Kuliner, Elemen Pelengkap Traveling

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Membaca peluang menjadi strategi yang terus dikembangkan oleh platform e-commerce Traveloka. Meski mengusung layanan perjalanan, Traveloka melihat peluang-peluang lain yang terkait. Salah satunya adalah kuliner.

“Kuliner salah satu elemen pelengkap ketika melakukan perjalanan atau traveling. Kuliner juga memiliki peran strategis dalam memperkuat pariwisata Indonesia,” papar Vice President of Marketing Traveloka, Kurnia Rosyda dalam keterangan tertulis, Rabu (24/10/2018).

Dijelaskan, kontribusi kuliner pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif (EKRAF) adalah tertinggi. Data dari Kemenpar (2017), menunjukkan kuliner mencatat pendapatan sebanyak 42% atau unggul di atas bidang fesyen sebanyak 18%, dan bidang kerajinan atau kriya di tempat ketiga sebesar 15%.

“Kami menyadari kuliner dan traveling merupakan hal yang saling melengkapi satu sama lain. Inilah yang mendorong kami untuk melengkapi produk Traveloka, termasuk Kuliner,” paparnya/

Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Mei 2018, lanjut dia, Kuliner Traveloka menyediakan lebih dari puluhan ribu informasi restoran yang terbagi ke lebih dari sembilan kategori makanan, diantaranya kuliner Asia, Barat, Indonesia, dan lain-lain. Kuliner menjadi salah satu yang akan menonjol pada tahun 2019.

Tahun 2019, juga menjadi tantangan tersendiri bagi Traveloka. Sebagai perusahaan berbasis teknologi, perubahan teknologi yang sangat cepat menjadi tantangan tersendiri. Hal ini tentunya akan memengaruhi inovasi produk dan layananan. Sejak awal berdiri tahun 2012, Traveloka hanya memiliki tim kecil dengan delapan karyawan dan sekarang menjadi 2.500 orang.

Layanannya pun berkembang ke lima negara di Asia Tenggara – dari hanya produk tiket pesawat hingga memiliki lebih dari sepuluh produk travel dan gaya hidup. “Ke depannya, Traveloka akan berkomitmen dalam mengembangkan produk dan layanan yang berbasis pada kebutuhan pengguna,” katanya.

Perubahan perilaku customer pada tahun 2019 juga patut diperhatikan. Traveloka melihat adanya perubahan tren pola konsumsi, di mana saat ini sebagian masyarakat Indonesia lebih gemar menghabiskan waktu dan pendapatannya untuk kebutuhan traveling (Leisure Economy). Pengeluaran liburan pada tahun 2018 diperkirakan tumbuh 5.1% di 2018 dan mencapai Rp 368.9 Triliun.

Menurut data Google, jumlah pencarian terkait travel mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 30% per tahun. Fenomena ini terjadi karena didukung oleh kemudahan akses informasi perjalanan dan kenyamanan pembelian melalui aplikasi seperti Traveloka. Tren tersebut harus diimbangi dengan produk dan layanan yang relevan, termasuk dalam halnya sistem payment.

Saat ini, Traveloka memiliki opsi pembayaran yang lengkap dengan lebih dari 40 opsi. Salah satu inovasi yang baru-baru ini kami berikan adalah dengan memberikan alternatif pembayaran dengan cara mencicil dengan menggunakan Traveloka PayLater.

Dengan menggunakan PayLater, pengguna dapat melakukan perjalanan yang aman dan nyaman dengan melakukan pembayaran secara fleksibel di kemudian hari, untuk jangka waktu 1-12 bulan, sambungnya.

Selain PayLater, layanan yang akan dikembangkan antara lain Traveloka Eats, layanan pemesanan atraksi dan aktivitas hiburan. Traveloka berkomitmen untuk fokus pada user journey. Hanya dengan memberikan experience yang bagus dalam user journey itu, Traveloka optimistis mampu bersaing pada tahun depan.

Soal tahun politik, khususnya tahun 2019, Kurnia mengaku tak menyiapkan strategi khusus bagi Traveloka. Pihaknya lebih mengedepankan layanan terbaik pada para penggunannya. Soal target pertumbuhan pada tahun depan, Kurnia belum mau mengungkapkan angka.

“Saat ini aplikasi kami telah diunduh lebih dari 40 juta pengguna Traveloka di Asia Tenggara. Kami berharap Traveloka akan terus bertumbuh, baik dari jumlah pengguna maupun frekuensi penggunaan beragam produk dan servis kami untuk setiap pengguna,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Zero Dollar Tour bikin Gaduh Pariwisata Bali

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Bali yang selama ini aman, nyaman, tentram, damai namun akhir-akhir ini dibikin gaduh. Kegaduhan bersumber dengan praktik pemasaran “zero dollar tour” yang lahir sejak kedatangan turis China berwisata ke Bali. Memang jumlah turis Tiongkok terus melonjak. Lonjakan itu membuahkan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan wisata di negara China dengan harga sangat murah.

Harga paketnya disinyalir hanya senilai biaya tiket perjalanan Denpasar-China. Sekilas, ini terlihat sangat menguntungkan wisatawan yang membeli paket wisata. Kenyataannya selama di Pulau Dewata, Turis Negeri Panda ini diwajibkan mengikuti jadwal tur yang ditetapkan oleh agen wisata China.

Agen wisata itu, kemudian menerapkan praktek monopoli. Wisatawan dibawa berbelanja di tempat-tempat yang telah ditentukan. Tempat berbelanja sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket “zero dollar tour”. Harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi, dengan metode pembayaran non tunai.

Praktek monopoli menyebabkan wisatawan mengalami kerugian. Bahkan, destinasi wisata dan negara dikunjungi juga sama menderitanya. Di paket ini, semua tak ada yang dapat untung. Semua gigit jari sebab semua transaksi terhubung secara non tunai menggunakan aplikasi dari China. Kemenpar sebagai otoritas tertinggi mengatur pariwisata juga tak tinggal diam. Semua lini langsung action.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pun ambil langkah tegas pariwisata Bali dijual murah mafia Tiongkok. Dan mendesak stakeholder pariwisata Bali merapatkan barisan ikut menyelesaikan masalah yang terjadi. Hasilnya ditemukan, ada praktik ilegal turis Tiongkok dipaksa berbelanja di sejumlah toko diduga mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok tanpa izin.

Ini sangat merugikan pariwisata Bali. Apalagi sistem pembayaran memakai sistem perbankan dari Tiongkok. “Tak ada sepeser didapat Bali. Malah merugikan bisnis pariwisata, karena Bali cuma dapat sampah. Kita harus selektif mendatangkan wisatawan ke Bali,” tandas Wagub Oka Artha saat Focus Group Discussion (FGD) bertema “Road to Quality Tourism”, di Hotel The Trans, Kuta, Rabu (25/10/2018)

Seperti dikutip Jawapos.com, kini baik sudah diambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke toko-toko yang dicurigai melakukan tindakan curang. “Apabila ketahuan melakukan tindakan kecurangan, langsung ditindak tegas baik pencabutan izin maupun penutupan usahanya,” paparnya serius.

Mantan Bupati Gianyar mengaku sudah turun langsung untuk pengecekan ke lapangan mendatangi beberapa toko. Dari hasil pengecekan ada yang mencurigakan, di mana pihak toko mempekerjakan orang asing, produk yang dijual tak mencerminkan Bali bahkan yang dijual barang impor.

“Kita semua harus bertanggungjawab, kita tidak ingin Bali dijual murah, semua pihak harus bersinergi bergandengan tangan memberantas Zero Dollar Tour. Karena pariwisata Bali tidak diuntungkan, malah dirugikan,” tegasnya.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengatakan FGD ini untuk menemukan solusi cepat dan efektif mengatasi problem ini. Hal ini untuk masa depan Bali, menjaga komitmen Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia.

Dilanjutkan, skenario disiapkan ada tiga. Pertama, pemberlakuan batas bawah. Langkah ini membuat industri di Bali survive dan tidak terperangkap persaingan harga murah. Kedua, pelarangan sistem kartel. “Caranya dengan melakukan pembatasan kunjungan ke kartel toko yang dimiliki warga negara originasi dalam hal itu toko dengan kepemilikan warga China,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (24/10/2018)

Ketiga, Kementerian Pariwisata kedua negara (Indonesia-Tiongkok) sepakat untuk melakukan seleksi terhadap travel agent/travel operator (Ta/To). Semua Ta/To harus teregistrasi dengan baik di kedua negara. “Tujuannya, supaya tak ada image buruk bagi kedua belah pihak. Misalnya, negara tujuan dianggap tak menarik, sehingga wisman originasi memiliki image negatif di suatu negara,” lontar Pitana.

Pitana mengaku sudah menghubungi Konjen China di Bali. Hasilnya? Konjen China menyambut gembira untuk melakukan pengawasan bersama, antara pemerintah China dan Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga seirama. Menjaga citra kepariwisataan Bali adalah harga mati yang tak boleh ditawar lagi. “Paket murah itu diselesaikan dengan cara B to B. ASITA Bali dipertemukan dengan industri dari Tiongkok. Fasilitatornya Gubernur Bali. Itu action terdekat yang dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, paling efektif memperkuat kerjasama antara ASITA, Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies kita dengan CNTA, China National Tourism Association, dengan membuat “White List Tour Agencies Tour Operators.” Membuat daftar atau meregistrasi Ta-To, yang direkomendasi kedua belah pihak, sehingga mudah mengontrolnya ketika ada keluhan.

“White List itu daftar Ta To yang baik, lawannya Black List daftar Ta To yang nakal. Nanti akan muncul daftar tour operator dan tour travel yang legal, terdaftar dan diakui oleh masing-masing asosiasinya. Karena, sekali lagi ini adalah kerjasama B to B,” tambahnya.

Ditambahkan praktek Zero Dollar Tour merugikan Indonesia dan China. Bahkan merusak nama baik dan reputasi kedua negara. Thailand juga pernah mengalami hal yang sama, karena itu saya sudah menugaskan untuk benchmark dengan Thailand. “Apa yang dilakukan oleh pemerintah Thailand dalam menangani case “Zero Dollar Tour” ini? Menertibkan tata niaga industri tour and travel, tanpa harus merusak kerjasama yang sudah berlangsung,” lontarnya. (EP)

Investor Kapal Pesiar Turki Ingin Tanamkan Modal di Labuan Bajo

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Event meeting IMF-World Bank di Nusa Dua Bali pada pertengahan Oktober 2018, berdampak posotif bagi industri pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Buktinya, Investor kapal pesiar dari Turki berniat untuk menanamkan modalnya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Investor asing itu merupakan salah satu delegasi IMF-WB, yang sempat meninjau Labuan Bajo untuk mensurvei kawasan wisata di Labuan Bajo serta Komodo. Ternyata, ada niat untuk berinvestasi di Labuan Bajo dan Komodo,” lontar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) NTT Semuel Rebo kepada Antara di Kupang, Rabu (24/10/2018).

Dilanjutkan investor Turki itu berniat berinvestasi di sektor kapal pesiar. Nantinya kapal yang saat ini berada di Turki akan dipindahkan ke Labuan Bajo agar bisa beroperasi di daerah itu. “Saya sempat ada di Labuan Bajo beberapa hari bersama dengan tim dari Bank Indonesia NTT. Dan menurut investor itu kapal wisatanya di Turki akan dipindahkan ke Labuan Bajo,” ujarnya.

Jika hal itu dapat terealisasi, lanjut Semuel, akan membantu akses transportasi yang semakin mudah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Labuhan Bajo dan Pulau Komodo. Namun satu hal yang ia khawatirkan adalah jangan sampai muncul penolakan dari warga seperti ada penolakan soal penempatan kapal milik ASDP di daerah itu.

Intinya BKPMD akan memberikan izin jika ada yang ingin berinvestasi di NTT sejauh demi membantu NTT. “Kami berharap ada kabar baik dari investor Turki yang tidak ingin menyebut namanya,” paparnya.

Ia juga berharap ada investor di sektor pariwisata yang bisa berinvestasi di daerah itu. Contohnya Singapura yang baru melihat langsung kawasan wisata itu bersama dengan Dubes Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya mempromosikan kawasan wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat kepada para investor dari Singapura. (EP)

Perjalanan Panjang Koes Plus Difilmkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perjalanan panjang band legendaris Indonesia, Koes Plus, bakal difilmkan. Film ini mengisahkan tentang jatuh bangun, pahit manis, suka duka group musik yang pernah ngetop di era tahun 1960 hingga 1980-an. Bahkan namanya masih mencuat hingga kini. Empat musisi Tonny Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Yon Koeswoyo, dan Murry tetap dibicarakan, tetap dikenang, dan tetap abadi.

Juga sudah sangat banyak lagu-lagu mereka yang sukses, bahkan di daur ulang, di aransemen baru hingga dinyanyikan kembali oleh sejumlah penyanyi dari berbagai generasi. Sebagai contoh, Lex’s Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T’lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal Yon yang aktif.

Untuk mengenang Koes Plus, Rumah produksi Falcon Pictures mengangkat cerita mereka menjadi film biopik. Produser Frederica yang sukses dengan film Warkop DKI Reborn, menyampaikan skenario film Koes Plus sudah siap dan saat ini tim sedang menyeleksi pemeran.

“Nantinya, film biopik ini menampilkan perjalanan karier band Koes Plus. Kami berharap film bisa membangkitkan kembali kenangan tentang Koes Plus,” ujar Frederica lewat keterangan tertulis, Rabu (24/10/2018).

Falcon mempercayakan posisi sutradara kepada sineas Rako Prijanto, yang sebelumnya menggarap Teman Tapi Menikah. Rako mengaku sangat bersemangat, bahkan merinding, ketika dia mendapat tawaran untuk menyutradarai film tersebut.

“Excited dan merinding ya,karena memang lagu-lagu Koes Plus sangat dekat dengan kita dan bisa kebayang nanti bagaimana adeganannya, dengan segala bentuk emosinya, dilatarbelakangi lagu-lagu koesplus yang sudah akrab dengan telinga masyarakat Indonesia,“ lontarnya.

Dia meyakini film Koes Plus punya kesempatan besar sukses. Kriteria kesuksesan film adalah dialog, gerak, dan suara. Film mendatang disebutnya memiliki tiga hal itu, didukung lantunan musik legendaris Koes Plus.

“Sudah terbayang nanti bagaimana adegannya, dengan segala bentuk emosinya, dilatarbelakangi oleh lagu-lagu Koes Plus yang sudah akrab dengan telinga masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Untuk saat ini, baik Falcon Pictures maupun Rako Prijanto sedang bekerja keras untuk mendapatkan pemain yang cocok untuk memerankan tokoh Tonny Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Murry. Mereka juga menerima masukan dari para netizen yang bisa di lakukan melalui akun ig falcon pictures @falconpictures_ (redaksibisniswisata@gmail.com)

Singapore Airlines Klaim Terbang Terpanjang di Dunia

this formate

SINGAPORE, bisniswisata.co.id: Singapore Airlines (SIA) mengklaim telah melakukan penerbangan komersial terpanjang di dunia, antara Singapura – New York. Penerbangan nonstop pertama antara Singapura dan New York berangkat dari Bandara Internasional Changi pada 11 Oktober 2018 pukul 23:37 (waktu Singapura) dan tiba di Bandara Internasional Liberty Newark pukul 05:29 (waktu AS bagian Timur).

Durasi penerbangan adalah 17 jam 52 menit. Dioperasikan dengan pesawat Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range) terbaru, rute ini akan dilayani tiga kali seminggu, berangkat dari Singapura pada Senin, Kamis, dan Sabtu. Operasi harian dimulai pada 18 Oktober setelah armada pesawat tambahan A350-900ULR memasuki layanan.

“Untuk merayakan penerbangan perdana, para pelanggan yang berangkat dari Singapura disuguhi penampilan di malam hari serta berbagai makanan dan minuman pada sebuah acara khusus yang diselenggarakan di pintu keberangkatan. Para pelanggan juga akan menerima goodie bag yang berisi sertifikat kenang-kenangan dan sepasang gelas Bodum dengan brand SIA,” papar CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong.

Dilansir marketeers, Rabu (24/10/2018) menyebutkan para pelanggan dalam penerbangan terpanjang di dunia ini disuguhi pengalaman perjalanan yang nyaman dan relaks dengan Makanan Sehat yang diciptakan oleh juru masak dan ahli gizi Canyon Ranch, pemimpin industri gaya hidup sehat dan kesehatan, sebagai tambahan dari pilihan makanan milik SIA dan kreasi dari juru masak dalam International Culinary Panel SIA.

Dirancang dengan memperhatikan kenyamanan para pelanggan, strategi tidur dan pengaturan pencahayaan kabin khusus guna meningkatkan suasana kabin untuk istirahat dan relaksasi juga diperkenalkan.

Pesawat ini didesain dengan langit-langit yang lebih tinggi, jendela yang lebih besar dan badan pesawat yang lebih lebar untuk mengurangi jetlag dan memastikan bahwa para pelanggan merasakan istirahat yang cukup dan relaks pada saat kedatangan.

Para pelanggan juga memiliki kontrol lebih atas pengalaman hiburan dalam penerbangan (IFE) mereka dengan myKrisWorld – penawaran personalisasi IFE pertama di dunia yang memberikan rekomendasi konten berdasarkan preferensi pelanggan dan riwayat tayangan.

Anggota KrisFlyer menyimpan dan melanjutkan konten, membuat daftar putar, dan menyesuaikan preferensi mereka di myKrisWorld untuk penerbangan selanjutnya. Selain itu, anggota KrisFlyer akan memiliki akses ke 200 jam tambahan konten hiburan di dalam penerbangan. Hal ini di luar dari 1,000 jam penawaran hiburan dalam penerbangan yang ada.

Para pelanggan juga dapat menikmati layanan WiFi berkecepatan tinggi di dalam pesawat A350-900ULR terbaru milik Singapore Airlines. Dilengkapi dengan modem satelit terbaru milik Panasonic Avionics yang beroperasi dengan jaringan satelit generasi ketiga, layanan ini mampu memberikan kecepatan internet yang lebih tinggi kepada para pelanggan.

Saat ini tersedia pada pesawat A350-900ULR dalam armada Singapore Airlines, layanan ini akan secara bertahap diperkenalkan ke dalam pesawat lainnya yang dilengkapi dengan fasilitas Internet dan konektivitas di dalam penerbangan untuk ponsel milik Panasonic Avionics.

CEO SIA mengaku bangga dapat memperkenalkan penerbangan komersial terpanjang di dunia dengan menggunakan pesawat A350-900ULR terbaru, dan terlebih lagi, kami senang dapat menyediakan peningkatan konektivitas antara Singapura dan Amerika Serikat kepada para pelanggan . “Ini menunjukkan komitmen kami untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai hal yang utama dari berbagai hal yang kami lakukan,” ungkapnya.

SIA merupakan pelanggan A350-900ULR pertama di dunia, dengan tujuh pemesanan pasti dengan Airbus. Pesawat ini akan dikonfigurasikan ke dalam dua kelas, dengan 67 kursi Business Classs dan 94 kursi Premium Economy Class. (EP)

Tenun Lurik Jogja Jelajah Belanda

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Tenun lirik, kain khas tradisional nusantara kini semakin dilirik. Dibandingkan tenun ikat, tenun lurik tak terlalu populer. Lebih populer didaerah asal tenun ikat dibuat, jadi punya pangsa pasar tersendiri. Memang, tenun lurik berbeda dengan tenun ikat. Perbedaannya dari jenis bahan. Sementara pembuatannya sama-sama dipintal.

Tenun lurik Jawa terutama Yogyakarta merupakan kain dengan motif yang sama dengan namanya, lurik artinya garis kecil-kecil dengan warna suram yang umumnya diselingi aneka warna benang. Sesuai fungsi dan kegunaan, tenun lurik Jawa dianggap kain paling tua di Indonesia.

Dahulu digunakan masyarakat kelas bawah untuk pakaian sehari-hari. Bagi wanita, kain lurik digunakan untuk bawahan sedangkan pria untuk atasan. Adat Jawa yang kental dengan filosofi, turut berperan dalam pembuatan motif lurik. Konon motif lurik Jawa ditentukan para tetua, kemudian mereka membuat, dan diwariskan kepada generasi selanjutanya.

Dalam perkembangan modern, lurik sekarang mendapat sentuhan warna-warna baru sehingga dapat pula dipakai sebagai bahan kemeja atau sebagai komponen estetika pada rompi atau jas. Untuk mengangkat tenun lurik ke kancah dunia, desainer Lala Ratna Komala Gozali menjelajah Belnada dengan memamerkan koleksi hasil rancangannya dalam ajang Modest Heritage Indonesia di Belanda, Desember 2018.

Lurik Jogyakarta menjadi pilihan Lala dengan tema kasual etnik. “Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia dengan kain tradisional ini, saya ingin mengangkat keindahan lurik Jogyakarta dalam tema kasual etnik,” ujar Lala seperti dilansir laman Gayahidup, Rabu (24/10/2018).

Lala optimis karyanya tenun lurik diminati masyarakat Belanda, mengingat orang-orang Belanda dulu yang pernah berada di wilayah Yogyakarta pasti mengenal dengan tenun lurik. “Kali ini saya ingin membuat kenangan bagi warga Belanda terhadap tenun lurik. Juga ingin mengangkat keindahan lurik Yogyakarta dalam tema kasual etnik,” lontanya.

Untuk koleksi kasual etnik tersebut, tak hanya memainkan bahan material Lurik saja, Lala menambahkan batik dengan warna-warna kalem. “Akan ada 6 look. Lebih banyak bermain di layering, ada yang pakai outer panjang, pakai dalaman, celana ditambah syal. Saya akan lebih banyak menyajikan koleksi tunik dan celana panjang,” imbuhnya.

Lala berharap dengan mengikuti ajang Modest Heritage Indonesia tersebut dapat memperkenalkan budaya Indonesia. “Ini tantangan karena pertama kali untuk saya untuk membawa nama Indonesia. Mudah-mudahan sambutannya bagus,” pungkasnya.

Tenun Lurik dari dulu hingga sekarang tetap lestasi. Kata lurik dari bahasa Jawa, lorek berarti garisgaris, yang merupakan lambang kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun dalam pembuatan namun sarat dengan makna. Selain berfungsi untuk menutup dan melindungi tubuh, lurik juga memiliki fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan.

Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat biasa, begitu pula lurik yang dipakai dalam upacara adat disesuaikan dengan waktu serta tujuannya.

Nama motifnya diperoleh dari nama flora, fauna, atau dari sesuatu benda yang dianggap sakral. Motif lurik tradisional memiliki makna yang mengandung petuah, cita-cita, serta harapan kepada pemakainya. Namun demikian saat ini pengguna lurik semakin sedikit dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Perajinnya pun dari waktu ke waktu mulai menghilang.

Desainer Lala punya kepedulian tinggi untuk mengangkat tenun lurik di dalam negeri, dan akan melalang buana ke Belanda, yang pernah tinggal lama di Indonesia. (EP)

Kunjungi Museum Cuma untuk Selfie, Bukan Lihat Karya Seni

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Direktur komunikasi di Centre Pompidou, Paris Benoit Parayre mengungkapkan pengunjung museum kini menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengambil gambar alias selfie ketimbang melihat karya seni, benda cagar budaya purbakala

“Mereka mengambil gambar, bahkan tidak berhenti di depan lukisan untuk menemukan hasil potret yang sesuai,” ceritanya, seperti yang dikutip dari Bloomberg, Kamis (24/10/2018).

Alangkah lebih baiknya jika pengunjung meluangkan lebih banyak waktu dengan menikmati seni. Dengan begitu, para pengunjung bisa benar-benar berbicara tentang karya seni, lalu menjelaskan kepada orang-orang bahwa mereka harus menikmati dan menemukannya juga. Setelah itu, giliran memotret karya seninya.

“Baru-baru ini, saya mulai menganggapnya (berfoto di depan karya seni) bermasalah. Bukan hanya karena gangguan, tetapi karena itu mengubah proses fisik dalam memandang seni. Sesungguhnya saya setuju bahwa ada waktu dan tempat untuk memotret seni,” tuturnya.

Di sisi lain, Parayre berpandangan pelarangan fotografi adalah perjuangan yang sia-sia. Pasalnya, para pengunjung akan bersembunyi dan tetap melakukannya. Pendapat ini berlandaskan pengalamannya mengunjungi banyak museum dari Shanghai ke Brasil, lalu ke Los Angeles hingga ke New York.

Chief Communications Officer di Museum Seni Metropolitan di New York Kenneth Weine memandang dari sudut pandang museum bahwa menjadi sesuatu yang mengagumkan ketika para pengunjung bisa mengenang pengalaman mereka melalui potret/gambar.

Sebagai seorang pemasar, sangat penting baginya bahwa kegiatan berfoto semacam itu bisa membuat museum dapat diakses oleh khalayak seluas mungkin. “Prinsip yang paling penting adalah melindungi seni sekaligus para pengunjung,” ujarnya.

Setiap museum pada kesimpulannya memang memiliki kebijakan sendiri, apakah dengan mengijinkan fotografi secara total, atau di spot-spot tertentu, atau justru kekeuh melarang kegiatan berfoto. Masing-masing punya pendekatan yang berbeda terhadap fenomena selfie. (EP)

Box Office: Halloween Hentikan Dominasi Venom

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Dominasi Venom di daftar film terlaris atau box office Amerika Serikat (AS) akhirnya digantikan Halloween. Film horor terbaru produksi Universal Studios itu sukses menempati peringkat teratas di pekan perdana pemutarannya.

Venom pun harus turun ke peringkat ketiga dengan raihan USD 18,1 juta. Walaupun begitu, hasil ini sudah sangat bagus karena mematahkan stigma kritikus film yang memberi rating rendah pada film Sony Spider-Verse. Film yang menampilkan sosok anti-hero ini sebelumnya hanya mendapatkan rating sebesar 31 persen dari laman Rotten Tomatoes.

Film Halloween menceritakan sosok psikopat bernama Michael Myers ini, mampu meraup pemasukan sampai USD 77,5 juta sejak dirilis pada 19 Oktober. Seperti dilansir dari Variety, hasil ini diperoleh dari 3928 lokasi pemutarannya di seluruh dunia.

Pencapaian ini tentunya membuat Halloween sukses menghentikan dominasi Venom yang memuncaki daftar box office AS selama dua minggu terakhir. Sementara itu peringkat kedua masih dihuni oleh film musikal A Star Is Born yang dibintangi Bradley Cooper dan Lady Gaga dengan pemasukan USD 19,3 juta. Urutan keempat dan kelima masing-masing ditempati Goosebumps 2: Haunted Halloween dan First Man.

Film Halloween sendiri merupakan yang ke-12 dari seri Halloween. Film horor-slasher ini kembali menampilkan Jamie Lee Curtis yang juga bermain di film perdana Halloween di tahun 1978.

Dengan bujet hanya USD 15 juta dan sudah meraih pemasukan total sekitar USD 90 juta di seluruh dunia sampai awal pekan ini, Halloween sudah meraih keuntungan cukup bagus. (EP)

Produk Wisata Indonesia Semarakkan Festival Belanja Alibaba

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Sejumlah produk, termasuk pariwisata Indonesia turut menyemarakkan festival belanja dalam jaringan yang digelar Alibaba Group pada 11 November 2018. Diantara produk tersebut terdapat juga informasi wisata Nusantara yang bersama produk lain tergabung di Paviliun Indonesia.

Dalam festival belanja di China ini, Alibaba memang meluncurkan Paviliun Indonesia. Paviliun ini berisi promosi produk Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan informasi pariwisata Nusantara, demikian pernyataan yang dikeluarkan Kedutaan Besar RI di Beijing, seperti dilansir laman Antara, Selasa (23/10/2018).

Produk-produk tersebut bisa diakses melalui aplikasi Tmall dan Tabao. Di ajang tersebut, produk Indonesia dijual secara daring bersama 180 ribu produk China dan negara lain dengan harga diskon.

Evolusi dan pesatnya perkembangan festival belanja ini menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem Alibaba tidak mengenal waktu dan menjangkau semua unsur e-commerce, demikian pernyataan CEO Alibaba Daniel Zhang saat peluncuran Festival Belanja 11-11 di Beijing, Jumat, 19/10.

Platform belanja Tmall yang dikelola Alibaba menawarkan 500 ribu item barang yang bisa dipesan mulai Sabtu, 20/10, dan konsumen sudah bisa mengakses kupon promosi melalui aplikasi Tmall dan Taobao di telepon seluler.

Aplikasi tersebut juga menyediakan 3.700 barang yang diimpor dari 75 negara, termasuk Indonesia. Tmall World, AliExpress, dan Lazada akan diakses ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

Platform belanja Lazada yang bermarkas di Singapura turut mengadakan festival tersebut di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Festival belanja selama 24 jam yang digelar Alibaba pada 2009 berhasil membukukan penjualan senilai 7,8 juta dolar AS. (EP)

Toraja Kaboro, Buah Inspirasi Desainer Novita Yunus

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Desainer Novita Yunus kembali memamerkan koleksi terbarunya dalam ajang Fashion Week di Jakarta. Sebanyak 17 koleksi hasil inspirasinya diperagakan secara luar biasa. Apalagi konsep koleksi Toraja Kaboro ini adalah “berfikir di luar kotak” dengan tren fashion masa kini.

“Sesuai namanya out of the box, koleksi ini merupakan aplikasi dari inspirasi ragam pola dan kebudayaan masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan,” lontar Navita Yunus seperti dilansir fimela.com, Selasa (23/10/2018).

Koleksi Toraja Kaboro, lanjut dia, mereupakan koleksi pakaian perempuan terdiri dari beberapa pakaian santai dan semi formal yang dibuat dengan teknik bordir dan motif-motif cetak yang dibuat dalam bentuk kaftan, one-piece, kimono, atasan dan bawahan dengan model pakaian boxy scissord.

Proses pembuatannya pun menggunakan berbagai macam metode diantaranya adalah tenun pada kain sutra, kain sutra dengan tenun motif khas Toraja, kain tenun Sarita dan beberapa kain dengan motif khas Toraja yang terisnpirasi oleh keindahan Toraja itu sendiri, lanjutnya.

Untuk melengkapi Toraja Kaboro diitambahkan dengan aksesoris seperti tas rotan dari Kalimantan dan kalung dengan setuhan batu onyx, yang membuat nuansa tradisional benar-benar kental. Dalam koleksi ini, warna yang digunakan dominan dalam warna hitam, putih, merah dan coklat terinspirasi oleh “Tongkonan” yang merupakan rumah tradisional Toraja.

Sebanyak 4 koleksi lewat lini ditampilkan dalam koleksi NY-Tie. “NY-Tie dibuat menggunakan material dengan teknik hand stamp, yaitu sponge dalam media pewarnaan alam. Selain itu, koleksinya kali ini menggunakan material bahan karung dari serat daun Roselia. Yang digunakan pada aksesoris syal dan sepatu,” lontarnya.

Material digunakan ialah tenun sutra dari garut dengan gunakan teknik shibori. Dan untuk finishing menggunakan teknik ikatan kanoko. Warna hitam, hijau lumut, biru, dan cokelat mendominasi koleski yang peruntukan pria dan perempuan, yang fited namun tetap loose. Untuk koleksi perempuan, padupadan antara simple dress dengan aksen ikat kanoko. Kemudian sarung palazo dan loose jaket.

Sedangkan untuk pria, kombinasi antara oversize kimono, boxy, T-shirt dan palazo serta sarung. Kelengkapan dari koleksi NY-Tie adalah lewat aksesoris. Seperti selop pria berwarna hitam dan cokelat, dengan bahan karung dan serat roselia. Untuk perempuan juga menggunakan selop yang sama.

Selain syal sutra shibori, syal karung roselia, NY-Tie juga menggunakan kalung dari bahan batu dan tulang onta. Serta gelang dari batu dan tanduk. Aksesoris lainnya adalah tas dari bahan tenun tuban kombinasi tenun Sumba dengan kulit domba dan cobra, tambahnya. (EP)