Belajar Manajemen Kematian Di Mesjid Raya Pondok Indah Jakarta

0
265

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Membangun kesadaran akan pentingnya mengingat kematian dan kepedulian terhadap Jenazah menjadi kuliah umum yang banyak mendapat perhatian masyarakat di Mesjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, bertepatan dengan hari besar memperingati Maulid Nabi Muhammad. SAW.

“Materi yang di pelajari di kuliah umum Manajemen Kematian antara lain adalah manajemen saat sakit, manajemen saat sakaratul maut dan manajemen pemuliaan jenazah,” kata Ustad Rusmono Hy, S.Pd.I.

Sebagai pendiri Komunitas Peduli Jenazah ( KPJ) Institut Manajemen Kematian, Rusmono yang sering di sapa dengan panggilan akrab UJE alias Ustadz Jenazah mengatakan kuliah umum Manajamen Kematian kali ini  di hadiri sekitar 700 peserta.

“Biasanya diadakan di ruang pendidikan yang kapasitas 70 peserta dan sekarang tidak muat lagi. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap Jenazah,” ungkapnya.

KPJ kali ini merupakan angkatan ke-46 dengan jumlah peserta terbanyak dan diharapkan terjalin silaturahim bagi semua peserta KPJ Institute. Rusmono berharap bila para jamaah pulang ke rumah masing-masing lebih memahami dan merubah mindset. Jika awalnya takut menjadi berani mengurusi jenazah.

Ustad Rusmono ( kanan) bersama jemaah Mesjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Setiap umat manusia adalah Camat (Calon Mati) dan orang yang paling cerdas menurut Rasullullah adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik mempersiapkan untuk kematiannya,” tambahnya.

Oleh karena itu pihaknya setiap bulan mengajak jamaah dari kalangan anak muda, kaum ibu, para bapak dan  keluarga untuk mengikuti Komunitas Peduli Jenazah agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT mengingat pentingnya kehidupan setelah kematian dan kepedulian terhadap pemuliaan Jenazah.

Dalam Kuliah ini Rusmono menjelaskan bagaimana menangani orang yang sakit, menghadapi sakaratul maut, saat baru saja wafat (pertolongan pertama pada Jenazah) maupun tahapan memuliakan jenazah mulai dari memandikan, mengkafankan, menshalatkan dan menguburkan jenazah.

Turut hadir dan membantu hingga selesainya acara adalah H. Yasril dari Ikatan Persaudaraan Pemulian Jenazah Indonesia  (IPPJI) dan para anggotanya.

Ustad Rusmono optimistis dengan banyaknya kader-kader muda yang mau menjadi pemulia jenazah dari lingkungan di masjid-masjid maupun dari lingkungan rumah maka mereka makin peduli dan mempersiapkan bekal untuk kematiannya.

“Rasulullah bersabda bahwa barang siapa menshalati  jenazah, maka dia mendapatkan satu qirath dan jika dia juga menghadiri penguburannya maka mendapatkan dua qirath. Untuk satu qirath  sama dengan Gunung Uhud,” tegasnya.

Lili, peserta kuliah umum Manajemen Kematian ini mengatakan Kuliah Umum yang berlangsung setelah sholat dzuhur hingga sore itu sangat bermanfaat untuk menolong diri sendiri maupun orang lain saat mendapat musibah.

“Saya menangis karena menyadari kebesaran Allah SWT yang mengurus umat mulai dari lahir hingga kematiannya,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.