayakan Jean-Marc Vallee. Sang sutradara pun setuju untuk membuat film baru yang menarik.

Rencananya, film ini ditulis oleh Anthony McCarten, otak di balik film biografi Queen “Bohemian Rhapsody” dan sutradara “Big Little Lies” juga akan mengambil alih proyek.

Vallee sendiri setuju membuat film John dan Yoko setelah membaca naskahnya dan segera bertemu Yoko Ono, demikian dilansir Aceshowbiz, Rabu (24/10/2018). Partner produksi Vallee, Nathan Ross mengatakan, “Kami semua penggemar Beatles dan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ucapnya.

“Ada pergumulan dalam dan luar yang dimiliki John, dan kekacauan keluarga sewaktu kecil, dan hal-hal yang (Yoko) harus dia pertahankan sebelum kematian tragis John. Hal yang kami sukai dari naskah itu adalah kejujurannya yang kejam, Anda melihat begitu banyak skrip biografi di mana Anda dapat melihat bahwa kerjasama keluarga yang menjadi subjek itu ada hubungannya dengan editorial, dan itu tidak terjadi di sini,” lanjut Nathan.

John Lennon pertama kali bertemu Yoko Ono pada akhir 1960an dan ia menjadi cinta sejati serta pasangan hidup John saat ia memutuskan untuk menjadi aktivis perdamaian. Pasangan ini berpisah pada pertengahan 1970an tetapi bersatu kembali dan tidak dapat dipisahkan sampai tahun 1980 saat pembunuhan John di New York City.

Sejak kematian John, 37 tahun lalu wanita berdarah Jepang ini hidup menjanda. Walau dia cukup aktif bermusik setelah kematian suaminya, namun dia memilih menghabiskan hari-harinya tanpa pengganti John Lennon.

Pertemuan Yoko dengan Lennon sempat menciptakan drama. Dua orang yang masing-masing berkeluarga akhirnya jatuh cinta dan memilih hidup bersama. Mereka dibutakan oleh cinta, sehingga lupa bahwa ada orang-orang yang dikorbankan karena kisah asmara mereka.

Pasangan ini menikah 20 Maret 1969 di Gibraltar, dan menjalani bulan madu di Hilton Amsterdam. Uniknya, mereka punya istilah sendiri untuk menyebut masa indah yaitu Bed-In for Peace. Dari pernikahannya, lahirlah seorang anak bernama Sean Lennon.

Yoko Ono sendiri sosok yang sangat berpengaruh dalam hidup John Lennon. Wanita ini membuat Lennon mengubah jalur musik, meninggalkan The Beatles, kemudian sempat menghilang dari sorotan publik, dan muncul kembali sebagai bintang.

Walau sempat terpisah, akhirnya pasangan ini kembali bersama karena rasa cinta dan saling memiliki. Sehebat apapun yang dilakukan John Lennon, Yoko Ono lah yang tetap setia menemani hingga akhir hayat. Yoko Ono adalah sosok yang paling terpukul ketika John Lennon ditembak mati oleh David Chapman pada tahun 1980.

Seberat apapun kesedihan yang dirasakan, hidup harus terus berjalan. Yoko Ono tidak berhenti berkarya setelah kematian suaminya, terbukti dari beberapa album yang sempat direkamnya. Sekalipun banyak pria yang ada di sekitarnya, dia pun menjalani sisa hidupnya tanpa pendamping hidup.

AceShowbiz sempat menuliskan kabar terakhir tentang Yoko Ono. Di usia senjanya, harus menghabiskan waktu di atas kursi roda. Bahkan, salah satu sumber mengungkapkan bahwa kini dia mulai berpikir bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Dia pun berharap segera bertemu dengan suaminya di surga.

“Yoko terus bicara tentang suaminya, John, dan dia berharap bisa bertemu dengannya di surga,” ungkap salah satu sumber. Tak hanya itu, Yoko juga sempat bicara pada rekan-rekan John Lennon di The Beatles yang tersisa, Paul McCartney dan Ringo Starr untuk memohon maaf. Dia merasa menjadi orang yang bersalah telah merusak keutuhan The Beatles.

Tak hanya itu, di usia lanjutnya ini Yoko masih merencanakan membuat film tentang dirinya dan John Lennon. Dia berharap film ini bisa menjadi persembahan dan ungkapan cinta terakhirnya pada sang suami, sebelum ajal menjemput nyawa Yoko Ono. Dan impian itu kini didengar Universal Pictures untuk mewujudkanya. Imagene of the people…… (EP)

Travel Sketch, Strategy PHM Hospitality Promosikan Jakarta Dan Kota Wisata Lainnya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sukses menggelar Travel Sketch di empat kota,  Panorama group melalui unit bisnisnya, PHM Hospitality kembali menyelenggarakan 1O1 Travel Sketch Jakarta 3 – 4 November 2018.

Kegiatan 1O1 Travel Sketch mendedikasikan acara ini bagi
mereka yang suka bepergian dan menangkap keunikan destinasi wisata melalui sketsa dan aktivitasnya seringkali disebut ‘We Walk, We See, We Draw’.

Mira Boma, President Director PHM Hospitality sebagai pelaksana 1O1
Travel Sketch mengatakan kegiatan bertema  Sketching Unites Us akan menyatukan kembali individu maupun komunitas pencinta
sketsa di Lapangan Banteng, Jakarta yang dikenal dengan istilah Ring Satu.

“Untuk edisi 1O1 Travel Sketch Jakarta, peserta akan diajak mengeksplorasi Monumen
Pembebasan Irian Barat, Lapangan Banteng, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Galeri Nasional,
Balai Kota Jakarta, dan beberapa bangunan bersejarah serta menarik lainnya di pusat Jakarta,” ujar Mira Boma, hari ini.

Sebelumnya 1O1 Travel Sketch pernah dilakukan di beberapa kota antara lain Bogor, Jogjakarta, Bandung, dan Malang, dimana sketsa yang dihasilkan sekaligus menjadi cara mengenalkan destinasi wisata
Indonesia kepada masyarakat dalam dan luar negeri .

“PHM Hospitality menggandeng komunitas sketsa antara lain Sketchwalker Indonesia,
Indonesia Sketcher, KamiSketsa; dan didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF),” ungkapnya.

Kemitraan ini menghasilkan sinergi yang luar biasa karena masing-masing komunitas memiliki link dengan komunitas sejenis tingkat dunia sehingga tidak heran, kata Mira, 101 Travel Sketch mendapat peserta dari mancanegara.

“Kata 1O1 sendiri memiliki arti memberikan tip dan panduan. Dengan demikian, harapan kami
adalah bahwa acara ini akan memberikan dampak positif secara luas, karena kami meyakini
pentingnya berkreasi dan mengaktualisasikan diri lewat seni kreatif bagi masyarakat dan
generasi masa depan,” tambahnya.

Individu dan komunitas pencinta
sketsa, melebur untuk menggoreskan pena atau kuas dengan tema arsitektur, kuliner, human interest dan  hal unik lainnya yang ditemui sepanjang perjalanan dimana masing-masing destinasi memiliki karakter khas yang ditangkap melalui sketsa para peserta.

Mira Boma ( kiri) saat menjelaskan kegiaran 101 Travel Sketch di hotel 101 Dharmawangsa

Sebelum terjun lapangan para peserta sudah bisa berkarya sesuai tema dan hasilnya dilelang pada tanggal 3 November 2018 saat pembukaan yang dijadwalkan akan dibuka oleh Kepala BEKRAF, Triawan Munaf.

‘Hasil lelang akan disumbangkan untuk korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan
Donggala, Sulawesi Tengah.
Setelah Jakarta, kegiatan ini akan berlanjut ke Pulau Bali dan dikemas
lebih besar dengan lingkup lebih luas sebagai “1O1 International Travel Sketch Bali, yang akan
diselenggarakan pada tanggal 1 – 3 Maret 2019 mendatang,” kata Mira Boma.

Menurut dia, Travel Skech kini menjadi cara ampuh untuk mempromosikan pariwisata Indonesia karena untuk acara di Jakarta dan Bali   sudah mulai ramai dibicarakan secara global. Hebohnya semangat para penggiat sketsa dan penggemar
acara PHM Hospitality ini dapat dilihat di media sosial.

“Biasanya peserta sendiri akan memasang foto statusnya di media sosialnya masing-masing dengan memamerkan hasil sketsa berlatar belakang obyek yang digambarnya  Tak heran dari pengalaman kegiatan di kota-kota sebelumnya maka 101 Travel Skech akan viral di dunia maya, ujarnya.

Mira mengakui seiring dengan series penyelenggaraan 101 Travel  Skech ini membuka mata pihaknya bahwa komunitasnya skecher di seluruh dunia besar sekali. Jepang, Shanghai, negara tetangga seperti Singapura adalah negara-negara yang memiliki kedekatan dengan komunitas di Indonesia dan perwakilannya akan hadir di Bali

AB Sadewa, VP Brand and Communication Panorama Group mengatakan bahwa PHM Hospitality sebagai pelaksana menggelar serangkaian event sketsa ini untuk meningkatkan kesadaran publik akan keunikan yang dapat ditawarkan oleh setiap kota yang dituju.

“Masyarakat kita saat ini menikmati dan membagi momen liburan melalui foto-foto di sosial media, tak banyak yang menuangkannya melalui sketsa. Oleh karena itulah kami mempeloporinya dan hasilnya luar biasa karena kami menjangkau peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa,” kata AB Sadewa.

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus maupun mereka yang addict dengan gadget bahkan mengikutsertakan anak-anaknya dikota manapun  kegiatan 101 Travel Skech ini digelar karena menjadi salah satui terapi kecanduan gadget dan membuat anak fokus pada sketsa yang dibuatnya.

“Membuat sketsa kalau sudah terbiasa juga melatih ketangkasan, kecepatan dan kepekaan seseorang atas obyek yang akan ditampilkannya. Tak heran setiap kali kegiatan banyak obyek wisata yang bisa dituangkan dalam sketsa,” kata Artyan Trihandono, asitek yang spesialis membuat sketsa arsitektur pula.

Artyan yang sejak awal bermitra dengan PHM Hospitality mengatakan pada event di Jakarta pekan depan hari pertama di isi dengan  workshop membuat sketsa dasar ( urban skech) oleh Seto Parama dan Nadia Mahami.

“Ada juga workhop Sketch for kid bersama Odie Astadi da Sheilla Rooswitha, Night Skeching bersama Dhar Chedar, Menelanjangi karakter United Colors of Indonesia oleh Mice Cartoon dan special workshop untuk advance level oleh Don Low,”

Artyan sendiri memberikan materi Architecture Skech with expressive line and wash. Arsitek yang gemar membangkitkan gairah para arsitek untuk mengandalkan kemahiran membuat sketsa ketimbang hasil komputer ini optimistis Indonesia juga akan menjadi negara tujuan para skecher dunia.

“Terbukti dari event-event yang diselenggarakan sebelumnya membuat komunitas di sekuruh dunia mengenal potensi kami dan sudah banyak yang ikut Travel Skech termasuk di Bali tahun depan,” kata Artyan.

 

Wisman ke Pura Besakih Lampaui Target

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan mancanegara ke Pura Besakih sejak awal Januari 2018 hingga pertengahan Oktober 2018 (ytd) telah sebanyak 153.916 wisman atau lebih tinggi 18% dari target semula sebanyak 126.000 wisman sepanjang tahun 2018.

Plt Manager Manajemen Operasional Pura Besakih I Wayan Ngawit mengatakan kunjungan wisatawan memang mulai normal sejak Gunung Agung berstatus siaga pada Februari 2018 lalu. Sejak saat itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pura Besakih terus meningkat. Saat ini rata-rata kunjungan per harinya ke Pura Besakih sebanyak 513 wisman.

Peningkatan kunjungan ke Pura Besakih juga terjadi pada segmen kunjungan wisatawan domestik (wisdom). Sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober 2018 sebanyak 21.000 wisdom berkunjung ke sana. Jumlah ini 14% lebih tinggi dari target semula sepanjang tahun 2018.

“Awalnya kita tidak berani menarget kunjungan yang besar pada tahun ini lantaran erupsi Gunung Agung. Target kunjungan kita pada tahun ini hanya 50% dari target 2017,” kata Wayan seperti dilansir laman Bisnis, Rabu (24/10/2018).

Tingginya kunjungan tersebut, kata dia, target pendapatan Pura Besakih juga meningkat. Semula target pendapatan Pura Besakih selama 2018 adalah sebesar Rp4 miliar. Hingga pertengahan Oktober 2018, target pendapatan Pura Besakih telah menyentuh Rp5,8 miliar.

Dia pun semakin optimistis kunjungan wisatawan ke Pura Besakih akan semakin baik lantaran Bali baru saja menjadi tuan rumah IMF-WB 2018. Dia meyakini dengan kehadiran delegasi dan tamu negara ke Bali membuktikan pada dunia bahwa Bali aman dikunjungi walaupun Gunung Agung masih berstatus siaga.

“Sejak awal tahun erupsi Gunung Agung memang menyebabkan kunjungan merosot, tetapi selepas April hingga Oktober ini kunjungan semakin baik,” katanya.

Besakih, nama sebuah desa di kecamatan rendang, Kabupaten Karangasem yang berada di kaki Gunung Agung. Di tempat wisata Pura Besakih wisatawan disuguhkan dengan pemandangan tempat suci umat Hindu yang unik dan menarik. Tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu yang ingin melakukan persembahyangan, tempat ini juga dikunjungi oleh wisatawan nusantara (luar pulau Bali) dan wisatawan mancanegara.

Para wisatawan bisa melihat keindahan tempat ini pada tempat yang sudah ditentukan. Pengunjung bisa berfoto selfie dengan latar “meru” yang menjulang tinggi. Karena tempat ini merupakan kawasan suci, wisatawan disarankan untuk berpakaian sopan saat memasuki kawasan tempat suci ini.

Selain Besakih juga ada beberapa objek wisata keren yang searah dengan perjalanan menuju objek wisata Pura Besakih, antara lain:

1. Taman Satrya Gatotkaca

Taman Satrya Gatotkaca atau dikenal “Patung Kuda Tuban Bali”, sebuah patung enam ekor kuda menarik kereta perang yang dikusiri oleh Raja Salya. Dalam kereta perang berdiri pangeran karna yang perang melawan raden Gatotkaca.

2. Desa Wisata Serangan

Serangan merupakan nama sebuah pulau sekaligus nama sebuah desa di kecamatan Denpasar Selatan. Wisatawan disuguhkan berbagai destinasi desa wisata yang menarik. Ada pantai pasir putih yang eksotis dengan ombak yang tidak terlalu besar. Juga melihat dermaga penyeberangan dari Bali ke Nusa Penida. Juga ada penangkaran penyu, penangkaran hiu atau lebih dikenal dengan nama “Bali Shark”, umah adat Suku Bugis, underwater seawalker (jalan-jalan menikmati keindahan bawah laut), Pura Sakenan, dan spot memancing terbaik di Bali.

3. Pantai Di Kawasan Sanur

Wisatawan disuguhkan dengan pesona pantai yang sangat menawan hati. Momen terbaik saat mengunjungi pantai ini adalah ketika matahari akan terbit di pagi hari. Perlu diketahui bahwa di kawasan sanur terdapat banyak titik pantai dengan nama yang berbeda-beda. Mulai dari pantai matahari terbit, Bali Becah Sanur, Pantai Segara Ayu, Pantai Sindu, Pantai Karang, Pantai Batu Jimbar, Pantai Duyung, Pantai Cemara Alit, Pantai Semawang, Pantai Mertasari, dan pantai Pengembak.

4. Big Garden Corner

Tempat ini memang benar-benar unik, pengunjung disajikan ratusan patung klasik dengan berbagai ukuran ditambah dengan adanya miniatur candi Borobudur membuat kawasan ini benar-benar unik. Banyak hal akan ditawarkan di sini mulai dari rumah pohon, spot foto dengan latar batu besar yang tinggi berdiri tegak, tempat nongkrong yang penuh warna warni, dan sebagainya.

5. Desa Budaya Kertalangu

Desa ini dikelilingi persawahan asri dan kebun yang subur. Desa ini lebih didominasi oleh pemandangan hamparan persawahan yang indah dan asri. Potensi ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan membuat jogging track yang melewati areal persawahan. Selain itu, di sini juga terdapat Monumen Gong Perdamaian Dunia dan rute untuk bermain ATV.

6. Taman Safari dan Bahari Bali

Taman Safari dan Bahari Bali atau Bali Safari and Marine Park merupakan kebun binatang terbesar dan terlengkap yang ada di Pulau Bali dengan luas area sekitar 40 hektar dan memiliki sekitar 400 hewan dari 60 spesies. Taman Safari dan Bahari Bali lebih tepat disebut sebagai tempat konservasi binatang daripada sebagai kebun binatang, karena tak ada satu hewan pun di area itu berada dalam kandang.

7. Desa Wisata Kamasan

Kamasan merupakan nama sebuah desa tua di Kabupaten Klungkung yang tetap melestarikan warisan seni dan budaya seperti lukisan wayang kamasan dan kerajinan uang bolong (pis bolong). Masyarakat desa Kamasan telah mewarisi kemampuan melukis gaya Kamasan secara turun temurun. Desa wisata ini juga terkenal dalam membuat kerajinan perak, ukiran selongsong peluru, dan emas.

8. Taman Kerta Gosa dan Gili

Taman Gili dan Kerta Gosa merupakan objek wisata sejarah peninggalan dari Kerajaan Klungkung. Bangunan ini dibangun pada abad ke 17 yaitu masa pemerintahan Dewa Agung Jambe. Yang paling unik dari kedua bangunan ini adalah di mana pada langit-langit bangunan ini dihiasi lukisan tradisional (gaya wayang) gaya kamasan.

9. Museum Semarajaya

Masih di Kota Klungkung wisatawan bisa mampir ke museum yang memamerkan barang-barang dari jaman prasejarah sampai benda-benda yang digunakan selama perang puputan Klungkung yakni di Museum Semarajaya. Selain itu, di museum ini juga terdapat berbagai barang-barang yang dipergunakan sebagai perlengkapan upacara adat oleh para raja-raja Klungkung serta berbagai koleksi foto-foto dokumentasi keturunan raja-raja di Klungkung.

10. Bukit Jambul

Wisatawan dimanjakan dengan pesona keindahan alam perbukitan yang berapadu dengan indahnya persawahan terasering. Memandang ke selatan pengunjung akan melihat indahnya laut yang membiru dan kota klungkung. Sekitar kawasan ini juga tersedia warung makan yang menjual aneka menu khas Indonesia. Jadi, sambil mencicipi kulinernya, pengunjung bisa menikmati pesona yang disajikan. (EP)