Lombok Butuh Ribuan Profesional Perhotelan, Buruan Gabung?

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Hotel-hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, bakal beroperasi pada 2021. Hotel-hotel tersebut membutuh pekerja dengan rasio 1:1,5 orang setiap kamar. Jumlah kamar yang akan dioperasikan sekitar 2.000 kamar hotel. Dengan demikian butuh sekitar 3.000 orang pekerja trampil perhotelan.

Mandalika yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia), sejak tahun 2017 telah resmi beroperasi sebagai KEK dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar US $ 1,3 miliar. Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional.

Di Mandalika sedang dibangun Paramount Lombok Resort & Residences yang investasinya Rp 1,2 triliun. Hotel dengan brand perusahaan film asal Amerika Serikat Paramount itu, menyediakan 525 kamar. Selain itu, terdapat juga hotel berbintang berskala internasional Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip, yang juga memasuki tahap penyelesaian. Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar mulai dibangun pada Oktober 2017 dan Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar.

Juga pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lain. Mandalika kian menarik. Pasalnya, pada 2021, Mandalika menjadi tuan rumah untuk kompetisi MotoGP.

Di dalam kawasan Mandalika Vinci Grand Project, BUMN asal Perancis akan mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster. Proyek cluster seluas 130 hektare tersebut akan melengkapi akomodasi berkelas internasional di The Mandalika.

Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) pertama di dunia yang dibangun dari tahap konsep, akan dibangun dengan standar Fédération Internationale de Motorcyclisme (FIM) dan Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor.

Mandalika Street Race Circuit bakal menawarkan sejumlah keunggulan. Seperti dijelaskan oleh General Support ITDC di Lombok, Lanang Brata Suta, ITDC telah memulai penyiapan lahan area sirkuit MotoGP seluas 130 hektar, yang terdiri 18 tikungan sepanjang lintasan 4,32 kilometer untuk keperluan 24-27 lap. ”Rencana fisik sirkuit MoToGP dibangun Oktober 2019 dan selesai awal 2021 sesuai jadwal waktu berlangsungnya MotoGP,” ujar Lanang Brata seperti dilansir laman Tempo, Senin (07/10/2019).

Selain MotoGP, ada pula rencana menggelar balapan Formula 1 (F1) di Lombok. Formula 1 telah terbukti menjadi acara olahraga ketiga yang paling banyak ditonton di dunia setelah Piala Dunia FIFA dan Olimpiade. Dengan 21,1 juta pengikut media sosial, disiarkan televisi di 159 negara, dan rata-rata 200.000 orang menghadiri setiap perlombaan, F1 hampir dipastikan akan melahirkan dampak positif yang menakjubkan.

Karenanya, untuk mengantisipasinya, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Putrie, pemerintah dan masyarakat harus menyiapkan diri melihat peluang yang datang, “Banyak sekali peluang yang tersedia,” katanya.

Ia pun mengutip pesan nenek moyang Sasak yang berbunyi “Dendek lengah dendah lupak peririk bale langgak gubuk gempeng gumi paer,” yang artinya jangan lupa benahi rumah dan kampung halaman. ”Bukan hanya fisiknya tetapai termasuk sumber dayanya,” ujarnya.

Salah seorang putra daerah Lombok Tengah, Vicky Hanoi, yang juga menjabatGeneral Manager Pearl of Trawangan (PoT) di pulau wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, bersama rekan-rekannya sesama eksekutif hotel sepakat mendirikan Pusat Pelatihan Pengembangan Profesi Lombok (P4L) di Mataram. Mereka efektif membuka pendidikan terhitung November 2019.

Didukung oleh eksekutif Amazing – operator jaringan hotel nasional – yang memiliki 38 hotel se-Indonesia, P4L membuka pendidikan selama setahun untuk putra daerah. ”Kami mengutamakan kwalitas. Berapa pun yang mendaftar, pendidikan tetap akan berjalan,” ujar Vicky Hanoi, Sabtu 5 Oktober 2019 petang.

Menurutnya, P4L diperkuat setidak-tidaknya oleh delapan orang general manager hotel di Lombok, yang siap menjadi dosen pengajarnya. Bidang pendidikan yang akan diberikan yaitu room division dan food & beverage. ”Selama setahun akan menjalani pelatihan,” ucap Vicky Hanoi yang bertindak sebagai ketua P4L.

P4L akan membekali para siswanya, yang dikenai biaya Rp 12 juta hingga Rp 15 juta berdasarkan subsidi silang sesuai kemampuan ekonominya, yaitu menjalani teori pengenalan perhotelan selama tiga bulan, penjurusan tiga bulan, dan selama enam bulan terakhir menjalani praktek kerja. “Keseluruhan biaya yang dipungut sudah termasuk pakaian dan kegiatan yang dijalaninya,” kata Vicky Hanoi didampingi Marudut Sihombing – Resort Manager Meno Island Vila.

Vicky mengatakan di Hotel PoT yang memiliki 88 kamar dan sedang ekspansi mendirikan 62 kamar di kawasan Sunset Gili Trawangan, terdapat 30 persen pekerja yang berasal dari Lombok Tengah. Di Lombok, selama ini sudah ada Politeknik Pariwisata Lombok di bawah Kementerian Pariwisata yang berkedudukan di Puyung Lombok Tengah. Politekni tersebut sudah memasuki tahun akademik keempat.

Selain itu terdapat jurusan Pariwisata Fakultas Ekonomi Universitas Mataram dan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang berusia 21 — dulunya adalah Akademi Pariwisata di bawah Yayasan Kertya Wisata Mataram. Sementera di tingkat sekolah menengah atas, terdapat Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata. (ndy)

TikTok, Medsos Paling Tepat Promosikan Pariwisata Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun ini, TikTok ditunjuk menjadi mitra resmi dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk membantu mempromosikan tujuan wisata Indonesia ke penjuru dunia. Dipilihnya jaringan sosial dan platform video musik asal Tiongkok ini, karena memiliki jaringan serta volunter terbesar di jagat maya.

Kemenpar meluncurkan Tiktok X Wonderful Indonesia untuk menarik minat kaum milenial mempromosikan wisata dengan cara yang unik dan kreatif, sekaligus sebagai bentuk promosi wisata era Tourism 4.0. Tujuannya untuk menguasai pasar milenial. Pasalnya, 50 persen wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial.

Aplagi pariwisata Indonesia semakin berkembang di tengah kemajuan teknologi informasi. Hal ini bisa memberikan inspirasi kepada generasi milenial untuk mengambil bagian dalam membantu mempromosikan pariwisata melalu media sosial. Media sosial itu sudah seperti kebutuhan millenial karena karakteristik mereka yang selalu ingin diakui (Esteem Needs). Dan milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia, Who Wins the Future, Wins The Game.

Kerja sama ini adalah implementasi kebijakan Kementerian Pariwisata yang serba digital melalui Tourism 4.0. Apalagi Saat ini semua serba digital. Hingga, muncul istilah Tourism 4.0, ini adalah pariwisata untuk milenial yang memang seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital. Intinya, milenial menuntut adanya pengalaman digital dari setiap titik di dalam pengalaman konsumen mereka. Dan TikTok media sosial paling tepat promosikan pariwisata Indonesia

Kini, TikTok merayakan dua tahun keberadaannya di Indonesia. Dikenal sebagai destinasi untuk konten mobile video berdurasi singkat, TikTok mampu menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia untuk menuangkan imajinasi dan mengekpresikan kreativitasnya.

Selama dua tahun di Indonesia, TikTok merangkum sembilan fakta menarik melalui siaran persnya. Inilah beberapa fakta yang mungkin belum diketahui tentang salah satu aplikasi terpopuler di Indonesia:

1. #NowTrending: Aplikasi Nomor 1 di App Store

Dalam beberapa minggu terakhir, TikTok menjadi aplikasi hiburan nomor 1 di App Store di Indonesia. Pada tahun 2018, TikTok menerima penghargaan dari Google Play sebagai “Aplikasi Paling Menghibur” dan “Aplikasi Terbaik”.

2. Tempat untuk video singkat yang penuh arti

Pengguna TikTok dapat menangkap momen apapun yang penting bagi mereka dengan menciptakan video kreatif yang berdurasi antara 15 detik sampai 1 menit, langsung dari smartphone. Mereka dapat menghias videonya dengan beragam pilihan efek khusus, stiker, lagu, transisi, dan fitur video lainnya.

3. Habiskan setengah jam dalam sehari di TikTok

Saat menggunakan TikTok, pengguna di Indonesia menghabiskan rata-rata 29 menit untuk tidak hanya menonton tetapi juga menciptakan, menemukan, berbagi video di platform tersebut. Artinya, pengguna di Indonesia bisa menonton lebih dari 100 video per hari, mulai dari video mengenai hewan peliharaan, seni, kartun, komedi, kecantikan, makanan, pendidikan, dan masih banyak lagi.

4. Video makanan, fesyen dan komedi di TikTok

Meskipun TikTok menawarkan beragam jenis konten, sebagian besar pengguna di Indonesia menyukai konten makanan, fesyen, dan komedi dalam dua tahun terakhir ini. TikTok pun menyediakan lebih banyak rekomendasi yang sudah dipersonalisasikan.

5. Video terpopuler di TikTok Indonesia

Video paling populer dalam dua tahun terakhir ini menawarkan beragam konten. Video makanan tentang cara membuat Risoles dari Yackikuka menjadi terkenal dengan lebih dari 750,000 likes. Sementara video yang dibuat oleh seorang penata makeup bernama Anna Queen yang sedang menunjukkan makeup salah satu pelanggannya meraih lebih dari 900,000 likes!

6. #TikTokTune: Di sana Menanti Di sini Menunggu

Selain menjadikan video viral, TikTok juga menjadi platform baru untuk lagu-lagu yang mungkin belum pernah terdengar sebelumnya. Mulai dari lagu dalam negeri sampai dengan luar negeri, TikTok memiliki pustaka musik yang besar dan dapat menjadi lagu latar untuk jutaan video kreatif. Dalam dua tahun terakhir, lagu yang paling populer sebagai lagu latar video di Indonesia adalah “Di sana Menanti Di sini Menunggu” dari Via Vallen, diikuti oleh “Lagi Syantik” dari Siti Badriah, dan “Girls Like You” dari Maroon 5.

7. Tantangan Tagar terpopuler di Indonesia

Orang Indonesia tidak hanya suka mengikuti tantangan, tapi juga gemar menonton video tantangan tersebut! Tantangan #EkspresiMerdeka, bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, mendapatkan 64.9 juta view; sementara #ColorfulMedan yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Medan meraih 24.3 juta view!

8. Filter TikTok yang disukai orang Indonesia

Meski ada beberapa orang yang merasa menua itu mengerikan, pengguna di Indonesia sangat penasaran melihat diri mereka 10-20 tahun kemudian, seperti yang disajikan di filter “grown old”. Filter ini menjadi filter paling digemari oleh pengguna TikTok di Indonesia. Selain filter menarik ini, filter lainnya yang paling banyak digunakan pengguna di Indonesia adalah “flower ring” yang menjadikan wajah pengguna lebih cantik, dan bisa menambahkan hiasan bunga di kepalanya.

9. Jejak Penting TikTok di Indonesia

Selain menyediakan platform untuk menciptakan video durasi pendek yang menangkap momen-momen penting, TikTok juga sering berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak lainnya melalui kegiatan online serta offline. Kegiatan paling terkenal yang diselenggarakan oleh TikTok Indonesia adalah TikTok Gala di Jakarta pada tahun 2018. Acara ini merayakan kegiatan tahunan TikTok global, One Million Audition, bersama dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Vietnam, Thailand, dan lainnya.

Sementara, kegiatan sosial pertama di TikTok adalah kampanye “Tik Tok Peduli” yang mengundang pengguna untuk berbagi kasih sayang dengan penyandang autisme di Indonesia. Untuk100 video yang diunggah dengan menggunakan tagar #TikTokPeduli, TikTok mendonasikan 100 juta rupiah kepada Rumah Autis -sebuah lembaga sosial masyarakat yang menangani anak-anak autis dan anak berkebutuhan khusus lainnya dari keluarga tidak mampu. (ndy)

Joker Kuasai Box Office

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: FILM produksi Warner Bros Joker sukses mengatasi kontroversi terkait tema kekerasan yang diusungnya untuk meraup pendapatan sebesar US$93,5 juta di Box Office Amerika Utara, Jumlah itu memecahkan rekor untuk film yang dirilis Oktober. Dibintangi Joaquin Phoenix, Joker menceritakan mengenai latar belakang musuh Batman yang gemar mengenakan dandanan bak badut itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (07/10/2019), seiring ketakutan film itu akan memicu kekerasan–terkait penembakan 2012 saat pemutaran perdana The Dark Knight Rises di Aurora, Colorado yang menewaskan 12 orang–sejumlah bioskop menambah jumlah penjaga keamanan di putaram perdama Joker.

Joker memang badut yang penuh misteri dan kontroversi. Dibanjiri pujian sekaligus kritik, film ini juga sulit diterka apakah bisa menjadi box office seperti film-film superhero lainnya. Yah, memang sih Joker bukan jagoan tapi karakter antagonis yang diangkat oleh DC. Namun, musuh Batman paling legendaris ini memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar. Apalagi setelah Heath Ledger memerankannya pada 2008 lalu di film The Dark Knight.

Kali ini, Joker yang ceritanya memicu pro dan kontra. Sejak tayang di festival Venice, banyak yang memuji namun banyak juga yang mengkritik karena dinilai terlalu mengglorifikasi aksi kejahatan massal dengan berdasar pengalaman masa lalu. Joaquin Phoenix menjadi aktor yang terpilih untuk memerankan Arthur Fleck, seorang komedian yang gagal dan kemudian menjadi bos kejahatan terkenal dan pembunuh berantai kota Gotham.

Dari sisi omzet, beberapa analis memperkirakan di akhir pekan ini film Joker setidaknya bisa tembus US$ 50 juta atau Rp 706 miliar. Ada juga yang memprediksi bisa dua kali lipat. Film produksi Warner Bros itu memiliki peringkat 72% pada Rotten Tomatoes.

Beberapa orang memuji cerita dan arahan Todd Phillips, itu dan banyak pertanyaan apakah film tersebut menggambarkan pembunuhan massal, secara tidak sengaja atau dapat menggambarkan Joker sebagai tokoh yang heroik atau inspirasional. Dan yang lain bertanya-tanya apakah penggemar dari buku komik itu telah mendukung film superhero yang penuh aksi di masa lalu atau akan tertarik pada karakter yang lebih tenang. Joker bisa memiliki US$ 80 juta lebih di akhir pekan pembukaan dan bisa melengserkan Venom sebagai film terlaris tertinggi yang pernah dirilis pada bulan Oktober.

Sementara Film keluarga produksi Universal, Abominable, menduduki posisi kedua, terpaut jauh dari Joker dengan raihan sebesar US$12 juta. Film animasi itu berkisah mengenai seorang remaja dan teman-temannya yang berusaha membantu seorang/seekor Yeti muda berkumpul dengan keluarganya.

Posisi ketiga ditempati dilm Downtown Abbey yang meraup pendapatan sebesar US$8 juta. Film lanjutan dari serial televisi itu bekisah mengenai keluarga bangsawan Inggris.

Film Hustlers yang dibitangi Jennifer Lopez menduduki peringkat keempat, Film yang berkisah mengenai stripper yang berencana menudir uang dari klien mereka itu meraup pendapatan sebesar US$6,3 juta.

Posisi kelima ditempati film horor IT: Chapter Two yang meraup pendapatan sebesar US$5,4 juta. (ndy)

Tips Terhindar Jadi Korban Getok Harga saat Wisata Kuliner

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dua turis Jepang merasa ditipu oleh sebuah restoran di Roma, Italia, karena harus membayar sekitar 500 euro (sekitar Rp7,7 juta) hanya untuk menu pasta, ikan, dan air putih yang mereka pesan. Turis tersebut merasa harga demikian tidak sebanding dengan porsi kecil yang mereka dapatkan, sementara pemilik restoran merasa porsi sebanding dengan kualitas makanan yang disajikan.

Kasus wisatawan ditongkok seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Italia. Di Indonesia pun kerap terjadi. Menetapkannya sebagai penipuan pun masih menjadi pro dan kontra. Agar terhindar dari jebakan bon ‘bodong’ di destinasi wisata kuliner, berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan:

#. Kuasai bahasa lokal

Pelajari bahasa lokal untuk ungkapan sederhana, seperti kalimat sapa dan salam. Saat datang ke restoran, praktikkan bahasa tersebut sehingga pelayan tahu kita memahami budayanya. Siapkan aplikasi penerjemah yang ada di ponsel untuk membantu membaca menu dalam bahasa lokal.

#. Cari informasi

Ada banyak cara untuk mengetahui kepopuleran dan kualitas pelayanan sebuah restoran, salah satunya dengan membaca situs rekomendasi seperti Yelp, komentar di media sosial atau ulasan situs wisata terpercaya. Sama seperti saat memesan kamar hotel, cari banyak informasi mengenai restoran yang bakal dituju. Pelajari harga rata-rata makanan dan minuman di sana. Terkadang ada ulasan buruk yang sengaja ditulis untuk menjatuhkan nama restoran. Jika ulasan buruk dirasa mengada-ada, mungkin ada baiknya hiraukan. Cari tahu juga soal budaya tip di destinasi. Seperti di Jepang, pelayan tak perlu diberi tip karena dianggap meremehkan.

#. Baca menu

Segera angkat kaki jika masuk ke restoran yang tak punya menu tertulis lengkap dengan harga. Ketahui juga harga yang tertera dalam menu sudah atau belum kena pajak, sehingga bisa mengkalkulasinya langsung. Harga makanan dan minuman juga biasanya berbeda jika pelanggan santap di tempat atau di bawa pulang, seperti di Inggris.

#. Cek ulang

Restoran ikan atau daging di Eropa biasanya memasang harga per gram. Ketahui harga pasti menu setelah ditimbang dan dimasak. Tanyakan juga ke pelayan mengenai besarnya porsi. Cukup pesan satu menu jika porsi bisa dibagi berdua bersama kerabat. Kalau dana makan atau minum terbatas, jangan tergiur saat pelayan restoran menawarkan makanan atau minuman tambahan – yang mungkin tak tertulis dalam buku menu. Fokus dengan yang dipesan, sehingga mereka tidak bisa akal-akalan saat menjumlahkan tagihan dalam bon. Jangan tinggalkan kartu kepada pelayan untuk pembayaran. Ikut bersama mereka ke meja kasir dan lihat langsung caranya melakukan transaksi dengan kartu sehingga bisa mencegah pelayan nakal yang mencatat nomor keamanan atau membengkakkan tagihan.

#. Jangan takut protes

Kalau merasa diri tertipu, segera ajukan protes dengan sopan dan tenang. Jika restoran masih mengelak padahal sudah memiliki bukti kuat dan kerugian terlalu besar, jangan ragu untuk melaporkannya ke pihak berwajib. (ndy)

Taman Impian Jaya Ancol Bersedia Tularkan Restorasi Kerang Hijau

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Taman Impian Jaya Ancol pertama kali di Indonesia, yang menerapkan restorasi kerang hijau (perna viridis). Program ini bertujuan memulihkan ekosistem perairan Teluk Jakarta atau Pantai Ancol yang tercemar limbah, kotoran serta pengendapan lumpur. Lantaran dianggap berhasil mengatasi masalah pencemaran air laut, Management tempat rekreasi ini siap menularkan ilmu Restorasi Kerang Hijau kepada pengelola wisata bahari di Indonesia.

“Restorasi kerang hijau belum banyak yang tau. Paling dikenal justru restorasi coral atau terumbu karang. Kami menerapkan sejak 2018, hasilnya sangat bagus. Kualitas air laut lebih baik bahkan mampu memulihkan biodiversitas atau ekosistem laut baru serta biota laut pun tumbuh. Nah, jika daerah membutuhkan informasi soal Restorasi Kerang Hijau, kami bersedia menularkan,” papar Manajer Koservasi Ancol, Yus Anggorol Saputra kepada Bisniswisata.co.id disela-sela Restorasi Kerang Hijau di Jakarta, Ahad (06/10/2019).

Dilanjutkan, restorasi kerang hijau pernah pernah dilakukan di Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Di Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol melakukan pilot project bahkan menjadi program jangka panjang PT Pembangunan Jaya Ancol. “Jadi kami tak berhenti melakukan Restorasi Kerang Hijau karena jika melakukan pengerukan lumpur membutuhkan dana yang sangat besar,” lontarnya.

Diakui, Teluk Jakarta merupakan habitat alami dari berbagai jenis biota laut seperti kerang hijau, kepiting batu, ketang-ketang, angel fish, ubur-ubur, baronang, sembilang, damsel, dan sebagainya. Habitat hewan itu, semakin terancam keberadaannya karena buruknya kualitas air Teluk Jakarta.

Catatan LIPI tahun 2018, perairan Teluk Jakarta menghadapi tantangan pencemaran yang berat. Setiap hari sebanyak 21 ton sampah mengalir dari 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta serta membawa buangan limbah cair dari pemukiman, perkotaan, maupun industri. Hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan, air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton. Penelitian juga menyebutkan Kerang hijau di Teluk Jakarta ditemukan logam berat seperti merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr), dan timah (Sn).

Tim konservasi Ancol 2018 menyebutkan Kerang hijau merupakan filter feeder atau filter alami dari perairan laut yang dapat memperbaiki kualitas air. Hasil percobaannya dengan satu kilogram kerang hijau mampu memfiltrasi 10 liter air laut dalam hitungan satu jam. Sebanyak 96 kg kerang hijau hasil restorasi yang dilakukan pun telah mampu menyaring 960 liter air laut secara alami dan menurunkan nitrogen sebanyak 21 mg per jam.

Kini Ancol ingin menjernihkan 110 juta liter air yang berada di bagian tengah pantai atau di sebut Danau Ancol, telah difilterisasi setiap jam secara alami, tanpa bantuan teknologi maupun manusia, “Untuk menjernihkan 110 juta liter air ini diperlukan sekitar 458 ton kerang hijau. Sayangnya bibit kerang hijau sulit didapat, karena banyak dikonsumsi. Padahal kerang hijau berbahaya untuk dimakan, lebih baik konsumsi kerang jenis lainnya,” saran Yus.

Guna menumbuhkan kembangkan larva-larva kerang hijau, media tumbuh diperlukan karena sedimentasi di perairan Teluk Jakarta yang cukup tinggi, lumpur membuat kerang hijau sulit berkembang biak. Media tanam menggunakan kawat ram yang diisi dengan 20-30 kilogram (kg) kulit kerang hijau yang ditanam di dasar laut kedalaman sekitar dua sampai tiga meter. Perairan dangkal memudahkan tumbuh kembang kerang hijau di perairan.

Untuk itu, Managemen Taman Impian Jaya Ancol mengumpulkan kulit kerang hijau untuk dibudidayakan kembalim di Teluk Ancol dengan melibatkan Forum CSR DKI Jakarta sebagai mitra dalam menjalankan program Restorasi Kerang Hijau bersama 13 Komunitas, Rumah Millennials, MM Sustainability Universitas Trisakti, Lock and Lock dan perusahaan lainnya melakukan program restorasi kerang hijau.

“Kembalinya populasi kerang hijau di wilayah pesisir akan berdampak positif pada meningkatnya kualitas air dan biodiversitas serta jumlah biota yang ada di laut kawasan Ancol. Memang upaya restorasi ini juga tidak mudah karena tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan kerang hijau dalam kondisi hidup sulit didapat,” lontar Yus serius.

Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut mengapresiasi restorasi Kerang Hijau di Pantai Ancol. “Memang Tercemarnya Teluk Jakarta dari berbagai macam limbah yang mengandung logam berat berbahaya merupakan tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat di DKI Jakarta. Perlunya seluruh pihak yang memiliki kepedulian lingkungan untuk berkolaborasi dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati di Teluk Jakarta,” ucapnya.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang telah menginisiasi restorasi kerang hijau dan harapannya kegiatan ini dapat menginsipirasi perusahaan lainnya untuk lebih peduli kepada masalah lingkungan di DKI Jakarta,” sambungnya.

Tebar kerang hijau ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sustain Ability Fest 2019 yang akan diadakan pada 2 November 2019. Dengan mengangkat tema Sustainability Is Us, agenda Sustain Ability Fest 2019 antara lain Creative Talk, Exhibition, Community Action and Donation, Artist Performance.

Serta puncaknya pemberian Padmamitra+ Awards 2019 kepada sejumlah perusahaan swasta, BUMN, BUMD dan anak perusahaanya, organisasi masyarakat, yayasan serta lembaga non profit lainnya yang telah berkontribusi kepada kesejahteraan sosial dan tujuan pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta. (end)

Rendang Go International di Hongaria

this formate

BUDAPEST, bisniswisata.co.id: Kuliner rendang asal Indonesia kembali go international. Kini menjelajah Hongaria melalui kegiatan Rendang Festival 2019 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bersama kantor promosi dagang Indonesia (ITPC) di Budapest. Rendang Festival 2019 digelar di Hotel Marriot di Budapest, Hongaria pada 5 Oktober 2019.

Dalam festival kuliner asal Sumatera Barat ini, para manajer rumah makan, pengusaha, ahli kuliner di Hongaria, travel dan foodblogger sampai dengan direktur sekolah kulinari berkesempatan mencoba Rendang – makanan khas Indonesia dari Minang – hasil racikan koki andal Indonesia William Wongso. “Tidak heran Rendang jadi makanan terenak di dunia,” ucap Sarkozi Aniko, pemilik satu event organizer di Budapest yang pertama kali mencoba rendang.

Event Rendang Festival 2019 juga disemarakkan demo masak oleh koki William Wongso dan lima koki kenamaan lainnya dari Indonesia serta jamuan makan malam. Demo masak itu dihadiri oleh setidaknya 100 peserta undangan dan diliput di media nasional Hongaria.

“Rendang, salah satu aset kita dalam mempromosikan Indonesia, saat ini pemerintah sedang mengusahakan Rendang untuk diakui UNESCO sebagai salah satu World Cultural Heritage dari Indonesia, seperti Batik yang telah diakui sejak 2 Oktober 2009 lalu,” ujar Duta Besar RI untuk Hongaria, Abdurachman Hudiono Dimas Wahab dalam keterangan tertulis dari KBRI Budapest yang diterima di Jakarta, Ahad (6/10/2019).

Karena itu, sambung Dubes Dimasn, dalam mendukung usaha pemerintah tersebut KBRI Budapest berusaha membuat rendang dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya masyarakat Hongaria.

Sementara jamuan makan malam yang dilakukan pada kegiatan Rendang Festival itu dihadiri oleh para duta besar negara sahabat, pejabat dari pemerintah setempat, para CEO perusahaan, manajer restoran di Hongaria, pecinta kuliner, pelaku industri makanan, jurnalis serta tamu undangan lainnya.

Tiket untuk jamuan makan malam yang menyajikan rendang sebagai sajian utama itu dijual dengan harga yang cukup tinggi, namun tiket tetap habis terjual sejak jauh hari sebelum penyelenggaraan kegiatan. “Dari hasil penjualan tiket jamuan makan tersebut, sebagian akan kita sumbangkan ke Heim Pal Hospital, Rumah Sakit Anak di Hongaria,” jelas Addy Perdana Soemantri, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest.

Para tamu undangan sambil menikmati hidangan juga dimanjakan dengan alunan musik gamelan yang dibawakan oleh Topong Bang, kelompok gamelan asuhan KBRI Budapest yang para pemainnya adalah warga negara Hongaria pecinta budaya Indonesia. Di akhir acara, para tamu undangan mengikuti acara door prize dengan hadiah utamanya adalah tiket pulang pergi ke Bali untuk dua orang beserta akomodasi. (redaksi@bisniswisata.co.id)

E-Tour Wakatobi, Mudahkan Wisatawan Akses Informasi Wakatobi

this formate

WAKATOBI, bisniswisata.co.id: Kemajuan teknologi informasi benar-benar dimanfaatkan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kini destinasi wisata yang terkenal dengan keindahan alam bawah laut, menyajikan informasi mengenai Wakatobi yang lengkap dengan mengunduh aplikasi “E-Tour Wakatobi”.

“Kehadiran aplikasi “E-Tour Wakatobi” melalui PlayStore ini dipersembahkan bagi wistawan yang belum pernah pelesiran ke Wakatobi, sehingga mendaoatkan informasi yang lebih lengkap, detail dan beragam destinasi wisata Wakatobi,” papar Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman seperti dilansir laman Tempo, Ahad (06/10/2019).

E-Tour Wakatobi dibuat Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman,diluncurkan di PlayStore pada 28 Agustus 2019. Darman bersama stafnya di kantor taman nasional terdorong membuat aplikasi ini agar wisatawan atau siapa pun yang ingin berkunjung ke lokasi wisata andalan Indonesia ini punya informasi lengkap untuk persiapan. “Mulai biaya, penginapan, dan akomodasi sudah tergambar sebelum tiba ke sini,” Lontar Darman.

Darman membuat aplikasi ini selama dua bulan. Ia menyiapkannya sebagai bekal Pelatihan dan Pendidikan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Bogor selama tiga bulan. Ketika presentasi, paparan dan proposal aplikasi ini mendapat penghargaan memuaskan. “Alhamdulillah orang suka karena memang kita perlu informasi yang terintegrasi sebelum berkunjung ke lokasi wisata,” kata dia.

Dengan aplikasi ini ia berharap kunjungan wisatawan ke Wakatobi meningkat karena masyarakat sudah bisa mengakses informasinya sejak awal. Data 2018 menunjukkan pengunjung Wakatobi yang datang ke empat pulau di kawasan taman nasional ini sebanyak 562 turis lokal dan 2.592 turis asing. Menurut Darman, jumlah ini yang tercatat di retribusi saja. “Banyak juga yang datang langsung ke spot,” kata dia.

Ia maklum para turis tidak tahu informasi ke mana harus melapor saat tiba di Wakatobi, karena informasinya tidak tersedia di internet. Dengan aplikasi ini, turis bisa mengetahui kantor-kantor mana saja yang harus ia datangi, atau paling tidak menelepon karena sudah tersedia di perangkat ini.

Karena masih dalam pengembangan, informasi dalam aplikasi ini baru sebatas telepon. Darman bercita-cita mengoneksikan semua layanan wisata Wakatobi melalui aplikasi ini. Sejauh ini, ia baru menyimpan nomor-nomor telepon hotel di perangkat itu, belum dilengkapi dengan pemesanan online. “Jika tak ada halangan kami luncurkan aplikasi ini pada Januari 2020,” kata Darman.

Wakatobi merupakan 1 dari 10 tujuan wisata yang sedang gencar dipromosikan oleh pemerintah Indonesia. Namun, informasi lokasi wisata ini masih minim di internet, terutama tentang tata cara mendapatkan fasilitas ketika sudah sampai di Wakatobi. Berangkat dari keadaan ini, Darman tergerak mengumpulkannya dalam satu pintu melalui perangkat ini.

Aplikasi “E-Tour Wakatobi” baru tersedia di PlayStore. Darman belum terpikir untuk membuatnya di AppStore karena masih dalam pengembangan. Ia berharap layanan online ini memudahkan siapa saja yang hendak berkunjung ke Wakatobi dan publik lebih mengetahui informasi seputar tujuan wisata ini.

Wakatobi menjadi primadona bagi para penyelam dari seluruh dunia karena keindahan alam bawah lautnya. Tidak kurang dari 942 spesies ikan dan 750 spesies karang tercatat menghuni wilayah perairan Wakatobi.

Sejak 1996, Wakatobi ditetapkan sebagai taman nasional Indonesia dan cagar alam dunia untuk biosfer laut oleh UNESCO. Nama Wakatobi merupakan akronim dari empat pulau utamanya yaitu WAngi-Wangi, KAledupa, TOmia, dan BInongko.

Selain keempat pulau tersebut, terdapat beberapa pulau kecil lain yang berada di wilayah Wakatobi, antara lain Pulau Hoga, Kapota, Anano dan Rundumana. Selain dikenal sebagai surga para penyelam, Wakatobi juga memiliki destinasi wisata lain yang juga menakjubkan. Antara lain:

#. Diving Nirwana Bawah Laut Tomia dan Onemohute

Aktivitas utama saat mengunjungi Wakatobi tidak lain adalah menyelami keindahan bawah lautnya yang spektakuler. Hampir seluruh wilayah perairan Wakatobi bisa kamu jadikan tempat menyelam maupun snorkeling, namun yang paling populer adalah Onemohute di Wangi-Wangi dan Roma (Roma’s Reef) di Tomia.
Image credit: @kakabantrip, @wakatobisme, @ryanica, @katekimball (searah jarum jam dari kiri atas)

Roma’s Reef merupakan salah satu nama gugusan karang yang terkenal paling ‘sibuk’ dibanding dengan karang lainnya. Berada pada kedalaman 15 sampai 25 meter, kamu bisa menyaksikan warna warni terumbu karang serta barisan ikan yang berenang secara teratur dan hewan-hewan laut indah lainnya. Spot ini juga aman untuk kamu yang baru belajar diving. Lokasi diving lain yang menarik di Tomia adalah Cornucopia dan Coral Garden.
Image credit: @ganiamir

Jangan khawatir jika kamu belum bisa menyelam, pemandangan alam di atas perairan pun tidak kalah eloknya. Kamu bisa sekedar snorkeling ataupun bercengkrama dengan beberapa lumba-lumba yang kerap muncul di atas permukaan.Salah satu tempat terbaik untuk melihat lumba-lumba adalah di Pelabuhan Mola Raya yang dapat dicapai dalam waktu 20 menit dengan perahu sewaan dari Kota Wanci, Wangi-Wangi.

#. Pantai Pulau Hoga

Destinasi wisata pantai memang sudah jadi hal yang biasa khususnya di kawasan Indonesia Timur, seperti pantai di Pulau Hoga ini. Pasir putihnya yang lembut dan beningnya air pantai akan membuat kamu lupa waktu. Pulau Hoga cenderung lebih tenang jika dibandingkan dengan pulau utama lainnya di Wakatobi. Lokasinya yang hanya dipisahkan oleh selat kecil dengan Pulau Kaledupa menambah keunukan dari pantai yang satu ini.

#.. Puncak Kahyangan

Puncak Kahyangan yang terletak di Pulau Tomia merupakan sebuah bukit rumput yang menyajikan pemandangan spektakuler Wakatobi dari ketinggian. Berjarak 30 menit dari Usuku (Tomia Timur), tempat ini menjadi lokasi favorit para fotografer untuk menyaksikan matahari senja. Kamu juga bisa bermalam di area perbukitan dan menikmati pemandangan langit berbintang Tomia yang jauh dari polusi cahaya kota. Pada pagi hari, kamu akan disambut oleh pemandangan matahari terbit dengan sinarnya yang menghangatkan.

#. Pemandian Alam Hendaopa

Pemandian Alam Hendaopa terletak di Desa Wawotimo, puncak Gunung Tomia. Pemandian ini sangat unik karena berbentuk gua yang masuk ke dalam tanah. Dari luar, tempat ini tampak seperti lubang biasa, namun ternyata di dalamnya terbentuk sebuah kolam air tawar yang jernih dan cantik. Pemandian Alam Hendaopa masih belum banyak dikenal oleh para wisatawan, maka tak heran bila akses ke lokasi ini pun sangat terbatas.

#. Wisata Goa

Wakatobi cukup terkenal dengan wisata alam goa serta aliran air tanah yang ada di dalamnya. Tercatat ada sebanyak 12 goa yang tersebar di Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa dan Tomia. Salah satu yang populer adalah Gua Kontamale di Wanci, Wangi-Wangi. Goa ini juga sering disebut sebagai Goa Telaga, karena air yang berada di bibir gua menyerupai sebuah telaga. Di langi-langit goa banyak dijumpai stalagnit yang mempesona. Dengan airnya yang jernih, banyak penduduk memanfaatkan goa ini sebagai sumber air untuk mandi dan mencuci. Meskipun demikian, air di goa ini tidak pernah keruh lho! Bahkan katanya mandi di sini bisa bikin enteng jodoh, jadi buat kamu yang masih jomblo jangan lupa mampir ke sini ya.

#. Danau Sombano

Danau Sombano merupakan danau yang terbentuk di kawasan Hutan Mangrove Pulau Kaledupa. Berbagai jenis tanaman eksotis seperti anggrek dan aneka spesies pandan bisa kamu temui di sini. Yang tidak kalah menarik adalah penampakan udang merah di atas perairan air payau yang bening. Kamu mungkin akan tergoda untuk berenang, namun warga setempat tidak menganjurkannya karena terdapat sebuah legenda tentang buaya hitam Danau Sombano yang dikhawatirkan akan muncul ketika kamu berenang.

#. Pulau Seribu Penyu

Pulau yang memiliki julukan Pulau Seribu Penyu ini merupakan pulau kecil tak berpenghuni di Wakatobi. Dinamakan seribu penyu karena di sinilah lokasi koloni penyu hijau dan penyu sisik untuk bertelur. Pantainya juga sangat indah dengan pasir putih yang halus dan air pantai yang sangat bening, jadi dijamin kamu akan betah berlama lama di sini deh. Jangan lewatkan juga pemandangan matahari tenggelam di Pantai Anano yang bisa membuatmu baper ya!

#. Pantai Cemara

Pantai Cemara tergolong salah satu pantai yang cukup moderen di Wakatobi. Lokasinya pun tidak jauh dari pusat kota pulau Wangi-Wangi. Fasilitas umum untuk para wisatawan juga cukup lengkap. Di sini, kamu bisa menemukan warung makan dengan mudah untuk sekedar mengisi perut yang lapar. Buat kamu yang belum bisa menyelam, di sini terdapat kursus menyelam yang siap mengajarimu lho. Selain itu, kamu juga bisa melakukan banyak permainan air seperti banana boat yang seru dan menyenangkan.

#. Pulau Binongko

Seperti layaknya pulau-pulau lain di Wakatobi, Pulau Binongko juga terkenal sebagi spot untuk menyelam dan snorkeling. Disamping itu, sebagian besar Desa di Pulau Binongko juga terbilang masih tradisional. Pulau Binongko dikenal dengan keahlian para pandai besinya yang mampu menciptakan berbagai macam peralatan besi dan baja dengan kualitas yang dapat diandalkan. Produk besi dan baja dari pulau ini bahkan bisa jadi merupakan yang terbaik di Indonesia lho. Berkat keramahan warganya, kamu juga bisa melihat langsung proses penukangan besi dan baja di sini! Menarik sekali, bukan?

#. Hutan Lindung Tindoi

Hutan Tindoi merupakan salah satu hutan lindung yang dikeramatkan oleh warga masyarakat di empat desa, yaitu; Desa Posalu, Desa Waginopo, Desa Tindoi dan Desa Tindoi Timur, di Kecamatan Wangi-Wangi. Hutan ini terletak di ketinggian 800 m dari permukaan laut dan berjarak sekitar 10 km dari Kota Wanci. Di sini kamu akan banyak menemukan tumbuhan khas hutan hujan tropis yang eksotis dan menyejukkan. Pepohonan yang besar juga menambah kesegaran suasana hutan ini. (ndy)

Wayang Golek, Media Edukasi Sadar Bencana Paling Efektif

this formate

PANDEGLANG BANTEN, bisniswisata.co.id: Wayang golek, salah satu ragam kesenian wayang terbuat dari bahan kayu yang merupakan hasil perkembangan wayang kulit. Dulu Wayang Golek pertama kali diperkenalkan Sunan Kudus di daerah Kudus, Cirebon lalu Parahyangan hingga kawasan Banten. Kini Wayang Goek menjadi media yang sangat efektif dalam mengedukasi kesadaran masyarakat terhadap bencana yang kerap melanda wilayah Banten.

Lewat kesenian tradisional ini, masyarakat dapat memahami bencana dan bersiap menghadapi bencana, seperti gempa bumi dan tsunami yang bisa sewaktu-waktu terjadi. Apalagi Kabupaten Pandeglang berpotensi banjir, gempa bumi, tsunami, kekeringan, puting beliung, dan letusan gunung api. Di Banten, ancaman bencana juga cukup tinggi, seperti puting beliung.

“Kita perlu tahu, adanya ancaman bencana di daerah Panimbang, Pandeglang. BNPB bukan menakuti-nakuti, tapi mengingatkan, mengedukasi, dan mensosialisasikan dalam mengambil inisiatif melakukan penyelamatan diri,” papar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo sesuai keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (6/10/2019).

Salah satu cara edukasi bencana, sambung dia, yakni membangun komunikasi melalui kesenian tradisional. Ini merupakan model saluran komunikasi menyampaikan pesan kepada masyarakat.”

Pagelaran wayang golek dengan dalang Opick Sunandar Sunarya, Mekar Arum 2 Giriharja yang digelar pada 5 Oktober 2019 di lapangan Reunghas, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten dipilih menyampaikan edukasi bencana. Edukasi bencana disampaikan di sela-sela pertunjukan mendalang wayang golek dengan bahasa daerah Sunda. “Cara ini cukup efektif membuat masyarakat teredukasi sekaligus terhibur,” ujar Agus.

Edukasi sadar bencana melalui acara pagelaran kesenian tradisional daerah diharapkan dapat memberikan contoh bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan sosialisasi bencana. “Libatkan berbagai komponen, pemerintah daerah, dan masyarakat (untuk sosialisasi bencana). Semoga acara ini (edukasi bencana lewat wayang golek) bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi contoh pemerintah daerah mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana,” pesan Agus.

Camat Panimbang, Suhaedi Kurdiatna menjelaskan, Panimbang yang berada sejauh 28 km dari pantai mempunyai potensi bencana tsunami. Pasca bencana tsunami Desember 2018 lalu, sebulan kemudian Panimbang diterjang puting beliung.

Pusdatinmas BNPB terus melakukan edukasi sekaligus sosialisasi budaya sadar bencana. Banten termasuk lokasi kelima sosialisasi pada tahun 2019. Sebelumnya, edukasi bencana dilakukan di Bogor, Gresik, Pekalongan, dan Karangasem, Bali.

Di sisi lain, berkembangnya media sosial juga semakin menambah daftar hoaks bencana. Masyarakat diminta hati-hati dalam bermedia sosial. “Peroleh berita dari sumber yang resmi, seperti dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau BNPB,” saran Agus. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kerang Hijau Selamatkan Kualitas Air Laut Pantai Ancol

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kualitas air laut Teluk Jakarta atau Pantai Ancol di kawasan wisata Ancol Taman Impian, kini semakin lebih baik. Perbaikan kualitas air laut ini, setelah Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menerapkan program restorasi kerang hijau (perna viridis), yang dilakukan sejak 2018. Hasilnya memang sangat membanggakan kondisi air laut agak jernih. Menumbuhkan biodiversitas atau ekosistem laut baru serta biota laut pun tumbuh.

“Inilah manfaat restorasi kerang hijau yang menyerap kotoran air laut, sehingga daat mengembalikan keanekaragahaman hayati perairan Teluk Jakarta, terutama di Kawasan Ancol Taman Impian,” papar Manajer Komunikasi Korporat PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari disela-sela acara tebar kerang hijau di laut Ancol, Ahad (06/10/2019).

Rika menjelaskan Teluk Jakarta merupakan habitat alami dari berbagai jenis biota laut seperti kerang hijau, kepiting batu, ketang-ketang, angel fish, ubur-ubur, baronang, sembilang, damsel, dan sebagainya. Habitat hewan itu, semakin terancam keberadaannya karena buruknya kualitas air Teluk Jakarta.

Catatan LIPI tahun 2018, setiap hari sebanyak 21 ton sampah mengalir dari 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta serta membawa buangan limbah cair dari pemukiman, perkotaan, maupun industri. Hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan, air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton.

Kerang hijau di Teluk Jakarta ditemukan logam berat seperti merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr), dan timah (Sn). Kerang Hijau (Perna Viridis) merupakan filter feeder atau filter alami dari perairan laut yang dapat memperbaiki kualitas air. “Hasil penelitian kami, kembalinya populasi kerang hijau di wilayah pesisir berdampak positif pada meningkatnya kualitas air dan biodiversitas serta jumlah biota yang ada di Laut Kawasan Ancol,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penelitian dan eksperimen tim konservasi Ancol 2018, diketahui 1 kg kerang hijau mampu menyaring air sebanyak 10 liter per jam. Sebanyak 96 kg kerang hijau hasil restorasi yang dilakukan pun telah mampu menyaring 960 liter air laut secara alami dan menurunkan nitrogen sebanyak 21 mg per jam.

“Target kami tahun ini mendapatkan pertumbuhan 1.000 kg kerang hijau, sehingga akan ada 10 liter air yang difilterisasi setiap jam secara alami, tanpa bantuan teknologi maupun manusia,” sambungnya.

Karena itu, sambung dia, PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari mengapresiasi dukungan Forum CSR DKI Jakarta sebagai mitra dalam menjalankan program Restorasi Kerang Hijau bersama 13 Komunitas, Rumah Millennials, MM Sustainability Universitas Trisakti, Lock and Lock dan perusahaan lainnya melakukan program restorasi kerang hijau.

“Kami mengajak berbagai pihak mengkampanyekan Restorasi Kerang Hijau sebagai sebuah gerakan. Kegiatan ini memperbesar peluang kualitas air laut Teluk Jakarta menjadi semakin baik,” tandasnya serius

Di dalam acara Restorasi Kerang hijau ini seluruh peserta yang hadir turut berperan aktif mulai dengan menyiapkan 50 buah ram besi berukuran 50cm X 30cm X 10cm yang mampu menampung 20kg kerang hijau dan bersama – sama menaburnya di laut Jakarta Utara di sekitar Kawasan Ancol dengan harapan kualitas air laut Jakarta dapat menjadi lebih baik. Pada kegiatan kali ini, total kerang hijau yang ditebar sebanyak 3 ton.

Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut mengapresiasi restorasi Kerang Hijau di Pantai Ancol. “Memang Tercemarnya Teluk Jakarta dari berbagai macam limbah yang mengandung logam berat berbahaya merupakan tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat di DKI Jakarta. Perlunya seluruh pihak yang memiliki kepedulian lingkungan untuk berkolaborasi dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati di Teluk Jakarta,” ucapnya.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang telah menginisiasi restorasi kerang hijau dan harapannya kegiatan ini dapat menginsipirasi perusahaan lainnya untuk lebih peduli kepada masalah lingkungan di DKI Jakarta,” sambungnya.

Tebar kerang hijau ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sustain Ability Fest 2019 yang akan diadakan pada 2 November 2019. Dengan mengangkat tema Sustainability Is Us, agenda Sustain Ability Fest 2019 antara lain Creative Talk, Exhibition, Community Action and Donation, Artist Performance.

Serta puncaknya pemberian Padmamitra+ Awards 2019 kepada sejumlah perusahaan swasta, BUMN, BUMD dan anak perusahaanya, organisasi masyarakat, yayasan serta lembaga non profit lainnya yang telah berkontribusi kepada kesejahteraan sosial dan tujuan pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta. (end)

Semester I, Turis China Habiskan US$127,5 Miliar untuk Melancong

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Tudingan selama ini wisatawan Tiongkok paling irit mengeluarkan uangnya, ternyata tudingan itu dipatahkan alias tidak benar. Data SAFE, badan valuta asing China mencatat turis Negeri Panda menghabiskan uang sekitar 127,5 miliar dolar AS di luar negeri selama semester pertama 2019.

Pasar wisata Asia meraup 54 persen konsumsi wisatawan China. Disusul Amerika Serikat dan Eropa yang bisa menyerap konsumsi wisatawan China, masing-masing 24 dan 13 persen. Banyaknya wisatawan China yang menghabiskan uang di luar negeri tersebut berkat eratnya hubungan perdagangan dan investasi negara itu dalam kerangka Prakarsa Sabuk Jalan (BRI).

SAFE juga menunjukkan semester pertama tahun 2019 ini, turis China telah menghabiskan 14,9 miliar dolar AS di beberapa negara yang terikat kerja sama BRI.
Transaksi pembayaran melalui aplikasi mobile selama periode tersebut sama dengan semester pertama tahun lalu, karena penggunaan kartu debit dan kartu kredit masih menjadi metode transaksi utama.

Belanja barang masih menjadi komponen utama pola konsumsi turis China. Namun, tidak ada perubahan signifikan nilai belanja warga China luar negeri. Berbeda dengan pola belanja dalam negeri warga China yang terus meningkat seperti pernyataan pihak SAFE.

Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UN-WTO), jumlah wisatawan akan mencapai 1,8 miliar pada 2030. Menurut China Daily, Ahad (06/10/2019) China diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pasar pariwisata yang sangat pesat dan akan berperan penting dalam pembangunan sektor pariwisata. (ndy)