4 Tahun Jokowi-JK, Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Indonesi menunjukkan perkembangan yang positif dalam empat tahun kepemipinan Jokowi-JK. Bahkan pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia melampaui negara tetangga yaitu Malaysia. Bahkan, pariwisata juga menjadi motor pembangunan nasional. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan dan penerimaan devisa yang terus meningkat sejak 2015.

“Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat nomor 9 di dunia versi The World Travel & Tourism Council (WTTC). Di Asia nomor 3 dan ASEAN nomor satu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10)

Pemerintahan Jokowi-JK yang genap 4 tahun ini, ternyata pariwisata menjadi sektor penghasil devisa terbesar. Bahkan kini menjadi penyumbang devisa nasional keempat terbesar, setelah minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), minyak dan gas bumi, serta pertambangan (batubara), sambungnya.

Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari US$12,2 miliar menjadi US$13,6 miliar pada 2016. Setahun kemudian naik lagi menjadi US$15 miliar. Tahun ini, sektor andalan ini diharapkan mampu meraup devisa hingga US$17 miliar, serta proyeksi 2019 mencapai US$20 miliar.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus melejit dari tahun 2015 sebanyak 9,7 juta, pada tahun 2016 menjadi 11,5 juta, tahun 2017 sebanyak 14 juta. Pertumbuhan pariwisata di Indonesia mencapai 22%. Angka pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan wisatawan dunia sebesar 6,4%, atau pertumbuhan wisatawan di ASEAN sebesar 7%.

“Meski demikian, kenali musuhmu dan kenali dirimu. Vietnam tumbuh lebih baik mencapai 29 persen karena melakukan banyak deregulasi. Malaysia hanya tumbuh 4 persen. Di sisi lain, pertumbuhan pariwisata Indonesia jauh lebih tinggi dari Malaysia yang tumbuh hanya 4%; Singapura 5,8%; dan Thailand 8,7%,” urainya.

Sampai Agustus 2018, jumlah turis asing sudah mencapai 10,58 juta dari target 17 juta wisman. “Kunjungan pelancong Nusantara juga menunjukkan hal menggembirakan. Sejak tahun 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 berkembang lagi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 271 juta,” tutupnya.

Sementara pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan industri plesiran di kawasan ASEAN hanya tumbuh 7% dan di dunia hanya 6%. Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Menurut mereka, peringkat Indonesia naik 8 poin dari 50 di 2015 ke peringkat 42 pada 2017.

Komitmen Pariwisata untuk menyumbang devisa nomor 1 mengalahkan sektor perekonomian lain dengan proyeksi nilai sebesar 20 Miliar US Dollar di tahun 2019. Ranking Index Pariwisata Indonesia yang disampaikan oleh WTTC, secara konsisten mengalami kenaikan, dari ranking 70 di tahun 2013, melonjak tajam ke ranking 50 di tahun 2015, dan naik ke ranking 42 di tahun 2017.

“Pariwisata Indonesia secara konsisten terus meraih penghargaan di level internasional, di antaranya adalah 46 penghargaan di 22 negara di tahun 2016, 27 penghargaan di 13 negara di tahun 2017, dan 31 penghargaan di 9 negara sampai kwartal 3 di tahun 2018,” sambungnya. (EP)

Bali Optimis Target Kunjungan Wisatawan 2018 Tercapai

this formate

DENPASAR, bisniswisata. co.id: Sejak Januari 2018 hingga Agustus 2018, jumlah kunjungan wisman ke Bali telah mencapai 4,091 juta. Tahun ini, Bali sendiri ditarget mendatangkan 6,5 juta wisman lebih tinggi 13% dari tahun lalu yang realisasinya 5,6 juta wisman.

“Saat ini rata-rata kunjungan wisman di Bali setiap bulannya adalah sebanya 600.000 wisman. Jika Bali bisa mempertahankan ini maka target hingga akhir 2018 bisa tercapai,” papar Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra

Meski target optimis tercapai, lanjut Walikota, Bali tak pernah berhenti untuk melakukan aksi agar kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata semakin meningkat atau melebihi dari target yang ditetapkan. Salah satunya, Denpasar mulai mendorong berkembangnya kampung hijau untuk meningkatkan lingkungan bersih yang akan mempengaruhi kunjungan wisata ke kota tersebut.

Dilanjutkan, secara bertahap kampung hijau akan terus bertumbuh di wilayahnya. Sebagai permulaan, Desa Panjer dan Sesetan menjadi pionir dalam rencana tersebut. Adapun, Panjer mengembangkan kampung hijau lewat pemukiman yang ada di Tukad Yeh Aye. Kampung hijau di Desa Panjer ini baru saja diresmikan pada Senin kemarin.

Kampung hijau diwujudkan dalam banyaknya tanaman hijau di sepanjang jalan dan sungai yang bersih dari sampah. Selain itu, infrastruktur jalan juga telah diperbaiki sedemikian rupa sehingga nyaman dilalui. Selain Panjer, desa lain yang juga sedang membentuk kampung hijau adalah Sesetan. Bahkan, desa tersebut telah memprogramkan kampung hijau sejak Agustus 2018.

Walaupun mulai banyak muncul kampung hijau di Denpasar, dia belum berani meberikan target. Menurutnya, kampung hijau ini akan menjadi program berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap. “Melaksanakan hal ini sudah menjadi bagian dari karakter kota ke depannya, ini akan menjadi program berkelanjutan,” kata Walikota seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (23/10/2018).

Kata dia, Denpasar juga mendorong pemberdayaan lingkungan lewat revitalisasi sungai seperti Tukad Badung dan Tukad Bindu. Tukad Badung merupakan aliran sungai yang berada di antara dua pasar besar di Bali yakni Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.

Sebelumnya, aliran air Tukad Badung kerap kali dipenuhi sampah dan tidak tertata. Saat ini, sungai tersebut telah direvitalisasi menjadi kawasan yang menarik untuk dijadikan tempat wisata keluarga.

Selain itu, sungai lain yang juga direvitalisasi yakni Tukad Bindu. Di sana selain sungai yang direvitalisasi, juga disediakan Permainan anak tradisional, kuliner tradisional Bali, Kopi Bindu, taman anggrek, hingga pengelolaan budidaya ikan lele dengan aquaponik.

Kawasan itu pun menjadi community based untuk membentuk kemandirian masyarakat dan akselerasi pembangunan. “Contohnya Tukad Bindu yang bisa diberdayakan dan saat ini sudah berjalan, seperti yang saya katakan tadi, ini erat juga dengan kunjungan wisata kita,” katanya.

Direktur Perbenihan Tanaman Hutan (PTH) Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Mintarjo mengatakan langkah Denpasar untuk menghijaukan pemukiman dan kotanya merupakan cara tepat dalam meningkatkan kunjungan pariwisata.

Rencana Denpasar ini pun dinilai bersinergi dengan program pemerintah pusat dalam membentuk kampung iklim yang mendorong masyarakat untuk sadar dalam mengendalikan perubahan iklim lewat kepedulian pada lingkungan. “Ini inisiasi yang bagus dilakukan dan telah secara nyata terlihat bagus dan akan terus menerus di dorong secara pasti untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman,” katanya. (EP)

ACI: Bandara Hartsfield-Jackson Atlanta Tersibuk di Dunia

this formate

MONTREAL KANADA, bisniswisata.co.id: Airports Council International (ACI) baru saja merilis daftar bandara tersibuk di dunia berdasarkan data perjalanan 2017. Kesibukan tersebut tergantung dengan suasana bandara, jadwal yang ketat, serta penumpang dan petugas. Lalu, bandara apakah yang paling sibuk di dunia?

Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta (Georgia) berada di peringkat teratas. dengan dikunjungi hampir 104 juta penumpang melewati bandara tersebut sepanjag pada tahun 2017.

Diklaim posisi Atlanta yang strategis sebagai penghubung utama dan pintu masuk-keluar ke Amerika Utara menjadi penyebabnya. Bandara ini menerbangkan 80% dari populasi penduduk Amerika Serikat atau lebih dari 300 juta orang per dua jam penerbangan.

Secara global sendiri, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang, lalu lintas kargo udara, dan total pergerakan pesawat. Selain itu, ACI memaparkan bahwa Tiongkok dan India patut menjadi perhatian karena lalu lintas penumpang gabungan mereka mewakili 34,5% dari total global.

Sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Indonesia) menempati posisi 17 dengan jumlah penumpang sebanyak 63 juta orang. Urutan ini lebih bagus ketimbang Bandara Changi Singapura (Singapura) mnempati urutan 18 dengan penumpang 62.22 juta orang. Dan posisi paling buncit Bandara Internasional Denver (Colorado) dengan penumpang sebanyak 61 juta orang

Dari 20 bandara teratas yang tumbuh paling cepat dengan lebih dari 15 juta penumpang, 16 bandara berlokasi di kedua negara tersebut. Melansir Dream.co.id, Selasa (23/10/2018) berikut daftar bandara paling sibuk di dunia tahun 2017 menurut ACI:

1. Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta (Georgia) – 104 juta penumpang
2. Bandara Internasional Ibukota Beijing (Cina) – 96 juta
3. Bandara Internasional Dubai (Uni Emirat Arab) – 88 juta
4. Bandara Internasional Tokyo Haneda (Jepang) – 85 juta
5. Bandar Udara Internasional Los Angeles (California) – 84,6 juta

6. Chicago O’Hare International Airport (Illinois) – 80 juta
7. Bandara London Heathrow (Inggris) – 78 juta
8. Bandara Internasional Hong Kong (Cina) – 73 juta
9. Shanghai Pudong International Airport (China) – 70 juta
10. Aéroport de Paris-Charles de Gaulle (Prancis) – 69 juta

11. Bandara Schiphol Amsterdam (Belanda) – 68,5 juta
12. Bandara Internasional Dallas / Fort Worth (Texas) – 67 juta
13. Bandara Internasional Bai Yun Guangzhou (Cina) – 66 juta
14. Bandara Utama Frankfurt Am (Jerman) – 64,5 juta
15. Bandara Internasional Atatürk (Turki) – 64 juta

16. Bandar Udara Internasional Indira Gandhi (India) – 63,5 juta
17. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Indonesia) – 63 juta
18. Bandara Changi Singapura (Singapura) – 62.22 juta
19. Bandara Internasional Incheon (Korea Selatan) – 62,16 juta
20. Bandara Internasional Denver (Colorado) – 61 juta (EP)

Nyaneut, Budaya Ngeteh ala Garut

this formate

GARUT, bisniswisata.co.id: Dinginnya cuaca malam dengan pancaran terang bulan di atas langit Garut, tak menghalangi ribuan warga Cigedug, Garut, Jawa Barat memasuki area lapangan Situgede, Cigedug tempat berlangsungnya acara Nyaneut. Festival tahunan ngeteh bersama warga Garut merupakan agenda rutin tahunan Pemda Garut dalam lima tahun terakhir.

“Festival malam ini untuk yang ke lima. Nyaneut bagi warga Cigedug adalah hajatan warga, festival itu bertujuan melestarikan pentingnya budaya ngeteh bagi masyarakat sekitar,” ujar Ketua Festival Nyaneut, Dasep Badrussalam, di lokasi kegiatan, Minggu, (21/10) malam.

Dasep prihatin terhadap generasi muda lebih doyan minuman ringan bersoda, ssementara ngeteh mungkin dianggap ketinggalan zaman. Padahal, budaya nyaneut atau minum teh bersama bagi warga Garut, terutama Cigedug sudah berlangsung lama. Dalam catatan sejarah kebudayaan lokal, kebisaan itu dimulai tahun 1728 yang dibawa oleh Wali Songo.

“Dulu para wali saat mengumpulkan masyarakat dalam menyebarkan agama, selalu ngeteh dulu atau nyaneut,” kata Dasep sambil menambahkan Khusus di area dekat perkebunan teh, budaya nyaneut sudah menjadi tradisi masyarakat, tak ayal di beberapa area perkebunan teh seperti Bandung, Sukabumi, Cianjur, Bogor, budaya nyaneut selalu dilangsungkan.

Nyaneut itu, maknanya merekatkan silaturahmi antarwarga. Bahkan, catatan literatur dan cerita turun-temurun masyarakat sekitar, kabupaten Garut termasuk salah satu penghasil teh terbesar di pulau Jawa, sebagai komoditas utama dagangan Belanda di Eropa. “Makanya kita harus bangga untuk tetap melestarikan kekayaan budaya lokal ini,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, panitia menyedikan puluhan meja jongkok panjang berderet di tengah lapangan, untuk menyimpan ratusan gelas cangkir berisi teh hangat yang terbuat dari seng. Sementara, warga serta tamu atau pengunjung yang datang, dengan sendirinya akan mengambil posisi duduk yang cocok menghadap sebuah panggung besar, sambil menikmati sajian teh plus pementasan gelar budaya.

Selain sajian teh hijau hangat menggoda, festival nyaneut juga menawarkan ragam macam makanan tradisional cuci mulut pendampingnya terbilang alami, sebut saja kacang rebus, singkong, ubi jalar, siem atau waluh istilah warga sekitar ikut tersedia. “Tinggal bayar Rp 50 ribu, Anda sudah bisa menikmati sepuasnya,” ujarnya.

Di tengah cuaca kawasan Cigedug yang terkenal dingin menggigil, acara nyaneut memang semakin seru dengan tampilan kesenian lokal yang cukup menghibur, seperti marawis, kaulinan barudak lembur, geprak tongkat, terebangan, orasi budaya, angklung buncis, karinding, hingga gelaran wayang golek sebagai penutup kegiatan.

Anggota Komisi Pendidikan DPR Ferdiansyah mendukung penuh gelaran itu. Menurutnya, festival nyaneut harus mampu naik kelas menjadi kegiatan wisata dunia dari Garut. “Kenapa di Jepang ada budaya minum teh, kok di Garut penghasil teh kelas dunia tidak ada,” ujarnya seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (23/10)

Menurutnya, sejak zaman penjajahan Belanda, teh hijau Garut terutama dari daerah Bayongbong, Cigedug dan Cikajang, sudah menjadi komoditas unggulan teh dunia. Namun, seiring berjalannya waktu, pamor mereka justru redup. “Makanya nyaneut ini harus dijadikan media untuk mengangkatnya kembali,” pinta dia.

Dalam lima tahun perjalanannya, lembaganya menilai, festival nyaneut berpotensi menjadi magnet objek wisata baru untuk menarik jumlah wisatawan baik lokal maupun global. “Ke depanya buat lagi kegiatan ini agar lebih atraktif dengan ragam kesenian,” kata dia.

Dengan upaya itu, ia berharap festival nyaneut bisa menjadi agenda rutin tahunan yang digelar secara periodik oleh pemerintah, baik pusat atau daerah. “Kita targetkan lima tahun lagi menjadi kalender provinsi Jabar, 10 tahun lagi atau 2028 menjadi agenda kalender nasional,” ujar dia berharap.

Jhon, (50), salah seorang pengunjung lokal warga Garut Kota mengaku terkesan dengan tingginya animo warga dan pengunjung yang menikmati festival itu. Menurutnya, kegiatan tersebut layak dijadikan agenda wisata nasional ke depan. “Kan kalau daerah lain festival ngopi, di Garut ada ngeteh nyaneut,” kata dia.

Dengan banyaknya kegiatan tradisional disajikan di dalamnya. Abang panggilan akrab di kalangan penggiat Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Garut ini, menilai festival nyaneut mampu merekatkan silaturahmi warga. “Istilahnya dengan ngeteh kita bisa tepo sono antar lintas generasi,” kata dia.

Ia pun berharap agar Kementerian Pariwisata bisa memasukkan agenda festival nganeut, dalam daftar wisata unggulan nasional dari Garut yang wajib dipublikasikan “Ini kan sudah langka juga, jadi pas kalau dikembangkan lagi,” pinta dia.

Meskipun hanya satu tahun sekali, tidak ada salahnya merencanakan menikmati festival itu. Arahkan rute kendaraan menuju lapangan Situgede, Cigedung tidak jauh dari jalan raya Cikajang-Garut, atau hanya satu jam perjalanan dari wilayah Garut kota. (EP)

Jelang Akhir Tahun, Paket Wisata Mandeh Diserbu Wisatawan

this formate

PAINAN, bisniswisata.co.id: Wisatawan dalam maupun luar negeri mulai menyerbu paket wisata akhir tahun di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Serbuan wisatawan ini lantaran promosi Mandeh kian gencar, bahkan sudah menjadi Instagramable karena seringnya wisatawan milenia memposting keindahan Mandeh di Medsos.

Pemilik biro perjalanan wisata Asila Tour, Elfi Wahyuni mengakui sepekan terakhir banyak wisatawan memesan paket wisata untuk mengisi libur akhir tahun di Kawasan Mandeh. “Kondisi ini persis seperti tahun sebelumnya dimana sejak akhir Oktober banyak wisatawan memesan paket wisata. Terdapat beberapa paket wisata yang bisa dinikmati wisatawan di Kawasan Mandeh,” lontar Elfi.

Dilanjutkan paket wisata itu mulai menginap di pulau, berkeliling pulau dengan kapal wisata, makan siang dan makan malam di pulau, berenang, snorkeling, terjun bebas, mendaki, permainan air seperti banana boat, jet ski, donat boat, memancing dan lainnya. “Paket dihargai mulai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu per orang tergantung jenis paket dan fasilitas yang dipesan wisatawan,” lontarnya.

Paket wisata itu sekaligus tersedia asuransi sehingga wisatawan lebih nyaman ketika menikmati keindahan pulau-pulau dan menjajal berbagai permainan air. Sementara itu, pemilik biro perjalanan wisata lainnya, Wisland Tour, Hendra mengatakan hal serupa, pihaknya juga sudah kebanjiran pesanan paket wisata, tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Mawardi Roska menyebutkan kunjungan wisatawan ke daerah setempat setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Pada 2016, sebanyak 1,98 juta wisatawan domestik dan 1.700 wisatawan mancanegara mengunjungi daerah itu.

Selanjutnya mengalami peningkatan pada 2017 dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik 2,3 juta dan wisatawan mancanegara masih 1.700. “Pada tahun ini kami menargetkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai 3,5 juta,” ujarnya seperti dilansir laman Republika, Selasa (23/10/2018).

Tercatat ada banyak objek Wisata menghiasi kawasan wisata bahari Mandeh. Sayangnya, belum diexpose bahkan masih ada yang perawan karena masih belum banyak dijamah orang. Namun ada lima destinasi wisata bahari di Kawasan Mandeh yang ngehits. Di kawasan ini, para pengunjung dapat menikmati udara bersih, laut biru, angin pantai semilir, rindangnya pohon kelapa sehingga menimbulkan efek relaksasi. Didaerah ini juga surganya para penyelam.

1. Puncak Nona

Puncak nona atau sering disebut juga puncak kawasan mandeh, sebelum anda sampai ke dermaga carocok tarusan anda bisa berselfie di daerah ini juga untuk cuci mata dengan keindahan kawasan mandeh dari ketinggian, pemandangan kawasan mandeh ini sangatlah indah hingga orang menyebutnya dengan raja ampatnya sumatera barat.

2. Pulau Sironjong Gadang

Para wisatawan akan berangkat dari dermaga carocok untuk mengunjungi pulau seronjang gadang yang merupakan tujuan pertama. Sironjang gadang adalah pulau yang indah dan masih sangat alami disini anda bisa melakukan snorkling atau pun berenang.

3. Pulau Sironjong ketek

Pulau batu cadas yakni pulau sironjang ketek, anda di sini bisa melakukan cliff jumping(terjun bebas dari ketinggian ke air laut) dan juga melakukan snorkling.

4. Desa Kapo Kapo dan Hutan Mangrove

Wisatawan melihat hutan mangrove yang cantik sambil melakukan makan siang tentunya itu sangat menyenangkan.

5. Pulau Sutan

Pulau yang sangat indah dan memiliki pasir yang putih serta lembut disini anda bisa melakukan waterspot yakni seperti banana boat, donat boat, kupu kupu atau jet ski. (EP)

Tragis, Turis Mengais Makanan di Tong Sampah Sanur

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Video seorang wisatawan mancanegara ( wisman) mengais makanan dari tong sampah viral di Bali, menjadi viral. Dalam 3 video yang masing-masing berdurasi 19, 17 dan 16 detik tersebut, tampak setelah mengais tong sampah, wisman yang berpeci putih, membawa rangsel dipungunya, bercelana dan berkaos tangtop mengambil sisa makanan yang sudah dibuang untuk dimakan.

Video aksi pertama wisman diduga dari Bulgaria tersebut berdurasi 19 detik. Dia terlihat mengais-ngais tong sampah berwarna biru. Dia tampak menemukan buah-bahan dari tong sampah lalu dimakan. Selang beberapa saat, dia meninggalkan tong sampah tersebut.

Lalu turis asing itu bergeser ke tong sampah lainnya, tak jauh dari tempat sampah pertama. Di tong sampah kedua, wisman yang mengenakan celana pendek tersebut kembali mengambil sisa makanan. Tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar, dia mengonsumsi makanan yang diambil dari tempat sampah.

Aksi wisman tersebut direkam dan diunggah oleh Dwikayanthi Pudjha di akun Facebook miliknya pada Sabtu (20/10/2018). Peristiwa ini terjadi di depan Pollok Artshop-Museum Leemayour, Pantai Sanur, Bali.

Dwikayanthi mengatakan, sesungguhnya wisman tersebut sudah terlihat mondar-mandir sehari sebelumnya. Tapi dia tidak menyangka bahwa turis asing itu nekat mengais makanan di tong sampah. “Seperti yang di video, dia jelas sekali makan di tong sampah,” kata Dwikayanthi seperti dikutip laman Kompas.com, Senin (22/10/2018) sore.

Menurut Dwikayanthi memang sempat beredar informasi ada wisatawan asal Latvia yang hilang. Namun setelah video tersebut ditunjukkan ke pihak keluarga, ternyata bukan dia.

Dwikayanti sendiri mengaku tidak sempat mengajak ngobrol wisman tersebut. Ia menyayangkan ada wisman yang luntang-lantung di Bali sampai mengais makanan dari tong sampah. “Saya pernah keluar negeri, harus ada saldo minimal di rekening. Tapi ini kok ada wisatawan yang ngegembel, miris juga lihatnya,” ujar Dwikayanti.

Ditempat terpisah, Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita langsung menerjunkan personil untuk menelusuri pria yang mengais sampah yang viral di media sosial. Apalagi ada laporan masuk ke Polsek Ubud bahwa ada turis asal Republik Latvia bernama Gatis Baumanis, dinyatakan hilang oleh keluarganya hingga kini masih misterius.

“Seorang turis yang videonya mirip dan diduga Gatis Baumanis di Pantai Sanur, rupanya bukan Gatis setelah Kami koordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan,” ujar Kompol Raka Sugita Senin (22/10).

Polisi langsung mencari turis yang makan dari mengorek-ngorek makanan sisa di tong sampah itu. “Unit Lidik ke wilayah Denpasar Selatan (Densel), mengecek bersama orang tua dari Baumanis. Ketemu di Densel, ternyata itu bukan Baumanis,” tegas Kompol Raka seperti diunduh laman RadarBali.

Dilanjutkan, turis gelandangan itu bukan dari Republik Latvia. “Itu (turis gelandangan, red) wisatawan asing asal Bulgaria,” jelasnya. Walau bukan Gatis, namun pihak kepolisian tetap memburu Gatis Baumanis.

“Kami tetap mengadakan pencarian bersama anggota Polsek Densel,” tukasnya. Polisi juga telah menyebarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait Gatis. Ciri-ciri Gatis setinggi 192 cm, rambut ikal, warna kulit putih, telinga bulat lebar dan hidung mancung. Gatis memiliki bentuk muka lonjong dan bentuk badan sedang. (EP)

Yello Hotels Ekspansi ke Manado

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Yello Hotels, hotel kelas menengah bagi para netizen, merencanakan ekspansi membuka hotel baru di kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Meramaikan bisnis hotel di Kota Tinutuan ini, berdiri di pusat kota Manado tepatnya Jl. Ahmad Yani dan hotel yang memiliki 130 kamar. Rencananya hotel beroperasi tahun 2021.

Brand Manager Yello Hotels, Josephine Balie, mengatakan Yello Hotel Manado tidak hanya menjadi tempat melepas lelah bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara yang tengah berwisata di Manado, namun hotel ini juga menjaring wisatawan MICE maupun pelancong bisnis yang dapat memanfaatkan ruang rapat bisnis maupun meeting lainnya yang sangat ekslusif.

Selain itu, Yello hotel mencerminkan semakin populernya bahkan sangat cocok untuk melayani wisatawan milenial yang mencari perspektif baru tentang tempat mereka menginap.

“Yello Hotels akan menjadi tempat dimana para tamu dapat berkunjung dan bersosialisasi di sebuah tempat dengan suasana yang memiliki ambiance yang sarat dengan street art dan tentunya juga tech-savvy,” kata Josephine dalam keterangan rilisnya yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Sebagai ciri khas Yello Hotels, desain maupun tata ruang kamar Yello Hotels menjadi percampuran antara desain modern, semua kebutuhan digital terkini, tempat tidur yang luas juga dilengkapi high speed wi-fi. Sehingga tamu hotel akan berlama-lama di Kota Manado.

Para tamu juga dapat bersantai di restaurant yang buka selama 24-jam, rooftop bar yang trendy dan lobi hotel yang luas untuk bisa saling berkolaborasi. Di area ini, para traveler dapat saling berkumpul, berkreasi ataupun hanya untuk bersantai.

Tauzia Group Hotels meluncurkan Yello Hotels lima tahun yang lalu dengan lokasi pertama di Surabaya. Semenjak itu merek hotel tersebut terus berekspansi ke Jakarta, Bandung dan Jambi. Tauzia juga segera membuka Yello Hotels di Kupang dijadwalkan buka pada kuartal IV-2019, kemudian menjelajahi Kuta Beach Bali, melakukan ekspansi di Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada Kuartal I-2020, lantas Medan, Malang dan kota-kota lain di Indonesia sampai tahun 2023. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Travelling Keliling Dunia Gratis ala Travel Hacker

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Siapa bilang pergi berlibur dengan maskapai kelas atas dan menginap di hotel supermewah hanya bisa dilakukan dengan merogoh kocek besar? Bagi para travel hacker, mereka bisa menggelontorkan kocek superminim, bahkan tak merogoh kocek sepeser pun untuk dapat menikmati hal ini. Lantas, bagaimana caranya?

Travel hacking menurut Marianne Rumantir, CEO Member.id yang juga seorang travel hacker ini merupakan sebuah teknik bagi para traveller untuk mengumpulkan flyer miles dan poin untuk dapat berpergian secara gratis.

Kepada Marketeers, Senin (22/10/2018) Marianne mengatakan ada sejumlah hal yang dilakukan para travel hacker dalam upaya melakukan travel hacking, antara lain:

#. Temukan Sumber Informasi yang Tepat

Hal mendasar yang biasa dilakukan para travel hacker adalah memantau informasi dari sejumlah situs yang menjadi andalan mereka. Mengelaborasi lebih jauh, Marianne mengatakan bagi Anda yang ingin mengunjungi wilayah Amerika Serikat, Anda bisa mencari informasi di situs The Points Guy, One Mile At A time, Frugal Travel Guy, Nomadic Matt, Million Mile Secrets, Frequent Flier, dan Extra Pack of Peanuts. Sementara untuk Inggris dan Eropa, Anda bisa mengunjungi situs God Save The Points, Flyer Miler, atau Go Travel Your Way. Sedangkan Australia dapat dilihat pada situs Pointshacks.com.au atau Backstreet Nomad.

#. Gunakan Satu Airlines di Tiap Major Alliance

Terdapat tiga major alliances di dunia, yakni Star Alliance (28 maskapai penerbangan), Sky Team (20 maskapai penerbangan), dan One World (15 maskapai penerbangan). Para travel hacker secara umum hanya memilih satu atau maksimum dua airlines dari tiap-tiap major alliance. Mereka kemudian menaruh poin di masing-masing pocket airlines untuk mendapatkan reward. Sebagai contoh, Anda hanya terbang menggunakan Garuda Indonesia yang menjadi anggota dari Sky Team, memilih terbang dengan Cathay Pacific yang berada di bawah One World, atau US Airways yang menjadi anggota dari Star Alliance. Dengan begini, poin reward atau miles yang Anda peroleh akan lebih cepat terkumpul untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan dibandingkan jika Anda terbang dengan maskapai yang berbeda-beda. Melakukan hal tersebut hanya akan membuat poin Anda tercecer dan sulit terakumulasi mencapai target yang diinginkan.

#. Identifikasi Tujuan Anda

Pahami travel goals Anda lalu identifikasi program rewards dari airline dan hotel dengan earning and redemption program terbaik. Carilah ulasan sebanyak mungkin sebelum Anda memilih menjadi loyal terhadap satu airline. Pastikan, Anda tak akan kesulitan dalam menukarkan poin reward tersebut.

#. Berbelanja di Airline Malls/Partners

Anda harus mulai mengubah habit purchase Anda. Ketika Anda ingin membeli sesuatu misalnya pakaian atau sepatu, cobalah berbelanja di airline malls atau partner mereka. Hal ini masih kurang disadari, padahal dampaknya cukup membantu dalam mendongkrak poin yang Anda kumpulkan.

#. Pilih Kartu Kredit yang Tepat

Pilihlah Kartu Kredit yang tepat untuk Anda sesuai dengan spending habits dan rewads goals Anda. Pilihlah kartu kredit yang tepat yang mungkin bekerjasama dengan Airline yang Anda gunakan. Tak hanya dalam hal seputar pembayaran perjalanan, Anda bisa memilih Kartu Kredit yang menawarkan reward seputar potongan harga atau perjalanan gratis hingga penginapan gratis. Anda juga dapat menggunakan Kartu Kredit tersebut ke dalam transaksi-transaksi keseharian yang Anda lakukan untuk menambah poin reward.

#. Linked Accounts & Promo Sign-Ups

Pastikan Anda menautkan akun tempat Anda memperoleh poin tambahan untuk mendapatkan bonus ganda. Sebagai contoh, dapatkan Krisflyer dari Grab Rewards. (EP)

26 – 28 Oktober 2018, Tour de Linggarjati

this formate

KUNINGAN, bisniswisata.co.id: Lomba balap sepeda bertajuk Tour De Linggarjati kembali dihelat. Perhelatan tahunan ini dijamin bakal seru. Keseruannya karena semua pembelap bisa berkompetisi sambil menjelajah berbagai destinasi wisata sejarah yang keren. Kegiatan ini dibalut indahnya alam pedesaan di kaki Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat yang digelar pada 26 hingga 28 Oktober 2018.

Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk memoles jalan jadi mulus plus dilalui pembalap berkecepatan tinggi. Rute yang dijelajahi juga sudah diperbaiki. Bahkan destinasi wisata alam Linggarjati memiliki berbagai landscape yang menarik. Ditambah lagi beragam peninggalan sejarahnya tak kalah menariknya.

Tour De Linggarjati 2018 berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari pelaksanaan kirab pada Jumat (26/10) yang akan diikuti para atlet, ofisial, panitia, pejabat daerah dan masyarakat umum. Kirab akan berlangsung sepanjang 16,2 kilometer yang dimulai dari Depan Pendopo Kuningan dan finish di Lapangan Sepak Bola Desa Purwasari Garawangi.

Di hari yang sama juga akan dilangsungkan lomba untuk kategori “Individual Time Trial (ITT) dengan jarak tempuh 9,8 kilometer. Hari kedua akan digelar Individual Road Race (IRR) yang terdiri dari tiga kategori putra dan putri. Yakni IRR Youth dengan jarak tempuh 43,1 kilometer, IRR Junior dengan jarak tempuh 65,3 kilometer dan IRR Men Elite dengan jarak tempuh 119,7 kilometer.

Hari terakhir, Ahad (28/10) akan digelar nomor Criterium dengan jarak tempuh 3 kilometer. Peserta diajak menaklukan trek sejauh 3 km, yang ditempuh dengan beberapa kali lap/putaran sesuai kategori usia.

Sebagai pendukung kegiatan disiapkan. Ada UMKM Fair yang akan menampilkan produk unggulan daerah. Tak hanya itu, para penggemar hobby fotografi juga bersiap-siap memeriahkan acara melalui kegiatan Lomba Foto Tour De Linggarjati. Dan bagi masyarakat juga dapat mengikuti Lomba Funbike pada Ahad dengan titik start dan finish di Pandapa Paramarta.

Kuningan memiliki banyak potensi pariwisata yang belum diketahui khalayak ramai. Dengan tagline Lintasi Alam, Kenali Budaya, Cintai Sejarah. Para atlet akan diajak melintasi alam Kuningan yang indah, dikenalkan juga dengan tampilan budaya daerah. Serta mengingatkan kembali bahwa Linggarjati adalah saksi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dampak positif lainnya dari event ini adalah tumbuhnya angka kedatangan wisatawan ke Kabupaten Kuningan, sehingga memicu tumbuh kembangnya usaha-usaha ekonomi kreatif yang menunjang dan mendukung pariwisata yang ada di Kabupaten Kuningan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Praktik “Zero Dollar Tour” Wisman China Merebak di Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Tudingan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) asal China terkait dengan praktik pemasaran “zero dollar tour”, kini semakin merebak di Bali. Kondisi ini membuat gerah pemerintah daerah, legislatif, hingga pelaku pariwisata di Pulau Dewata.

Pasalnya, praktik “zero dollar tour” ini merujuk kedatangan turis Tiongkok ke Bali, dengan membeli paket wisata melalui agen perjalanan wisata di negara mereka dengan harga sangat murah. Malah, harga paketnya disinyalir hanya senilai biaya tiket perjalanan Denpasar-China.

Meski selintas wisatawan yang membeli paket ini diuntungkan, namun dalam praktiknya tidak benar-benar untung. Selama di Bali, mereka diwajibkan mengikuti jadwal tur yang telah ditetapkan oleh agen wisatanya. Agen wisata kemudian menerapkan praktek monopoli, yakni hanya membawa wisatawan berbelanja di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Tempat berbelanja itu, sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket “zero dollar tour”. Ternyata, harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi, lebih mahal dan dengan metode pembayaran non tunai. Hal ini menyebabkan wisatawan mengalami kerugian.

Begitu juga dngan destinasi wisata maupun negara yang dikunjungi, pihak-pihak ini tidak mendapatkan pendapatan karena semua transaksi terhubung secara non tunai menggunakan aplikasi dari China.

Padahal, jumlah turis China yang datang ke Indonesia sudah mencapai 1,9 juta orang pada tahun 2017. Jumlaj ini mengalami peningkatan secara signifikan dibandingkan realisasi pada 2009 yang hanya 395.000 wisatawan negari Panda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1, 3 juta wisatawan di antaranya berkunjung ke Bali.

Nyatanya, hasil survei Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali pada 2018 menunjukkan tingkat pengeluaran turis asal China ke Bali paling rendah dibandingkan turis negara lain dari Jepang, AS, maupun Eropa. Bahkan, jika dibandingkan dengan turis domestik sekalipun pengeluarannya masih lebih rendah.

Pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) China di Indonesia rata-rata hanya US$965 per orang per sekali kunjungan. Tingkat pengeluaran itu lebih rendah dibanding pengeluaran wisman China di Thailand yang mencapai US$2.026 per orang pada 2017.

Angka itu juga masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran wisman di Indonesia yang sebesar US$1.170 per orang. Jika dikonversi ke rupiah, tingkat pengeluaran turis dari salah satu negara terpadat di dunia itu setara dengan Rp9,66 juta per sekali kunjungan.

Pengeluaran turis dari Jepang mencapai Rp11,19 juta per orang, turis Eropa Rp15,7 juta per orang, dan turis Australia Rp13,4 juta per orang. Hal ini menyebabkan adanya lost opportunity sekitar US$205 per wisman.

“Jika potensi dikalikan total wisman Tiongkok yang datang ke Indonesia sepanjang periode 2014-2017, total lost opportunity mencapai US$260 juta,” ungkap Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana, seperti dilansir laman Bisnis.com, Senin (22/10/2018). Menyedihkan memang. (EP)