Jumpa pers pertama di Balairung Sapta Pesona
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Widiyanti Putri Wardhana atau akrab dipanggil Widi, oleh Presiden Prabowo Subianto diamanahkan menjadi Menteri Pariwisata dan Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif ketika mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di kabinet ini dipecah menjadi dua kementerian.
Salah satu solusi untuk mengakselerasi sektor pariwisata adalah memperkuat kolaborasi bersama unsur pentahelix. Karena selain dari inovasi dan adaptasi, kolaborasi semua pihak penting untuk dilakukan.
Oleh sebab itu momen Serah Tetima Jabatan ( sertijab) Senin pagi 21/ 10 ini dari Menparekraf Sandiaga Uno ke Widiyanti dan Teuku Riefky Harsya adalah bentuk dari upaya memperkuat kolaborasi, sehingga akhirnya ke depan Kabinet Merah Putih ini bisa mencapai target-target yang lebih baik terutama melipat gandakan multiplier effect dari pariwisata dan Ekraf untuk menciptakan lapangan kerja.
Kehadiran sosok Widiyanti Putri Wardhana di Kementerian Pariwisata yang selama ini jauh dari dunia pariwisata tanah air bukan masalah karena satu dari 53 pembantu presiden ini yang penting adalah memiliki integritas yang kuat.
Soalnya integritas adalah kualitas atau sifat seseorang yang menunjukkan kejujuran, konsistensi, dan keselarasan antara tindakan, perkataan, serta nilai-nilai moral yang dipegang. Seseorang yang memiliki integritas akan bertindak sesuai dengan prinsip etika, meskipun tidak ada yang mengawasi atau memberikan penghargaan.
Ini juga mencakup sikap bertanggung jawab, tidak menyalahgunakan kepercayaan, dan selalu menjunjung tinggi kebenaran. Integritas sering dianggap sebagai fondasi dalam membangun reputasi baik dan kepercayaan dalam hubungan pribadi maupun profesional.
Nah modal integritas ini yang harus diprioritaskan oleh kedua belah pihak yaitu sang Menteri dan jajarannya di Kemenparekraf sehingga dari awal adaptasi, transformasi, satu visi dan misi sudah dapat dibangun bersama dengan lancar dan saling percaya yang tinggi.
Widiyanti Putri Wardhana yang memasuki Gedung Sapta Pesona di dampingi suami tercinta, anak, menantu serta kedua orangtuanya mengawali pidato pertamanya dengan berterima kasih atas kepercayaan Presiden Prabowo, menerima tantangan yang diterimanya dan mengaku sangat antusias untuk menjalaninya.
Dia mengatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk melanjutkan momentum pariwisata Indonesia. Apalagi, dalam index pariwisata internasional, Indonesia kini berada di peringkat 22 dari 119 negara
Berkomitmen melanjutkan momentum ini agar sektor pariwisata terus berkembang dan siap hadapi tantangan dalam penguatan potensi pariwisata Indonesia. Tak hanya itu, Widiyanti juga mengungkapkan program kerjanya dalam enam bulan ke depan yang akan berfokus kepada beberapa inisiatif terkait infrastruktur, investasi, sumber daya manusia, dan promosi.
Dalam enam bulan pertama Widiyanti akan fokus kepada beberapa inisiatif, seperi hiring aspirasi transformasi pariwisata dengan pihak-pihak terkait, memanfaatkan dunia Artificial Intelligence ( AI) atau kecerdasan buatan di dunia pariwisata. Hal ini terlihat dari programnya yang akan menampilkan tourism 5.0 seperti pemasaran Calendar of Event berbasis digital dan AI travel system.
Program lainnya dari wanita cantik berusia 54 tahun itu adalah melakukan perumusan brand strategi untuk penggunaan Indonesia Quality Tourism Fun. Hal ini untuk diversifikasi atraksi nusantara, dan event berskala internasional. Merancang kerja sama dengan instansi, khususnya untuk transfer knowledge, menggunakan sekolah unggulan, sekolah pariwisata kelas dunia,pungkasnya.
Wanita yang tampil anggun menggunakan stelan kebaya hitam dan tinggi badan di atas rata-rata ini memakai kalung berwarna
cyan, warna biru kehijauan yang cerah dan hidup. Bak seorang model namun enggan dibilang gaya sosialita, dia mengaku sudah berteman lama dengan keluarga Nur Asia dan Sandiaga Uno sehingga bisa lebih berdiskusi dalam pengembangan pariwisata ke depan pada sang pendahulu.
Keakraban mereka memang terasa dan nuansa warna kalungnya Widi ternyata senada dengan dasi yang dipakai Sandiaga Uno, gaun yang dikenakan Nur Asia bahkan dasi yang digunakan Teuku Riefky Harsya juga warna senada. Suatu kekompakan yang manis dan harmonis.
Kekompakan memang diperlukan di dunia pariwisata dengan stakesholder yang beragam. Apalagi program kerjanya dalam enam bulan ke depan akan berfokus kepada beberapa inisiatif terkait infrastruktur, investasi, sumber daya manusia, dan promosi.
Dalam hal sumber daya manusia di luar organisasi yang dipimpinnya, Widiyanti perlu mengayomi organisasi profesi di sektor industri pariwisata agar memiliki standar etika yang kuat. Diakui atau tidak, pengembangan pariwisata Indonesia justru di
warnai dengan dualisme kepemimpinan asosiasi pariwisata, munculnya egoisme sektoral, organisasi tandingan, organisasi serupa tapi tidak sama dan lainnya.
Untuk mencapai standar etika yang kuat di tengah ketidakkompakan organisasi pariwisata nasional, dibutuhkan langkah-langkah kolaboratif dan pendekatan yang menyatukan kepentingan berbagai pihak.
Di sinilah peran Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana akan terlihat dalam mengidentifikasi tujuan bersama, karena
meskipun organisasi tidak kompak, mereka biasanya memiliki tujuan yang sama, seperti meningkatkan jumlah wisatawan, melindungi warisan budaya, dan menjaga lingkungan. Menekankan tujuan bersama ini dapat menjadi titik awal untuk merumuskan standar etika yang disepakati bersama.
Melalui dialog yang terbuka, semua pihak bisa memahami bahwa standar etika ini tidak hanya penting untuk menjaga reputasi industri pariwisata nasional, tetapi juga untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Saya yakin ‘pekerjaan rumah’ mbak Widi ini bisa cepat diatasi dengan keteladanan dan pengalamannya mengelola bisnis sebagai pengusaha selama 30 tahun. Selamat dan Sukses selalu ya mbak Menteri










