Wayang Jogja Night Carnival ke 4 Tampilkan 14 Karakter Wayang Kapi-kapi

this formate

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang membuka event ini. ( Foto: Satrio Purnomo)

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Kawasan Tugu Pal Putih Jogyakarta dipadati ribuan warga maupun wisatawan mancanegara yang menghadiri Wayang Jogja Night Carnival 4 yang mengusung tema Ringgit Wanara Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang juga dikenal sebagai Wayang Kapi-kapi. 

Tugu selain sebagai lambang kota Ngayogyakarta adalah sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol maupun sebagai penunjuk arah dari kraton ke arah puncak gunung Merapi.

Event wayang yang pelaksanaannya bertepatan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-263 ini mengulang kesuksesan Wayang Jogja Night Carnival tahun lalu dan menjadi event tahunan terbesar di Kota Yogyakarta kembali.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang membuka event ini. Dalam sambutannya, Haryadi Suyuti menyebut ada puluhan ribu masyarakat yang menghadiri acara ini.

“Event ini disaksikan oleh 60 ribu orang. Tentu manfaatnya luar biasa terutama pada aspek ekonomi. Melalui event ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang atas bersyukur bertambahnya usia Kota Yogyakarta,” katanya, malam  ini, Senin (7/10/2019).

Event ini juga akan menjadi ajang mendekatkan masyarakat dengan 14 karakter wayang Kapi-kapi yang jarang terekspos. Wayang Kapi-kapi sendiri merupakan wayang milik Kraton Yogyakarta yang jarang go public. Ia terbilang unik, lantaran memiliki bentuk perpaduan bagian tubuh hewan yang merepresentasikan kehidupan di dunia, ” kata Yetti Martanti, S.Sos,M.M. selaku Show Director WJNC.

Adapun ke-14 karakter Wayang Kapi-kapi itu terdiri dari wayang Kapi Kingkin, wayang Jaya Harima atau wayang Kapi Harima, wayang Kapi Wraha, wayang Kapi warjita atau Kapi Wercita, wayang Kapi Jaya Anala atau Kapi Anggeni, wayang Kapi Satabali.

Para penari wayang Kapi melompat dan memukau penonton dengan gerakan dinanis

“Agar masyarakat bisa mengenal wayang Kapi-kapi dan memaknai filosofinya dalam kehidupan sehari-hari. Karena wayang Kapi-kapi sendiri mengajarkan agar kita harus saling mengayomi meski memiliki pribadi berbeda-beda, sangat pas untuk konteks seperti sekarang,” ujar Yetti Martanti.

Wayang Kapi Kingkin, misalnya, yang memiliki bentuk perpaduan antara kepiting dan kera. Merupakan ciptaan Sang Hyang Baruna (Dewa Ikan), ia memiliki andil besar dalam menyelamatkan proses pembangunan jembatan menuju Negara Ngalengka.

Ada juga tarian wayang Kapi Liman Dhesthi, memiliki badan perpaduan gajah dan kera. Bala tentara Pancawati ini berperan penting saat pengeroyokan Raden Kumbakarna. Para penari dengan kostum bagian kepala seperti gajah ini menari dengan lincah dan mendapat sambutan yang besar dari para penonton.

“Terdapat 7 seniman profesional sebagai tim kreatif yang membantu peserta dalam mengawal proses produksi peserta, yaitu KPH Notonegoro, RM. Kristiadi,S.Sn., Ali Nursotya Nugraha, M.Sn., Anon Suneko,M.Sn., Emerentiana Tri Ikhtiarningsih,S.Pd., Agung Tri Yulianto,S.Sn dan Hermawan Sinung Nugroho, S.Sn,” imbuh Yetti.

 Di antara 7 seniman profesional itu, lanjutnya, salah satunya adalah KPH Notonegoro yang merupakan sosok yang sangat concern dalam mengembangkan budaya Kraton. Dengan adanya kreativitas dan pengetahuan yang dimiliki, Yetti berharap masyarakat semakin mengenal Wayang Kapi-kapi.

Karnaval wayang Kapi-Kapi melewati rute sepanjang jalan Jenderal Sudirman, Tugu Pal Putih, dan Jalan Margo Utomo.

Pembukaan gelaran ini diawali dengan arak-arakan Urang Ayu, seorang putri cantik anak dari Baruna (raja penguasa laut yg berbadan ikan). Suaminya adalah seorang kera sakti yang sangat termasyur bernama Anoman.

Arak-arakan juga menampilkan sebuah kendaraan bernuansa udang dan di atasnya diramaikan dengan perempuan-perempuan cantik dengan balutan kostum udang. Karnaval di tutup dengan kendaraan dengan tema Anjani. seorang perempuan yang semula berwajah cantik, berubah menjadi berwajah kera. Suami Anjani adalah Bathara Guru, penguasa alam semesta.

Jennifer Lopez Tampil Ikonik di Milan Fashion Week

this formate

MILAN, bisniswisata.co.id: Jennifer Lopez kini menjadi perbincangan hangat di industri fashion. Aktris, penari, dan penyanyi tampil di peragaan koleksi Versace untuk 2020 di Milan Fashion Week, bulan lalu dengan gaun ikonik hijau yang ia kenakan di Grammy 20 tahun lalu. Momen itu membuat gaun yang viral itu kembali jadi pembicaraan.

Dilansir VOGUE, Senin (07/10/2019), Kini, bintang Hustlers itu kembali tampil dengan gaun Versace. Tampil mengejutkan di konser penyanyi Kolombia Maluma di New York, Jumat, 4 Oktober 2019, tunangan Alex Rodriguez itu tampil dramatis dengan fashion serba emas dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Jennifer Lopez naik ke panggung dengan iringan asap yang dramatis. Ia mengenakan gaun panjang one shoulder dari Atelier Versace dipenuhi kristal Swarovski. Lehernya dihiasi kalung choker lancip berwarna senada. Dia juga mengenakan mahkota avant garde berwarna emas yang membuat tampilannya bak seorang dewi.

Penampilan tersebut rupanya bukan konser biasa. Jennifer Lopez dan Maluma memanfaatkan momen itu untuk merekam salah satu adegan untuk film komedi romantis mereka yang akan datang, Marry Me. Ketika kru film dan kamera berada di dekat mereka di atas panggung di Madison Square Garden, duet penyanyi Latin tersebut membawakan lagu hit J.Lo dan Marc Anthony “No Me Ames”.

Marry Me bercerita tentang bintang pop yang mengetahui tunangannya (diperankan oleh Maluma) telah selingkuh dengan asistennya beberapa menit sebelum pernikahan mereka.

Selain Jennifer Lopez dan Maluma, film ini akan dibintangi Owen Wilson. Menurut Entertainment Tonight, keduanya juga baru-baru ini terlihat syuting di Deno’s Wonder Wheel Amusement Park di Coney Island di Brooklyn, New York. (ndy/VOGUE)

Selain Joker, Tiga Film Keren Warnai Oktober

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Film Joker mengawali pekan pertama Oktober ini dengan sangat baik. Film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix ini langsung mencetak rekor box-office dengan perolehan 13,3 juta dolar AS.

BBC melansir pada Ahad (6/10),Joker telah memenangi hadiah utama pada Festival Film Venesia tahun ini. Phoenix pun digadang-gadang bakal menjadi nominator Oscar tahun depan berkat karakternya yang mengerikan sekaligus mengundang simpati.

Selain Joker, ada beberapa film lain yang juga tayang dan perlu ditonton di bulan ini, di antaranya:

Gemini Man
Film arahan Ang Lee ini merupakan bergenre sci-fi, drama, action yang diperankan oleh aktor kawakan Will Smith. Film tersebut menceritakan Henry Brogan (Will Smith) sebagai seorang pembunuh bayaran terbaik. Namun, dirinya harus berhadapan dengan juniornya yang tidak kalah hebat dan mirip dengannya. Gemini Man menelan anggaran cukup besar dalam produksinya untuk film dengan konsep baru dan bukan merupakan adaptasi dari komik atau serial TV. Konsep asli film ini sudah ada sejak 20 tahun lalu. Selain Smith, sejumlah tokoh lain yang membintangi film ini diantaranya Mary Elizabeth Winstead, Clive Owen, Benedict Wong, Ralph Brown, Linda Emond, Theodora Miranne. Gemini Man rilis di UK, Hongkong, dan Australia pada 10 Oktober 2019. Sedangkan di Amerika, Kanada, dan India rilis tanggal 11 Oktober 2019.

Maleficent: Mistress of Evil

Film ini menghadirkan Angelina Jolie dengan dengan sayap, tanduk, serta tulang pipinya yang meruncing. Film ini menceritakan tentang perseteruan antara Maleficent (Angelina Jolie) dan putri angkatnya Aurora (Elle Fanning) saat keduanya mengalami perbedaan pandangan.Sejumlah artis yang bermain di film ini di antaranya Angelina Jolie, Elle Fanning, Michelle Pfeiffer, Chiwetel Ejiofor, Sam Riley, Harris Dickinson, Ed Skrein, Imelda Staunton, Juno Temple, Lesley Manville. Tidak hanya sebagai pemeran utama, Angelina Jolie juga bertindak sebagai produser di film ini. Film berdurasi 118 menit ini akan rilis pada 16 Oktober 2019.

Terminator: Dark Fate

Paramount Pictures mengeluarkan sekuel film berjenis sci-fi, action yang pernah berjaya di masanya. Terminator: Dark Fate menceritakan perjuangan Sarah Connor (Linda Hamilton) dan seorang manusia cyborg hybrid untuk melindungi seorang gadis muda dari Terminator canggih yang datang dari masa depan. Misi Terminator tersebut adalah memusnahkan target utamanya dan mengubah sejarah. Sejumlah aktor dan aktris yang bermain di film ini yaitu Linda Hamilton, Arnold Schwarzenegger, Mackenzie Davis, Natalia Reyes, Gabriel Luna, Diego Boneta. Dirilis pada 23 Oktober di Inggris dan Perancis, 31 Oktober di Australia, Selandia Baru dan Hong Kong dan 1 November di AS, Kanada, Prancis, dan Spanyol. (ndy/BBC)

10.000 Pemilik Hotel di India Kecam OYO, Kenapa?

this formate

NEW DELHI, bisniswisata.co.id: Mitra Oyo Hotels and Homes (OYO), startup yang menawarkan penginapan bagi wisatawan kelas menegah, mengeluhkan kenaikan biaya bagi hasil yang dilakukan secara sepihak. Keluhan ini berasal dari 10.000 pemilik hotel di India yang bermitra dengan OYO. Menurut para mitra OYO, perusahaan sering kali menurunkan harga di tengah kondisi ekonomi yang melambat.

Bahkan, OYO membebani hotel dengan biaya waralaba sekitar 20 persen untuk pendapatan kamar ketika hotel bergabung dengan jaringannya. Namun, beberapa operator hotel India lainnya mengatakan startup yang didukung oleh Softbank tersebut sering kali mengambil biaya waralaba hampir setengahnya atau lebih. Umumnya, tindakan ini tidak dicantumkan dalam perjanjian sebelumnya.

Seperti diketahui, Softbank telah menginvestasikan lebih dari US$1 miliar di OYO melalui Vision Fund. OYO hingga saat ini belum membukukan keuntungan. Sebulan yang lalu, perusahaan harus menghadapi tuntutan dari asosiasi yang mewakili operator hotel di Bengaluru atas tuduhan penahanan dana akibat kenaikan biaya yang tidak adil.

Hal yang sama dilakukan oleh dua hotel di bagian utara Karnataka. Keduanya melaporkan Oyo atas keputusan kenaikan komisi yang dilakukan secara sepihak. Tidak tanggung-tanggung, dua hotel tersebut menuduh CEO OYO Ritesh Agarwal melakukan penipuan. Namun, Agarwal berhasil mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Karnataka untuk satu kasus di Bengaluru.

OYO membantah tuduhan itu dan mengatakan Agarwal menolak mengomentari pengaduan hukum tersebut. Perusahaan mengklaim selalu mendorong integritas, transparansi dan komitmen tinggi dengan para mitranya.

Agarwal mengatakan operator hotel yang telah mengajukan keluhan mewakili sebagian kecil dari jaringan OYO dan berusaha untuk mendorong harga lebih tinggi dengan mengorbankan konsumen. “Secara tahunan, OYO dapat mempertahankan 99 persen dari pemilik asetnya. Jika, misalnya, orang tidak senang, tingkat retensi kami akan lebih rendah,” kata Agarwal kepada Reuters, Senin (07/10/2019).

Sementara itu, Softbank yang memiliki 45 persen saham di OYO menolak mengungkapkan pernyataan terkait kasus ini. (ndy/Reuters)

Kunjungan Turis Asing ke Kebun Raya Cibodas Merosot

this formate

CIANJUR, bisniswisata.co.id: Pengelola Kebun Raya Cibodas (KRC), Cianjur, Jawa Barat, mencatat penurunan angka wisatawan asing sejak Januari sampai September 2019. Penurunannya cukup drastis menjadi hanya 22.771 orang, dibandingkan tahun lalu mencapai 37.058 orang. Menurunnya angka kunjungan turis asing diduga akibat ditutupnya jalur Puncak-Cianjur dari kendaraan besar akibat longsor di sejumlah titik.

“Penurunannya sekitar 10 hingga 15 persen. Sedangkan wisatawan asing yang Kebun Raya Cibodas masih didominasi asal Timur Tengah dan sejumlah negara di Eropa. Jumlah wisatawan Timur Tengah mencapai sekitar 10 ribu orang,” kata Humas Kebun Raya Cibodas, Dwi Novia Puspitasari pada wartawan Senin (7/10)

Dilanjutkan, meskipun belum ada penambahan sarana atau prasarana di Kebun Raya Cibodas tersebut, namun tidak mengurangi minat wisatawan asing untuk datang ke kebun raya yang memiliki koleksi pohon dan tanaman khas tersebut.

Wisatawan mancanegara betah berlama-lama karena di negara mereka sulit mendapatkan tempat wisata bernuansa alam dan air yang dimiliki Kebun Raya Cibodas. “Wisatawan Timur Tengah bisa sampai sore membawa keluarganya untuk menikmati sejuknya hawa pegunungan,” katanya seperti dilansir Antara.

Data menyebutkan angka kunjungan tertinggi pada bulan Agustus mencapai 5.032 wisatawan dari berbagai negara. Kebun Raya Cibodas menjadi tempat favorit wisatawan dari Timur Tengah, sedangkan dari Eropa sebagian besar mahasiswa yang melakukan penelitian. Meskipun wisatawan asing mengalami penurunan, tutur dia, namun target angka kunjungan wisatawan secara keseluruhan telah melampaui target, yaitu mencapai 619.843 orang dari target 550 ribu per tahun. (ndy)

Grafik Kebutuhan Tenaga Perhotelan dan Pariwisata Naik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Grafik kebutuhan tenaga kerja terampil bidang pariwisata dan perhotelan di Indonesia, terus naik. Kenaikan ini seiring tumbuhnya industri pariwisata dalam beberapa tahun terakhir ini. Karenanya, Pemerintah terus mendorong kampus-kampus yang memiliki jurusan perhotelan maupun pariwisata untuk meningkatkan kualitas lulusannya agar cepat terserap ke pasar kerja.

“Kebutuhan tenaga terampil di bidang perhotelan dan pariwisata saat ini masih tertinggi bila dibandingkan dengan bidang yang lain. Di antara daerah yang sangat banyak membutuhkan adalah Labuan Bajo NTB, Yogyakarta, dan Bali. Selain menjadi tour guide, tenaga terampil banyak dibutuhkan di perhotelan dan bidang kuliner,” papar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir dalam keterangan resminya, Senin (07/10/2019)

Dilanjutkan, lulusan yang banyak dibutuhkan berasal dari diploma atau sekolah vokasi. Mereka diincar karena diyakini bisa langsung bekerja. “Dari pemetaan, sampai sekarang tenaga terampil di bidang perhotelan masih terbatas. Permintaan cukup tinggi, tapi yang profesional,” katanya.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu menerangkan, sarjana terapan atau lulusan pendidikan vokasi di bidang pariwisata memiliki kelebihan daripada sarjana atau lulusan pendidikan akademik. Para lulusan umumnya dapat bekerja tanpa membutuhkan banyak pelatihan.

Hal itu berbeda jika perhotelan atau industri wisata merekrut pegawai dari sarjana. Mereka biasanya tidak bisa langsung diterapkan menjadi pegawai karena perlu dilatih terlebih dahulu. Untuk mencukupi kebutuhan ini Menristek Dikti melakukan revitalisasi pendidikan vokasi.

Di antara programnya adalah pemberian beasiswa retooling di dalam dan luar negeri untuk bidang pariwisata mulai tahun ini. Beasiswa ini sebelumnya lebih banyak menyasar bidang teknik. “Kita perluas. Tahun kemarin mekanik sudah ada. Perhotelan belum digalakkan, harus kita munculkan. Berikutnya di bidang kulinari,” ungkapnya.

Perwakilan Artha Graha Group Indra S Budianto menilai peran Kemeristek Dikti sangat besar dalam mendukung link and match antara pendidikan vokasi berbentuk politeknik serta dunia usaha dan corporate yang membutuhkan SDM unggul di era revolusi industri 4.0.

Artha Graha yang menaungi Politeknik Jakarta Internasional (sebelumnya Akademi Pariwisata Jakarta International Hotel School/JIHS) menyatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah di bidang pendidikan sehingga tercipta SDM yang unggul.

Pihaknya mengapresiasi kesungguhan pemerintah untuk pembenahan SDM Indonesia dengan memberikan insentif bagi pelaku usaha yang berinvestasi di sektor pendidikan dan menjadikannya sebagai hal baru strategis dalam Rencana Kerja Pemerintah 2020. “Mari bersama menjadikan bonus demografi Indonesia sebagai peluang-peluang besar untuk Nusantara berjaya,” ungkapnya.

Indra menjelaskan, selama 25 tahun JIHS telah meluluskan sekitar 2. 000 orang dan kini tersebar pada lebih dari 100 hotel berbintang lima di Indonesia. Politeknik Jakarta Internasional yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Jakarta International Hotels meluncurkan tiga program studi unggulan baru sarjana terapan (D4).

Tiga program studi tersebut adalah manajemen perhotelan, analis keuangan dan keamanan sistem informasi. Selain itu program existing D3 Perhotelan & D1 Ektensi Perhotelan khusus bagi karyawan di lingkup industri perhotelan dan pariwisata.

Prodi-prodi itu dipilih secara khusus untuk mendukung industri yang dimiliki Artha Graha Group, di antaranya Hotel Borobudur Jakarta dan Discovery Hotel Resort (DHR), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (BAGI) serta PT Artha Telekomindo, PT Danatel Pratama, PT Sentra Link Solution, dan lainnya. (ndy)

Pebisnis Kuliner Wajib Melek Visual

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Meningkatnya penggunaan smartphone dan popularitas media sosial banyak mengubah kebiasaan masyarakat. Tidak hanya masyarakat, bisnis pun kin harus bisa beradaptasi. Yang cukup kerasa dengan perubahan kebiasaan ini adalah bisnis makanan dan minuman. Hadirnya media sosial harus membuat pelaku bisnis makanan dan minuman menyesuaikan diri.

Salah satu pelaku yang sigap menyadari tren ini adalah Holycow. Restoran yang fokus pada jenis makanan steak ini mulai berdiri pada awal era 2010-an. Holycow berhasil bertahan hingga saat ini karena kemampuannya dalam mengadaptasi tren di masyarakat. “Dulu kami banyak menggunakan platform Twitter sebagai salah satu sarana promosi kami,” terang Founder of Steak Hotel by Holycow, Wynda Mardio seperti dilansir laman Marketeers, Senin (07/10/2019).

Menurutnya saat ini terjadi perubahan konsumen, dalam artian banyak konsumen saat ini berasal dari generasi baru. Konsumen baru ini membawa kebiasaan baru. Dalam hal ini adalah kebiasaan mengonsumi media sosial dan layanan internet lainnya.

Yang dirasakan oleh Wynda, saat ini, terlepas dari kualitas rasa, konsumen menyukai tampilan gambar yang baik. “Kami sampai mempekerjakan fotografer. Selain itu tampilan menu kami juga ditambahkan dengan gambar,” tambah Wynda.

Namun, terlepas dari masalah visual, kualitas produk tidak boleh sampai dilupakan. Karena pada akhirnya konsumen mencari makanan yang bisa memuaskan. Baginya, para pelaku bisnis makanan dan minuman harus bisa memperhatikan perubahan pola ini. Tidak hanya fokus pada produk, tapi juga detil lainnya. Seperti tren peningkatan penggunaan layanan antar makanan. “Pelaku saat ini harus bisa lebih detil kepada hal-hal lainnya,” pungkas Wynda. (ndy/Marketeers)

London bakal Miliki Museum Vagina Pertama di Dunia

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Museum bertema vagina yang pertama di dunia bakal dibuka di London, Inggris, pada November 2019, setelah usaha pengumpulan dana biaya pembangunan berhasil mencapai jumlah lebih dari 50 ribu poundsterling (sekitar Rp871 juta).

Museum Vagina akan mendidik pengunjung tentang vulva dan vagina sambil menantang stigma yang ada mengenai alat kelamin, kata manajer pengembangan dan pemasaran Zoe Williams seperti yang dikutip dari CNN Travel, Senin (7/10/2019).

Pendiri museum, Florence Schechter, mengembangkan konsep untuk Museum Vagina setelah menemukan sebuah museum yang didedikasikan untuk penis di Islandia, Museum Falologi Islandia, tetapi tidak ada yang membahas vagina dengan media yang berimbang.

Schechter dan timnya kemudian meluncurkan kampanye di Crowdfunder, awalnya bertujuan untuk mengumpulkan donasi sebesar 300 ribu poundsterling. “Karena ini adalah museum pertama di dunia yang didedikasikan untuk vagina, vulva dan anatomi ginekologi, kami tidak tahu apa yang diharapkan dari pengunjung nantinya. Namun kami senang dengan donasi yang berhasil terkumpul,” kata Williams.

Museum ini akan dibuka pada 16 November 2019 di lokasi sementara di Camden Market London, dengan pameran berjudul “Muff Busters: Myths Vagina and How to Fight Them.”

Pameran ini akan menantang “mitos yang melebar” tentang vagina dan vulva. Salah satunya seperti bahwa vagina dan vulva perlu dibersihkan melalui penggunaan produk pembersih feminin; namun vagina sepenuhnya bisa bersih dengan sendirinya.” sambungnya.

Acara komedi dan teater, lokakarya kerajinan dan diskusi pendidikan akan diadakan di museum, katanya, yang akan membantu mengumpulkan dana untuk pindah ke lokasi yang lebih permanen.

Museum juga menjadi forum menyuarakan isu “feminisme, hak-hak perempuan, komunitas LGBT + dan komunitas interseks,” “perbincangan mengenai perilaku heteronormatif dan cisnormatif” dan “mempromosikan nilai-nilai interseksional, feminis dan trans-inklusif.”

“Kami ingin memberi setiap orang kepercayaan diri untuk membicarakan bagian anatomi yang sebenarnya sangat normal,” Williams menjelaskan, mengutip penelitian dari badan amal penelitian kanker, The Eve Appeal, yang menemukan fakta bahwa 65 persen remaja dan anak perempuan di Inggris kesulitan menggunakan kata-kata “vagina” atau “vulva.”

“Tidak ada yang memalukan atau menyinggung mengenai vulva dan vagina. Mereka adalah bagian dari tubuh yang harus diapresiasi!” tambahnya. (ndy/CNN Travel)

Berselendang Batik, Musisi David Foster Gebrak Prambanan

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Batik menjadi benang merah kolaborasi seni dan budaya dalam Batik Music Festival 2019, yang digelar di Komplek Candi Prambanan, Sleman akhir pekan lalu. Deretan musisi dunia dan Indonesia dari berbagai genre dan lintas generasi hadir. Bahkan sang bintang musisi dan penyanyi David Foster sukses menjadi penyaji utama.

David tidak sendiri. Dia ditemani sang istri Katharine McPhee juga sederet musisi mancanegara lain. Mulai dari Kenny ‘Babyface’ Edmonds, Pia Toscano, penyanyi Malaysia Yuna sampai bintang muda Singapura, Nick Zavior Meski sudah mendekati usia 70 tahun, penyanyi kelahiran Kanada tampil elegan dengan selendang batik coklat yang sangat mengesankan.

Lewat lagu-lagu hit, Foster sukses membuai seisi Candi Prambanan untuk bernanyi bersama. Penonton pun terpukau, bersorak dan applus panjang. Bahkan, saat tampil bersama Pia Toscano membawakan All by My Self, Foster mengajak salah satu penonton untuk naik ke panggung. Kehadiran wanita berhijab bernama Sadhera itupun sukses memeriahkan malam. “Aku seneng banget,” kata Sadhera usai memeluk Foster.

Foster, tidak terbantahkan, memang mengesankan. Tapi, Foster bukan satu-satunya penampilan mengagumkan malam itu. “Ini pertunjukkan suatu kejadian yang sungguh sangat luar biasa. Selain masyarakat Indonesia memiliki kecintaan sangat besar terhadap musik, konsep utama Batik, Musik dan Candi Prambanan yang dimiliki festival ini sangat luar biasa,” papar David Foster dalam keterangan resminya, Senin (07/10/2019).

Dalam penampilannya bersama Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna dan Nick Zavior, setidaknya ada sebanyak 18 buah lagu ciptaannya dibawakan di panggung Spesial Show. Di antaranya seperti “I Swear”, “All By My Self”, “To Love You More”, “When Can I See You”, “Change The World”, “That’s Life”, “Power of Love” dan masih banyak lainnya.

Sementara penampilan musisi Indonesia juga tak kalah memukau. Ada Kahitna, Rio Febrian, Marcell, Lima Romeo dan Arsy Widianto yang bermain dengan format Yovie and His Friends dan melakukan kolaborasi bersama Kahitna, BCL, Raisa, Rio Febrian, Marcell, 5 Romeo dan Arsy Widianto. Penampilan mereka membawakan lagu-lagu hitsnya sukses membuat seisi Candi Prambanan seperti festival karaoke terbuka.

Usai melangsungkan pertunjukannya selama 1 jam 30 menit di atas panggung Festival Show, “Saya sangat senang didaulat salah satu bagian dalam Batik Music Festival yang pertama. Apalagi antusias penonton yang hadir dalam festival ini tidak hanya mereka yang menggemari musik, namun juga memiliki ketertarikan yang lebih pada peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, yakni batik dan Candi Prambanan,” papar Yovie Widianto.

Diakui, Batik Music Festival adalah momen perdana bagi untuknya bisa menyaksikan ribuan orang dari berbagai latar belakang menyaksikan konser musik bertaraf internasional dengan menggunakan batik. Dan hal ini patut diapresiasi dan mesti menjadi catatan sejarah ketika batik bisa dirayakan bersama-sama dalam sebuah momen yang sangat menyenangkan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan bermain musik saya yang sudah lebih dari 30 tahun, saya bisa melihat banyak sekali penonton menggunakan batik. Ada kebanggaan dan keterharuan untuk diri saya pribadi bisa menyaksikan momen ini. Dan tadi saya sampai sempat salah menyebut Prambanan jadi Borobudur, itu karena saya gugup. Ini luar biasa sekali. Kita harus melakukan hal seperti ini terus untuk membuktikan bahwa kita sangat mencintai Indonesia,” tutur musisi kelahiran Bandung, 21 Januari 1968.

Hal senada pun diutarakan oleh Raisa, di mana ia sebagai seorang warga negara Indonesia dan penyanyi merasa sangat bangga ketika bisa ikut merayakan momen yang jarang terjadi ini. Ungkapnya, biasanya batik identik dengan pakaian yang selalu dikenakan dalam pesta perayaan pernikahan. Namun, yang ia saksikan pada malam hari ini membuktikan bahwa batik adalah pakaian yang bisa digunakan dalam kesempatan apa pun. Salah satunya adalah konser musik.

“Aku seneng banget begitu tahu Batik Music Festival. Terus aku bilang sama diriku sendiri, wah ini berarti dresscodenya batik nih. Aku seneng banget pake batik. Biasanya batik kan dipakai buat kondangan doang dan acara-acara resmi. Ini momen yang sangat menyenangkan buatku,” ungkap istri dari Hamish Daud ini.

Dalam Batik Music Festival, setidaknya ada sebanyak 16 buah karya dari Yovie Widianto yang dibawakan dengan penuh kemeriahan. Beberapa di antaranya “Ada Cinta”, “Peri Cintaku”, “Katakan Saja”, “Suratku”, “Cerita Cinta”, “Soulmate”, “Kasih Putih”, “Takkan Terganti”, “Adu Rayu” dan lainnya membuat suasana di Candi Prambanan malam ini terasa sangat hangat. Konsep penggabungan tiga mahakarya dalam satu waktu yang dimiliki festival ini seakan benar-benar terwujud, di mana batik, musik dan Candi Prambanan seperti menjadi satu kesatuan yang utuh dan menciptakan sebuah memori yang sulit untuk dilupakan di kemudian hari. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bandara Singkawang Ditawarkan Swasta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bappenas, dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia melaksanakan market sounding proyek pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan untuk menarik pihak swasta agar terlibat dalam proyek tersebut dalam skema KPBU.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut positif kegiatan market sounding. Mengingat pentingnya keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur. “Pak Presiden secara khusus mengingatkan kepada kami, berikan kesempatan swasta, swasta asing untuk masuk ke industri prasarana perhubungan. Karena kita yakin kompetensi yang dimiliki swasta, modal yang dimiliki swasta itu diperlukan oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang begitu banyak,” kata Menhub Budi Karya di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (7/10).

Pemerintah tentu berharap keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor perhubungan dapat terus ditingkatkan. “Kalau ini menjadi satu contoh. Ada bandara-bandara lain, yang dimiliki pemerintah atau AP I dan AP II. Pelabuhan-pelabuhan yang dimiliki oleh pemerintah dan juga fasilitas kereta api itu yang begitu variatif dan memiliki prospek yang baik,” ujar dia.

Dia pun meminta segenap pihak, terutama dari sisi pemerintah dapat memberikan informasi yang jelas kepada investor. Dengan demikian, para calon investor proyek Bandara Singkawang memperoleh informasi memadai terkait proyek tersebut.

“Saya minta kepada tim, dari Bappenas, PII, dan dari Kementerian Perhubungan memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada investor dan kami siap melakukan diskusi one on one bila diskusi pada market sounding ini dirasa kurang,” imbuhnya.

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, kehadiran Bandara Singkawang amat strategis dalam mendukung aksesibilitas masyarakat. “Dengan dilaksanakannya market sounding ini Bandara Singkawang layak dibangun untuk memenuhi impian masyarakat Singkawang tersedia akses lebih efisien waktu,”

Tentu kehadiran Bandara Singkawang diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi daerah Singkawang dan sekitarnya. “Singkawang merupakan kota pariwisata dan perdagangan jasa. Dimensi waktu menjadi penting yang kaya daya tarik investasi,” tandasnya.

Sebagai informasi, nilai opex proyek Bandara Singkawang sebesar Rp 2,6 triliun. Sementara capex proyek senilai Rp 1,7 triliun dengan masa konsesi 32 tahun.
Berdasarkan masterplan daerah, Bandara Singkawang terletak di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Kelak bandara ini akan berdiri diatas lahan seluas 151.45 Ha dan saat ini telah terealisasi seluas 106.92 Ha.

Pada tahap awal, bandara ini akan memiliki landas pacu 1.400m x 30m, dengan luas landas hubung 199m x 18m, dan luas apron 160m x 70m. Pada tahap ini bandara akan dapat melayani pesawat sejenis ATR 72.

Bandara Singkawang mempunyai peran strategis dari sisi ekonomi serta politik, pertahanan dan keamanan. Dari sisi ekonomi, bandara ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan potensi ekonomi lainnya di Singkawang dan sekitarnya dengan konektivitas transportasi udara. Dari sisi politis, pertahanan dan keamanan adalah sebagai eksistensi daerah perbatasan terhadap negara tetangga.

Kota Singkawang merupakan kota yang sedang aktif menggeliat maju dan menjadi pusat pertumbuhan wilayah, khususnya di wilayah Kalimantan Barat bagian utara. Selain itu, Singkawang adalah salah satu tujuan favorit para wisatawan. Pemerintah Kota Singkawang sendiri mencatat, hasil capaian kunjungan wisatawan pada 2018 naik 105 persen dari tahun sebelumnya.

Selain obyek-obyek wisata seperti pantai dan danau, daya tarik Singkawang bagi para wisatawan adalah banyaknya gelaran yang di gelar seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang begitu meriah. (ndy)