Music Tourism, Formula Baru Pariwisata Indonesia

0
64
Konser musik di pelataran candi Prambanan (Foto: Instagram @jessimates))

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Indonesia menambah formula baru untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Formula itu Music Tourism, yang selama ini belum terpirkirkan. Padahal potensi music tourism di Indonesia sangat besar. Berbagai konser musik skala lokal, nasional hingga internasional digelar di penjuru tanah air. Sayangnya belum ditangani serius sebagai salah satu data kunjungan juga pemasukan devisa negara.

Kini, Duet Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama dan Wakil Menparekaf Angela Tanoesoedibjo mengangkat music tourim. Dan Indonesia dipastikan bisa menjadi destinasi showbiz, dengan memadukan kekayaan budaya, keanekaragaman seni, dan kearifan lokal. Bahkan sederet artis penyanyi sudah menerobos dunia musik global, sehingga nama Indonesia semakin diperhitungkan.

Apalagi lokasi showbiz di Indonesia tak kalah menariknya. Show musik bisa pentas di indoors juga outdoors seperti di kawasan pegunungan ada Jazz Gunung, juga dipantai bahkan di pelataran candi yang kini sudah ngetren. Dengan kata lain menikmati musik sambil berwisata. Jadi tak ada kata terlambat untuk mengangkat formula baru pariwisata ini.

Dan formula seperti ini sudah berkembang di negara lain. Hasilnya memang sangat luar biasa, penonton pun membludak. Malah penonton rela menunggu setiap tahunnya, seperti festival musik bernama Coachella.

Selain jajaran musisi yang tampil, festival musik itu makin menarik karena diselenggarakan di Coachella Valey, California. Kawasan ini merupakan sebuah gurun dengan pemandangan pegunungan Santa Rosa dan San Jacinto serta jajaran pohon palem yang eksotis.

Tak hanya Coachella, ada beberapa festival musik yang juga diselenggarakan di lokasi-lokasi dengan pemandangan menakjubkan. Dilansir laman Kompas, Ahad (03/11/2019) mencatat beberapa di antaranya:

Love International, Kroasia
Perpaduan sinar matahari, laut biru, pantai pasir putih, dan penampilan musisi elektronik dari berbagai negara, semuanya bisa ditemukan di festival musik Love International di Kota Tisno, Kroasia. Ajang musik yang diselenggarakan di tepi Pantai Dalmatia itu akan membawa penonton berpesta selama satu minggu penuh sambil menikmati garis pantai Kota Tisno yang menakjubkan.

Mengutip dari loveinternationalfestival.com, festival yang sudah digelar sejak 3 tahun lalu ini, biasa dilaksanakan setiap bulan Juli. Pada tahun 2019, Love International menyuguhkan deretan musisi bergenre disko, house, dan techno beats.

Fuji Rock Festival, Jepang
Nama Fuji Rock Festival mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pencinta musik di seluruh dunia. Ya, Fuji Rock Festival merupakan salah satu festival musik paling ditunggu di dunia. Pertama kali diselenggarakan pada 1997, festival itu sudah digelar untuk yang ke-22 kalinya. Tak hanya deretan musisi-musisi keren, festival tersebut juga dikenal karena lokasi acaranya.

Di festival itu penonton diajak menikmati musik sambil menghirup udara segar dan pemandangan hijau di kaki gunung. Saat pertama digelar tahun 1997, festival ini memang diselenggarakan di kaki Gunung Fuji, Jepang. Namun, sejak 1999 lokasinya dipindahkan ke Naeba Ski Resort, di Prefektur Nigata.

Di Naeba Ski Resort itu, penyelenggara menyulap lapangan besar menjadi lokasi festival dengan 7 panggung utama, beberapa panggung kecil, dan berbagai spot menarik. Salah satunya, Dragondola yang menjadi gondola terpanjang di Jepang. Melansir laman japan.travel, pengunjung bisa menaikinya untuk melihat pemandangan festival dari puncak Gunung Naeba setinggi 2,145 meter.

Dan Indonesia memiliki music tourism yang tak kalah menariknya dan diselenggarakan di lokasi wisata yang sangat untuk yakni Soundrenaline 2019. Ajang yang telah dilaksanakan pada 7-8 Oktober 2019 itu terbilang sukses menghibur para penikmat musik. Asal tahu saja, festival musik tahunan ini digelar di salah satu ikon wisata Bali, yaitu Garuda Wisnu Kencana (GWK). Jadi, penonton yang datang akan disuguhkan penampilan musisi lokal dan internasional dengan patung GWK setinggi 121 meter sebagai latarnya.

Tak hanya itu, lokasi acara semakin apik dengan kemunculan instalasi-instalasi seni. Salah satunya, ada instalasi berbentuk sepasang sneakers berukuran raksasa, yang masing-masing berukuran 1×4 meter. Sepatu raksasa itu merupakan karya seniman visual Muchlis Fachri dengan judul A Pair of Timeless Time Travel. Karya ini merupakan representasi dari tema Soundrenaline 2019, yakni “The Spirit of All Time”.

Selain itu, tema yang diusung juga tercermin lewat suguhan line-up yang tak lekang oleh waktu, seperti Primal Scream, Suede, Burgerkill, Kahitna, RAN, Maliq & D’Essentials, Fourtwnty, Pee Wee Gaskins, dan masih banyak lagi.

Selain itu, ada pertunjukan konser jazz bertaraf internasional dengan suasana yang berbeda yakni Jazz Gunung Bromo 2019 yang biasanya digelar setiap bulan Juli. Menariknya menikmati musik jazz diketinggian 2000 mdpl. Jadi selain menikmati alunan musik jazz pengunjung pun akan merasakan udara dingin berlatarkan pegunungan dan berdinding cemara serasa seperti berada di Eropa.

Juga bisa melihat sunrise sekaligusbonus bisa menyaksikan keindahan Bromo di pagi hari, Bukan hanya itu, para penonton akan ditemani gemerlap bintang ketika malam tiba. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang tidak akan di temui di manapun.

Tak kalah menariknya menyaksikan konser musik di pelataran candi Prambanan Yogyakarta. Konser bertajuk Prambanan Jazz Festival ini digelar secara rutin setiap tahunnya. Dan festival musik Melodi Alam digelar di alam bebas yang menjadi obat penawar dari kejenuhan aktivitas sehari-hari. Konser unik di Indonesia ini diadakan di Gunung Pancar. Para pengunjung akan terbius oleh teduhnya alam bebas.

Di sampaing tu, ada Jazz Pinggir Kali atau Festival JazzGiLi diselenggarakan do Purbalingga. Ada Ruang Rupa Record (RRREC) Fest in the Valley, Festival musik ini dikemas dalam format paket liburan akhir-pekan yang berisikan program seperti pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, residensi seniman, workshop, bincang-bincang, program anak, dan teater.

Selain itu konser musik jazz juga ada yang diadakan di pinggir pantai, tepatnya di Banyuwangi. Sebenarnya, Beach Jazz Festival merupakan salah satu rangkaian peringatan ulang tahun Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya konser musik, Beach Jazz Festival juga dijadikan ajang untuk mempromosikan pariwisata kota paling timur Jawa Timur.

Jadi bukan hanya di kawasan pegunungan, pantai dan pinggir kali, namun music tourism juga digelar di kawasan kepulauan yakni Pulau Maratua yang dijuluki sebagai surga di utara Indonesia. Pulau yang terletak di Laut Sulawesi dan perbatasan dengan Malaysia ini kini tidak hanya menjadi destinasi para wisatawan, namun juga para pecinta musik jazz. Selain dapat menikmati keindahan alam yang ada di pulau yang kaya dengan kehidupan fauna dan flora langka, para turis bisa menikmati pagelaran Maratua Jazz dengan menghadirkan musisi kenamaan. (ndy/Kompas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.