Travel Sketch, Strategy PHM Hospitality Promosikan Jakarta Dan Kota Wisata Lainnya

0
496

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sukses menggelar Travel Sketch di empat kota,  Panorama group melalui unit bisnisnya, PHM Hospitality kembali menyelenggarakan 1O1 Travel Sketch Jakarta 3 – 4 November 2018.

Kegiatan 1O1 Travel Sketch mendedikasikan acara ini bagi
mereka yang suka bepergian dan menangkap keunikan destinasi wisata melalui sketsa dan aktivitasnya seringkali disebut ‘We Walk, We See, We Draw’.

Mira Boma, President Director PHM Hospitality sebagai pelaksana 1O1
Travel Sketch mengatakan kegiatan bertema  Sketching Unites Us akan menyatukan kembali individu maupun komunitas pencinta
sketsa di Lapangan Banteng, Jakarta yang dikenal dengan istilah Ring Satu.

“Untuk edisi 1O1 Travel Sketch Jakarta, peserta akan diajak mengeksplorasi Monumen
Pembebasan Irian Barat, Lapangan Banteng, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Galeri Nasional,
Balai Kota Jakarta, dan beberapa bangunan bersejarah serta menarik lainnya di pusat Jakarta,” ujar Mira Boma, hari ini.

Sebelumnya 1O1 Travel Sketch pernah dilakukan di beberapa kota antara lain Bogor, Jogjakarta, Bandung, dan Malang, dimana sketsa yang dihasilkan sekaligus menjadi cara mengenalkan destinasi wisata
Indonesia kepada masyarakat dalam dan luar negeri .

“PHM Hospitality menggandeng komunitas sketsa antara lain Sketchwalker Indonesia,
Indonesia Sketcher, KamiSketsa; dan didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF),” ungkapnya.

Kemitraan ini menghasilkan sinergi yang luar biasa karena masing-masing komunitas memiliki link dengan komunitas sejenis tingkat dunia sehingga tidak heran, kata Mira, 101 Travel Sketch mendapat peserta dari mancanegara.

“Kata 1O1 sendiri memiliki arti memberikan tip dan panduan. Dengan demikian, harapan kami
adalah bahwa acara ini akan memberikan dampak positif secara luas, karena kami meyakini
pentingnya berkreasi dan mengaktualisasikan diri lewat seni kreatif bagi masyarakat dan
generasi masa depan,” tambahnya.

Individu dan komunitas pencinta
sketsa, melebur untuk menggoreskan pena atau kuas dengan tema arsitektur, kuliner, human interest dan  hal unik lainnya yang ditemui sepanjang perjalanan dimana masing-masing destinasi memiliki karakter khas yang ditangkap melalui sketsa para peserta.

Mira Boma ( kiri) saat menjelaskan kegiaran 101 Travel Sketch di hotel 101 Dharmawangsa

Sebelum terjun lapangan para peserta sudah bisa berkarya sesuai tema dan hasilnya dilelang pada tanggal 3 November 2018 saat pembukaan yang dijadwalkan akan dibuka oleh Kepala BEKRAF, Triawan Munaf.

‘Hasil lelang akan disumbangkan untuk korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan
Donggala, Sulawesi Tengah.
Setelah Jakarta, kegiatan ini akan berlanjut ke Pulau Bali dan dikemas
lebih besar dengan lingkup lebih luas sebagai “1O1 International Travel Sketch Bali, yang akan
diselenggarakan pada tanggal 1 – 3 Maret 2019 mendatang,” kata Mira Boma.

Menurut dia, Travel Skech kini menjadi cara ampuh untuk mempromosikan pariwisata Indonesia karena untuk acara di Jakarta dan Bali   sudah mulai ramai dibicarakan secara global. Hebohnya semangat para penggiat sketsa dan penggemar
acara PHM Hospitality ini dapat dilihat di media sosial.

“Biasanya peserta sendiri akan memasang foto statusnya di media sosialnya masing-masing dengan memamerkan hasil sketsa berlatar belakang obyek yang digambarnya  Tak heran dari pengalaman kegiatan di kota-kota sebelumnya maka 101 Travel Skech akan viral di dunia maya, ujarnya.

Mira mengakui seiring dengan series penyelenggaraan 101 Travel  Skech ini membuka mata pihaknya bahwa komunitasnya skecher di seluruh dunia besar sekali. Jepang, Shanghai, negara tetangga seperti Singapura adalah negara-negara yang memiliki kedekatan dengan komunitas di Indonesia dan perwakilannya akan hadir di Bali

AB Sadewa, VP Brand and Communication Panorama Group mengatakan bahwa PHM Hospitality sebagai pelaksana menggelar serangkaian event sketsa ini untuk meningkatkan kesadaran publik akan keunikan yang dapat ditawarkan oleh setiap kota yang dituju.

“Masyarakat kita saat ini menikmati dan membagi momen liburan melalui foto-foto di sosial media, tak banyak yang menuangkannya melalui sketsa. Oleh karena itulah kami mempeloporinya dan hasilnya luar biasa karena kami menjangkau peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa,” kata AB Sadewa.

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus maupun mereka yang addict dengan gadget bahkan mengikutsertakan anak-anaknya dikota manapun  kegiatan 101 Travel Skech ini digelar karena menjadi salah satui terapi kecanduan gadget dan membuat anak fokus pada sketsa yang dibuatnya.

“Membuat sketsa kalau sudah terbiasa juga melatih ketangkasan, kecepatan dan kepekaan seseorang atas obyek yang akan ditampilkannya. Tak heran setiap kali kegiatan banyak obyek wisata yang bisa dituangkan dalam sketsa,” kata Artyan Trihandono, asitek yang spesialis membuat sketsa arsitektur pula.

Artyan yang sejak awal bermitra dengan PHM Hospitality mengatakan pada event di Jakarta pekan depan hari pertama di isi dengan  workshop membuat sketsa dasar ( urban skech) oleh Seto Parama dan Nadia Mahami.

“Ada juga workhop Sketch for kid bersama Odie Astadi da Sheilla Rooswitha, Night Skeching bersama Dhar Chedar, Menelanjangi karakter United Colors of Indonesia oleh Mice Cartoon dan special workshop untuk advance level oleh Don Low,”

Artyan sendiri memberikan materi Architecture Skech with expressive line and wash. Arsitek yang gemar membangkitkan gairah para arsitek untuk mengandalkan kemahiran membuat sketsa ketimbang hasil komputer ini optimistis Indonesia juga akan menjadi negara tujuan para skecher dunia.

“Terbukti dari event-event yang diselenggarakan sebelumnya membuat komunitas di sekuruh dunia mengenal potensi kami dan sudah banyak yang ikut Travel Skech termasuk di Bali tahun depan,” kata Artyan.

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.