Berkemah ala Indian di Glamping Forest Garden Batu Layang

0
18

Tenda-tenda putih berbentuk kerucut ala Indian (foto: tripcanvas)

BOGOR, bisniswisata.co.id: Di era pandemi COVID-19, Wisata alam menjadi preferensi banyak pelancong. Para ahli pun sepakat wisata luar ruangan (outdoor) relatif lebih aman dibandingkan dengan segala aktivitas di dalam ruangan.

Salah satu kegiatan wisata yang disarankan adalah berkemah. Jika dulu berkemah terdengar merepotkan karena paling tidak Anda harus menyiapkan tenda yang cocok dengan kebutuhan.

Kini, kerepotan itu telah diambil alih para pengelola tempat-tempat wisata yang menawarkan konsep glamping alias glamorous camping. Semakin banyak objek wisata lokal yang menawarkan sensasi liburan ala glamping.

Salah satunya ada di Bogor, namanya Forest Garden Batu Layang. Dari Jakarta, jaraknya hanya dua jam berkendaraan. Lokasi persisnya ada di Megamendung, Cisarua.

Mengusung konsep ala apache camp, pengelola tempat wisata ini membangun tenda-tenda yang didominasi warna putih dan berbentuk kerucut. Tipenya pun beragam. Anda tinggal memilih sesuai budget yang ada.

Dilansir dari situs Airbnb yang menjadi partner mereka, tarif menginap di sini dipatok sebesar US$122 atau sekitar Rp 1,8 juta per malam. Harga tersebut sudah termasuk sewa tenda dengan 1 tempat tidur berkapasitas 2 orang.

Fasilitas lain yang diperoleh adalah  1 kamar mandi, sarapan untuk 2 orang, dapur, kolam renang, parkir, pemanas ruangan, handuk, seprai, sabun, tisu toilet, sampo , air panas, coffee maker, kulkas, dan juga perlatan p3K.

Sebenarnya ada juga tenda tipe royal suite yang dapat menampung 1 keluarga. Untuk tarifnya, Anda dapat langsung menghubugi mereka. Sedangkan pilihan lain yang lebih ekonomis adalah tipe nature camp dengan harga Rp 350 ribu /orang/hari dengan 3 kali makan.

Menurut sejumlah testimoni yang diunggah di media sosial, lokasi berkemah Forest Garden Batu Layang ini cocok untuk melepas penat karena udaranya masih bersih dan segar. Itu karena ia dikelilingi hutan lindung. 

Seorang pengunjung mengatakan dirnya masih dapat mendengar suara alam dan gemericik sungai mengalir. Itu diakuinya membantu mengistirahatkan pikiran.

Apalagi makanan serta snack yang disiapkan pengelola seolah tak pernah kekurangan. Pengunjung pun diizinkan membawa stok makanan sendiri sesuai kebutuhan dan selera. Pada malam hari akan ada api unggun dan jajanan larut malam.

Sementara itu di kitaran camping ground, pengunjung juga dapat menikmati suasana hutan yang alami, aliran Sungai Cimandala yang jernih, bahkan air terjun Curug Kembar.

Masyarakat setempat pun sudah mulai kreatif dengan menawarkan beragam aktivitas luar ruang seperti rafting Ciliwung, fun offroad, paintball, outbond dan lainnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.