Wisman ke Pura Besakih Lampaui Target

0
326
Pura Besakih dengan latar belakang Gunung Agung (Foto: www.balistarisland.com)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan mancanegara ke Pura Besakih sejak awal Januari 2018 hingga pertengahan Oktober 2018 (ytd) telah sebanyak 153.916 wisman atau lebih tinggi 18% dari target semula sebanyak 126.000 wisman sepanjang tahun 2018.

Plt Manager Manajemen Operasional Pura Besakih I Wayan Ngawit mengatakan kunjungan wisatawan memang mulai normal sejak Gunung Agung berstatus siaga pada Februari 2018 lalu. Sejak saat itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pura Besakih terus meningkat. Saat ini rata-rata kunjungan per harinya ke Pura Besakih sebanyak 513 wisman.

Peningkatan kunjungan ke Pura Besakih juga terjadi pada segmen kunjungan wisatawan domestik (wisdom). Sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober 2018 sebanyak 21.000 wisdom berkunjung ke sana. Jumlah ini 14% lebih tinggi dari target semula sepanjang tahun 2018.

“Awalnya kita tidak berani menarget kunjungan yang besar pada tahun ini lantaran erupsi Gunung Agung. Target kunjungan kita pada tahun ini hanya 50% dari target 2017,” kata Wayan seperti dilansir laman Bisnis, Rabu (24/10/2018).

Tingginya kunjungan tersebut, kata dia, target pendapatan Pura Besakih juga meningkat. Semula target pendapatan Pura Besakih selama 2018 adalah sebesar Rp4 miliar. Hingga pertengahan Oktober 2018, target pendapatan Pura Besakih telah menyentuh Rp5,8 miliar.

Dia pun semakin optimistis kunjungan wisatawan ke Pura Besakih akan semakin baik lantaran Bali baru saja menjadi tuan rumah IMF-WB 2018. Dia meyakini dengan kehadiran delegasi dan tamu negara ke Bali membuktikan pada dunia bahwa Bali aman dikunjungi walaupun Gunung Agung masih berstatus siaga.

“Sejak awal tahun erupsi Gunung Agung memang menyebabkan kunjungan merosot, tetapi selepas April hingga Oktober ini kunjungan semakin baik,” katanya.

Besakih, nama sebuah desa di kecamatan rendang, Kabupaten Karangasem yang berada di kaki Gunung Agung. Di tempat wisata Pura Besakih wisatawan disuguhkan dengan pemandangan tempat suci umat Hindu yang unik dan menarik. Tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu yang ingin melakukan persembahyangan, tempat ini juga dikunjungi oleh wisatawan nusantara (luar pulau Bali) dan wisatawan mancanegara.

Para wisatawan bisa melihat keindahan tempat ini pada tempat yang sudah ditentukan. Pengunjung bisa berfoto selfie dengan latar “meru” yang menjulang tinggi. Karena tempat ini merupakan kawasan suci, wisatawan disarankan untuk berpakaian sopan saat memasuki kawasan tempat suci ini.

Selain Besakih juga ada beberapa objek wisata keren yang searah dengan perjalanan menuju objek wisata Pura Besakih, antara lain:

1. Taman Satrya Gatotkaca

Taman Satrya Gatotkaca atau dikenal “Patung Kuda Tuban Bali”, sebuah patung enam ekor kuda menarik kereta perang yang dikusiri oleh Raja Salya. Dalam kereta perang berdiri pangeran karna yang perang melawan raden Gatotkaca.

2. Desa Wisata Serangan

Serangan merupakan nama sebuah pulau sekaligus nama sebuah desa di kecamatan Denpasar Selatan. Wisatawan disuguhkan berbagai destinasi desa wisata yang menarik. Ada pantai pasir putih yang eksotis dengan ombak yang tidak terlalu besar. Juga melihat dermaga penyeberangan dari Bali ke Nusa Penida. Juga ada penangkaran penyu, penangkaran hiu atau lebih dikenal dengan nama “Bali Shark”, umah adat Suku Bugis, underwater seawalker (jalan-jalan menikmati keindahan bawah laut), Pura Sakenan, dan spot memancing terbaik di Bali.

3. Pantai Di Kawasan Sanur

Wisatawan disuguhkan dengan pesona pantai yang sangat menawan hati. Momen terbaik saat mengunjungi pantai ini adalah ketika matahari akan terbit di pagi hari. Perlu diketahui bahwa di kawasan sanur terdapat banyak titik pantai dengan nama yang berbeda-beda. Mulai dari pantai matahari terbit, Bali Becah Sanur, Pantai Segara Ayu, Pantai Sindu, Pantai Karang, Pantai Batu Jimbar, Pantai Duyung, Pantai Cemara Alit, Pantai Semawang, Pantai Mertasari, dan pantai Pengembak.

4. Big Garden Corner

Tempat ini memang benar-benar unik, pengunjung disajikan ratusan patung klasik dengan berbagai ukuran ditambah dengan adanya miniatur candi Borobudur membuat kawasan ini benar-benar unik. Banyak hal akan ditawarkan di sini mulai dari rumah pohon, spot foto dengan latar batu besar yang tinggi berdiri tegak, tempat nongkrong yang penuh warna warni, dan sebagainya.

5. Desa Budaya Kertalangu

Desa ini dikelilingi persawahan asri dan kebun yang subur. Desa ini lebih didominasi oleh pemandangan hamparan persawahan yang indah dan asri. Potensi ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan membuat jogging track yang melewati areal persawahan. Selain itu, di sini juga terdapat Monumen Gong Perdamaian Dunia dan rute untuk bermain ATV.

6. Taman Safari dan Bahari Bali

Taman Safari dan Bahari Bali atau Bali Safari and Marine Park merupakan kebun binatang terbesar dan terlengkap yang ada di Pulau Bali dengan luas area sekitar 40 hektar dan memiliki sekitar 400 hewan dari 60 spesies. Taman Safari dan Bahari Bali lebih tepat disebut sebagai tempat konservasi binatang daripada sebagai kebun binatang, karena tak ada satu hewan pun di area itu berada dalam kandang.

7. Desa Wisata Kamasan

Kamasan merupakan nama sebuah desa tua di Kabupaten Klungkung yang tetap melestarikan warisan seni dan budaya seperti lukisan wayang kamasan dan kerajinan uang bolong (pis bolong). Masyarakat desa Kamasan telah mewarisi kemampuan melukis gaya Kamasan secara turun temurun. Desa wisata ini juga terkenal dalam membuat kerajinan perak, ukiran selongsong peluru, dan emas.

8. Taman Kerta Gosa dan Gili

Taman Gili dan Kerta Gosa merupakan objek wisata sejarah peninggalan dari Kerajaan Klungkung. Bangunan ini dibangun pada abad ke 17 yaitu masa pemerintahan Dewa Agung Jambe. Yang paling unik dari kedua bangunan ini adalah di mana pada langit-langit bangunan ini dihiasi lukisan tradisional (gaya wayang) gaya kamasan.

9. Museum Semarajaya

Masih di Kota Klungkung wisatawan bisa mampir ke museum yang memamerkan barang-barang dari jaman prasejarah sampai benda-benda yang digunakan selama perang puputan Klungkung yakni di Museum Semarajaya. Selain itu, di museum ini juga terdapat berbagai barang-barang yang dipergunakan sebagai perlengkapan upacara adat oleh para raja-raja Klungkung serta berbagai koleksi foto-foto dokumentasi keturunan raja-raja di Klungkung.

10. Bukit Jambul

Wisatawan dimanjakan dengan pesona keindahan alam perbukitan yang berapadu dengan indahnya persawahan terasering. Memandang ke selatan pengunjung akan melihat indahnya laut yang membiru dan kota klungkung. Sekitar kawasan ini juga tersedia warung makan yang menjual aneka menu khas Indonesia. Jadi, sambil mencicipi kulinernya, pengunjung bisa menikmati pesona yang disajikan. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here