Nusa Penida Festival 2019: Pariwisata Maju, Jangan Sombong

this formate

NUSA PENIDA, bisniswisata.co.id,- ANTUSIASME masyarakat dan wisatawan yang sedang berlibur di tiga pulau di Kecamatan Nusa Penida sangat tinggi dalam mengapresiasi program seni budaya dalam kemasan Nusa Penida Festival ( yang ditutup malam ini (8/10). Meski sempat terjadi peserta karnaval budaya trance saat pagelaran tarian Gambuh dan Demang, tak mengurangi semangat mengakhiri pesta rakyat tahunan tersebut dengan semangat. Pengunjung semakin larut semakin membludak. Mereka memadati bibir pantai, untuk menikmati sajian musik artis- artis kesayangan mereka. Dan rentetan kembang api sebagai tanda resmi  gelar Nusa Penida Festival ke V, 2019  yang bertema the Blue Paradise mengudara tepat pukul 00.00 wita.

Di NPF 2019, angka kunjungan wisman meningkat tajam, meski pun belum terdata dengan baik. Sejumlah wisatawan yang berlibur di Pulau Lembongan,  menjadual ulang waktu kembali ke P Bali dengan berpindah ke P Nusa Penida. Ingin mengulang pengalaman mengikuti lomba gebug bantal, salah satu permainan yang dibuka untuk pengunjung ikut serta didalamnya di luar permainan gobag sodor (go back to door atau megala- galaan ala Bali) dan tarik tambang. Ketika pelaksanaan NPF 2017 di P Lembongan, sejumlah wisatawan asing aktif mengikuti beberapa program yang digelar, salah satunya lomba gebug bantal di atas air laut dan lomba berbusana adat Bali.

“Saya berniat ikut touring. Ternyata untuk kalangan tertentu. Objek di P Nusa Penida, belum banyak kami kenal. Sekarang, menikmati kuliner dan mencoba mengunjungi beberapa objek berdasarkan foto yang di pajang itu,’’ ungkap  Chen Dagan, wisatawan asal Jerman, sembari menunjuk sudut pameran lomba foto NPF2019.

Tahun ini hanya terbuka untuk tarik tambang yang tetap diminati wisatawan asing. Ini persoalan “keriangan”, dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat setempat. Kami ke Nusa Penida juga karena spirit pulau ini dan kebudayaan masyarakatnya, imbuh Chen Dagan.

Jika dalam pembukaan ditandai dengan suara kentongan, penutupan festival Selasa 8 Oktober juga dilakukan dengan pemukulan kentongan oleh Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi didampingi  Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Pada kesempatan tersebut Bupati Klungkung menyerahkan dokumen potensi desa usulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) untuk Nusa Penida.

Kepada masyarakat Nusa Penida Bupati Nyoman Suwirta menegaskan,  meski pun pariwisata Nusa Penida telah berkembang dengan pesat, kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan. Masyarakat dan industri di Nusa Penida tidak hanya mengandalkan laut, perlu pengembangan kerajinan UKM, pertanian, peternakan perlu diperhatikan.  Pasalnya, pariwisata adalah industri yang sensitif terhadap isu isu seperti terorisme, wabah penyakit, bencana alam dan lainnya yang tidak bisa diprediksi kejadiannya. Saat sektor pendukung pariwisata ikut berkembang dengan harmonis, jika pariwisata mengalami goncangan, perekonomian tidak ikut akan jatuh.”ujarnya

Bupati Suwirta juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga alam dan perilaku masing masing individu, khususnya pengelolaan sampah plastik. “Jjangan sombong kalau pariwisata Nusa Penida sudah maju dan jangan lupa “sepi” pada saat ramai. Karena jika pariwisata yang ramai ini, tiba tiba sepi maka kita tidak akan mengalami guncangan,” ujar Bupati Suwirta.

Komitmen

Jika dalam pembukaan NPF ke V tahun 2019, Minggu 6 Oktober Tenaga Ahli Bidang Pemasaran dan Kerjasama Kementerian Pariwisara Republik Indonesia I Gde Pitana, menyatakan bahwa keberhasilan daerah ditentukan oleh komitmen kepa daerah sebagai event organizer (EO). Senada dengan pernyaataan  Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi, yang mengapresiasi ambisi tekad Bupati Klungkung dalam membangun nusa penida. Menurutnya jarang ada kepala daerah yang memiliki tekad dan komitmen kuat seperti Bupati Klungkung dalam memperjuangkan daerahnya dipusat. Diingatkan pembangunan daerah, dikatakan berkwalitas dan berhasil jika tidak meninggalkan satu orang pun warganya.

“Pembangunan harus menggandeng, memberdayakan peran serta seluruh masyarakatnya,” tegas Sonny.

Malam penutupan juga diserahkan hadiah bagi peserta lomba janggolan (perahu tradisional bersayap dua lonjor bamboo di kiri dan kanan badan perahu, sebagai penjaga keseimbangan) dengan bendeganya (nelayan pengemudi janggolan) Lomba ini sebagai apresiasi pemerintah Klungkung terhadap para nelayan yang mengelola potensi laut seputar wilayah klungkung. Sebagai pemenang pertama janggolan Manta Cottage dari Batumulapan dengan hadiah uang tunai Rp. 5 juta, pemenang ke dua janggolan Lolot dari Kutapang dengan hadiah Rp 4 juta. Peraih juara tiga berhadiah Rp. 3 juta adalah janggolan Idola wakil desa Suana. Runner-up I diraih janggolan Dinasty dari Batumulapan dengan hadiah Rp. 2 juta dan Runner-up II mengantongi hadiah satu juta rupiah dimenangkan janggolan R-8 dari Batumulapan. Sampai bertemu di Nusa Penida Festival tahun depan. Swaha

Akibat Kebakaran, Area Swafoto Kawah Putih Ditutup

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Polda Jawa Barat (Jabar) menutup sementara sebagian area wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, akibat kebakaran lahan sejak Senin (7/10), termasuk titik swafoto atau selfie di kawasan itu.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan hal itu sudah dikoordinasikan oleh Polres Bandung dan jajaran Polsek di bawahnya dengan pengelola area wisata. “Mulai hari ini ditutup sebagian, terutama terkait dengan wahana untuk swafoto yang ikut terbakar. Tidak mungkin kan dipersilakan masuk,” kata Trunoyudo, di kantornya, Bandung, Selasa (8/10)

Selain titik swafoto, lanjut Trunoyudo, akses ke Kawah Putih masih bisa dilalui. “Akses masuk tetap bisa dilalui karena hanya beberapa titik saja [yang ditutup]. Jadi tidak keseluruhan, hanya sebagian yang ditutup,” ujarnya.

Trunoyudo sendiri menduga penyebab kebakaran lahan di area itu dipicu oleh faktor alam atau ulah manusia. “Karena sekarang musim kemarau, tentu kan banyak alang-alang, rumput, serta pepohonan mengering, itu berpotensi karena bahan yang mudah terbakar,” kata dia.

Faktor manusia dapat terjadi secara disengaja maupun tidak. Jika sengaja berarti jelas ada orang yang melakukan pembakaran, namun faktor lain ketidaksengajaan. Dan hingga kini masih berupaya melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran itu. “Kalau disengaja kan perlu alat bukti penyelidikannya, tapi kalau tidak sengaja bisa saja karena masyarakat membuang sampah sembarangan seperti puntung rokok,” katanya.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyatakan luas kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Bandung mencapai 241 hektare. Akibatnya sejumlah pohon hangus terbakar seperti Cantigi, Pakis Andam, dan Alang-alang. Kebakaran lahan itu terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan wisata Kawah Putih, wilayah Desa Sugihmukti, dan Kecamatan Pasirjambu.

“Untuk dampak kebakaran di Kawah Putih Ciwidey, lahan terbakar sekitar 15 hektare,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu melalui keterangan tertulis, Selasa (8/10).

Sedangkan kebakaran di kawasan Kawah Putih terjadi pada Senin (7/10) pukul 14.00 WIB. Budi mengatakan, BPBD Jabar telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk mengecek kondisi pascakebakaran. Pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolres Bandung, Dandim 0609, BPBD Kabupaten Bandung, Perhutani, Damkar, pengelola wisata Kawah Putih, masyarakat sekitar, serta relawan pegiat kebencanaan.

Penanganan awal yang dilakukan, kata dia, adalah membuat parit dan penyiraman oleh unit pemadam dari Dinas Kebakaran supaya api tidak meluas. “Penanganan selanjutnya akan dilaksanakan pagi ini. Sampai dengan pukul 03.00 WIB, api masih menyala,” kata Budi.

Selain Kawah Putih, kebakaran juga terjadi di Desa Pasir Huni, Kecamatan Cimaung. Luasan lahan terbakar mencapai 26 hektare. Sementara di Desa Mangun Jaya, Gunung Sangar, luas lahan yang terbakar sekitar 100 hektare. Wilayah lainnya yaitu di Puncak Besar Pacet, Kecamatan Pangalengan, luas yang terbakar kurang lebih 100 hektare. Selain itu, kebakaran lahan juga terjadi di Gunung Malabar, Desa Mekarmaju, Kecamatan Arjasari.

Akibat kebakaran lahan tersebut sejumlah tanaman dan pohon seperti pohon pinus, pohon rancamala, pohon manglid, pohon alpukat, alang-alang, dan lainnya hangus terbakar. Kebakaran lahan di Kabupaten Bandung diketahui telah terjadi sejak Sabtu (5/10). Sejumlah upaya untuk memadamkan api dilakukan di antaranya dengan menerjunkan 84 petugas dari berbagai instansi. (ndy)

Ditandatangani Jokowi, Singosari Sah Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia membengkak lagi. Kini, Pemerintah menetapkan wilayah Singosari atau Singhasari di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), lantaran memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan. Atas pertimbangan itu, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 tentang KEK Singhasari pada 27 September 2019.

“Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari sebagaimana dimaksud memiliki luas 120,3 ha yang terletak dalam wilayah Kecamatan Singhasari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur,” bunyi Pasal 2 PP ini, dikutip dari laman setkab.go.id Selasa (8/10/2019).

Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari yang dimaksud terdiri: zona pariwisata dan zona pengembangan teknologi. Pembangunan dan pengelolaan kawasan tersebut bakal dikelola oleh badan usaha pembangun dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

Menurut PP ini, Bupati Malang menetapkan badan usaha pembangun dan pengelola KEK Singhasari dalam jangka waktu 90 hari sejak PP ini diundangkan.
“Badan usaha sebagaimana dimaksud bertanggung jawab atas pembiayaan pembangunan dan pengelolaan KEK Singhasari,” bunyi Pasal 5 ayat (2) PP ini.

Badan usaha itu akan melakukan pembangunan KEK Singhasari sampai dengan siap beroperasi dalam jangka waktu paling lama 3 tahun sejak PP ini diundangkan. Selanjutnya, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus akan melakukan evaluasi setiap tahun terhadap pembangunan KEK Singhasari oleh badan usaha sebagaimana dimaksud.

Jika berdasarkan evaluasi pada tahun ketiga pelaksanaan pembangunan KEK Singhasari belum siap beroperasi, Dewan Nasional KEK berhak melakukan perubahan luas wilayah atau zona, memberikan perpanjangan waktu paling lama dua tahun, melakukan penggantian badan usaha, atau pengusulan pembatalan dan pencabutan KEK Singhasari.

Dalam hal perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud telah diberikan dan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari belum siap beroperasi karena bukan dari kelalaian atau force majeure badan usaha, Dewan Nasional KEK dapat memberikan perpanjangan waktu pembangunan.

“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 7 Peraturan Pemertintah Nomor 68 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 27 September 2019.

Seperti diketahui Singosari merupakan kota kecil di Malang, namun memiliki peninggalan sejarah masa lalu bekas Kerajaan Singosari. Ada beberapa peninggalan antara lain:

 Candi Singosari
Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Singosari. Candi Hindu Buddha ditemukan pada sekitar awal abad 18 (tahun 1800-1850) dengan pemberian nama atau sebutan Candi Menara oleh orang Belanda. Kalian dapat berwisata sejarah sekaligus berfoto di lokasi candi Singosari. Berada di areal seluas 8 hektar, sampai sekarang situs ini masih terjaga kebersihan dan keindahannya. Suasana sekitar pun terbilang asri dan terawat.

Candi Sumberawan

Candi Sumberawan sendiri merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Candi yang terletak di desa Toyomarto, Singosari, kabupaten Malang ini, tidak memiliki tangga naik ruangan, yang biasa digunakan untuk menyimpan benda suci. Diduga, bangunan candi Sumberawan ini hanya memiliki bentuk stupa, namun tidak memiliki fungsi sebagai stupa umumnya. Lokasinya dekat dengan Candi Singosari yang ditemukan tahun 1904 dan menjadi satu-satunya stupa yang ada di Jawa Timur. Berada di kaki Gunung Arjuna pada ketinggian 650 meter membuat udara di sekitarnya terasa begitu sejuk dan dingin untuk dijadikan waktu bersantai bersama keluarga. Hutan Pinus di Malang yang tidak terlalu luas serta sebuah telaga berair jernih yang berada tepat di sebelah area situs menjadikan suasana di kawasan ini begitu alami sehingga cocok tujuan untuk wisata alam dan sejarah.

Pemandian Ken Dedes

Pemandian ini sudah ada sejak dahulu sehingga memiliki sejarah. Dibangun sekitar tahun 1200 silam dan digunakan sebagai tempat bermain sekaligus mensucikan diri bagi para putri raja. Selain itu di pemandian juga tersedia berbagai fasilitas menarik seperti kolam dewasa, anak-anak, beberapa permainan, dan deretan toko yang menjajakan makanan maupun perlengkapan berenang. Air yang mengalir ke kolam berasal dari sumber tanpa ditambah kaporit sehingga terasa segar dan aman di kulit.[

Museum Singosari

Museum ini diresmikan Mei 2015 yang lokasinya di kaki Gunung Arjuna, suasana di sekeliling museum terasa sejuk, asri dan tenang karena terletak cukup jauh dari jalan utama. Di dalamnya terdapat arca dan patung peninggalan kerajaan Singosari. Dengan adanya museum ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat khususnya warga sekitar mengenai sejarah dan budaya di Singosari.

Hawai Waterpark

Selain wisata peninggalan sejarah Singasoari juga memiliki wisata buatan Hawai Waterpark Malang dibangun di atas lahan dengan luas 28.000 meter persegi pada tahun 2014 dan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2015 dengan harga Tiket Masuk Hawai Waterpark Malang yang cukup terjangkau. Lokasi dengan tema wahana air ini juga cocok didatangi bersama keluarga saat mampir di daerah dekat stasiun Singosari.

Bukit Budug Asu

Merupakan spot wisata alam yang tersembunyi di Singosari. Berada di lereng Gunung Arjuna, lokasi ini menyajikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Awalnya lokasi ini merupakan jalur utama bagi para penghobi motor crosser atau offroader untuk menjelajahi kawasan Gunung Arjuna. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini pun mulai ramai didatangi pengunjung untuk menikmati sekaligus mengabadikan keindahannya. Untuk semakin menarik minat wisatawan, warga sekitar pun membuatkan spot foto berbentuk kepala serigala di atas bukit. Dapat dicapai dengan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki dengan jalur yang agak menantang.

Kebun Teh Wonosari

Perkebunan seluas 1.144 hektar yang berada pada ketinggian 950-1.250 mdpl. Berjarak sekitar 30 km dari Kota Malang, kawasan ini kemudian menjadi kebun teh pertama di Jawa Timur yang dijadikan tempat wisata baik edukasi maupun alam. Suasana disini sangat sejuk dan asri dengan panorama hijau kebun teh yang terhampar luas. Cocok dijadikan tempat rekreasi untuk menghilangkan penat. Beberapa fasilitas pendukung seperti penginapan, kolam renang, flying fox, wall climbing, dan lainnya telah disediakan demi menunjang kenyamanan pengunjung yang berwisata ke Wonosari. (end)

Overstay, Turis Backpacker Inggris Dideportasi

this formate

PEKANBARU, bisniswisata.co.id: Turis asal Inggris, John Henry William D`Anger dideportasi ke negaranya oleh Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (8/10/2019). Deportasi ini terpaksa dilakukan setelah D`Anger berada di Riau yang mengalami overstay selama 28 hari.

“Segala biaya akomodasi yang timbul dari kegiatan pendeportasian yang bersangkutan dibebankan pada pihak keluarga,” papar Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Junior Sigalingging di Pekanbaru, Selasa (8/10/2019).

Tiga petugas Rudenim Pekanbaru mengawal pendeportasian D’anger tersebut. Junior mengatakan warga negara Inggris tersebut seharusnya diberangkatkan menggunakan pesawat dari Pekanbaru ke Medan, dan dari sana dipulangkan ke London.

D’anger awalnya dijadwalkan diberangkatkan dengan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT125 pukul 09.40 WIB dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK) Pekanbaru menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Namun, ia mengatakan pihak Lion Air memberikan informasi bahwa keberangkatan pesawat rute Pekanbaru-Medan dipindahkan ke jadwal penerbangan pada pukul 12.00 WIB, sedangkan deporti akan diberangkatkan ke negara asalnya melalui Bandara Kualanamu Medan pada pukul 12.40 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia menuju Bandara Internasional Heathrow London.

“Dikarenakan hal tersebut, maka keberangkatan deporti diubah menggunakan pesawat udara Citilink dengan kode penerbangan QG927 pukul 10.05 WIB dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju Bandara Kualanamu Medan,” katanya, seperti dikutip Antara.

Junior menjelaskan turis Inggris tersebut sudah ditahan di salah satu sel isolasi Rudenim Pekanbaru sejak 13 September 2019, setelah sebelumnya ditangkap oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis karena terbukti melakukan pelanggaran Keimigrasian Pasal 78 ayat (1) dan (2) Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Menurut dia, D’anger diamankan oleh petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja Bengkalis setelah mendapat laporan dari warga sekitar. D’anger masuk ke Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta memanfaatkan kebijakan bebas visa. Bule berambut gondrong itu diketahui lahir di London tanggal 22 April 1972.

Turis Inggris tersebut menurut keterangan berkeliling sejumlah daerah hingga sudah melebihi batas waktu 30 hari kunjungan di Indonesia. D’Anger ditangkap di Bengkalis dan karena tidak memiliki uang untuk membayar denda, maka bule tersebut diserahkan kepada Rudenim Pekanbaru untuk dilakukan pendeportasian.

“Memang gayanya seperti turis backpacker gitu. Seharusnya sesuai aturan, dia harus membayar denda kelebihan masa tinggal Rp1 juta per hari, tapi dia tak punya uang,” kata Junior seperti dilansir Antara.

Menurut dia, Rudenim Pekanbaru telah membuat Laporan Atensi yang langsung dikirimkan kepada Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau. Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru juga telah melakukan pendetensian, pengambilan data, sidik jari dan foto terhadap D’Anger.

Kemudian Rudenim Pekanbaru berkoordinasi melalui surat pemberitahuan ke Kedutaan Besar Inggris dan juga surat permohonan bantuan fasilitas guna mempercepat proses deportasi yang bersangkutan. (ndy/Ant)

17 Oktober Wajib Sertifikat Halal, Masa Krisis Pengusaha Kuliner

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Belum semua pelaku usaha makanan dan minuman siap untuk mengimplementasikan aturan wajib bersertifikat halal pada 17 Oktober 2019. Waktu yang dibutuhkan sangat mepet.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan saat ini memang menjadi masa-masa kritis bagi pengusaha makanan dan minuman karena menyisakan 10 hari sebelum aturan wajib diterapkan sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Kita terus mengadakan rapat bersama Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Banyak yang belum final, seperti Peraturan Menteri Agama tentang teknis pelaksanaannya, bagaimana proses pendaftaran, bagaimana logo halal dan sebagainya,” kata Adhi.

Penerapan aturan wajib bersertifikat halal berlaku untuk seluruh produk terutama makanan dan minuman (Mamin), termasuk hasil produksi Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, jika aturan wajib sertifikat halal tetap dimulai berlaku pada 17 Oktober nanti, dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian karena mayoritas pengusaha terutama UMKM belum memilikinya. “Kita menunggu Peraturan Menteri Agama untuk teknisnya,” ucap Adhi.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso menjelaskan penerapan aturan ini dilakukan bertahap dimana mulai 17 Oktober 2019 – 17 Oktober 2024 dilakukan pembinaan atas kewajiban sertifikat halal mengingat Halal merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang menjadi mayoritas masyarakat Indonesia.

Berdasarkan UU No 33 tahun 2014, Sertifikat Halal adalah pengakuan kehalalan suatu Produk yang dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh MUI. Pada pasal 4 berbunyi “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” tandasnya seperti dilansir laman CNBC, Selasa (08/10/2019).

Pemberlakuan efektif 17 Oktober 2019, mengacu pada pasa 67 yang berbunyi “Kewajiban bersertifikat halal bagi Produk yang beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 mulai berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan”

UU No 33 tahun 2014 tentang JPH, punya aturan turunan yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No 31 tahun 2019, yang mengatur lebih detil antara lain pada pasal 2, ayat:

(2) Produk yang berasal dari bahan yang diharamkan dikecualikan dari kewajiban bersertifikat halal
(3) Produk yang sebagaimana dimaksud ayat (2) wajib diberikan keterangan tidak halal
(4) Pelaku usaha wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk sebagaimana dimaksud pada ayat 3. (ndy/CNBC)

Bau Durian, Air Canada Nyatakan Darurat

this formate

VANCOUVER, bisniswisata.co.id: Pilot Air Canada Boeing 767 dengan penerbangan ROU1566 menyatakan penerbangan yang di kemudikannya dalam kondisi darurat dan menjatuhkan masker oksigen pesawat setelah penerbangan itu terusik oleh bau buah durian. Durian adalah buah dengan bau paling menyengat di dunia.

Seperti dilansir mirror.co.uk, Selasa (08/10/2019) Pilot menyatakan Pan Pan, yakni level gawat tertinggi kedua dalam dunia penerbangan. Istilah Pan Pan digunakan untuk situasi yang serius, namun tidak mengancam jiwa. Penerbangan ROU1566 akhirnya putar balik ke kota Vancouver, Kanada, karena bau durian dalam pesawat yang sulit dihilangkan.

Aroma durian berasal dari durian yang disimpan dalam ruang kargo pesawat. Usai menemukan sumber bau, 245 penumpang dan delapan kru pesawat yang berharap segera tiba di Montreal, terpaksa harus mengalami gangguan perjalanan sekitar 37 menit.

Air Canada menolak berkomentar atas insiden ini yang terjadi pada 17 September lalu. Bau durian diduga muncul setelah sebuah pesawat dari Indonesia dikandangkan. Dari situ, aroma durian tercium hingga sempat menimbulkan percekcokan di kabin.

Buah durian yang bikin geger itu lalu disimpan di bagian depan kargo pesawat Air Canada ROU1566. Setelah burung besi ROU1566 mendarat di Vancouver, pesawat baru boleh melayani penerbangan setelah 20 jam sejak waktu ketibaan. (ndy)

Indiskop, Bioskop Rakyat Hadir di Area Pasar Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bioskop identik dengan mal. Kini, esan itu terpatahkan dengan diluncurkannya Indiskop, bioskop rakyat di dalam pasar. Sebagai langkah awal, Indiskop hadir di Pasar Jaya Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kehadiran Bioskop rakyat diinisiasi Perumda Pasar Jaya berkolaborasi PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) dan Badan Ekonomi Kreatif Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Bioskop Rakyat Indiskop berkonsep ‘Edusinema, Ruang Kreatif, Kuliner Indonesia’ itu diresmikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (7/10).

Dengan adanya Indiskop itu, diharapkan dapat menghadirkan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, khususnya golongan prasejahtera. Hal itu karena mereka dapat menonton film di bioskop dengan harga terjangkau. Bagi masyarakat Jakarta, Anies mengatakan Indiskop ini bisa menjadi salah satu ruang ketiga untuk berinteraksi dan mendapatkan hiburan yang membangun rasa kebersamaan.

“Alhamdulillah, hari ini, Indiskop diresmikan di Teluk Gong. Jadi, ini sebuah babak baru untuk membangun kesetaraan. Ini penting sekali, supaya warga Jakarta bisa memiliki ruang interaksi. Dan begitu ada ruang interaksi, maka yang kita bicarakan sebagai perasaan kebersamaan dan kedekatan itu akan muncul lewat tempat-tempat seperti ini,” jelasnya.

Anies menambahkan, Pemprov DKI terus berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan untuk menghadirkan Bioskop Rakyat Indiskop di tiap wilayah Ibu Kota Jakarta. Karena itu, Pasar Jaya, akan memulai di setiap pasar, dan didorong untuk membangun Indiskop di wilayah Jakarta.

“Jadi, kita sebut, di tempat-tempat di mana tantangan sosial ekonominya tinggi, di situ kita mulai. Kalau itu bergerak, nanti kita dukung sama-sama, kita cari caranya, supaya lebih banyak mempromosikan tempat ini, termasuk ke sekolah-sekolah. Jadi, bila di Jakarta bisa dikerjakan Insya Allah bisa jadi contoh di tempat lain,” ujarnya.

Hadirnya Indiskop ini antara lain bertujuan memberikan sarana akses menonton dan memperluas kesempatan menonton film bagi masyarakat kecil menengah, serta turut memberikan kesempatan bagi film Indonesia agar bisa makin dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas.

Selain itu, Bioskop Rakyat ini merupakan nilai tambah ekonomi untuk sektor ekonomi kreatif dan UKM sebagai dampak dari banyaknya bioskop dan jumlah produksi film. Karena, di setiap Bioskop Rakyat, ikut disediakan tempat untuk berjualan bagi para UKM.

Indiskop di Pasar Teluk Gong memiliki 2 studio dengan 110 kursi penonton untuk masing-masing studio. Adapun harga tiket yang dijual kepada masyarakat di bioskop ini tergolong sangat murah. Pada Senin hingga Jumat, tiket dijual seharga Rp18.000. Sedangkan, pada Sabtu dan Minggu, tiket dijual dengan harga Rp25.000.

Selama masa sosialisasi kepada masyarakat, film diputar sejak pukul 13.00 WIB setiap harinya. Tingkat okupasinya di hari biasa memang masih cukup minim, tapi untuk di akhir pekan okupasi masyarakat untuk menonton terlihat cukup tinggi.

Gubernur berpesan agar pengelolaan Indiskop ini dilakukan dengan sebaik mungkin, termasuk dalam merawat dan mengelola fasilitasnya. Memulai yang baru itu tentu menantang, seperti kemarin prosesnya menantang sekali, termasuk penerimaan dari lingkungan (atau) kalangan pengguna pasar. Tetapi sesudah yang pertama, ini bisa menjadi rujukan.

“Karena itu, saya setuju sekali soal (menjaga) kebersihan, kerapian, dan ketertiban. Harga boleh murah, pengelolaan penuh dengan nuansa Indonesia, tapi begitu sampai kebersihan, tunjukkan tempat ini sama bersih dan modern dengan tempat-tempat lain yang harga tiketnya mahal,” tegasnya seperti dilansir laman Medcom, Selasa (08/10/2019).

Pembangunan Bioskop Rakyat ini juga didukung Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56. Turut hadir dalam peresmian, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Direktur Utama Keana Films Marcela Zalianti, para Pejabat Pemprov DKI Jakarta; serta para Tokoh Perfilman Indonesia. (ndy)

Gratiskan Visa Turis, Dubai Kebanjiran Wisman

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Gara-gara mengratiskan visa wartawan, Dubai ketiban berkah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Data Dubai’s Department of Tourism and Commerce Marketing (Dubai Tourism) mencatat Januari – Juni 2019 atau selama enam bulan pertama tercatat sebanyak 8,36 juta turis internasional berkunjung ke Dubai. Dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

“Angka ini membuktikan kesuksesan Dubai pada sektor pariwisata secara berkelanjutan sebagai pendorong utama diversifikasi ekonomi dan katalis yang dapat diandalkan untuk PDB hingga 2020,” papar Director General Dubai Tourism, Helal Saeed Almarri, dalam keterangan resminya, Selasa (08/10/2019).

Dilanjutkan, Pariwisata adalah salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Dubai yang beragam. Meningkatkan peluang dan partisipasi sektor yang lebih inklusif adalah prioritas utama kami, bersamaan dengan meningkatkan kontribusi PDB secara berkelanjutan.

Efektivitas berkelanjutan dari strategi khusus untuk tiap pasar serta program tahunan terbukti dari hasil kunjungan di seluruh destinasi wisata tradisional, didorong oleh kampanye bertarget yang menyoroti proposisi Dubai, dan memanfaatkan daya tarik kota yang dinamis dan konektivitas yang berkembang di seluruh benua, lontarnya.

“Program-program strategis kami secara khusus dirancang untuk terus memberikan solusi baru dan berfokus pada pasar untuk mencapai keseimbangan yang baik guna mendorong lebih banyak pengunjung wisata tradisional serta membuka kunci potensi besar di pasar negara berkembang.” ucapnya.

Dengan dukungan dari kepemimpinan visioner, Dubai terus membuat langkah berani untuk mendorong percepatan pertumbuhan sektor pariwisata. Memperlancar akses ke Emirat dengan menetapkan kemudahan prosedur masuk menjadi prioritas utama bagi Pariwisata Dubai.

Penerapan pembebasan biaya visa turis secara nasional baru-baru ini untuk anak-anak di bawah 18 tahun, yang disertai oleh orang tua mereka, telah menambah posisi Dubai sebagai tujuan wisata terkemuka yang ramah keluarga.

Di semester I 2019, Dubai fokus untuk menjamu penghuni dan turis dengan sejumlah penawaran dan atraksi hiburan, misalnya pusat hiburan multiguna terbesar di kawasan ini, yakni Coca-Cola Arena. Dengan kapasitas 17.000 pengunjung, arena ini menawarkan program acara sepanjang tahun, seperti turnamen olahraga, e-sports, teater, dan pertunjukan musik, konferensi, dan gala dinner.

Taman Al-Quran yang baru-baru ini dibuka merupakan tempat mengenal warisan Islam Dubai yang komprehensif dan mendalam. Taman ini membentang lebih dari 60 hektare dengan dua atraksi utama, The Glass House dan The Cave of Miracles.

Pengunjung berkesempatan untuk menrasakan lebih banyak atraksi di seluruh kota di taman hiburan dan pusat hiburan keluarga lainnya karena Dubai terus berinvestasi dalam infrastruktur dan fasilitas pariwisata, serta proyek pengembangan besar dan ritel. (ndy)

Cara Maskapai Indonesia Memenangkan Loyalitas Wisatawan Milenial

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id :  Dalam beberapa bulan belakangan, maskapai penerbangan lokal Indonesia berfokus untuk menurunkan harga tiket. Namun, untuk mendapatkan pangsa pasar lebih besar, cara tersebut tidak cukup. Maskapai lokal harus mengubah pendekatan dan merevolusi program loyalty pelanggan, agar dapat menarik generasi wisatawan yang lebih muda.

Pendekatan inilah yang diajukan oleh perusahaan penyedia teknologi pariwisata, Amadeus.
Menurut riset terbaru dari Amadeus, tercatat bahwa lebih dari sepertiga populasi di Indonesia berusia di bawah 20 tahun. Artinya, 35% masyarakat Indonesia sebentar lagi akan memasuki usia produktif dan memiliki pendapatan tetap yang dapat digunakan untuk berlibur.

Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) memprediksi bahwa jumlah wisatawan Indonesia yang berlibur ke luar negerti akan mencapai lebih dari 10 juta orang pada tahun 2019 – sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini juga disebabkan karena harga tiket penerbangan internasional yang kompetitif dibandingkan dengan penerbangan domestik.

“Memang saat ini fokus utama masyarakat adalah harga tiket penerbangan domestik. Namun, maskapai Indonesia juga tidak boleh melupakan investasi jangka panjang berupa program customer loyalty. Saat ini, Generasi Y dan Z adalah segmen travel yang mengalami pertumbuhan paling cepat di Asia Pasifik. Walaupun sebelumnya pendekatan tradisional seperti reward-based loyalty telah berhasil diterapkan pada generasi sebelumnya, loyalitas generasi yang lebih muda hanya dapat diperoleh melalui experience,” tutur Cyril Tetaz, selaku Executive Vice President Airlines Asia Pacific Amadeus.

Untuk membantu mengembangkan pendekatan ini, Amadeus mengusulkan tiga rekomendasi bagi maskapai Indonesia untuk memperoleh loyalitas dari wisatawan generasi muda:
Menggunakan Data untuk Pelayanan yang Lebih Personal.
Di era seperti sekarang, pendekatan standar one-size-fits-all sudah tidak cocok dengan segmen pasar anak muda. Sebaliknya, maskapai lokal harus menawarkan layanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pelanggan, agar mereka setia dengan brand tersebut.

“Kita harus memahami pola pengeluaran dan perjalanan pelanggan, terutama para anggota program loyalty. Untuk itu, kita harus menggunakan data-data ini untuk mengantisipasi kebutuhan mereka. Karena, walaupun destinasinya sama, tentu kebutuhan dari tiap pelanggan berbeda-beda,” kata Tetaz.

Salah satu contohnya adalah wisatawan bisnis. Mereka sangat mementingkan jadwal dan ketepatan waktu terbang. Mereka rela membayar lebih mahal jika bisa menghadiri meeting dengan tepat waktu. Namun, ketika pulang dari perjalanan bisnis, tipe wisatawan ini mungkin akan memprioritaskan waktu tempuh yang paling singkat, karena mereka ingin segera beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, tambahnya.

“Sebagai perbandingan, orang tua yang berlibur dengan tiga anaknya mempunyai prioritas yang berbeda. Mereka ingin perjalanan yang mudah dan praktis. Mereka mungkin lebih membutuhkan bagasi ekstra dan pengaturan nomor kursi yang nyaman, dibandingkan mendapatkan akses ke longue atau upgrade kursi,” ungkap Tetaz.

Berita baiknya, wisatawan Indonesia lebih terbuka untuk membagikan data pribadi mereka, asalkan mereka bisa mendapatkan layanan pariwisata yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Menurut Riset Journey of Me yang diterbitkan Amadeus, empat dari lima orang Indonesia (79%) bersedia untuk memberikan data pribadi jika mereka bisa mendapatkan reward dan tawaran spesial untuk menerima perlakuan khusus. Angka ini lebih tinggi daripada rata-rata wisatawan di Asia Pasifik, dimana hanya 64% yang bersedia.

Mengantisipasi Kebutuhan Pelanggan
Untuk meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan, Tetaz menyarankan maskapai penerbangan lokal untuk memberikan pelayanan lebih di setiap tahap perjalanan.

“Di hari keberangkatan, petugas maskapai akan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Mereka bisa mendapatkan komentar atau masukan langsung dari apa yang diinginkan oleh pelanggan. Selain itu, maskapai juga bisa memberikan informasi penting yang berguna, misalnya prediksi ramalan cuaca. Dengan begitu, para pelanggan bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk,” kata Tetaz.
Sebenarnya, mereka tahu bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Tapi, jika maskapai bisa memberikan respon yang baik, maka hal ini bisa memperbaiki kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, staf maskapai juga harus dibekali dengan teknologi cukup, agar mereka bisa mengevaluasi isu yang terjadi dan melakukan booking ulang jika diperlukan, jelasnya.

Amadeus juga menyarankan penggunaan data kontekstual untuk memberikan kejutan bagi pelanggan, agar maskapai dapat membangun interaksi dengan pelanggan. Misalnya saja, mereka bisa menawarkan hadiah khusus di hari ulang tahun pelanggan, mengirimkan rekomendasi tempat wisata baru yang cocok, atau meng-upgrade kelas kursi dari pelanggan setia. Hal-hal inilah yang akan membuat program customer loyalty menjadi efektif untuk menarik generasi muda.

“Untuk mewujudkan ini, tentu saja maskapai penerbangan harus didukung dengan teknologi canggih yang dapat menangkap, menganalisis, dan menindaklanjuti data pelanggan dalam volume besar secara real time. Teknologi baru dan kemitraan strategis dapat membantu pelanggan untuk mendapatkan pengalaman wisata terbaik,” kata Tetaz.

Tingkatkan Frekuensi Interaksi di Luar Kanal Wisata
Dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik, jumlah anggota frequent flyer di Indonesia cenderung rendah. Oleh karena itu, akan lebih baik bagi maskapai penerbangan Indoensia untuk memperkuat interaksi dengan pelanggan di luar kanal wisata

“Maskapai penerbangan Indonesia perlu bekerja sama dengan perusahaan yang lebih sering berinteraksi dengan pelanggan, misalnya SPBU. Virgin Australia telah sukses menjalankan kemitraan ini dengan BP di Australia; dimana frequent flyer Virgin Velocity bisa mengumpulkan poin di setiap pom bensin BP, sehingga interaksi mereka pun bisa bertambah,” kata Tetaz.

Amadeus juga berharap maskapai Indonesia bisa menawarkan reward poin berupa pengalaman atau experience, agar mereka bisa memaksimalkan spending power generasi Z yang diprediksi mencapai USD 143 milyar.

Salah satu contoh kasus yang berhasil adalah program Marriott’s Moment. Anggota Marriott bisa menukar reward mereka dengan experience yang tidak terlupakan, mulai dari berkemah di Coachella, menginap di villa mewah di Bali, hingga menikmati makan malam di restoran Michelin. Ini bisa jadi contoh yang baik untuk maskapai-maskapai di Indonesia, kata Tetaz.

“Saat ini, industri pariwisata di Indonesia mulai mencapai titik mature. Pelanggan tidak hanya melihat harga. Karena itu, maskapai-maskapai lokal harus berinvestasi untuk memperbaiki program loyalty pelanggan, agar mereka tetap bisa bersaing dengan efektif di masa depan,” ungkapnya.

Wayang Jogja Night Carnival ke 4 Tampilkan 14 Karakter Wayang Kapi-kapi

this formate

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang membuka event ini. ( Foto: Satrio Purnomo)

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Kawasan Tugu Pal Putih Jogyakarta dipadati ribuan warga maupun wisatawan mancanegara yang menghadiri Wayang Jogja Night Carnival 4 yang mengusung tema Ringgit Wanara Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang juga dikenal sebagai Wayang Kapi-kapi. 

Tugu selain sebagai lambang kota Ngayogyakarta adalah sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol maupun sebagai penunjuk arah dari kraton ke arah puncak gunung Merapi.

Event wayang yang pelaksanaannya bertepatan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-263 ini mengulang kesuksesan Wayang Jogja Night Carnival tahun lalu dan menjadi event tahunan terbesar di Kota Yogyakarta kembali.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang membuka event ini. Dalam sambutannya, Haryadi Suyuti menyebut ada puluhan ribu masyarakat yang menghadiri acara ini.

“Event ini disaksikan oleh 60 ribu orang. Tentu manfaatnya luar biasa terutama pada aspek ekonomi. Melalui event ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang atas bersyukur bertambahnya usia Kota Yogyakarta,” katanya, malam  ini, Senin (7/10/2019).

Event ini juga akan menjadi ajang mendekatkan masyarakat dengan 14 karakter wayang Kapi-kapi yang jarang terekspos. Wayang Kapi-kapi sendiri merupakan wayang milik Kraton Yogyakarta yang jarang go public. Ia terbilang unik, lantaran memiliki bentuk perpaduan bagian tubuh hewan yang merepresentasikan kehidupan di dunia, ” kata Yetti Martanti, S.Sos,M.M. selaku Show Director WJNC.

Adapun ke-14 karakter Wayang Kapi-kapi itu terdiri dari wayang Kapi Kingkin, wayang Jaya Harima atau wayang Kapi Harima, wayang Kapi Wraha, wayang Kapi warjita atau Kapi Wercita, wayang Kapi Jaya Anala atau Kapi Anggeni, wayang Kapi Satabali.

Para penari wayang Kapi melompat dan memukau penonton dengan gerakan dinanis

“Agar masyarakat bisa mengenal wayang Kapi-kapi dan memaknai filosofinya dalam kehidupan sehari-hari. Karena wayang Kapi-kapi sendiri mengajarkan agar kita harus saling mengayomi meski memiliki pribadi berbeda-beda, sangat pas untuk konteks seperti sekarang,” ujar Yetti Martanti.

Wayang Kapi Kingkin, misalnya, yang memiliki bentuk perpaduan antara kepiting dan kera. Merupakan ciptaan Sang Hyang Baruna (Dewa Ikan), ia memiliki andil besar dalam menyelamatkan proses pembangunan jembatan menuju Negara Ngalengka.

Ada juga tarian wayang Kapi Liman Dhesthi, memiliki badan perpaduan gajah dan kera. Bala tentara Pancawati ini berperan penting saat pengeroyokan Raden Kumbakarna. Para penari dengan kostum bagian kepala seperti gajah ini menari dengan lincah dan mendapat sambutan yang besar dari para penonton.

“Terdapat 7 seniman profesional sebagai tim kreatif yang membantu peserta dalam mengawal proses produksi peserta, yaitu KPH Notonegoro, RM. Kristiadi,S.Sn., Ali Nursotya Nugraha, M.Sn., Anon Suneko,M.Sn., Emerentiana Tri Ikhtiarningsih,S.Pd., Agung Tri Yulianto,S.Sn dan Hermawan Sinung Nugroho, S.Sn,” imbuh Yetti.

 Di antara 7 seniman profesional itu, lanjutnya, salah satunya adalah KPH Notonegoro yang merupakan sosok yang sangat concern dalam mengembangkan budaya Kraton. Dengan adanya kreativitas dan pengetahuan yang dimiliki, Yetti berharap masyarakat semakin mengenal Wayang Kapi-kapi.

Karnaval wayang Kapi-Kapi melewati rute sepanjang jalan Jenderal Sudirman, Tugu Pal Putih, dan Jalan Margo Utomo.

Pembukaan gelaran ini diawali dengan arak-arakan Urang Ayu, seorang putri cantik anak dari Baruna (raja penguasa laut yg berbadan ikan). Suaminya adalah seorang kera sakti yang sangat termasyur bernama Anoman.

Arak-arakan juga menampilkan sebuah kendaraan bernuansa udang dan di atasnya diramaikan dengan perempuan-perempuan cantik dengan balutan kostum udang. Karnaval di tutup dengan kendaraan dengan tema Anjani. seorang perempuan yang semula berwajah cantik, berubah menjadi berwajah kera. Suami Anjani adalah Bathara Guru, penguasa alam semesta.